Modify Profile

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Shanty_minsun

Pages: [1] 2 3 ... 151
1
yg ini update lgi dong  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

baru juga di update [nono] [hmpfh] [briggin]

2
Regular Fanfic / Re: When The Star Can not Reach The Moon Chapter 2
« on: August 21, 2013, 10:13:03 pm »



Chapter 2


@New Zealand


“Bagaimana Rodyth, kau tertarik dengan lahan ini?” tukas Alfred menatap lahan luas yang menjadi pilihan konglomerat tersebut

“Apa Marinka akan menyukainya?” tukas Erwin Rodyth terhadap sahabatnya
“Kau begitu mencintainya?” tanya Alfred ingin tahu
“Marinka adalah wanita yang sangat mengagumkan. Aku begitu mencintainya”ucap Erwin
“Kau masih memiliki Erika, seharusnya kau lebih memperhatikan putrimu. Erika sudah kehilangan ibunya, jadi aku berharap kepadamu jangan membuat Erika merasa kehilangan cinta ayahnya”Alfred memberi nasehat bijak kepada sahabatnya

========================================================================

“Apa ada yang tuan perlukan lagi?”tanya Manager restoran tersebut
“Sudah cukup. Jika aku memerlukan bantuanmu aku akan memanggilmu lagi”jawab Timothy singkat
Dan sang Manager pun meninggalkan Timothy untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya, namun setelah 20 menit kepergian manager tersebut tamu yang dinantikan oleh Timothy akhirnya datang juga.

Senyum menawan terhias di wajah tampan Timothy saat kedua matanya menangkap sosok gadis cantik yang sudah merebut hatinya sejak pertemuan pertama mereka.
Marinka dengan langkahnya yang anggun dan penampilan yang begitu mempesona membuat beberapa pasang mata berdecak kagum padanya , dan Marinka pun menyadari akan pesona yang dimilikinya.

“Sudah lama menunggu?” tanya Marinka pada adik laki-lakinya
“Tidak”jawab Tim singkat
Dengan sigap seorang pelayan menarik kursi mempersilahkan Marinka dan Erika duduk
“Good Evening Erika” sapa Tim dengan tatapan matanya yang nakal
“Good evening”jawab Erika sopan
“You look so beautifull. That dress is really suit on you”tukas Tim memuji penampilan Erika dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“congratulation my dear brother”tukas Marinka memberi ucapan selamat kepada adik laki-lakinya
“Thanks”sahut Tim tanpa melepas pandangannya pada Erika
Erika masih terdiam tanpa tahu harus bersikap atau berkata apapun.
Tim yang melihat kegugupan Erika membuatnya ingin menggoda lebih jauh .

“Erika”sapa Tim lembut namun dengan nada yang begitu menggoda membuat Marinka tersenyum sinis akan sikap Tim yang menurutnya sangat berlebihan

“Apa kau tidak ingin tahu alasan aku mengajakmu makan malam?” Tim bertanya pada gadis cantik dihadapannya
Erika hanya memandang dingin wajah Tim yang menurutnya cukup membuatnya tidak berselera untuk menikmati makanan apapun.

“Tim baru saja mendapatkan tender project Rochelle”tukas Marinka cepat sambil menyesap champagne yang terasa melegakan tenggorokannya
“Rochelle?” tanya Erika terkejut
“Don’t worry dear, aku akan membuat Rochelle Resort menjadi tambang emas untuk Rodyth Holding company”ucap Tim percaya diri
“Bagaimana mungkin Rochelle Resort bisa jatuh ketangan laki-laki ini?” ucap Erika dalam batinnya
“Something wrong,dear?” tanya Marinka
“nothing”tukas Erika cepat dan meminum air putih dalam satu kali tegukan.
Tim tidak bisa melepaskan pandangannya dari Erika, terutama dengan penampilan Erika yang terlihat berbeda dari biasanya.
Manager Restoran yang tadi sempat berbincang dengan Tim sebelum kedatangan Erika dan Marinka kembali ke meja mereka dengan dibantu oleh dua orang pelayan yang membawakan pesanan Tim untuk tamu istimewanya dan dengan penuh kerapihan dan ketelatenan, Manager Hotel tersebut menyajikan berbagai hidangan yang lezat di atas meja mereka.

“Enjoy your dinner “ucap Manager Restoran itu dengan ramahnya

Tim mengangkat gelasnya yang sudah terisi champagne dan mengajak Marinka dan Erika bersulang.

TING

Erika yang tidak begitu menyukai Champagne hanya menyesap sedikit dan menaruh kembali gelas tersebut
Sementara di meja lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari meja Tim, terlihat seorang pria tampan dan wanita cantik yang jika dilihat orang seperti pasangan kekasih karena mereka terlihat begitu serasi satu sama lain.
“Josh, makanan ini benar-benar lezat. Thanks”ucap Olivia yang terlihat menikmati makan malamnya
“oh iya, apa besok kita akan menemui langsung penanggung jawab dari Project Rochelle?tanya Olivia dengan mulut yang masih penuh dengan makanannya

“Tentu saja.  Aku sudah mendapatkan jadwal untuk bertemu dengan Timothy Lynch selaku penanggung jawab baru dari project tersebut”ucap Josh sambil meneguk habis segelas red wine
“Bagus. Dengan begitu kita bisa cepat menyelesaikan pekerjaan kita tepat pada waktunya. Tapi kudengar jika Timothy Lynch adalah pria hidung belang yang sering sekali bergonta ganti pasangan , apa itu benar?”tanya Olivia penasaran
“kau tertarik padanya?”goda Josh dan membuat Olivia diam seribu bahasa
NO WAY”ucapnya langsung dan membuat Josh tertawa puas dengan sikap Olivia yang baginya terlihat sangat manis
“Josh. Stop it”dengus Olivia sebal
“hahahahahaha. You look so cute,dear”tukas Josh menggoda

Setelah makan malam yang lancar dilewatinya bersama Tim dan Marinka, Erika merasa  dirinya seolah-olah sudah berhasil melewati ujian yang terasa begitu berat dan mampu untuk dilewatinya dengan sempurna.

Walaupun  Erika merasa ketidaknyamanan yang dirasakannya saat lelaki itu tidak pernah melepaskan pandangannya terhadap dirinya dan celotehan Marinka yang membuat Erika semakin tidak menyukai ibu tirinya itu.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Erika yang masih berbalut jubah mandi berjalan mendekati lemari besarnya dan membukanya dan mulai memilih baju tidur apa yang akan dikenakannya malam ini. Bola mata indahnya langsung menatap stelan piyama tidur berbahan satin berwarna peach dan langsung mengenakannya.

“Hari yang sungguh melelahkan”gumam Erika merebahkan tubuh mungilnya di ranjang empuknya
Erika yang merasa begitu lelah,mulai terbang ke dunia mimpi namun sesaat kedua mata indah itu terbuka cepat saat sebuah wajah menyeruak tanpa permisi muncul di pikirannya.
“Aku seperti pernah melihat wajah itu?”,”tapi dimana?”gumam Erika gusar


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


“Thanks Josh, buat makan malamnya” ucap Olivia dengan senyumnya yang menawan.
“Your welcome beautifull”tukas Joshua membuat kedua pipi wanita cantik itu merona.
“Coffee?” tukas Olivia bermaksud agar Joshua mau tinggal sebentar di apartemennya.
Thanks, tapi aku harus segera pulang. Besok pagi aku ada presentasi untuk Timothy Lynch”ucap Joshua menyesal
Olivia menatap penuh cinta lelaki tampan  dihadapannya. Hati Olivia begitu terasa hangat akan senyuman Joshua, bahkan Olivia berharap jika lelaki ini akan menciumnya. Sebuah ciuman selamat malam.
Hanya membayangkannya saja sudah membuatnya begitu sangat bahagia.

“Istirahatlah, aku pulang dulu”ucap Joshua dan membuyarkan lamunan indah Olivia Blunt.
“Selamat malam Josh”tukas Olivia dengan nada kecewa
Dan lelaki tampan itu pun memasuki corolla hitamnya dan menyalakan mesin mobilnya sambil melambaikan tangannya mengucap perpisahan sesaat kepada Olivia

“Joshua Raven, sampai kapan kau akan membuatku tersiksa seperti ini?” Olivia bergumam dalam batinnya dan pandangannya mengantarkan kepergian Joshua.
“Aku sangat menyukaimu Josh”ucap Olivia getir.

******************************

“Kapan kau akan pulang sayang?”rajuk Marinka dan membuat Erwin semakin merindukan istri cantiknya.

“Aku baru akan pulang lusa sayang. Bersabarlah” ucap Erwin mesra
“Bagaimana keadaan disana, baik-baik sajakan?”, “Bagaimana Erika, apa dia baik-baik saja?, Apa Erika selalu pulang tepat waktu, bagaimana kuliahnya, lancar?. AKu merindukan putri kecilku”ucap Erwin panjang lebar tanpa tahu jika Marinka sedang mendengus sebal mendengarkan celotehan kekhawatiran Erwin terhadap Erika.
Dipikirnya Erwin akan melupakan sedikit gadis penghalang itu tapi walaupun Erwin berada jauh di luar negeri, lelaki tua itu tetap saja mengingat putrinya.

“Marinka……Hallo,sayang…….Marinka!”,”Kau masih disana?”tanya Erwin cemas
“Tentu saja aku masih disini sayang”sahut Marinka dengan nada manja
“Ohhh, kupikir kau sudah tertidur. Hmm,sebaiknya kau istirahat saja,nanti aku akan menghubungimu lagi”tukas Erwin cepat.
“sampaikan salamku untuk Erika dan katakan padanya kalau aku sangat merindukannya”tukas Erwin.

Namun Marinka yang lagi-lagi mendengar nama Erika disebut mulai jengah dan sepertinya ingin membanting Iphone nya ke lantai.
“Aku akan mengatakannya pada Erika”jawabnya dingin
Dan akhirnya keduanya pun memutuskan hubungan telepon itu.

Sorot mata Marinka berubah gelap dan tajam, giginya bergemelatuk menahan amarah yang bergejolak di dalam dirinya.

“Marinka,kau harus bersabar. Sedikit lagi semuanya akan menjadi milikmu”gumam Marinka mencoba menenangkan dirinya
“Dan kau gadis kecil, jangan harap aku akan membiarkanmu hidup tenang. Jika aku bisa menyingkirkan ibumu, maka aku juga bisa menyingkirkanmu dari kehidupan Erwin Rodyth”Marinka tersenyum sinis

“Aku bukan tipe orang yang senang berbagi kesenangan tapi aku tipe orang yang senang menikmati kejayaan untuk diriku sendiri,hahahahahahhaa”

Marinka boleh tersenyum puas akan semua rencana liciknya yang sudah tersusun rapi, namun tanpa disadarinya seseorang mengeraskan rahangnya dan bergumam tidak jelas seolah marah akan niat jahat Marinka terhadap keluarga Rodyth.

“Tidak akan kubiarkan kau menyakiti Erika,bahkan seujung kuku pun tidak akan aku biarkan”ucap Timothy dengan amarah yang bergemuruh.


@@@@@

Udara pagi kota London terasa begitu menyejukkan, burung-burung berkicauan mengalunkan untaian nada yang terasa begitu merdu, cahaya mentari pagi terasa begitu hangat dan beberapa orang sudah nampak berlalu lalang memenuhi jalan-jalan besar di kota London.

Suasana di Rodyth Mansion juga sudah terlihat sibuk oleh beberapa pelayan yang memulai pekerjaan mereka dari pukul 4 pagi, Kepala Pelayan Rowan sudah disibukkan memberi perintah kepada pelayan-pelayan untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka ,terutama melayani nyonya baru mereka Marinka. Mendengar namanya saja membuat Rowan merasa sebal namun mau bagaimana lagi jika Tuan Besarnya terlihat begitu mencintai istri barunya. Rowan adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Rodyth, dari sejak Erwin Rodyth berusia 12 tahun, Rowan sudah mengikuti keluarga Rodyth sampai akhirnya Erwin menikah dan mempunyai seorang putri cantik. Bagi Rowan, Erika adalah tanggung jawabnya sejak bayi itu dilahirkan, entah kenapa Rowan teramat sangat menyayangi Erika seperti rasa sayangnya terhadap mendiang Rochelle Quin.


“Pagi Uncle Rowan” sapa Erika memeluk hangat tubuh lelaki tua yang masih terlihat gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi.

“Anda sudah terlalu besar untuk memeluk saya seperti ini,Nona”ucap Rowan membalikkan badannya dan tersenyum hangat pada Erika

“Bagiku, Uncle Rowan adalah keluargaku jadi jangan pernah merasa risih akan pelukan seorang keponakan terhadap pamannya”ucap Erika tidak mau kalah
“hahahahaha, saya memilih diam saja kalau begitu”ucap Rowan
“Uncle Rowan, apa Daddy memberimu kabar kapan dia akan pulang?”tanya Erika ingin tahu
“Seharusnya Nona yang lebih tahu kapan Tuan Erwin akan pulang”ucap Rowan dan membuat wajah Erika terlihat datar
Seolah tahu akan jawabannya,Rowan membelai rambut Erika dengan penuh kasih sayang seolah ingin membuat anak asuhannya itu merasa tenang.
“Tuan Erwin akan pulang Lusa”ucap Rowan dan membuat Erika terlihat begitu bahagia
“You’re the best Uncle, Thanks”ucap Erika mengecup singkat pipi Rowan dan meninggalkan Rowan yang tersenyum menatap kepergian Erika

“Selamat Pagi”sapa timothy saat kedatangan Erika ke meja makan
“Selamat Pagi,………Uncle Tim”sahut Erika ragu-ragu
“Selamat Pagi, Mother” sapa Erika
“Pagi” sahut Marinka ketus

“AKu akan mengantarmu ke kampus hari ini”tukas Marinka angkuh sambil menyesap kopinya dan membuat Erika hampir tersedak

“Aku ada pertemuan dengan Prof.Odden perihal donasi yang diberikan oleh ayahmu”tukas Marinka
“Kenapa?, kau tidak suka jika aku datang ke kampusmu?” ucap Marinka yang sengaja ingin membuat Erika tidak nyaman
“Erika, pancake ini sangat lezat. Makanlah, aku tidak menyukai wanita bertubuh kurus”ucap Tim mengambilkan pancake hangat di piring Erika dan menuangkan sedikit sirup madu .
Erika hanya diam dan mulai memakan pancakenya yang sudah  dipotong beberapa bagian .

“Dan kau Tim, apa hari ini kau akan bertemu dengan Olivia Blunt?”tanya Marinka perihal pertemuan dengan representative dari Gail Building.

“siang ini, aku akan bertemu dengan mereka. Kau mau ikut?”tanya Tim

“aku ingin, tapi aku juga masih mempunyai keperluan lainnya setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Prof.Odden”jawab Marinka yang memandang sinis pada Erika


@@@@@@

“Mr. Raven?” tanya reseptionis manis itu memastikan nama lelaki tampan dihadapannya
Joshua hanya mengganggukan kepalanya dan tersenyum menawan membuat reseptionis cantik itu semakin salah tingkah dibuatnya.
“Silahkan anda langsung naik ke lantai 13 dan anda akan langsung terhubung dengan sekretarisnya, Ms. Julia Wind”ucap receptionist itu lagi
Olivia menatap sinis kearah receptionist genit dihadapannya dan langsung membuat gadis manis itu menciut ditatap tajam oleh wanita cantik yang berdiri disamping Mr. Raven.

Joshua dan Olivia pun bergegas melangkah menuju lift dan setelah pintu lift terbuka keduanya memasuki lift tersebut dan menekan tombol angka 13.

“Tatapan yang menakutkan sekali Olivia, kau tidak lihat jika reseption malang itu seperti ketakutan melihatmu”ucap Joshua dengan nada usil

“Aku tidak seperti itu”tukas Olivia menatap sebal Joshua
“sudah berapa kali aku bilang padamu, kau harus lebih sering tersenyum Olivia. Kau cantik jika tersenyum”ucap Joshua menatap lembut Olivia
Olivia sudah tidak dapat menahan rona merah yang muncul di kedua pipinya, rasa malu dan perasaan berbunga-bunga saat pujian indah dilontarkan oleh lelaki yang begitu dicintainya
“Ayo”ajak Joshua dan Olivia pun tersadar dari lamunannya. Dan berjalan setengah berlari mengikuti langkah panjang Joshua


========================================================================

“Professor Odden, anda begitu memuji. Suamiku hanyalah ingin membantu kemajuan universitas ini dan bisa terlihat bukan jika lulusan dari London University bisa mendapatkan pekerjaan yang bonafit di perusahaan-perusahaan elite”ucap Marinka

“Anda benar Nyonya, dan itu semua tidak lepas dari campur tangan Mr. Rodyth, selain sebagai donator utama dari universitas kami, beliau juga sering memantau perkembangan pendidikan dan prestasi dari mahasiswa/mahasiswi kami dan kami sangat berterima kasih akan hal itu”

“Erika, adalah salah satu mahasiswi terbaik dari angkatannya dan kami benar-benar sangat bangga akan prestasinya. Erika juga pandai bergaul dengan teman-temannya dan Erika adalah mahasiswi favorite dari teman-temang angkatannya bahkan di kalangan mahasiswa senior , Erika termasuk mahasiswi yang begitu memikat”ucap Prof.Odden menambahkan kebanggaannya terhadap keluarga Rodyth

Sorot mata Marinka memancarkan rasa tidak suka terhadap pujian yang dilontarkan oleh Prof.Odden tentang anak tirinya. Bayangan Erika yang menjadi pusat perhatian di kampusnya benar-benar bukanlah hal yang ingin di dengarnya apalagi untuk dilihatnya. Namun Marinka akhirnya menyadari saat kedatangannya tadi saat turun dari mobil mewahnya bersama Erika semua pandangan tertuju pada Erika. Bahkan beberapa mahasiswa tampan yang mungkin seumuran dengan Erika tersenyum saat menyapa Erika dan ada juga beberapa seniornya yang terlihat menggoda Erika.

“Nyonya Rodyth, anda baik-baik saja?”tanya Prof.Odden cemas saat menyadari keterdiaman Marinka
“Saya baik-baik saja Professor, aku hanya tidak menyangka jika putriku menjadi pusat perhatian di kampusnya. Dan aku sangat bangga akan hal itu. Keturunan Rodyth memang yang terbaik, bukan?”ucap Marinka dengan senyum palsunya
“Sepertinya pertemuan kita harus sampai disini, maafkan saya Professor tidak bisa berlama-lama berbincang dengan anda”tukas Marinka

Dan setelah saling berpamitan, Marinka pun keluar dari ruangan Prof.Odden dan melangkah dengan perasaan yang berkecamuk seolah ingin mengeluarkan semua amarahnya pada seseorang.
Hentakan sepatu Marinka menggema di lorong-lorong Universitas elite tersebut, keangkuhannya terpancar dari cara dia menatap lurus dengan mengangkat dagunya tinggi, sorot mata yang tajam memancarkan kebencian namun Marinka memang wanita cantik yang bisa membuat lelaki bertekuk lutut di hadapannya.
Dan langkahnya terhenti saat melihat Erika sedang berkumpul bersama teman-temannya di taman kampus , mungkin sedang berdiskusi soal mata kuliah mereka. Dan dengan langkah pelan namun pasti Marinka melangkahkan kedua kaki jenjangnya ketempat dimana Erika berada.



@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Erika, apa hari sabtu ini kau ada acara?”tanya Adam dengan tatapan lembutnya
“Aku tidak tahu Adam, jika tidak ada perubahan Dad akan pulang lusa jadi kemungkinan aku akan menghabiskan hari sabtu bersama dengan keluargaku”ucap Erika menyesal
“it’s okay, aku tetap akan menunggu kabar baiknya, tapi jika kau tidak keberatan apa boleh jika aku ikut bergabung di acara keluargamu?”tanya Adam lagi
“tentu saja. Dad pasti akan lebih senang jika teman-temanku bisa ikut dalam acara makan malam keluarga. Ajak Nora juga ya”tukas Erika tanpa menyadari kekecewaan di hati Adam

“Teman?”ucap Adam dalam batinnya
“Hanya Teman”ucapnya lagi
“Adam!”Erika memanggil dan menyentuh bahu pemuda yang duduk disampingnya
Namun pemuda itu hanya menatapnya dengan pandangan sendu dan Erika tahu apa arti tatapan itu. Erika merasa menyesal telah mengucapkan kata “TEMAN” karena Erika tahu bagaimana perasaan Adam sebenarnya terhadap dirinya namun Erika benar-benar tidak bisa untuk membalas perasaan Adam.

Erika!”

Suara angkuh itu membuat Erika tersadar dari lamunannya dan dengan gerakan pelan kedua mata bulat Erika melihat keangkuhan yang terpancar di wajah cantik ibu tirinya…….Marinka Lynch
“jadi ini ibu tiri Erika”ucap Adam saat menatap wanita yang berdiri angkuh di depannya
“Kasihan Erika, dia terlihat begitu ketakutan pada wanita ini”ucap Adam dalam batinnya memperhatikan perubahan sikap Erika saat wanita itu muncul
“Mother”ucap Erika pelan
“Setelah ini kau tidak ada jadwal kuliah lagi bukan?”tanya Marinka ketus menatap tajam Erika
Erika menganggukkan kepalanya
“Ikut aku, tadi Timothy menelponku. Dia membutuhkan bantuanmu untuk pertemuannya dengan pihak Gail Building”ucap Marinka dengan nada memerintah

“Tapi…..”

“Tidak ada tapi-tapian sayang. Kau mewakili dari Rochelle Project, bukankah itu permintaaan dari ayahmu jadi  jangan menjadi anak pembangkang yang menyebalkan sayang”tukas Marinka ketus tanpa memperdulikan tatapan sinis Adam yang terlihat melindungi Erika

“Dan kau anak muda, sebaiknya kau menjauh dari Erika. Kau dan Erika berbeda kelas. Jangan harap suamiku akan menyetujui hubungan kalian” ucap Marinka ketus dan meninggalkan tempat itu namun sesaat dia membalikkan badannya lagi dan berkata :
“dan sebaiknya kau tidak perlu repot-repot untuk datang pada acara makan malam keluarga Rodyth, karena kau tidak akan pernah diterima di rumah mewah kami” dan Marinka setengah menyeret Erika ikut bersamanya meninggalkan Adam yang berdiri terpaku dan terhina dengan segala penghinaan yang dilontarkan oleh marinka.

Tatapannya begitu sedih saat menatap kepergian Erika yang terseret-seret oleh ibu tirinya.
“Mulutnya jahat sekali”tukas Nora yang berdiri dibelakang Adam dan menepuk halus pundak Adam mencoba menenangkan hati pemuda yang sudah terluka itu.

“Erika”ucap Adam
Nora hanya memandang kasihan sahabat baiknya, semoga tidak terjadi apa-apa pada Erika.


@@@@@@

“Kami dari Gail Building. Hari ini kami ada janji rapat dengan Mr. Timothy Lynch , apa beliau ada di ruangannya?” tanya Olivia ramah

“Kalian Mr.Raven dan Ms.Blunt?”tanya Julia dengan senyumnya yang menawan
Olivia menjawab dengan anggukan kepalanya
“Mari saya antar kalian ke ruangannya, sebelumnya kalian berdua harus memakai ID Card ini”tukas Julia dan membantu memasangkan ID Card tersebut pada jas yang dikenakan Joshua dan blazer yang dikenakan Olivia dan langsung berjalan mendahului keduanya menuju ruangan Timothy Lynch.

“TOK TOK TOK”
“Masuk” suara gagah itu mempersilahkan masuk
Ruangan yang cukup besar dan begitu eksklusif dengan nuasa warna yang serba putih dan hembusan AC dengan aroma pengharum ruangan yang menyegarkan penciuman bagi siapa yang memasuki ruangan Direktur tampan ini.

“Direktur Lynch, tamu yang anda tunggu sudah datang” ucap Julia dan setelah menundukkan kepalanya, sekertaris cantik itupun meninggalkan ruangan tersebut

Timothy berdiri gagah dan berjalan menghampiri Joshua dan Olivia yang masih berdiri, dan lelaki tampan berwajah dingin itu menjabat tangan kedua tamunya dan mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa.

“Sebelumnya,kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan anda untuk menerima kedatangan kami di Perusahaan anda. Dan kami sangat tersanjung atas keinginan anda untuk menggunakan jasa kami sebagai tim untuk project Rochelle”ucap Joshua sambil memperlihatkan beberapa contoh kerangka bangunan hasil designnya melalui ipadnya dan membuat Timothy menyimak semua penjelasan yang dilontarkan oleh Joshua.

“Sebelum kita memulainya, kita harus menunggu kedatangan Ms.Rodyth karena semua keputusan ada ditangannya,karena Presdir Erwin Rodyth ingin jika putrinya mempunyai keterlibatan langsung dalam project Rochelle ini”ucap Tim menjelaskan
“tidak masalah, kami akan menunggu”ucap Olivia

Setelah sepuluh menit percakapan ringan antara Timothy dengan kedua tamunya , Julia kembali datang ke ruangan itu untuk menyajikan minuman  dan setelah Julia selesai menyajikan minuman untuk tamu Direkturnya ,sosok gadis bertubuh mungil dengan pakaiannya yang simple khas seorang mahasiswi namun masih terlihat sopan untuk rapat seperti ini.

Timothy tersenyum menatap sosok gadis cantik itu yang berjalan menghampirinya
“Thanks sudah mau datang dalam rapat ini”ucap Tim lembut dengan sorot matanya yang meneduhkan
Joshua dan Olivia pun mau tidak mau mengikuti pandangan Timothy yang menurut keduanya terlihat berbeda saat kedatangan gadis itu

“Perkenalkan….., Ms Erika Rodyth, putri tunggal Erwin Rodyth dan Rochelle Quin,pewaris dari Rodyth Holding Company”tukas Timothy memperkenalkan Erika pada kedua tamunya

Joshua bergegas menyambut tangan Erika dan menjabatnya cukup erat dan sontak membuat gadis itu terlihat merona bertemu pandang dengan pria yang begitu tampan dan gagah, dan setelah Joshua melepaskan jabatan tangannya Olivia menjabat tangan Erika dan tersenyum ramah “Senang berkenalan dengan anda”tukas Olivia sopan
Erika mengangguk dan melepas senyumannya yang menawan dan duduk disamping Timothy yang tidak melepas pandangan intensnya pada gadis pujaannya.

Setelah perkenalan dengan Erika, Joshua kembali melanjutkan presentasinya dibantu dengan Olivia yang memperlihatkan beberapa rancangan yang sudah dipersiapkan dan Timothy langsung memusatkan perhatiannya pada rancangan-rancangan yang membuatnya tersenyum puas.

Tetapi Erika sepertinya tidak begitu memperhatikan pembicaraan yang melibatkan tiga orang di depannya ini ,ya walaupun sebenarnya dirinya juga ikut terlibat namun sepertinya pandangan Erika lebih tertuju pada wajah tampan lelaki didepannya. Erika malah merapatkan kedua telapak tangannya seolah masih terasa begitu jelas genggaman tangan Joshua pada jemarinya. Hatinya berdegup kencang saat menatap kesempurnaan wajah tampan Joshua.

Tanpa sadar Erika bergumam …………. “Joshua Raven

Gumamam yang pelan namun cukup membuat Joshua menatap kearah bola mata Erika dan membuat gadis itu terkejut bukan main.

“Apa ada yang ingin anda tanyakan,Ms Rodyth?”tanya Joshu datar
Erika mengedipkan kedua matanya seolah bingung akan keterkejutan yang masih dialaminya dan bibirnya terasa kelu sulit untuk mengeluarkan kata-kata yang ingin diucapkannya

“Ms.Rodyth!” panggil Joshua lembut

“Nothing”jawab Erika langsung merebut ipad dari tangan Joshua dan menyentuh layar berukuran sedang itu berpura-pura melihat beberapa rancangan mengenai Rochelle project seolah tidak ingin orang lain menyadari kegugupannya ditatap seperti itu oleh Joshua.
Joshua hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Erika yang terlihat begitu lucu, tapi perhatiannya kembali terpusat pada presentasinya yang kembali dilanjutkannya walau tanpa ipad ditangannya karena sudah beralih tangan.

Setelah hampir 1 jam rapat berlangsung, Timothy menyetujui proposal yang diajukan oleh pihak Gail Building dan meminta Joshua dan Olivia untuk datang kembali ke Rodyth Holding Company untuk bertemu langsung dengan Presiden Direktur Erwin Rodyth dan keduanya pun menyetujui permintaan Timothy.

“Semoga kerja sama ini menghasilkan keuntungan bagi kita semua”ucap Timothy menjabat tangan Joshua dan berlanjut menjabat tangan Olivia
“Semoga kita bisa menjadi partner yang saling membantu,Ms Rodyth”ucap Joshua
Erika hanya mengangguk malu-malu akan tatapan lembut Joshua yang benar-benar membuatnya salah tingkah.
Dan Joshua kembali tersenyum melihat sikap Erika yang entah menurutnya begitu mempesona.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Sepulangnya dari Rodyth Holding Company, Erika menghabiskan waktu luangnya di taman belakang rumahnya. Erika nampak sedang duduk di ayunan sambil mendengarkan musik melalui Iphonenya.

Erika bersenandung mengikuti irama musik yang sedang didengarkannya dan terkadang dirinya tidak menyadari selalu menyunggingkan senyum cantiknya.
Pikirannya menerawang pada sosok tampan yang sudah menggetarkan hatinya.

“Joshua Raven”ucap Erika pelan tersenyum
“Nama yang bagus dan sangat sesuai dengan wajahnya yang tampan”Erika tersenyum penuh bahagia
“Mary!!!!!!”teriak Erika membuat Mary menjatuhkan bunga mawar yang sedang dipetiknya
Mary setengah berlari menghampiri nona mudanya dengan berharap tidak terjadi apa-apa pada nona mudanya

“Nona Erika, anda tidak apa-apa?”tanyanya cemas
Erika hanya tersenyum menatap Mary yang terlihat pucat
Mary yang kebingungan menatap nona mudanya tersenyum padanya semakin mencemaskan keadaan Erika.

“Nona, anda baik-baik saja?”tanya Mary pelan menyentuh pipi merona Erika
“Aku sudah tahu namanya”ucap Erika senang
Mary mengerjap-ngerjapkan matanya keheranan dengan sikap nona mudanya yang tiba-tiba tersenyum bahagia
“Aku bertemu dengan laki-laki itu”ucap Erika malu-malu

“Joshua Raven”ucap Erika lagi

Mary yang sempat kebingungan akhirnya bisa menyadari jika nona mudanya sudah bertemu dengan pria yang sudah membuatnya menutup hati kehadiran Tuan Adam.

“Mary, aku sudah bertemu dengannya dan namanya Joshua Raven”ucap Erika bahagia
“Nona”Mary memeluk hangat nona mudanya, turut bahagia akan kebahagiaan yang dirasakan oleh nona mudanya.

Sudah lama Mary tidak melihat nona mudanya ini tersenyum penuh bahagia seperti yang dilihatnya sekarang, terutama sejak kematian Nyonya Rochelle dan pernikahan Tuan Erwin.
Mary berharap semoga hati pria itu sama seperti yang dirasakan oleh nona mudanya.
Mary sangat bahagia jika nona mudanya pada akhirnya menemukan seseorang yang bisa dicintainya dan membuatnya tersenyum seperti ini.

“Nona bertemu dimana dengannya?”tanya Mary yang sudah duduk disamping Erika sambil mengayunkan bangku ayunan tersebut.
“Saat aku menemui Uncle Tim untuk menemaninya bertemu dengan perwakilan dari Gail Building”jawab Erika

“Ah, Mary aku benar-benar tidak menyangka jika Joshua akan menjadi partner kerja dalam proyek Rochelle yang ditangani oleh Uncle Tim”Erika semakin terlihat begitu bahagia
“Wajahnya tampan seperti dewa Yunani, sepasang matanya yang tajam seakan menusuk namun begitu lembut. Hidungnya yang mancung, tubuhnya tinggi tegap dengan kulit coklat sehat  dan suaranya yang …aaahhhhh Maryyyyy, aku benar-benar menyukainya”ucap Erika berbinar-binar menggenggem lengan Mary

Dan kedua gadis itu tertawa bahagia , dan mengayunkan kembali bangku ayunan tersebut agak tinggi, meluapkan segala kebahagiaan yang dirasakan oleh Erika

Suara tawa yang begitu menyenangkan dan terasa sangat lepas dan mampu membuat telinga Steven ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua gadis yang begitu akrab.
Steven sangat menyukai Nona Erika. Suka dalam arti menyukai pribadi nona Erika. Walaupun Nona Erika berasal dari keluarga terhormat tapi tidak pernah membeda-bedakan orang dari kekayaannya. Persahabatan nona Erika dengan Mary yang bekerja sebagai pelayan membuat hati Steven tersentuh. Nona mudanya ini benar-benar seorang wanita yang mengagumkan dan Steven selalu berharap jika nona mudanya ini bisa menemukan pendamping yang kelak mencintainya dan menjaganya dengan baik.

“Sepertinya Nona Erika sedang jatuh cinta”ucap Rowan yang muncul tiba-tiba dan berdiri di belakang Steven

“Maksud paman?”tanya Steven tanpa mengalihkan pandangannya dari mary yang terlihat manis dalam balutan pakaian pelayan
“aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka saat aku melewati taman dan nona Erika bercerita kepada Mary kalau dia sudah bertemu dengan laki-laki yang sudah mencuri hatinya”tukas Rowan
“Semoga laki-laki itu memiliki perasaan yang sama dengan nona Erika dan mencintainya dengan tulus”sahut Steven
“Semoga saja”ucap Rowan

========================================================================

Olivia mematut dirinya di cermin, pikirannya melayang pada pertemuan dengan Timothy Lynch dan ………………………………………

“Erika Rodyht”gumam Olivia pelan

“aku yang lebih dulu mengenal Joshua, jangan harap aku akan mengalah pada gadis cilik itu”tukas Olivia sinis

Olivia mengambil Blackberry putih yang tersampir di meja riasnya dan menekan tombol 2 yang langsung terhubung pada seseorang yang selalu membuatnya hatinya berdegup kencang setiap didekatnya

“Josh, apa aku mengganggumu?”tanya Olivia lembut
“Aku baru saja tiba di apartemenku, ada apa Olivia?,”tanya Josh disebrang sana
“Memangnya harus ada apa-apa dulu baru aku boleh menghubungimu”tukas Olivia sebal
“kau ini, selalu seperti itu”ucap Josh terkekeh
“Besok ,kau jemput aku ya. Kita pergi bersama-sama menemui Presdir Rodyth”ucap Olivia
“Baiklah Nyonya. Apa ada yang Nyonya perlukan lagi dari saya”goda Josh namun membuat Olivia sebal dengan sebutannya memanggil dirinya Nyonya
“Nyonya?, memangnya aku ini sudah tua”dengus Olivia sebal
“Jangan terlambat”tukas Olivia cepat dan menutup teleponnya.

Joshua membaringkan tubuh lelahnya di ranjangnya yang empuk, lengan kanannya diletakkan di dahinya dan sepasang mata tajamnya perlahan terlelap.

“Marinka”ucapnya lembut

Joshua membuka kedua matanya, pikirannya menerawang pada sosok perempuan yang pernah mengisi hatinya selama 1 tahun. Perempuan cantik yang sangat dicintainya dan sekarang Joshua membenci dirinya karena masih saja mencintai perempuan itu, perempuan yang sudah menghancurkan hatinya sampai berkeping-keping.

Tangan Joshua mencari-cari sesuatu dibalik bantalnya dan sebuah foto diambilnya dan ditatapnya begitu lama. Sebuah tatapan merindu pada wajah di foto itu.

“Apa kau bahagia?”Joshua seolah sedang bertanya langsung pada wajah cantik di foto tersebut.
“Aku harap kau mendapatkan apa yang selama ini tidak mampu aku berikan kepadamu. Semoga kau selalu bahagia Marinka”Joshua menempelkan foto itu rapat-rapat didadanya setelah mencium penuh kerinduan wajah cantik dalam foto tersebut.

Saat kedua matanya hendak terpejam, sesosok wajah cantik muncul dalam pikirannya
“Erika Rodyth”
“Harus ku akui, Erika Rodyth adalah gadis yang cantik dan menarik , apalagi saat kedua pipi pucatnya merona, …..entah karena apa? Tapi ,hmmmmm……dia bukan tipe gadis yang cocok untukku”ucap Joshua

“Dia terlalu sempurna untukku”Joshua berkata seolah memperingatkan dirinya untuk tidak tertarik pada Erika

“Tapi, harus ku akui, Erika memiliki senyum yang sangat menawan”Joshua memuji gadis yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.
“Stop it Josh!. She’s too perfect for you”gumamnya memperingatkan dan memaksakan dirinya untuk segera tidur.

========================================================================

TBC
[/b]


3
 UP dateee Up dateeeee [hmpfh] [hmpfh]

4
Udah hampir 1 tahun sejak peluncuran chapter 9.. Kapan chapter ke 10 nya -_-


udah lupa,lol

sabar y, lagi ga mood ni bang ilhamnya  [heh]

5
yukiii, komawo udah update

JUng Min itu terlalu posesif dan terlalu menggunakan emosi dibandingkan akal sehatnya. Jung Min ga pernah berubah [head break] [head break] [head break] [head break]

Cha In So itu siapa? memangnya Hye Na sama In So pernah pacaran? hmmm Hye Na itu kan belumpernah pacaran, dan cuma Jung Min laki2 pertama yg udah buat Hye Na jatuh cinta ya walaupun hye na sempet takut2 deket2 jungmin,lol

makin ruwet y , dan hadeuhhh Jung min minta ditabok berkali2 ya, pulang2 mabuk eh di bopong ama cewe pula [head break] [head break] [head break] [guns] [guns] [guns] [guns]

jungmin, ga takut y, hye na merasa lelah dan akhirnya meninggalkan Jung Min, Jung min ga takut y kisah dulu yg hye na pergi  ga perduli ama jung min gara2 jung min berbohong ,ckckckckkkk



6
Regular Fanfic / Re: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012
« on: February 23, 2013, 02:41:23 am »
PRINCEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE


UPDATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE


JANDIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MERINDUKAN SENTUHAN NAKALMU, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

7
Andrea si gadis angkuh berubah menjadi gadis bodoh dihadapan Alfian.
Mungkin ga kalo Andrea sebenernya udah mulai ada rasa cinta pada alfian, ya walaupun nafsu adalah awalnya,hmmmm
Alfian ,knapa jadi benci y gw ama ni karakter. Udah mesum eh egoisnya amit2. Kalopun andrea hamil kan itu anaknya juga,kok ga mau peduli gitu sih? Emag ni alfian hrs digetok pake palu berton2 biar sadar.

William,cowo yg mencintai Andrea kah? Apa Andrea juga pnah ada rasa ama William?
Pengennn deh William muncul lagi dan lihat apa Alfian bakalan cemburu klo tahu istri sexynya  pya pengagum rahasia.
Ga sabar menantikan hal itu.


Lanjutkannnnnnnnnnn., coba Carmen-Dani nya juga dilanjutttttt

8
Busettttttttt.........pertemuan pertama dan di dansa pertama Alfian udah berano remas2 pantat Andrea...apakab kalo di pertemuan selanjutnya [hmff] curiga remas2 yg lain,wkwkkkkkk

demen nih ama karakter Andrea kalo karakter Alfian.kan.udah pengen nabok pake bibir,lok
curiha nih FF generasi baru HOT after Rantang and Cassanova.....
Ayo ai lanjutttttt,ane demen ama story nya....coba yg lain juga dilanjut jgn di off in,lol

9
Regular Fanfic / Re: The Curse - Chapter Thirteen, Updated 15 Dec'12
« on: December 29, 2012, 12:23:41 am »
akhirnya, di update juga.

Wew Joon Sung dibalik sikap dingin dan kaku tapi giliran berduaan ama kae Bi pupus juga pertahanannya dan OHMIGATTTTTTTT doyan amat ampe 3x [hmpfh] [hmpfh] tapi giliran mao serangan fajar ada gangguan dari ibu mertua [hmpfh]

Appanya Joon Sung beneran mao misahin Kae bi ama Joon Sung y, doh gimana ini. dan kae Bi udah ada perasaan kalut "Perpisahan" semoga ga bikin Joon Sung benci ama Kae Bi dan Joon Sung tahu siapa yang patut di persalahkan.

Hyun Woo makin cinta ama Kae Bi tapi sayang buat say hi aja ga bisa ye dapet penghalang dari Joon Sung [hmpfh] GOOD JOB Joon Sung

semoga next chapter makin menggigit. Thousand Years cocok banget buat chapter 13. Komawo Winda ^^

10
mami, suka nehhh ama the new CM, nah gini dunk pan jadi seger dan jadi cemungud lagi maen2 kemari, [hmff] [hmff]

buat semua AUTHOR2nya diharapkan UPDATE ye FF nya, ane kangennnnnnnnnnnnnnnn [lovestruck] [lovestruck]

11
sis Shanty...gomawoooooooo udah updateeeeeeeeeeee..... [lovestruck] [lovestruck]

ane dukung KWON-HEE pokoknya!  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

tp kasihan juga Joonnya ..Joonnya jangan dilenyapkan ya sis,bikin rehat dulu buat sementara biar sweet momentnya KWON-HEE lebih buanyaaaaaaaaakk..

next chap Kwon udah beraksi ya sis????  [biggrin] [biggrin]


 Hface Hface Hface Hface Hface






makasih dulu updatannya,  walau engga loong tapi.. lumayan lah dari pada Engga update hehe....

chap kali ini sedih bayangin nasib Joon yang di siksa sama saudara kembarnya sendiri padahal dia hanya korban pelampiasan kekecewaan kwon yang merasa tidak seberuntung Joong, Soo hee sudah ingat kalau dia pernah ketemu saudara kembar Joong apa lagi dia ingat soal ciuman dan aroma tubuh Joong dan laki" yang dia temuai beberapa hari lalu, Sempat mewet saat Joon dan Soo hee menikamati kebersamaan mereka malam itu, Kwon kau mau jaga soo hee seperti apa nanti ???? mau di apakan toh si joon,  titip di rumah aku aja dulu sementara hehehe.... nextnya yang looong ya eonni

Joon mo rehat dulu, biar dia mengumpulkan tenaganya untuk melawan kwon [hmpfh] [hmpfh] next chap full of KWON-SOOHEE moment so maafkan jika agak2 DEWASA [hmpfh] [hmpfh] tapi ga janji juga bakalan sweet [hmpfh] [hmpfh] #auhtor labil [hmpfh]


let's see apa yang bakalan Kwon lakukan saat Soo Hee ada dalam genggaman tangannya,soalnya kalo liat Soo hee bawaannya suka pengen scene Breaking Down [hmpfh] [hmpfh]


12

akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa, setelah menunggu ribuan tahun, diupdate juga My lovely kwoon thanks san  [huglove] [huglove] [huglove] [huglove]

tapi di chap ini kok aku rada2 takut ama Kwoon, jahat bangat ama Joon yang dibawa masuk kedalam ember lalu ditumpuki baju- baju kotor  Emoticons0429 Emoticons0429 jadi kasian ama Joon....

bener- bener penasaran kesalahan apa yg dilakukan Joon ke Kwoon  [AddEmoticons04280] [AddEmoticons04280] apalagi saat Kwoon mukul, nyiram, saudara kembarnya sendiri, itu buat ane sedikit  sedih ..... #alayyyy

dan soo hee, kayaknya udh tau bahwa yg kissu dia waktu itu bukanlah Joon melainkan kembarannya, kayaknya soo hee jg merasa bersalah, Joon kayak ada firasat bahwa pertemuannya bareng soo hee, adalah pertemuan terakhir, makanya diajak jalan2, dapt ciuman terakhir juga dari soo hee #sotoy  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

meski g ada moment Kwoon ke soo hee, ane g bakal kecewa karena sepertinya bakal ada scene2 itu pada chapter selanjutnya  [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] Kwoon kan udah menjadi "joon" dan mengambil kehidupan pemuda malang itu, kalau ane boleh meminta si Joon jangan di ENDING-in y san, gw ga tegaaaaaaaaaaaaaa  [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] kasiin gw aja,  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] lu boleh masukin gw sebagai CAST, Ikhlassssssssss  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274]


update tanggal 9 yak, ultahnya soo hee  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]



hooh eomma, kesian ye Joon di jadiin sasaran balas dendam Kwon yang merasa kehidupannya ga beruntung tapi kan bukan salahnya Joon, ntar bakalan terkuak siapa dalang yang udah buat saudara kembar malang ini , tapi ga tega juga ngungkapnya =_=


hooh Soo Hee baru menyadari jika saat keanehan sikap Joon padanya beberapa hari yang lalu ternyata bukanlah Joon melainkan Kwon, malah tuh bibir udah pernah diicip Kwon [devil2] [devil2] [devil2] duh kan Soo hee jadi merasa bersalah ama Joon [hmpfh] walau menikmatinya juga [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

Joon ga gw bikin mati kok, cuma di umpetin sementara waktu kan Kwon Hot mo beraksi dulu ama Soo Hee, mo mengeksplorasi cinta ala2 kwon [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


next chapie KWON_SOOHEE moment tapi nunggu ilham dateng ye whistling whistling Hface Hface Hface




13
Di chapter ini hanya ada kebringasan kwon terhadap joon, gak ada kebriingasan kwon trhdp soo hee...
Aduuuh kasian joon... Jadi sedih liat kwon mukul joon..
Next mohon jgn terlalu lama... Menanti momet kwon soohee dg rasa tdk sabar...

 [hmpfh] [hmpfh]

14
Regular Fanfic / Re: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012
« on: October 31, 2012, 09:43:51 pm »
rupanya ane belum meninggalkan kata2 cinta dimari [hmpfh] [hmpfh] #readergaksopan


keyakinan gw makin bertambah kalo Prince makin mencintai Anthea aka Geum jan Di, dan geum jan di udah inget juga.
gegara kelempar dari Hercules, pasti kepalanya terbentur dan mengakibatkan ingatan jan di pulih. tapi kenapa pas Prince mulai menyentuhnya lagi kali ini Jan Di membiarkan seolah2 sebagai tanda permintaan maaf jan di kepada prince akan permainan yang jandi mulai diwaktu dulu. seolah jan di mengerti luka di hati prince [chin]

tapi kedatangan miny malah jadi bikin jandi cemburu, apa jan di juga sebenarnya masih mencintai Prince y? dan deuhhh Miny kirain udah di buang ke laut eh nongol lagi dia,wkwkwkwkkkkkkk


asekkkkkkk ice prince mulai mancing2 cemburu prince, biar prince nyahok emangnya jan di ga bakalan ada yang rebut ye [hmpfh] [hmpfh] baru ice prince tuh saingannya  tar tinggal nunggu satunya lagi aka Micky [hmpfh] makin semaput deh prince [devil2] [devil2] [devil2]



next chapie coba ye itu miny gorila dibuang aja,wkwkwkwkk

jan di jangan cemburu ah ama Prince biar Prince nya aja yg cemburu emangnye enak kalo rival mulai beraksi merebut wanitanya [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]

15
                                          


Chapter 6

Part II



Mercedes Putih yang dikendarai oleh Soo hee memasuki sebuah mall elite di kawasan Beverly Hills. Salah satu mall paling bergengsi yang hanya bisa di kunjungi oleh orang-orang berkantong tebal namun tidak hanya itu penampilan yang sempurna juga menjadi salah satu point untuk dapat menginjakkan kakinya di mall elite tersebut. Walau sebenarnya peraturan seperti tidaklah penting, karena jika orang tersebut mampu membayar belanjaan mereka walau tidak berpenampilan menarik tidak akan membuat Mall tersebut gulung tikar.

Soo Hee tampak menikmati melihat hasil rancangannya yang dipajang di salah satu butik ternama di mall elite tersebut. Rasa puas berkecamuk didalam hatinya, ternyata kerja kerasnya selama bertahun-tahun tidak sia-sia apalagi jika sudah mendapat pengakuan di mata dunia fashion.

“Your design is one of the best product that we have . don’t you know that?”ucap wanita cantik  bernama Nadia yang sebenarnya adalah warga keturunan Korea yang berdomisili di Amerika.
“thanks  for letting my design display on your prestigious store”ucap Soo Hee
“For you” ucap Soo Hee menyerahkan sekotak hadiah yang terbungkus rapi kepada Nadia
“What is it?” tanya Nadia saat menerima hadiah yang dibungkus apik khas Negara Korea
“it’s only a simple gift from me but it’s good for your health. A Ginger from Korea ” ucap Soo Hee
“Komapta” ,ucapnya dengan bahasa Korea yang sangat fasih
 “Ahh, Dimana Joon, kenapa dia tidak menemanimu?” tanya Nadia saat menyadari ketidakhadiran Joon
Soo Hee langsung memasang wajah cemberut seolah menjawab pertanyaan Nadia yang tidak ingin dijawabnya secara verbal
“Kalian bertengkar?” goda Nadia melihat wajah masam Soo Hee yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri
“Bertengkar diantara pasangan yang hampir menikah adalah hal biasa tapi jangan dibiarkan terlalu larut nanti bisa-bisa aka nada orang ketiga”ucap Nadia bijak
“Sorry, aku tidak bisa lama-lama disini?” . Aku harus kembali ke Hotel, mungkin Joon sedang mencariku, itupun jika dia memang mengkhawatirkanku”ucap Soo Hee dengan nada ketus
“Take care dear” ucap Nadia saat mengantar kepergian Soo Hee dan dibalas anggukan pelan oleh Soo Hee.

========================================================

“Apa ini tempat dimana saudara kembarku tinggal selama ini?” ucap Joon mengamati kokohnya bangunan megah di kawasan Greyston Mansion.




Audi A7 diparkirkan tepat di depan pagar tinggi yang melindungi bangunan kokoh tersebut dan Joon keluar dari mobilnya bersiap untuk menemui saudaranya.

“Young Master?”tukas salah seorang bodyguard bertubuh tinggi dan berkulit gelap menghampiri Joon yang dikiranya adalah Kwon

Joon yang menyadari jika bodyguard itu benar-benar mengira dirinya Kwon, mengambil kesempatan untuk memasuki mansion tersebut

“Something left here?. Usually you call me if anything wrong ?tanya bodyguard itu lagi
“Open the gate, I have to bring something “ucap Joon dengan nada datar
Dengan sigap bodyguard tersebut membuka pagar dan mengikuti tuan mudanya memasuki mansion.
Joon tampak takjub dengan isi Mansion tersebut yang mewah setidaknya dirinya tahu jika Kwon pun tidak hidup luntang lantung seperti yang ada dalam pikirannya. Tentu saja semua itu tidaklah murah karena Kwon melakukan pekerjaan kotor dari Raja Mafia yang membesarkannya.
Joon yang masih terus mengamati suasana Mansion tersebut menyadari jika dirinya tidak mengetahui letak kamar Kwon dan Joon harus bisa menemukannya untuk mengorek lebih dalam kehidupan kembarannya dan Joon pun mulai berakting.

“Bring my document in my room!” perintah Joon pada bodyguard tersebut
“Yes, young master”ucapnya langsung tanpa bertanya dokumen seperti apa yang dimaksud
Kedua mata Joon mengikuti langkah bodyguard tersebut dan sampai dimana orang itu memasuki sebuah ruangan yang Joon yakini adalah kamar Kwon.
Joon pun mengikuti orang tersebut dengan langkah penuh hati-hati dan seolah angkuh berjalan memasuki kamar pribadinya

“you find it?” tanya Joon sinis
Tentu saja bodyguard tersebut tidak menemukan dokumen yang dimaksud oleh Joon karena dirinya tidak tahu dokumen seperti apa yang harus dicari

“Idiot. GET OUT!!!!!!” teriak Joon kasar pada bodyguard tersebut dan tanpa menunggu waktu lagi lelaki tidak bersalah itupun keluar dari kamar Kwon
Joon menertawakan aktingnya yang cukup membodohi bodyguard tadi karena berlagak seperti Kwon, dan Joon tidak menyadari jika dirinya bisa berbuat seperti tadi.

“Aku harus bergerak cepat” Joon langsung menyelidiki setiap sudut ruang kamar Kwon
Satu persatu dimulai dari meja kerja Kwon, lalu dokumen-dokumen yang tergeletak di atas meja dan jemarinya meraih  bingkai foto yang menarik perhatiannya.

 

“Soo Hee-aa”gumam Joon pelan menatap foto tunangannya

“Apa maksudnya?”, “Untuk apa Kwon menyimpan foto Soo Hee?” Joon merasa tubuhnya lemas saat menyadari jika Kwon mungkin saja tertarik pada tunangannya
Penyeledikan Joon dilanjutkan dengan meraih dokumen-dokumen di atas meja kerja Kwon



“ Lee Joon’s profile –CONFIDENTIAL”

Joon meraih dokumen tersebut dan membukanya kasar, penasaran dengan isi di dalam dokumen tersebut dan membacanya dengan cepat


=======Profile======



Name       : Lee Joon Jae
BOD                :Seoul,  January 13th 1985
 Blood Type        : A
Adresse           : Incheon – Block II No.273
                          Gangnam Apartment 14th Floor No. 2
Occupation   : Entrepreneur of Han Coorporation as Supporting Promotion Manager
Status      : Engagement with Goo Soo Hee


Lembar demi lembar dokumen tersebut dibuka dan dibaca dengan seksama, semua yang ada didalamnya begitu lengkap. Bahkan seperti sebuah naskah film yang siap untuk dimainkan. Joon benar-benar tidak menyangka jika selama 17 tahun ini Kwon benar-benar mencari tahu tentang keberadaan dirinya. Bahkan semua aktifitas yang dilakukan oleh dirinya tergambar jelas dalam foto-foto yang diabadikan.
“Apa yang ingin kau lakukan dengan hidupku?”, “Apa yang terjadi sebenarnya di masa lalu sampai kau ingin menghancurkan hidupku?” gumam Joon getir.

“Aku tidak bersalah atas ketidak beruntunganmu Hyung, dan aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan hidupku”. “ Tidak akan ku biarkan kau merebut Soo Hee dari sisiku” Joon beranjak dari kamar Kwon setelah mendapatkan apa yang dicarinya

“Young master!” panggil bodyguard itu lagi


Namun Joon tidak menggubris panggilan tadi dan terus melangkahkan kakinya keluar dari Greyston mansion dan bertekad untuk menemukan Kwon untuk mendapatkan penjelasan.
Dan setelah menyalakan mesin mobilnya, Joon pun benar-benar meninggalkan mansion megah tersebut.
BUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZz

 ==========================================================================


“Aku benar-benar tidak mengira jika transaksi malam ini akan begitu lancar,hehehehehe” Kwon terlihat sangat puas dengan hasil kerjanya

“Lalu kau ingin kejadian dengan Valentino terulang lagi?” tukas Kent sambil membawa koper2 yang berisi  ratusan juta dolar tersebut ke dalam bagasi mobil.




“Well, I like action. Don’t you know that Kent”ucap Kwon lagi
“Aku lupa menanyakan satu hal padamu, apa kau kembali ke Mansion?” tanya Kent tiba-tiba
“Me?” , What for?” and did we always together a whole day?” jawab Kwon dan membuat Kent kembali bingung.
Kent dan Kwon saling melempar pandangan mereka dan bermaksud untuk menyebutkan sebuah nama, namun tanpa di duga beberapa mobil –mobil mewah mengelilingi keduanya dan terlihat beberapa orang berpakaian ala mafia Itali mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan menodongkannya pada kedua pria tampan tersebut.
“your wish come true”ucap Kent menatap sinis Kwon




“Saatnya berpesta” ucap Kwon dan langsung menembakkan peluru ke arah lawan




Dan dalam hitungan detik sudah terjadi baku tembak antara kedua geng mafia tersebut.


Ckitttttttttttttttttttttttttttttttttttttt


Joon menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba saat mendengar suara tembakan dari dalam gedung tua itu yang ia yakini Kwon terlibat di dalamnya.

“Tembakan,,,,,Kwon,,,, aku harus masuk kedalam”seru Joon yang langsung membuka kasar pintu mobilnya
Namun gerakannya terhenti saat melihat beberapa pria berjas hitam yang terlihat terluka parah tergopoh-gopoh seperti berusaha menyelamatkan diri mereka dari baku tembak yang terjadi di dalam gedung tua tersebut. Dan dengan sigap Joon kembali masuk ke dalam mobil dan berusaha agar keberadaannya tidak di ketahui oleh orang-orang tersebut.

“ayo cepat!!! Selamatkan diri kalian, mereka benar-benar tidak bisa di anggap sepele”ucap salah seorang pria berkulit gelap  yang tangannya sudah terkena peluru
Terdengar deru langkah yang terburu-buru dan suara dentuman pintu mobil yang tertutup dan suara mesin mobil yang dinyalakan dan dalam hitungan detik mobil-mobil tersebut sudah meninggalkan area berdarah tersebut.


“Kwon, apa dia baik-baik saja?”ucap Joon mengkhawatirkan keadaan saudara kembarnya
“Kwon” Joon terlihat lega saat melihat Kwon keluar dari gedung tua tersebut dengan keadaan baik-baik saja.
Senyum penuh kelegaan terukir jelas di bibir Joon, walau dirinya tahu Kwon sangat tidak menyukainya saat pertemuan pertama mereka namun Joon tidak mempunyai alasan untuk membencinya .
Siapa laki-laki yang bersama dengan Kwon?” , “Mereka terlihat akrab begitu” ucap Joon yang terus memperhatikan gerak gerik Kwon dari dalam mobil Audinya

Joon memarkirkan mobilnya agak tersembunyi dari posisi Kwon dan Kent berada sekarang karena itu baik Kwon dan Kent tidak menyadari jika ada seseorang yang terus memperhatikan gerak gerik mereka.

==========================================================================
“He’s not coming back?”tanya Soo Hee pada petugas receptionist yang sedang bertugas
“yes, miss. Mr. Lee hasn’t coming back to the hotel, but he left a message for you”ucap receptionist satunya sambil menyerahkan sebuah pesan singkat.
Soo Hee mengambil catatan kecil tersebut dan membacanya .


“SORRY DEAR”


“Apa maksudnya?” ucap Soo Hee bingung dengan sikap Joon yang benar-benar aneh setelah pertemuannya dengan saudara kembarnya.

“Thanx”ucap Soo Hee pelan dan mengambil kunci kamar hotelnya
Setelah membaca pesan singkat tersebut, Soo Hee memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja sambil menunggu kedatangan Joon. Soo Hee benar-benar butuh banyak penjelasan dari tunangannya itu.



======================================================================

“Mwo!”, “Joon mempunyai saudara kembar?” ucap Ji Hyun yang terkejut dengan berita yang disampaikan oleh Soo Hee.
“Dhe”jawab Soo Hee pelan
“Menurutmu, apa Paman Han mengetahui tentang hal ini?”tanya Ji Hyun semakin penasaran
“AKu tidak tahu. Tapi tidak mungkin kan jika Paman Han tidak mengetahuinya. Tapi Joon berniat akan membicarakan tentang hal ini saat kepulangan kami ke Korea”ucap Soo Hee lagi
“Kau sudah bertemu dengan kembaran Joon?” tanya Ji Hyun tiba-tiba
“tentu saja belum. Lagi pula tentang berita ini saja , Joon baru menceritakannya padaku kemarin malam”jawab Soo Hee yakin

“Tapi bukankah kau tadi bilang, jika Joon sudah bertemu dengan kembarannya. Dan Joon juga mengetahui alasan kenapa kembarannya begitu ambisius untuk mencari keberadaan Joon jadi ada kemungkinan jika orang tersebut juga ingin mengetahui orang-orang terdekat disekitar Joon, termasuk kau” ucap Ji Hyun beranalisa
Soo Hee terdiam, dan entah kenapa ucapan Ji Hyun benar-benar mempengaruhinya.
Bagaimana jika apa yang dikatakan Ji Hyun ada benarnya jika tanpa disadari oleh Soo Hee, dirinya sempat bertemu dengan kembaran Joon. Lagipula Soo Hee belum pernah melihat foto atau bertemu langsung dengan sosok yang mirip dengan tunangannya itu.
Tiba-tiba----------------------------------------------------------


“Sudah lama aku ingin merasakannya”


Bola mata Soo Hee terbelalak saat mengingat kejadian di dalam lift tersebut dengan sikap Joon yang tidak seperti biasanya.  Joon yang tiba-tiba menciumnya dengan penuh gelora

Lalu --------------------------------------------------------------

“Joon , kau tidak sedang membohongiku,kan?” tanya Soo Hee menggenggam erat jemari Joon

“Untuk apa aku membohongimu,sayang. Ponselku lowbatt jadi aku memutuskan untuk segera menemuimu di restoran bukan di lobby hotel sesuai rencana kita semula”ucap Joon tapi sepertinya Soo Hee masih tidak percaya dengan pernyataan Joon.
“kau kenapa sayang, tidak mempercayaiku?” Joon menggenggam kedua tangan Soo Hee dan menatap wajah cantik itu penuh cinta
“Tapi aku tidak mungkin salah mengenalimu”gumam  Soo Hee dalam batinnya


“tidak mungkin” ucap Soo Hee
“mungkinkah”



“Jika kau melihatnya, kau pasti akan sulit membedakan mana Joon dan mana Kwon”tukas Joon dengan kedua tangan yang diletakkan di atas bahu Soo Hee
“Aku bisa membedakannya”ucap Soo Hee dengan sorot mata yang seolah menantang
“Caranya?” Joon balik bertanya
[/b]


-------------------------------------------------------------------------------------------
“Aroma tubuhmu”tukas Soo Hee dengan wajah berseri-seri
“AKu bisa membedakan kalian dari aroma tubuh kalian”
“hmmmm, aroma Joon begitu lembut namun tetap terkesan maskulin”ucap Soo Hee sambil menghirup dalam aroma Joon disekitar leher jenjangnya
“Ciuman Joon juga sangat lembut dan selalu membuatku merasa tenang” ucap Soo Hee malu-malu sambil menatap bibir tebal Joon yang selalu membuatnya terlena


“Tidak mungkin……..tidak mungkin…….”ucap Soo Hee takut sambil menyentuh pelan bibir mungilnya

“Soo Hee-aa……Soo Hee-aaa”panggil Ji Hyun yang masih terhubung pembicaraan di telepon
“Soo Hee-aa, gwenchana? “tanya Ji Hyun cemas

“Eonni” isak Soo Hee pelan

“Yaaa, Goo Soo Hee!!!!!”, “ada apa?”, “ jangan membuatku cemas” ucap Ji Hyun lagi
“Eonni, sepertinya Joon sudah pulang, aku tutup dulu teleponnya. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Ok”tukas Soo Hee
“Benar kau tidak apa-apa?”tanya Ji Hyun memastikan kondisi Soo Hee
“dhe, gwenchana”jawab Soo Hee
“Ok”sahut Ji Hyun dan pembicaraan di teleponpun berakhir.
“Lee Joon-ssi” ucap Soo Hee pelan

==========================================================================
“What!” sahut Kwon geram mendengar penjelasan anak buahnya perihal kedatangan tamu yang tidak di undang
“Ada apa?”tanya Kent menoleh pada Kwon yang duduk disampingnya
“I’ll call you later”ucap Kwon dan menekan tombol No pada layar I Phonenya
“wanna mess with me?” gumam Kwon dengan seringainya
“Nuguya?” tanya Kent penasaran
“Sepertinya adikku tersayang benar-benar sangat merindukan kakaknya yang telah lama menghilang,hahahahahahahahaha”Kwon  tertawa dengan puasnya membuat Kent semakin dibuat bingung olehnya.

===========================================================================
Soo Hee terlalu lama menunggu tunangannya sampai akhirnya dia tertidur lelap di sofa besar kamar hotelnya. Hembusan nafas Soo Hee terdengar mengalun indah di telinga Joon bagaikan alunan melodi indah yang selalu menggetarkan hati dan jiwanya.
Perlahan jemari Joon menyentu lembut setiap lekukan di wajah cantik tunangannya yang tertidur lelap bagaikan seorang putri raja, Joon tersenyum tipis menyadari kebiasaan Soo Hee kalau sudah tertidur lelap tidak akan terganggu oleh apapun .



eo jik nae kaseumseok juineun neoppeun ingeol
naegaen choeum ija majimak in geol
neol bulreobwa seumsuirttaemada neol
you’re my every
my everything
you’re my everything
love for you
i love you
you’re my everything..



Joon mengecup dalam kening Soo Hee dengan kedua matanya yang berkaca menahan tangis. Berkali-kali Joon mengucap kata cinta pada tunangannya seolah jika hari ini adalah hari terakhir baginya untuk bersama dengan Soo Hee.

“Joon”panggil Soo Hee pelan saat dirinya terjaga dari alam mimpinya
“Miane”ucap Joon menatap sendu tunangannya
“kau menangis?”, “wae”? ucap Soo Hee cemas dengan kedua tangan yang menangkup lembut wajah tampan Joon.
Joon menarik lembut tubuh Soo Hee ke dalam pelukannya, memeluknya dengan sangat erat bahkan tanpa menyadari jika perlakuannya membuat Soo Hee sulit bernafas.
“jangan pernah melepaskan pelukan ini, aku mohon”pinta Joon memelas dalam isak tangisnya
“Joon”Soo Hee membalas pelukan tunangannya dengan tidak kalah eratnya dan menangis dalam pelukan Joon akan rasa cemas yang menggayut di hatinya melihat kesedihan di wajah Joon.




“Joon”isak Soo Hee pelan
“Joon” Soo Hee menangis pilu

“Soo Hee-aa”panggil Joon lembut

“Soo Hee”panggilnya lagi mencoba membangunkan tunangannya dari mimpi buruknya
Dan kedua mata Soo Hee pun terbuka dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Kedua bola matanya menatap sayu pada Joon yang terlihat cemas.

“gwenchana?” tanya Joon mengusap lembut keringat yang membasahi dahi Soo Hee dengan tangannya
“Mimpi buruk?” tanya Joon lagi
“Kau, baik-baik saja kan Joon?” Soo Hee malah balik bertanya pada Joon dan tentu saja membuat Joon kebingungan
“CUPS” Joon mengecup lembut bibir mungil Soo Hee
“Seharusnya aku yang bertanya itu”tukas Joon dan kembali mengecup singkat bibir Soo Hee

“Bangunlah, kita nikmati kota Los Angeles untuk yang terakhir kalinya”tukas Joon menarik lembut tubuh mungil Soo Hee membantunya untuk beranjak dari tidurnya.

Soo Hee menatap lembut wajah tampan Joon yang terlihat lelah namun wajah itu tidak pernah menyembunyikan senyumnya walaupun terlihat jelas gurat-gurat kekhawatiran.
Joon membuka pintu kamar mandi dan mendorong lembut tubuh Soo Hee untuk masuk

“mandilah dan dandanlah yang cantik untukku”ucap Joon

“AKu tunggu di lobby hotel”ucap Joon lagi dan menautkan bibir tebalnya pada bibir Soo Hee seolah tidak ingin  memberikan kesempatan Soo Hee untuk mengatakan apapun
Dan saat ciuman itu terlepas, Joon menutup pelan pintu kamar mandi itu , mengusap pelan daun pintu itu seolah sedang menggambarkan kegundahan di dalam hatinya.
Joon menyadarkan tubuh gagahnya pada daun pintu kamar mandi tersebut dan air mata yang sejak tadi berusaha untuk ditahannya agar tidak keluar akhirnya mulai membasahi wajah tampan itu.
Entah mengapa sejak dirinya menyaksikan kehidupan yang di jalani oleh kembarannya,Joon merasakan firasat buruk akan terjadi pada dirinya.  

SRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR


Suara gemericik air yang jatuh dari shower yang dinyalakan dari dalam kamar mandi membuat Joon tersadar dari keterdiamannya dan perlahan tubuh tegap itupun berdiri gagah dan dengan punggung tangannya Joon mengusap cepat air matanya dan melangkap cepat  meninggalkan kamar Soo Hee .

==========================================================================

“Apa kau tidak bisa menghubungi bos tampan?” tanya Il Bo pada pemuda yang berdiri disampingnya
Jae Suk hanya menggelengkan kepalanya tanda dirinya tidak bisa menghubungi orang tersebut.
“Sudah hampir 2 minggu Bos tampan berada di Amerika, apa dia tidak menitipkan pesan apapun padamu?” tanya Il Bo lagi dan membuat Jae Suk cukup kesal dibuatnya
“Jika kau memang ada urusan dengan Kwon, kenapa tidak kau saja yang mencoba menghubunginya kenapa harus menyuruhku”sahut Jae Suk kesal
“Kenapa kau marah-marah?”sahut Il Bo tidak mau kalah

DRTTTTT DRTTTTTTTT

“Jae Suk-ssi, ponselmu !!!” tukas  Il Bo memberitahu


“SETELAH URUSANKU SELESAI, AKU AKAN MENGHUBUNGIMU”

“apa maksudnya?” tanya Il Bo bingung

“Kwon yang akan menghubungi kita. Jadi tunggu saja kabar darinya”ucap Jae Suk menjelaskan

“Joon, waktunya telah tiba”gumam Kwon dan menyalakan Lexus hitamnya dan mengendarainya seperti sedang berlomba di arena balap.

Wajah tampan Kwon menyeringai seperti seorang iblis yang siap menghancurkan musuh-musuhnya hanya dengan tatapan tajamnya.

Seperti diburu waktu, Kwon semakin mempercepat laju mesinnya, menekan kuat pedal gasnya dan bahkan mengklakson setiap kendaraan atau apapun yang dianggapnya dapat memperlambat tujuannya.

Sementara itu di suatu tempat…………………………………………………….


“Soo Hee-aa,  apa yang kau inginkan dalam hidup ini?tanya Joon mendekap erat Soo hee yang bersandar di pundaknya
“Hengbokhae”ucap Soo Hee
“Dhe?”Joon menatap Soo Hee dalam
“aku hanya ingin selalu ada disisimu dan hidup bahagia bersamamu”ucap Soo Hee  

Joon meraih lembut wajah cantik Soo Hee dan mendekatkannya ke arah wajahnya tanpa ada jarak sedikitpun.  Seolah terhipnotis dengan tatapan teduh Joon, Soo Hee memejamkan kedua mata indahnya dan bibir Joon sudah menempel ketat di bibir mungil Soo Hee. Kecupan lembut di awal ciuman mereka namun seolah terhanyut dengan suasana romantis kota Beverly Hills, bibir keduanya saling memagut berusaha untuk saling menyalurkan hasrat cinta yang mereka rasakan. Hanya decakan dan desahan yang terdengar dari keduanya saat ciuman keduanya sudah terasa tidak seperti biasanya.
“Soo Hee-aa”ucap Joon saat menghentikan ciumannya
“Saranghaeyo”ucap Soo Hee memeluk  Joon dengan eratnya
Joon membalas pelukan Soo Hee dengan tidak kalah eratnya
=======================================================================

CKITTTTTTTTTTTTT


Kwon menghentikan Lexus hitamnya tepat di sebuah Hotel Hyatt tempat dimana Joon dan Soo Hee menginap.
Kwon dengan gagahnya keluar dari mobil mewahnya dan menutup kasar pintu mobilnya seolah sedang menahan geram akan sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya.

Kwon terlihat begitu tampan dengan balutan stelan hitam lengkap dengan mantel hitam yang membungkus tubuh gagahnya melangkahkan kaki jenjangnya dengan cepat seolah tidak ingin kehilangan apa yang ingin dicarinya.
Walaupun terkesan terburu-buru melangkah masuk hotel mewah tersebut tetapi Kwon tidak melupakan kaca mata hitamnya lengkap dengan fedoranya untuk membuat penampilannya berbeda.  Mungkin terkesan berlebihan namun, Kwon tidak ingin satu kesalahan kecil saja bisa membuatnya kehilangan apa yang yang ingin dicapainya.
Para petugas Hotel tersebut dari mulai Security Hotel, sampai receptionist yang bertugas di depan tidak menaruh curiga akan gerak gerik Kwon.  Mungkin terbersit rasa takut saat melihat penampilan Kwon yang terlihat seperti geng Mafia, karena itu mereka lebih memilih untuk bersikap sewajarnya dan alhasil Kwon sudah berjalan memasuki sebuah lift dan menekan tombol lantai 20 dimana Kwon bisa menemukan buruannya.

DINGGGGGG

Kwon keluar dari lift tersebut  dan dengan langkah jenjangnya Kwon mulai menyusuri koridor kamar hotel tersebut dan mencari sebuah nomor 2014.
“Good evening Mr.Lee”sapa petugas cleaning service saat Kwon berhasil memasuki kamar Joon.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Joon menyusuri wajah cantik Soo Hee yang sudah terpejam. Gadis itu sejak kepulangannya bersama Joon dari jalan-jalan mereka , sudah merasa kelelahan dan akhirnya tertidur dalam buaian Joon.
Setelah merasa gadisnya sudah tertidur lelap, Joon mengecup dalam kening Soo Hee dan menarik selimut tebal dan menutupi tubuh mungil itu sampai menutupi dadanya.

“Good night my angel. Sweet dream”ucap Joon dan mengecup lembut bibir mungil itu.
Setelah keluar dari kamar tunangannya, Joon mulai merasakan rasa lelah menjalari tubuh gagahnya dan Joon pun berjalan menuju kamarnya yang letaknya tepat disebrang kamar Soo Hee.


SRTTTT……..

Joon menggesekkan kartu pada pintu kamar hotelnya dan setelah terbuka, Joon pun segera memasuki kamarnya dan bersiap untuk beristirahat.

Namun tanpa di duga ……”BUKKKKKKK” …….sebuah pukulan keras menghantam wajahnya dan Joon pun terkapar tidak sadarkan diri.

“IDIOT” hanya satu pukulan kau sudah pingsan,ckckckckkkk” ucap Kwon sinis

“waktunya sudah tiba adikku sayang”ucap Kwon menarik wajah Joon dan menghempasnya dengan kasar.
Kwon langsung melepaskan mantelnya dan membungkus tubuh lemah Joon dengan mantel tersebut dan Kwon pun lansung menarik kasar tubuh Joon dan memasukkannya ke dalam sebuah ember besar seolah-olah Joon adalah bagian dari tumpukan pakaian kotor dan Kwon pun segera berganti pakaian  dan menyamar sebagai petugas Cleaning Service.
Dan tubuh lain yang tergolek lemah hanya dengan pakaian dalamnya masih belum sadarkan diri terbaring di samping ranjang berukuran king size tersebut.

Dengan topi yang menutup sebagian wajah tampannya, Kwon bersiul sambil mendorong kereta pakaian kotor tersebut keluar kamar hotel .
Tidak ada orang yang mencurigai gerak geriknya, bahkan sampai tubuh Kwon memasuki pintu lift tersebut.

============================================================================


Kwon keluar dari pintu keluar khusus karyawan hotel dan sebuah Volvo hitam sudah menyambut kedatangan Kwon dan terlihat dua orang bodyguard bertubuh besar menghampiri Kwon dan mengambil alih kereta pakaian tersebut dan salah satu bodyguard berkulit gelap mengangkat tubuh Joon dan menggendongnya di bahunya dan bergegas memasukkan tubuh lemah Joon ke dalam mobil.

Dan Kwon pun mengikuti memasuki mobil dan duduk manis di samping kemudi supir.
“Joon..........Joon……..Joon”panggil Soo Hee lembut dalam racauannya
Kedua mata Soo Hee terbuka dan mulai memperhatikan sekelilingnya dan hanya satu orang yang ingin dilihatnya
“Jam 3 pagi”ucap Soo Hee menatap jam tangan yang masih melingkar di pergelangan tangannya.

“Apa Joon sudah tidur?, tapi kenapa perasaanku cemas sekali”ucap Soo Hee menyentuh dadanya dan terasa detakan jantungnya yang terasa begitu memburu
============================================================================


BYURRRRRRRRRRR

UHUKKK UHUKKKK UHUKKKK

Joon terbatuk-batuk saat dirasakannya air yang disiramkannya ke sekujur tubuhnya terhirup oleh hidungnya, kedua matanya mengerjap-ngerjap saat dirasakannya cahaya dari lampu yang menyilaukan pandangannya. Rasa nyeri dan ngilu mulai dirasakannya setelah pukulan yang membuatnya tidak sadarkan diri.
“Hello” sapa Kwon dengan senyum sinisnya berjalan menghampiri Joon yang berusaha berdiri dari tubuh lemahnya

BRUKKKKKK

Joon masih merasakan rasa ngilu di sekujur tubuhnya,mungkin saat tubuh lemahnya di masukkan ke dalam kereta cucian kotor saat Kwon menculiknya dan rasa nyeri itu baru dirasakan sekarang.

“Apa pukulanku begitu terasa menyakitkan?” tukas Kwon sinis dengan tangan yang meraih wajah kembarannya dan dengan kasar Kwon mendorong tubuh Joon hingga tersungkur
Joon berusaha untuk kembali bangkit lagi namun sepertinya Kwon benar-benar tidak sabar menunggu adik tersayangnya berdiri dan menghadapinya layaknya seorang lelaki sejati melawan musuhnya

Dengan kasar, Kwon menarik  kerah baju Joon hingga dua kancing kemeja Joon terlepas dari tempatnya, dan didorongnya tubuh Joon ke dinding namun Joon kali ini tidak tinggal diam, dengan sekuat tenaga, Joon mencoba melawan Kwon dengan mencengkeram kedua tangan Kwon yang sedang meremas kasar kerah bajunya, dan tanpa diduga Kwon melayangkan tendangannya kebagian perut Joon dan membuat Joon merintih kesakitan

“Sakit?”tanya Kwon dengan seringai iblisnya

“Aku tanya, apa kau merasakan SAKITTTTTTT”teriak Kwon geram
Namun Joon hanya menatap sendu wajah kembarannya yang meluapkan segala amrahnya.

“AKu tidak bersalah”jawab Joon
“Mwo”sahut Kwon
Hahahahahahahahahahah
“Dasar brengsek………BUKKKKKKKKK………” Kwon kembali menghajar Joon dengan kalapnya

Tapi kali  ini Joon benar-benar tidak tinggal diam. Joon menggunakan kemampuan bela dirinya untuk melawan keberingasan Kwon

Sampai akhirnya Joon melumpuhkan serangan Kwon yang bertubi-tubi dan kali ini posisi Kwon yang terjepit dengan posisi tangan Kwon yang dicengkeram kuat dan menahannya dibelakang punggungnya oleh Joon  
“Jangan menyalahkanku atas ketidakberuntunganmu, hyung”tukas Joon dengan nafas terengah-engah
“AKu bahkan tidak menghetahui jika aku mempunya saudara, aku tidak mengetahui akan keberadaanmu. Jadi jangan pernah mengganggu kehidupanku”tukas Joon dan semakin menahan kuat kedua tangan Kwon seolah dirinya tidak takut akan ancaman kembarannya itu.

“HIATTTTTTTTTTTTT”

Kwon membalikkan tubuhnya dan langsung melayangkan tendangan taekwondonya pada Joon yang lengah akan serangan tiba-tiba dari Kwon dan alhasil tubuh Joon terlempar
“Dasar bajingan tengik, berani sekali kau mengatakan jika kau tidak bersalah”tukas Kwon yang kembali menyeret tubuh Joon dan menghajarnya lagi tanpa ampun

“Berani sekali kau menyusup ke dalam kamarku dan mengambil dokumen-dokumen penting, Apa kau benar-benar sudah bosan hidup?”ucap Kwon geram
Bagi Kwon, Joon hanyalah penghalang yang harus disingkirkannya. Bagi Kwon, Joon adalah butiran debu yang harus segera bersihkan, menurutnya jika Joon tersingkir maka hidupnya tidak akan kacau lagi, hatinya akan pulih dan mungkin saja dendam itu akan reda.
Kwon benar-benar tidak memiliki perasaan saat menghajar Joon dengan membabi buta. Tidak ada perasaan kasihan saat tubuh Joon terlempar atau bahkan terluka akibat pukulannya.
Dendamnya sudah berakar di dalam hatinya. Luka di dalam hati Kwon terlalu dalam sehingga sulit baginya untuk berpikir jernih.

“Soo Hee-aa”gumam Joon saat dirasakannya sudah tidak mampu untuk bangkit lagi
“Soo Hee-aa, bisakah aku melihatmu untuk yang terakhir kalinya” gumam Joon pelan namun masih bisa ditangkap jelas oleh pendengaran Kwon

“Jangan khawatir adikku,, aku akan menjaga Goo Soo Hee dengan sangat baik, bahkan lebih baik darimu,hahahaha”ucap Kwon dengan tawa penuh kemenangan


“Singkirkan dia. Dan buat seperti sebuah kecelakaan “perintah Kwon pada salah satu anak buahnya



“Hyung!”panggil Joon pelan

Namun Kwon berpura-pura tidak mendengarnya dan terus berjalan meninggalkan Joon yang terbujur lemah di lantai dingin itu dengan luka disekujur tubuhnya

“Selamat tinggal Lee Joon Jae”. “ Selamat datang Kwon di kehidupan barumu”tukas Kwon dengan senyum yang terlukis di wajah tampannya namun sepasang mata tajam itu masih menyimpan dendam yang semakin membara.




Pages: [1] 2 3 ... 151