Modify Profile

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - bunny

Pages: [1]
1
Short Fanfic / Re: Three Man,One Love -- Part II (28 Feb 2013)
« on: February 28, 2013, 03:18:57 am »
Three Man,One Love
[/color]

PART II
[/color]

Minho benar-benar tidak pernah kembali lagi setelah kejadian malam itu , menghubungi Hyesunpun tidak ada .. 3 minggu berlalu dan selama itu pula Hyesun tidak bisa tidur setiap malam dengan nyenyak ,mungkin ia terbiasa dengan adanya Minho di sebelahnya setiap malam .

“ melamun lagi ” tegur Joowon ,menggoyang-goyangkan garpu di depan wajah Hyesun . mereka sedang makan siang bersama seperti biasa .

“ oh miane , aku hanya sedang tidak nafsu makan .. apa tadi kau sedang berbicara denganku saat aku melamun ?” tanya Hyesun linglung .

“ emm , sebenarnya aku membutuhkan jawaban .. entah kau lupa atau apa , malam itu aku benar-benar serius saat aku mengajakmu menikah , apa kau sudah memutuskan jawabannya ?”

Hyesun terkesiap mendnegar pernyataan Joowon , ia bahkan tidak ingat sama sekali tentang hal itu , karna hampir tiap saat yang ada di kepalanya hanya di mana Minho ? bagaimana keadaan Minho ? ..

“ Joowon-ssi , aku … emm sepertinya belum bisa….”

“ aku akan menikah satu bulan lagi dengan tunanganku yang di jodohkan Ayahku , dan aku tidak mencintainya ” potong Joowon cepat , wajahnya penuh harap memandang Hyesun .

“ Mwo ? ” Hyesun bergumam bingung , menikah ? tunangan? Di jodohkan ? .

“ aku sudah di jodohkan sejak 2 tahun yang lalu dengan seorang gadis yang 7 tahun lebih muda dariku .. aku tidak menolak saat itu karna aku pikir dengan kesibukanku aku juga tidak ada waktu untuk mencari gadis lain.  tapi… aku salah , saat bertemu denganmu di cafι satu tahun lalu , aku langsung menyukaimu dan membualtkan tekat untuk mendapatkanmu ” Joowon menjelaskan semuanya karna ia tidak mungkin menyembunyikan hal itu terlalu lama dari Hyesun .

Hyesun masih diam , mencoba mencerna setiap kalimat yang di ucapakan Joowon dengan baik ..

“ jadi …kau membohongiku selama ini ? ” Hyesun bertanya dengan rasa perih di hatinya , ia merasa di bohongi oleh pria di hadapannya saat ini .

“ demi Tuhan ,aku tidak bermaksud membohongimu .. aku ..aku hanya belum bisa memberitahumu , aku tidak siap kau meninggalakanku jika aku memberitahumu hal itu Hyesun-a , aku mencintaimu dan aku tidak ingin kau meninggalkanku , ku mohon -- ”
ia menggenggam tangan kanan Hyesun di atas meja ,meremasnya pelan berharap Hyesun bisa mengerti  , tapi dengan tegas pula Hyesun menepis tangan itu .

“ apa kau tidak pernah berfikir apa yang orang lain pikirkan ? bagaimana mungkin seorang CEO yang sudah bertunangan selalu pergi dengan gadis lain , sarapan dengan gadis itu dan makan siang dengan gadis itu di banding tunangannya sendiri , dan gadis itu adalah diriku Joowon-ssi .. apa yang orang lain pikirkan tentangku saat melihat hal itu , bagaimana kalau ada yang mengenal kita dan memberitahunya pada tunanganmu , tidakkah kau pikir dia akan kecewa ..” Hyesun menatap Joowon dengan tampang kecewa , sementara Joowon tidak bisa berkata apa-apa lagi . “ apa dia mencintaimu ? ” tambah Hyesun lagi .

Dan Joowon mengangguk ragu “ ia tau tentangmu , tapi dia bilang  tidak apa asal aku bisa bahagia jika bersamamu .. dia juga tidak pernah memberitahu pada orang tua kami tentang hal ini ”

“ astaga , oh Tuhan apa yang sudah ku lakukan ..Joowon-ssi  tolong pertemukan aku dengannya .. sekarang  juga”

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Club malam itu terlihat ramai seperti biasanya , orang-orang dari berbagai kalangan usia terlihat menikmati kegiatan masing-masing , berdansa dengan erotis , minum-minum ,dan bermesraan tanpa tau malu.

Minho duduk di pojok ruangan seorang diri , ia menyulut rokok di mulutnya dengan tidak sabaran ..tidak berapa lama asap tebal sudah keluar dari bibir padat nan sexy itu.

“ hai tampan – sepertinya kau kesepian ”

Wanita dengan pakaian ketat menghampirinya dan dengan leluasa melingkarkan tangannya ke tengkuk Minho dengan agresif .

“ apa aku terlihat sangat kesepian? ” Minho berucap seakan mengejek pada dirinya sendiri .

“ emm , sepertinya kau baru saja di putuskan kekasihmu , apa aku benar ? ” timpal wanita itu lagi , kali ini tangan wanita itu mulai meraba dada bidang Minho tanpa segan .

Minho menghembuskan asap rokoknya tepat ke wajah wanita itu,hingga wanita itu terbatu-batuk kecil .

 “ aku tidak suka seorang wanita murahan menyentuhku , jadi … ” mata tajam itu menatap sinis ke tangan wanita itu yang masih meraba dadanya  “ jauhkan tangan kotormu dari tubuhku ” tambahnya dengan kasar.

Sontak saja wanita itu bangkit berdiri dengan kesal , menatapnya dengan pandangan merasa terhina lalu pergi menjauh dengan wajah merah padam menahan amarahnya .

“ semua wanita sama saja ” gumam Minho pahit .

ia bangkit berdiri dari sofa itu dengan sedikit kesusahan , pandangannya berkunang-kunang dan kepalanya pusing bukan main .. entah sudah berapa botol bir yang di teguknya malam ini.


setelah keluar dari club malam itu , Minho berjalan sempoyongan di trotoar yang terlihat sepi itu . kepalanya semakin berdenyut dan pandangannya semakin kabur  .. ia mengehntikan langkahnya tiba-tiba melirik sekilas ke belakang lewat bahunya .

“kalian berengsek !! ” teriaknya muak .

Dan benar saja , 4 orang pria berbadan tegap dengan setelan serba hitam sudah berdiri di belakangnya , dan 2 di antaranya lansgung menyergap Minho ,memegangi pria itu .

“ maaf Tuan muda , ini perintah Ayah anda , anda harus pulang sekarang juga ” ucap salah satu di antara 4 pemuda itu , lalu memerintahkan sisanya membawa tubuh Minho masuk ke dalam mobil yang  terparkir di pinggir jalan raya .

“ sudah ku bilang kan !! aku tidak akan pernah pulang ke neraka itu !! aku tidak ingin pulang !! ”

BUKKK

Minho menyikut salah satu pria yang memegangi tangannya hingga pria itu terjatuh , lalu ia menendang yang satunya lagi dengan kuat .. mencoba lari dengan sekuat tenaga tapi semakin lama kepalanya seakan mau pecah dan setelah itu semua terasa gelap , hal terakhir yang muncul di kepalanya adalah wajah Hyesun dan suara gadis itu “ ku mohon jangan berkelahi dan minum-minum lagi” setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi .

---------------------------------------------------------

Hyesun berbaring di ranjangnya , lalu pandangannya menerawang ke langit-langit kamar ,  memikirkan kejadian hari ini .. terlalu benyak peristiwa yang mengejutkannya .penyataan Joowon kalau ia sudah bertunagan ,dan pertemuannya dengan tunangan Joowon . gadis manis bernama Jin Soyoen .

Flashback

“ maaf jika aku membuatmu dan Joowon menjadi jauh setelah ini , sungguh aku tidak masalah jika Joowon ingin bersamamu ,hanya saja ..hanya saja aku tidak bisa membatalakan pernikahan kami . aku tidak ingin orang tua kami slaing bermusuhan karna hal itu ” gadis bernama Soyeon itu berucap sambil tersenyum tapi tidak dengan matanya yang mulai berkaca-kaca .

“ aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Joowon , tidak akan pernah ! maafkan aku , aku tidak tau jika dia sudah memiliki tunangan selama ini . dia pria yang sangat bodoh jika melepaskan gadis secantik dan sebaik dirimu ” sahut Hyesun ramah .

“ aku mencintainya . maka dari itu walaupun kalian memiliki sebuah hubungan aku tidak masalah , karna hanya denganmu dia bisa tersenyum dan terlihat sangat bahagia .. kami memang di jodohkan , dan saat pertama kali bertemu aku langsung menyukainya dan tanpa sadar semakin lama aku jadi mencintainya ..tapi sungguh aku tidak ingin merebut kebahagiannya saat ini denganmu , aku tidak ingin membuatnya terpaksa mencintaiku .. ”

Hyesun menatap kesal ke arah Joowon yang berada di luar pintu mendnegarkan pembicaraan mereka , wajah pemuda itu tampak sendu dan penuh rasa bersalah .

“ dia akan menyadari semuanya ,kau jangan takut .. tidak lama lagi dia akan mencintaimu dengan setulus hati Soyeon-ssi , kau bisa pegang omonganku . percayalah akan hal itu , dia akan tergila-gila padamu ”

End flashback

Hyesun tersadar dari lamunannya saat ponselnya bergetar dan tertera nama daniel di layar ponselnya , ia dan daniel sudah tidak bertemu selama 3 hari dan baru hari ini [ria itu menghubunginya ,karna pria itu bilang ,ia  harus pergi ke luar negeri untuk jadwal pemotretan jadi Hyesun berfikir bahwa Daniel benar-benar sibuk.

“ Hyesun-aaa , aku meirndukanmu . sangat sangat sangat ”

Hyesun tersenyum sendiri mendengar teriakkan nyaring daniel di ujung telepon  “ aku juga merindukanmu , cepatlah pulang dan jangan lupa oleh-oleh untukku ”

“ maaf , kali ini tidak ada oleh-oleh apapun . dan di sini sangat membosankan  ”

“ bosan ? kenapa membosankan ? harusnya kau senang karna di sana pasti banyak wanita berambut pirang yang sexy dari pada di Korea ” Hyesun mencoba mengubah suasana hati pria itu , ia tau Daniel adalah seorang yang gampang bosan .

“ karna tidak ada kau ,makanya terasa membosankan  . aku ingin cepat-cepat bertemu denganmu , ingin duduk dan bercerita banyak hal denganmu untuk terakhir kalinya ”

“ baiklah , saat kau pulang nanti kita akan bercerita banyak hal seharian penuh , pulangalah dengan selamat jadi kita bisa bertemu .. jaga kesehatan di sana , makan yang banyak , jangan terlalu lelah ” gumam Hyesun menasehati , dan tiba-tiba saja ia teringat Minho lagi .

“ Hyesun-a .. aku mencintaimu , kau tau itu kan ? ku mohon jangan sedih dan terus jaga dirimu .. aku akan tutup telpeonnya sekarang ”

Setelah itu hanya bunyi “tutt” panjang yang terdengar , Hyesun mengerutkan kening bingung . tidak biasanya Daniel memutuskan panggilan lebih dulu .

Hyesun kembali bergelut dengan pikirannya sendiri , kembali ke Joowon .. pria itu sudah pasti tidak akan seperti dulu dengannya . dan ya ! ini saatnya ia harus merelakan Joowon pergi , Daniel masih seperti dulu tidak berubah , dan Minho entah pria itu ada di mana .. yang pasti ia berharap Minho baik-baik saja dan akan bertemu dnegannya lagi .

-----------------------------------------------------------------------

3 months later ..

“ bagaiamana dengan proyek pembangunan pabrik ? apakah sudah mulai di kerjakan ? ” pria dengan setelan jas abu-abu itu berjalan paling depan dan di ikuti beberapa orang di belakangnya .

“ ya Direktur , semua sudah mulai di kerjakan dan saya yakin pembangunan itu akan selesai kurang lebih selama satu tahun ” jawab pria paruh baya dengan kaca mata yang berdiri di belakangnya .

“ bagus , sekarang aku ingin pergi ke rumah sakit menjenguk Ayahku . aku akan membawa mobil sendiri dan tidak ingin di ikuti ” perintahnya final dan tidak ada bantahan , lalu ia memisahkan diri dan berjalan menuju lift .

“ jangan ikuti tuan muda , kalian hanya perlu berjaga di rumah ” suruh pria paruh baya tadi .


Minho menatap tubuh lemah Ayahnya yang terpasang berbagai mavcam alat bantu medis yang membantunya terus bernafas , hanya benda-benda itu yang mampu membuat Ayahnya tetap hidup walaupun tidak ada tanda-tanda Ayahnya akan sadar sejak satu bulan lalu di rawat .

“ maafkan aku .. maafkan aku ” hanya kalimat itu yang sanggup di ucapkannya melihat kondisi Ayahnya .

Ia  merasa sangat bersalah selama ini , 3 tahun ia meninggalkan rumah dan pergi kemanapun yang ia sukai ,bekerja apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karna ia membenci Ayahnya dulu , karna ia merasa Ayahnya tidak pernah mengerti keinginannya dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri .. sampai ia kembali ke rumah tiga bulan lalu , dan ia masih mencoba kabur tidak mau bertatap muka dengan Ayahnya dan selalu menjawab singkat setiap pertanyaan Ayahnya .. sampai akhirnya sekertaris Ayahnya memberitahu bahwa selama ini Ayahnya hanya berharap Minho pulang dan kembali bersamanya ..karna Ayahnya tau hidupnya tidak akan lama lagi akibat penyakit jantung yang di deritanya dan Ayahnya merasa bersalah pada Minho .. dan hanya dalam waktu satu bulan ia benar-benar memperlakukan Ayahnya sebagai seorang Ayah yang di cintainya . merawatnya  di rumah dengan kasih sayang dan Minho rela menggantikan posisi Ayahnya di perusahaan . sebagai Direktur utama Financial Group , perusahaan terbesar di Korea saat ini ,walaupun sebenarnya hal itu lah yang membuatnya dan Ayahnya berseteru sebelum akhirnya ia pergi dari rumah dulu ,dan hanya satu bulan setelah itu di sinilah Ayahnya terbaring , hanya mesin itu yang menunjukkan bahwa ayahnya masih memiliki detak jantung .

“ Ayah aku mencintaimu , ku mohon maafkan aku dan cepatlah sembuh ” gumamnya lalu mengecup kening Ayahnya penuh sayang .

---------------------------------------------------------------------


“ tidakk !! anakku bangunlah !! Ibu mohon , Ibu masih snagat membutuhkanmu . ibu tidak mau kehilanganmu bangunlah Daniel , ibu mohon bangunlah nak !! ” Ny.Choi mengguncang tubuh pucat yang sudah tidak bernyawa itu sambil menangis terisak kuat , sampai perawat harus menyuntiknya dengan obat bius agar Ny.Choi seidkit tenang dan tertidur di ruangan lain .

Hyesun menatap Daniel dengan sendu , rasa sedih , rasa tidak percaya dan rasa bersalah karna ia tidak tau apapun tentang penyakit Daniel selama ini .

Pria itu mengidap penyakit liver yang sudah sangat akut sejak satu tahun lalu , dan dokter memprediksi hidupnya hanya bertahan beberapa bulan tapi Daniel bisa bertahan hingga saat ini dan Hyesun sama sekali tidak tau hal itu sedikitpun .

Ia teringat terakhir kalinya mereka bertemu satu bulan lalu , di tempat pertama kali mereka bertemu . taman di dekat rumah Hyesun .. pria itu bahkan masih bisa membuatnya tertawa dan bercerita banyak hal padahal menurut dokter saat itu Daniel sudah kritis dan tidak boleh keluar dari rumah sakit .

“ kau memang actor yang hebat kan ? kau bisa menutupinya dariku selama ini .. kau selalu memasang senyum bodohmu itu di hadapanku , kau selalu tersenyum ,selalu membuatku tertawa ..tapi lihat sekarang ? kau meninggalkanku bahkan tanpa mengijinkanku untuk tau apa sakitmu selama ini … kau jahat … kau jahat ” Hyesun tidak sanggup berucap lagi ,ia menangis sejadi-jadinya .tangannya masih menggengam jemari pemuda itu , jemari yang dulu bisa menghangatkan tubuhnya hanya dengan sebuah genggaman .

“ maafkan aku daniel-ssi , sungguh aku tidak tau hal ini .. aku menyangimu dan akan sangat merindukanmu , tenanglah di sana ” ia mengecup kening yang terasa dingin bibirnya itu , lalu keluar dari ruang ICU itu  , tidak lama setelah itu beberapa perawat masuk ke ruangan itu dan keluar membawa tubuh Daniel yang sudah tidak bernyawa ke ruang mayat .

Hyesun masih duduk di depan ruang ICU itu , ia masih menangis terkadang menahan tangisnya sesekali berharap air matanya berhenti mengalir tapi tetap tidak bisa , ia sudah kehilangan Daniel ,kehilangan pria itu untuk selama-lamanya hal itu lebih terasa sakit di banding melihat Joowonnya menikah dengan gadis lain .

--------------------------------------------------------------

Minho keluar dari ruang perawatan Ayahnya ,menyusuri lorong rumah sakit dan sesaat matanya menatap gadis yang duduk di depan ruang ICU sambil menangis menutupi wajahnya , mengenakan kaos putih tipis , jeans pendek dan rambut di ikat asal-asalan .. ia mengerinyit dan tiba-tiba memikirkan apakah gadis itu tidak kedinginan dengan pakaian seminim itu di musim dingin seperti ini .

Minho masih berdiri di situ terus memperhatikan gadis itu , dan entah kenapa tidak ingin beranjak pergi ,ia ingin menenangkan gadis itu ..

Gadis itu menurunkan tangannya dari wajahnya ,meremas-remas jemarinya sendiri dan Minho langsung terbelalak kaget .

“ Goo Hyesun ” gumamnya sepelan mungkin , tidak percaya dengan apa yang di lihatnya . “ Goo Hyesun ” gumamnya lagi sedikit lebih nyaring ,hingga Hyesun bisa mendengarnya dan menoleh ke arahnya .

Mata mereka bertemu , dan entah kenapa Minho melangkahkan kakinya ke  arah Hyesun yang masih duduk dan memandangnya , dan Minho langsung meraup gadis itu ke pelukannya .. memeluknya dengan erat ..sangat erat .. membenamkan wajahnya di leher Hyesun menyerap aroma gadis itu yang sudah sangat di rindukannya .. padahal ia ingin marah saat ini , ia ingin berteriak pada Hyesun jika bertemu dengan Hyesun suatu hari nanti .. dan lihat sekarang , perasaan marahnya terkalahkan oleh rasa rindu beberapa bulan tidak melihat Hyesun .

“ Minho .. ” gumam Hyesun masih tidak percaya bahwa pria yang sangat di rindukannya ini sedang memeluknya sekarang .

Minho masih memeluknya ,sesekali mengecup puncak kepala Hyesun berharap itu bisa meredamkan rasa rindunya selama ini .

“ aku merindukanmu ” Minho bergumam di leher Hyesun , lalu mengecup leher itu cepat .

Membuat Hyesun mau tidak mau harus meyakini bahwa ini nyata. Minhonya , sedang memeluknya dan mengatakan bahwa ia merindukannya .

“ aku juga merindukanmu Minho-a .. aku sangat merindukanmu ” ucap Hyesun membalas pelukan itu tidak kalah erat , tapi Minho langsung melepas pelukan itu , melepaskan jasnya dan menyampirkannya ke pundak Hyesun .

“ aku tidak tau apa yang membuatmu berada di sini sekarang , aku juga tidak mengerti kenapa kau mengenakan pakaian seminim ini .. tapi yang pasti aku harus membawamu pergi dari sini sekarang juga ”

Dan entah kenapa Hyesun menurutinya ,mengikuti pemuda itu yang menggengam erat tangannya , ia tersenyum … senyuman pertama setelah beberapa hari di liputi perasaan gelisah dan cemas .


END PART


holla maaf kalo ceritanya membosankan ya ^^ satu part lagi tamat  Hface Hface

2
Regular Fanfic / Re: BitterSweet -- Chapter Two (27 Jan 2013)
« on: January 27, 2013, 06:38:23 am »
sorry banget ya kalau ceritanya membosankan,sorry kalau ada pengetikan yg salah soalnya gak di cek lagi , trs sorry juga kalau ada cast yang bikin enek , soalnya dia paling cocok di buat jadi jahat plus menderita *lirik monyong*  Hface Hface

“ BitterSweet ”

Chapter Two
--MEET--
[/color]
 
Additional Cast :

Jung Ilwoo


Lee Hyunwoo



Halaman luas kediaman keluarga KIM telah di sulap menjadi sebuah tempat pesta yang penuh dekorasi mewah dan di hadiri oleh seluruh karyawan KIM GLOBAL dan para pemilik perusahaan besar lain di Korea serta beebrapa wartawan , Kim Hyunjoong sengaja melakukan semua itu untuk mengenalkan wakil direktur KIM GLOBAL yang baru ,yang tidak lain adalah Goo Hyesun,istrinya. Sebenarnya tujuannya bukan hanya itu ia juga ingin mengumumkan pernikahannya tiga bulan lalu yang memang di selenggarakan secara tertutup dan hanya di hadiri beberapa orang penting saja .

“ Oppa , aku sangat gugup ” Hyesun bergumam sembari meremas jemari Hyunjoong dengan erat , matanya menatap beebrapa pasang mata para wanita yang terlihat mencuri pandang ke arahnya dengan tatapan tidak suka .

“ sayang , kau tidak perlu cemas , aku selalu berdiri di sebelahmu , lagipula seharusnya kau senang karna sebentar lagi status pernikahan kita akan di ketahui seluruh orang ”

Senyum bangga terlukis di wajah tampan Hyunjoong , ia sangat tidak sabar memperkenalkan Hyesun pada semua orang , ia ingin memamerkan bahwa dia memiliki istri yang cantik , dan juga mencintainya .

“ yya Hyunjoong-ssi ~ sudah menikah tidak mengabariku” Hyunwoo ,rekan bisnis  dan juga teman dekat Hyunjoong berucap dengan nada mengejek .

“ miane , aku sangat sibuk sampai melupakan kalian ” kekehnya .

“ dasar , tidak baik menyembunyikan istri secantik dia ” kata Hyunwoo lagi , kali ini dia menjulurkan tangannya ke arah Hyesun . “ perkenalkan , aku Lee Hyunwoo .. rekan bisnis suamimu yang tampan ini ”

Hyesun menyambut uluran tangan itu dengan senyum manis “ aku Goo Hyesun .. senang bertemu denganmu Hyunwoo-ssi ”

Setelah itu Hyunjoong mulai berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya yang ikut hadir dalam pesta itu , tidak sekalipun Hyunjoong melepaskan rangkulan lengannya di pinggang ramping milik Hyesun .. ia selalu mengikutsertakan Hyesun dan memperkenalkan istrinya itu dengan bangga pada rekan bisnisnya .

“ ohh , Minho-ssi …” seru Hyunjoong .

Seketika itu Hysun terpaku di sebalah Hyunjoong , matanya menatap seorang pria yang datang bersama seorang wanita dan seorang gadis kecil ,

“ Op..Oppa aku harus ke toilet ” Hyesun melepaskan rangkulan Hyunjoong di pinggangnya dengan agak kasar , setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Hyunjoong dengan sedikit tergesa .

Hyunjoong memperhatikan gelagat Hyesun yang terlihat aneh dengan tampang bingung .

“ Hyunjoong-ssi , lama tidak berjumpa ”

Perhatian Hyunjoong langsung beralih pada Lee Minho yang juga miliyarder muda sama seperti dirinya , matanya beralih pada wanita di sebelahnya , dan juga gadis kecil yang menggandeng jemari Minho .

“ wah aku sangat baik Minho-ssi , bagaimana denganmu , Minyoung dan Dayoung ? apa kalian baik ? ”

“ kami sangat baik ” jawab Minyoung cepat “ seperti yang kau lihat kami sudah memiliki seorang putri sekarang dan sampai saat ini masih bersama , tentu kami sangat baik-baik saja ” MInyoung menjawab seakan ingin menunjukan bahwa pemberitaan media yang mengatakan bahwa hubungannya dan Minho yang tidak harmonis itu adalah salah .

“ ohh , tentu aku senang mendengarnya .. semoga kalian selalu harmonis–- “ katanya sopan .

Tidak lama setelah itu Hyunjoong sudah harus bersiap ke atas panggung karna acara akan segera di mulai , dan matanya sibuk mencari Hyesun yang tidak kunjung kembali dari toilet sejak tadi .


Hyesun meremas gaun sutra yang di kenakannya dengan kuat , tubuhnya benar-benar bergetar hebat saat itu , ia melirik bayangannya di cermin besar di toilet itu dan tiba-tiba saja bayangan kejadiaan beberapa tahun lalu berputar di kepalanya seperti sebuah roll film.

“ jangan lemah Goo Hyesun ! jangan lemah … kau sudah menyusun rencana ini dengan sangat baik selama ini , jangan tertipu rasa cinta bodoh itu , itu bukan cinta … ya itu bukan cinta ” Hyesun berucap pada bayangannya di cermin .

Grrttttt..grrttttttt

Hyesun melirik sekilas ponslenya yang bergetar dan itu sebuah panggilan dari Hyunjoong .

Ia mengehlas nafas sessat lalu menggeser tombol hijau di layar ponslenya “ Oppa …emm gwenchana … ya aku akan kesana sebenatar lagi ”

Setelah panggilan itu terputus, Hyesun menatap wajahnya lagi di depan cermin besar itu .. lalu dia tersenyum perlahan  , sebuah senyuman yang terlihat penuh dendam dan kebencian “ mari kita mulai game ini dengan perlahan ”

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“ sayang kau lama sekali , membuatku khawatir ” Hyunjoong langsung merangkul bahu Hyesun ,saat istrinya itu akhirnya muncul di hadapannya .

“ Miane Oppa , tadi aku merasa sedikit pusing ”

“ apa kau sakit ? sebaiknya kau istirahat saja, biar aku … ”

“ ahni , aku sudah baikkan ..lagi pula aku merasa tidak enak jika tidak muncul di hadapan para tamu yang sudah datang malam ini, bukankah pesta ini di buat suamiku tericnta untukku ?  ” potongnya cepat , lalu jemarinya mengelus lembut wajah Hyunjoong sehingga pria itu hanya bisa menyutujuinya .

“ ladies  and gentleman , langsung saja kita buka cara malam ini dengan smabutan dari pemilik KIM GLOBAL , Kim Hyunjoong-ssi ” ucap seorang MC membuka pesta malam itu .

Tamu undangan langsung bertepuk tangan saat Hyunjoong naik ke atas panggung .

“ terima kasih untuk kalian yang sudah datang dalam pesta malam ini , sebenarnya pesta mala mini bukan sekedar untuk memperkenalkan wakil direktur baru perusahaan KIM GLOBAL tapi juga memperkenalkan orang terpenting di hidupku saat ini , mungkin berita pernikahan saya 3 bulan lalu benar-benar tidak terliput media dan tentu banyak yang tidak tau akan hal itu , jadi mala mini saya akan memperkenalkan istriku sekaligus wakil direktur baru KIM GLOBAL , Goo Hyesun ”

Tepuk tangan kembali terdengar saat seorang wanita cantik dengan gaun sutra berwarna emas itu naik ke atas panggung dengan senyum anggun di wajahnya , tidak sedikit yang memuji kecantikannya dan tidak sedikit pula yang mengumpat iri .

“ Annyeonghaseyo – Goo Hyesun imnida , aku sangat senang bisa berada di sini malam ini berkat suamiku tercinta Kim Hyunjoong-ssi ”

Hanya sepasang mata yang masih menatap pemandangan di hadapnnya dengan tidak percaya ,ia terdiam kaku .. matanya tidak berkedip sedikitpun menatap wanita yang sedang berdiri di atas panggung itu , tersenyum manis pada semua tamu undangan .. mata itu , caranya tersenyum , caranya tertawa , suara itu ..

“ Goo Hyesun … ” Minho bergumam tanpa sadar , membuat Minyoung yang duduk di sebelahnya menatapnya terkejut .

“ apa yang kau ucapkan Minho-ssi ? ” tanyanya bingung menatap Minho yang seakan shock karna melihat sesuatu .

Pria itu tidak menggubris , entah kekuatan dari mana ia berdiri dan dengan berani menerobos beberapa orang yang menghalangi jalannya , sampai pada saat ia benar-benar berdiri di depan panggung itu .. dan tatapan tajam itu tepat di arahkan ke mata wanita itu , Goo Hyesun .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hyunjoong terkapar lemas di atas tubuh polos Hyesun , tubuh polos mereka masih menyatu sebelum akhirnya Hyunjoong merubah posisinya di sebelah tubuh polos Hyesun , ia memeluk tubuh mungil itu penuh kehangatan , mengelus pinggang ramping Hyesun .

“ aku sangat mencintaimu Hyesun-a , aku ingin perutmu ini segera mengandung anakku , buah hati kita ”Hyunjoong berucap sembari mengecup lembut perut rata Hyesun dengan lembut .

“ Oppa , aku akan memberikan anak padamu , pasti ”

Hyunjoong tersenyum senang mendengar jawaban itu , ia mengecup lembut puncak kepala Hyesun “ gumawo sayang .. sekarang ayo tidur , kau pasti sangat lelah ”

Setelah itu kamar yang sudah terlihat berantakan itu kembali sunyi, Hyunjoong sudah masuk ke alam mimpi , tapi tidak dengan Hyesun .. matanya masih terbuka menatap ke langit-langit kamar untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia bangun dan berjalan ke kamar mandi .

Menyalakan shower dan membasahi seluruh tubuhnya dengan air dingin tengah malam begitu , matanya terpejam mengingat kejadian tadi malam saat dimana Minho , Pria itu benar-benar berdiri di hadapannya hanya beberapa jarak di depannya .. bagaimana mata itu menatap tajam ke arahnya , seakan kembali memberikan suatu getaran yang berbeda untuk Hyesun , getaran yang menimbulkan perasaan beberapa tahun lalu yang sudah dengan susah payah di buangnya mati-matian .

Ia mematikan shower itu dengan tidak sabaran , mulai merasakan tubuhnya menggigil lalu mengenakan baju handuknya  , mengambil sebuah plastic kecil yang di selipkannya di laci kecil di kamar mandi itu , ia mengeluarkan beberapa benda kecil bulat yang berupa pil lalu meneguknya dengan air .

“ aku sangat mencintaimu Hyesun-a , aku ingin perutmu ini segera mengandung anakku , buah hati kita ”

Ia teringat ucapan Hyunjoong .. “ anak ? cih— “ cibirnya .

“ miane Oppa , ku rasa hanya dengan kau di sampingku ,itu sudah sangat cukup kau hanya harus terus memusatkan perhatian padaku , memberikan apapun yang ku mau ” gumamnya sebelum ia keluar dari kamar mandi dan kembali berbaring di sebelah Hyunjoong .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“ tidak --- aku yakin itu dia , aku melihatnya dengan jarak yang sangat dekat , hanya karna 8 tahun tidak bertemu bukan berarti aku bisa melupakan wajah , suara dan caranya tersenyum dengan mudah ”

Minho berucap sambil menekan keningnya yang sudah berdenyut-denyut sejak tadi pagi , pikirannya tidak tenang .. ia benar-benar tidak bisa memejamkan mata hingga pukul 4 subuh , dan pagi-pagi sekali dia harus pergi ke kantor .

Ilwoo melirik heran ke  arah Minho “ lalu kau mau melakukan apa , huh ? berlari ke Hyesun lalu merebutnya dari Hyunjoong , begitu ? bagaiamana dengan anak dan istrimu ” Ilwoo mendengus kesal .

Ilwoo tau bagaimana hubungan Minho dengan wnaita yang mereka bahas sekarang , Goo Hyesun .. ia tau sahabatnya itu memang pernah mempunya memori indah , ahni lebih tepatnya ia sangat mencitai Hyesun .

“ kau tau , aku tau , dan kita tau dari awal aku tidak mencintai Minyoung , tidak sedikitpun— “

“ kalian sudah bersama hampir 4 tahun dan hingga saat ini tidak ada rasa sedikitpun ? hingga saat ini ? kau yakin? ” ilwoo menanyakan serentetan pertanyaan itu dengan tampan tidak yakin , yah bagaiamana tidak ? menurut Ilwoo

Minho hanya menjawab dengan sebuah lirikan tajam .

Ilwoo langsung ciut , sepertinya Minho tidak dalam mood yang baik saat ini .

“ baiklah , ini serius ~ apa yang kau rencanakan ? aku menentangmu jika kau ingin menemuinya saat ini juga ”

Minho langsung menjentikkan jarinya “ ide bagus, aku akan bertanya pada sekertaris Seo kapan kita ada meeting dengan KIM GLOBAL ”

setelah itu Minho langsung meninggalkan Ilwoo yang memasang tampang cengo menatap kepergian atasan sekaligus sahabatnya itu .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“ seandainya aku bisa membatalkan dinas ke Jepang saat ini, aku pasti sudah membatalakannya .. kau benar-benar tidak akan ikut denganku Hyesun-a ? ”

Hyunjoong berucap malas menatap Hyesun yang sibuk memasukan pakaiannya ke dalam sebuah koper yang berukuran sedang .

“ Oppa – aku tidak ingin menganggu pekerjaanmu , lagipula kau hanya pergi 4 hari bukan satu bulan ”

Hyunjoong memeluk Hyesun dari belakang , meletakkan dagunya di pundak Hyesun “ pasti aku akan merindukanmu sayang , kau baik-baiklah di sini .. jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku ”

Hyesun mengangguk ,memberikan senyum malaikatnya pada suaminya itu  “ aku juga pasti merindukanmu Oppa , tentu aku pasti akan mengabarimu setiap detik,menit,jam ”
 
Setelah itu Hyunjoong mengecup singkat bibir Hyesun “ saranghae — Nyonya Kim ”ucapnya lembut menatap Hyesun penuh cinta .

Hyesun hanya tersenyum lalu memeluk tubuh suaminya erat “ Oppa .. bergegaslah kau bisa ketinggalan pesawat nanti ”

Hyunjoong menarik kopernya dengan berat hati , ini pertama kalinya setelah pernikahan mereka dia harus dinas ke luar negeri dan yang memperburuk keadaan , Hyesun tidak bisa ikut dengannya dengan alasan ia harus belajar banyak hal tentang perusahaan .. ya karna dia adalah wakil Direktur KIM GLOBAL yang baru .

-----------------------------------------------------------------------

“ SUDAH KU BILANG JANGAN PERNAH MENGHUBUNGIKU LAGI !! ” Minyoung berteriak frustasi ke  arah ponslenya , ia bergetar dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya .

“ aigoo sayang , kau takut padaku ? kau tidak boleh memperlakukanku seperti itu .. ingat aku adalah….”

“ berhenti ! jangan ingatkan aku lagi ! aku akan membunuhmu , aku bersumpah akan membunuhmu ” potongnya sambil berteriak tidak karuan .

“ Ommaa…. Ommaaaa ”

Minyoung terperanjat saat Dayoung sudah memeluk kakinya , ia lupa bahwa saat ini ia ada bersama Dayoung , putrinya melihatnya berteriak seperti orang gila .

“ apa itu Dayoung ?, Dayoung-a .. Appa di sini hahahaha ” ucap suara di ujung telpon sambil tertawa seperti orang gila .

“ BIBI HAN !! BIBI HAN CEPAT BAWA DAYOUNG MASUK KE KAMAR ” Minyoung memanggil pelayan di rumah besar itu dengan emosi .

Bibi Han tanpa pikir panjang langsung membawa gadis kecil itu bersamanya , walaupun ia bingung setengah mati kenapa majikannya itu terlihat seperti sangat frustasi .

“ apa maumu ? berapa yang kau mau? ”

“ Minyoung-a .. kau memang sangat mengenalku , seperti biasa aku tidak meminta terlalu banyak hanya 1 juta won , tidak banyak kan ? tentu tidak banyak untuk istri seorang Lee Minho ”

Minyoung menutup matanya ,mencoba menahan emosinya yang sudah ingi  menutup telpon itu sejak tadi “ baiklah , aku akan memberikannya padamu ! tapi jangan pernah mengusik hidupku lagi .. jangan pernah lagi atau kau akan mati ”

PRAKK .. ia meletakkan gagang telpon itu dengan kasar ketempatnya , setlah itu perlahan tubuhnya terseungkur ke lantai dan tersandar ke dinding dengan tidak berdaya .

“ sebenarnya apa yang sudah ku lakukan ? kenapa aku tidak bisa merasakan kebahagiaan sedikitpun ”

END CHAPTER
[/color]

3
Regular Fanfic / Re: BitterSweet -- Chapter one (24 Jan 2013)
« on: January 23, 2013, 11:02:48 pm »
hai.... salam kenalll sist senang deh ada ff baru tapi.... aku harap ffnya rajin update ya jangan hanya awal " tapi.. pas pertengahan ngadat... permohona para readerrr
hubungan mereka sudah punya keluarga masng " neh ? Hye sun & hyun joong Minho & park minyong?  pasangan mu yg sangattt menyedihkan, tapi.... kenapa minho sampai punya anak kalau dia tidak mencintai PMY?  atau jangan " minho hanya jdi kambing hitam dri perbuatan PMY di masa lalu dengan kekasihnya atau minho di jebak?  pesaran siapa wanita yg minho cintai itu ? apa hye ? pokoknya nextnya harus cepattt nehhh aku udah penasaran moga itu bukan anak kandung mnho hehehe.... ngarap. com


salam kenal juga imah  [flowers] , thanks udah baca ff ku sabar ya nunggu next chap perlahan bakal terungkap kok kenapa hihi next chap aku usahain update cepat ya  Hface Hface

4
Short Fanfic / Re: Three Man,One Love -- Part I (13 Jan 2013)
« on: January 23, 2013, 09:48:21 pm »
thanks ya buat semua yang udah baca dan komen  [hmff] next part masih dalam proses , aku pun bingung Hyesun bakal pilih yang mana  Hface Hface Hface

5
Regular Fanfic / BitterSweet -- Chapter two (27 Jan 2013)
« on: January 23, 2013, 09:38:31 pm »
“ bittersweet ”
[/color]

Cast :
[/color]

Goo Hyesun

Lee Minho

Kim Hyunjoong

Park Minyoung

Lee Hyeyoung as Mrs.Lee















                                                
    -CHAPTER ONE -
-- LIE --
[/color]

Wanita cantik dengan balutan kemeja dan jas putih serta rok ketat berwarna senada yang membalut kaki jenjangnya itu memperhatikan bayangannya yang terpantul di sebuah cermin besar di hadapannya , bibirnya yang terpoles lipstick berwarna merah jambu itu tersenyum perlahan .

“mulai saat ini saya yang akan menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan KIM GLOBAL ini , saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik..terima kasih ”

Ia tersenyum lebih lebar lagi setelah menyelesaikan kalimat itu dengan sikap anggun yang di milikinya .

“ ohh , istriku sudah bangun sepagi ini hanya untuk berlatih di depan cermin ? ”

Wanita itu menatap bayangan seorang pria yang tubuhnya hanya terbalut baju handuk melalui cermin besar itu , suaminya itu mendekat ke arahnya dan dengan leluasa melingkarkan lengannya ke pinggang ramping milik wanita itu , memeluknya erat .

“ aku sangat gugup ” ucapnya , tangannya terjulur mengelus wajah suaminya yang bertumpu di pundaknya .

“ apa yang kau takutkan sayangku ? kau yang terbaik dan tidak akan ada yang berani mencelamu , camkan itu ~ ”

Pria itu berucap mencoba menangkan , ia mendaratkan kecupan hangat ke leher mulus wanita berparas cantik itu ,menghirup aroma lavender yang menyeruak dari tubuh itu , menyesap leher mulus itu sembari memejamkan matanya menikmati sensasi yang di rasakannya .

Sementara  wanita itu hanya menatap dirinya di depan cermin besar itu dengan wajah datar , membiarkan pria yang merupakan suaminya itu menjamah lehernya dengan leluasa .
----------------------------------

LEE MANSION

Suasana ruang makan itu terlihat tenang , hanya suara dentingan sendok yang bersentuhan dengan piring sesekali terdengar memecah keheningan .

“ apa kau akan pulang lebih awal ? aku akan … ”

“ tidak perlu , aku pulang larut malam ini dan akan makan malam di luar ” potong Minho cepat , ia mengelap bibirnya dengan serbet dan langsung bergegas pergi dari ruang makan itu tanpa menoleh ke arah wanita yang menatapnya sendu .

“ sampai kapan ? ”

Kalimat itu sukses membuat Minho berhenti melangkahkan kaki jenjangnya , ia hanya diam di tempatnya berdiri tanpa menoleh ke asal suara itu.

“ sampai kapan kau akan menganggapku seakan tidak berarti apapun unutkmu Minho-a ? aku ini istrimu bukan benda kasat mata yang tidak kau anggap ”

Kalimat selanjutnya sedikit membuat hati minho bergetar , tidak .... bukan bergetar karna dia merasa kasihan atau apapun itu tapi karna menurutnya kalimat itu tidak sepantasnya di ucapkan dari mulut wanita itu .

“ dengarkan aku Minyoung-ssi , sejak awal bukan kau orang yang ku cintai dan jujur saja bukan kau orang yang ku harapkan ada di posisi sekarang ,sebagai pendamping hidupku …. Dan menurutku dari awal ,hingga saat ini pernikahan kita hanya sebuah kesalahan besar jadi ku harap kau jangan pernah berharap lebih , anggaplah aku sebagai Ayah dari anakmu dan bukan suamimu ”

Kalimat itu seperti pisau tajam yang tepat menusuk hati wanita itu , air matanya yang sekuat tenaga di tahannya tumpah sudah , Minho tidak menggubris ia melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu .

“ kau tidak boleh meremehkanku Minho-a , aku bukan seorang Park Minyoung yang hebat …jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang ku mau , termasuk cintamu itu” tukasnya tajam di sela tangisannnya yang semakin terdengar memilukan .

-----------------------------------------

“ saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik ”

Hyesun menyelesaikan kalimat perkenalan dirinya dengan bangga di depan seluruh karyawan perusahaan KIM GLOBAL yang di sambut tepuk tangan sebagai tanda ucapan selamat dari mereka .

“ tolong perlakukan wakil direktur kita yang cantik ini dengan baik ” timpal Hyunjoong yang berdiri di sebelah Hyesun .

Sepasang suami istri itu terlihat sangat serasi di mata seluruh karyawan KIM GLOBAL , Kim Hyunjoong sebagai direktur perusahaan menggantikan posisi Ayahnya yang meninggal satu bulan lalu , sedangkan Goo Hyesun ..wanita yang di nikahinya 3 bulan lalu dan sekarang terpilih menjadi wakil direktur perusahaan KIM GLOBAL , terlihat saling mencintai bahkan hanya melihat dari tatapan mata Hyunjoong semua orang bisa tau bahwa pria itu sangat mencintai istrinya tanpa keraguan sedikitpun .

“ oh yaa ,kalian aku undang untuk datang ke kediaman kami , aku akan merayakan pesta pengangkatan wakil direktur baru kita , jangan lupa ” ucap Hyunjoong ,tersenyum menatap Hyesun yang berdiri di sebelhanya penuh sayang .

Hyunjoong memang di kenal sebagai seorang direktur yang bisa berbaur dengan seluruh karyawannya dengan santai , tidak heran jika ia sangat di senangi oleh seluruh karyawan di KIM GLOBAL itu , dan juga seorang direktur besar ini tidak sungkan menunjukan kemesraannya dengan Hyesun .. istrinya itu selalu datang ke kantor bersamanya bahkan saat mereka masih berstatus sebagai sepasang kekasih Hyunjoong tidak segan memberitahukan segala urusan tentang perusahaan pada Hyesun , karna ia mempercayai wanita itu 100% sejak awal .

“ gumawo Oppa , aku mencintaimu ” gumam Hyesun perlahan , menatap Hyunjoong dengan tatapan bahagia , sangat sangat bahagia .

-------------------------------------

“ Minho , besok malam kau datanglah ke pesta pengangkatan wakil direktur baru KIM GLOBAL , bawa serta Minyoung dan Dayoung bersamammu , Omma ada meeting di luar kota besok dan akan menginap di sana ” ucap Mrs.Lee Hyeyoung pada Minho yang menatapnya dingin tanpa ekspresi .

“ aku akan datang sendiri ”

“ bawa Minyong dan Dayoung ! tidak ada tapi-tapian! ”

Mrs.Lee terlihat geram menanggapi jawaban Minho , Lee Minho hanya diam masih dengan ekspresi dingin menaungi wajah tampannya itu .

“ untuk alasan apa ? bukankah kau yang di minta untuk datang ? ku rasa jika aku datang sendiri sudah cukup untuk mewakilkanmu ” sahut Minho tak acuh .

“ Lee Minho -- dengarkan Omma  , Omma hanya ingin kau bahagia dengan Minyoung dan Dayoung , mereka keluargamu ..tunjukkan pada semua orang bahwa kau punya kehidupan yang harmonis bukan seperti yang di beritakan media bahwa kau memiliki kehidupan rumah tangga yang rapuh ”

“ ingin aku bahagia ? apa maksudmu membahagiakan dirimu sendiri Direktur Lee yang terhormat ? aku bukan seorang actor yang harus berakting memiliki hidup yang bahagia dengan seseorang yang tidak di cintainya .. kebahagiaan yang kau maksud , aku tidak tau hal itu ” tukas pria itu dingin , tangannnya terkepal erat seakan bisa menghancurkan benda sekeras apapun hanya dengan sekali tinju .

“ apa maksudmu ? ahh .. apa kau sedang mengulang memori 8 tahun lalu ? saat kau memilih seseorang yang salah dalam hidupmu ? harusnya kau bersyukur karna aku sudah membebaskanmu sebelum kau menderita sekarang , wanita itu benar-benar tidak sederajat denganmu  ”

Mrs.Lee tersenyum mengejek ke arah putranya seakan apa yang di katakannya barusan benar adanya .

“ kau tidak mengenalnya ,Omma .. dia bukan wanita itu dia adalah orang yang sangat di cintai oleh putramu hingga detik ini , kau yang menghancurkan kebahagiaan putramu sendiri , kau tidak akan pernah paham apa itu cinta ..karna dari awal yang ada di pikiranmu hanya harta dan derajat yang tinggi , kau tidak akan pernah paham betapa pria yang berdiri di hadapanmu ini sangat mencintai wanita itu ”


END CHAPTER


hallo [arms] aku bikin ff lagi ,semoga suka ya , maaf kalau tidak memuaskan  [heh]

6
Short Fanfic / Three Man,One Love -- Part II (28 Feb 2013)
« on: January 13, 2013, 01:13:54 am »
“Three Man , One Woman ”

Cast :
Goo Hyesun
Lee Minho
Choi Daniel
Joowon
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Prolouge

Bisakah membagi cinta kepada 3 orang sekaligus ? ini bukan tentang membagi cinta pada anggota keluarga .. ini masalah membagi cinta pada 3 orang pria sekaligus , terdengar ‘ serakah’ dan juga mustahil ,bukan ? kau tidak mungkin memiliki 3 orang itu sekaligus dan dalam waktu yang bersamaan ~ bagaimana caranya memilih salah satu dari mereka tanpa menyakiti hati dua pria lainnya ? ~ perasaan , mungkin perasaanmu bisa menjawabnya .

PART 1

“ selamat pa… ” perkataan Hyesun terputus saat menatap pria dengan senyum manis sudah berdiri di depan pintu cafι milikmya

“ kenapa berhenti ? bukankah aku tetap seorang pelanggan ? ” protes pria itu , sembari melangkahkan kaki jenjangnya ke arah Hyesun .

“ ini pesananmu , Joowon-ssi ” Hyesun menyodorkan segelas Americano hangat ke arah pemuda bernama Joowon ,di hadapannya .

“ sepertinya , aku benar-benar special di cafι ini .. bahkan pemilik cafι-nya pun tau apa yang ku mau tanpa ku sebutkan , apa di kening-ku tertulis “ aku pecinta Americano” ,begitu ? ” kekehnya , di iringi suara tawanya yang terdengar  ‘ menyenangkan’ di telinga Hyesun .

“ sudahlah ,tidak usah basa-basi , seakan kau baru 1 kali datang ke cafι ini ,kau sudah datang selama 1 tahun tanpa absen ” tukas Hyesun .

Joowon tersenyum lebih lebar lagi sehingga kedua pipinya membulat seperti telur , ia menggandeng tangan Hyesun dengan leluasa ..

“ semuanya ~ aku pinjam bos kalian seperti biasa ya ! bekerjalah yang rajin supaya gaji kalian di naikkan ”

Para pelayan di cafι itu hanya tersenyum memandang bos mereka dengan seorang pria yang terlihat sangat sangat ‘jatuh cinta’ pada bos mereka , bukan pemandangan baru bagi mereka..

setiap hari , setiap paginya pria itu .. Joowon, selalu datang mengunjungi Hyesun dan sesibuk apapun seorang Joowon pemilik perusahaan ternama “ Moon Design Group” ..ia tidak pernah melewatkan sarapan dan makan siang bersama Hyesun setiap harinya ..karna baginya gadis itu penyemangatnya setiap hari .


----------------------


Daniel menatap gadis dengan baju kaos putih ,jeans hitam dan sneakers hitam yang duduk di bangku taman dengan headset yang terpasang di kuping ,dan novel di tangannya yang sedang di bacanya dengan penuh perhatian .

“ agashi ~ apa tempat ini kosong ? ” tanya Daniel pada Hyesun yang masih asik mendengarkan music melalui headsetnya ,seakan tidak menggubris kedatanganya .

“ OMO…. ” Hyesun terkejut bukan main saat daniel ,tiba-tiba memampangkan wajahnya tepat di depan wajah Hyesun dan hanya berjarak beberapa inci saja untuk wajah mereka saling bersentuhan .

“ haha ! miane ~ siapa suruh kau mengabaikan kedatanganku ”

Hyesun menekuk wajah kesal , ia melanjutkan membaca novel dan dengan sengaja menaikkan volume lagu di headsetnya ,sengaja tidak menghiraukan pria itu ..
, untuk beberapa menit mereka hanya saling diam,sibuk dengan kegiatan favorit masing-maisng , tanpa mengeluarkan sepatah katapun .. Daniel terus menatap Hyesun dengan seksama ..memperhatikan wajah gadis itu dari samping .

Daniel POV

Bulu mata lentik yang menaungi mata indahnya , hidung mungil itu , pipinya yang merona merah dan bibir itu … bibir yang terlihat mungil tapi menghasilkan senyuman yang lebar dan begitu mempesona , Tuhan ~ izinkan aku mengagumi gadis ini satu hari lagi ,walaupun aku selalu meminta hal yang sama setiap harinya .

END POV


“ Yya ! kau tidak merasa bersalah membuatku menunggu 30 menit di sini ? ” tukas Hyesun,menatap kesal ke arah Daniel yang juga sedang menatap ke arahnya .

“ miane ~ aku tau aku salah ” ucap Daniel halus tanpa berniat melepaskan pandangannya dari Hyesun sedetikpun .

“ dari mana saja kau ? kenapa terlambat sekali,eo ? ”

Daniel langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain “ emm , aku ada urusan tadi .. biasa lah orang tampan sepertiku selalu sibuk ” jawab Daniel dengan senyumnya yang membuat mata sipitnya semakin tidak terlihat , tapi Hyesun juga menyukai senyum itu ..membuatnya bahagia .

Hyesun hanya mengangguk , dia tau benar pria sibuk ,Choi Daniel adalah seorang model terkenal dan sering muncul di majalah papan atas sebagai cover ,tidak heran jika banyak yang menyukainya .

“ Goo Hyesun… ” panggil Daniel lembut dan kembali menatap Hyesun penuh kekaguman .

Hyesun menatapnya sambil tersenyum simpul “ mwo ? ”

“ kau tau ? kau  gadis paling cantik yang pernah ku temui dalam hidup-ku setelah Ibuku , dan …aku merasa aku harus melihat kecantikanmu setiap hari agar aku bisa tetap bernafas dengan baik ”


---------------------------------------


Bruk…

Hyesun bisa merasakan seseorang naik ke atas ranjangnya dan sedang berbaring di sebelahnya saat itu .

“ tidak ada kabar seharian , kau kemana saja ? ”

Pria yang berbaring di sebelahnya melingkarkan tangannya ke perut Hyesun dan menarik gadis itu mendekat ke arahnya.

“ aku lelah , sangat lelah ” hanya kalimat itu yang keluar dari bibir pria itu , sedetik kemudian Hyesun bisa merasakan bibir yang terasa dingin itu mengecup bahunya lembut .

“ kau bau asap rokok , kau pasti merokok lagi .. benar kan ? ”

Hyesun memutar tubuhnya menghadap pria itu dan…

“ LEE MINHO … a…ada apa dengan wa..wajahmu ? ” teriak Hyesun shock , ia langsung bangkit terduduk menatap shock ke arah pria itu .

Minho bermaksud menarik Hyesun untuk berbaring di sebelahnya lagi tapi Hyesun langsung menepis tangannya . “ apa yang terjadi ? ” tanyanya lagi menatap sedih ke wajah Minho yang sudah lebam di beberapa bagian , dan darah yang mengalir dari keningnya .

“ kita harus ke rumah sakit ” Hyesun bermaksud bangkit berdiri ,namun lagi-lagi Minho menariknya ke arahnya membuat Hyesun terbaring di sebelahnya .

“ aku baik-baik saja , hanya perkelahian kecil dengan teman kuliah ” jawabnya acuh .. ia kembali memeluk tubuh mungil Hyesun ,mendekapnya erat ..

“ sampai kapan kau mau seperti ini terus Minho-a ? berhentilah melakukan hal-hal yang membuatmu sakit ~ ” ucap Hyesun lembut , dan tanpa terasa air mata sudah menetes membasahi wajah cantiknya . “ kau tidak tau betapa khawatirnya aku ,setiap kau datang ke sini dengan wajah seperti itu ” tmbahnya ,dengan isak tangis yang mulai terdengar jelas .

“ ini tidak sakit di banding jika suatu saat nanti kau akan meninggalkanku dan tidak bisa menjadi penopangku seperti sekarang ”

Hyesun mengecup bibir Minho cepat “ Bocah bodoh ! kau akan mati jika seperti ini terus , dan aku akan meninggalkanmu jika kau selalu melakukan hal bodoh ini lagi ” ucapnya yang terdengar seperti ancaman .

“ baiklah , aku sangat takut ~ sekarang sembuhkanlah aku Noona ~ peluk aku sampai aku tertidur ” ucap Minho parau .

Hyesun menatap miris ke arah Minho yang sudah memejamkan matanya dan tertidur tanpa peduli wajahnya yang mungkin membuatnya merasa nyeri … dan pada akhirnya , Hyesun lah yang merawatnya dengan perlahan mengobati luka di wajah tampan yang terpahat sempurna itu .

“ bagiamana ini …bagiamana jika aku memang harus memilih salah satu di antara mereka suatu saat nanti ” gumam Hyesun perlahan sambil terus menatap wajah Minho yang sudah tertidur pulas di ranjangnya.


---------------------------------------------


Goo Hyesun POV

Hari ini aku benar-benar ingin bebas, tidak ingin bertemu dengan 3 pria itu , banyak hal yang sedang bermain di benakku .. memikirkannya saja membuatku sakit kepala , aku tidak sanggup memilih salah satu dari 3 orang itu, tidak ingin kehilangan perhatian dari satu orang pun , terdengar terlalu serakah kah ? tapi jujur aku menyayangi mereka , dan aku tidak sanggup jika harus memilih dan membuat salah satunya sakit lalu pergi meninggalkanku .

“ Hyesun-a , kenapa melamun ? ”

Aku melirik Kim Soeun ,sahabatku sudah mengambil tempat tepat di hadapanku .., setidaknya hari ini aku benar-benar harus memutuskan suatu hal dan aku perlu bantuannya .

“ aku benar-benar tidak bisa jika harus melakukan itu ,Kim Soeun ” ucapku to the point , Soeun tau masalahku , ia tau aku memiliki 3 orang pria dalam hidupku saat ini .. dan dia juga tau jelas bahwa aku tidak bisa memilih salah satu dari 3 orang itu .

“ Goo Hyesun … kau tidak dekat dengan 3 orang itu hanya seminggu atau 1 bulan kan ? kau sudah dekat dengan mereka selama 1 tahun , itu bukan waktu yang singkat untuk memutuskan mana yang terbaik ”

Aku menatap Soeun mencoba meresapi ucapannya , apa benar sudah setahun ? tapi aku merasa baru seminggu mengenal mereka dan itu sangat sebentar .

“ dengar .. pria juga butuh kepastian , cepat atau lambat mereka akan menanyakan hal itu padamu “ mau kah kau menjadi pendamping hidupku? ” , lalu kau akan menjawab apa ? apa kau akan menjawab “ maaf ,aku memiliki dua orang lain ,apa kau mau aku membagi cintaku? ” , begitu  ?

“ yya ! aku tidak sekejam itu ” bantahku , sedikit kesal juga mendengar omongannya yang sangat benar itu .

“ tapi , jika aku jadi kau ..tentu aku akan memilih Joowon-ssi , dia tampan ,kaya dan terlihat sangat perhatian padamu , ahh sempurna ”  ucap Soeun genit .

Joowon ? aku menyanyangi pria itu ..aku suka cara dia memperhatikanku dan membutuhkanku di saat yang bersamaan .. ya mungkin dia bisa di bilang sempurna sebagai seorang pendamping hidup ?

“ emmm , sebenarnya Daniel juga tidak terlalu buruk , dia tampan dan seorang model terkenal .. dan terlalu kentara bahwa dia jatuh cinta padamu dari ujung rambut hingga ujung kaki , dia cinta semua yang ada padamu ”

Aku terkekeh geli mendengar ucapan Soeun , Daniel ? dia sangat humoris selalu bisa membuatku tersenyum dalam situasi apapun , dan ya .. dia juga pastinya sempurna sebagai seorang pendamping hidup .

“ untuk pria bernama Minho itu , maaf saja …NO COMMENT ” tukas Soeun ,menakankan suaranya pada kalimat terakhir . “ yang pasti dia pria dingin dan lebih buruknya dia lebih muda darimu 3 tahun ,oh my God .. blacklist dia ” tambahnya dengan nada kesal .

“ kau hanya belum mengenalnya Soeun-a , dia memang dingin tapi terlihat rapuh di saat yang bersamaan ”

Minho ? aku memang tidak tau banyak tentang kehidupannya , dia datang setiap malam padaku .. tidur sambil memelukku tapi tidak bicara banyak , terkadang datang dengan wajah lebam dan bau alkohol menyengat dari tubuhnya  .. dan itu sangat membuatku khawatir dan bertanya setiap harinya apa yang terjadi padanya ? apa yang di lakukannya setiap hari ? dan apa yang membuatku tidak melarangnya untuk tidur di ranjangku setiap malamnya , ya walupun tanpa melakukan apapun tapi tetap saja itu bukan hal yang baik karna kami tidak meiliki komitmen apapun , aku hanya merasa dia membutuhkan dan yang terlebih aneh aku juga merasakan aku membutuhkannya,sangat membutuhkannya  untuk membuatku nyaman dan merasa terlindungi .

Tidak…tidak… aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka , aku masih membuthkan ketiganya saat ini dan mungkin sampai beberapa waktu ke depan ,entah sampai kapan .


END POV


Hyesun memindah-mindah channel TV dengan bosan , matanya melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam , setelah itu mata indah itu melirik ponselnya lalu melirik ke  arah pintu .

“ kenapa dia belum datang jam segini ? ” dengusnya kesal .

Ting…tong

Hyesun langsung bangkit dengan semangat dan berjalan kea rah pintu .. “ tumben menekan bel ” gumamnya .

Ceklek…

“ kenapa baru dat…. Joowon-ssi ? ”

Hyesun sedikit terkejut karna bukan Minho yang datang tapi Joowon .

“ SURPRISE… ” ucap Joowon sambil tersenyum , ia menyodorkan bunga mawar putih pada Hyesun . “ apa kau terkejut atas kedatanganku ? ”

“ kau .. tumben datang ke sini malam-malam ” Hyesun mengambil bunga di tangan Joowon dan mempersilhaknnya masuk .

“ kau menolak bertemu denganku pagi ini , jadi aku tidak bersemangat seharian ..dan sekarang aku butuh bertemu penyemangatku ” ucap Joowon ,dan dengan menyandarkan tubuhnya ke sofa ruang tamu .

“ dasar , harusnya kau menelpon sebelum kemari ”

“Bagaimana kalau Minho datang dan melihat Joowon ada di sini ?” pikirnya takut , salahnya juga tidak pernah memperkenalkan ke tiga pria itu ..

“ kenapa harus menelpon ? apa kau mau pergi keluar dengan seseorang ? ” tanya Joowon cepat .
“ dhe ? emm tidak kok hanya saja..hanya saja Soeun juga mau datang ke sini , iya Soeun mau kesini ” jawabnya gugup …

Joowon hanya menganggukkan kepalanya .

“ tunggu ,sebentar aku akan membuat minuman hangat untukmu ” ucap Hyesun lalu berlalu  ke dapur  ..

“ Hyesun tidak usah repot-repot , aku ,… emm aku hanya ingin bicara padamu , ada yang ingin ku katakan.. ”

Joowon menarik Hyesun dan mendudukan gadis itu di sofa sedangkan ia berlutut di hadapan Hyesun .

“ Joowon-ssi ,apa yang kau lakukan? ”

Hyesun melirik bingung saat Joowon menggenggam jemarinya dan menegluarkan sebuah kotak beludru kecil .

“ Goo Hyesun , kau adalah penyemangatku .. jujur aku tidak akan semangat melakukan apapun di kantor jika tidak melihatmu di pagi hari dan aku tidak bisa makan siang dengan lahap jika tidak bersamammu , kau segalanya bagiku saat ini … dan sekarang ,mulai detik ini juga maukah kau menjadi penyemangatku setiap harinya tanpa lelah , maukah kau selalu ada di sampingku dan menjadi pendamping hidupku selamanya ? ”

DEG … jantung Hyesun terasa berhenti untuk beberapa saat , iya belum siap mendengar kalimat itu , ia belum siap untuk membahagiakan atau menyakiti siapapun saat ini , ia benar-benar tidak bisa memilih , ia tidak siap mengatakan iya atau tidak saat ini .

BRUKKKK…

Suara pintu di tutup dengan kasar sukses membuat Hyesun dan Joowon menoleh ke asal suara dan di sana sudah berdiri seorang Lee Minho dengan wajah yang ekspresinya tidak bisa di gambarkan .

“ MINHO-a…. ”

Sontak Hyesun berdiri sehingga genggaman Joowon terlepas dari tangannya .

Minho tersenyum sinis “ maaf ,aku mengganggu acara kalian , silahkan lanjutkan acara romantisnya ”

Setelah mengucapkan kalimat itu Minho pergi dan kembali menutup pintu dengan kasar , ia tidak peduli pandangan Joowon yang terlihat geram menatap ke arahnya .

“ Hyesun-ssi … siapa dia ? ”

Hyesun tidak menggubris ucapan Joowon , ia langsung berlari keluar rumah , dan benar saja pria jangkung itu masih berjalan gontai dan belum terlalu jauh .

BUKKK…

Minho bisa merasakan seseorang memeluk tubuhnya dari belakang .

“ lepaskan , dan kembali pada pria tadi ” ucap Minho dingin … Hyesun tidak bergeming ,ia mengeratkan pelukannya .

“ aku tidak ingin menyakiti siapapun saat ini , jangan pergi dariku ”

Minho tersentak “ apa maksudmu dengan jangan pergi  ? kau ingin aku tetap bersamamu padahal kau sudah mempunyai seseorang …ah ahni , sepertinya dua orang lain dalam hidupmu ? ” nada suara Minho berubah dingin .

Minho menatap tajam pada Joowon dan Daniel yang baru saja tiba beberapa menit lalu dengan sekotak coklat di tangannya .

“ Goo Hyesun apa yang terjadi ? ”

Suara parau Daniel memasuki pendengaran Hyesun , “ Da…Daniel ?? ” ucapnya terkejut .

Goo Hyesun POV

“ Da…Daniel ? ”

 bagaimana mungkin ? bagimana mungkin mereka bertiga bisa muncul di saat yang bersamaan , Oh Tuhan …

“ apa yang terjadi di sini , siapa mereka ? ” Daniel menatap bingung ke arah Joowon dan Minho bergantian dengan tatapan tidak suka .

Aku terdiam tidak tau harus menjawab apa , apa yang harus ku katakana … Tuhan , sungguh ini terlalu tiba-tiba , aku tidak bisa menghadapi mereka bertiga sekaligus .

“ Hyesun-a , kau baik-baik saja ? ” ucap Joowon lembut padaku .

Perasaan apa ini ? kenapa aku menjadi sangat bersalah pada mereka ,  kenapa aku merasa seperti seorang wanita yang kedapatan berselingkuh dengan 3 pria sekaligus .

“ lebih baik , kita bicarakan di rumah saja ..aku akan memperkenalkan kalian satu per satu ”

Joowon dan Daniel menyetujui dan mulai kembali ke rumah ,sementara Minho ia tetap diam menatapku tajam …ia terlihat tidak baik-baik saja saat ini .

“ apa aku bagimu ? ” tanyanya dingin .

“ bukankah harusnya aku yang menayakan hal itu ? ” sahutku tidak kalah dingin .

“ kau tau aku , kau tidak perlu jawaban atas pertanyaan itu ”

“ ahni … aku tidak tau tentangmu sedikitpun , yang ku tau , kau hanyalah seorang pria dingin yang gemar berkelahi dan minum-minum ” jawabku , aku tau aku menyakitinya sekarang tapi aku juga butuh kepastian darinya saat ini .

“ baiklah ~ aku memang tidak bisa di bandingkan dengan kedua pria berkemeja tadi , aku hanya seorang mahasiswa yang gemar berkelahi dan mabuk-mabukan , seharusnya …seharusnya dari awal aku tau , kau tidak akan pernah bisa ku gapai …dan ,aku tidak pantas untuk wanita yang berkelas sepertimu ,selamat tinggal ”

Sekuat tenaga aku menahan air mataku agar tidak menetes mendengar ucapannya , untuk pertama kalinya dia ,Lee Minho mengucapkan kalimat sepanjang itu tapi kenapa harus sebuah kalimat perpisahan , kenapa ?  
.
END PART
[/b][/color]


P.S: sorry ya kalau kurang memuaskan , baru pertama kali bikin ff di sini ,happy reading ^^

Pages: [1]