Modify Profile

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - anggi p putri

Pages: [1] 2
1
Regular Fanfic / Re: BitterSweet -- Chapter one (24 Jan 2013)
« on: January 26, 2013, 09:48:30 pm »
Wah chukaee ff baru nya \(^▽^)/ . Suka sama penulisan dan penyampaiannya , walau sedikit sebel karena peyek jd istrinya mh tp ggplah hehe .. Apakah wanita yg min ho cintai 8 tahun lalu adalah hye sun ??
Kayaknya hyun joong dan hye sun saling cinta deh , kasihan kan harus dipisahkan (⌣̩_⌣̩)  lanjuutt lagi dongg (‾ʃƪ‾) (˘̩ʃƪ˘̩) (>ʃƪ<)"

2
akhirnyaaaa  [angry] [angry] [angry] setelah sekian lama FF ini update juga .. aku sih blm baca tapi mau koment dulu ah  [hmpfh] [hmpfh] tapi sebelumnya makasih karena udah update  [lovestruck] [lovestruck] .. karena belum baca jadi ga tau jalan ceritanya .. hemm cuma mau bilang lanjut chp berikutnya . berharap hye young cpt hamil *eh  [hmpfh] [hmpfh]

anggi cptin dbaca deh...masa blm baca dh ngasih koment duluan [hammer] [hmpfh]

ntar si Hee Young bakaln tekdungtralala jg...tenang aja [AddEmoticons04258]

cepet baca trus kasih koment yg bagus ya [goodgrief] (ngancam critanya [hmff])

udah bacaaaaaaa  [clap] [clap] [clap] [clap] aduh dikittttt abis nih scane sweet nyaa  [hammer3] [hammer3] .. pengen yg hootsssss beuuudtsss  [hmpfh] [hmpfh] oke lah kalo gitu di tunggu tek dung lala lalanya   [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing]

makasih udah update , jangan lama2 lagi yaa chp selanjutnyaa  gunsmilie

anggi...gumawo dh baca n koment ya [hug]

apa???sweet scene-nya dikit??? [hammer]...tp emang bener sih [hmpfh]

anggi tunggu aja deh next chap-nya...yg sabar ya [biggrin] [AddEmoticons04257]


hehehehe  okeoke ^^

tapi jangan lama lama yaa .. semoga ga ada konflik berat  [bored]

3
akhirnyaaaa  [angry] [angry] [angry] setelah sekian lama FF ini update juga .. aku sih blm baca tapi mau koment dulu ah  [hmpfh] [hmpfh] tapi sebelumnya makasih karena udah update  [lovestruck] [lovestruck] .. karena belum baca jadi ga tau jalan ceritanya .. hemm cuma mau bilang lanjut chp berikutnya . berharap hye young cpt hamil *eh  [hmpfh] [hmpfh]

anggi cptin dbaca deh...masa blm baca dh ngasih koment duluan [hammer] [hmpfh]

ntar si Hee Young bakaln tekdungtralala jg...tenang aja [AddEmoticons04258]

cepet baca trus kasih koment yg bagus ya [goodgrief] (ngancam critanya [hmff])

udah bacaaaaaaa  [clap] [clap] [clap] [clap] aduh dikittttt abis nih scane sweet nyaa  [hammer3] [hammer3] .. pengen yg hootsssss beuuudtsss  [hmpfh] [hmpfh] oke lah kalo gitu di tunggu tek dung lala lalanya   [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing]

makasih udah update , jangan lama2 lagi yaa chp selanjutnyaa  gunsmilie

4
akhirnyaaaa  [angry] [angry] [angry] setelah sekian lama FF ini update juga .. aku sih blm baca tapi mau koment dulu ah  [hmpfh] [hmpfh] tapi sebelumnya makasih karena udah update  [lovestruck] [lovestruck] .. karena belum baca jadi ga tau jalan ceritanya .. hemm cuma mau bilang lanjut chp berikutnya . berharap hye young cpt hamil *eh  [hmpfh] [hmpfh]

5
Chapter 2

Sejak kejadian menakutkan yang dilakukan Davi pada segerombolan cewek tambeng suasana kelas tidak seramai dulu lagi. Hanya ada beberapa siswi yang memang berkulit badak yang masih mau mendekat. Seperti Merry dan hyejin, meskipun telah di bentak dan dimarah-marah oleh Davi didepan umum mereka sama sekali tidak jerah juga. Mereka malah menganggap kekesalan Davi kemarin merupakan suatau hal baik karena setidak nya telah terjalin komunikasi antara mereka dan Davi. Oh God!!

Hari ini ada jam kosong 2 jam lagi. Maka  Fairish membawa kue kesayangannya "cup cake" bejumlah 4 buah, sarta sebotol air mineral. Diletakannya kue itu diatas meja dan disusul oleh dibukanya Novel Fiksi berjudul 'Tango' yang ceritanya amat sangat bagus sehingga ia tidak sabar menyelesaikannya. Tapi kesibukannya langsung terhenti saat menyadari Davi sedang memperhatikan kotak kue miliknya.

"Ngeng.. Ini buat aku sendiri kok.." Kata Irish gugup. Ia takut kejadian yang menimpa Merry juga akan menghampirinya.

Davi jadi menahan tawa apalagi saat dilihatnya Irish benar-benar memakan cup cake miliknya sendirian, tanpa mau membagi ke Davi.

******

Lama-kemalamaan Irish bosen juga duduk dengan Davi. Selain sikapnya yang dingin tatapan Davi yang seolah akan siap menelan atau mencekiknya kapan saja membuat Irish jadi was-was.

Karena sudah putus asa. Iris bercerita ke sahabat terbaiknya.

"kenapa kau tidak bilang baik-baik saja ?"
Usul Emma menasehati.

"Baik-baik bagimana? Kau itu tidak tahu seberapa anehnya Davi.." Jawab Irish putus asa.

"Atau tidak kau bilang saja kalau kursi yang dia duduki itu punya orang.. Ya meskipun WunBin tidak masuk-masuk tapi kan itu tetap jadi kursinya."

Iris tercengang , ia sampai melupakan kehadiran WunBin, teman sebangkunya yang kini tengah di rawat karena mengalami patah kaki kiri akibat kecelakaan 3 minggu yang lalu .

"Kau benar.." Irish menepuk pundak sahabatnya dan memeluknya singkat. Kemudian ia berlalu dari koridor panjang itu menuju kekelasnya yang berada di belakang.

*****

"Dav .. Aku mau bicara ." Kata Irish pelan, takut dan was-was.

Mata Davi menyipit. "Apa?" Tanyanya bingung.

Irish diam, dengan ragu ia menjawab pertanyaan Davi "Ng .. Ng , Sorry Dav. Bukan maksud aku mau ngusir kamu.. Tapi , tapi aku cuma mau kasih tau kalo kursi yang kamu duduki itu punya orang. Namanya WunBin .. Ya meskipun dia gak masuk-masuk tapi tetep tuh kursi milik dia."

"Sekarang dia kemana?" Davi bertanya lagi.

"Lagi opname di Rumah sakit Seoul." Jawab Irish gugup.

Davi mengangguk pelan kemudian berdiri dan jalan keluar tanpa berkata apa-apa. Melihat reaksi Davi , Irish jadi ngeri. Ia takut salah bicara tadi. Oleh karena itu Irish mengejar Davi keluar.

"Sorry Dav .. Bukan maksud aku mau mengusir .. Yausudah lah aku aja yang pindah .. Nanti aku bilang ke WunBin kalo kursinya di tempati anak baru.". Irish menyerah putus asa. Akhirnya ia yang harus pergi. Bukan Davi.

"Hemm .. Kapan kau mau membesuk WunBin?" Tanya Davi. Lagi!

"Ah?... Mungkin lusa"

Davi mengangguk dan kembali pergi!. Membuat Irish diam ditempat memandang punggu cowok itu putus asa. Sekarang ia harus mencari tempat duduk baru. Sedangkan tempat yang tersisa hanya tinggal 4 kursi.

Yang pertama kursi milik Swan Kim, siswa laki-laki yang bercita-cita menjadi penyanyi roker dan telah melatih suara ngeroknya mulai dini tak tau tempat tak tau waktu. Yang kedua kursi milik jejeong yang anaknya anehh luar biasa, gimana gak aneh kalo tiba-tiba marah gak jelas dan melotot kesana kemari tanpa ada masalah sebelumnya.

Ketiga kursi milik Ailee, aduh bisa gawat kalau dia duduk disana. Cewek itu emang cantik pintar lagi .. Tapi waduh bau ketiaknya itu lohh kayak bau parfum dari india. Dan terakhir kursi milik Minyoung yang satu sekolah sudah tau kalo tuh cewek ada gangguan jiwa!!! Gila kan .. Ya meskipun gila tapi Irish harus tetap memilih salah satu kursi yang harus ditempati.

**********

Tiba waktunya Irish mau membesuk WunBin. Ia baru selesai mandi dan bersiap-siap ganti baju namun suara kalson dari depan rumah mengurungkan niatnya.

Saat dilihatnya ternyata Davi telah berdiri didepan pagar dengan bersandar di mobil toyota yaris silver miliknya. Irish tercengang melihat cowok itu dengan santai tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.

"Jadikan mau besuk WunBin?." Tanya Davi tanpa basa-basi.

Irish mengangguk. "Ia.. Ini aku mau ganti baju."

"Kalau begitu cepetan .."

Irish mengerutkan dahinya, tak mengerti arah pembicaraan Davi barusan.

"huu.. Aku mau ikut membesuk WunBin Ris .. Kita sama-sama aja perginya." Davi yang melihat ekspresi tak percaya Irish jadi geli.

"Ah .. Gak usah kok Davi . Gak usah repot-repot. Nanti aku aja yang bilang ke WunBin kalo kursinya ditempati murid baru." Tolak irish halus.

"Gwanchana.. Kan cuma WunBin teman sekelas yang belum aku kenal."

Irish pasrah. Setelah Davi menunggu 20 menit sambil berbicara dengan eommanya. Irish mengganti baju dan ikut mobil Davi.

Hingga disinilah ia sekarang. Duduk diam di kursi kanan disamping Davi yang tengah sibuk menyupir.

"Habis ini belok kanan Dav.." Ucap Irish pelan.

"Aku sudah besuk WunBin tadi dengan kyuhkyun.. Kami cukup lama bicara dan dia bilang tidak apa-apa kalau aku mau duduk disana." Jawab Davi enteng

"Apa ?" Iris terperanagah.

Davi diam , dia mencari tempat yang aman untuk memarkirkan mobilnya dan sampailah mereka di trotoar yang terlindungi beberapa pohon besar yang rimbum.

"Ris .." Davi berkata pelan.

Irish menolah namun tak berani menyahut ataupun balik bertanya. Ekspresi pemuda itu sangat kuyu. Mata yang biasanya tajam seperti elang kini terpancar sinar kesedihan yang amat dalam.

"Dulu aku pernah punya pacar.." Kata Davi tiba-tiba , irish makin bingung. Ia tidak bertanya sebelumnya namun kenapa Davi mengatakannya.  Sedangkan ia sama sekali tidak perduli akan hal itu. "Dan aku suka kebut-kebutan" lanjut Davi.

Irish masih diam , tidak menjawab atau menyahut dia hanya mendengarkan

"Dia suka dengan gunung.. Dan aku bawa di kesana." Davi terdiam. Ia memejamkan matanya dan bersandar di sofa mobil.

"Terus .. Dia suka?" Tanya Irish pelan. Sedikit gugup dan bingung.

"Aku tidak tau" Davi menggeleng kecil. Matanya terpejam rapat.

"Kenapa? Kalian putus?" Irish makin tak mengerti.

"Bukan.." Suara Davi semakin lirih. "Bukan putus .. Dia.. Dia meninggal"

Iris terperangah "mwo?!"

Davi tak langsung menjawab. Ia malah memalingkan wajahnya kearah lain. Begitu ia buka mulut suaranya benar-benar terdengar serak.

"Kami pergi kepuncak gunung .. Kami naik motor dan saat itu aku ngebut. Aku sangat gila kebut-kebutan dan Meillany tau itu. 'Ayo kita lawan angin' itu katanya. Karena itu aku lupa diri. Motor ku gas gila-gilaan. Kami tertawa keras sambil mengibar-kibarkan shal miliknya tinggi-tinggi.. Tapi.. Tapi aku lengah. Aku." Suara Davi semakin serak "kami menerjang pagar pengaman dan dia .. Dia terlempar Ris, .. Hampir 100 meter. Dia .. Dia koma dan meninggal .. Aku .. Aku membunuhnya ditempat yang paling dia suka."

Irish terperangah tak percaya , apalagi saat dilihatnya air mata Davi jatuh menetes di pipi cowok itu. Tak ada isak atau suara sekecil apa  pun. Hanya tetes-tetes air yang keluar dari mata seorang pria. Mahkluk yang paling kuat, yang paling pantang menangis .. Kecuali beban yang ia rasakan sudah benar-benar berat.

Ragu Irish menyentuh pundak cowok disampingnya. "Dav .. Kau tidak boleh begini. Ini sudah takdir. Meillany memang sudah ditakdirkan meninggal hari itu .. Dan kau hanya pelantara."

"Tapi kalau hari itu .. Dia tidak aku ajak ke gunung . Dia .. Dia tidak mungkin meninggal.. Bukan takdir yang salah tapi aku!!"

Irish bingung dan takut. Mendadak Davi jadi galak. Ia membentak Irish kuat-kuat padahal cewek itu tidak terlibat didalam masalahnya.

"Dav denger ya." Irish berusaha sabar "kau tidak boleh seperti ini, kau itu tidak salah .. Kau juga tidak mau Meillany meninggal. Itu kecelakaan Dav.."

"Tidak salah bagaimana?!! Aku yg salah!! Aku!!" Teriak Davi keras-keras.

"Iya. Iya kau yang salah. Udah tau di gunung . Eh malah kebut-kebutan. " Irish pun nyerah. Lebih baik ia ikut menyalahkan cowok ini daripada dia kena luapan emosi Davi.

Davi menutup wajah dengan kedua tangan. Nafasnya naik turun. Gejolak di hatinya sedang meningkat.

"Dav umur Meillany emang cuma sampe ditu.. Dia udah ditakdirkan meninggal hari itu . Dan kau sebagai pelataranya."

"Tapi" ucap Davi lirih.

"Dav .." Irish langsung memotong perkataan Davi berikutnya.

"Kalau kau terus seperti ini aku juga bisa mati.." Ucap Irish pelan.

Davi tersadar , ia membuka mata dan dilihatnya Irish sudah berada disudut sofa dan pintu mobil. Badannya yang kecil jadi terlihat semakin kecil.

"Oh.. Sorry Ris , miane , jeongmal miane." Ucap Davi sambil langsung memeluk Irish mendadak. Irish yang kaget jadi semakin kaget saat tangan Davi melinggkar di tengkuknya.

"Gwanchana.. Gwanchana.." Irish mundur dan melepaskan pelukan Davi. "Aku tidak apa-apa kok. Lagi pula tidak ada orang yang mati karena di bentak." Ucapnya was-was takut mendapat pelukan mendadak lagi.

Davi tersenyum "makasih Ris .. Tapi tolong jangan beri tahu siapapun tentang kejadian ini .. Aku mohon, ak tidak mau cewek-cewek seperti Merry , yejin dan lain-lain malah semakin nekat .. Lagian untuk saat ini aku sedang tidak tertarik untuk dekat-dekat dengan cewek lain"

Irish mengangguk "Ne" ucapnya "Jadi siapa yang harus pindah?" Tanya Irish pelan.

"Pindah? Maksudnya?"

Irish diam dan mulai gugup lagi "hemm .. Bukan maksud aku mau mengusir mu dav .. Tapi lebih baik kau saja yang pindah tempat duduk soalnya nanti tidak enak sama anak-anak yang lain kalau aku yang pindah"

"Memangnya kenapa harus pindah tempat duduk sih Ris ?" Tanya Davi tak mengerti.

"Loh bukannya tadi kau bilang tidak mau dekat-dekat dengan cewek .. Apa wajah aku mirip sama shinDong yaa?"

Davi kontan ketawa dan Irish terus memperhatikannya heran.

"Hehe .. Kau datangkan ke pesta ulang tahu Merry nanti ?" Tanya Davi mendadak.

"Tidak tahu.."

"Datang yuk.. Nanti aku jemput" kata Davi lagi.

Irish terperangan dan tak mampu menjawab.

"Rish .. Aku boleh minta tolong tidak?" Tanya Davi.

"Minta tolong apa?.."

"Jadi pacar aku ya ?? .. Please cuma pura-pura kok.." Jawab Davi. Cowok itu memegang tangan Irish lembut.

"Tapi.."

"Rish.. Aku mohon , aku udah muak sama segerombolan cewek yang nekatnya minta ampun.. Aku kesel , marah .. Kau seandainya mereka tau aku dan kamu jadian pasti mereka bakal nyerah dan tidak akan berprilaku aneh lagi."

Irish diam .. Jauh dilubuk hatinya menjerit lelaki ini memintanya menjadi kekasihnya hanya sebatas 'sandiwara' ..

"Tapi Dav .. Bagaimana kalau mereka kira kita bener-bener pacaran.."

"Itu malah bagus.." Sahut Davi semangat. "Rish aku mohon.. Cuma kamu satu-satunya teman yang bisa aku percaya .. Aku cuma butuh pertolongan mu .."

"Tapi Dav .. Akibatnya bagaimana?" Irish semakin resah.

"Kau punya pacar?" Kini giliran Davi yang terperangah "atau punya cowok yang kau suka?" Tananya lagi.

Irish langsung menggeleng dan Davi menghembuskan nafas lega.

"Ris .. Kalau suatu saat nanti ada cowok yang kau suka tidak masalah kok. Kau boleh pergi."

Davi menatap Irish lurus.

"Aku tidak bisa jawab sekarang Dav .."

Davi mengangguk "ya .. Tidak apa-apa." Ujar Davi pelan.

*************

Keesokan harinya Irish sekolah seperti biasa dan anak-anak kelas masih sama sibuknya menunggu kedatangan Davi. Mereka juga sibuk membicarakan persiapan ulang tahun Merry.

Ada yang mengatakan akan tampil semaksimal mungkin agar bisa menarik perhatian cowok itu. Tapi bagi siswi yang berada di kelas bawah malah mengatakan mereka akan tampil apa adanya karena mereka yakin bahwa Davi buka tipe cowok matrek.

"Pagi Rish.." Ucap Davi santai, tanpa ekspresi.

"Pagi" jawab Irish cuek seperti biasa. Ia tidak ingin bersikap berlebihan hanya karena kejadian kemarin. Ia takut Davi malah akan menganggapnya cari muka.

"Apa kabar Rish?." Tanya Davi mendadak. Biasanya sih cowok itu tidak pernah memperdulikan kabar Irish sebelumnya.

Irish menoleh dan mengerutkan alis singkat "baik" jawabnya sambil langsung kembali membaca buku didepannya.

Davi tersenyum. Ia terus memperhatikan wajah Irish. Ternyata dia memang tidak salah pilih teman sebangku dan juga teman untuk dimintai pertolongan. Irish masih tetap sama. Cuek dan biasa, tanpa perubahan. Davi memilih Irish karena hanya sepasang mata cewek inilah yg langsung menolakya di pandangan pertama mereka dan ia yakin tidak akan jatuh cinta pada gadis ini.

Hari ini Davi jadi gelisan sendiri. Berulang kali ia memutar-mutar tempat duduk dan mengetuk-ngetuk meja dengan pena. Mungkin hanya Irish yang tahu hal itu karena ia juga merasakan kecemasan yang sama seperti Davi.

Bel sekolah berbunyi seluruh siswa langsung keluar dari kelas dan mengerumuni lapangan bersiap-siap pulang kermuah. Irish melirik Davi sesaat kemudian ia pun keluar tanpa bicara apa-pun. Davi meliriknya kemudian ia menghembuskan nafas.

"Irish .." Teriak Davi dari salam mobil sambil.

Irish menoleh dan dilihatnya mobel toyota silver milik Davi berhenti tepat disebelahnya.

"Ayo naik." Ajak Davi.

Irish sudah tau apa yang ingin Davi bicarakan. Tanpa menolak ia berjalan ke sebelah kanan dan membuka pintu serta duduk manis didalam mobil.

Mobil berjalan lurus tanpa ada seorangpun yang mau bicara. Davi seperti bungkam tak bersuara. Sementara Irish hanya menunggu.

"Rish .. Bagaimana ? Apa sudah kau pikirkan ? .." Tanya Davi akhirnya.

Irish hanya mengangguk tanpa bersuara.

"Terus kamu mau tidak jadi pacar pura-pura aku ?"

Irish menoleh dan tersenyum "apa boleh jawab tidak mau."

Davi tertawa pelan "sayangnya hanya ada dua jawaban . Ia atau mau"

Irish mencibir "itulah masalahnya."

"Jadi bagaimana ?" Tanya Davi ragu . "Ris please .. Aku cuma butuh bantuan mu"

Irish mendesah pelan kemudian mengangguk "ne" jawabnya.

Davi tersenyum dan hendak memeluk Irish namun cewek itu langsung menghindar cepat.

"Hehe.. Sorry Rish."

Irish kembali mengangguk dan tersenyum. "Ne , gwanchana .. Oh ya Dav .. Bagaimana kalau mereka minta keterangan tetang hubungan kita."

"Nah itu dia Rish .. Sekali lagi aku minta bantuan mu."

"Emang berapa banyak sih mau minta tolong.. Soalnya jatah pertolongan aku terbatas nih."

Davi tertawa pelan. Ia sudah yakin bahwa ia tidak akan bisa berpura-pura bersikap cuek atau ganas didepan si mungil ini.

"Cuma dua kok .. Hehe" jawab Davi "nanti seandainya mereka bertanya .. Kau buat saja cerita semeyakinkan mungkin. Terserah kau mau bilang aku yang tergila-gila atau apalah, yang penting mereka bisa yakin kalo kita pacaran."

Irish mengangguk lagi.

"Yaudah Ris. Kalo kau sudah setuju. Besok jam 7 malam aku jemput. Kita sama-sama ke rumah Merry"

***********

TBC

6
Regular Fanfic / Re: from Seoul to ... Perth II #SPOILER# 30 Oct' 11
« on: December 30, 2012, 09:36:18 am »
Mam katanya tinggal 1 chap lagi ?? Kenapa ga di update ² ?? (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ƪ) Щ(ºДºщ) kangen Daze !!!

7
Spoiler ??? Kenapa gak langsung update aja (¬_ ¬ ”) . Aku udah nunggu ni FF lama banget tp ga update ². ?? Jangan lama ² yaa . Udah kangen nih sama couple yg selalu romantis ♥

8
Short Fanfic / Re: Kericuhan Membawa Berkah ---Part 2--- 6 Agustus 2012
« on: December 30, 2012, 09:30:08 am »
Baru baca malem ini tapi udah ketagihan .. Min ho dan hye sun sama ² lucu.. Egois tp konyol (˘▿˘ʃƪ)  hemm gak sabar pengen liat mereka adegan ranjang ups .

Oh iya saran ni yahh .. Besok ² kalo nulis FF yang panjang biar ga nanggung bacanya. #PLAK

9
hehe makasih udah komen semuanya   [lovestruck] aduh CM jadi cerah membahana kayak gini yaa  [bav] [bav]

10
Regular Fanfic / Re: From Lie Becomes the Truth 'CAST'
« on: December 28, 2012, 12:05:59 am »
Chapter One .

 

"Perkenalkan nama saya Divideo Goo .. Kalian bisa memanggil saya David atau. Davi saja .." Ucapnya dingin tanpa senyum ataupun ekspresi lain.

Berbagai mata menatap kearah lelaki itu yang kini tengah berdiri tegap disamping ibu yoon , guru matematika sekaligus wali kelas XII-Ipa 2. Wajah anak permempuan sudah semeringah bahagia saat melihak sosok jangkung dengan wajah bak malaikat berdiri disana sedangkan para pria hanya menatap tanpa ekspresi.

"Oke davi .. Kalau begitu kamu bisa memilih tempat duduk mu .." Seru ibu yoon datar.

Davi mengangguk hormat dan melirik beberapa bangku kosong didepannya. Dilihatnnya beberapa anak perempuan sibuk menatapnya lekat-lekat sambil memberikan senyum termanis yang justru membuatnya muak. Ada juga beberapa anak yg mengusir teman sebangkunya agar Davi memilih duduk disampingnya.

Davi semakin bosan dengan pemandangan itu. Lalu ia menangkap sosok gadis mungil yang duduk di barisan ujung sebelah kanan deratan no 2 dari belakang yang dari awal ia masuk terlihat sama sekali tidak tertarik dengan kedatangannya. Hanya mata gadis itu yang satu-satunya yang menolak memperhatikan Davi dia terlihat sama sekali tidak tertarik.


***************

 Irish, yaa .. Gadis yang bernama lengkap Fairish Kim itu tengah asik mencoret-coret kertas buram miliknya sambil sesekali melirik teman-temannya yang tengah melemparkan gurauan tentang pria yang baru saja memperkenal kan dirinya tadi. Namun tiba-tiba ia melihat sosok jangkung yg seharusnya masih berdiri didepan kelas kini telah ada disampingnya sambil menatapnya serius.

"Boleh aku duduk di sini?" Tanya pria itu datar. Irish yang masih terperangah karena ketidak percayaannya kini malah dibuat semakin terkejut saat pria itu langsung duduk tanpa mendegar persetujuan dari irish . . Kemudian gadis itu melirik kearah Bum yang katanya mau pindah tempat duduk kesampingnya karena tidak tahan dengan ocehan hyuna tentang kucing kesayangannya yang baru saja mati kedinginan di teras rumah.

"Ta..tapi , Bum .. Bum bilang dia mau duduk disini .." Tolak irih sehalus mungkin.

"Hemm , tidak ada masalah. Aku tidak keberatan kalau harus duduk bertiga" jawab Davi acuh tak acuh.

Irish mengaung dalam hati 'Nih cowok ganteng-ganteng bloon' pikirnya. Kemudian ia menyerah dan membiarkan Davi duduk manis disampingnya dengan diiringi tatapan iri gadis di seluruh kelasnya.

 

*************

 

Keesokan harinya Irish bangun dari tidur tepat pukul 5.30 , lima belas menit sebelum jam bekernya berbunyi. Dengan sigap ia lari terbirit-birit kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Dan saat ia kembali kekamar jam bekernya berbunyi.

"Hahaha telat !" Ejeknya pada jam beker. Sejak semalam iris memang sudah susah tidur gara-gara memikirkan kejadian ajaib di sekolah. Anak sekeren Davi memilih duduk di sampingnya 'omo'.. Karena itulah mulai hari ini ia berjanji akan datang pagi-pagi kesekolah biar bisa lama-lama berduaan dengan Davi.

Sambil terus berhayal , Fairish mengambil beberapa buku yang terletak di atas tempat tidur dan langsung turun dari sana. Adiknya Viorish yang tidur satu kamar dengannya sontak terbangun dan turun dari ranjang saat melihat sang kakak terburu-buru.

"Jam berapanih ?" Tanyannya panik sambil merapikan buku pelajarannya.

"Jam enam." Jawab Fairish santai.

Sontak adiknya Orish langsung menghentikan kesibukannya dan menatap sang kakak bingung . "Ah?! Kenapa udah buru-buru seperti itu?"
Fairish tidak menjawab. Ia malah sibuk menyemprotkan parfum keseluruh tubuh.

"Ihh pasti eonni mau buat contekan buat ulangan jam pelajaran pertama yaa."

Fairish menoleh "ih sok tau" jawabnya ketus dan langsung keluar dari kamar tersebut meninggalkan sang adik yang geleng-geleng ditempat.
 

***********


Fairish sempat terkejut saat melihat halaman SHINWA yang masih sepi. Ia sempat mengira kalau dialah orang pertama yang akan datang disekolah sebesar itu. Tapi pemikiraannya itu langsung ia kubur setelah melihat seluruh anak cewek di kelasnnya telah lengkap!. Anak cowok sih masih kosong , tapi yang cewek ? Woww udah ramai.

Penampilan mereka juga udah berbeda 180 drajat. Ada yang kemarin rambutnya lurus hari ini malah berambut kriting. Yang kemarin kriting sekarang malah jadi lurus. Sohyun yang tingginya cuma beda 2 cm dari Fairish kini terlihat lebih menjulang. Selidik demi selidik ternyata sepatunya ada haknya . Tidak hanya itu Merry dan Emma , dua siswi konglomerat disekolah itu ternyata memakai eyelshadow .. Tapi karena takut ketahuan guru, mereka menutupinya dengan poni.

Sekarang hanya Fairish lah yang masih tetap sama, tidak ada perubahan sama sekali. Tetap mungil, putih, dengan bedak bayi yang menutupi wajahnya serta harum parfum yang lembut seperti kemarin-kemarin.

Wuyoung dan heacul yang datang bersamaan langsung terkaget-kaget saat melihat kelas yang biasa mereka tempati kini menjadi ajang kecantikan. Semuruh cewek dikelas itu berubah drastis kecuali Fairish tentunya.

"Wow , bau apanih ?" Tanya heacul begitu mendekati Eun so yang hari ini memang menggunakan parfum beralkohol yang menyengat hidung.

"Ih mer.. Apatuh yg di mata kamau , kok kelap-kelip?" Tanya sungmin begitu menyadari ada sesuatu di mata merry.

"diem!" Hardik merry sadis.

Davi sudah datang 10 menit setelah kedatangan Fairish, sama seperti yg lain dia pun ikut terkejut atas perubahan kelas ini. Kegilaan gadis-gadis itu tidak cuma itu saja, dari pagi mereka telah duduk di kursi-kursi sekitar Davi. Merry dan Seoyoung duduk berhimpit-himpitan di kursi milik Fairish yang menyebabkan gadis itu terpaksa ngungsi ke kursi milik Joon yang sedang mondar-mandir didalam kelas.

*****************

Sejak hari itu Fairish tidak lagi datang pegi kesekolah, toh meskipun ia capek-capek datang sepagi mungkin tapi tetep aja kelas sudah ramai oleh cewek-cewek centik yang duduk di kursi miliknya ataupun di dekatnya dan mereka semua tidak akan pergi meskipun diusir. Kecuali bel masuk telah berbunyi mereka pasti segera meninggalkan tempat itu dengan wajah kecewa.

Setelah 4 hari kedatangan Davi kesekolah, cowok itu hanya bicara dengan Fairish 1 kali. Yaa hanya satu kali.

"Nama kamu siapa?"

"Fairish Kim"

"Bagus.. Terispirasi dari fairy ya."

"Ne" jawabnya mengangguk .

***************

Hari ini pelajaran kosong 2 jam , seisi kelas sibuk bercanda dan berguarau ria. Para gadis sibuk menatap Davi dengan sejuta kekaguman.

"Heiii kyuhhhh ..aku mau mau kimchiii buatan ibuu muu satuuuuu..". SungMin bernyanyi lagu Arirang yang di ganti liriknya.

"Akuuuu jugaa mau.. Satuu sajjaaa." Sambung Heachul dengan lagu yang sama
 

Davi yg mendengar itu langsung tertawa kecil. Sempat menghebohkan kerumunan gadis yang memperhatikannya karena ini kali pertawa pria itu tertawa.

"Mereka kepana far?.." Tanya Davi ke Fairish yang juga sempat terkejut.

"Ah?! Oh itu .. Eomma kyuhkyun jualan kimchi , tapi kyuhyun hanya mau ngeladenin orang yang mesen pakek adat korea .. Seperti lagu , atau tarian gitu.."

"Loh kok bisa?" Tanya Davi bingung.

"Katanya sih buat menjaga tradisi dan kebudayaan di Korea agar tidak terlarut dalam arus globalisasi."
 
"Ah? Hahaha" Davi tertawa. "Oh ya , kamu mau Kimchi juga?" Tanya Davi lembut.

"Aniyo.. Aku udah bosen , seminggu kemarin udah makan itu mulu.. Emang kamu mau pesen?"
Davi mengangguk dan tersenyum tipis.
 
"Tapi..tapikan harus nanyi atau joget." Tanya Fairish tak percaya.

"Ah gampang.." Sahutnya PD "kyuhhhyyuunn peeesennn 1 bbuunnggkkuussss kimmmchiinyaaa." Suara cempreng milik Davi mengelegar didalam kelas itu.
 
Beberapa siswi teriak histeris dan melotot tak percaya. Davi nyanyi sambil teriak geje kayak gitu . Ohh nooo.

"Oookeeee" balas kyuhkyun

 
***********

Sejak hari itu Davi jadi semakin akrab dengan anak-anak cowok dikelasnya. Ia juga mengikuti ekskul basket. Melihat postur badan dan permainannya yang bagus , ia langsung diangkat jadi pemain tetap tanpa tedeng aling-aling.

Fairish sendiri tetep aja cuek, dan gak berbah dari hari biasanya. Ia hanya bicara dengan Davi kalau cowok itu yang dulian ngomong . Kalau tidak ia tidak akan mau bicara dengan Davi sepatah katapun.

Hari ini jam pelajaran kembali kosong, Fairish ngungsi di kursi Bum karena sibuk memperhatikan sketsa buatan joon yang memang sangat bagus. Sedangkan kursi miliknya kini telah dipenuhi segerombolan cewek centik.


"Punya siapa ini ?" Tanya Davi dingin begitu melihat sekotak kue coklat yang di ada diatas meja miliknya.

"Buat kamu Dav." Jawab merry yang keluar dari kerumunan cewek disamping Davi.

Davi berdiri dan memegangi kue itu "kamu kira saya orang kelaparan!!" Sahutnya keras dan penuh emosi.

"Ah .. Bukan begitu. Aku cuma mau kasih perhatian ke kamu."

"Saya tidak butuh itu!!" Teriaknya tepat dihadapan Merry. "Nih Ambil!"

Namun Merry tidak beranjak juga membuat Davi semakin geram.

"Kalian mau?." Tanya Davi pada teman laki-lakinya yang duduk bersama-sama dikursi belakang.

"Mauuuuu" teriak mereka bersamaan yang dari tadi sudah menginginkan kue itu. Hanya berselang beberapa detik kue itu telah di lahap oleh mulut - mulut rakus yang berebut.

"Waduhh .. Enak banget Merr.. Kau buat sendiri yaa ? Enak bangett!" Seru heachul .

"Hahaha . Untung kamu tidak makan kue ini Dav. Nanti kamu malah terhipnotis kayak Heachul"
 
Semua orang kontan ketawa. Merry yang mendengar ucapan konyol dari woyoung barusan langsung lari keluar kelas menahan malu.

"Eh bum aku duduk sini aja yaa .. Please buat hari ini ya." Buku Fairish pada Bum yang baru akan mengusirnya.

"Lah tempatmu kan disana ris .."

"Ah .. Aku taku nanti aku juga dibentak-bentak" tandas Fairish ngeri.

"Kamu kan tidak ngapa-ngapain ? Ga usah takut deh. Nanti aku anterin." Hibu Bum

"Tapi kali aja ada seosson ke 2.."

Bum yang mendengarnya nyengir dan menarik Fairish agar berdiri dari kursi miliknya. Dengan perasaan ngeri Fairish duduk disamping Davi dengan ditemani Bum . Sebelum ia pergi Bum sempat membisikan satu hal pada Davi.

"Dia tadi ketakutan duduk disamping kau .. Katanya takut ada seasson ke 2 nya"

Davi nyaris ngakak saat mendengar itu. Sampe segitu takutnya Fairish dengan Davi. Dan hal ini membuat Davi memikirkan suatu hal yang mingkin bisa membuatnya lepas dari hal-hal menyebalkan disekolah ini.

TBC

11
Regular Fanfic / Re: From Lie Becomes the Truth 'CAST'
« on: December 24, 2012, 03:04:06 am »
horayyyyyy...ada FF baruuuuuuu [hmpfh] [hmpfh]

wahh..ini diadaptasi dr novel fairish ya?

aigoo...kalau gak salah,gue terakhir kali baca 7 tahun yang lalu.. Hface Hface

ayo sis...lanjotttt...ditunggu chap perdananya. [smiley-gen013]

Wahh kakak udah baca ya novelnya ??
Akusih baru baca 2 hari yg lalu .. Itu pun gara ² pinjem sm temen hehehe ..

12
Regular Fanfic / Re: From Lie Becomes the Truth 'CAST'
« on: December 24, 2012, 03:01:42 am »
yaaaaaaaaaaaaayy ... ada ff baruu.. kyknya seru nih.. kok ntr fairish bisa ama davi ini yg bikin penasaran.. biar kata ada mb mahaaaallll... semoga dsini diakualat ato yg jelek2 sekalian hmpf...

yookk cpt update penasaran hmpf


Hehe tenang aja kok eon , si peyek disini di campahkan mentah mentah mentah oleh si Davi . Aku pakek dia sebagai merry sih ya karena dia yg paling cocok di campahkan ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

13
Regular Fanfic / Re: From Lie Becomes the Truth 'CAST'
« on: December 24, 2012, 02:59:40 am »
senangnya ada yg buat ff baru berhrap CM kembali seperti dulu yg seriap minggu selalu ada updatan tapi sekrng jangan kan setiap minggu satu bulan aja engga pasti ada updatann,

di tunggu chap perdananya ya nggi,  sepertinya ini ff /trisnsfrasi novel selalu seru, meski ada REMPEYEK siluman jadi "an hehe... NOTE jangan di telantarkan dan klau bisa ff nya yg terdahlu di lanjut juga ya.

Hehe ia eon , aku jg kangen sm suasana CM yg kemarin ² (⌣̩_⌣̩)  .. Ff aku yg lama sih sebenernya udah diselesaiin smpe bebetapa chp tp karena leptop yg di pakai buat ngetik rusak dan blm dibenerin ² jadi males ngetik ulang deh.. Nanti aja aku lanjutik kalo udah bener ya leptopnya (˘▿˘ʃƪ) 

14
Regular Fanfic / From Lie Becomes the Truth 'Chapter two .. 31 Dec 2012'
« on: December 23, 2012, 10:05:47 pm »
Genre : Romance
Casts :  Lee Min Ho, Goo Hye Sun, Im Yoona, Park Min Young, Kim So Eun,
Started : 24 Des 2012
Ended : ___




Goo Hye Sun as Fairish Kim


Siswi SMA SHINWA yang biasa. Tidak begitu dikenal oleh banyak siswa disekolahnya karena sifatnya yang cuek dan masa bodoh atas segala hal. Berperawakan imut, cukup cantik dan berbadan mungil disertai kulit yang putih mulus. Di wajahnya terdapat lesung pipi yang meghiasi pipi kanan dan kirinya.  Namun sejak hadirnya siswa baru, idola semua wanita disekolahnya hidup cewek ini jadi berubah apalagi sejak sebuah pengumuman atas hubungannya dengan Davi.

Lee Min Ho as Davideo Goo

Siswa baru di SMA SHINWA yang langsung menarik perhatian hampir seluruh siswi sekolah tersebut berkat ketampanan dan sifatnya yang cool. Cowok yang kerap di panggil Davi ini selain pendiam dia juga memiliki sifat yang cukup aneh.  Dia paling tidak suka berhubungan dengan yang namanya wanita. Jangankan untuk berpacaran, memberi mereka ruang untuk mendekat saja dia tidak sudi. Hal ini ia lakukan akibat luka dimasa lalunya yang masih belum bisa di sembuhkan.


Park Min Young as Merry Song

Siswi SMA SHINWA yang tergila-gila dengan Davi. Salah satu anak terkaya di sekolahnya. Demi cintanya pada Davi, Merry rela melakukan apapun agar Davi bisa lepad dari genggaman Fairish


Kim So Eun as Emma Yoon

Teman dekat Fairish Kim.



Im Yoona as Meillany Im


Mantan kekasih DAVI yang telah tiada.





Aniyong .. mau coba bikin FF baru mesi yang lama masih terlantar [hmpfh] hemm .. FF ini terinspirasi dari sebuah novel yang baru selesai aku baca. karena aku suka jalan ceritanya dan juga menurut aku penggambaran cast di novel sangat mirip dengan minsun jadi novel itu aku coba tulis ulang dengan gaya penulisan aku sendiri  [heh] [heh] meskipun sedikit geje , tapi aku harap kalian menyukainya.. selain aku udah lama ga bikin FF aku juga mencoba buat merapaikan forum ini lagi yang sekarang udah sepi abiissss  [cry]

15
sorry baru komment  [sweat] [sweat]
sis aii . aku juga penasaran ini sm org yang ngomong di akhir paragraf  [what] [what] apa dia yang bakal buat konflik antara hye na dan jung min  [what] [whip] [whip] [nono] [nono] . dari pada penasaran ayo dong author update lagi

Pages: [1] 2