Modify Profile

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - mutiara_minsun

Pages: [1] 2 3 ... 14
1
Regular Fanfic / Re: Complicated Love CHAPTER 6 up date 28 may 2011
« on: May 29, 2011, 06:57:44 pm »
sma seperti yg lain tanyanya kenapa ???????????

kenapa min ho bisa jadian sm ji yon , padahalkan kata nya min ho suka ama hye sun???

2
   
Chapter 6.

Jun yong duduk sendiri dikamarnya. Tatapannya nanar menembus dinding kamar tidur didepannya. Perasaannya kacau untuk saat ini, ingin sekali rasanya Jun yong datang menemui eommanya untuk meminta penjelasan atas prilakuan tadi, tapi rasa takut berhasil menghalangi niatnya itu.

Jun yong bingung kenapa eommanya bersikap seperti itu, apakah ia yang menyebabkan kemarahan eommanya itu, tapi mengapa ??. pertanyaan yang ia coba jawab dari tadi dan sampai sekarang hasilnya nihil.

“Pakk Kim!!!!!!!!!!!!!!..” teriak Jun yong keras dan nyaring, tapi sayangnya teriakan itu tidak cukup kuat untuk didengar seisi rumah sebesar itu.

Seorang pelayan wanita yang mendengar teriakan Jun yong datang terbirit-birit menghampiri tuan mudanya tersebut. “Ada apa tuan??..”

“Mana pak Kim??..” tanya Jun yong kasar. “Aku mencarinya ! bukan Kau!!..”

“Oh miane tuan, tunggu sebentar, saya akan panggilkan pak Kim..” pelayan itu membungkuk dan tergesa-gesa keluar dari kamar Jun yong, sedangkan anak kecil yang berada didalam kamar itu masih cemberut menatap kepergiana pelayan tadi.

 “ada apa tuan mencari saya.?” Tanya pak Kim setelah berada di kamar Jun yong.

“Mana Appa??”
“Eh-Tuan besar berada diruang kejanya sekarang, dan beliau tidak mau diganggu..!!”

Jun yong turun dari kasurnya keluar dari ruangan itu tanpa membalas perkataan pak Kim yang melihatnya penasaran. Dengan santai Jun yong berjalan menuju ruang kerja Jun pyo yang berada tak jauh dari kamarnya.

Took..Tokk..Tokk.

Jun pyo berpaling melihat pintu yang terbuat dari kayu itu, ia merasa kesal karena perintahnya tidak patuhi. Keinginannya agar tidak diganggu sekarang malah terusik karena ketukan pintu oleh orang yang tidak ia ketahui. Dengan malas Jun pyo kembali lagi dengan kesibukannya tanpa menghiraukan ketukan pintu yang didengarnya.

Karena merasa tidak di hiraukan Jun yong masuk kedalam ruang pribadi Appa nya itu. Sosok yang pertama kali ia lihat adalah keadaan Appanya yang terlihat hancur. Appanya yang menunduk memegang kepalanya dengan pundak yang turun naik. Sekarang Jun yong yakin benar-benar yakin kalau appanya sedang menangis, yaa menangis sebuah hal yang tidak pernah ia lihat dari seorang Goo Jun pyo, ayah kandungnya sendiri.

Perlahan Jun yong mendekati Jun pyo sedikit ragu ia memegang tangan appanya. Jun pyo yang merasakan sentuhan pada tangannya langsung berpaling. Dilihatnya Jun yong yang berdiri di samping meja kerjanya sambil menatapnya heran.

Secepat kilat Jun pyo menhapus air mata yang sudah benar-benar membasahi pipi dan seluruh wajahnya, kemudian Jun pyo tersenyum menatap Jun yong.

“Appa gwancahana??Kenapa Appa menangis??”

Jun pyo terhenyak pertanyaan yang sama sekali ia tidak tahu jawabannya kini ditanyakan oleh Jun yong anaknya sendiri. “Aniyo..apa tidak menangis kok!. Jun yong salah liat..”  

“Appa jangan bohong! Bukannya Appa sediri yang mengajari Jun yong agar tidak bohong! Lalu kenapa sekarang Appa yang bohong sama Junyong..” anak itu menatap Jun pyo pilu, matanya yang bundar menatap Jun pyo tanpa berkedip meminta jawaban dan kepasian.

“Mianhe..” Jawab Jun pyo lirih, kemudian dengan hati-hati Jun pyo mengangkat tubuh mungil Jun yong kepangkuannhya.

“Mianhe untuk apa?..” Tanya Jun yong tidak mengerti maksud pembicaraan Jun pyo.

“”Karena appa sudah bohong.”
“Jadi appa menangis??.” Tanya anak itu.
“Ne..” jawab Jun pyo sedikit ragu.

“Weo..”
“tidak tahu..”
“ah- tidak tahu..bagaimana bisa?..” Jun yong bertanya untuk kesekian kalinya pada Jun pyo.

Jun pyo tersenyum “Ne..appa Juga tidak tahu kenapa menangis...”
“Appa aneh!!!..” Sahut Jun yong kembali “Apa karena eomma??..”

“Aniyo.. bukan karena eomma kok..”
“Lalu siapa? Bibi Jandi.?” Selidik Jun yong.

Jun pyo terhenyak untuk kesekian kalinya, yaa Jun yong benar ia menangis karena Jandi, karena gadis yang amat sangat ia cintai.

“kenapa appa diam? Apa benar kata omma kalau appa dan bibi Jandi saling mencintai..”

Jun pyo berpaling menatap Jun yong, apa yang harus ia jawab sekarang?

“Appa bisa cerita dengan Jun yong kok! Tenang saja Jun yong tidak akan kasih tau eomma, ini kan rahasia antara laki-laki..” Jun yong menyodorkan jari kelingking nya pada Jun pyo, membuat lelaki tampan itu tertawa.

“Jun yong tidak akan mengerti kalau Appa cerita..”

Jun yong mengerut kan alisnya. “Appa Jun yong ini sudah 5 tahun, bahkan 1 bulan lagi umur Jun yong 6 tahun, Jun yong sudah besar Appa. Lagi pula kalau masalah percintaan Jun yong ini jagonya..”

Jun pyo tertawa saat mendengar perkataan Jun yong barusan “Oh-jadi anak appa sudah bisa pacaran ya??..”

“Aniyo, Jun yong belum pacaran kok. Hanya saja banyak sekali gadis-gadis disekolah yang suka sama Jun yong hal itu sangat membuat Jun yong pusing..tapi Cuma satu cinta Jun yong yaitu Kim Hye sun..” Jun yong tersenyum sendiri saat menyebutkan nama gadis yang ia sukai.

“Kim Hye sun ??..”

“Nee.. Kim Hye sun, dia itu cinta pertama Jun yong”

“Idih Sih Jun yong sudah main cinta-cintaan...” Jun pyo mencolek pipi Jun yong berulang kali..

“Appa Jun yong belum selesai bicara..” ucap Jun yong sambil menyingkirkan tangan Jun pyo dari pipinya.

“baik-baik miane, sekang silahkan lanjutkan..”

Jun yong tersenyum. “hehe.. appa tahu tidak kenapa Jun yong bisa suka ama Kim Hye sun??..”

Jun pyo menggeleng sambil terus memperhatikan cerita Jun yong yang terlihat sangat serius, hal ini Cukup membuat Jun pyo terhibur dan melupakan masalah pribadinya.

“Karena hanya Hye sun yang tidak menyukai Jun yong... Appa tahu, disaat semua siswi di Tk shinwa mengejar-ngejar Jun yong. Hye sun malah sangat membenci Jun yong, dia bilang Jun yong ini sok belagu, sok ganteng, dan appa tahu apa yang paling parah, Hye sun bilang Jun yong sangat memuakan dengan rambut keong ini, padahalkan ini kebanggaan yang appa turunkan pada Jun yong..” jelas anak itu sambil memegangi rambut kriting miliknya sambil memonyongkan bibir panjang.

Jun pyo diam di tempatnya, dikepalanya kembali teringat masa-masa saat ia bersama Jandi, di saat semua siswi Shinwa sangat menggilainya tapi di sana Jandi malah sangat menentangnya.

“Appa kenapa??..” tanya Jun yong saat menyadari perubahan raut wajah Jun pyo.

“Aniyo..gwancaha!..” jawab Jun pyo pelan dan kembali tersenyum menatap Jun yong.

“sekarang giliran appa yang bercerita..” pinta Jun yong pada Jun pyo dengan tersenyum memelas.

“appa..” Tunjuk Jun pyo pada dirinya sendir..
“Ne.. sangat tidak adil jika appa tidak cerita sedangkan Jun yong sudah cerita..”

Jun pyo diam dan kemudian mengambil keputusan untuk bercerita “Ne.. baiklah..”

“Horee.. ayo cepat..”

“begini, kamu tahu kenapa Appa bisa kenal dengan bibi Jandi.?..”

Jun yong mengeleng.

“dulu appa paman Ji hoo, paman wu bin dan paman Yi zung itu berteman baik. Kami berempat membuat sebuah kelompok yang bernama F4.. Appa sebagai pemimpinya..”

“Pemimpinya??..” potong Jun yong.

“Ne!! Dulu bbi Jandi adalah orang miskin, dia masuk ke shinwa karena beasiswa atas kebaikannya, sama seperti kamu pada hye sun, dari sekian banyak wanita di sekolah yang memuju appa, bibi jandi malah menentang appa, dan dia bilang sangat membenci appa.. tapi pada akhirnya appa jatuh cinta pada bibi jandi, dan lama kelamaan bibi Jandi juga jatuh cinta dengan appa..” Jun yo tersenyum saat mengigat kenangan yang terasa baru ia lewati kemarin.

“Lalu kenapa appa menikah dengan Eomma??..” pertanyaan Jun yong yang satu ini sangat sulit untuk Jun pyo jawab, tapi dengan tekat bulat Jun pyo mau dan berhasil untuk menjawabnya.

“Hubungan Appa dan bibi Jandi tidak di restui halmoni, karena status ekonomi kami yang berbeda, jadi appa di jodohkan  dengan eomma..”

Jun yong memandangi Jun pyo dalam. “Jadi appa tidak mencintai eomma..”

Jun pyo diam, lama kelamaan Jun pyo merasa semakin sulit untuk menjawab pertanyaan Jun yong.

Jun yong yang mengerti ati kebisuan Jun pyo langsung tersenyum “appa, boleh Jun yong bertanya.?’’

“Ne.. silahkan sayang..” Jawab Jun pyo.

“Apakah Appa juga tidak akan merestui hubungan Jun yong dan Hye sun. Kalau ia Junyong akan marah, Jun yong tidak akan seperti appa yang mau di jodohi, Jun yong akan memilih Hye sun, karena Jun yong mencintai Hye sun..” ucap Jun yong tegas dan terdengar sangat dewasa, perataan dari anak yang baru berumur 5 tahun sangat berarti di hati Jun pyo.

“Aniyo.. Appa tidak akan menghalangi hubungan kau dan Hye sun, appa akan merestui mu 100%..”

“OKK.. janji ya??..”
“Ne Appa janji kok...”

Kemudian mereka berdua tertawa bersamaan dengan bahagianya. Mungkin ini hal yang konyol, seorang ayah menceritakan masalah percintaannya dengan gadis lain pada putranya yang baru berumur 5 tahun, tapi tanpa disadari hal ini lah yang membuat kedekatan dan kehangatan yang mendalam dari hubungan mereka berdua.

Hati Jekyong kembali teriris saat mendengar cerita dari anak dan suaminya, untuk kesekian kali Jekyong tahu ini semuanya salahnya, rasa sakit ini dia yang memulainya. Jun pyo atau Jandi tidak pantas untuk di salahkan, ini semua salahnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.. karena telah memutuskan hubungan dua orang yang saling mencintai..


                  ****OoOoO*****

Jandi tersenyum dan tertawa bahagia bersama kedua orang tuanya yang telah sampai di Korea. Canda dan tawa mengisi ruang apartement pribadi miliknya. Ji hoo yang ada di sampingnya juga ikut kedalam kehangatan keluarga yang ia rasaka.

“Amma,Appa enak yaa kalau setiap hari begini..” Ucap Jandi menatap kedua orang tuanya penuh harap.

Mr. dan Mrs. Geum hanya tersenyum simpul, “Ne sayang..tapi Appa juga tidak bisa meninggalkan perkerjaan apa di sana, Jadi Miane,,”

Jandi menghela nafas berat dan kecewa. Ia sangat mengharapkan suasana kehangatan keluarga ini terus terjalin, tapi disisi lain ia tahu masih ada kewajiban yang harus orang tuanya kerjakan.

“Sudalah..kau jangan sedih. Disinikan ada Ji hoo yang menemani mu.” Mr. Geum menepuk pundak Ji hoo pelan dan menatap pemuda itu bangga.

“Ne. Kau benar sayang, Ji hoo kan selalu menemani mu disini..” giliran Mrs. Geum yang membujuk Jandi.

“Ne.ne aku hanya bercanda kok! Tidak usah dipikirkan..” Tukas Jandi sambil mengibas-ngibaskan tangannya dan tersenyum semeringah. “dan aku tahu selalu ada Ji hoo oppa yang menemaniku..” Jandi merangkul tangan Ji hoo erat memperlihatkan kedekatannya dengan Ji hoo pada kedua orang tuanya.

“hahahahh.. kalian cocok sekali, tidak salah kalau kami dan harabojimu ingin pernikahan ini segera dijanakan..” ucapan itu sontak membuat Jandi langsung melepaskan genggamannya dari tangan Ji hoo.

Mata mereka bedua sama-sama membelak membuat bundaran besar. Mulut mereka menganga tak bisa membalas perkataan barusan.

“Me..menikah?..” Ji hoo berkata dengan terbata-bata.

Jandi yang masih membelak langung mangelihkan pandangannya menatap Ji hoo dan kedua orang tuanya bergantian. “Ne...apa maksud kalian?.”

Kedua orang tua Jandi mengerutkan alisnya , “Ne menikah! Kalian sudah lama pacaran jadi kami rasa kalian sudah siap untuk menikah?!!!..”

**********

3
Regular Fanfic / Re: Complicated Love CHAPTER 4 . 15 may 2011
« on: May 15, 2011, 08:52:33 am »
yg ini di up date juga  [hmpfh] [hmpfh]
makasiih ya sistt anggii

aduuhh si mino jahil-jahil ttp peduli  [lovestruck] [lovestruck] jd seneng sm ceriita ini..
ibu Hs klewatan , wjar klo HS ny mrah. kalo pcaran dgn laki-laki lanjang sih gpp. eh ini malah ambil suami org ..

buat HS sabar ya nak  [AddEmoticons04241]

4
yaaaaaaaaa ampunnn ..

lama gak ke sini ternyata mami ku ngap date ni FF ..

ADUUH rasanya malam-malam bgini lngung mlekk  [on]

dua ronde chinn  [bav] [bav] . sih carls cian bener, cm bisa liat daze aj, itu pun hampir di [AddEmoticons04222] oleh rath ..
kasiiian bner sihh  [sweat] [sweat] ...

dan trnyata gw dngr-dngr nihh si rath and daze bkal punya baby ???, namanya siapa ya ??? terserah mami dec !!
yg pnting chp brikutnya cpt d up date lagii ya  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

gw sampahin trus biiar smpe chp 200  [hmpfh] [hmpfh]

sekalii lagii maksiih mami ku tersayang. dan jgn lupa TLC dan TDC nya jg ya  [lovestruck]

5
aduuh gw ketinggalan ni !
. trnyta udah ampe chp 3 !
tehx dc d update ! :)
tp yg mw gw tnyaain cm 1 ! emang ny waktu hye sun turun k bumi ia makek baju apa ?? ala kayangan apa ala anak gaul d bumi ??

lanjooot ya

6
aduuh gw ketinggalan ni !
. trnyta udah ampe chp 3 !
tehx dc d update ! :)
tp yg mw gw tnyaain cm 1 ! emang ny waktu hye sun turun k bumi ia makek baju apa ?? ala kayangan apa ala anak gaul d bumi ??

lanjooot ya

7
Regular Fanfic / Re: Complicated Love CHAPTER TWO . 28 APRIL 2011
« on: May 01, 2011, 12:20:08 am »
update dongk ! .
gw pnasaran niih ama criita ny ?!

8
malam ini ya [biggrin] [biggrin]

malam ini ??
horeee ...
jam brp mam ?? jgn lma" dongk nnti gw ktiduran ! :p

9
Regular Fanfic / Re: Story Of Mayuki . UPDATE 2 APRIL 2O11 Now !!!
« on: April 25, 2011, 09:27:21 pm »
gak ad yg nagih ini yaa ????????

sepertiinya di lupakan  [cry] [cry]

10
Regular Fanfic / Re: MY CHILD OR MY FIRST LOVE :)) chap 4 2 MARC 11
« on: April 18, 2011, 07:15:17 am »
CHAPTER 5 .


Hari ini Jandi sudah memulai kembali tugasnya sebagai seorang dokter di rumah sakit barunya. Meskipun masalah yang ia dapat sangat membebani otaknya, tapi ia masih berusaha untuk bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sikap Jandi memang tidak berubah, ia masih tipikal orang yang pekerja keras dan bertanggung jawab.

Krekk...
Ji hoo masuk keruang kerja Jandi tanpa memberi salam atau pun mengetuk pintu terebih dahulu, akan tetapi senyuman ceriah selalu ia perlihatkan saat melihat Jandi, hal inilah yang bisa membuat Jandi ikut tersenyum juga saat melihat senyuman Ji hoo yang tulus.

“Oppa.. ada perlu apa ??..” Jandi menatap Ji hoo heran, tangannya berhenti membolak-balik kertas yang sedari tadi di lihatnya, dan kini perhatiannya benar-benar tertuju pada Ji hoo.

Tanpa menjawab pertanyaan Jandi, Ji hoo langsung duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Jandi pandangannya teralih pada kertas-kertas yang sedikit berserakan di atas meja kerja Jandi.

“Masih belum selesai??..” tanya Ji hoo menatap kertas-kertas yang ada di meja kerja Jandi. Jandi menatap Ji hoo dan pandangannya ikut tetuju dengan pandangan Ji hoo, di lihatnya kertas-kertas yang ada pada gengamannya itu.

“Oh-ini !!..” sahut Jandi sambil tersenyum lesu. “mungkin sedikit lagi...” Lanjutnya kemudian kembali menatap Ji hoo.

Ji hoo hanya menganggut-nganggut, kemudian ia kembali menatap Jandi. “apa sudah siap??...” tanya-Nya dengan pandangan bertanya.

Jandi memengerutkan alisnya “Siap?..siap untuk apa ?..” Tanyanya heran

“kau melupakannya ya??” sahut Ji hoo.
Jandi menyeringai “Miane.” Sesalnya.

Ji hoo hanya tersenyum, senyuman yang amat lebar “dasar..kau lupa kalau hari ini orang tua mu akan datang ke Soul..”

Jandi menepuk Jidatnya keras, “ya tuhan..aku benar-benar lupa. Kalau begitu kacha..”

Ji hoo mengeleng geleng sambil mengekori Jandi dari belakang. Tidak ada rasa marah atau pun kesal pada Jandi, mungkin rasa cinta dan juga kasih sayang yang ia rasakan pada Jandi selama ini sudah bisa mengalahkan amarah dan keegosannya, dan karena rasa cinta inilah yang membuat Ji hoo masih betah untuk menunggu bahkan terus bersama Jandi hingga selama ini.


            *******&&&&&&&&&*******

Jekyong dan Jun pyo duduk berhadapan di meja panjang yang berada di dalam kediaman Goo mension, di atas meja itu tersaja berbagai macam makanan yang sangat menggiurkan. Mulai dari makanan ringan sampai makanan yang berasal dari luar negri terhidang manis di depan mereka.
“Pak Kim.” Panggi Jun pyo sambil memotng daging yang ada di piringnya.

Laki-laki tua yang di panggil oleh Jun pyo barusan mendekat mengahampiri majikannya tersebut, “ada apa tuan?..” tanya nya dengan sopan dan sangat berhati-hati.

“di mana Jun yong?? Kenapa dia tidak ikut makan?.”

Jekyong yang dari tadi tidak menghiraukan Jun pyo langsung menoleh saat mendengar nama Jun yong di sebut-sebut oleh Jun pyo.

“Oh- tuan muda memutuskan makan di kamar dikamarnya..”

Jun pyo menghentikan kesibukannya, kemudian ia beralih menatap Pak Kim. Pandangan tajam ia lontarkan pada laki-laki tua yang tidak merasa gentar sama sekali. “Kalau begitu cepat panggil dia, suruh dia makan di sini..” perintah Jun pyo kasar dan ketus, yang di sambut senyuman oleh Pak Kim.

Jekyong masih memandangi kesibukan Jun pyo, rasa heran dan penasaran menyelimuti dirinya ada apa sebenarnya ini?. Apa terjadi sesuatu pada-Nya selama aku di Macau?.atau mungkin ini pertanda kalau Jun pyo sudah mulai sadar atas kehadiran ku dan Jun yong. Jekyong tersenyum, merasa senang karena sepertinya suaminya ini sudah mulai bisa mencintai-Nya dan anak mereka Jun yong.

Tidak lama kemudian Jun yong datang dengan di kawal oleh para pelayan, dengan bibir di tekuk ia berjalan dan duduk tepat di samping Jun pyo.

“Kau kenapa??..” Tanya Jun pyo pada putra kandungnya itu.

Jun yong masih cemberut, helaan nafas berat keluar dari mulutnay. “Jun yong kangen bibi Jandi..” ucap Jun yong keras dan yaring, sehingga membuat gemah di ruangan itu.

Jekyong berpaling, rasa bahagia yang ia rasakan tadi berubah menjadi perih, sekarang hatinya seolah di tusuk ribuan pisau. Anak yang selama ini ia harapkan bisa menjadi sejata untuk membuat Jun pyo melupakan Jandi, sekarang malah berpihak menyayangi Jandi.

“Jun yong mau bertemu dengan bibi Jandi..” ucap Jun yong untuk kedua kalinya, memperjelas keinginannya.

Jun pyo ingin membalas ucapan Jun yong tapi belum sempat ia bersuara pukulan meja sudah mendahului kata-katanya.

DARR...
Jekyong memukul meja dan berdiri, mukanya memerah murka, Jun pyo dan jekyong mengalihkan pandangannya kearah jekyong secara bersamaan. Jun yong sedikit takut melihat wajah ibunya itu.

“Kau kenapa?..” tanya Jun pyo dengan enteng tanpa ada ekspresi sedikit pun.

“Ne..eomma kenapa??” Jun yong mengulangi pertanyaan Jun pyo, ia menatap ibunya dengan heran dan gugup, rasa takut dan penasaran mengalir dibenaknya. “Eomma juga ingin bertemu bibi Jandi ya ??” tanya Jun yong dengan polosnya.
“JANDI!!JANDI!!DAN JANDI.. APA CUMA NAMA PEREMPUAN ITU YANG KALIAN TAHU AH !!!?,”

Jun pyo menghentikan kesibukannya. Setelah mengumpulakan kesabarannya Jun pyo melirik Jekyong dengan dingin dan murka.

“Jaga bicara mu itu !” bentaknya kesal.

“KENAPA? KAU TIDAK SUKA AKU MENGHINA JANDI?. WANITA YANG KAU CINTAI ITU!!..”  Jekyong semakin mengeras, matanya memerah menahan tangis yang sudah hampir jatuh membasahi pipinya.

Sementara para pelayan sudah pergi menjauh dari ruangan itu. Mereka semua takut akan menjadi sasaran para majikannya yang sedang marah. Jun yong yang masih duduk manis di kursinya menatap ibunya ngeri, tak percaya akan kemurkaan ibunya yang merajalela.

“Ayo pergi..” sahut Jun pyo tegas. Tangannya langsung mengandeng lengan kecil Jun yong, sementara anak kecil yang diseret oleh Appanya itu masih memandang ibunya yang mulai menangis di ruang makan kediaman keluarga Goo.

               ***@@@***

Jekyong terduduk lemas di lantai mengkilat ruangang tersebut, tangisnya pecah membayangkan dirinya yang amat bodoh, menunggu laki-laki yang amat ia cintai selama bertahun-tahun tapi laki-laki itu malah masih mencintai bekas pacarnya yang tidak lain adalah sahabat-nya sendiri.

“huu..kenapa?sebesar itukah cintamu padanya? Huhu..” tangis Jekyong sendiri, menahan sakit hati akibat ulah suami dan ucapan polos anak kandungnya sendiri.

               ****@@@@****

Jun pyo dan Jun yong beriringn memasuki kamar milik Jun yong. Jun pyo duduk di sisi kanan kasur mlik Jun yong, anak itu menatap appanya heran, pandangan kosong dan sendu yang appa nya pancarkan membuat anak itu bingung dan penasaran.

“Appa kenapa??..” tanya Jun yong pada Jun pyo yang manatap kosong siisi ruangan tersebut.

Dengan senyuman manis Jun pyo mengacak rambt Jun yong pelan membuat anak itu semakin bingung dengan perakuan ayahnya yang jarang sekali ia rasakan. Pandangan heran dari Jun yong terlihat jelas oleh Jun pyo, ia tahu kalau sekarang putranya ini tak kalah bingungnya dengan dia sendiri.

“Gwanchana, appa tidak kenapa-kenapa kok..” Jawab Jun pyo pilu. “kamu tidak perlu khwati..”

“lalu omma??..” Jun yong terlihat lega dengan jawaban appanya, tapi perasaan khwatir juga timbul karena ulah ommanya itu.

“omma hanya marah dengan appa, Jun yong tidak perluh kahwatir..” jawab Jun pyo lembut. “sekarang appa mau kembali bekerja, Jun yong baik-baik ya di rumah..” pesan Jun pyo, lalu berlalu dari kamar itu. Jun yong yang di tinggal sendiri semakin bingung dan penasaran dengan tingkah kedua orang tuanya tersebut.

               ****@@@@****

Jun pyo menghempaskan tubuh jangkungnya  ke kursi empuk di ruangan kerja yang ada di Goo mension. Kepalanya berdenyut, pikiannya melayang kekejadian di ruang makan tadi. Sikap Jekyong yang tiba-tiba menjadi murka sangat bisa ia terima, Jun pyo sadar secara tidak langsung ialah yang menyebabkan kemurkaan Jekyong tadi.

Jun pyo tahu ini semua berawal dari sikap plin-plan yang ia miliki, bagaimana mungkin ia masih mencintai dan mengharapkan jandi padahal ia sendiri sudah memiliki anak. Kata-kata yang selalu terpikir olehnya yang terkadang membuatnya sadar karena telah menjadi orang bodoh. Akan tetapi bila ia mengingat bahwa semua ini kesalahan Jekyong yang dulu tidak mau membatalkan pernikahan mereka padahal ia sudah bersujut guna memohon pada wanita itu.

“AAAKKKHH...” jun pyo berteriak, mengeluarkan unek-unek perasaan yang selala bertahun-tahun ia pendam “Jandi , aku mencintai mu. Saranghae Geum Jandi.!!!!!!!!!!” Ucapnya pilu, air bening muali keluar membasahi wajah tampan itu, untuk kedua kalinya ia menangis karena seorang wanita yang sama GEUM JANDI.

                                                           END OF CHAPATER.


Quote
Catatan : maaf semua karena lama up datenya, dan juga mohon maaf karena di chp ini gak ada momment Jundinya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon komen dan kritikya agar menjadi vitaminsun buat saya untuk update FF yang lain Juga.

11
Regular Fanfic / Re: Complicated Love CHAPTER ONE.. 18 APRIL 2011
« on: April 18, 2011, 07:12:21 am »
wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ada FF baru  [on] [on]

haii sist salam kenal  [bye] [bye]
ceriita ny bgus kok !
gw suka ,

minsun pastiny SAHABAT JADI CINTA !!

gw demen kalo yg bginian !!
lanjut sist jgn lama' ya up date ny !
gw tngguin dec  [hmpfh] [hmpfh] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

12
tengkyu mi dac d up date ..  [lovestruck]

berry blm tau ya masalah music dan wine , ???????????
uhh ~ , kirain si berry udah nangis'' dan s wine udah jatuh cinta ama berry  [laughing] [laughing]

yaudah aku tggin aj dec,   [smiley-gen013]

mii berarti sekarang waktyunya untuk TLC dongk ?????????

13
nyahahahahah masukin kawah gunung biar mlepuh jin nya#sadis [hmpfh] [laughing]

kalau masalah ye jin kita sll sadis  [on] [laughing]

14
Hy sist  [bye] [bye]

akhirnya sekian lama menunggu update juga.
aku suka sama jalan ceritanya, menarik  [biggrin]

di tunngu update-an selanjutnya

makasihh rie ,  [lovestruck]

update'n selanjut ny , nanti ya perlu semedi dulu [hmpfh]

15
gw mau nanya ni ??

kira kira kalo daze dan rath nikah nanti , lalu mreka punya anak. kira'' anak ny kyak apa ya ????? apakah kepala nya akan sekeras tembok cina.??????? karena mengingat ke2 ortu ny amat keras kepala

 [what] [what] [what] [what] [what] [laughing]
anaknya akan adem alias cool kyk bapaknya [hmpfh] [hmpfh] #mungkin [laughing] [laughing]

semoga aj   [goodgrief]

tp amit'' kalo anak ny nurut sifat buruk emak bpk ny , gk ketulungan nnti ny  [laughing]

Pages: [1] 2 3 ... 14