15
« on: December 06, 2012, 10:43:45 am »
SPOILER
Langkah kaki itu akhirnya membawa tubuh mungil hye sun menyusuri lorong pendek, hingga perlahan ia menaiki satu persatu anak tangga yang akan membawanya kekamar tidur. Ia berharap semoga Daniel tidak akan melihat keadaannya yang begitu kusut ditengah PAGI, dan bersyukur akhirnya harapan itu terwujud ketika lengan pucatnya menyentuh gagang pintu dan….
langkah yang tertatih seketika terhenti seakan tersentak!!!
“Da…Daniel…”
Mata Daniel seketika memicing, wajah tampannya memerah saat terdengar suara yang tidak asing lagi ditelinga. Suara lembut yang pernah menghipnotis jiwanya, suara itu juga yang pernah hampir membunuh hatinya.
“Park Si yeon!”
“Da…Daniel, to…tolong aku…. A…aku…. A…ku ti…dak…bi…sa…ber…na…fas….” Suara sang Lady terdengar putus. Nafasnya pun terasa sesak dan memburu, hingga seketika meruntuhkan kemarahan Daniel seketika.
“apa yang terjadi ?!” pekik Daniel dengan nada menjerit seakan menggila.
“Da…daniel….a…a…ku…mo…hon…to….tolong….”
PRAKKKKKKKKKK terdengar suara asing dari dalam sambungan telepon.
“Park Si yeon!!!!” pekik Daniel.
Hye sun pandang suaminya lekat- lekat sebelum akhirnya perlahan ia dekatkan tubuh mungilnya pada tubuh suaminya.
“Bagiku, Kau musim semi terindahku minho_sshi. Disaat bunga bermekaran dan merindukan cahaya matahari pagi, atau mungkin rerumputan luas yang mencintai musim semi” bisik hye sun hingga kembali mengembangkan senyum manis dari wajah Leeminho.
“jika ini bukan tempat umum, aku bersumpah akan menggigitmu hari ini hye….” Goda minho disela- sela tatapan mata tajamnya.
“kau tidak romantis!” gerutu hye sun hingga membuat lelaki itu terkekeh.
Untuk beberapa menit mereka menikmati kebersamaan itu dengan berjalan, menikmati rindang- rindang pohon ditaman. Menikmati kembang gula, Ice cream hingga tertawa bersama saat Ice cream itu menempel dengan sengaja dihidung mancung Lee minho.
“apa aku terlihat seperti badut hye ?” tanya minho dengan wajah yang menekuk
Hye sun terkekeh, melihat wajah lain dari minho yang saat ini telah menjadi bagian dari dirinya. Tawa lepasnya semakin membuat minho geram, hingga sesekali ia gigit bibirnya ketika melihat pipi merah hye sun yang merekah, atau mungkin pukulan- pukulan kecil yang terasa pada lengan dan dada bidangnya, ketika hye sun memintanya untuk berhenti.
“minho_sshi, hentikan!”
“ok, akan kuseka ketika aku benar- benar terlihat konyol dimatamu hye sun_sshi!”
“mi---mianhe minho_sshi. Aku… hanya benar- benar lucu ketika kau menekukkan wajahmu dengan ice cream yang menempel dihidung” hye sun berujar masih dengan diiringi tawa kecilnya.
“ya, ya ya, aku memang tidak selalu harus tampil menawan dihadapan wanita bukan ? aku juga lelaki humoris hye, bahkan aku juga suka bercanda ketika aku…..”