Author Topic: all about II by mumu updated 8 juni 2011  (Read 8447 times)

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: all about II by mumu updated 15 june 2010
« Reply #15 on: July 01, 2010, 02:32:34 am »
Chapter II

3 hari setelah aku membaca buku harian jun pyo, aku menemui nenek, entah kenapa hati ini masih tak ingin menerima semuanya…

***

Aku sekarang berada disini, untuk membuktikan sesuatu yang sudah aku ketahui kebenarannya…

“jan di, kesini dengan siapa?” Tanya nenek

“hmm…sendiri” jawabku singkat
Sepertinya nenek melihat ada keganjilan di diriku

“ayo kemari ceritakan apa yang terjadi dengan kamu sayang…” nenek mengusap rambutku

“nenek menyayangiku bukan?” tanyaku ragu

“tentu saja,memangnya ada apa? Ah nenek tahu pasti jun pyo menindasmu kan?”

“tidak…nenek harus janji bicara jujur padaku?” tanyaku lagi

“ia tentu…memangnya ada apa?” Tanya nenek heran

“nenek tahu han jie eun…”tanyaku ragu

Aku dapat melihat nenek kaget akan pertanyaanku ini

“nenek sudah janji padaku akan menjawab, ayolah nek jawab”

Nenek terlihat ragu tapi dia menjawabnya

“kisah ini berawal dari belasan tahun lalu, saat itu kau mungkin masih kecil sekali…sebenarnya ayahmu tertabrak mobil ayah jun pyo, sebelum ayah jun pyo pergi kejepang dan pulang dengan pesawat naas itu…”

Aku tak mampu menahan tangis

“tapi keluargamu begitu berbaik hati tak menuntut apapun dari kami…hingga akhirnya nenek memutuskan akan membalas kebaikan kalian dengan menikahkan kau dan jun pyo…”

Teg…hatiku sakit, sangat sakit, ternyata selama ini jun pyo menikah denganku karena perintah neneknya, dan ternyata aku memang perusak kebahagiaannya

“apakah nenek menyuruh jun pyo pulang kekorea dulu untuk menikah denganku?”tanyaku

“miane…”nenek memelukku

Aku benar-benar hancur sekarang, tak tersisa sedikitpun…

***

Sudah seminggu terakhir ini jun pyo tak pulang kerumah, rindu sekali aku padanya, sering sekali aku mengendap-ngendap mengintipnya diruang harmoni, tak pernah ada keberanian untuk membawa pulang jun pyo ku, karena aku takut jun pyo akan menolakku, dan itu akan membuatku hancur tak bersisa.

Ting…suara lift berhenti dilantai 36, dan disana sudah ada jun pyo

“apa kabarmu jandi?” Tanya jun pyo menyapaku saat berada di lift yang kebetulan hanya ada kami.

Sungguh kami seperti 2 orang asing yang tak pernah saling mengenal,sungguh kaku hubungan ini

“hm…baik,kamu sibuk sekali ya?” tanyaku ragu, tapi aku ingin jawaban dari jun pyo

“begitulah, miane aku sudah seminggu tak pulang kerumah” jun pyo tersenyum hambar padaku

Ting…lift berhenti dilantai yang aku tuju

“aku pergi dulu” ucapku berpamitan

Jun pyo hanya tersenyum mengangguk.

Sungguh aku rindu padanya, rindu setengah mati, tapi aku takut membuatnya tertekan, aku tak ingin mebuatnya menangis lagi…walaupun dengan begitu aku seperti bunuh diri secara perlahan.

***

Aku akan bertahan dengan semua ini… aku mau menunggu walaupun harus seumur hidup, asalkan jun pyoku bahagia…tapi apakah jun pyo akan bahagia jika tetap bersamaku?
‘kenapa badai ini,datang begitu cepat, bahkan aku tak sempat mengucapkan cinta pada jun pyo’

Hari ini semuanya akan berubah,aku akan pasrah pada semuanya, bahkan jika aku di haruskan untuk menyerah aku akan rela…

***

Ruang kepala rumah sakit

Aku masuk dengan mudah kedalam ruang kerja jun pyo, karena aku memang mempunyai kunci cadangan yang diberikan jun pyo dulu.

Aku memutuskan untuk menelpon dan menyuruh jun pyo kesini, karena aku tahu persis jun pyo ada di mana sekarang…

10 menit kemudian

Ceklek suara pintu dibuka

“ada apa jan di?” pertanyaan itu keluar dari orang yang sangat ku rindukan

“ada yang ingin ku bicarakan padamu, apakah kau bisa?” tanyaku

Tanpa menjawab jun pyo mengambil tempat duduk persis di sampingku, membawaku dalam pelukannya…sungguh inilah yang aku rindukan
“ayo bicaralah” ucapnya

“aku sudah tahu jun pyo…sudah tahu semuanya, tentangmu, cintamu, dan hatimu” aku bicara dengan mencoba melepaskan diri dari pelukan jun pyo

“apa maksudmu jan di?” Tanya jun pyo terkejut
Sungguh ini adalah pertahanan terakhirku

“kamu dan han jie eun, aku sudah tahu semuanya” aku roboh, pertahananku hancur tak tersisa

Jun pyo kaget…dia mungkin tak menyangka aku akan mengatakan ini

“apa yang kau ketahui tentang jie eun?” tanyanya ragu

“apakah harus aku mengatakannya?” suaraku bergetar berlomba dengan tangisku
Jun pyo membawaku kembali kepelukannya

“miane…”ucapnya menahan tangis

“aku sungguh tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku merasa…”ucapanku terhenti oleh tangisku

Aku coba menguatkan diri

“miane, membuat hidupmu seperti ini…” ucapku perih

“a…aku akan rela jika kau membagi hati, bahkan jika kau pinta aku untuk menyerah aku akan mencobanya” suaraku timbul tenggelam karena menahan tangis

***

dahulu terasa indah semua kenangan manis tentang aku dan jun pyo,sungguh tidak ada yang salah atas semua ini,mungkin ini adalah jalanku…jalan yang akupun tak tahu dimana ujungnya…

dan akhirnya setelah hampir satu bulan jie eun berada di rumah sakit dia mulai menunjukan kemajuan…jie eun mulai terapi jalan yang tentu saja dengan jun pyo… sering sekali aku melihat mereka bersama, tertawa bersama, dan mengembalikan kisah mereka dulu, sungguh aku melihat begitu banyak tawa dari jun pyo jika bersama jie eun…

***

Besok adalah hari perayaan ulang tahun pernikahanku dengan jun pyo, tapi sepertinya jun pyo akan lupa, karena semenjak jie eun ada di rumah sakit jun pyo sudah tak pulang lagi kerumah…kurasa inilah saatnya aku untuk meminta hakku sedikit saja

Aku memberanikan diri memasuki ruang harmoni

“bisa kita bicara sebentar?” tanyaku pada jun pyo

Jun pyo keluar tanpa menjawab dulu pertanyaanku

“ada apa?” Tanya jun pyo

“hm…”sungguh sangat sulit untuk mengeluarkan kata-kata

“bisakah aku yang bicara duluan?” Tanya jun pyo

Aku mengangguk

“bisakah aku memintamu untuk menyerah sekarang? Memintamu untuk melupakanku sekarang?”

Aku hanya mematung…

Dan akhirnya ku berikan senyuman terakhirku padanya “ ya…”suaraku sangat kecil

Jun pyo mendekatiku dan mengecup keningku

“terimakasih, selamat hari ulang tahun pernikahan kita, dan maaf atas semuanya” ucap jun pyo lembut

Aku masih bertahan dengan senyumanku tadi…dan saat jun pyo melangkah meninggalkanku, bulir-bulir air mata mengalir deras dari kelopak mataku…

“maaf selama ini aku belum sempat mengatakan SARANGHEO OPPA” ucapku dengan sisa-sisa pertahananku

Jun pyo berbalik menatapku lekat…

Dan setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya…

***

‘akhir kisah’

Langit begitu pekat, tak ada bulan dan bintang menghiasi langit malam ini
Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 pagi tapi entah kenapa malaikat mimpi tak juga mau membawaku bersamanya.

Aku mencoba bertahan sekuat hati,menatap pilu rumah kami, mengemasi kenangan-kenangan kami, dan berusaha menguburnya dalam-dalam.

Tiba-tiba hp ku mengalun lembut

“ halo” ucap ku berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kesedihanku

“halo jandi, ini paman om…ommamu me..meninggal dia menjadi korban tabrak lari tadi siang” ucap paman di serberang telepon

Seperti sebuah pohon roboh menimpaku, aku sakit benar-benar sakit, aku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun aku hanya diam dan terduduk lemas.

Kenapa tuhan begitu tega padaku,dia mengambil ommaku disaat aku tak siap untuk kehilangan

Ckitt…sepertinya ada mobil yang datang,dan aku tahu persis bahwa itu adalah suara mobil jun pyo
Ceklek jun pyo membuka pintu kamar kami

“kau belum tidur jan di?” tanyanya ragu

Tak ada sepatah katapun keluar dari bibirku, aku masih terpukul, aku masih syok dengan kepergian omma,ingin sekali aku mengatakannya pada jun pyo, tapi aku tak boleh melakukan itu.

 “tak bisakah kau bersamaku, walupun hanya ragamu aku tak apa” suaraku bergetar hebat saat mengatakan itu.

Jun pyo memandangku seperti seorang penjahat yang tidak bisa di maafkan

Jun pyo marah, dia pergi dari rumah

“setidaknya jangan tinggalkan aku untuk malam ini” ucapku menahan kepergiannya

“ aku tak pernah berfikir ini adalah sebuah kesalahan jandi, tapi malam ini aku rasa menikahimu adalah suatu kesalahan terbesar dalam hidupku” ucap jun pyo sebelum dia benar-benar pergi dari rumah

‘maafkan aku jun pyo, tapi aku benar-benar membutuhkanmu saat ini, aku tahu aku egois, tapi aku hanya meminta 1 malam ini saja,dari sisa waktu yang akan kamu jalani dengan jie eun…tapi sepertinya itu tak mungkin’

***

Hari ini adalah hari pemakaman omma, aku melihat ga eul datang dengan dr.yi joeng
Ga eul lari menghambur padaku, memelukku erat…”kau harus tegar jan di”
Aku hanya mengangguk ragu

“mana jun pyo?” Tanya ga eul saat tak melihat jun pyo disisiku saat ini

“aku mohon jangan pernah mengatakan ini pada jun pyo, atau siapapun tentang ini” pintaku

“tapi…”
Sebelum ga eul melanjutkan kata-katanya aku sudah memotongnya

“kumohon…”ucapku lirih

***

End chapter
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...