Author Topic: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-  (Read 27644 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile

Chapter  III
Part  II


tok..tok...tok..
lama aku menunggu...


ceklek..
pintu dibuka oleh so eun..


"OMO SUN-A!!" keterkejutan terlihat jelas dari mimik wajah mungil so eun saat melihatku yang berdiri tepat dihadapannya..
tubuhku basah kuyub..wajahku memucat..mataku sembab karna terus menangis..aku terlihat sangat rapuh dan tumbang..

"so eun-a...." aku tak kuasa untuk tak menghambur kepelukan so eun...di pundaknya tangisku semakin pecah..sedih dan amat memilukan....

“sun-a wegude..hoh?” so eun mengusap usap punggungku berusaha untuk menenangkanku..

“hu..hu..hu…” aku tak peduli..yang aku lakukan hanya menangis dan menangis dipelukan so eun..mengeluarkan semua rasa sedih..kecewa..marah..dan pilu kurasa.

“araseo..kau dingin sekali sun-a..kita masuk kedalam oke…”so eun memapahku masuk kedalam apartemen miliknya..ia merebahkan tubuhku di sofa..lalu setelah itu ia pergi entah kemana..

Kutenggelamkan wajahku di ujung sofa dan kututup dengan kedua tangan..kepalaku rasanya mau hancur beserta hati dan ragaku..aku tak percaya dengan ini semua!

“sun-a..keringkan tubuhmu dengan handuk ini…” so eun memberiku handuk sedang berwarna pink.. tangan sebelah kirinya memegang cangkir yang berisikan coklat panas.

Aku mengulurkan tangan menyambut handuk yang diberikan so eun dan mulai mengelap seluruh tubuhku…setelah so eun meletakkan cangkir ke meja, ia lalu duduk manis disampingku..

“sebaiknya kau ganti baju saja sun-a..nanti kau sakit…”

“anyieo…” jawabku lirih

“sun-a..sebenarnya ada apa?” so eun memegang pundakku menggunakan tangan kanannya.

“aku hamil..” ucapku dengan pandangan kosong ke depan..iar mataku terus mengalir tanpa suara isak..

“MWO?” so eun membelakkan mata tak percaya.. “joungmalyo? Apa sudah pasti?”

“ hari ini aku bolos karna pergi ke dokter kandungan..bayiku sudah berusia empat minggu…” aku menundukkan kepalaku dalam dalam..bulir bulir air mata tak hentinya berjatuhan tak kuasa menahan.

“sun-a…apakah mino tau?”

Aku tersenyum kecut.” Dua jam yang lalu aku mengunjunginya di kantor sepulang dari rumah sakit..dan kau tau..ia malah menolak bayi ini….”



Flash back…

“ aku hamil… “

“MWO?” mino membelakkan matanya ..

“anak kita…” sahutku sambil terus terisak

“………………….”
Hening…
Tak ada jawaban dari mulut mino..ia hanya diam mematung dengan pandangan kosong..seperti orang yang sedang kebingungan..

“yaa..kenapa kau diam? Kau mau bertanggung jawab kan? Kita akan membesarkan anak ini bersama kan?” cecarku tak sabaran..pikiranku sungguh kalut…

Tapi mino masih diam seperti tadi…

“yaa lee min ho! Jawab aku! Yaaaaaaa!!” aku terus memukul dada mino kuat kuat…aku terus menjerit histeris meneriakkan namanya..pukulan demi pukulan terus kudaratkan. Tapi mino sama sekali tak beraksi…

“hu..hu..hu…” akhirnya kekuatanku melemah..pukulanku tak mempan sama sekali..mino yang sekarang terlihat bagai patung tanpa nyawa..
“weo mino-a..kenapa harus begini caramu memperlakukanku..” ucapku sembari terisak isak..

Perlahan aku mundur…berjalan kearah pintu. Aku sudah tak kuasa lagi melihat mino tak memperdulikanku sama sekali..pria yang semula kukira akan senang mengetahui aku sedang mengandung anaknya itu dalam sekejap berubah menjadi sosok yang tak berperasaan seketika..
Sebelum benar benar keluar dari ruangan aku sempat berucap kepadanya,” kau benar benar brengsek mino-a..lelaki pengecut..”

Sembari terus berjalan, aku mengharapkan mino mengejarku..memelukku..lalu berkata,” kita besarkan bersama anak kita..”..namun semakin aku terus berjalan angan angan itu semakin surut..mino sama sekali tak terlihat berusaha untuk menahan kepergianku…



End of flash back…


“lelaki brengsek!” geram so eun..” sun-a..tenanglah..kau masih punya aku, sinhye, dara dan eunhye..kita akan selalu ada disampiingmu dan ada disetiap kau membutuhkan kami…araseo..” so eun menarikku dan memelukku erat erat.. sama sepertiku, ia juga ikutan menangis.

“gumawo..gumawo so eun-a…”

Walaupun  hanya sesaat aku bisa merasakan perasaan nyaman saat so eun berkata untuk tetap menemaniku. Karna jujur yang aku butuhkan sekarang hanyalah dukungan dari orang orang yang aku sayangi..aku butuh mereka untuk menyemangatiku membesarkan janin yang ada didalam rahimku ini..



***

“sun-a…bangun….” So eun menepuk lembut pundakku..

“euuuumm…” ku kecek mataku dan kubuka perlahan…,”so eun..” sapaku dan tersenyum sendu..

So eun membalas senyumanku dengan anggukan kecil..” saying sudah jam tujuh pagi..apakah kau mau disini saja untuk beristirahat? Atau mau kuantar pulang?” Tanya so eun banyak padaku

“sekolah….aku ingin sekolah…”

“mwo?yaa tapi kondisimu sangat lemah sun-a..lihat! wajahmu pucat dan kuyu..aku tak mengizinkamu!” printah so eun lantang

“so eun-a..aku mau bertemu mino…”

“MWO?” kali ini so eun benar benar membelakkan matanya super lebar..bahkan hampir saja keluar jika diperbolehkan..” yaa goo hye sun! kau ini bodoh ya! Jelas sudah mino itu pengecut dan tak mau bertanggung jawab! Kenapa kau masih ingin menemuinya hah??” cecar so eun marah

Aku tersenyum melihat so eun begitu..” so eun-a..aku ingin bertanya lagi pad amino..aku ingin memastikannya sekali lagi..aku ingin mendengar jawaban darinya, karna kemarin ia sama sekali tak berkata apapun yang menyatakan keputusannya…” ucapku lembut menenangkan..

“haaaaah..’ so eun menghela nafas panjang..,” araseo..tapi kalau sampai ia menyakitimu dan membuatmu menangis lagi, sudah dapat dipastikan ia akan babak belur ditanganku!”

Aku melingkarkan tanganku dileher so eun lalu tersenyum..” gumao sayang..kau memang sahabatku yang paling baik..”

So eun terkekeh dengan kelakuanku..” yaa..ayo buru sarapan..kasihan keponakanku itu..kau pasti belum makan kan?” so eun mengelus lembut perutku

OMO! Hampir saja aku melupakan bayiku..aku lupa kalau sedang mengandung..aku lupa kalau sekarang aku tak sendiri..tetapi hidup berdua dengan bayiku…dan aku hampir saja menyakitinya karna lupa makan dan tidak memperhatikannya..

Aku ikut mengusap perutku..” sayang..miane..omma melupakanmu sesaat..dan sudah bersedih..kau pasti sedih juga ya di dalam sana…”ucapku denga perasaan yang bersalah.

“yaa mau sampai kapan kau bersedih terus! Ayo cepat sarapan! Keponakanku pasti sudah lapar sekali..” so eun terkekeh dan menarik tanganku untuk segera menyeretku keruang makan.


***


Diruang pribadi club cheerleaders…

Saat ini aku sudah dikerebuti oleh so eun, shinhye, dara dan juga eun hye..
Mereka baru saja keberitahu sepeutar kehamilanku dan juga seputar mino yang tak mersepon sama sekali keadaanku yang tengah mengandung anaknya..

“brengsek!” dara terlihat marah sekali..baru saja ia hendak berdiri langsung saja shinhye menahannya..

“yaa mau kemana kau?”

“bisa kemana lagi kalau bukan menghajar mino!” sahut dara geram

“yaa dara! Kau sudah gila ya. Itu ide yang sangat buruk!” balas eunhye sinis

“lalu ide yang baik itu seperti apa? Apakah kita hanya diam melihat sahabat kita di lecehkan begitu hah?” ketus dara

“hentikan!” sahutku

Dara, eunhye dan shinhye sontak langsung mengalihkan pandangannya padaku..keributan yang sempat terdengar mendadak hening.. mereka semua menatapku dengan penuh Tanya. Sementara soeun terus mengusap punggungku lembut seraua menenangkanku.

“hentikan..aku tak mau melihat kalian berdebat karnaku..biarkan aku yang menyelesaikan masalahku dengan mino..aku sudah merasa cukup dengan adanya kalian disampingku dan menyemangatiku…” aku berkata lembut..tersenyum dengan bibir gemetar menahan tangis yang tertahan.

“ suna-a..”
“hye sun…”
“sayang..”
Panggilan sayang mereka terhadapku melantun lembut…

“aku sangat menyayangi kalian..gumawo..” akhirnya pertahananku roboh juga.. air mata mulai merembes jatuh membasahi pipiku.. sejadi jadinya aku menangis di pelukan so eun..

Shinhye, dara, dan juga eunhye ikut memelukku dan menangis…



***


Seusai jam ke empat pelajaran, setelah sudah tenang dan merasa lebih baik aku segera menuju kelas mino untuk menemuinya..sendiri tanpa di temani shinhye, dara, eunhye dan juga so eun..tadinya mereka memaksa untuk ikut alih alih takut aku kenapa kenapa..tapi dengan bijak aku menolak..aku tak mau masalah bertambah runyam.. yang kubutuhkan hanya penjelasan dan kejelasan..

Dipintu kelas mino, aku melihat sosok bum dan il woo sedang mengobrol di bangku pojok kelas..aku tidak mendapati mino disana.

Sepertinya bum menyadari kedatanganku,” sun-a!” ia melambaikan tangan kanannya menyapaku

Il  woo yang posisinya membelakangiku ikut menoleh,” yaa sun-a! kemari!” il woo mengeluarkan senyum mautnya.. tangannya bergerak melambai menyuruhku untuk menghampirinya dan juga bum..

“kalian melihat mino?” tanyaku

“mwo? Tak tau, tadi ia keluar kelas tanpa mengucapkan apapun..” jawab bum..

“tumben mencari mino ke kelas, memangnya ada apa sun-a?” sahut il woo

Aku menggelengkan kepala dan tersenyum sedikit kecewa karna mereka tak tau keberadaan mino sekarang..,” anyii..oh baiklah kalau begitu aku permisi dulu” pamitku.

“ah nee..nanti kalau mino datang akan aku beritahu kalau kau habis menjenguknya kesini..”

“ah anyieo..gwenchana..jangan bilang padanya kalau aku dari sini bum..” tolakku halus

“oh..araseo..” jawab bum dengan wajah tak percaya.. mungkin didalam hatinya ia bertanya Tanya “mengapa tumben sekali hye sun tak bersemangat dan malah menolak memberitahu mino tentang kedatangannya kesini? Biasanya kan hye sun paling bawel menyuruhku menyampaikan pesan jika mino tak ada..”

Aku pun berbalik dari mereka berdua dan berjalan keluar kelas…
Duuuuk..
“akh..” rintihku memegangi jidat yang terbentur oleh dada bidang milik seseorang saat hendak berbelok menuju lorong kelasku..

“sun-a!” panggil pria itu

Aku segera mengangkat kepalaku untuk melihat siapa pria yang habis kutabrak ini,” yaa jang geun suk!”

“sun-a gwenchana?” tanyanya khawatir

“oh gwenchana…”

Geun suk menarik nafas lega,” ah syukurlah..kalau sampai terjadi sesuatu padamu, tuan besar lee min ho pasti akan membunuhku..hahaha” katanya bercanda..

Aku mendadak sedih kembali mendengar ucapan dari geun suk.. dan sepertinya geun suk menyadari perubahan dari wajahku..

“sun-a weo? Aku salah bicara ya?”

“anyi..geun suk apa kau melihat mino?”

“nee. Aku baru saja menemuinya.. weo?”

“dimana dia? “ Tanyaku tak sabaran

“loteng.” Geunsuk menunjuk kearah atas menggunakan jari telunjuknya dengan bibir dikulum.

“araseo..gumawo…” dengan cepat aku segera melesat pergi untuk menemui mino.. geun suk memandangiku dengan pandangan aneh..



***

Sesampainya di loteng..

Aku melihat sosok mino sedang berdiri mematung membelakangiku..kulangkahkan kaki kearahnya dengan perlahan..aku ingin menangis..menangis dan menghambur ke dalam pelukannya. Namun semua itu kutahan sekuat tenaga..aku tak mau mino melihatku lemah.

“tumben sekali seorang lee min ho si tuan muda paling tampan di sekolah bermain di atas loteng..” candaku memulai percakapan.

Mino segera menengok kebelakang.. dan saat matanya mendapati sosokku, ia terlihat begitu keget dan tak suka akan kedatanganku..

“sun-a…” desahnya berat

Aku tersenyum padanya lalu semakin mendekat..dan akhirnya sekarang aku dan mino sudah saling berhadap hadapan..

Aku tak mengerti saat ini mino menatapku dengan pandangan seperti apa..yang aku tau bahwa ia menatapku seperti tidak ada aku dihadapannya..seolah olah aku ini hanyalah bayangan semu..

“mengenai kehamilanku…” belum selesai aku berbicara, mino memotongnya dengan kata..

“miane.”

“mwo?”

“aku harus pergi…” ucap mino dingin..tanpa melihatku mino langsung pergi berlalu dari hadapanku..

Ku kepalkan tanganku kuat kuat…berusaha sekuat tenaga sekali lagi untuk menahan agar air mataku tak tumpah membanjiri pipiku..,”BERHENTI!” pintaku kuat.

Mino mengikuti perintahku..ia menghentikan langkahnya yanpa menoleh kearahku sama sekali..punggung itu begitu dingin dan kaku.. punggung yang hangat biasanya sekarang berubah dan menjadi sulit untuk kujangkau..

“mino-a! apakah kau tak senang memiliki seorang anak? Apakah kau tak memikirkan keadaanku? Apakah kau tak tau betapa sedihnya aku saat kau sama sekali tak berucap mengenai masalah ini? KENAPA KAU HANYA DIAM!!KENAPA KAU MENYIKSAKU SEPERTI INI!! KENAPA!!” Jeritku histeris.. tangis yang mati matian kutahan akhirnya tertumpah juga dengan sendirinya..

“hu..hu…hu..kenapa kau menjadi seperti ini mino-a..apa kau sudah tidak mencintaiku lagi..hu..hu..” aku terus mengeluarkan luapan yang tertahan di dalam hatiku..

“miane…” ucap mino dengan suara datar.

Mendengar ia sama sekali tak bergeming, seketika saja luapan emosi emosiku mulai menjalar keseluruh tubuhku..rasa benci mulai menggerogotiku. “MIANE? DENGAN APA YANG SUDAH TERJADI KAU HANYA BERKATA MIANE? ARASEO LEE MIN HOSSI, AKU GOO HYE SUN TIDAK AKAN PERNAH MENEMUIMU LAGI! AKU BERJENJI TIDAK AKAN MEMINTA BELAS KASIHAN DARIMU SEBERAPAPUN SUSAHNYA AKU NANTI! DAN KUPASTIKAN JUGA SAAT ANAKKU LAHIR KAU TAK BOLEH MELIHAT! BAHKAN MENYENTUHNYA SEDIKITPUN! AKU BERSUMPAH!!!!” aku menjerit bak orang yang sedang kesetanan.. ini pertama kalinya aku menjerit sekuat kuatnya seperti ini.. walaupun seluruh rongga tenggorokanku sakit, namun aku jadi merasa lega..

“miane..” ucap mino lagi.. setelah itu tanpa menolehku ia berlalu begitu saja…

Bruuuuk
Aku jatuh terduduk..kakiku sudah sangat lemas tak sanggup untuk menopang tubuhku.. di siang hari..pada musim gugur, aku menangis sejadi jadinya di atas loteng sekolah shinhwa..menangis  meraung raung seperti anak kecil yang tak dibelikan mainan yang ia sukai..
Kumohon untuk saat ini biarkanlah aku menangis.. menangis untuk mengeluarkan semua rasa kekecewaanku..rasa marahku..juga rasa sedihku atas perlakuan mino terhadapku dan bayi kami..demi tuhan, aku tak akan lagi mau bertemu dengannya..cukup sudah ia menyakiti hatiku.




***


Tiga hari sudah pasca kejadian di atas loteng antara aku dan mino.. sekarang aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri tanpanya di sisiku..tapi itu hanya saat disekolah saja..saat sahabat sahabatku menemaniku..tetapi kalau sudah dirumah aku berubah menjadi boneka tanpa nyawa..mengurung diri dikamar.. menangis dan terus menangis…

Walaupun mulutku berkata,” aku bisa tanpa mino” tetapi dalam hatiku berkata sebaliknya..aku tak bisa tanpanya. Selama ini aku selalu bergantung pada mino..aku sudah terlalu dimanjakan dengan kasih sayang yang ia berikan padaku.. beratus kali aku mencoba melupakan setiap kenangan manis yang ku kecap bersamanya, tetapi tak bisa.. bayangan mino selalu menghantiu disetiap langkahku.

Saat ini aku dan ke empat sahabatku sedang berada di ruang club cheerleaders..aku duduk di bangku melihat sahabat sahabatku latihan dance..gerakan lincah dan energik tampak terlihat dimataku..sahabatku ini memang pintar menari..didalam hati kecilku sesungguhnya aku ingin ikut bersama mereka..menari.. berjuang bersama sama diperlombaan minggu depan. tetapi mengingat kondisiku  ini sedang hamil, mereka melarangku keras!

“sun-a..wajahmu pucat sekali….” Ucap shinhye cemas..

“gwenchana..” aku tersenyum memaksa..

Benar.. sejak kemarin malam aku mulai merasa tak enak badan..aku merasa kepalaku pusing dan mual…

“eweeek..” aku menutup mulut dengan kedua tanganku cepat cepat..

“ya sun-a wegude?” raut khawatir terlihat di wajah shinhye..

Aku buru buru berlari menuju toilet.. tak kuat lagi menahan rasa mual ini tanpa menjawab pertanyaan shinhye..

Saat aku berlari sembari menahan mual, aku tak menyadari bahwa aku melewati sosok mino…aku terlalu sibuk dengan rasa mualku.

Sesampainya ditoilet, aku segera menunduk di wastafel…“uweeek…uweeeeeek..” aku memuntahkan semua isi perutku…”uweeek..”
“haah..haaah..” nafasku member setelah semua muntuhanku telah keluar.. rasanya tenggorokanku seperti tercekik hebat..kunyalahkan air keran..lalu setelah itu kubasuh wajahku…
Aku mematung melihat wajahku dicermin..pucat..sembab..dan kuyu.. seperti orang yang sebentar lagi akan menghadapi kematian..

Tiba tiba aku tersentak melihat sebuah tangan terulur dengan menyodorkan sapu tangan berwarna putih..aku segera mendongakkan kepala untuk melihat siapa yang memberiku sapu tangan putih itu.

“kau..” raut wajahku saat melihat ternyata itu adalah mino seketika memerah padam menahan amarah.

“ambillah..”

“tak sudi aku memakai benda yang diberikan olehmu! Dan kenapa kau mengikutiku? Pergi! Aku tak butuh belas kasihan darimu.. pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!” aku berteriak hebat.. tiba tiba aku merasakan rasa sakit luar biasa di perutku..kepalaku mulai berputar menahan rasa pusing yang hebat..aku merasa lama kelamaan bayangan mino menjadi kabur.. menjauh dan terus menjauh…

“SUN-A!” mino teriak memanggilku saat tubuhku oleng.. dengan tanggap ia meraih tubuhku yang hampir jatuh tersungkur..aku pingsan..

“sun-a..yaaa!! bangun!! Banguuuun!!!” panggil mino dengan suara yang begitu ketakutan..aku bisa mendengar sayub sayub..

“OMO DARAH!! YAA HYE SUN!!” mino begitu panik saat melihat darah mulai merembes dari selangkanganku.. cepat cepat mino menggendongku dan membawaku kerumah sakit..

Disepanjang lorong sekolah saat kurasa mino berlari begitu cepat menggendongku.. aku bisa mendengar..hanya saja aku terlalu lemah untuk membuka mata..apalagi berbicara.. seluruh murid yang melihat menjerit jerit histeris melihat darah menetes dari selangkanganku..


***


“ kau gila mino! Aku tak menyangka kau akan begini berubah! Kukira kau baik! Nyatanya? Ciiiih!!” cibir eunhye

“harusnya kau tau mino-a! orang hamil itu butuh dukungan! Bukan tekanan!” tambah dara sengit!

Sementara so eun terus menangis dalam rangkulan bum… sedangkan shinhye dalam rangkulan geun suk sama seperti so eun menangis..

“hei sudah hentikan! Tak malu apa kalian bertengkar di rumah sakit! Tak lihat hye sun sedang berbaring lemah hah?? Bahkan belum sadar akibat pengaruh obat!” kali ini yang berucap il woo..

Dara dan eunhye menundukkan kepalanya merasa bersalah..,” miane..” ucap mereka berdua berbarengan..

Mino yang dihakimi oleh dara dan eunhye sama sekali tak mendengarkannya.. matanya sibuk memperhatikan hye sun..wajahnya terlihat sangat stres dan ketakutan sekali..

“ukh..” perlahan aku membuka mata.. suara berisik itu sukses membangunkanku..

So eun yang menyadari aku sudah mengerjap ngerjapkan mata segera berlari menghampiriku..,” sun-a.. gwenchana? Syukurlah kau sudah sadar…” nafas lega dihembuskan oleh so eun.. air mata masih menempel  di pipinya.

Yang lainnya langsung mengerebutiku buru buru..wajah cemas sekaligus lega terlihat dari mimik mereka..

“bayiku…bagaimana dengan bayiku…” tanyaku.. air mataku mulai merembes..aku takut sekali.

“bayimu selamat sun-a..tetapi ia masih sangat lemah..” dara mengusap lembut kepalaku..

“hu..hu… syukurlah..” ku usap perutku lembut sambil terisak… bayiku selamat…tak ada yang kuinginkan selain bayiku…

“sun-a…”

Aku hafal sekali suara ini… ternyata benar..mino sedang berdiri di belakang bum dan il woo..

“mau apa kau kesini? Pergi! Pergi kataku!!!!!!” usirku kuat kuat..

“yaa mino sebaiknya kau keluar! Kondisi hye sun sedang tidak labil! Aku tak mau ada apa apa lagi dengannya!” perintah shinhye

“tapi aku…”

“sudahlah mino..sebaiknya kita keluar dulu..hye sun masih belum pulih dan harus beristirahat..ingat apa kata dokter tadi..” geun suk merangkul pundak mino untuk segera meninggalkan ruangan.

“kami  permisi dulu..sun-a cepat sembuh..” pamit il woo sebelum pintu ditutup olehnya



***



di lorong rumah sakit…

mino, geun suk, bum, dan il woo berjalan beiringan.. mino berjalan dengan fikiran menerawang..


Flash back


“bagaimana dengan keadaan pa.. maksud saya istri saya dok?” Tanya mino sangat ketakutan. Mino terpaksa berbohong mengenai statusnya dengan hye sun..

“anda suaminya? Lee min ho pewaris grup shinhwa?” Tanya dokter itu tak percaya

“itu tidak penting! Yang penting adalah bagaimana keadaan istri saya dan bayi saya!” ucapan mino menjadi lebih tegas

“miane.. kondisi istri anda sudah stabil setelah diberi obat.. untung  anda cepat cepat membawanya kesini..kalau tidak, terlambat sedikit saja bayi anda sudah tidak bisa diselamatkan lagi..” terang dokter  park

“ jadi istri dan bayiku baik baik saja?” Tanya mino tak sabaran

“nee minossi.. hanya saja masih lemah..” dokter park tersenyum

“lemah?”

“nee.. minossi apakah kau tidak diberitau oleh istrimu?”

“mwo? Mengenai apa?”

“ternyata belum..baiklah saya akan menjelaskan pada anda sekali lagi.. minossi taukah anda janin yang di kandung isrimu berpengaruh besar terhadapnya..maksud saya, apapun yang istri anda rasa..yang istri anda makan..pasti akan berpengaruh langsung ke janinnya..misalnya..saat fikiran istrimu  sedang stress, otomatis itu semua langsung dirasakan juga oleh janinnya..ia akan merasa tidak nyaman dan menjadi lemah..jadi sebisa mungkin kau harus selalu membahagiakan istrimu minossi..jangan biarkan dia berfikir terlalu keras..manjakanlah dirinya dan janin yang ada di dalam kandungannya..faktor ini dinamakan faktor psikologis.”terang dokter park

Mino diam membisu.. di fikirannya kembali menari nari mengingat kejadian seminggu yang lalu saat hye sun memberitahuan mengenai kehamilannya.. bukannya mendukung hye sun, ia malah meninggalkan hye sun seorang diri..membiarkan hye sun dan bayinya tersiksa karna kesedihan yang ia berikan..,” pria macam apa aku! Kau memang pengecut! Lelaki brengsek!kau bahkan hampir membunuh anakmu sendiri!” maki mino dalam hati

“kamsamnidha atas informasinya dok.. “ mino segera berlalu dari ruangan


End of flash back



***


Mino mengepalkan kedua tangannya erat erat..
Ia berbalik hendak kembali keruang rawat tempat dimana hye sun berada..

“yaa mino-a mau kemana!” Tanya geunsuk



“ meminta maaf pada bidadari manisku!aku tak mau kehilangannya lagi!” jawab mino sambil terus berlari.. geun suk, bum dan il woo saling berpandangan..lalu mereka tersenyum senang dan bergegas menyusul mino.

“yaa tunggu kami!” kata bum.



***


« Last Edit: July 07, 2010, 07:42:14 am by neiya »