Mian jadi bikin kalian geregetan sama mino.. Baiklah aku tambahin ceritanya.. Bukan tambahan chapt.. ^^
ceklek..
Gagang pintu dibuka oleh mino...
Aku yang sedang menyeruput susu ibu hamil menatap ke arah sumber suara..
Melihat wajah mino membuat emosiku meletup letup kembali.." YAA MAU APA KESINI LAGI! " Teriakku kuat
"Sun-a..jaga emosimu..." Eun hye memperingatkanku..
"Kude..ingat bayimu sun-a.." Tambah shinhye
"Mino-a..weo? Sudah kubilang biarkan hye sun tenang dulu.." Tegur so eun
Mino tak membalas pertanyaan pertanyaan dari sahabat sahabatku..ia malah semakin mendekat padaku..
"Keluar..." Katanya
"Mwo?"
"Kumohon kalian keluar dulu semuanya.. Aku ingin berbicara berdua saja dengan hye sun... " Ucap mino datar..
"Tak ada lagi yang perlu dibicarakan! Pergi!" Ucapku dingin tanpa mau menatapnya..
"Dengar tidak? Hye sun bilang kau harus pergi!!" Ketus so eun
"KELUAR KATAKU!!!!! " Kali ini mino benar benar habis kesabaran.. Suara mino yang menggelegar hebat sontak mengagetkan dara, shinhye, so, eun, dan juga aku tentunya.. Bum, il woo, dan juga geun suk hanya diam membisu...
"Sudahlah kalian keluar saja! " Ucap geun suk sembari menyeret dara dan shinhye.. Sedangkan bum menyeret so eun.. Dan il woo menyeret eunhye untuk meninggalkan ruangan... Memberi kesempatan kepada mino untuk meminta maaf padaku..
***
"Ada apa?" Ucapku dingin..pandanganku kualihkan ke arah jendela disampingku persis tanpa berminat untuk menatap mino...
"Miane..."
"Aku sudah mendengarnya berkali kali! Dan sudah muak! Kau simpan saja maafmu! Aku tak butuh.."
Mino semakin mendekatiku.. Ia duduk manis dikursi samping lalu perlahan ia meraih tangan kananku..
"Yaaa..lepas tidak! Yaaaaa!!! " Aku seketika berontak mendapati mino menggenggam tanganku
" Antwe! Tidak akan kulepas lagi! " Mino menundukkan kepalanya dalam dalam
"Sebenarnya apa maumu! Kau menyuruhku untuk menjauh! Aku sudah menurutinya! Sekarang kenapa kau malah datang lagi HAH!!"
"Karna aku tak tau harus berbuat apa..."
"Mwo?"
Mino semakin kuat menggenggam tanganku..seolah ia takut kehilangan tanganku lagi..." Sun-a..sejujurnya aku sangat senang dengan kehamilanmu..aku senang ternyata aku adalah pria sejati..aku bahagia..tapi aku tak tau harus berbuat apa..ini pertama kalinya aku mendapati kenyataan seperti ini..mendapati kenyataan bahwa ada makhluk kecil didalam tubuhmu yaitu sebagian dari diriku mulai tumbuh..aku tak tau harus berbuat apa. Aku takut tak bisa menjadi ayah yang baik..aku takut tak bisa sepenuhnya menjagamu..aku naif sekali sun-a..sebenarnya waktu itu disaat hujan kau meninggalkan kantor, ingin sekali aku mengejarmu..tapi tak bisa..otakku terlalu banyak berfikir..aku terlalu kalut.. Jadi aku memilih untuk diam..aku diam bukan untuk menghindar..aku diam untuk memulihkan fikiranku sun-a..sumpah demi tuhan..dan sekarang aku sudah sadar kalau tindakanku ternyata salah..tak seharusnya aku diam tanpa memberikan penjelasan padamu..hingga menyebabkanmu menderita bersama bayi kita.. Aku sangat menyesal.. Dan aku benar benar menyadari kalau aku sangat jahat dan tak pantas untuk dimaafkan..tapi kumohon izinkan aku untuk tetap disisimu..melindungimu dan bayi kita..."
Mino bercerita panjang lebar..bisa kurasa telapak tanganku basah..dibasahi oleh air mata yang keluar dari pelupuk mata mino..ini kali pertama aku melihatnya menangis...
"saranghae sun-a..." Isak tangis mino semakin kuat.. Membuat hatiku ikut sakit.. Sakit bukan karna dendam..tetapi lebih kepada tangisan mino.. Pria ini sungguh rapuh.. Aku tak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku masih sangat mencintainya.. Sangat amat..
"Aku bersedia melakukan apapun asal kau mau memaafkanku..."
"Apapun?"
"Nee apapun.. Aku akan lakukan sun-a.." Ucap mino sungguh sungguh sembari menghapus air matanya
"Peluk lalu cium dahiku.."
"Mwo?" Mino tak percaya dengan permintaanku ini
"Tak dengar? Aku bilang peluk dan cium dahiku! Kuhitung sampai tiga. Jika tak kau lakukan maka..."
Greeep..
Belum selesai aku berucap, mino dengan cepat langsung menghambur memelukku.. Ia memelukku begitu erat.. Dan mulai menangis lagi..
"Gumawo..gumawo baby.. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu lagi..tak akan menyakiti hatimu..aku bersumpah demi tuhan.."
"Yaa aku tak bisa bernafas! Kau menyakitiku dan bayi kita!"
Mendengarku mino cepat melepaskan pelukannya..ia menatapku khawatir," miane..aku tak sengaja baby.. Aku terlalu senang.."
"Satu lagi!"
"Mwo?"
Aku menunjuk tunjuk jidatku dengan jari telunjukku..
"Aiiiish.." Mino tersenyum lebar..tangan kanannya terulur memegang belakang kepalaku dan lebih mendekat padanya...
Cuuuups..
Ciuman lembut di daratkan mino.. Dalam..hangat.. Dan menyentuh.. Ciuman yang menandakan bahwa betapa ia mencintaiku..
"Yaiiish menangis lagi..." Kuhusap air mata mino menggunakan tangan kananku. Sedangkan tangan kiriku tertusuk jarum infus.. " Aku saja tak menangis..." Aku tersenyum lembut..
"Ini tangis bahagia baby.."
Aku mengelus elus perutku penuh kasih..." Sayang..lihat! Appamu sudah kembali lagi bersama kita..omma senang sekali..kau juga pasti merasakannya kan?"
Mino menatapku sedih..lalu ia merunduk dan menaruh kepalanya diatas perutku.." Sayang..miane, appa sudah membuatmu dan omma sedih..appa berjanji mulai hari ini tak akan pernah meninggalkan kalian lagi..appa akan melindungi kalian, walaupun nyawa appa yang menjadi taruhannya..."
***
Enam jam sudah aku dan mino kembali lagi bersama.. Saat ini ruanganku dipenuhi gelak tawa dari so eun, shinhye, dara, eunhye, geun suk, il woo, dan juga bum... Sahabat sahabatku ini sudah sepenuhnya memaafkan mino dengan perjanjian bahwa mino tak boleh membiarkanku menangis dan menderita lagi... Dan semua perjanjian itu di terima mino dengan penuh tanggung jawab..
" Eunhye.. Tumben tak bersama belahan jiwamu!" Kata il woo sambil menyeruput milk shake
"mwo? Apa maksudmu?" Eunhye menatap il wo bingung
"Cermin! Bukankah kau tidak bisa dipisahkan oleh cerminmu?" Goda il woo
"Wah sepertinya kau selalu mengungkit ungkit cerminku ya? Tak kusangka segitunya kau perhatian padaku.." Goda eunhye genit.
Buuuuuz!
Godaan eunhye berhasil membuat il woo si wajah cute itu mati kutu!
"Mw..mwo? Yaa..kegeeran sekali kau!" il woo berusaha untuk menutupi kegugupannya...
"Suuuuit suuuuuit.. Cieee il woo..ternyata eunhye ya yang sudah mengalihkan duniamu? " Goda geunsuk..
" Yaa Jang geun suk!!" Bentak il woo kesal
"Yaa hentikan! Nanti anakku stres! Araseo?" Kali ini mino yang membentak
Aku terkekeh didalam pelukkannya..
"Yaaa calon appa! Kau ini begitu over protektif sekali sih.. Kita kan hanya bercanda saja.." Bum memajukan bibirnya
"Tau nih mino! Usia kandungan hye sun baru sebulan saja sudah seperti ini. Apalagi kalau sembilan bulan? Bisa bisa hye sun tak boleh melakukan apapun.. Hanya boleh tidur saja! " Celetuk il woo
"Wajar saja! Namanya juga melindungi ibu dan anak!" Tambah shinhye..
Mendengar kata "ibu" dari mulut shinhye tiba tiba perasaanku berubah menjadi takut sekali.. Mino yang menyadari perubahan pada wajahku bertanya khawatir," baby..gwenchana?"
"Kalian..apa kalian bisa keluar dulu.. Lima belas menit saja.." Pintaku pada mereka..
"Mwo? Araseo.. Kami ada diluar menunggu..kalian berbincanglah" ucap so eun sembari berdiri dan diikuti oleh yang lainnya..
***
Mino mengelus elus rambutku," weo baby? Apa ada yang mengganggu fikiranmu?" Tanya mino lembut
Aku mengangguk," nee.. Sangat mengganggu sekali.."
"Apa itu.."
"Orang tua kita..."
Mino tiba tiba melepaskan pelukannya..tangan kanannya terulur menyentuh pipiku..lalu ia menatapku dalam dalam... " Baby.. Aku sudah memutuskan. Kita tidak akan memberitahu orang tua kita mengenai kehamilanmu dalam waktu dekat ini"
Aku tersentak kaget," mwo? Apa maksudmu?" Fikiranku kembali kalut
"Maksudku tidak sampai kandunganmu benar benar memasuki tahap aman.. Sekarang ini kandunganmu masih sangat rawan baby..aku khawatir jika kita bicara dalam waktu dekat ini, kau malah menjadi stres dan tertekan..lalu nanti berefek pada bayi kita..aku tak akan membiarkannya.." Jelas mino..
"Jadi?"
"Jadi sampai usia kandunganmu berkisar antara empat sampai lima bulan, kita akan merahasiakan hal ini dari orang tua kita..araseo?"
Aku mengangguk angguk terharu..tak kusangka mino segitu memikirkan kesehatanku juga bayi kami...
"Tapi jika menunggu sampau empat atau lima bulan, perutku pasti sudah membuncit..bagaimana dong?"
Mino tertawa.." Haha..tenang saja baby, badanmu kan mungil..nanti mulai minggu depan untuk tahun ini saja murid diwajibkan untuk memakai pakaian bebas kesekolah. Jadi kau bisa menutupi perutmu dengan memakai kaos besar..araseo?"
Sekarang giliran aku yang tertawa.." Yaiiiish.. Ada ada saja! Hehe.. "
Puk puk puk
Mino menepuk dadanya bangga..
"Siapa dulu dong! Lee min ho! Pemilik sekolah shinhwa..hahaha..kan sudah kukatakan..apapun akan kulakukan demimu dan bayi kita.."
Cuuups..
Mino mendaratkan ciuman mesra dibibirku..
***