Poll

suggest please

16 chapter
0 (0%)
16 chapter
0 (0%)

Total Members Voted: 0

Voting closed: April 23, 2010, 11:11:22 pm

Author Topic: Agashi, I Love You  (Read 7957 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Agasshi, I Love U ( Episode 15 & 16 ) -> THE FINAL
« Reply #45 on: July 09, 2010, 04:47:07 am »

Miane baru bisa Up date, hope u like it..... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Episode 15 :

@ Seoul -> 2 tahun kemudian.................

Terlihat sebuah session photo untuk sebuah produk iklan berlian yang baru saja diluncurkan oleh Bijoux Enterprise, terlihat beberapa model yang sedang difoto untuk majalah fashion, nampak seorang model dengan wajah yang cantik dan kulit seputih salju , dialah  Lee Sae Yoon yang saat ini merupakan model terlaris dan selalu tampil disetiap iklan dengan produk yang bergengsi.
Lee Sae Yoon saat ini bukanlah seorang Putri Mahkota, dia terjun ke dunia model setelah kesedihan yang mendalam setelah ditinggal pergi oleh Kim Jeong ha, dan saat itu dia memutuskan untuk menjadi seorang model dan menyerahkan gelar Putri Mahkota pada sepupunya Putri Seok Joong, walaupun So Joong belum ingin menggantikannya tapi sae yoon sudah memilih untuk menjadi orang biasa dan tidak ingin terlibat dengan urusan Kerajaan lagi.

“ Nona, anda terlihat begitu lelah”, ujar Ibu. Han ( setelah Putri Mahkota melepaskan gelarnya, dayang Han mengikutinya sebagai asistennya karena Sekretaris Byun harus membimbing Putri Seok Joong  untuk menggantikan posisi Putri Mahkota ).
“ Aku tidak apa-apa, Ibu.Han.
“Setelah ini apa aku ada pemotretan lagi, atau aku ada janji bertemu dengan klien?”, tanya Sae Yoon pada Ibu. Han.
“Tidak ada nona”, jawab Ibu.Han singkat.
“Aku lapar, ayo kita pergi ke restoran Italia!”, ajak Sae Yoon. Sejak kepergian Jeong ha, sae yoon selalu ingin makan di restoran Italia, mungkin ingin mengingat terus Kim jeong Ha.

Sementara itu di Milan, Italia. Jeong Ha melakukan pekerjaannya dengan baik, Ryon Enterprise sudah diakui di Milan, dan itu membuatnya sangat senang, apalagi sebentar lagi produk mobil terbaru akan segera diluncurkan, dan designnya pun merupakan hasil karya Jeong Ha, tapi Jeong Ha belum menemukan model yang pas untuk mengiklankan produknya tersebut. Sudah beberapa model , dan juga beberapa artis terkenal dari seluruh negara, belum ada yang cocok untuk produknya tersebut, dan itu benar-benar membuat Pak Min kewalahan. Kebiasaan Jeong Ha merokok sudah mulai dilakukannya lagi setelah mengalami putus cinta dengan Sae Yoon.

“Pak Direktur, sebaiknya anda harus berhenti merokok, tidak baik untuk kesehatan anda”, ujar Pak Min.
“ Aku tidak apa-apa, aku sangat menikmatinya, aku hanya ingin menghilangkan kesedihan dan rasa sakit yang kualami, Pak Min”. “Aku harap kau bisa memahaminya”, ujar Jeong Ha sedih.

   

“Apa kabarmu disana Sae Yoon, apa kau baik-baik saja?”, “ aku sangat merindukanmu”, ujar Jeong Ha sambil menatap foto Sae Yoon dan dirinya yang terpajang di meja kerjanya.

**************************************************************@ Seoul
Hoah……Sae Yoon terbangun dari tidurnya, sambil mengacak-ngacak rambutnya, dilihatnya 1 buket bunga mawar putih tepat diatas meja riasnya, dan sambil berusaha untuk membuka matanya lebar-lebar, Sae Yoon mengambil kartu pengirim buket tersebut, rupanya bunga tersebut dikirim oleh produsernya, “Nn. Lee Sae Yoon, besok kau akan terbang ke Milan, Italia untuk melakukan pemotretan dan syuting iklan terbaru. Persiapkan dirimu,okay“.

“ Milan” , “Italia”, itu berarti aku akan bertemu dengan Jeong Ha, mmm, seru Sae Yoon sambil mengulum senyumnya.
“ Ibu. Han, ayo kita harus siap-siap!”,ujarnya sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan kea rah kamar mandi.
“ Milan !!!, “aku datang!!!”seru Sae Yoon kegirangan.

Akhirnya Sae Yoon dan Ibu Han dan beberapa crew Gyo Production tiba di Milan, Italia. Dan sudah dipersiapkan mobil jemputan untuk mengantar mereka ke hotel.
Setelah tiba di hotel, mereka beristirahat setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan malam harinya mereka makan malam dengan makanan yang sangat istimewa, karena keesokan paginya mereka baru mulai bekerja untuk proses syuting iklan dan beberapa photo shot untuk majalah.
**************************************************************
“Jadi mereka sudah tiba di hotel”, ujar Jeong Ha yang sedang berbicara ditelepon dengan pak Min.
Rupanya kedatangan mereka merupakan campur tangan Jeong Ha, karena Jeong Ha hanya ingin yang menjadi model iklan tersebut adalah Sae Yoon.
Tepat di sebuah Hotel Mewah di Milan, dilakukan sesi pemotretan, dan Sae Yoonpun memulai aksinya bergaya didepan camera dengan 5 kostum yang berbeda.
     


“Baiklah, kita break selama 2 jam, ujar fotografer tersebut. Dan sae yoon langsung mengajak Ibu. Han untuk berkeliling sebentar ke Mall yang letaknya tidak jauh dari Hotel tersebut. Sae yoon sedang mencari beberapa pakaian dan tas yang ingin dia beli, dan setelah berkeliling sekitar 20 menit, akhirnya Sae Yoon mendapatkan yang dia inginkan, 2 gaun dan 1 tas serta sepatu yang indah, sesekali Sae Yoon sering menoleh kearah belakang, karena dia merasa jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

“Ingin rasanya aku memelukmu, tapi aku tahu itu tidak mungkin, karena kita sudah tidak mungkin untuk bersama”, ujar Jeong Ha sedih.
“Kenapa kau mengikutiku, ?”, ujar Sae Yoon pada pria yang saat ini ada di hadapannya.
Jeong ha terkejut dengan suara itu, dan langsung menoleh kearah belakang, rupanya, “ Lee Sae Yoon!!!!”

Sae Yoon pun langsung menghampiri Jeong ha, dan  “ plak!!!!” Plak”, tangan sae yoon mendarat mulus dipipi Jeong Ha.
“tega sekali kau padaku, kenapa kau meninggalkanku, aku sudah datang tapi pesawatmu, kau jahat, kau jahat, kau jahat sekali padaku”, ujar Sae Yoon kesal sambil memukul-mukul dada jeong ha.
“Hentikan sikap kekanak-kanakkanmu, Lee Sae Yoon”. Kau bukan milikku lagi, kau sudah menikah, jadi jangan seperti ini, sebaiknya kau harus menjaga sikapmu. Aku yang memanggilmu untuk datang kemari, karena aku ingin kau yang menjadi model untuk mobilku yang terbaru “ Esmerald ”, ujar Jeong Ha ketus.
“Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi kau yang memilih untuk tidak bersamaku, jadi berhenti menyalahkanku, sebaiknya kau kembali ke hotel , aku tidak mau nanti hasilnya tidak memuaskan klienku, mengerti!”, ujar Jeong ha yang kemudian berlalu dari pandangan Sae Yoon.

“Aish…dia itu kenapa?, ah…, pasti dia mengira kalau aku sudah menikah dengan Shi Won, dan.... baiklah jika itu yang kau inginkan, aku tidak akan mengganggumu lagi, ujar Sae Yoon kesal.

@ Emperor Hotel
Sae Yoon menjatuhkan badannya di ranjangnya,
“Kim Jeong Ha brengsek, awas yach jika kau mendekatiku lagi, aku tidak akan melihatmu lagi, sedikitpun aku tidak akan menoleh kearahmu lagi, tidak akan”,ujar sae yoon sambil menangis dengan wajah ditutupi bantal.
“Padahal aku kira jika bertemu denganmu, kau akan senang menyambut kedatanganku, atau setidaknya kau memelukku, tapi kau sudah berubah, kau menjadi dingin dan tidak berperasaan, baik jika itu yang kau inginkan, kau pikir cuma kau saja yang bisa berbuat seperti itu”, tukas sae yoon geram.

   

Rupanya Jeong Ha sedang mempersiapkan untuk syuting iklan Esmerald bersama para crew dari Gyo Production di sebuah villa mewah di Milan, dan Jeong Ha tidak datang seorang diri, ada wanita cantik yang bersamanya.

Sae Yoon yang sudah selesai dirias, sedang bersiap-siap untuk melakukan take 1, tapi dia agak terkejut saat melihat kehadiran Jeong ha diantara para crew dengan wanita yang datang bersamanya.
“Siapa wanita itu, apakah dia kekasih JeongHa?”, ucap Sae Yoon penasaran.

Berkali-kali sae Yoon melakukan kesalahan, sehingga membuat Jeong Ha kesal dan marah-marah.
“ Apa kau bisa berakting, mana lee sae yoon yang arogan,angkuh yang bisa melakukan apapun, kau jangan membuat mereka kelelahan hanya gara-gara aktingmu yang buruk, jika kau melakukan satu kali lagi kesalahan, aku akan menggantimu dengan model yang lain, kau paham, atau kau mau mengganti semua waktuku yang terbuang percuma?” teriak Jeong Ha didepan semua orang, dan itu membuat Sae Yoon sakit hati dan
 “ maaf, aku tidak bisa konsentrasi, tapi Tn.Kim Jeong Ha yang terhormat, Anda tidak perlu khawatir saya akan menyelesaikannya dengan baik, “ ujar Sae Yoon dengan nada menantang.

“Kenapa kau kasar sekali padanya, tindakanmu itu sangat keterlaluan, Jeong Ha, ujar Nn. Yoo Rin sambil menghampiri Sae Yoon.
“Tolong maafkan dia, Pak direktur hanya sedang kelelahan, jadi dia marah-marah padamu, kau tidak apa-apakan?” ujar YooRIn lembut.
“Aku tidak apa-apa, kau tenang saja dan bilang pada kekasihmu itu, aku akan buktikan kalau aku bisa melakukannya”, ujar sae yoon kesal.
“Mwo!”, “ kekasih?”, ujar yoo rin heran.
“ kenapa Sae Yoon mengira kalau Jeong ha adalah kekasihku?”.
************************************************************
Akhirnya sae Yoon bisa menyelesaikan iklan tersebut dengan sempurna, dan saat Jeong HA mengajak semua crew ke Club terkenal di Milan, semuanya ikut, kecuali Sae Yoon yang lebih memilih kembali ke hotel.

Di kamar hotelnya, Sae yoon masih teringat kata-kata kasar dari Jeong Ha, dan Sae Yoon merasa Jeong Ha sudah berubah, dia tidak seperti Jeong ha yang ia kenal sangat lembut, perhatian dan penuh cinta.
“ aku mau pulang ke korea besok pagi, tolong persiapkan semuanya, terima kasih!”, ujar Sae Yoon pada seseorang ditelepon.
Tapi sebelum dia memutuskan untuk pulang Sae Yoon bermaksud untuk menemui Jeong Ha dan meminta penjelasan atas semuanya, dan Sae Yoon pun menuju rumah Jeong Ha.
“ AKu harus menemuinya sekali lagi, siapa tahu aku bias mendapatkan penjelasan atas perubahan sikapnya terhadapku, ujar Sae Yoon sambil beranjak keluar dan menuju lobby hotel untuk menunggu Taxi yang dipesannya.
**************************************************************
Sedangkan di Club, Jeong Ha minum sangat banyak dan dia menyesal telah berbuat kasar pada Sae Yoon, dan akhirnya Jeong Ha pun mabuk berat, dan melihat kondisi Jeong Ha yang galau membuat khawatir Yoorin, dan kemudian Yoo Rin membawa Jeong ha pulang dengan dibantu seorang server untuk menggendong Jeong ha masuk kedalam mobil.

Dan akhirnya merekapun tiba di rumah Jeong Ha, dan Yoo rin pun membaringkan Jeong Ha disofanya, tapi saat Yoo Rin akan pergi , Jeong Ha tiba-tiba terbangun dan memeluk Yoo Rin, tanpa mereka sadari , sae Yoon melihat kejadian tersebut dan betapa hancur perasaan Sae Yoon dan itu membuatnya untuk segera pulang ke Seoul, korea.
**************************************************************
Keesokan paginya, semua crew bersiap-siap untuk menuju tempat terakhir untuk pemotretan di stadium colloseum, mereka sudah tiba disana 1 jam yang lalu, dan tanpa mereka sadari Sae Yoon tidak ada ditengah-tengah mereka.
“Sae Yoon, kemana yach, apa kalian sudah memberitahukannya kalau ada satu pemotretan lagi disini?”, ujar sang fotografer pada crewnya.
“ Sosongheyo Pak saya lupa memberitahu pada Nn. Lee kalau kita ada pemotretan lagi di Stadium Colloseum, maafkan saya, karena semalam saya mabuk berat”, ujar salah satu crewnya.
“Dasar bodoh, ayo cepat jemput dia dihotel dan bawa kemari secepatnya sebelum Direktur Kim datang kemari, ayo cepat!!! Perintah produser tersebut pada anak buahnya.

Sekembalinya anak buahnya ke lokasi pemotretan Produser itu semakin marah pada anak buahnya, karena keteledorannya, Nn. Lee sudah pulang ke Seoul tadi pagi, dan ini semua kesalahanmu, dasar anak bodoh, ....


“Ada apa ini, Tn Hyung? “Tanya Jeong ha pada produsernya.
“ Nn. Lee , dia sudah pulang ke Korea, tadi pagi, maafkan saya, ini semua karena Chu kelupaan tidak memberitahu pada Nn. Lee kalau masih ada satu pemotretan lagi, maafkan saya, Pak”, ujar Produser tersebut.

“Mwo!” . “Sae Yoon sudah pulang ke Korea”.
“ Sial “,tukas Jeong ha kesal.


Episode 16 :


“Kau menyesal dia sudah pergi,? Jeong Ha jika kau masih mencintainya kejarlah dia, jangan kau lepaskan, apa kau yakin jika dia sudah menikah?” Tanya Yoo Rin .
“Ini, ada surat untukmu, tadi aku melihatnya di teras depan, mungkin didalam surat ini akan ada penjelasannya”, ujar Yoo Rin sambil menyerahkan surat tersebut pada Jeong Ha.

Rupanya surat itu dari Ibu,Han, dan setelah Jeong HA mulai membacanya dia sangat terkejut dengan isi surat tersebut.

Dengan hormat Tn, Kim Jeong Ha,

Jika surat ini sudah sampai ke tangan anda, mungkin kami sudah kembali ke Seoul, Korea. Saya hanya ingin menjelaskan semuanya melalui surat ini . Putri Mahkota sudah menyerahkan gelarnya pada sepupunya Putri Seok Joong, dan sekarang Putri Mahkota sama dengan anda dan juga seperti rakyat biasa, dia memilih berkarier di dunia model, karena Anda yang pertama mengenalkan dunia ini pada Putri, dan Putri pernah berkata pada saya, “ aku semakin hari semakin mencintai Jeong Ha, apalagi saat ini saat aku menjadi model aku semakin teringat padanya , karena dialah aku tahu mengenai dunia model dan bersama dia aku pernah mengiklankan Mesmerise dan hercules” , tapi apakah dia akan mengingatku, akutidak perduli karena aku mencintainya”.
Pernikahannya dengan Jenderal Shi Gyeok gagal, karena Putri Seok Joong sudah mengakui semua kesalahannya dan Putri Mahkota pun segera menyusul anda di Bandara, tapi sayang Putri datang terlambat , setelah anda pergi Putri selalu menangis, saya sampai tidak bisa menghitung berapa kali Putri menangis karena merindukan anda,. Apalagi saat mendapat kesempatan menjadi model Esmerald dan melakukan pemotretan di Milan, Putri sangat senang dan dia berharap bertemu dengan Tuan, tapi sayang Tuan sudah berubah, dan itu membuat Putri hancur, apalagi saat kehadiran wanita lain dihati Tuan, semakin membuat Putri terluka, semalam Putri melihat Tn dan kekasih tuan sedang berpelukan, itulah salah satu yang menyebabkan dia memutuskan unutk pulang ke korea selain perlakuan kasar dari Tuan muda. Jika Tuan masih mencintainya cepatlah susul kami pulang ke Korea, jika tidak maka jangan pernah muncul lagi dihadapan Putri.
Sekian – hormat saya, Ny. Han

Bagai ditusuk pisau belati, hati Jeong Ha terasa remuk dan hancur, setelah membca surat yang ditulis Ibu Han, tanpa disadarinya air matanya mengalir dan Jeong Ha tertunduk lemas membayangkan betapa kejam dan kasarnya sikapnya terhadap Sae Yoon selama kehadirannya di Milan.

“Sae Yoon, aku minta maaf”, ujar Jeong Ha menyesal.

“Apa, jadi Sae Yoon mengira kalau kita ini sedang pacaran, kau harus menjelaskannya, jika tidak kau akan kehilangan Sae Yoon selamanya”, tukas Yoo Rin.

“Kalian ini, kenapa tidak ada yang mau mendengarkan dulu penjelasan, karena sifat kalian yang selalu salah tanggap mengenai permasalahan, maka selamanya kesalahpahaman akan terus mengganggu kalian”.
“ Ini, aku sudah membelikan tiket ke Seoul untukmu, jadi cepat susul kekasihmu itu, okay sepupuku”, ujar Yoo Rin,.

Rupanya Jeong ha dan Yoo Rin adalah saudara sepupu, mereka sangat akrab , mungkin karena itu banyak orang yang mengira kalau mereka berpacaran.
*********************************************************************
Akhirnya dengan pesawat penerbangan pertama menuju Seoul. South Korea, Jeong Ha pun menyusul kekasihnya.

Setiba di Seoul, Sae Yoon semakin sering melamun, dan hal itu semakin membuat Ibu. Han sangat khawatir.
“Nona, apa nona mau jalan-jalan?” Tanya Bu han pada nonanya. “Ibu. Han aku mau ke Istana, aku rindu pada keluargaku, maukan kau menemaniku?” Tanya Sae Yoon pada pengasuhnya.
Dan mereka pun menuju Kerajaan Gwang Hyoong.
Paduka Raja dan Permaisuri sangat behagia dengan kehadiran putri mereka tercinta, dan nampak Putri Mahkota ( Putri Seok Joong ), langsung menghampiri sepupunya.
“Sudah lama sekali kau tidak berkunjung kemari, kupikir kau  sudah melupakan keluargamu”, tukas Putri Seok Joong sambil memeluk Sae Yoon.
“Mana mungkin aku melupakan kalian, memangnya hatiku terbuat dari batu”, jawab Sae Yoon cepat.

Dikamarnya, Sae Yoon sedang melamun memikirkan kejadian saat dia melihat Jeong Ha memeluk Yoo Rin, hah.......( menghela nafas ),
“apa mungkin mereka pacaran, atau hanya perasaanku saja, secepat itukah kau melupakanku Kim Jeong ha”, ucap Sae Yoon pada dirinya.
 
FLASHBACK
Setelah berpikir panjang, akhirnya Sae Yoon memutuskan untuk menemui Jeong Ha sebelum memastikan kepulangannya ke Korea.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Taxi yang sudah dipesan muncul dan dengan langkah cepat Sae Yoon menaiki Taxi tersebut menuju kediaman Kim Jeong Ha.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Sae Yoon tiba di sebuat mansion keluarga Kim dan dengan cepat keluar dari Taxi tersebut.
“ Sir, wait here for a moment, I won’t be long”, ujar Sae Yoon pada supir Taxi tersebut.

Tepat di depan gerbang kediaman Jeong Ha, Sae Yoon bertemu dengan Pak Min ( Asisten Pribadi Jeong Ha )
“ ANyeonghaseyo Pak Min!”, ujar Sae Yoon sambil membungkukkan sedikit badannya.
“ Anyeonghaseyo, Agasshi!”, jawab Pak Min

“ Pak Min, Jeong Ha ada di dalamkan?, aku ingin menemuinya,….ujar Sae Yoon.
“ Tapi, Agasshi!!”, belum sempat Pak Min menyelesaikan kalimatnya , Sae Yoon sudah menerobos masuk ke dalam dengan sedikit berlari.
Pak Min terlihat cemas jika Putri Sae Yoon akan salah paham jika melihat Nona Yoo RIn sedang bersama Tuan Mudanya. Dan dengan langkah cepat Pak Min menyusul Sae Yoon kedalam rumah untuk menghilangkan kekhawatirannya.
Sae Yoon yang sudah berada didalam mansion melangkahkan kakinya dengan hati-hati, dan berusaha untuk mencari sosok Jeong Ha, dan betapa terkejutnya Sae Yoon saat melihat Jeong Ha sedang berpelukan dengan Yoo Rin.
Tanpa bergerak dari posisinya Sae Yoon tetap melihat pelukan mesra antara Yoo Rind an Jeong Ha, dan terlihat Jeong Ha menangis dalam pelukan Yoo Rin dengan terus mengucapkan kata-kata “ maaf”, dan “jangan meninggalkanku”.
Sae Yoon berusaha untuk tidak menangis, tapi air matanya sudah tidak terbendung lagi dan pertahanannya pun roboh, Sae Yoon pun berlari keluar dengan perasaan yang hancur, dan terus berlari sampai-sampai tidak melihat Pak Min yang sudah ada dihadapannya.
END OF FLASHBACK

“ Aku mencintaimu, Lee Sae Yoon!”. Terdengar suara lembut seseorang yang begitu akrab ditelinga Sae Yoon.
Dan betapa terkejutnya sae yoon saat menoleh ke arah suara itu, “ Kim Jeong Ha, kau!! Bagaimana mungkin kau???” ujar Sae Yoon kaget.
“Apa yang sedang kau lakukan disini, mana kekasihmu, mana dia?”, tanya Sae Yoon kesal.
“Aku dan Yoo Rin tidak ada hubungan apa-apa, dia itu adik sepupuku”, ujar Jeong Ha menjelaskan.
“Sae Yoon, aku sudah tahu semuanya, aku minta maaf atas sikapku selama di Milan, aku seperti itu karena aku mengira kau sudah menikah dengan Shi Won”.
“ untung saja Ibu. Han sudah menjelaskan semuanya, aku minta maaf”, ujar Jeong Ha sambil melangkahkan kakinya ke dalam Istana pribadi Sae Yoon.
“ Berhenti disitu!,. “aku bilang berhenti disitu!”, tukas Sae Yoon.
“Penjelasanmu sudah aku dengar, sekarang aku ingin kau secepatnya pergi dari Istanaku”, tukas sae Yoon dingin.
Tapi Jeong Ha sepertinya tidak memperdulikan larangan sae Yon dan diapun terus melangkahkan kakinya masuk ke Istana pribadi Sae Yoon.
“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan”, ujar Jeong Ha sambil memberikan sebuah surat pada Sae Yoon.
“aku akan menunggumu sampai kau datang, aku mohon datanglah, dengan begitu kau sudah memaafkanku”, tukas Jeong Ha dan diapun berlalu dari kamar Sae Yoon.

**************************************************************

Semalaman sae Yoon terus memikirkan perkataan Jeong Ha tadi, dan Sae Yoon jadi semakin resah, apa dia bisa memaafkan Jeong Ha dan menuruti ajakannya atau bersikap biasa saja dan memulai hidup baru tanpa Jeong Ha.
“Kau pasti sedang bingung yach”, ujar So Joong yang tiba-tiba masuk ke dalam Istana Sae Yoon.
“Kau, So Joong, eh maaf, Putri Mahkota!”, tukas Sae Yoon.
“Yaaa, Sae Yoon kau harus yakin pada dirimu sendiri, jika kau percaya bahwa Jeong Ha adalah cinta sejatimu, maka maafkanlah dia dan kembalilah bersamanya, tapi jika kau tidak yakin, maka jangan melakukannya, aku hanya ingin yang terbaik untukkmu, sae yoon”, ujar So Joong bijak sambil memeluk sepupunya.

**************************************************************
“Apa kali ini dia akan datang?” , ujar Jeong ha sambil meneguk Juicenya di Kapal Pesiarnya.
Sejak 2 jam yang lalu , jeong Ha hanya mondar mandir menanti kehadiran Sae Yoon dan sudah hampir 10 gelas Juice sudah diteguknya karena cemas.
Pak Min yang melihat tingkahnya hanya senyum-senyum saja sambil memasuki ruangan kemudi bersama kapten Hong.


“ Apa masih ada tempat untukku di Kapalmu, Tuan Kim”, ujar Sae Yoon yang kehadirannya membuat Jeong Ha kaget setengah mati dan membuatnya tersedak ).

     

Uhuk uhuk..uhuk….

“ Putri Sae Hyoong, kau, kau.!!!” ( Jeong Ha langsung turun dari kapalnya dan langsung memeluk kekasihnya ).
“Kau datang , kau datang Sae Yoon. Terima kasih sayang”, ujar Jeong Ha bahagia.
“Jeong Ha, pelukanmu erat sekali, aku tidak bisa bernafas”, ujar Sae Yoon .
“ayo, masuklah!” ( Jeong Ha memegang tangan sae Yoon dan membawanya masuk ke dalam kapal ).
Sae Yoon terpana dengan keindahan kapal ini, apalagi di Kapal tersebut terukir inisial nama mereka SY  JH.
“ Jeong Ha, indah sekali, baru pertama kali aku naik kapal pesiar, apalagi dengan orang yang sangat aku cintai”, ujar Sae Yoon.
Mereka pun memasuki ke dalam kabin kapal pesiar tersebut dan dengan teriakan yang cukup membuat telinga orang kesakitan, Jeong Ha memerintahkan Kapten kapal tersebut untuk menjalankan Kapal Pesiar ini ke tempat tujuan Jeong Ha.
**************************************************************
“Mari bersulang!” ( jeong ha menuangkan champagne ke gelas mereka ) untuk cinta kita, kebahagiaan kita, cheers!!!!!!
Mereka terlihat sangat bahagia, dan menikmati perjalanan mereka berdua.
     

“Sae Yoon, maukah selamanya ada disisiku, menemaniku dikala suka & duka, mencintaiku sampai akhir hayat”, tanya Jeong ha pada Sae Yoon yang ada disisinya.
“Yaaa.. Kim Jeong Ha, apa kau sedang melamarku, kau ini, seharusnya kalau mau melamarku setidaknya saat makan malam romantis, atau setidaknya memberikanku sebuah cincin, ach Jeong ha!!!! ujar Sae Yoon kesal.
“ Yaa…Agasshi!!!, kau ini benar-benar susah sekali diajak serius”.
“Jawab dulu mau atau tidak?” tanya Jeong ha kesal.

Sae Yoon langsung mencium kekasihnya yang terus saja ngomel-ngomel, ......
  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

“Apa ini sudah merupakan jawaban untukmu? Tukas Sae Yoon, dan Jeong ha pun kembali mencium kekasihnya karena lamarannya sudah diterima.

“ Gomawo sudah menerima lamaranku Agasshi, dan aku berjanji padamu akan selalu membuatmu bahagia, tidak akan pernah aku biarkan kau menangis lagi, dan menderita lagi karena aku.
“ saranghe!”, ujar Jeong Ha dan kembali mencium Sae Yoon.
Awalnya ciumannya terasa lembut, tapi lama-lama Jeong Ha mulai bermain agressif dan saat melihat Sae Yoon masih menutup kedua matanya Jeong Ha kembali mencium Sae Yoon dan mulai melumat bibir mungilnya, kali ini lebih dalam dan lidahnya pun mulai bermain dan memaksa Sae Yoon untuk membuka mulutnya dengan memegang leher Sae Yoon dan menggigit bibir Sae Yoon sehingga membuat Sae Yoon terkejut sehingga membuka mulutnya. Tanpa membuang kesempatan, Jeong Ha mulai memasuki lidahnya dan mulai bermain didalam rongga mulut Sae Yoon dan mulai menghisap lidah Sae Yoon. Spontan SAe Yoon melepaskan ciuman panas Jeong Ha , tapi Jeong Ha tidak membiarkan Sae Yoon berhenti dengan ciuman lembut di telinga Sae Yoon, Jeong Ha berbisik “ jangan takut, kau pasti bisa melakukannya”
Seperti ditantang dengan cepat Sae Yoon menarik kerah baju Jeong Ha dan kembali mencium Jeong Ha, kali ini Sae Yoon sudah mulai membuka mulutnya dan bermain-main dengan lidah Jeong ha, tangan jeong Ha yang semula berada di wajah Sae Yoon sudah turun ke pinggang Sae Yoon dan satu tangannya lagi mulai memegang leher Sae Yoon. Dan ..Hup… SAe Yoon sudah ada dalam gendongan Jeong Ha, dan tanpa melepaskan ciuman diantara mereka, Jeong Ha mulai membawa Sae Yoon ke dalam kamar pribadinya dan dengan kakinya Jeong Ha membuka dan kembali menutup pintu kamarnya dan dengan lembut Jeong Ha membaringkan Sae Yoon di ranjangnya.
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
Terdengar desahan halus dari bibir Sae Yoon dan semakin membuat Jeong Ha bergairah untuk melanjutkan permainan mereka.
“ aku menginginkanmu Sae Yoon-aa, aku ingin kau menjadi milikku selamanya, ujar Jeong Ha dengan suara sexinya dan dengan tatapan penuh gairah membuat Sae Yoon tak kuasa menolak keinginan Jeong Ha dan juga keinginannya sendiri.
“ aku mencintaimu Jeong Ha, dan aku mau menjadi milikmu untuk selamanya, jawab Sae Yoon.
“ Jeong Ha mulai membuka pakaiannya dan membuangnya sembarangan, dan dengan cepat dia pun membuka pakaian Sae Yoon.
“ Jeong Ha, apa tidak apa-apa jika kita melakukannya sebelum pernikahan?” Tanya Sae Yoon gugup saat menghentikan tangan Jeong Ha yang sudah mulai menjamah bagian dadanya.

“ it’s okay baby, sekarang atau nanti setelah pernikahan tidak ada bedanya, sebab dengan senang hati aku akan menikahimu 1000 kali karena aku sangat mencintaimu.

Dan dengan lembut Jeong Ha melepaskan semua pakaian Sae Yoon dan dalam hitungan detik mereka berdua sudah dalam keadaaan polos.
“ aku akan bersikap lembut padamu, karena ini juga yang pertama bagiku, jadi percayalah padaku”, ujar Jeong Ha lembut
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]( mian kalo jelek )

Minggu, 28 Desember 2009, tepat pukul 10.00 digelar sebuah pernikahan Kerajaan................

 


Akhirnya sepasang pengantin itu mengucapkan janji setia, dan disahkan oleh pendeta dan para tetua istana serta para undangan yang datang, dan merekapun berciuman.
Setelah itu sepasang pengantin itu menaiki kereta kuda kerajaan dan mengelilingi alun –alun kota Seoul, seluruh rakyat Korea yang menyaksikan bersorak bahagia bahkan sampai meneteskan airmata bahagia untuk Putri mereka yang tercinta.
Jeong Ha : “ aku mencintaimu, selamanya aku tidak akan melepaskanmu, istriku”.
Sae Yoon : “ aku juga mencintaimu, selamanya jangan pernah melepaskanku, suamiku”.Dan mereka pun bahagia untuk selamanya...









SELESAI



 [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat]

nah dah kelar nich FF, semoga suka and jangan lupa commentnya.. GOMAWO!!!




    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho