Author Topic: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-  (Read 27466 times)

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Chapter III part II

Miane semua kemarin belum bisa aku update
Seperti kataku waktu itu, kali ini belum banyak adegan2 manis minsun.
Miane juga kalo pendek….


3 bulan kemudian……

Benar-benar tak terasa usia kendunganku sekarang telah mencapai 3 bulan. Benar2 usia yang menurut para ibu2 sudah termasuk matang..
Setelah kemarin aku dan minho memeriksakkan diri ke dokter kandungan, akhirnya aku bisa melihat jelas manusia kecil yang tumbuh dalam diriku. Jika dulu dia hanya sebuah benda kecil yang begitu asing bagiku, namun sekarang dia sudah terlihat seperti manusia yg begitu mungil, benar2 malaikat kecil bahkan sangat kecil…

Aku tidak dapat membayangkan jika suatu saat dia akan lahir, dan memangilku “amma’ dan tentu saja meyebut minho “appa” juga..
Hehe.. aku terkekeh sendiri dalam lamunanku..

“sun’aa gwenchana?? Tanya ibuku…
Oh dwan, aku baru sadar bahwa sekarang aku sedang berada di meja makan bersama ibuku..

“ehhm, gwenchan amma. Aku hanya sedang senang saja” jawabku asal..

“oh, amma pikir kau sedang stres senyum-senyum sendiri”
Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan ibuku..

“hhhh” hampir saja dia tahu.. sebenarnya aku ingin sekali mengatakan hal ini kepada ibuku, namun seperti kata minho padaku nanti usia kandunganku 5 bulan baru orang tua kita akan tahu..

“oh ya sun’aa, bukankah hari ini ada pertandingan cheleadeers di sekolahmu??
Aku hanya mengangguk pertanda “iya” pada pertanyaan ibuku… sambil terus menguyah makananku…

“kalo begitu kenapa kau tak ikut sun’aa?? Bukankah kau leadernya??
“uhuk.. uhuk..” mendengar pertanyaan ibuku yang satu ini, membuatku tersendat karena kaget..

“eeehh i..itu karena.. karena a..aku..” aish apa yang harus ku katakana. Tak mungkin aku mengatakan “amma sekarang aku sedang hamil, jadi tidak mungkin untukku meloncat2 indah sementara dalam diriku ada seorang mahluk asing”

“aniyo” aku mengeleng keras atas pikiran bodohku tadi..

“sun’aa, weo?? Jelaskan pada amma sebenarnya ada apa ini?? Dari tadi tindak-tandukmu sungguh tak jelas”
Kali ini suara ibuku agak meningkat, mungkin karena kekesalannya padaku..

“ibu tak perlu khawatir aku tak apa2… aku hanya sedang, *sambil berpikir*  sedang datang bulan. Ia sedang datang bulan, hehe. Tidak mungkin kan orang yang sedang datang bulan meloncat kesana kemari.” ucapku seriang mungkin.
 Namun sesungguhnya aku sedang gugup bahkan sangat gugup. Ini pertama kalinya aku berbohong pada ibuku.

“miane amma” ucap batinku..

“benar kau tak apa2??

Aku langsung meraih tangan ibuku, “aku baik2 saja. Goo hye sun anakmu ini sedang baik2 saja Mrs.Goo, aratsho??” sekali lagi aku mencoba untuk tersenyum selembut mungkin tentu saja untuk menutupi rasa gugupku.

“satu lagi pertanyaan amma sayang. Kenapa akhir2 ini kau terlihat seperti anak lelaki??

“ma..maksud amma?

“ia. Amma lihat akhir2 ini makanmu sangat banyak, sudah gitu kamu juga sering sekali memaki pakaian yang menurut amma kebesaran.. bahkan amma rasa itu pakain khusus untuk anak lelaki”

“gggrrrr” aku menelan ludahku perlahan. Aku benar2 mati kutu dengan pertanyaan amma kali ini. Entah alasan apa lagi yang akan ku buat untuk kali ini..

“sun’aa. Ayo jawab amma…!!!

“i..itu karena…a..

“anneyong haseyo” sapaan tersebut membut pembicaraanku dan ibu terhenti.

Kamipun mengalihkan perhatian kami pada sumber suara itu..
Dan teryata orang itu adalah BELAHAN JIWAKU.. oh minho kau benar2 malaikat penolongku. Syukurlah kau datang..

“eh minho.. ne anneyong. Ayo silahkan duduk. Kebetulan sekali kau datang.Mari kita sarapan bersama” ajak ibuku..

“aniyo..*aku langsung berlari kea rah minho* tidak perlu amma, aku dan minho harus pergi sekarang. Kita harus buru2, hari ini ada pertandingan sepak bola. Jadi kita harus pergi sekarang..

“ tapi kan pertandingannya nanti pukul se..” awww” perkataan minho terhenti karena aku mencubit perutnya..

Minho menoleh ke arahku, ku pasang tampang se manja mungkin. Agar dia mengerti dengan keadaanku sekarang. Tidak mungkin aku masih berlama2 disini. Bisa2 ibuku akan melanjutkan pertanyaanya tadi.

“oh ia.. miane bibi *gk tahu bhs korea bibi apaan hehe* kita benar2 harus pergi sekarang.”

“hhh” syukurlah dia mengerti dengan arah pandanganku tadi..
“kami pamit dulu” minho membungkuk perlahan..
Aku mencium pipi ibuku, “amma aku pamit dulu yah” kemudian langsung meraih lengan minho dan berlalu dari tempat itu..

“hati-hati di jalan sun’aa”
“ne.. amma”……

Sesampainya di dalam mobil minho..

“apa yang terjadi baby?? Minho membuka pertanyaan di antara kita..

“hhh” kau tahu, tadi hampir saja ibuku mengetahui tentang kehamilanku ini”.
“tapi kau belum mengatakan ia kan sun’aa??

“tentu saja ia” jawabku asal

“b..bo? kau mengatakan ia?? Ha, apa kau tidak salah?

“aishh, pabo min’aa. Maksud aku tentu saja ia itu, dari pertayaanmu tadi. Yang artinta tentu saja tidak” jawabku kesal

“hh, syukurlah”
“tapi apakah kau tahu min’aa !! ini pertama kalinya aku berdusta pada ibuku. Dan tentu saja itu sangat menyakitkan buatku” aku mengigit bibir bawahku.
Minho membawahku ke dalam pelukannya.

“miane baby. Aku tidak pernah menyuruhmu berdusta, tapi apa boleh buat ini demi kebaikan kamu dan bayi kita. Kita tak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Artsho?? Sahut minho halus sambil membelai rambutku..

“ne.. aratsho..” sahutku sambil tersenyum.

Minho melepaskan pelukannya dan mencium dahiku lembut..

Sementara itu di tempat lain………….

“apa-apaan ini?? Kenapa sampai ada berita seperti ini?? Sahut mr. lee murka sambil membanting Koran yang ada di tangannya.

“saya juga tak tahu pak direktur. Saya hanya melihat Koran ini ketika membaca tuklsan yang ada di dalamnya saya langsung membelinya”. Sahut mr. park asisten pribadi ayahnya minho.
Y
ang membuat mr.Lee murka adalah lain dan tak bukan ada hubungannya denganku. Yah tentu saja ada hubungannya juga dengan anaknya Lee min ho..
Koran tesebut memberitakan bahwa ‘PEWARIS TUNGGAL SHINWA GROUP TERLIHAT MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT BERSALIN BERSAMA PUTRI DARI GROUP GOO”.
“PANGGIL MINHO SEKARANG. SURUH DI MENEMUIKU’’ seru Mr. Lee Murka

Hal yang sama juga terjadi di keluargaku..
Hari ini ayahku tiba dari Nwezheland, tapi kepulanggannya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Pekerjaan. Melainkan ada hubungannya denganku…

“hallo jilly. Sekarang aku sudah berada di bandara seoul. Cepat suruh hye sun kembali ke rumah sekarang. Pokoknya setelah aku tiba di rumah, aku mau dia sudah ada lebih dahulu di rumah, araso?? Ayahku berbicara di ponselnya tentu saja dengan ibuku.

Ibuku tidak dapat menjawab apa-apa seketika ayahku langsung mematikan handphonenya.

Di sekolah shinwa….

Kami semua bersorak gembira, karena team sepak bola dan juga team cheleadeers kami keluar menjadi juara utama. Tentu saja semua ini tak luput dari kerja sama team kami.

“bagaimana kalau kita liburan untuk merayakan kemenangan kita ini?? Ide shinye

“setuju. Bagaiman kalau kita ke jeju?? Kali ini Dara yang bersorak..

“aku sih terserah, asal kekasihku mau ikut. Aku ikut-ikutan saja” goda bummie pada so eun..

“ccieeee” semua menyoraki bummie…

Aku hanya terkekeh dalam pelukan minho. Minho duduk di antara anak tangga sedangkan aku duduk di bawahya. Jadi posisiku sekarang tepat berada di bawah  lutut minho.

Sesekali aku bisa merasakan bibir minho menyentuh belakang kepalaku, juga belakang leherku. Kebetulan hari ini aku menguncir satu rambutku jadi secara langsung leher jenjanggku terlihat. Jadi Aku yakin kini belakang leherku sudah penuh dengan tanda berwarna pink. Ya iyalah, secara dari tadi minho menghisap terus leherku.

“min’aa geli sekali tahu” bisikku padanya

“baby, coba kau tebak berapa tanda yg ada di lehermu sekarang??

“mana aku tahu aku kan tidak bisa melihatnya” jawabku malas

“hehe ia juga yah. Baiklah kalau begitu ku beri tahu, kau tahu sekarang di lehermu tandanya ada 11”

“b..bo?? aish min’aa, kau sudah gila yah?satu lagi kan selusin” protesku

“nah itu dia. Aku genapkan selusin saja yah baby. Biar pas 12 tandanya”
Tanpa hitungan 123 lagi minho langsung mengecup leherku. Kali ini kurasakan hisapannya lebih dalam lagi. Sehingga aku merasakan kenikmatan dan geli secara bersamaan. Tiba2…

‘awww” aku merasakan sakit. Tentu saja sakit ku yakin kali ini buk hanya lidah dan bibirnya saja yang bermain tapi juga giginya. Dia mengigit leherku. Aku langsung membaklikan wajahku menatapnya masam.

“min’aa sakit tahu”. Sahutku manja

“ehh, miane baby. Habis lehermu lebih enak dari permen jadi aku ingin sekali menggigitnya.. hehe” minho malah terkekeh

“aishh ku balas kau”

Baru saja aku mau mengigit dada bidang minho, tiba-tiba bunyi ponselku bordering, terpaksa aku langsung menghentikan rencanaku.
Aku mengambil ponsel dalam sakuku kulihat nama yang tertera dalam layar ponsel tersebut. “amma” gumamku. Tak pernah ibuku menelponku di jam sekolah seperti ini. Perasaanku mulai tak enek.

Minho yang melihat perubahan wajahku langsung bertanya padaku.

“weo sun’aa??

Aku hanya tersenyum kemudian mengangguk pelan. Pertanda tidak ada apa-apa

“yaboseo amma” jawabku di telepon

“sun’aa sekarang kau pulang dulu. Appamu ingin bertemu sayang..” jawab amma di sebarang

“bo? Appa? Bukankah appa sekarang ada di luar negeri? Tanyaku heran
“aniyo sun’aa. Appamu sudah berada di korea sekarang. Dan dia meminta untuk bertemu denganmu sekarang juga”

“oh.. ye.. aku akn segera pulang amma” jawabku pasrah

“ok sayang. Amma menunggumu sekarang’ please jangan terlambat. Kau tahu appamu kan??

“ne..” aku langsung mematikan telephoneku.

“min’aa aku harus segera kembali” sahutku

“gwenchana sun’aa?? Tanyanya khawatir

“gwenchana. Hanya saja appaku baru saja pulang dari luar negeri. Jadi dia ingin aku menemuinya sekarang” jawabku sambil tersenyum sedikit

“baiklah, ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu” minho meraih tanganku berlalu dari situ.

“ok chingu. Kami pulang dulu yah. Anneyong” pamitku pada teman-temanku yang dari tadi sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri

“oh.. ne anneyong sun’aa.. hati-hati yah. Dan kau min’aa pelan2lah menyetir. Sadar sedikit sekarang kau sedang membawa keponakanku. Awasa jika kau mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mati kau. Aratsho?? Canda eun hye tentunya.

“ne.. youn eun hye ssi’. Kau saja hanya seorang BIBI bagi anakku begitu khawatir. Apalagi aku sabagai appanya. Tentu saja lebih khawatir darimu” jawab minho

Haha.. mereka semua tertawa gembira mendengar ocehan2 minho dan eun hye. Tapi sayang tidak denganku. Tak tahu kenapa, aku merasa Sesuatu akan terjadi. Sesutu yang membuatku takut sangat takut bahkan.
Sesampainya di depan rumahku..

Kenapa ini. Kakiku enggan untuk di gerakkan, benar2 sulit untuk turun dari mobil minho. Bukan aku takut bertemu dengan ayahku, tapi aku takut tidak akan bertemu dengannya lagi. Oh god perasaan apa ini??

Keringat dingin mulai mengalir dari dahiku, pertanda aku benar2 sedang gugup sekarang.Sebelum turun aku menghadap ke minho lagi. Menghabur ke dalam pelukannya.

“sun’aa” desah minho

“aku takut. Sangat takut min’aa” jawabku gugup
Minho melepaskan pelukannya dan meraih daguku sehingga ke dua mata kami beradu

“tenang baby. Yang mau menemuimu itu ayahmu bukan musuhmu, jadi jangan khawatir”

“ta.. tapi bagaimana jika dia.. dia..tahu tentang keadaan kita. Dan dia tidak meres..

“ssstt” minho meletakkan jari telunjuknya di bibirku.
“tak ada yang dapat memisahkan kita. Tak satupun dari keluargamu dan juga dari keluargaku. Jadi jangan khawatir sun’aa” sahutnya meyakinkanku

“kau janji min’aa?? Tanyaku lembut
Minho hanya tersenyum dan detik berikutnya dia sudah berhasil menjemah bibirku. Aku yang sekarang benar2 bingung mencoba membuka bibirku untuk membalas lumatan2 minho mencari titik kebenaran dari kata-katanya lewat ciuman ini.

Akhirnya setelah berciuman selama 25 menit, sekarang aku mulai melangkah masuk dalam rumahku. Mobil minho juga sudah berlalu, aku menyuruhnya untuk pergi lebih dulu.

Deg..deg..deg

Detak jantungkku semakin memburu, tepat saat aku membuka pintu rumahku dan menutupnya kembali kurasakan sebuah tangan kekar membentur di wajahku..

“PLLAAAKHH’ tamparan dahsyat itu, sukses mendarat di wajahku. Ku melihat ke depan ternyata yang menamparku adalah ayahku.
Aku syokh teramat syokh…

“BENAR2 ANAK KURANG AJAR PEMBAWA SIAL ” teriakh ayahku murka.
Aku hanya mematung di tempatku sambil memegang pipiku, air mataku mengalir deras seperti juga detak jantungku yg memburu. Disamping ayahku ku melihat juga ibuku yang menangis tersedu-sedu…

Keadaan yang sama juga terjadi di rumahnya minho…….

“BUKH” pikulan hebat juga mendarat di wajah minho
“ANAK BRENGSEK. BENAR2 TIDAK TAHU DI UNTUNG, KAU PIKIR KAU JAGOAN HA??” ayahn minho juga murka

Minho hanya memegang wajahnya tadi, kemudian melengkungkan alisnya pertanda dia belum menegrti.

“KAU DENGAR MIN’AA SELAMA KAU MASIH BERSTATUS MURID SMA TIDAK AKAN ADA PERNIKAHAN SAMA SEKALI. APPA TIDAK AKAN MEMBIARKAN SATU-SATUNYA PEWARIS TUNGGAL SHINWA MENIKAH TANPA GELAR SARJANA TERLEBIH DAHULU. ARATSOO?? ‘teriak ayahnya lagi..

Sekarang minho baru mengerti, ternyata ayahya sudah mengetahui semua ini.
Dia juga sama sepertiku sekarang yang syok teramat syokh.
Kami benar2 tidak menyangka keaadan seperti ini akan terjadi….

Namun kurasa ini baru awal saja, kedepanya ku yakin akan ada banyak masalah yang menimpa kami berdua……….

__TBC__

oke aku selesai sekarang
maap kalo mengecewakan anda2 sekalian  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]


http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]