Author Topic: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-  (Read 28564 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
CHAPTER 4 PART I









@kediaman keluarga besar goo..




Ruang keluarga...



Aku dan mino sedang duduk bersampingan dengan penuh perasaan  harap harap cemas..menunggu sebuah keputusan dari kedua orang tua kami yang sedang berdiskusi di ruang kerja appaku..
Dan ini semua semakin membuatku gila mengingat sudah hampir dua jam kami menunggu dan mereka belum terlihat sama sekali..

"Baby.. Tenanglah semua pasti akan baik baik saja.." Mino berucap seraya mengelus pipi kananku lembut..

"Aku tidak bisa tenang mino-a..aku takut sekali..hu..hu.." Aku menghambur ke dalam dada bidang mino dan menangis sepuasnya disana..

Mino memegang kedua kepalaku sehingga membuat wajahku berhadapan sangat dekat dengannya.."Apapun yang akan terjadi aku pasti akan melindungimu..."

Air mataku semakin deras menetes..." Joungmal.." Tanyaku meyakinkan

"Kude..tentu saja dengan bayi kita.." Mino mengecup lembut keningku..


"EHEM!!!!"

Sontak kami berdua saling melepas diri saat mendengar suara dehaman yang begitu kencang.. Dan deheman itu berasal dari mulut appa mino, aku disini memanggilnya dengan sebutan ajussi..dibelakang ajussi di ekori oleh ajumma, selaku ibu mino, appaku, dan juga omma...

"Apapun keputusannya aku akan tetap menikahi hye sun" ucap mino to the point kepada para orang tua yang baru saja merebahkan diri di sofa depan kami...

Ajussi tertawa.." Hahaha...kau memang benar benar mewarisi sifatku anakku, tidak sabaran.."

"Aku serius.."

Ajussi mengalihkan pandangannya menatap appaku memberikan sebuah tanda isyarat agar appaku yang memulai pembicaraan..

" Pernikahan akan segera digelar.."
Ucap appaku serius sekali..

Aku dan mino saling berpandangan senang.. Air mata yang tadi terus mengalir segera kuhapus cepat cepat.. Senyum bahagia seketika terlukis diwajahku dan mino..

"Kamsamnidha ajussi..appa.." Sahutku dan mino berbarengan..

"Tapi ada beberapa syarat yang harus kalian jalani.." Tambah appaku ditengah tengah kebahagiaanku dan mino..

"Mwo? Apa maksudnya?" Mino tak mengerti

"Anakku..kau tau kan keluarga kita bukanlah sekedar keluarga biasa..hampir seluruh dunia perbisnisan tau mengenai grup shinhwa. Terlebih lagi berita hari ini begitu menggemparkan dengan adanya kabar bahwa hye sun hamil oleh pewaris tunggal grup shinhwa! Pasti pernikahan ini akan menjadi perbincangan yang paling menghebohkan di dunia enterteint..walaupun 95% pernikahan ini tidak berpengaruh terhadap perekonomian shinhwa, tetapi tetap saja akan banyak pro dan kontra mengenai pernikahan kalian karna sebab seperti ini. " Terang ajussi panjang lebar..

"Lalu?"

"Jadi pernikahan ini tidak akan digelar secara besar besaran..hanya pihak keluarga dan beberapa rekan bisnis..apa kalian setuju?"

"Tentu sangat setuju..aku pun tak menginginkan sebuah pesta pernikahan yang meriah..karna bagiku asalkan bersumpah di depan pendeta, untuk sehidup semati bersama hye sun dengan di restui oleh kalian, kami sudah merasa lebih dari cukup..."

Ajussi mengangguk mendengar jawaban dari mino... Sedangkan aku hanya bisa diam sambil menunduk dengan tangan masih digenggam erat oleh mino... Aku serahkan semua padanya..

"Syarat selanjutnya yaitu, sampai bayi hye sun lahir kalian tidak diperbolehkan untuk tinggal serumah..." Sambung appaku..

"MWO??" Teriak mino tak percaya.. Aku yang mendengarnya pun refleks mengangkat kepala..saling berpandangan dengan mino, lalu beralih memandang orang tua kami dengan penuh tanda tanya..

"Tidak bisa! Bagaimanapun juga hye sun pasti membutuhkanku. Aku tak mau meninggalkannya dan juga bayi kami!" Bantah mino tegas.

" Biar omma dan mrs.lee yang mengurus hye sun..kau sekolah saja.. Dan bekerja di perusahaan. Lagipula kalian bisa bertemu setiap harinya.. Tetapi tidak untuk menginap. Karna kami rasa umur kalian yang masih belia ini belum pantas untuk tidur seranjang meskipun kalian suami istri nantinya.." Sahut appa mino dengan sikap tenang

"Omong kosong!! Aku tidak setuju dengan syarat kedua ini! Coba kalian fikir kembali, bagaimana jika hye sun mual di tengah malam? Membutuhkan sesuatu? Apa kalian siap selalu disampingnya! "Mino berkata dengan nada emosi..

"HAHAHAHAHAHA" tiba tiba tawa membahana terdengar dari mulut kedua orang tua kami...

Aku dan mino kembali saling berpandangan melihat tingkah kedua orang tua kami yang aneh begini..

"Yaa! Weo!?" Tanya mino

"HAHAHA... Kau lulus anakku!" Sahut ajussi sembari mengusap air matanya yang jatuh akibat tertawa terlalu geli..

"Apa maksudmu!" Timpal mino tak sabaran

" Minossi, tadi kami hanya ingin mengetes kalian berdua..apakah kalian benar benar sudah dewasa dan siap untuk berumah tangga atau tidak.. Dan jawabanmu sangat memuaskan minossi! Kau lulus!" Jelas appaku..

"Mwo?"

"Mino..hye sun..kalian tau? Pernikahan itu bukan hanya sekedar berucap janji setia sehidup semati, tetapi kita juga harus bertanggung jawab dengan janji itu.. Kalian nanti pasti akan merasakan pahit dan manisnya kehidupan yang sebenarnya.." Sambung ommaku..beliau mendekatkan diri padaku lalu ia duduk disampingku seraya mengelus lembut rambutku..

"Omma..." Tak harus menunggu lama aku langsung menghambur kedalam pelukan ommaku..

"Walaupun omma kecewa denganmu sayang, tetapi ini adalah takdir..memang sudah jalannya seperti ini..."

"Mian..miane omma...hu..hu.." Tangisku kembali membludak dipelukan ommaku...
Bisa kurasa mino mengelus elus punggungku berusaha untuk menenangkan tangisanku..

"Hye sun.."

Aku melepas diri dari dalam pelukan omma dan menoleh kearah suara yang memanggilku..," ajumma..." Desahku..

"Kemarilah..." Ajumma merentangkan kedua tangannya dihadapanku..dan sekali lagi tanpa menunggu lama aku langsung menghambur ke dalam pelukannya..

"Ajumma...hu..hu.."

"Ssst... Jangan menangis sayang.." Ajumma mendekapku lembut dan mengelus elus kepalaku.. Aku memang terlihat seperti anak kecil, tapi aku tak peduli..yang aku pedulikan sekarang hanyalah mereka..

"Hei..jangan panggil ajumma..mulai sekarang panggil omoni..karna kau sekarang adalah anakku sayang..dan panggil suamiku juga dengan sebutan aboji..araseo?."

Aku menoleh ke arah appa mino.. Dan ia mengangguk senang..aku tersenyum..."Omoni...omoni..." Panggilku sambil terisak..

" Sun-a..maafkan appa telah menamparmu tadi..appa khilaf sayang..appa janji itu tamparan yang pertama dan terakhir..."
Appa mengelus kepalaku setelah aku melepas pelukan dari omoni..

"Appa...." Aku langsung menghambur kedalam pelukan appa..," jangan meminta maaf padaku..hu..hu..karna ini semua salahku..miane appa..miane karna aku sudah mengecewakanmu dan menoreh luka dihatimu dan juga omma..hu..hu.."

"Sssshuuut... Sudah, appa sudah memaafkanmu sayang..appa menamparmu karna itu semua wujud dari rasa kekecewaan appa terhadapmu..tak ada gunanya menyesal. Appa akan selalu menyayangi dan melindungimu.."

Cukup sudah..tak ada lagi yang aku inginkan lagi di dunia ini..betapa beruntungnya aku dilahirkan ditengah tengah keluarga besar goo..kedua orang tuaku sangat mencintaiku..walaupun aku harus mengorbankan anggota tubuhku untuk mereka pastilah tak akan cukup untuk membalas kasih sayang yang sudah mereka berikan padaku sejak aku berada didalam rahim ibuku..

"Sudah sudah! Waktunya bersedih sudah habis..sekarang ini waktunya merayakan kebahagiaan atas kehamilan dari hye sun yang nantinya akan menjadi pewaris tunggal grup shinhwa menggantikan appanya kelak!" Ucap aboji antusias sekali..

Mino mendekat padaku dan merangkul pinggangku...," appa, omma, aboji, juga omoni..kamsamnidha..sudah memaafkan kami berdua dan mau menerima kedatangan anak kami.."

"Yaiiish! Ngomong apa sih anakku! Tentu saja memaafkan dan menerima! Mana ada orang tua yang tak memaafkan kesalahan anak kandungnya sendiri! Pabo.." Bentak aboji pada mino..

"Hahahahahaha"







***



Sesudah makan malam, aku dan mino rmemisahkan diri dari orang tua kami yang mulai sibuk membicarakan mengenai pesta pernikahan kami yang akan segera digelar.. Aku dan mino sengaja untuk tidak mencampuri urusan persiapan pernikahan karna mengingat kondisiku yang tidak memungkinkan. Aku harus banyak istirahat melebihi wanita hamil kebanyakan dan tidak boleh terlalu lelah mengingat kejadian tiga bulan yang lalu bahwa aku hampir saja kehilangan bayiku..biar saja orang tua kami yang mengurusnya..mino? Tentu saja menjagaku.

Kami berpindah di taman tempat kolam ikan belakang rumahku..

"Baby..." Mino mengambil posisi tepat dibelakangku dan melingkarkan tangannya dipinggangku mesra..

Aku terkekeh sendiri..." Aku benar benar lega.."

"Aku pun begitu..mulai sekarang tak ada lagi beban di hati kita baby..tak ada lagi tembok penghalang kebahagiaan kita.."

Aku mengangguk menyetujui perkataan mino.." Aku kira kita akan dipisahkan dan aku akan dibawa appa keluar negri untuk melahirkan disana..."

"Seandainya itu terjadi aku akan ikut denganmu.. Bahkan aku rela jika harus melepas nama besar LEE...dan juga melepaskan diri menjadi pewaris tunggal shinhwa's grup "

Aku tersenyum seraya mengelus elus pipi mino..

"AH!" Jeritku tiba tiba

"Wegude?" Tanya mino khawatir malah lebih tepatnya super khawatir

"Aku merasa bayi kita bergerak.." Jawabku berbinar

Mino langsung berlutut dan menempelkan telinga kanannya di atas perutku yang membuncit sedikit.."Yaa sayang..cepatlah keluar..appa dan omma disini amat sangat menanti kehadiranmu sayang..." Lalu ia mencium perutku.

Aku membelai lembut kepala mino...sangat terharu sekali rasanya...

Setelah puas mendaratkan bertubi tubi ciuman di perutku, mino bangkit berdiri, lalu setelah itu ia memegang kepalaku dengan kedua tangannya dan tersenyum mengulum bibir..

"Weo?" Tanyaku bingung..

"Tidak mau tau pokoknya besok kita harus ke dokter untuk memastikan apakah bayiku sehat atau tidak didalam sana! Araseo?"

Aku tertawa melihat ekspresi mino yang memerintah keras seperti itu..sangat lucu menurutku.." Hahaha..araseo appa!" Jawabku dengan mengerlingkan mata sebelah kiri nakal..

"Yaiiiish!" Mino mencubit pipiku gemas sekali lalu membawaku kedalam pelukannya...




***




Esok pagi
Pukul 9.OO



"Sayang kau mau kemana.." Tanya omma saat melihatku menuruni tangga.

Aku tersenyum padanya dan mempercepat langkahku ke arahnya,"omma"

"Yaaa jangan berjalan cepat seperti itu! Seram sekali omma melihatnya..perutmu menggelewer..kau membawa cucuku loh" seru omma khawatir

"Hehe, mian.." Kekehku saat berada dihadapannya

"Kau mau kemana pagi pagi begini?"

"Ke rumah sakit. Mino sebentar lagi akan menjemputku untuk memeriksakan kandunganku.."

"Joungmal? Kalau begitu omma ikut!"

"Mwo? Jangan, aku saja dengan mino, omma nanti saja ikut kalau kehamilanku sudah cukup bulan untuk melahirkan.." Tolakku halus

"Yaaa omma ingin sekali melihat cucu omma tau.."

"Iiiiih nanti aku kasih hasil USG nya padamu.. Ya?"

"Fuuuh..araseo..." Akhirnya omma menyerah juga

Cuuups
Omma mencium keningku lembut..

"Berhati hatilah sayang, jangan terlalu lelah dan jangan sering berlari kecil seperti tadi! Itu sangat membahayakan kandunganmu." Omma tersenyum lembut mengusap perutku.

"Nee..hehe..."

"Anyonghaseo..omoni.." Sapa mino pada kami

Aku dan omma segera menoleh kearah pintu depan.. Terlihat disana mino yang berdiri dengan mengenakan celana jeans berwarna biru dongker dengan atasan kemeja berwarna hitam dan dipadukan oleh jas berwarna senada..ia terlihat sangat tampan dan dewasa sekali..

"Mino-a.." Aku segera berjalan menghampirinya..

Mino mengulurkan tangan kirinya menyambutku...

"Kau sudah datang...."

"Nee omoni.." Mino tersenyum lebar

"Mau berangkat sekarang?"

"Nee, aku sudah membuat janji dengan dokter yang bertanggung jawab atas hye sun dan bayinya jam 10 nanti.."

"Araseo..pokoknya beritahu omoni mengenai hasil pemeriksaan hari ini. Araseo?"

Aku dan mino tertawa kecil melihat kekhawatiran dari raut wajah omma..

"Tenang saja omoni.. Sepulang dari rumah sakit kami akan langsung memberitahukannya..."

"Yasudah omma kami berangkat ya..anyong!"


***


@perjalanan


"Baby..kau mungil sekali menggunakan baju hamil ini..." Puji mino

"Joungmal?"

"Hu um..ini kali pertama aku melihatmu mengenakan baju hamil..selama ini kan kau selalu menutupi kehamilanmu dengan menggunakan baju besar..hehe.."

"Benar juga...haha"

Sekarang ini aku mengenakan baju hamil terusan selutut dengan lengan panjang berwarna putih dengan aksen pita kecil di pinggangku.. Aku menambahkan scraft berwarna pink pada leherku..lalu untuk rambut aku menguncir tinggi..

"Cantik..cantik sekali..." Puji mino lagi sembari mencubit mesra pipiku..





***


Sesampainya di parkiran, mino turun terlebih dahulu dari dalam mobil, lalu setelah itu ia berlari kecil untuk membukakan pintu untukku...

"Gumawo.." Kataku sembari menyambut tangannya yang terulur menyambutku keluar..

Aku memeluk lengan mino mesra," apa tak mengapa terlalu terekspose seperti ?"

"Siapa peduli! Biarkan saja, toh kita tak merugikan mereka.." Jawab mino acuh tak acuh.."Kachaa.."

Disepanjang lorong rumah sakit bisa kurasa banyak sekali mata yang melihat kearahku dan mino..aku yang berusaha untuk tak mempedulikan tatapan tatapan yang kurasa berlebihan itu merasa risih juga walaupun tak aku tunjukkan dengan ekspresi wajahku..disepanjang lorong aku dan mino hanya tersenyum..

Dari jarak lima meter bisa kulihat suster han sudah berada di depan pintu ruang khusus kandungan menunggu kedatanganku beserta mino..beliau terlihat manis dengan seragam perawat yang dikenakannya..

"Anyonghaseo suter.." Sapaku riang dan membungkukkan badan yang diikuti pula oleh mino

"Anyonghaseo agashi..silahkan masuk, dokter park sudah menunggu kedatangan anda.." Ucapnya ramah..

"Nee kamsamnidha..."
Aku dan mino memasuki ruang praktek dokter park diiringi oelh suster han terlebih dahulu..

Dokter park yang sedang menulis segera menghentikan kegiatannya saat melihat kedatangan kami..beliau berdiri dari duduknya dan berjalan kearahku...

"Anyonghaseo sunssi..waah hari ini kau terlihat manis sekali mengenakan baju hamil itu.." Puji dokter park

Aku menyambut pujiannya dengan senyum manis," kamsamnidha dok.."

"Anyonghaseo mr.lee.." Sapa dokterpark gantian ke mino

Mino tersenyum dengan tangan yang masih memeluk pinggangku," anyonghaseo dokter.."

"Mari silahkan keruang praktek sunssi..kita mulai memeriksakan kandunganmu.." Dokter park merangkulku lembut dan membawaku keruang prakteknya...

"Silahkan berbaring agasshi.."Perintah suster han..

"Kau siap sunssi? Dan anda juga mr.lee?" Tanya dokter park sembari menyalahkan alat yang akan digunakan untuk melihat keadaan detak jantung bayiku..

Aku dan mino mengangguk mantap berbarengan...

Drrrrt..drttt..duk...duk..duk...
"Sunssi anda bisa dengar, ini adalah suara detak jantung bayimu.." Seru dokter park sambil terus menggoyangkan dopler itu diatas perutku..dopler adalah sebutan untuk alat yang digunakan untuk memeriksakan denyut jantung bayiku.

"Nee dok..apakah detak jantungnya normal?"

"Tentu saja.. Bagaimana mr.lee?"

"syukurlah.." Mino menatap lembut

"Araseo..sekarang saatnya untuk melihat perkembangan janin anda sunsii.."

Kali ini dokter park menyiapkan alat USGnya dengan dibantu oleh suster han..

Sruuuk..sruuuuk..
Dokter park kembali menggoyangkan alat di atas perutku lagi..aku dan mino sibuk melihat ke arah televisi yang dimana dalam layar televisi itu adalah gambaran rahimku..

"Lihat sunssi..mr.lee, ini adalah bagian lengan bayi anda..walaupun sangat kecil tetapi makan lama seiring dengan minggu minggu kehamilan anda, ia akan terus dan terus berkembang. Dan ini bagian kakinya.."

"Lucu sekali..dokter bagaimana dengan jenis kelaminnya?" Tanya mino antusias

Untuk beberapa detik dokter han tidak menjawab pertanyaan mino..beliau hanya tersenyum sembari terus menggoyang goyangkan alat diatas perutku..

"Sunssi, mr lee..cukhae, bayi anda berjenis kelamin perempuan.." Dokter park berucap senang

"Joungmal?" Tanyaku untuk lebih meyakinkan lagi..

"Nee sunssi..." Dokter park mengangguk mantap..

Aku menatap mino..ia terlihat bagai orang yang kebingungan..bengong dengan mulut menganga..

"Mino-a.." Aku mencolek kasar lengannya

"Omo! ANAKKU PEREMPUAAN!! YIHAAA" Mino terkaget sekaligus langsung menjerit mendapati aku mencolek lengannya.

Aku segera bangkit dan membekap mulutnya cepat," yaaaaish!! Memalukan sekali! Pabo!" Omelku padanya..namun detik berikutnya aku tertawa ngakak sekali..dokter park serta suster han pun tertawa juga walaupun tak segeli aku.. Sedangkan mino cengengesan merasa malu sendiri..



***

Seusai pemeriksaan, aku dan mino berpindah keruang kerja dokter park..
Sekarang ini waktunya untuk berkonsultasi seputar kahamilanku

" Sunssi..bagaimana pola makanmu saat ini? Apakah merasa mual setelah makan?"

"Anyi dok, ia malah semangat sekali kalau makan. Seperti ukuran pria" jawab mino cepat.

Aku yang merasa malu segera menginjak ujung sepatu mino,"hehehe..."

"Aww.." Mino menjerit tertahan..

Dokter park tersenyum melihat tingkah laku kami..," syukurlah.. Bagus sunssi..pertahankan pola makan yang seperti itu. Kebanyakan wanita hamil pasti merasa mual jika bertemu dengan makanan..."

"Nee dokter. Aku merasa mual jika pagi hari saja, sehabis bangun tidur.." Keluhku

"Wajar..sangat wajar sunssi. Faktor itu dinamakan morning sickness"

"Baby, kenapa kau tak pernah bilang padaku kalau setiap pagi kau merasa mual?" Mino menatapku khawatir

"Sebab aku tak ingin mendengar ocehanmu yang sepanjang jalan kenangan itu! Weee!! Yang ada malah tambah pusing dan kau yang akan menjadi saranaku untuk menumpahkan rasa pusing dengan marah marah.."

"Mwo? Yaiiiish kau ini! " Mino menjitak lembut kepalaku.. Dan aku hanya terkekeh saja karna senang sudah membuat mino dongkol

"Haha..kalian berdua pasangan paling menggemaskan yang pernah kutemui..." Dokter park tertawa sambil menggeleng gelengkan kepala..

"Hehe.." Kami berdua terkekeh malu dihadapan dokter park.

"Araseo sunssi, tak ada yang perlu di khawatirkan mengenai bayi anda..ia sangat sehat. Saya hanya memberikan resep vitamin saja.." Sreeek.. Dokter park memberikan sebuah resep padaku..

"Kamsamnidha dok.."

"Oh iya sunssi kau rajin rajinlah minum susu, karna itu sangat bagus sekali untukmu dan juga bayimu.." Tambah dokter park..

"Nee..."

"Dokter saya mau bertanya.."

Aku dan dokter park menatap mino berbarengan.

"Nee mr.lee. Pertanyaan apa itu?"

"Dokter apakah kami masih diperbolehkan berhubungan badan selama kehamilan hye sun?" Mino bertanya serius sekali dihadapan dokter park.

"Yaa lee min ho!!!!" Aku mendelik padanya. Oh tuhan betapa memalukannya pertanyaan itu...

Dokter park tertawa mendengar pertanyaan intim dari mulut mino.." Haha..selagi hye sun masih merasa nyaman, berhubungan badan diperbolehkan kok..."

"Joungmal? Syukurlah.." Mino langsung menarik nafas lega.

"Pabo..!pabo..!!!"



Sepulangnya dari rumah sakit, kami segera menuju ke rumahku, memberitahukan kepada para orang tua kami mengenai kandunganku yang dalam keadaan baik baik saja..mereka yang mendengar merasa bersyukur dan semakin tak sabaran untuk segera menimang cucu pertama mereka. Hihi..




***

Mian dipercepat...





Dua minggu sudah berlalu..tepat hari ini, yaitu hari sabtu adalah hari pernikahanku dengan mino..
Masih ingat kan apa yang dikatakan appaku tempo lalu? Beliau mengatakan bahwa TAK ADA PESTA BESAR BESARAN! Nyatanya? Ini benar benar melebihi kata "MEWAH". Orang tua kami mempersiapkan segalanya dengan sangat sempurna..sehari sebelum hari pernikahan aku diantar oleh omoni mengelilingi tempat pernikahan kami dihalaman belakang rumah mino yang super luas dengan tanah yang agak sedikit berbukit bukit...rumput hijau menambah aksen keindahan halaman itu. Disetiap sudut terhias bunga mawar berwarna merah dan pink.. Pita pita berwarna warni mengiasi setiap pepohonan yang ada.. Bunga lengkung yang merupakan pintu masuk menuju altar dihias menggunakan ranting pohon yang dibungkus oleh dedaunan dan digantungkan beberapa hiasan seperti malaikat..bintang..dan juga bunga mawar kesukaanku.. Kolam renang pun disulap menjadi lautan mawar yang berbentuk hati besar.. Dan dibawah hati itu bertuliskan "happy wedding minho dan hye sun"... Sempurna..sangat cantik sekali..aku seperti berada di dunia lain..

"Sun-a yipoyeo.." Puji ke empat sahabatku saat melihatku keluar dari ruang ganti mengenakan gaun pengantinku..

"Coungmal..?tetapi perutku terlihat buncit begini..hehe" Aku memutar tubuhku bahagia..

"Anyi..bagi kami kau terlihat sangat cantik sayang, dan gaun yang kau kenakan sangat cocok dengan tubuhmu..."Ucap shinhye sambil membetulkan cadar yang kukenakan..perkataan shinhye disambut oleh anggukan mantap oleh so eun, dara, dan eun hye.

Gaun yang kukenakan berwarna putih berbahan sutra.. Untuk sedikit menutupi perutku yang membuncit, aku mengenakan gaun yang berbentuk megar di batas pinggang sampai bawah kakiku..yang membuat gaun ini tampak manis sekali adalah payet mutiara yang berbentuk bunga di sekeliling gaunku.. Sederhana tetapi terlihat elegan. Aku menyukainya!

"Sun-a.. Ini!" Eun hye menyerahkan sebuah tropi berbentuk hati berwarna merah seukuran Dua kepalan tangan padaku.. Ditengah tengah hati itu bertuliskan "best friends forever..." Lalu dibawah tulisan itu ada sebuah gambar anime yang menjelaskan karakterku, eun hye, dara, shinhye, dan juga so eun.

"Ini...."

"Ini adalah piala untukmu sayang! Karna kau yang terlebih dahulu menikah diantara kita! " Dara menjawab semua rasa bingung yang sedang menerpaku saat menerima tropi hati dari eunhye

"Nee.. Piala ini akan terus bergilir diantara kita! Untuk sementara kau simpan dulu sayang, sebentar lagi yang akan menyusul pasti so eun, mengingat sekarang ia dan bum begitu panasnya menebarkan kemesraan" canda sin hye

"Yaa shin hye! " Bentak so eun kesal yang dibuat buat.

"Hahaha...." Kamipun tertawa lepas bersama...

"Sun-a! Kachaa.. Mino sudah menunggu kedatanganmu di bawah..." Ajak dara..

"Oh nee araseo..." Akupun segera bergegas...

Dengan diiringi so eun disampingku, aku menuruni tangga pelan pelan..dari situ aku bisa melihat dengan jelas bagaimana raut wajah mino yang menganga lebar melihatku menuruni tangga..

"Ba..baby..." Mino berucap terbata bata dengan susah payah menutup mulutnya sendiri.

"Yaa lee min ho! Lap dulu liurmu!" Tegur eun hye

"Bagaimana?" Tanyaku

"Yipoyeo..jinja yipoyeo..." Mino mengecup keningku mesra...

Wajahku tersipu malu," kau juga tampan mengenakan toxuedo berwarna hitam ini.."



***


aku tidak bisa mendeskrepsikan bagaimana proses ucap janji pernikahan.. Maka dari itu sekali lagi mian aku percepat ke acara pesta pernikahannya...


Seusai ucap janji yang sakral didepan pendeta, akhirnya rasmi sudah aku menyandang gelar mrs.lee.. Aku sudah resmi menjadi istri mino..tangis haru menetes ketika mino mengecup bibirku lembut...rasanya ini benar benar moment yang paling membahagikan dalam hidupku..melebihi rasa bahagiaku saat mengetahui ada sebuah kehidupan baru yang mulai tumbuh didalam rahimku..buah hatiku bersama mino...

aku dan mino mulai berkeliling menyambut para tamu yang dimana sebagian besar adalah rekan bisnis dari keluarga besar lee dan goo.

"Baby kau lelah?" Tanya mino padaku

Aku mengangguk pelan," nee lelah sekali.."
Memang benar aku begitu kelelahan..tamu tak ada hentinya berdatangan mengucapkan rasa bahagia atas pernikahan kami..

"Araseo..kita istirahat dulu di ruang keluarga...kacha..." Mino berkata begitu khawatir sembari merangkulku dan membawaku keruang keluarga di dalam rumah...

"Yaa.. Weo?" Tanya geun suk saat melihatku dan mino

"Hye sun lelah, aku akan membawanya ke ruang keluarga untuk beristirahat.." Jawab mino

"Araseo.. Kami ikut.." Pinta bum..

Mino mengiyakannya...




***

"Minumlah sun-a.." Dara memberikanku segelas air putih padaku.

"Gumawo.." Aku menyambutnya dan segera menengguk habis air yang diberikan dara..

Setelah kurang lebih satu jam beristirahat, aku dan mino kembali lagi untuk bumpul ditengah tenga para tamu...

aboji dan omoni begitu bangganya memberitahukan kepada semua para pers maupun wartawan seputar kehamilanku..beliau berdua begitu tak sabar untuk segera menimang bayi yang kukandung..
Tak ada sumpah serapah dari orang orang mengenai pernikahan muda kami..malah kami banyak dibajiri oleh doa dan rasa kebahagiaan yang begitu tak terhingga..dan untuk kesekian kalinya aku hanya bisa menangis penuh haru...



***

Bulan demi bulan sudah kulewati dengan menyandang sebagai nyonya lee. Kehamilanku sekarang sudah menginjak ke usia tujuh bulan..hari hariku berjalan sangat menyenangkan.aku begitu menikmati kehamilan pertamaku ini.. Mino begitu memperhatikanku, bahkan ia sampai rela meninggalkan waktu tidurnya demi memenuhi rasa mengidamku yang suka timbul di tengah malam..meskipun begitu mino tak pernah mengeluh, ia malah begitu senang, sebab tak ada yang bisa ia lakukan selain memenuhi keinginanku mengingat ketika ia membaca buku seputar kehamilan yang ternyata begitu sakit luar biasa saat bersalin..jadi hal seperti itu bukan masalah. Omma dan omoni selalu menemaniku dirumah untuk menjagaku menggantikan mino jika ia bersekolah. Kadan kami bertiga berbelanja bersama untuk membeli keperluan bayi.. Kamar pun sudah dipersiapkan..semuanya bernuansa pink..mulai dari pakaian, popok, box bayi, lemari, boneka, dan barang barang lainnya..

Saat ini dimalam hari aku duduk dibalkon kamar..menikmati udara malam sambil membaca buku seputar bagaimana cara mengurus bayi.. Aku terhanyut di dalamnya, tak sabar untuk menggendong makhluk kecil itu didalam pelukanku.

Bruuuuk
Pintu kamar dibuka..

Senyum senang tersungging dibibirku, aku segara menutup buku dan berjalan ke dalam..

"OMO!!!!" Aku kaget bukan main melihat mino yang masuk dengan membawa tentengan plastik besar besar yang berisikan perlengkapan untuk bayi kami.

"Hehehehe" si mino hanya terkekeh jahil melihat kekagetanku

" Mino-a! Aku kan sudah bilang kita tak perlu membeli perlengkapan bayi lagi! kita sudah membeli terlalu banyak tau!" Omelku padanya

"Miane.. Habis tadi sehabis bermain sepak bola aku, geun suk, bum, dan juga il woo makan disalah satu pusat perbelanjaan, dan saat ingin pulang kami tak sengaja melewati toko perlengkapan bayi. Langsung saja naluriku sebagai ayah menjadi gatal untuk tidak masuk kedalamnya dan hasilnya? Inilah yang kubeli!" Jelas mino menyesal padaku.

"Mwo? Jadi kalian masih dengan seragam sepak bola berbelanja perlengkapan bayi ini?" Tanyaku kembali tak percaya

"Nee!" Mino mengangguk mantap. " Baby kau tau tidak? Barang barang ini semua kebanyakan yang memilih itu si geun suk, bum, dan juga il woo! Mereka begitu nafsu sekali memilihnya..hahaha.. Lucu sekali! Para ibu dan pelayan disana melihat kami penuh kebingungan!" Mino bercerita diselingi oleh tawanya..

Aku pun ikut tertawa dibuatnya," hahaha..dasar!! Tapi gumawo sayang... " Cuuups aku mencium lembut bibir mino.

"Yaa..jangan begitu ah. Kau bisa membangunkan singa tidur tau!" Mino mengerling nakal

"Yaiiiiish!! Yasudah aku pergi saja!"
Baru aku hendak bangkit tetapi tangan mino dengan sigap menahanku dan menarikku lalu membawaku kedalam pelukannya..," jangan! Aku merindukanmu..."

Aku tersenyum dibalik dadanya yang bidang...





***

Tanpa terasa seiring bergulirnya waktu, usia kehamilanku sudah memasuki bulannya untuk melahirkan..
Mino dan orang tuaku semakin ketat menjaga dan mengawasi alih alih takut aku melahirkan..

Dokter park berkata perkiraanku lahir adalah tanggal 23..dan sekarang baru tanggal 16.. Aku semakin berdebar menunggu saat saat bersalin..ada perasaan takut dan juga bahagia yang berbarengan hinggap dihatiku.
Mino menjadi lebih over protektif padaku..ia tak mengizinkanku untuk keluar rumah jika tak ada hal yang penting..dan untuk menambah rasa aman, ia menyuruh omma dan omoni menemaniku selagi ia tak ada..
Dan yang lebih tak bisa dipercaya, mino sudah memboking dokter park sebulan yang lalu untuk tidak bekerja. Beliau hanya cukup dirumah, standby menunggu saat aku mau melahirkan. Mino tak mau jika nanti saatnya aku mau melahirkan dokter park sibuk mengurus pasien yang lain..

Sore hari ini aku sendirian dirumah.. Omma dan omoni izin sebentar untuk pergi ke pertemuan penting disebuah cafe bersama dengan rekan rekannya yang lain..dirumah aku hanya bersama dengan para pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya masing masing.

Aku mengusap lembut perutku.."Waktunya mandi sayang!"

Aku bagkit dari ranjang..lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk..
Namun sesuatu yang buruk menimpaku..

Sruuuuuk
Bruuuuk...
Aku terpleset dilantai, tepatnya di depan kamar mandi dengan posisi tengkurap menimpa bayiku..

"AAAKH....!!!!" Aku menjerit kesakitan yang luar biasa disekujur perutku..
"Bayiku...bayiku..." Aku menangis kesakitan.. Dan didetik berikutnya aku bisa merasakan bagaimana darah segar mulai mengalir disela sela pangkal pahaku..

"TIDAAAAAAAK!!!!!" Jeritku histeris.. " HU..HU..." Aku merangkak sekuat tanaga untuk meraih ponselku diatas ranjang.. Darah terus mengalir, rasa sakit terus merajai tubuhku.. Aku gemetar ketakutan..bayiku.. Bagaimana dengan bayiku!!
Kejadian ini begitu cepat!

"Yobseyo baby.." Suara mino terdengar disebrang sana

"Mino-a..aku jatuh..hu..hu..bayi kita. Bayi kita..sakit.." Aku berucap tak karuan menahan sakit..isak tangis.. Dan juga ketakutan..

"MWO???"

bruuuk
ponsel terjatuh dari tangannku.. dan diikuti oleh ambrukknya tubuhku.. di benakku muncul kembali momen momen bahagia wajah dari mino..appa, omma, omoni, aboji, dan sahabt sahabatku saat mereka begitu mengharapkan kelahiran bayiku yang sehat.. kamar tidur yang sudah dipersiapan oleh mereka menari nari dibenakku..dan juga perlengkapan yang dibeli mino..semua terus bergelimat di dalam otakku.. bahkan aku dan mino belum sempat mencari nama untuk bayi kami..
"sakit...sakit..hu..hu..sayang bertahanlah...hu..hu.."




***

BRAAAK!
Pintu dibuka kasar oleh mino..

"HYE SUN!!" Ia menjerit mendapatiku terbujur di samping ranjang..bersimbah darah dipahaku..
Ia segera berlari menghampiriku dan langsung menggendongku menuju rumah sakit..

"Bertahanlah baby.. Kumohon..." Mino menangis terisak sambil terus menggendongku dan berlari menuju mobil..

"Mi..mino-a..miane aku tak bisa menjaga bayi kita..." Gumamku lemah.. Wajahku sudah memucat hebat.. Aku sudah tak memiliki tenaga lagi..rasa sakit ini sungguh luar biasa..



***



« Last Edit: July 18, 2010, 08:25:18 pm by neiya »