Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 16958 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE
« on: July 22, 2010, 04:25:20 am »
Chap 2 : please?

Hye Sun berlari mundur menghindari ombak kecil. Kemudian kembali mengejar ombak itu. Ombak kecil itu datang lagi, Hye Sun menghindar ke belakang. Kejar. Mundur. Kejar. Mundur. Begitu seterusnya, sampai-sampai Min Ho yang duduk tidak jauh dari area bermain Hye Sun mendengus kesal melihat pola tingkah kekanakan Hye Sun.

Hari ini hari libur nasional, dan Hye Sun ingin berlibur di pantai. Min Ho tidak menyangka pantai yang mereka datangi ternyata sangat ramai.
Sekali lagi Min Ho mendengus dalam hati. Untuk apa ia pergi ke pantai yang penuh dengan manusia jika ia bisa berlibur di pantai pribadinya. Sepi. Tenang. Dan hanya berduaan dengan Hye Sun sekarang yang diinginkannya.

Min Ho memandangi Hye Sun yang terlihat cantik. Atasan yang dipakainya ialah bikini model terbaru (dan Min Ho tidak bosan terus-terusan memandangi Hye Sun), sedangkan bawahannya rok mini berwarna soft pink. Min Ho sendiri hanya memakai boxer berwarna hitam.
Kamera yang digenggamnya di arahkan sekali lagi tepat membidik Hye Sun.

Klik!!

Min Ho mengamati hasil karyanya. Seulas senyum tipis muncul. Hye Sun memang selalu terlihat cantik memakai apapun.

"Sedang apa?", pernyataan Hye Sun mengagetkan Min Ho dari aktivitasnya.

"Cari view yang oke", datar.

"Tidak mau coba ke sana?", tanya Hye Sun sambil menunjuk satu tebing yang jauh dari mereka.

"Kejauhan. Malas", datar...teteuup...

Hye Sun terdiam sejenak sebelum memulai percakapan lagi, "Kalau begitu ayo main air"

"Tidak. Terlalu kekanak-kanakkan"

"Tapi kan asyik. Ayolah"

"Tidak"

"Ayo"

"Tidak"

"AYO"

"TIDAK"

"AYO"

"TIDAK"

"TIDAK"

"AYO", uups... Min Ho spontan menutup mulutnya, sedangkan Hye Sun tersenyum penuh kemenangan.

"Tidak", deal! Palu pengadilan telah di ketuk tiga kali.

Hye Sun terpaksa diam. Dia memang terkenal dengan sifat keras kepalanya, tapi Min Ho lebih keras kepala lagi. Tidak ada seorang pun yang bisa merubah keputusannya. Orang-orang yang ada di sekelilingnya setiap saat pun sudah angkat tangan menghadapi sikap keras kepalanya. Disaat seperti ini ada baiknya bersikap patuh saja.
Min Ho kembali mengarahkan kameranya ke Hye Sun.

Klik!

Min Ho tersenyum kecut, "Jelek sekali"

Didalam kamera Hye Sun tertangkap sedang bersedekap dan menggembungkan kedua pipinya.

"Hei, kau benar-benar tidak enak di lihat kalau ekspresimu seperti itu", lanjut Min Ho. Padahal sebenarnya Min Ho tengah menahan tawa, ekspresi Hye Sun sekarang sungguh membuat gemas Min Ho. Sekuat tenaga ia menahan keinginannya untuk tidak mencubit pipi Hye Sun.
Hye Sun berbalik arah dan melangkah maju. Baru sekitar 15 langkah ia berjalan, ia berbalik lagi.

"Min Ho-a"
Min Ho yang daritadi menonton tingkah laku Hye Sun mengangkat sebelah alisnya. Tadi marah, sekarang manja. Moodnya cepat sekali berubah.

"Disini viewnya bagus"

"Lalu?"

Hye Sun menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan memasang wajah seperti anak anjing yang lucu, "Please?"

Min Ho tersenyum samar melihat tingkah laku Hye Sun. Ia pun berdiri sambil tetap memegangi kameranya dan melangkah ke arah Hye Sun, yang sekarang tersenyum sumringah.

Sebenarnya, untuk orang yang benar-benar mengenal Min Ho, pasti tahu bahwa Min Ho tidak sekeras kepala yang mereka kira. Hanya dengan mengucapkan satu kata itu saja, Min Ho pasti akan menurut.
Tapi masalahnya, hanya ada satu orang yang benar-benar mengenal Min Ho. Dan orang itu, Hye Sun, menjadi satu-satunya orang yang bisa merubah pendirian Min Ho.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME