Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 16952 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE
« on: July 22, 2010, 04:26:58 am »
Chap 3 : Saranghae

Setiap makhluk hidup di dunia ini sudah dipersiapkan jodohnya masing-masing oleh Tuhan. Ada legenda yang mengatakan bahwa tulang rusuk kaum Hawa sebenarnya dilengkapi oleh kaum Adam. Kaum Hawa hidup dengan berhutang budi pada kaum Adam karena jasa mereka yang telah memberikan satu tulang rusuk mereka pada kaum Hawa. Inti dari legenda ini ialah kaum Hawa pada saat di ciptakan mempunyai kekurangan, maka kaum Adam menutupi kekurangan yang di miliki oleh kaum Hawa. Jadi, intinya kekurangan yang ada pada satu pasangan akan ditutupi oleh kelebihan pasangannya. Itulah cinta sejati.

Hye Sun menghirup bubble floatnya sekali lagi. Keningnya berkerut, sibuk memikirkan satu hal. Ia bahkan rela membiarkan kekasihnya berselingkuh dengan berkas-berkas kantor yang berserakan di atas meja cafe yang mereka tempati.

'Apa yang dimiliki oleh Min Ho sehingga aku bisa jatuh cinta padanya?'

Hye Sun menuliskan sesuatu di buku agendanya; Min Ho pria paling tampan di Seoul.

Benar sekali. Min Ho memang pria tertampan di Korea. Walaupun Min Ho tidak tampan, Hye Sun pasti akan tetap menyukainya, tapi....... penampilan tetap saja selalu menjadi yang terpenting untuk bisa membuat seseorang tertarik, bukan.

Hye Sun menghirup minumannya sekali lagi.

Min Ho pria paling kaya di Korea.

Siapa yang tak kenal Lee Min Ho? Di umurnya yang masih 22 tahun ia sudah menduduki jabatan Presiden Direktur di perusahaan Lee Corp. Perusahaan numero uno yang mencangkup segala bidang di Korea. Terkaya di Korea atau bahkan di Asia. Setiap permintaan Hye Sun selalu dikabulkan oleh Min Ho hanya dengan menjentikkan jarinya. Bukan Hye Sun matre, jika Hye Sun mau ia juga bisa mendapatkan apapun yang ia suka. Ia seorang dokter, ingat? Matrelialistis sebenarnya bukanlah sebuah aib. Itu adalah sifat manusia yang pada dasarnya memang membutuhkan suatu hal yang konkrit. Nyata. Seperti uang. Maksudku, oh ayolah... Kalian tidak akan bisa bertahan hidup hanya dengan cinta, uang juga dibutuhkan di dunia ini. Pernah dengar money is everything?.

Hye Sun kembali menulis di buku agendanya; Kaya.

"Ayo pulang", perkataan Min Ho barusan memaksa Hye Sun mengalihkan perhatiannya kepada Min Ho

"Ah, ne", balas Hye Sun sambil memasukkan buku agendanya ke dalam tas.

Min Ho mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa ribu won. Setelah menaruh uang itu di atas meja Min Ho segera meraih tangan mungil Hye Sun dan membimbingnya keluar dari cafe.

Tangan Min Ho adalah tangan paling hangat didunia.

Hye Sun merekamnya dalam otak. Memang benar. Di saat Hye Sun butuh penopang, Min Ho selalu ada untuk membantunya, mengulurkan tangannya agar Hye Sun bisa bangkit. Di saat Hye Sun butuh belaian karena sedang sedih, tangan milik Min Ho tidak pernah meninggalkannya sedikitpun.

Hye Sun tersenyum lebar, mendapati bahwa ia punya satu poin lagi untuk lebih menyukai Min Ho.

Sekarang mereka tengah menuju ke jalan raya, hari ini Min Ho tidak membawa mobilnya. Tiba-tiba Min Ho menghentikan langkahnya, membuat Hye Sun menabrak punggung tegapnya.

"Aduuuh... Kenapa berhenti tiba-tiba? Ada apa?", tanya Hye Sun sambil mengelus-elus jidatnya yang benjol.

Min Ho berbalik menghadap Hye Sun. Menatap dalam ke mata indah Hye Sun bagai mengebor ke iris hitam itu untuk mengetahui apa yang sedang di pikirkan gadisnya

"Kau tahu, kau tidak perlu punya alasan supaya bisa menyukai orang lain"

Hye Sun melebarkan kedua pupil matanya, kaget mendengar perkataan Min Ho, "Kau...tahu?"

Min Ho menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Sun, "Goo Hye Sun, aku, Lee Min Ho mencintaimu tanpa peduli apapun kekuranganmu. Aku mencintaimu tanpa harus memikirkan seberapa banyak kelebihan yang kau miliki untuk menutupi kekuranganku. Aku mencintaimu tidak peduli apakah kau kaya, miskin, cantik, jelek sekalipun. Aku mencintaimu karena aku tahu itulah yang terbaik yang harus kulakukan", perkataan Min Ho barusan membuat Hye Sun membatu. Sedalam itukah Min Ho mencintainya?. Sebelum otak Hye Sun kembali bekerja, bibir padat Min Ho telah menyentuh bibirnya secara tiba-tiba. Hanya lima detik sebelum Min Ho menarik ciumannya dan mengatakan satu kata yang akan membuat Hye Sun tersenyum bahagia sepanjang hari itu, "Saranghae, Goo Hye Sun"

"Saranghae, Lee Min Ho", balas Hye Sun dengan menampilkan senyum manisnya.

Dan selanjutnya mereka melanjutkan aksi mereka yang sempat terhenti. Tidak menghiraukan sedikitpun pandangan geli dari banyak orang di sekitar mereka.

Satu poin lagi yang sempat Hye Sun rekam dalam memori otaknya; bibir Min Ho adalah bibir paling manis di dunia.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME