Author Topic: Pangeran MimPi chapter terakhir "TODAY"  (Read 14444 times)

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Pangeran MimPi last update JULY "today"
« Reply #165 on: July 23, 2010, 09:33:28 pm »
PART Vlll
[/b]

Bagiku sangatlah mudah untuk menemukan di mana saat ini Dara berada. Pasti di taman belakang sekolah yang berhadapan dengan danau buatan SMU GC, di tempat yang begitu sepi. Banyak para siswa yang enggan mendatangi tempat ini karena letaknya yang berada di belakang sekolah, ditambah lagi dengan beredarnya mitos bahwa tempat ini ada penunggunya. Membuat mereka bergidik untuk mendatangi tempat ini.


Tapi tidak untuk aku dan Dara. Bagi kami tempat ini begitu tenang, sirkulasi udaranya juga bagus karena berada dekat danau dan pemandangannya cukup indah. Kami sering meluangkan waktu di tempat ini jika harus terjebak untuk melakukan hafalan rumus kimia. Lumayan, tempat ini cukup membantu.


Tempat ini juga sering didatangi kami jika sedang ingin bercerita dari hati ke hati, hingga jauh dari keisengan orang. Cukup jelaskan kalau kami berdua sama sekali tidak mengganggu keamanan tempat ini, jadi untuk apa takut pada penghuninya. Toh, kami tidak melakukan hal-hal yang merugikan mereka. Memangnya ada hal-hal yang bisa merugikan kaum sebangsa makhluk halus ? Gawat, bisa ada aksi demo nantinya.


Dara duduk termenung seorang diri sambil menatap ke arah danau. Mungkin mencari ketenangan dirinya. Ingin sekali aku berlari ke arahnya dan merangkulnya erat seraya menenangkan dia dengan bujukkan cerita konyol, agar wajah manis itu tidak lagi sendu.


Tapi apa dayaku, kini aku hanya bisa menatap dia dari kejauhan. Menatapnya dari balik tembok laboratorium, sambil berharap kalau dia akan baik-baik saja.


Aku terus berusaha mengurungkan niat untuk menghampirinya. Keadaan sedang tidak berpihak padaku, bisa-bisa dia berteriak histeris dan menunjuk-nunjuk wajahku. Apalagi sikap yi jin yang tadi kelihatan begitu akrab terhadapku, tidak menutup kemungkinan Ia akan salah paham dan menuduhku telah bersekongkol dengan Caren untuk memeranginya. Maka ada baiknya diam saja.

Flash back.....

Aku dan yi jin, menempati meja no 08, yeAh hari ini dia mengunjungi sekolahku .. tapi entah kenapa dia malah menunjukku sbg teman berjalannya, di sekolah ini.. entahlah mungkin karena aku sekelas dengan minho. Dan  seperti dugaanku jalan dengan model terkenal seperti dia pasti akan jadi pusat perhatian. Buktinya sampai kami duduk di meja paling sudut pun, kami tidak lepas dari sorotan mata para pengintai. Tepatnya sorotan mata iri terhadapku dan sorotan mata kekaguman untuk Yi jin.


”Apa pendapatmu tentang Lady Jun di itu ?” Tanyanya saat kami baru saja menempati kursi.


Orang ini terlalu antusias. Aduh, kenapa aku tiba-tiba jadi kesal padanya ? Wajarkan Ia berbuat demikian, karena Ia menyukai minho.


”Apa kau setuju jika sebaiknya, aku lebih cocok dinobatkan sebagai tunangan yang serasi untuk Prince ?” Gurau yi jin sambil tertawa kecil.


Garing. Aku mencoba tersenyum meski kecut.
”Semalaman suntuk aku browshing untuk mencari berita tentang Lady jun di itu. Tapi sama sekali aku tidak menemukan silsilah keluarga Buzbadillaght. Aneh”


Glekh !
Mataku langsung terbelalak. Gawat, aku harus segera memberitahukan il woo. Reputasi jun di terancam.
”Memangnya penting bagimu untuk mencari tahu siapa jun di?”
”Tentu saja penting. Siapa tahu dia hanya buah karya Prince”
Deg !!


”Tapi aku sudah bisa harap maklum jika sosok itu hanya fiktif. Bukan hanya sekali ini saja Prince berbuat begitu. Kerap kali ada pertemuan besar, Ia memang selalu mengajak gadis lain yang tidak dikenal untuk diakui sebagai tunangannya”


”Aku mengenali wajahmu karena semalam aku juga sempat browshing seluruh data penghuni SMU GC. Siapa tahu saja di antara mereka ada yang berpotensi menjadi jun di”


Uhuk... uhuk uhuk....
Kali ini aku benar-benar tersedak. Aku tidak dapat mengontrol diriku lagi. Sialan, anak ini terlalu gesit. Aku harus segera memberitahukan il woo. Bukan saja hanya jundi yang terancam, tapi juga goo hye sun.


”Kau tidak apa-apa ?” Tanya yi jin prihatin.
Sambil terbatuk-batuk aku mengisyaratkan dengan jariku, bahwa aku baik-baik saja.


”Oh ya, kau kan teman sekelasnya Prince. Apa kau tahu siapa gadis yang diincarnya ?”


Sejurus kemudian saat keadaan mulai terkendali, yi jin kembali membuka topik baru yang tidak lepas dari min ho. Uhhgff, kapan aku bisa melarikan diri darinya ?


”Entahlah, aku tidak begitu dekat dengannya”
”Baiklah, pertanyaannya aku ganti saja. Siapa gadis yang sedang mengincar Prince ?”
”Kurasa kau pasti juga tahu, untuk siswa seukuran dia wajarkan kalau banyak dikejar-kejar para gadis. Aku tidak mungkin menyebutkannya secara satu persatu. Terlalu banyak daftarnya”


Sekali lagi yi jin tersenyum tipis mendengar jawabanku.
”Pasti di antara sekian banyak para gadis penggemarnya, ada salah satu yang cukup heboh. Paling berani untuk mengejar Prince. Siapa dia ?”


Sandara Park. Salah satu siswi populer di sekolah ini. Dia teman sekelas minho, bahkan sekarang menjabat sebagai asisten pribadi minho. Dulunya kami adalah sahabat dekat, tapi karena kecemburuannya yang membabi buta dia tega mendepakku dari sampingnya. Termasuk mendepakku juga dari samping tempat duduknya.

Tentu saja deretan kalimat sinis itu hanya tertahan di dadaku dan rasanya begitu sesak. Ingin sekali aku memuntahkannya keluar.


”Aku kurang memperhatikan hal-hal seperti itu”
Aku kembali berkonsentrasi dengan makananku. Aku melahapnya cepat-cepat, agar lebih cepat pula aku beranjak dari hadapan si model cantik ini.
”Hay, yi jin!!”


Sapaan yang seperti koor itu, membuat perhatianku dan yi jin teralih. Shin hye CS. Heh, para penjilat ini lagi. Dengan senyuman yang dibuat sekarab mungkin. Shin hye mencoba menyapa yi jin, si calon jilatannya. Dasar anjing.


”Oh, hay juga” Sapa yi jin dengan sikap ramahnya pula.
Mereka pun saling bersalaman sambil memperkenalkan diri masing-masing. Tentu saja dengan lagak yang memuakkan.
”shin hye”
”yoona”
”yuri”
”dara”


Dara ??? Heh, sejak kapan dara tergabung dalam shin hyeCS ?? mataku tak dapat berkutik menatap dara yang berada dalam jejeran para penyihir itu. Tapi dara sepertinya cuek dengan ekspresiku.
”Boleh kami ikut bergabung di sini ?”

”Tentu saja. Kebetulan meja ini cukup besar. Pasti muat untuk kita semua” Sahut yi jin dengan girang.
”Kau tidak keberatankan, hye sun?”
Aku hanya tersenyum kecut pada yi jin. Bukan hanya keberatan, tapi super duper extra ultra, apalagi ya ? Pokoknya gondok karena keberatan !!
End flas back........

”sun”

HAH ??

Aku terkejut setengah mati dengan teguran yang diiringi tepukkan di pundakku. Aku langsung berbalik menoleh.
Hhhh....
Kali ini aku menghembuskan nafas legaku. Ternyata Cuma minho.


”Apa yang kau lakukan di sini ?”Tanya minho sambil membendung tawa di balik bibir mungilnya.


Tentu saja Ia merasa sangat geli melihat ekspresiku yang terkejut setengah mati. Untung saja Ia tidak sedang berbuat jahil dengan merekam kejadian konyol itu di ponselnya. Seperti tidak punya kerjaan saja selalu mengambil gambar wajahku dalam segala bentuk raut mukaku.


”Bukan urusanmu” Sahutku ketus.
”Kau sendiri untuk apa berkeliaran di sini ? Tidak biasanya wajahmu muncul di wilayah ini” Sambungku dengan nada selidik.
”Radarku yang memberitahukanmu sedang berada di sini”


Jawaban konyol. Minho memasang wajah jahil yang menggemaskan rasanya aku ingin mencubit kedua pipinya. Aduh, kenapa bisa norak seperti itu isi pikiranku ? Jangan-jangan aku masih terbawa suasana semalam. Wajahku tiba-tiba memerah, untung saja tidak disadari oleh Prince idiot ini.


”Kenapa ?”
Upss, ternyata aku salah, tidak ada yang bisa lewat begitu saja dari bocah tengil satu ini. Dia bisa membaca sikap kikuk dariku dan pandangan itu ahh.... Membuatku tersihir pelet darinya. Aduh sejak kapan aku jadi aneh begini ??


”Buatku saja”
Spontan aku meraih ice cream yang masih utuh di tangan Minho. Buru-buru aku melahapnya seraya mengalihkan perhatian minho. Lumayan, aku berhasil karena sejurus kemudian dia tersenyum kembali padaku.
”Kau hutang 7000 woon padaku”
”Iya, nanti kubayar”
”Kapan ?”
”Nanti saja kalu aku sudah punya pekerjaan ?”
”Kerja padaku saja”
”Memangnya kau berani bayar berapa gajiku ?”
”Setiap harinya kubelikan ice cream”


Hahahaha.... Spontan aku tertawa mendengar perkataannya. Konyol. Dasar idiot. Untuk pertama kalinya aku bisa tertawa lepas dibuatnya. Masih dengan aksi yang menggemaskan di luar dugaanku, minho mengeluarkan sapu tangannya kemudian menyeka sisa ice cream yang rupanya belepotan di sekitar bibirku.


Ssshhhssshhhh....
Hidungku jadi kembang kempis, jantungku juga ikutan berdenyut dengan cepat. Seperti pelari marathon saja. Benar-benar gugup.


”Bagaimana, apa aku sudah lolos jadi tunanganmu, Lady sun?”
”Lady batok kepalamu !!” Sahutku sambil mengibaskan tangannya yang masih menyeka sisa ice cream di bibirku.
Minho pun ikut tertawa melihat ekspresi salah tingkah dariku.
”Oh ya, tadi aku bertemu son yi jin. Kau tahu, dia sekarang berada di sekolah ini” Ujarku untuk mengalihkan perhatian min ho dan sekali lagi berhasil.


”Semalam, dia telah mengutarakan niatnya itu”
”Jadi kau sudah tahu ? Kenapa kau tidak memberitahukan aku ?”
”Memangnya penting, ya ?” Sahut min ho enteng.
”Tentu saja. Kalau aku tahu dia akan datang ke sekolah ini, maka paling kurang aku punya persiapan jika tiba-tiba saja bertemu dengannya. Jadinyakan tidak salah tingkah atau bersikap plin-plan”


Minho menggubris ucapanku dengan senyuman tipis.
”Apa kau juga tahu kalau semalam Ia melakukan pencarian data di internet tentang keberadaan keluarga Buzbadillaght, hingga akhirnya Ia hanya  menemui hasil yang nihil. Jelas saja hal itu justru mengundang rasa penasarannya”


”Bahkan parahnya lagi Ia juga turut mengulas data-data pribadi seluruh siswa di sekolah ini, katanya untuk mencari siswi yang mungkin saja berpotensi menjadijun di” Jelasku dengan nada serius.
”Tidak usah pedulikan dia” Sahut minho singkat.


Ia mengambil posisi sambil bersandar di tembok tepat di sampingku hingga kini kami berdiri sejajar. Minho membuka kancing jasnya dan membiarkan angin menyibakkan dasinya. Sejurus kemudian Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Persis iklan parfum saja.
Tapi percayalah dia begitu terlihat tampan saat ini, apalagi angin dari arah danau dengan iseng menyibakkan rambutnya yang mulai agak memanjang. Ya ampun, aku ini kenapa ?!!

”Kau tahu, sebenarnya aku selalu iri dengan apa yang dimiliki il woo. Saat ini aku baru tahu, kalau dalam keterpurukkannya Ia cuma berusaha berdiri tegar. Tapi siapa yang membantunya ?

 Berada dekat dengannya membuat aku terlihat seperti seorang yang tidak berguna yang bisanya hanya menimbulkan masalah saja. Sementara dia berkilauan seperti berlian dan selembut kapas putih tanpa noda”

”Kadang aku berpikir, kenapa il woo bisa beruntung untuk dibesarkan halmoni, sedangkan aku harus bertarung hidup dengan orang-orang yang hanya perduli dengan diri mereka sendiri”

”Di segala tempat aku datangi untuk mencari jawaban itu, tapi yang kutemukan hanya seonggok tawa yang melecehkan diriku”
Apa karena itu kau selalu mencurigai segala tindak-tanduk il woo? Kau selalu meganggap il woo berniat jahat untuk menghancurkanmu.
Kalimat itu tertahan di tenggorokanku, tersumbat menuju mulutku.

”Aku selalu ketakutan, Vay”
”Setiap orang yang dekat denganku, pada dasarnya tidak benar-benar memperdulikan aku. Mereka lebih suka mendekati boneka putra mahkota milik keluarga besar Lee dan jika saat mereka tahu bahwa boneka itu tidak bisa berbuat hal yang berguna maka dengan mudah mencampakkannya”

Tanpa sadar aku meraih telapak tangan minho dan menggenggamnya erat. Aku ingin memberikan kekuatan untuknya, memberikan semangat bahwa dia tidak harus menyerah pada keadaan begitu saja.

Kedua mata kami saling beradu, tatapan yang kian dalam dan semakin membuatku hanyut. Oh, kenapa aku yang harus berada dalam situasi ini ? Ingin kurangkul tubuh yang selalu membuatku merasa nyaman ini, yang kini tengah terpuruk di sana. Tapi...
Hahahaha....
Mendadak tawa minho pecah begitu saja, Ia tertawa terpingkal-pingkal dengan spontan aku pun langsung melepaskan genggamanku padanya.
”Tidak kusangka kau bisa juga perhatian padaku”  
”Ternyata goo hye sun punya perasaan yang lembut juga rupanya”

Minho terus mengejekku, tapi kali ini aku tidak menggubris atau balik menyerangnya. Aku malah tersenyum dalam hati kecilku, karena kini aku tahu kalau minho selalu bersembunyi di balik sikap dingin atau malah sengaja berbuat konyol. Dia tidak ingin dikasihani. Aku yakin itu.

”Terserah kau saja” Sahutku enteng.
Tawa minho pun meredup. Aku tahu dia sadar, kalau aku kini tahu dia yang sebenarnya. Dia kembali mencoba bersikap serius. Kau pikir aku tidak bisa mengikuti cara berpikirmu, Prince..

”Tapi aku yakin, kalau suatu saat pasti akan datang seseorang yang meyakini diriku dengan tulus, kalau aku lebih istimewa dari pada il woo”
Minho berbalik menghadapku, Ia menatapku dengan dalam dan aku menikmati tatapan itu. Sinting !!

”Meyakiniku dengan sepenuh hati bahwa aku adalah yang terbaik, hingga akhirnya aku bisa menjadi yang terbaik untuknya”
Minho meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat. Aku merasakan diriku seperti disengat listrik, tangan itu begitu dingin seolah mencari kehangatan untuk melindunginya.

”Apa kau mau menjadi pengagum il woo seperti semua orang pada umumnya ?” Ujar minho pelan dan lembut.
Aku mulai merasakan hembusan nafasnya menyapu wajahku, aroma parfum khas miliknya menyengat hidungku. Kurasakan tubuhku mulai begitu rapat dengan tubuh kekar milik Prince idiot ini.

”Atau kau mau melewati ketidakwarasan untuk meyakiniku ?”
Oh God !!
Tubuhku terasa bergetar hebat, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kebekuan ini melanda seluruh persendian dan sistem syaraf pusatku.

”Aku takut jika harus kehilangan semua yang kuyakini” Desah minho sebelum bibirnya benar-benar mendarat mulus di bibirku.

Perlahan aku merasakan sentuhan bibir mungil itu menjamahku. Nafasnya bergemuruh, menunggu balasan kehangatan yang menguap dari bibirku. Tapi..... Di sela-sela jiwaku yang melayang dipermainkan badai yang mengamuk dalam perasaanku, bayangan Dara dan Yi jin seketika itu melintas di pikiranku.

”Aku lebih suka mengikuti orang pada umumnya” Sahutku lirih.
Kalimat itu cukup ampuh menghentikan aksi romantis milik minho, bibir itu terdiam kaku sebelum tiba pada tujuan akhirnya. Bahkan perlahan gerakannya mengendur terkulum, kehangatan itu mulai menjauh seolah membuat jarak.

”Katakan itu sekali lagi, my lady” Pinta minho dengan desahan beban yang tertahan.

Kedua bola mataku saling beradu pandang dengan mata coklat milik Nicky. Rasanya sakit untuk mengulangi hal itu. Sakit sekali. Kenapa saat ini sakitnya bisa berbeda, sun?

”Aku menyukainya” Sahutku pelan nyaris tidak terdengar, suaraku menjadi bergetar. Entahlah mungkin karena beratnya beban yang harus aku ucapkan. Sungguhkan aku menyukainya ?

”Aku menyukai il woo” Karena aku ketakutan untuk melampaui ketidakwarasan. Terlalu banyak yang akan sakit.

Tentu saja kalimat selanjutnya hanya tertahan di hati kecilku.
Kudapati sorot mata minho meredup, ada genangan kesenduan di sana. Tapi mengapa juga harus aku yang kau inginkan untuk mencapai garis ketidakwarasan itu. Aku tidak pantas untukmu, hai Prince idiotku.

Perlahan genggaman tangan minho mengendur lalu melepaskan tanganku, ingin rasanya kutarik lagi tangan dingin itu. Tapi kebisuan yang kutemui. Minho masih berusaha memberikan senyumannya padaku, meski pahit. Aku tahu itu adalah senyuman kekalahan. Karena sekali lagi Ia harus kalah dari Dave.

Miane ...jeongmal miane , minho.
Aku langsung mendorong tubuh minho,kemudian berlari secepatnya. Berlari sebelum minho melihat telaga bening membanjiri kedua pipiku. Sakit rasanya.
# # #




Oke… miane kentang..
Ntar ku update lagi…
Yg ini dulu yah…….   [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye]
[/b]
[/b]
« Last Edit: July 23, 2010, 09:35:24 pm by Echyn MinHo LeeSun »
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]