Chapter Fourteen
Rumput Liar yang Mati
Gaeul menoleh pada jam dinding di kamar tempat Jandi dirawat ,sudah menunjukkan pukul 4 subuh ,Yi-zung dan Jun Pyo ,keduanya tertidur di sofa ,Gaeul tidur di samping Jandi ,tidur dalam posisi duduk ,ia tidak bisa tidur dengan nyenyak maka memutuskan untuk bangun.Satu jam yang lalu Jae Kyung ,Ji hoo ,dan Woo Bin sudah pergi terlebih dahulu ,sekarang tinggal tersisa Gaeul dan Yi-zhung saja yang menemani Jun Pyo juga Jandi..Gaeul menatap Jandi yang terbaring lemah ,matanya tertutup sepenuhnya ,tubuhnya tidak bergerak sedikitpun ,mukanya pucat ,bibirnya juga bewarna pucat ,Gaeul memandang sahabatnya itu dengan tatapan kosong . .
Jam 7 ,sinar matahari pagi mulai menerangi ruangan itu ,Jandi belum sekalipun membuka matanya..
Gaeul tetap duduk memandangi Jandi dengan diam ,Yi-zhung bangun dan selang beberapa menit ia membangunkan Jun Pyo..
Jun Pyo dengan perlahan membuka matanya berharap ia akan melihat Jandi yang sudah sadar ,namun..yang ada hanyalah Jandi yang terbaring ,tubuhnya tidak bergerak..
Jun Pyo memandangi tubuh Jandi dengan sedih ,semalam dokter telah memeriksa nya dan akan memberitahukan hasilnya hari ini ,rumput liarnya tidak membuka mata ,sekalipun tidak..
Gaeul dan Yi-zhung akhirnya memutuskan untuk pulang setelah semalaman menunggu Jandi (yang first nite nya gagal karena menunggu Jandi ,demi sahabat merelakan first nite ,sebenarnya Jun Pyo juga tidak enak hati namun pasangan itu mendesak)
Jam 8 ,seorang suster masuk dan mengganti infuse Jandi yang sudah tinggal sedikit ,sementara Jun Pyo masih duduk termenung memandangi Jandi..
Jam 9 ,dokter memanggil Jun Pyo ,untuk memberitahukan hasil pemeriksaan.
Jam 10 ,Jandi membuka matanya..
JP :Jandi-ya…
JD :*mengedip-kedipkan kedua matanya*
JP :sudah baikkan
JD :iya..aku sudah merasa jauh lebih baik..
JP :bagus lah…semalam dokter sudah memeriksa mu dan tadi ia sudah memberitahuku bahwa kau tidak apa-apa..
JD :lalu?
JP :lalu?apa?
JD :apakah aku benar?hamil?
JP :Hah?
JD :iya apakah sungguh?
JP :*tersenyum memelas*ehm…kau hanya kecapekan..dengar kan..apa kubilang ,tidak seharusnya kau memaksakan diri..begini lagi kan akhirnya…
JD :a…apa?
JP :sudahlah..Jandi-ya ,jangan dipikirkan..*tersenyum*
JD :mengapa kau tersenyum?..i..ini berita mengecewakan..aku tidak hamil..lagi-lagi tidak!!
Air mata mulai menggenangi kedua mata Jandi ,wajahnya memerah ,ia berusaha menahan air matanya..
JP :*mengelus pipi Jandi* Jandi-ya..
JD :*terisak*..w..we?
JP :jangan menangis..
JD :aku mempunyai alasan mengapa menangis seperti ini..
JP :jangan menangis karena..
JD :karena apa?
JP :masa kau tak ingat?
JD :tak ingat apa?
JP :ulang tahunmu..
JD :b.bo?
JP :lusa ulang tahunmu..
JD :*masih terisak* j..jong..jongmalyo?
JP :*tertawa*
JD :*memonyongkan mulut sementara air matanya turun lebih deras whwh*
JP :*tertawa*..jangan menangis makanya!*menyapu air mata yang menuruni pipi Jandi*..stop..jangan menangis!
JD :*terisak*
JP :aushh..kok kamu masih saja menangis..harus pakai cara begini untuk diam?
Goo Jun Pyo perlahan mendekatkan mukanya pada muka Jandi yang berbaring di kasur itu ,lalu ia menempelkan bibirnya pada bibir Jandi dengan lembut..,mata Jandi membelalak melihat apa yang dilakukan Jun pyo terhadapnya di tempat seperti ini ,ciuman itu hanya berhasil bertahan beberapa detik sebelum..
Krekkk
Suster :OH..astaga..maafkan saya..sudah lancang masuk..*menundukkan kepala**matanya sedikit mebelalak melihat jandi dan jun pyo yang sedang berciuman*
JD :*mendorong Jun Pyo untuk menyingkir dari tubuhnya*
JP :ehm*salting*..*melirik suster itu*Y..YAISHHH!!sudah-sudah sana pergi..
JD :YYA..GOO JUN PYO!!
Suster :*menundukan kepalanya*
JP :Yya..Geum Jandi..
JD :ada perlu apa suster?
Suster :tidak..hanya ada keperluan check up saja…kata dokter setelah nyonya sadar harus diperiksa kembali..
JP :*menahan senyumannya*
JD :YYa..Goo Jun Pyo..mengapa kamu tersenyum..?
JP :*kembali serius*..tidak..tidak apa..sudahlah…cepat sedikit periksanya..aku hendak berbicara sesuatu denganmu yya Geum Jandi..
Goo Jun Pyo keluar dari kamar dan meninggalkan Jandi bersama suster itu, Jun Pyo berjalan ke ujung lorong ,menuju suatu mesin penjual minuman ,memasukkan koin dan memencet tombol bertuliskan ‘coffee’..,persis sama seperti yang dijual di Namsan Tower..’coffee’ kenangannya dengan Jandi ,walaupun sederhana namun sangat susah dilupakan begitu saja..,ia tersenyum sendiri ..mengingat kenangan-kenangannya dulu bersama Jandi..,kenangan ,banyak sekali kenangan di Namsan Tower..
Jun Pyo melangkahkan kedua kakinya dengan perlahan ,menyeruput kopi itu dan menikmatinya ..,sampai di depan kamar Jandi dirawat ,kopi itu telah habis ,ia memasukkan gelas plastik kopi itu kedalam kantong celananya…(lebih tepatnya memaksa memasukkannya)
Lalu membuka pintu kamar..mendapati Jandi sedang duduk di kasurnya ,matanya menatap jendela dengan kosong..
Suster tadi telah pergi..Jun Pyo melihat istrinya itu dengan tatapan sedih..
JP :Geum Jandi..
JD :*menolehkan kepalanya ke hadapan Jun Pyo*
JP :gwencana?
JD : oo..gwencana..
JP :*menghampiri Jandi dan duduk di sebelahnya ,merangkul bahunya dengan perlahan*
JD :hmm..
JP :we?kenapa menghela nafas seperti itu..?*terkekeh*
JD :ah..tidak..kupikir-pikir ,lucu juga yah…*tertawa*
JP :hah?apanya yang lucu?
JD :yah ..memulai pribadi baru..
JP :H..hah?*tampang bingung*
JD :hmm..pribadi yang setengah Geum Jandi ,setengah lagi Goo Jun Pyo ,ahh..aku tak bisa membayangkannya ..hihihi..
JP :*tersenyum menatap Geum Jandi*
JD :aih lucunya..kalau kita punya bayi ,tapi..astaga bagaimana kalau sampai berambut keriting semua..*cemas*
JP :hahaha…harusnya kau bangga kalau sampai bayi kita bisa mirip denganku..*tertawa*
JD :B..BBO?
JP :hahaha..*mencubit pipi Jandi*
JD :yya..
JP :jangan sedih..*tersenyum*
JD :hah?
JP :jangan sedih ,jangan memikirkan itu lagi..
JD : oo..
JP :aah…aku baru ingat ,lusa nanti aku akan memberimu kejutan..
JD :lagi?
JP :ya..kali ini kau pasti suka..sungguh deh..
JD :masa kah?
JP :hey kau sedang meragukan Goo Jun Pyo yah!!*terkekeh* kau pikirkan ,hadiah yang akan kuberikan ini adalah keinginan terpendammu selama ini..
JD :ke..keinginan terpendam?aku?
JP :ya..pikirkan saja..*tersenyum jahil*
Jandi memasang tampang bingung ,ia berpikir ,hmm..keinginan terpendam ,apa ya? Bisakah kalian menebaknya?..just wait and see..