Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24910 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #45 on: January 22, 2010, 03:18:46 am »
Chapter Seventeen Part Three

Pohon Kenangan


Sore ini ,tetap di padang rumput yang sama ,ketika matahari mulai meredupkan dirinya dan berubah warna menjadi oranye tua.Pohon besar itu masih berdiri tegap ,seolah melindungi dirinya dri sinar matahari ,batangnya yang kokoh dan daun-daunnya yang tumbuh begitu lebat ,suasana rindang dan sejuk hanya didapati pada titik tepat dibawah pohon tersebut jika kau melihat padang rumput telanjang yang terhampar luas diselimuti oleh sinar matahari sore..Woo Bin menarik tangan kekasihnya ,sekarang ia pada akhirnya bisa benar-benar menyebut ‘kekasihnya’ ,dengan senyuman lebar menawannya ,Woo Bin membawa Jilli menghampiri pohon tersebut ,keduanya berbaring dibawah rindangnya pohon setelah setengah hari terjebak dalam kesuntukan di kantor..Matahari perlahan menutup sinarnya ,hari mulai menjelang malam berganti cahaya bulan dan bintang ,Woo Bin dan Jilli saling bertatapan ,tatapan penuh cinta ,seolah tak bisa terlepas lagi ,mereka menjadi lupa tujuan mereka sebenarnya kesini adalah untuk piknik sesuai janji Woo Bin kemarin sore…

Woo Bin beranjak bangun ketika sadar hari sudah mulai malam ,ia berlari kecil menuju mobilnya dan mengambil sesuatu keluar dari bagasi mobilnya..

“Wait a sec ,”teriak Woo Bin dari kejauhan dengan senyuman menawannya…

“Sure ,love ,”jawab Jilli…

Woo Bin tampak membawa sebuah keranjang piknik berbentuk hati pada tangan kanannya dan sekantong plastic lilin di tangannya yang lain ketika ia menghampiri Jilli yang berdiri diam di bawah pohon itu..

“Mau kubantu?”tawar Jilli tersenyum manis menatap Woo Bin yang sibuk menggelar segala macam perlatannya..

“Jangan ,kau duduk aja…I’ll do it for ya..,”Woo Bin mengedipkan matanya ,menyusun sekotak demi sekotak berisi bekal makannya (yang dimasaknya) ,setelah sempat pulang lebih awal ke rumah dan memasak semuanya lalu menjemput Jilli lagi di kantor ,memang menyibukkan tetapi baginya ini adalah momen yang membahagiakan..

Sekarang bekal-bekal itu tertata rapi pada tikar bewarna pink yang terhempas di rumput hijau ,seluruh bekal dibungkus dalam kotak berbentuk hati yang dibeli khusus oleh
Woo Bin ,lalu Woo Bin memagari tikar itu dengan lilin-lilin kecil di sekitarnya yang juga dibentuk hati mengelilingi mereka …

Woo Bin dan Jilli ,sekarang kedua nya duduk berhadapan..,tersenyum dan sedikit bingung juga canggung dengan suasana ini ,seluruh lilin-lilin yang memancarkan terangnya dibawah cahaya bulan dan bintang ,langit biru gelap yang menutupi awan malam ,angin sejuk yang bertiup kecil ,semua memang terasa ,’baru’ bagi mereka..

“Hm..,kau mau makan yang mana?”Tanya Woo Bin ..

“Aku?...,bagaimana kalau aku jawab ,aku mau makan..kamu?”senyum Jilli dengan nakal ..Ia mendekatkan mukanya pada muka Woo Bin ,menopang tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya ,menatap Woo Bin ..

“Kamu mau makan aku?”Woo Bin terkekeh..

“Iya..,kau takut?”Jilli mengoda Woo Bin nakal..

Woo Bin menatapnya dengan penuh goda ,ingin segera “meraub bibir” kekasihnya ,namun dengan sigap tangan Jilli memasukkan sebuah strawberi kedalam mulut Woo Bin..

Woo Bin menunjukkan ekspresi memelasnya ,sedangkan Jilli hanya bisa terkekeh sambil mencomot segenggam cookies..

“Enak..,”puji Jilli ,memakan cookie itu semakin lahap..

“Benarkah?berarti aku berhasil,”gumam Woo Bin senang..

“Yeah honey ,You are…,this is perfect..,”tambah Jilli ,kedua mata birunya menatap cookie yang berbentuk hati ditaburi choco chips itu..
Tak sampai 10 menit ,semua makanan telah raib dimakan mereka berdua ,sampai Jilli mengatakan sesuatu ,Woo Bin pun tak berhenti mengunyah makanan dari mulutnya ,,

“Aku kenyang ,sekarang giliranku ,memakan kamu..,”Jilli mulai menggoda Woo Bin lagi ,mulut Woo Bin yang sudah menggangga lebar hendak memakan tuna sandwich yang diggengamnya ,mendegar perkataan Jilli ,tuna sandwich itu jatuh dan meninggalkan Woo Bin dengan mulut menggangga dan tampang cengo nya ,ia langsung menjadi salah tingkah sementara Jilli terkekeh melihat Woo Bin yang menjadi salah tingkah karenanya..

Mulut Jilli berhenti tepat di sebelah telinga Woo Bin membisiki sesuatu padanya ,”Ready sir?Ready or not ,I’m in action honey love..”
Jilli mulai menghembuskan nafas nya perlahan pada leher Woo Bin ,ia tersenyum ,membawa mukanya menatap Woo Bin ,perlahan dan perlahan ,mendekat dan mendekat ,’keliaran’ itu mulai terpancar dari mata Woo Bin ,ia mengunci kedua tangannya mengitari leher Jilli..

Baru saja bibir lembut mereka bertemu satu dengan lainnya ,tiba-tiba dari atas awan ,suara petir menggelegar [bigno]akkan telinga..,

DARRRRR…

Cahaya bulan mulai ditutupi oleh awan gelap ,bintang-bintang mulai hilang tertutup awan gelap juga..

Tes Tes Tes..

Rintik hujan mulai membasahi rambut mereka …,”AH..,”Jilli melihat kearah langit ,kilat mulai menyambar ,”CEPAT MASUK KE MOBIL ,KITA PERGI DARI SINI ,”Teriak Woo Bin
menarik tangan Jilli ,berlari menghampiri mobilnya ,daun-daun mulai terhempas berguguran tertiup angin yang semakin lama semakin kencang ,langit sekarang gelap ,tidak ada bulan juga bintang ,yang tersisa hanya petir yang terus menyabar dan kilat..

Woo Bin dan Jilli duduk diam di mobil ,”Kurasa akan ada badai..,ottokhae?”Jilli mendesah dengan panic..,”Tenang ,masih ada suatu tempat ,angin semakin kencang terlalu berbahaya ,”jelas Woo Bin ,suasana menjadi sunyi sebelum Woo Bin mengatakan ,”Yah ,itu satu-satunya tempat..”~END PART ..Tempat apa yah?Just wait..^.^


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^