Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24835 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #45 on: January 22, 2010, 03:32:41 am »
REVIEW CHAPTER SEVENTEEN

Chapter Seventeen Part One


Goo Jun Pyo mengendarai mobil dengan senyuman lebar terpampang di wajahnya ,semangat mengingat dirinya sebentar lagi akan dirundungi barang-barang mungil bayi ,sementara Jandi yang duduk di sebelahnya ,sibuk memainkan rambut dengan jarinya sambil menatap jalan yang mereka lewati tanpa ekspresi..

“Hmm …,apa yang akan kita beli?”Tanya Jun Pyo sambil tersenyum..

“Tak tahu ..,lagipula kita tidak membutuhkannya sekarang kan?” Jandi menjawab dengan pelan ,kedua matanya tetap tertuju pada pemandangan jalan yang mereka lewati..

“Paling tidak ,kita harus ada persiapan ,araso..!”kata Jun Pyo membela dirinya..

“Putar balik..!!”desah Jandi pada Jun Pyo tiba-tiba..

“Mwo?!”kedua mata Jun Pyo membelalak mendengar pernyataan istrinya ,”Kau mau apa?”

“Putar..putar..,lebih baik kau membawaku ke tempat ini ,”jawab Jandi ,ia merogoh sakunya dan memberikan Jun Pyo sepucuk kertas note kecil bertuliskan alamat..

“Apa ini?”Jun Pyo meraih note itu dan membacanya sekilas..,ia memarkirkan mobilnya di sisi ujung jalan..

“Kau akan tahu ,”kata Jandi sambil menghela nafas kecil ,ia mengeriyitkan kedua alisnya,.”Shhh..,kenapa..kenapa tiba-tiba aku ingin mengunjunginya..gila ,benar-benar aneh..,”ia mendesah kecil ..

“Wegude?”Jun Pyo menatap Jandi dengan tampang khawatir ,”Kau mau apa?coba bilang ,aku akan memberikannya padamu..,”tambah Jun Pyo dengan percaya diri..

“Anyeo ,aku tidak ingin apa-apa ,tapi sekarang hanya satu keinginanku ,mengunjungi tempat itu..,”jawab Jandi menujukkan jarinya pada note kecil yang masih dipegang Jun Pyo..

“Yya sebenarnya ini tempat macam apa??”Tanya Jun Pyo dengan raut bingung sambil memonyongkan mulutnya..

“huhhh ..,pokoknya antarkan aku dulu baru berkomentar okeh ,”kata Jandi tak sabar..

“Ah..ya sudah ,yang penting kamu senang ,awas saja ya kalau kau membawak ke tempat yang macam-macam..,”tambah Jun Pyo masih dengan raut bingungnya ,sedikit kecewa juga atas rencana yang meleset ,ia menaruh kedua tangannya pada setir mobil ,mulai memutar balik mobilnya..,demi Jandi..,ini demi kesenangan Jandi dan anakku ,begitu pikir Jun Pyo..

**

Cukup jauh perjalanan menuju tempat ‘ini’ ,walaupun begitu Jun Pyo terus terkekeh sepanjang perjalanan mereka ,melihat Jandi yang daritadi mengelus-elus perutnya dengan wajah yang ,bisa dibilang ‘sangat ingin’ mengunjungi ‘tempat’ ini ,..tempat apa sih?kalian akan tahu sebentar lagi..
Mobil Jun Pyo berhenti tepat di depan sebuah ruko kecil ,etalase ruko itu ditutupi oleh kertas coklat sehingga orang tidak dapat melihat kedalam toko itu ,Jun Pyo menatap toko itu dengan bingung..

“Apakah benar ini yang kau maksud Jandi-ya?”Tanya Jun Pyo pelan..

“Iya benar ,mengapa?”

“Hmm..,toko ini terlihat sangat…suram..,”jawab Jun Pyo mengeriyitkan alisnya..,Jun Pyo memandangi seluruh ruko itu dari atas gedung sampai bawah dan matanya berhenti terpaku pada banner dari toko itu sendiri ,

“M..MWO?”kedua mata Jun Pyo membelalak kaget ketika membaca tulisan yang terpampang besar-besar pada banner tersebut..
Jandi mengeriyitkan alisnya dan mendesah kecil melihat suaminya yang terkaget-kaget..

“YYA..YYA GEUM JANDI..PLEASE BILANG DENGANKU KAU SEKARANG BERCANDA?”kata Jun Pyo menguncang bahu Jandi dengan kedua tangannya.

“AUSHH..anyeo..A-N-Y-E-O…aku T-I-D-A-K BERCANDA..,”jawab Jandi menekankan kata-katanya..

“TA..TA..TAPI DI DALAM..PASTI BERBAHAYA..?!”desah Jun Pyo panic ,kedua matanya masih membelalak ,tangannya menggengam bahu Jandi dengan erat..

“Apanya yang bahaya Goo Jun Pyo?Aku hanya ingin ,ehm ..sangat ingin tepatnya ,mengunjungi ‘TOKO HEWAN KIM AH JOON KHUSUS MENJUAL ULAR DAN SERANGGA’,”kata Jandi berteriak membaca banner yang terpasang di atas toko itu..

“ULAR..SERANGGA..AHH!!”Jun Pyo menatap istrinya dengan ngeri..,sementara Jandi hanya tersenyum polos..

“Jangan begitu ,kau tunggu disini saja ,aku yang akan masuk..,”kata Jandi ,menepuk bahu Jun Pyo..

Jun Pyo

Yya Goo Jun Pyo ..,bagaimana bisa kau menjadi sepengecut ini?Bagaimana bisa kau meninggalkan istrimu di dalam sana?
Nanti…nanti bagaimana kalau ular itu mematok istrimu?Atau bagaimana kalau..kalau ternyata serangga di dalam sana begitu membahayakan?
Anyeo..,ini tidak boleh terjadi..Yya Goo Jun Pyo kau haru turun dan menemani istrimu tak peduli seberapa takut nya kau sekarang dengan serangga itu ,kalau serranga atau ular itu macam-macam ,kau kan bisa menginjaknya atau melemparnya..,yah benar ,pokoknya aku tak boleh meninggalkan Jandi di dalam sana sendirian..


“Geum..Geum Jandi..,aku ikut ,”kata Jun Pyo pelan..

Keraguaan terpancar dari mukanya ,juga ketakutan ,tetapi disaat yang sama ,juga tersirat kekhawatiran..
Nah kira-kira bagaimana perjuangan Jun Pyo melawan ketakutannya di dalam toko dimana banyak ular-ular mendesis dan kaki-kaki kecil serangga yang berjalan ,bagaimana usahanya dalam melindungi Jandi?Ditunggu yah…heheh..AZA!GOO JUN PYO~END PART

Chapter Seventeen Part Two

Jandi meraih gagang pintu dan membukanya sedangkan Jun Pyo mengikutinya di belakang dengan tampang panik ,mereka mendapati ruangan itu ,lembab dan beraroma sesuatu ,bunyi desisan terdengar dari seluruh penjuru ruangan ,kaki-kaki serangga kecil yang berjalan bahkan dapat terdengar jelas di telinga Jun Pyo yang tajam ,ia menunjukkan raut jijik pada apa yang sedang dilihatnya sekarang ini ,tak percaya ia benar-benar melakukannya demi Jandi ,Jandi tersenyum semangat melihat ini semua ,tak ada sedikitpun keraguan atau kekahawatiran ia langsung menghampiri sebuah akuarium di sisi kanan ruangan ,berisi seekor ular berukuran sedang bewarna merah campur putih pekat ,ular itu meliuk-liuk dengan semangat sambil mendesis keras melihat Jandi yang menghampirinya ,Jandi membalikkan mukanya ,mencari-cari penjaga toko ini dan mendapati seorang kakek tua penjaga toko yang sedang sibuk membaca koran tanpa memperhatikannya..

“Haraboji ,”Jandi memanggil kakek yang duduk di kejauhan itu..

“Kenapa anak muda?”Kakek itu menoleh ke arah Jandi ..

“Apakah aku boleh memegangnya?”kata Jandi menunjuk kearah ular itu..

“Boleh ..silahkan ,kau juga boleh coba menggendongnya ,jangan lupa pertimbangkan untuk beli ,ia ular yang sangat bagus..,”jawab kakek itu sedikit tak acuh..

“Iye ,gamshamnida haraboji ,”

“Yya Geum Jandi..,kumohon jangan ,”Jun Pyo dari belakang memperingtkannya ,tampangnya menjadi kusut dan pucat karena ketakutan..

“Shh ,”Jandi mendesah sambil memonyongkan mulutnya ,ia membalikkan wajahnya dengan semangat melihat ular itu ,Jandi mengambil ular itu dengan perlahan..

“Sini ular kecil ,”kata Jandi sambil bermain-main dengan ular itu ,kedua mata Jun Pyo membelalak melihat kelakuan istrinya ,langsung menghampiri Jandi ,

“Yya Geum ..Geum Jandi ,”Jun Pyo menatap Jandi dengan sedkit kesal omongannya tidak digubris,ia menelan ludah dengan susah payah ,berhadapan dengan mahluk yang di depannya itu..

Ular itu meliuk-liuk di tangan Jandi berusaha untuk kabur ,tetapi bukan kabur ,ular itu malah menunjukkan gerak-gerik seolah ingin meloncat ke tangan Jun Pyo..Keringat dingin mulai mengucur pada dahi Jun Pyo ,ia ingin segera menjauh tetapi ia tidak bisa krena ingin melindungi Jandi maka ia harus tetap berada di dekatnya ,Jun Pyo tetap berdiri diam terpaku ,menahan kedua kakinya untuk tidak lari terbirit-birit dan mempermalukan dirinya di depan Jandi..

“Ohh..,apakah kamu ingin bersama paman itu ular kecil?” Jandi menunjukkan jarinya ke arah Jun Pyo..

Jun Pyo memucat ,ular itu terus mendesis keras ,ingin menghampiri Jun Pyo ,

“uh ,kau tidak bisa diam ,”keluh Jandi ..Kedua mata Jandi tertuju pada sepasang serangga yang diletakkan di akuarium sebelahnya ,”AH..LUCU ,”Jandi berteriak lalu secara tidak sadar (gaswat) melempar ular itu pada tangan Jun Pyo dengan acuh tak acuh..

“YYA...YAISHHHHHHH!!!!”Jun Pyo melompat ketakutan,tangannyadengan refleks melempar ular itu keatas udara,ia mengibaskan kedua tangannya dengan raut jijik ,sementara ular itu terpental ke sebrang ,tepatnya di kepala kakek penjaga itu..

Jun Pyo sadar ,Jandi menatapnya tajam ,suasana menjadi hening ,kakek itu melepaskan koran dari genggamannya dan melirik Jun Pyo sinis..

“Anak muda ,apakah aku perlu mengusirmu?”Kakek itu mencibir ketus..

“A..a,”Jun Pyo tergagap menjadi salah tingkah ..,seluruh muka Jandi memerah karena malu dengan kelakuan suaminya itu ,Jandi membalikkan tubuhnya kearah Kakek itu untuk meminta maaf dan segera meninggalkan Jun Pyo yang masih berdiri terpaku..

Di dalam mobil ,Jandi tidak berkata apa-apa ,ia hanya menatap pemandangan luar dengan lemas ,Jun Pyo terus meliriknya dengan raut bersalah..

“Jan..,Jandi..,”Jun Pyo memanggil Jandi pelan..

Jandi hanya menjawab dengan hmm..dan tidak menggubrisnya..

“Miyane..,tolong jangan ngambek seperti ini ,”kata Jun Pyo serba salah..

“Sudahlah ,”Jandi menghela nafasnya,..

Goo Jun Pyo tidak tahan ,ia tidak tahan istrinya seperti ini ,”Geum Jandi..,tolong maafkan aku ,”Jun Pyo menekan kata-katanya ,ia segera memutarbalikkan mobilnya dengan cepat ,tahukah kemana?

Jun Pyo berbalik ke toko ular itu ,ia menuruni mobilnya dengan tampang seolah tidak takut apapun lagi ,ia meraih gagang pintu itu ,kedua tangannya berucuran keringat tanda bahwa sebenarnya ia takut ,Jandi langsung bergegas turun dari mobil dan mengejar Jun Pyo ..,Jun Pyo yang sudah masuk kedalam toko ,menatap kakek itu ,dengan nada lantang ia berkata ,”Haraboji...,aku beli ular itu...”

Jandi membelalak ..,kedua matanya seolah tidak dapat mempercayai apa yang telah dilakukan suaminya itu..,demi dirinya..

**

Part Three

Selimut besar itu menutupi tubuh Gaeul dan Yizhung ,matahari siang telah menampakkan dirinya ,bersinar begitu terang ,sedangkan kedua pasangan ini masih tidur di dalam balutan selimut besarnya tanpa sehali benangpun di dalam sana..(ups)..Gaeul mengedipkan matanya ,silau matahri menusuk kedua matanya memaksa untuk bangun ,di sebelahnya tampak Yizhung yang tidur begitu nyenyak ,Gaeul mengambil kemeja putih longgar di meja kecil pada sebelah tempat tidurnya..Ia memakainya perlahan ,seluruh tubuhnya masih lemas dan lelah sejujurnya (yah malemnya gag tidur ketauan kan  On On On) ,setelah itu ia duduk dan memaksa kedua kakinya untuk berdiri ,tetapi tiba-tiba saja dari belakang suaminya itu menarik kemejanya..

"Jangan pergi ,tetaplah disampingku ,"gumam Yi-zhung pelan pada Gaeul..

"Sudah siang ,"desah Gaeul..

"Kalau begitu sebentar saja ,"Yi-zhung menarik kemeja Gaeul dan memaksanya untuk berbaring lagi..

Gaeul berbaring ,bertatapan muka dengan suaminya itu ,mengaguminya ,lekukan demi lekukan yang membentuk wajah suaminya..
Yi-zhung memainkan jarinya pada poni Gaeul ,mulai mengelusnya pelan dengan sayang..,

"Kapan kau mulai kerja ?"tanya Yi-zhung pada istrinya ,..

"Mungkin 2 minggu kedepan ..,kenapa?"

"Hmm ,tak apa ,hanya saja rasanya aku belum merancanakan aktivitas apapun untuk kita berdua kecuali pada malam hari sih ,"goda Yi-zhung menaikkan satu alisnya..

Kedua pipi Gaeul memerah dan berusaha tidak mengubrisnya..

"Sayang ,..kau mau kemana?Hari ini kita pergi main yah,"tawar Yi-zhung dengan senyumannya yang menawan ..Gaeul menelan ludahnya ,tak tahan setiap kali suaminya itu mengeluarkan senyuman mautnya..

"Ke mal saja ..,"jawab Gaeul tanpa ekspresi..

"Ke mal?Yang benar saja ,apakah kau tidak bosan ,bagaimana kalau ke Fiji?"tanya Yizhung..

"Fiji ..,mal macam apa itu?"tanya Gaeul dengan tampang bingung..

"Hhahaha...bukan mal sayang...,Fiji ,maksudku Fiji Island..,"jawab Yi-zhung terkekeh..

"MWO?FI..FIJI ISLAND?JO..JONGMAL..JONGMALNYO?HARI INI.."

"Kita honeymoon ,honey,,,"goda Yi-zhung lagi sambil memainkan jarinya pada bibir Gaeul..-END PART


Chapter Seventeen Part Four

Pohon Kenangan


Sore ini ,tetap di padang rumput yang sama ,ketika matahari mulai meredupkan dirinya dan berubah warna menjadi oranye tua.Pohon besar itu masih berdiri tegap ,seolah melindungi dirinya dri sinar matahari ,batangnya yang kokoh dan daun-daunnya yang tumbuh begitu lebat ,suasana rindang dan sejuk hanya didapati pada titik tepat dibawah pohon tersebut jika kau melihat padang rumput telanjang yang terhampar luas diselimuti oleh sinar matahari sore..Woo Bin menarik tangan kekasihnya ,sekarang ia pada akhirnya bisa benar-benar menyebut ‘kekasihnya’ ,dengan senyuman lebar menawannya ,Woo Bin membawa Jilli menghampiri pohon tersebut ,keduanya berbaring dibawah rindangnya pohon setelah setengah hari terjebak dalam kesuntukan di kantor..Matahari perlahan menutup sinarnya ,hari mulai menjelang malam berganti cahaya bulan dan bintang ,Woo Bin dan Jilli saling bertatapan ,tatapan penuh cinta ,seolah tak bisa terlepas lagi ,mereka menjadi lupa tujuan mereka sebenarnya kesini adalah untuk piknik sesuai janji Woo Bin kemarin sore…

Woo Bin beranjak bangun ketika sadar hari sudah mulai malam ,ia berlari kecil menuju mobilnya dan mengambil sesuatu keluar dari bagasi mobilnya..

“Wait a sec ,”teriak Woo Bin dari kejauhan dengan senyuman menawannya…

“Sure ,love ,”jawab Jilli…

Woo Bin tampak membawa sebuah keranjang piknik berbentuk hati pada tangan kanannya dan sekantong plastic lilin di tangannya yang lain ketika ia menghampiri Jilli yang berdiri diam di bawah pohon itu..

“Mau kubantu?”tawar Jilli tersenyum manis menatap Woo Bin yang sibuk menggelar segala macam perlatannya..

“Jangan ,kau duduk aja…I’ll do it for ya..,”Woo Bin mengedipkan matanya ,menyusun sekotak demi sekotak berisi bekal makannya (yang dimasaknya) ,setelah sempat pulang lebih awal ke rumah dan memasak semuanya lalu menjemput Jilli lagi di kantor ,memang menyibukkan tetapi baginya ini adalah momen yang membahagiakan..

Sekarang bekal-bekal itu tertata rapi pada tikar bewarna pink yang terhempas di rumput hijau ,seluruh bekal dibungkus dalam kotak berbentuk hati yang dibeli khusus oleh
Woo Bin ,lalu Woo Bin memagari tikar itu dengan lilin-lilin kecil di sekitarnya yang juga dibentuk hati mengelilingi mereka …

Woo Bin dan Jilli ,sekarang kedua nya duduk berhadapan..,tersenyum dan sedikit bingung juga canggung dengan suasana ini ,seluruh lilin-lilin yang memancarkan terangnya dibawah cahaya bulan dan bintang ,langit biru gelap yang menutupi awan malam ,angin sejuk yang bertiup kecil ,semua memang terasa ,’baru’ bagi mereka..

“Hm..,kau mau makan yang mana?”Tanya Woo Bin ..

“Aku?...,bagaimana kalau aku jawab ,aku mau makan..kamu?”senyum Jilli dengan nakal ..Ia mendekatkan mukanya pada muka Woo Bin ,menopang tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya ,menatap Woo Bin ..

“Kamu mau makan aku?”Woo Bin terkekeh..

“Iya..,kau takut?”Jilli mengoda Woo Bin nakal..

Woo Bin menatapnya dengan penuh goda ,ingin segera “meraub bibir” kekasihnya ,namun dengan sigap tangan Jilli memasukkan sebuah strawberi kedalam mulut Woo Bin..

Woo Bin menunjukkan ekspresi memelasnya ,sedangkan Jilli hanya bisa terkekeh sambil mencomot segenggam cookies..

“Enak..,”puji Jilli ,memakan cookie itu semakin lahap..

“Benarkah?berarti aku berhasil,”gumam Woo Bin senang..

“Yeah honey ,You are…,this is perfect..,”tambah Jilli ,kedua mata birunya menatap cookie yang berbentuk hati ditaburi choco chips itu..
Tak sampai 10 menit ,semua makanan telah raib dimakan mereka berdua ,sampai Jilli mengatakan sesuatu ,Woo Bin pun tak berhenti mengunyah makanan dari mulutnya ,,

“Aku kenyang ,sekarang giliranku ,memakan kamu..,”Jilli mulai menggoda Woo Bin lagi ,mulut Woo Bin yang sudah menggangga lebar hendak memakan tuna sandwich yang diggengamnya ,mendegar perkataan Jilli ,tuna sandwich itu jatuh dan meninggalkan Woo Bin dengan mulut menggangga dan tampang cengo nya ,ia langsung menjadi salah tingkah sementara Jilli terkekeh melihat Woo Bin yang menjadi salah tingkah karenanya..

Mulut Jilli berhenti tepat di sebelah telinga Woo Bin membisiki sesuatu padanya ,”Ready sir?Ready or not ,I’m in action honey love..”
Jilli mulai menghembuskan nafas nya perlahan pada leher Woo Bin ,ia tersenyum ,membawa mukanya menatap Woo Bin ,perlahan dan perlahan ,mendekat dan mendekat ,’keliaran’ itu mulai terpancar dari mata Woo Bin ,ia mengunci kedua tangannya mengitari leher Jilli..

Baru saja bibir lembut mereka bertemu satu dengan lainnya ,tiba-tiba dari atas awan ,suara petir menggelegar [bigno]akkan telinga..,

DARRRRR…

Cahaya bulan mulai ditutupi oleh awan gelap ,bintang-bintang mulai hilang tertutup awan gelap juga..

Tes Tes Tes..

Rintik hujan mulai membasahi rambut mereka …,”AH..,”Jilli melihat kearah langit ,kilat mulai menyambar ,”CEPAT MASUK KE MOBIL ,KITA PERGI DARI SINI ,”Teriak Woo Bin
menarik tangan Jilli ,berlari menghampiri mobilnya ,daun-daun mulai terhempas berguguran tertiup angin yang semakin lama semakin kencang ,langit sekarang gelap ,tidak ada bulan juga bintang ,yang tersisa hanya petir yang terus menyabar dan kilat..

Woo Bin dan Jilli duduk diam di mobil ,”Kurasa akan ada badai..,ottokhae?”Jilli mendesah dengan panic..,”Tenang ,masih ada suatu tempat ,angin semakin kencang terlalu berbahaya ,”jelas Woo Bin ,suasana menjadi sunyi sebelum Woo Bin mengatakan ,”Yah ,itu satu-satunya tempat..”~END PART ..Tempat apa yah?Just wait..^.^


Chapter Seventeen Part Five

Satu-satunya

Jae Kyung duduk terdiam di  ayunan tepat depan rumahnya ,melihat pemandangan pagi itu ,Ji Hoo tetangganya ,masih belum menginjakkan kakinya di rumah sejak kemarin sore ,Haraboji mengatakan kalau ada beberapa kasus kecelakaan yang harus ditangani Ji Hoo maka ia belum bisa pulang.Jae Kyung setidaknya tahu sedikit watak Ji Hoo ,yang ia yakini ,tetangganya itu tidak akan pulang sampai semua masalah benar-benar diselesaikannya dengan baik.
Jae Kyung menghela nafasnya dengan muka kusut ,2 jam lagi waktunya untuk pergi kerja ,tetapi ia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa selama 2 jam yang tersisa ini…

Tiba-tiba saja pikirannya melayang kepada sesuatu ketika ia melihat handphone dalam genggamannya..,

“Jandi ..,”gumam Jae Kyung pada dirinya sendiri..

Jae Kyung memencet nomor Jandi dengan cepat ,lalu segera menempelkan handphone itu pada salah satu telinganya..

Nginggg,,

“A..aa..Jangan dekatkan ular ituu..JANGAN!!!”suara teriakan Jun Pyo terdengar jelas mengiang di telinga Jae Kyung..

“YYA…ehmm ,Yeobseo…,”Jandi menyapa Jae Kyung suaranya terdengar sibuk..

“Jandi ,”

“Oh..Jae Kyung Onni..!!!”kata Jandi terkaget-kaget ..,”YYA GOO JUN PYOO ,JANGAN LEMPARI CAROL DENGAN BARANG..PABU!!!...ehm miyan onni ,”

“Oh gwencana ,kedengarannya kau sedang sibuk ,siapa Carol?”Tanya Jae Kyung sedikit bingung,..

“DIA MENJIJIKKAN!!!MAHLUK MENJIJIKAN!!”cibir Jun Pyo dengan nada jijik yang sangat terpancar dari suaranya ,”YAISHH..ehm ,onni ,dia ularku..,”jawab Jandi..

“Mwo?ular..,oh ya sudah kalau begitu ,kau lanjutkanlah ,”kata Jae Kyung mengeriyitkan alisnya mendegar apa yang dikatakan Jandi..

“Oh..Onni memang kau ada perlu apa ..”Jandi mencegat nya dengan perasaan sedikit bersalah..

“Anyeo ,sudah kau lanjutkan saja..,”balas Jae Kyung yang juga merasa tidak enak telah menggangu kedua pasangan itu..

“YYA..GEUM JANDI JANGAN BERTELEPON-TELEPON LAGI URUS ULARMU ,DIA SELALU MENGHAMIRIKU..YAISHH!!”Lagi-lagi Jun Pyo berteriak tetapi Jandi tidak menghiraukannya..,”Onni..”

“Bye..”

“Oh Onni”

Tut tut tut..


Jae Kyung memutuskan pembiacaraan mereka dengan segera ,sekarang dia merasa menelepon Jandi bukanlah ide yang bagus..,ia mulai memencet nomor lain ,nomor Gaeul..

“Yeobseo ..,”Yi-zhung yang mengangkat telepon itu..

“Hay..Yi-zhung ,mana istrimu?”Tanya Jae Kyung sedikit lega karena keadaannya sekarang lebih tenang..

“Dia sedang mandi ,aku sedang bergegas..,”kata Yi-zhung lagi ,ia juga terdengar sibuk..

“Bergegas kemana?”

“Honeymoon..,”jawab Yi-zhung singkat sambil terkekeh ,”Oh tunggu ..,Sayang ,apakah kau mau membawa bikini merah atau putih atau dua-duanya?   [hmpfh]teriak Yi-zhung pada Gaeul..

“Terserahmu.., ehm aku tidak akan memakainya yang pasti..!!”jawab Gaeul dari kamar mandi..

Jae Kyung mengeriyitkan alisnya lagi ,honeymoon ,bikini ,semuanya sedang bersenang-senang..

“Yeobseo..,”kata Yi-zhung lagi..tetapi Jae Kyung sudah memutuskan pembicaraan mereka..

Tut tut tut..

Sekarang harapan terakhirnya ..,Woo Bin..

Perlahan Jae Kyung mulai memencet nomor Woo Bin dengan penuh harap..

Namun..,

“Halo semua ,,aku ..,W-O-O B-I-N ,sedang B-E-R-K-E-N-C-A-N dengan K-E-K-A-S-I-H-K-U yang cantik dan manis ,J-I-L-L-I ,maka jangan menggangu ,silahkan tinggalkan pesan  Hmpfh ,”

Jae Kyung melempar handphone itu pelan kedalam pangkuannya dengan tampang kesal..

Ia menghela nafas dan menutup kedua matanya..Membawa dirinya berayun lebih kencang ,rambutnya yang mulai memanjang terkibas angin sejuk ,Jae Kyung mulai bergumam pada dirinya…,”Tinggal kamu sendiri..,harus sampai kapan Jae Kyung?”

Jae Kyung menghela nafasnya lagi ,membuka matanya perlahan ,berharap keajaiban akan muncul ,kedua pipinya mulai memerah ,air mata seolah memaksa keluar dari matanya ,tetapi Jae Kyung terus menahan semua ini ,

“Konyol ,buat apa kau menangisi ini semua ,kau adalah Jae Kyung ,kau bukan orang yang seperti ini ,”gumam Jae Kyung dengan tegas pada dirinya sendiri..

“Tetapi seorang Jae Kyung juga mempunyai perasaan…Jangan memaksa dirimu..”

Jae Kyung membuka matanya dan terkaget mendapati siapa yang berdiri di depannya ,Jihoo ,masih dengan seragam dokternya ,kacamata masih menggantung pada kedua matanya yang sendu ,terlihat sungguh lelah ,mukanya tak bisa menyembunyikan itu ,tangan kanannya menggengam sebuah kotak donat…

“Ji…Jihoo!!!”kedua mata Jae Kyung membelalak..

“Hey ..”

Jae Kyung
Orang terkahir yang tersisa ,satu-satunya yang tersisa yang mau peduli denganku..Yoon Jihoo seorang…~END CHAPTER..

« Last Edit: January 22, 2010, 03:44:05 am by endree_noona »

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^