Author Topic: tears..12-maret-11  (Read 5124 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« on: July 31, 2010, 07:41:53 am »
Chapter 1






Hye sun meraih tombol ON pada remote DVD miliknya.. Raut wajah tanpa ekspresi terlukis diwajah putih mulusnya..layar TV berukuruan 36 inch itu masih berwarna biru dengan bertuliskan LOADING....hye sun masih menatap layar itu dengan terduduk bersila kaki..

Layar biru di televisi itu berubah dengan baground sebuah kamar..kamar yang tak asing untuknya. Kamar khas pria..kamar yang dulu sering ia datangi..kamar yang dulu sering ditiduri olehnya..kamar yang menyimpan begitu banyak kenangan manis di dalamnya..

"Dear!!! Aku dataaaaaang..."
Seorang pria tiba tiba datang dan duduk di sofa pinggir ranjang kamar tersebut..mengenakan kaos yang begitu familiar di benak hye sun. Bagaimana tidak, kaos itu adalah kaos yang sama dengan yang ia kenakan sekarang.. Kaos couple bergambar salah satu cartoon yang terkenal dikalangan anak kecil..SPONGEBOB SQUAREPANTS..cartoon kesukaan hye sun dan juga geun suk.. Pria yang sekarang tengah menghiasi layar kaca televisi hye sun..

"Dear..miss you.. Hehe..bagaimana? Kau pasti sedang menangis merindukanku kan?" Geun suk berlaga seceria mungkin.. Menutupi wajahnya yang begitu putih memucat..walaupun begitu hye sun bisa melihat betapa geun suk begitu berusaha..
Geun suk yang dikenalnya memang paling anti untuk memperlihatkan kesedihan dan kesakitannya di depan orang orang yang ia sayangi..

Tes..tes..
Perlahan tapi pasti air mata hye sun mulai membanjiri pipinya..menangis tanpa suara sedikitpun. Air mata yang mewakili bagaimana ia begitu merindukan geun suk..bagaimana ia begitu lemah tanpa geun suk..bagaimana ia begitu menderita tanpa geun suk..bagaimana ia begitu hampa tanpa geun suk.. Dan bagaimana ia begitu mencintai sosok geun suk..

"Dear..kau pasti begitu menderita saat aku meninggalkanmu untuk selamanya kan? Hehe wajar saja, wajahku yang tampan ini pasti sangat susah untuk dilupakan! Benar kan?" Lagi lagi geun suk bercanda..ia tertawa memperlihatkan sederet gigi putihnya.. Namun makin lama tawa itu berubah menjadi kesedihan yang teramat..perlahan geun suk menundukkan kepalanya..bulir bulir air mata yang bening itu menetes membasahi celana pendek yang ia kenakan..tetesan air mata itu makin lama makin banyak membasahi.. Hampir lima menit geun suk tertunduk menangis..bahu yang menjadi tempat sandaran hye sun itu terguncang akibat isakan dari geun suk..

Hye sun terus memperhatikan layar televisinya.. Sama seperti geun suk ia pun menangis..hanya saja tangis hye sun masih sama..tanpa suara dan isakan..

Cepat cepat geun suk menghapus air mata bekas tangisnya.. Lalu ia kembali mendangakkan kepalanya dan tersenyum lebar...
"Hehe..mian dear.. Kali ini aku akan serius..dan kumohon dengar dan lakukanlah apa yang akan aku katakan ini..araseo..." Sebelum berkata, geun suk membetulkan dulu posisi duduknya..setelah dirasa nyaman, geun suk kembali menatap handycam miliknya..menatap dengan tatapan penuh keseriusan dan dalam..wajah itu begitu pucat pasi.." Dear..maafkan aku..maafkan karna aku hanya bisa sampai disini saja bersamamu..sungguh aku tak pernah menyesal mencintaimu..kau adalah permataku..gadis kecilku yang manja..gadis kecilku yang lucu..gadis kecilku yang suka mengambek..hehe..aku mohon dear, saat aku pergi nanti, aku sangat memohon padamu, jalanilah hidupmu..jalani hidupmu dengan senyuman..jalani hidup selayaknya gadis seusiamu..lakukanlah hal yang menurutmu baik untuk dirimu..jangan pernah menoleh lagi kebelakang..mulailah kehidupanmu yang baru..bukalah hatimu untuk orang lain..jangan pernah ragu, jujurlah pada hatimu sendiri..aku berkata begini karna aku sangat memahamimu dear..aku tau kau pasti terpuruk saat aku pergi..tetapi harus kau tau, di doa dan harapanku yang paling penting untukmu yaitu semoga suatu saat nanti kau akan bertemu dengan pria yang benar benar tuls mencintaimu..selalu melindungimu dan menjagamu sampai akhir masa yang memisahkan kalian...." Tangan geun suk terulur..seolah olah bergerak untuk menyentuh hye sun..sorot mata itu begitu tersirat kesedihan yang teramat sangat..

Tangan geusuk yang tadinya terulur buru buru dikepal erat olehnya..lalu kembali lagi geun suk memperlihatkan senyum dan tawa manis miliknya..," hehe sudah ah sedihnya! Dear ingat pesanku..kalau kau menyayangiku kau pasti tau apa yang harus kau lakukan.. HWAITING!!!"

"Aku pergi dear..saranghae goo hye sunku..." Ucap geun suk tersenyum sedih dengan diiringi lambaian tangan..

Pip..
Layar televisi milik hye sun kembali ke warna biru..menandakan rekaman yang dibuat geun suk khususnya itu sudah selesai..

"Hu...hu...geun suk-a...hu..hu.." Kali ini hye sun mulai mengeluarkan suara..menangis tersedu sedu dengan kaki dilipat dan tangan memeluk lututnya..




***


Jang geun suk.. Kekasih yang sudah dipacari hye sun selama tiga tahun lamanya..hye sun dan geun suk adalah sahabat sekaligus bertetangga sedari kecil..namun rasa sahabat itu berubah seiring usia mereka yang semakin lama semakin bertambah..saat perpisahan masa SMA, hye sun nekat menyatakan perasaannya pada geun suk.dan pernyataannya itu disambut dengan senang hati oleh geun suk..ternyata geun suk pun mempunyai perasaan yang sama terhadap hye sun, hanya saja ia takut alih alih saat ia menyatakan perasaannya hubungan mereka akan menjadi terasa hambar..namun ternyata ketakutannya sama sekali salah! Hubungannya dengan hye sun terjalin begitu erat di tahun pertama..bagi siapapun yang melihat pasti menyimpan sejuta rasa iri manakala geun suk selalu memberikan kejutan kejutan yang tak pernah difikirkan oleh hye sun..sehingga sebelum tidur membuat hye sun bertanya tanya, "kejutan apakah yang akan diberikan geun suk besok"..tahun kedua..dan ketiga pun dilewati mereka dengan kebahagiaan..hye sun tak pernah bosannya saat bersama geun suk..namun di awal tahun ke empat hubungan mereka, geun suk mulai memperlihatkan sesuatu hal yang janggal dari dirinya.. Sakit kepala yang memang sering ia katakan di tiga tahun sebelumnya, di tahun ke empat ini makin sering ia rasakan..tetapi ia tak pernah mengeluh pada hye sun..di awal tahun ke empat pula geun suk sering menghilang entah kemana dalam waktu beberapa hari..saat hye sun bertanya, geun suk hanya menjawab," mian dear.." Dengan senyuman khas miliknya yang begitu manis.. Setiap hye sun memulai pertanyaan seputar keanehan kekasihnya, geun suk selalu saja mengalihkan semua entah dengan canda atau apalah asal hye sun melupakan pertanyaannya..

Hingga di pertengahan tahun ke empat hubungan mereka, hye sun baru tau kalau geun suk ternyata mengalami penyakit "kanker darah".. Itu pun ia tau bukan dari mulut geun suk, melainkan dari obat obatan aneh dan begitu banyak dari dalam tas geun suk yang ia geledah diam diam.. Saat mengetahui obat obatan itu ternyata adalah obat penghambat rasa sakit untuk kanker darah yang di derita geun suk, seketika hye sun merasa kalau langit jatuh menimpa dirinya.. Semuanya seketika menjadi kelabu..bahkan gelap..
Yang lebih menyakitkan ternyata geun suk sudah mengetahui penyakitnya di dua bulan pertama mereka berpacaran..tetapi geun suk tak pernah sekalipun mengeluh pada hye sun..malah geun suk selalu berusaha bagaimana menyenangkan hati hye sun disetiap harinya...hal ini yang membuat hye sun untuk tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri..ia merasa terlalu egois karna tak pernah memperhatikan kondisi geun suk saat itu..

Saat itu dimana hari terbongkarnya rahasia besar geun suk oleh hye sun, mereka berdua menangis di bawah rintikan hujan deras..menangis saling meluapkan bagaimana takutnya mereka jika maut benar benar memisahkan..ternyata benar,di bulan september, geun suk menghembuskan nafas terakhirnya.. menghembuskan nafas dalam dekapan hangat hye sun dan dikelilingi oleh keluarga dan sahabat...




***


"Suamiku, bagaimana ini..putri kita setahun terakhir ini bagaikan mayat hidup..setiap hari hanya mengurung diri dikamar sepulang kuliah..aku tak pernah lagi melihat senyum manis hye sun semenjak kematian geun suk.." Keluh mrs.goo pada suaminya sembari bercucuran air mata

Mr.goo terdiam, tenggelam dalam fikirannya...," nee istriku..hye sun seperti kehilangan semangat hidup tanpa geun suk.."

"aku takut sekali..kalau terus seperti ini aku takut hye sun mengalami gangguan psikologis.." Air mata mrs.lee semakin membanjiri pipinya yang mulus walaupun umurnya sudah menua..

"Aku akan mengirim hye sun ke desa jeja, " celetuk mr.goo spontan

"Mwo? Apa maksudmu suamiku?" Mrs.goo tak mengerti

"Sayang, jika hye sun tetap berada di seoul ia pasti semakin susah untuk melupakan geun suk..karna seoul merupakan kota dimana mereka banyak menghabiskan kenangan bersama..untuk itu aku mempunya ide menitipkan hye sun bersama manager kim untuk tinggal di desa jeja..biarlah hye sun bernafas meninggalkan seoul..aku mau hye sun bisa berfikir disana..aku mau hye sun bisa beristirahat dan menenangkan hatinya..kufikir itu ide yang sangat baik untuk saat ini.." Jelas mr.goo panjang lebar..

Mrs.goo mengangguk setuju.." Nee aku setuju denganmu..mudah mudahan dengan cara ini senyum hye sun akan kembali menghiasi rumah besar kita..."





***


Hye sun menyetujui saja permitaan kedua orang tuanya tanpa berfikir. Karna ia merasa percuma saja orang tua mereka melakukan cara untuk membuatnya melupakan geun suk..karna semua itu tak akan pernah terjadi..

Akhirnya minggu pagi setelah mr.lee memesan sebuah rumah pondok di sebuah kaki gunung bukit jeja, akhirnya hye sun dan manager kim selaku orang kepercayaan keluarga besar goo berangkat menuju desa jeja..

"Sayang..bersenang senanglah disana..omma dan appa akan sering sering mengunjungimu.." Mrs.goo mencium ubun ubun putrinya lembut..

"Nee..manager kim akan menyiapkan apapun yang kau butuhkan disana sayang..appa berharap sepulangnya dari sana kau akan menjadi hye sun yang dulu..periang dan ceria..." Sekarang gantian mr.goo yang mencium lembut ubun ubun hye sun..

Hye sun hanya tersenyum tipis.."Nee omma, appa.."






***



Sementara itu...


"Yaa lee min ho! Itu mie yang kubuat tau!" Seru bum seraya mengambil panci berisikan mie yang dipegang minho

"Aigoo..pelit sekali sih! " Dengus minho sambil terus menyeruput mie kepunyaan bum

"Yaa kau ini tau makannya saja! Minho-a..kita sudah menyewa vila tetapi mengapa kau memilih untuk berkemah di tengah bukit begini hah?" Bum akhirnya kebagian juga untuk menikmati mie buatannya yang dikuasai oleh minho

"Pabo! Cuaca bagus begini tidak dimanfaatkan dengan baik! Lihatlah.. Sebentar lagi matahari akan tenggelam di danau itu! Pasti akan cantik sekali hasilnya jika kita mengabadikan gambar tersebut" celetuk minho dengan jari telunjuk menunjuk sebuah danau alami yang terletak di bawah perkemahan mereka..

Bum mengangguk angguk tanda mengerti dengan mulut penuh mie instan..

"Sini gantian aku yang makan!" Minho merebut paksa panci yang digenggam bum lagi

"YAIIIISH!"




***


Bruuum
Mobil BMW hitam kepunyaan hye sun berhenti tepat di depan villa yang dibeli mr.goo untuknya..

Hye sun turun terlebih dahulu..matanya benar benar tak lepas dari villa yang akan ditempatinya untuk beberapa lama..sepertinya dari mimik wajahnya ia sangat menyukai villa yang sepenuhnya terbuat dari kayu itu..

Letak villa hye sun berada di tengah gunung dengan dikelilingi kebun the dan juga pohon karet dihalaman belakang..

"Bagaimana agashi..apa anda menyukainya?" Tanya manager kim sembari menurunkan barang barang yang mereka bawa

Hye sun mengangguk angguk kecil.."Nee ajumma..aku suka sekali...udaranya sangat sejuk."

"Syukurlah..lebih baik kita masuk karna udara akan semakin dingin dimalam hari agashi.."

"Nee..."

Hye sun melangkahkan kakinya kedalam villa.. Matanya tak pernah lepas memandangi setiap sudut villa tersebut.. Villa itu sangat sederhana namun terasa begitu nyaman...

"Agashi..ini kamar anda, silahkan.." manager kim membukakan pintu kamar utama yang terletak dilantai dua untuk hye sun..

"Kamsamnidha ajumma.."
Hye sun masuk ke dalam kamar itu..ia tersenyum melihat kamar yang akan ditempatinya ternyata sesuai dengan yang ia harapkan.. Hanya ada sebuah ranjang besar dengan seprei berwarna putih.. Satu buah lemari besar dan juga sebuah meja rias... tak begitu ramai namun nyaman untuk ditempati..yang membuat hye sun kagum, disamping ranjang miliknya terdapat sebuah kaca besar.. Dan dari kaca tersebut ia bisa melihat sebuah danau cantik dengan air berwarna hijau kebiruan.. Embun yang mulai menyelimuti area sekitar danau menambah nilai plus keindahan danau tersebut...



***



"Bum-a! Bagaimana?" Tanya minho sambil fokus membidik gambar matahari terbenam di danau..

"Bagus! Aku sudah mendapatkan gambar yang kuinginkan..kau sendiri bagaimana?" Jawab bum dengan senyum manis saat melihat hasil jepretannya di kamera

"Belum..." Jawab minho singkat..

Tiba tiba lensa layar kamera minho menangkap sebuah sosok..sosok gadis dengan mengenakan gaun putih menghadap belakang.. Rambutnya yang panjang tergerai itu melambai lambai seiring laju angin yang menerpa tubuh mungilnya..

Minho menurunkan kamera yang sedari tadi berada tepat diwajahnya.. Ia memandang sosok gadis itu dengan wajah heran sekaligus bingung..untuk meyakinkan dirinya, ia rela mengucek ucek mata untuk memastikan kalau sosok itu adalah nyata..dan ternyata benar! Berkali kali ia mengucek matanya, sosok gadis itu masih ada dan sama seperti tadi tanpa bergerak sedikitpun menghadap danau..

"Bum! Yaa.. Sini..paliiii..." Perintah minho tanpa melepas pandangannya..

"Mwo? Sido! Aku sedang asyik nih.." Tolak bum malas.

"Yaiiish pabo! Sini kataku! Paliii!!" Perintah minho lebih keras

"Aiiish.. Apa sih?" Akhirnya bum mengikuti kemauan minho..ia berjalan mendekati minho..

"Lihatlah..!" Minho menunjuk ke arah sosok gadis yang dari tadi menyita perhatiannya.

"Omo! Waah seksi sekali..tapi aneh sekali, ditengah hutan seperti ini ada seorang gadis..a..apakah itu hantu? Yaiiish aku merinding!" Bum memegangi lengannya manakala bulu romanya mulai bergidik..

"Hantu? Mungkin saja.. Anyii..tapi kakinya menapak tuh!"

"Mwo? Iya benar juga..kakinya menapak. Berarti dia manusia..yaa minho-a, apa perlu kita menghampirinya? Siapa tau gadis itu tersesat?" Ajak bum bersemangat.

"Yaiish kau ini kalau sudah soal gadis paling cepat deh reaksinya.."

"Hehe..kachaa.."
Bum menarik lengan minho.. Saat mereka hampir saja sampai ke arah gadis itu, tiba tiba ada suara yang memanggil.

"Agashi.. Agashi...!" Manager kim terlihat tergopoh gopoh berlari menghampiri hye sun dengan tangan kanan membawa selimut kecil bermotif pelangi.

Hye sun menoleh kearah suara yang memanggilnya.. Sosok gadis tadi adalah hye sun...

"Omo, agashi..kau hampir saja sukses membuatku jantungan pergi tanpa bilang padaku terlebih dahulu!" Keluh manager kim seraya memakaikan selimut kepada hye sun.

"Miane..." Jawab hye sun dengan senyuman manis..

"Aigoooo..yipota.." Ucap bum saat melihat wajah hye sun tersenyum manis..wajahnya berbinar seperti hendak menerkam hye sun.

Minho yang melihat juga keindahan senyum manis milik hye sun hanya bisa ikutan tersenyum..entah apa yang ada di fikirannya saat itu..

"Ayo kita pulang agashi..tubuhmu sudah dingin sekali..akan kubuat api di perapian untuk menghangatkanmu.."

"Nee ajumma..gumawo.."

Akhirnya hye sun bergerak dengan dibimbing oleh manager kim menuju villa mereka..



***