Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24848 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #60 on: January 22, 2010, 04:26:02 am »
ENDING CHAPTER

PART ONE


NOTE:-This story served with fast motion

“Bagaimana kalau ini?”Jilli menaruh sekuntum bunga yang menjadi hiasan-hiasan rambut coklatnya.Woo Bin mengelus rambut Jilli yang halus bergelombang.

“Kau sempurna ,apapun juga sempurna,” tatap Woo Bin membuat Jilli tersipu sehingga memalingkan kepalanya. Jilli melepaskan hiasan itu dari kepalanya tanpa bersuara. Lalu ia tersenyum kecil dan bergumam ,”Oh okay..I’ll take this one..”

“Perfect baby ,”Woo Bin mengacungkan jempolnya ..,lalu ia berkata ,”Take some ,whatever you want ,whatever you like..,tetapi cepatlah sedikit okay ,kita akan ke butik ,Mrs Wang sudah menyelesaikan gaunmu dan tuxedo ku..,”senyumnya ,sementara Jilli hanya mengedipkan satu mata birunya dan segera lari memilah-milah hiasan rambut dan pita yang ia suka..

***

Gaun itu bewarna hitam sedikit kecoklatan ,panjangnya kurang dari selutut ,2 tali tipis mengantung padanya ,dan pita bewarna putih satin mengitari gaun itu. Jilli memandangnya dalam keterkejutan ,ia tidak menyangka gaun itu terlihat lebih indah ketika ia melihatnya secara langsung. Gaun itu begitu halus membalutnya. Jilli menahan dirinya untuk memakai gaun itu dan bergumam sambil terkekeh kecil .,”Aku bahkan tak rela memakainya,..akan sangat bagus kalau gaun ini berdiam di lemari kaca..”

Woo Bin mengetuk pintu fitting room mengagetkan Jilli ,”Baby?Already?”tanyanya tak sabar..

Jilli membeku ..,”Nope..”

“But its already 30 minutes!!What did You do?”Tanya Woo Bin meringis..

“I can’t wear it sweetheart!”bisik Jilli dari balik pintu..

“Apakah tidak muat?”Tanya Woo Bin lagi semakin penasaran dibuatnya..

“You buy a too perfect dress for me..”gumamnya sambil tersenyum..

“I knew,”Woo Bin tertawa lega..,”I did..karena kau sendiri adalah wanita yang Perfect untukku..”

***

“Okay jadi ,kostum check..,”papar Woo Bin tersenyum puas..Ia menyalakan mobilnya hendak meninggalkan butik..”Sekarang kita mau kemana?”Tanya Jilli polos..”Um ke toko bunga.,”jelas Woo Bin sambil mengelus rambut Jilli..

Jilli hanya tersenyum menurut seiring mobil itu berjalan ,well ,apa yang bisa dikatakan saat hatinya sedang berbunga-bunga?Mulutnya seolah membeku begitu saja..,tak bisa memungkiri rasa bahagia ini..,ia akan menjadi istri seseorang..Yah ,ia bukanlah Jilli yang dulu lagi..kehidupan baru menantinya..

Langit mulai menunjukan kemuraman yang sangat ,awan putih kebiruan berangsur-angsur menjadi biru kehitaman yang suram sesampainya mereka di toko bunga..Aroma bunga yang mencekat membujuk wajah Jilli untuk mengalihkan pandangannya dari atas awan. Woo Bin menarik tangan Jilli memasuki toko bunga itu ,”Apakah kau sudah mengaturnya?”Tanya Jilli pada Woo Bin tanpa rasa penasaran sedikitpun karena jawabannya sudah pasti ya..

“Belum..,”jawaban itu mengagetkan Jilli  ,karena ia tahu jawabannya adalah yak arena selalu ya..,”Tapi aku menemukan satu yang bagus..,”lanjut Woo Bin memecah keheningan seiring mereka mulai memasuki jalan setapak memasuki toko bunga itu..

***

“Pas kan?”Woo Bin tersenyum mengacungkan sebuket bunga yang kelopaknya melekuk begitu indah ,biru metalik mewarnai bungai itu dengan tangakinya yang bewarna hijau segar..”Just like your eyes,”gumam Woo Bin .Mata Jilli dan bunga itu bertemu ,keduanya selaras dengan warna biru yang begitu mencolok pandangan. Jilli meraba bunga dihadapannya ,yang membasahi jari-jari tangan dengan embun dingin. Para penjaga toko hanya dapat memandang mereka dengan tatapan iri sambil berbisik satu dengan lainnya ,”Aih..beruntungnya wanita itu..,”bisik salah seorang mereka berusaha agar tidak kedengaran ,sekarang satu lagi anggota F4 yang akan menikah..”Bukan yang beruntung adalah lelakinya ,”debat seorang penjaga lelaki dengan suara minim. Mereka menatap pasangan itu dengan penuh kekaguman ,Jilli dan Woo Bin yang kebetulan menjadi satu-satunya pelanggan sore itu ,berdiri begitu dekat ,hanya beberapa centi memisahkan keduanya ,membuat mereka tampak seperti melekat satu dengan lainnya ,ditengah-tengah lingkaran bunga ..Suasana yang tidak bisa digambarkan seolah dunia hanyalah milik mereka berdua..

***

“Besok aku akan mulai mengajar lagi ,”bisik Gaeul. Mereka sedang ada didalam pesawat yang menuju Seoul. Kebisingan membuat keduanya semakin sakit kepala ,Yi zhung menjawab dengan suara pelan yang terdengar lelah ,”Apakah tak sebaiknya kau istirahat dulu ?”Ia merangkul Gaeul dan membenamkan kepala Gaeul pada dadanya yang hangat..”Hm..,tidak..,aku sudah terlalu lama beristirahat..,”

“Tidurlah ,aku akan membangunkanmu setibanya kita di Soeul..,”papar Yi zhung menghela nafas panjang..,seiring mata sayu Gaeul mulai menutup dan tertidur tanpa mengetahui apa-apa lagi..

***

Ia merasa seperti di Surga ,apakah benar-benar di Surga?Pikiran konyol memang ,tepis Gaeul dalam hatinya. Angin menerpa dengan begitu sejuk ,bau kayu yang masih segar dan bau tanah serta rumput berbaur menjadi satu mengelitik hidungnya. Ia tidak ingin membuka mata ,ia ingin terus terlelap ,punggungnya yang lelah hilang seketika ,sewaktu ia menyadari kalau dirinya sedang berbaring di kasur empuk yang halus..Bunyi kicauan burung yang begitu tiba-tiba mengaung di kedua telinganya ,membuat Gaeul terpaksa menyipitkan matanya..

“Oh..,”

“Kau sudah bangun?”Tanya Yizhung yang muncul dari balik pintu membawa secangkir teh dengan asap yang mengebul hebat padanya..

“Um ya..,”jawab Gaeul ditengah kebingungan..,sekarang pandangan Gaeul menuju keatas , atap yang menutup kamarnya dengan gravity tinggi dilapisi kayu kokoh bewarna putih..

Jendela besar di setiap sisi kamar ,hanya mempertontonkan halaman luas dengan rumput-rumput bewarna hijau muda ,pagar bata tinggi menutup setiap centi dari halaman ,enggan memperlihatkan dunia luar ..,jendela itu mencerna setiap sinar matahari yang masuk kedalam kamar ,membuat Gaeul menyipitkan mata untuk kedua kalinya..

“Oh ya.,selamat datang di rumah baru kita..,”senyumnya dengan tampang puas..Yi zhung menaruh secangkir teh itu di meja kecil yang terletak tepat di sebelah tempat tidur ,pada tangan kirinya Yi zhung menggengam sebuah amplop dengan erat..Gaeul tidak terlalu memperhatikan Yizhung ,ia hanya sibuk berkelut di dalam pikirannya ,yang menyimpan berbagai macam pertanyaan..

“Bagaimana kita bisa sampai disini?”Tanya Gaeul meminta penjelasan..

“Aku yang mengendongmu keluar dari pesawat lalu kita pulang dengan taksi ,kau tertidur begitu lelap ,tidak terganggu dengan apapun…”jelas Yizhung tersenyum polos membuat Gaeul meringis malu ,bagaimana bisa ia tidur seperti itu..

Sepertinya sekarang amplop dengan pita itu menarik perhatian Gaeul sehingga ia meraihnya dari Yizhung..,”Apa ini?”

Sementara Yizhung hanya terkekeh dan mencoba menahan tawanya ,”Kau tak akan percaya ini..”

***

Seiring waktu yang berjalan ,ia tahu waktunya semakin dekat ..Semuanya semakin jelas dan tertata ,sekarang ia tinggal menunggu hari dimana hal itu kan terjadi...Tenang saja ,ini semua pasti akan fantastis ,pikir Jilli berdebat dengan pikirannya sendiri..

Tak bisa memungkiri bahwa ia sangat khawatir dan canggung akan semua ini ,terlepas dari Woo Bin yang terlihat baik-baik dan santai saja..

“Apakah kita berjalan terlalu cepat ,”Tanya Jilli ragu ,Woo Bin duduk menyilangkan kaki ,menerawang kearah taman yang akan menjadi saksi atas hari bersejarah dalam hidupnya ,ia menghela nafas panjang lalu merangkul Jilli dan berkata dengan tenang ,”Tidak..,aku yakin..,yakin sekali ,kau adalah pasangan hidupku..”

Jilli menundukkan kepala..,keraguan semakin jelas terpancar pada wajahnya..

“Apa lagi yang harus kita tunggu?”papar Woo Bin tersenyum..,terlihat tidak terbeban sama sekali..Justru ia merasa tidak sabar..

Jilli masih diam ,Woo Bin tahu ,Jilli masih ragu dan akan jawabannya..,”Aku tidak sabar ,kau tahu..Ini semua pasti sempurna..Ketika di masa depan nanti ,kau akan menungguku pulang dari kantor setiap petang ,lalu membuatkanku makanan enak ,wah..,aku sungguh tak sabar..Apalagi ketika kita memiliki bayi nanti ,aku ingin ,mereka memiliki mata biru sepertimu..,”papar Woo Bin terkekeh..

“Mereka?Memang berapa anak yang kau inginkan,”goda Jilli ketika suasananya mencair..

Woo Bin tampak diam sejenak dengan tampang berpikir ,lalu senyuman jahilnya keluar membuat Jilli mengeriyitkan alis ,”Um..bagaimana kalau 11..,kita akan bisa membuat kesebelasan sepak bola kan?”katanya semangat ,mengingat obsesinya dengan sepak bola yang membara akhir-akhir ini..

Kedua alis Jilli yang mengeriyit terlihat semakin nyata pada wajahnya ,”Banyak sekali..Apakah kau mau bertanggung jawab atas mereka semua?”

“Apa maksudmu?Aku ayahnya tentu saja akan bertanggung jawab sayang..!”Woo Bin mengacak-acak rambut coklat Jilli ,sedikit tak terima dengan apa yang baru didengarnya ..

“Well ,not about that baby!!Maksudku ,kau mau tidak menggantikan mereka popok dan segala macamnya..,”goda Jilli lagi ,tersenyum puas ketika ia mengira berhasil membuat Woo Bin sedikit resah..

“Um..yah..,”Woo Bin mendeham lalu memalingkan wajahnya sejenak..,”Yah..”ia merasa senasib dengan Jun Pyo sebelum waktunya..Ditanyai tentang menganti popok ,memberi makan dan segala macamnya…Tubuh Woo Bin sedikit bergetar ngeri mengingat Jun Pyo yang sekarang didaftarkan ke kelas perawatan anak oleh Jandi..Tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya disana..

Jilli hanya tertawa melihat tingkah Woo Bin yang menjadi ragu.., tawanya semakin menjadi ketika ia merasa sudah menang menjahili Woo Bin..

“Yah..,yah aku bisa saja sih..,kalau kau mau anakmu tersedak susu ,atau matanya kelilipan sabun ketika aku memandikan mereka..yah aku bisa saja..,”kata Woo Bin dengan tampang polos..
Raut wajah Jilli menjadi sedikit kesal ,”Kalau kau begitu pada anak-anakku..Aku tak..,”

Woo Bin tahu apa yang akan dikatakan kekasihnya itu..,maka ia langsung saja membawa wajah Jilli padanya dan menciumnya..Satu kecupan ,lalu Woo Bin bergumam pada Jilli ,menatap matanya ,”Kita..Kita bisa sewa pelayan dan babysitter..Yang terpenting..,kau menjadi istriku dulu ya..,kumohon…”

Jilli hanya tersenyum simpul..,lalu memeluk Woo Bin dengan erat..,”Aku akan menerimamu apa adanya..Don’t even worry..I won’t go anywhere baby..”paparnya menenangkan Woo Bin..

***

Ketika sudah menjelang pagi ,matahari baru membuka separuh matanya ,dan menyinari halaman dengan cahaya redup..Jandi dan Mrs.Goo sudah duduk dengan pakaian santai yang tetap terlihat formal ,keduanya bercakap sambil menyeruput secangkir teh Jasmine yang baunya merebak memenuhi seluruh ruangan..

Jendela ruang tamu dibuka Jandi lebar-lebar ,sehingga seluruh aroma embun dan udara pagi masuk ..Akhir-akhir ini Jandi menjadi lebih senang dengan suasana rindang dan sejuk ,kubilang beruntunglah dia karena Jun Pyo membeli sebuah rumah diatas bukit dengan hutan lebat di belakangnya ..

Jun Pyo belum juga bangun sampai ia dikagetkan oleh suara dua wanita yang sedang asyik berbincang tepat di ruang tamu yang bersebrangan dengan kamar utama mereka..

“Oh ya ,hari ini aku akan mengerjainya..,”suara Jandi bergeming samar-samar di kedua telinga Jun Pyo ..,diikuti dengan tawa Mrs.Goo yang membuat matanya membelalak..

“Apa ini?”Jun Pyo duduk di kasur ,kedua tangannya mengosok-gosok telinga dengan cepat..,merasa salah dengar ,ia memutuskan untuk tidur kembali ,masuk kedalam mimpinya..

“Apakah kau yakin dengan itu?”

“Ah tentu saja ,lihat nanti apa yang akan dilakukannya selain pasrah..”

Tawa membahana ..,membuat Jun Pyo benar-benar bangun sekarang..,dan ia membuka pintu dengan mata sayu..

Jandi dan Mrs Goo menatap Jun Pyo dalam diam..

Perlahan Jun Pyo sadar apa dan siapa yang dilihatnya..

Mereka sedang berbincang dengan bahagia..

Mereka ,istrinya dan ibunya..

Istrinya Jandi..,dan ibunya Mrs.Goo mantan direktur yang galak seperti nenek sihir itu..

“Oo!!Apa..Apa yang ..?”Jun Pyo menunjuk-nunjuk Mrs Goo dengan ngeri seolah ia sedang melihat hantu di pagi hari ,bola matanya serasa ingin keluar dari tempat..,mencerna setiap penglihatan yang ada di hadapannya itu..

Jandi menarik Jun Pyo untuk duduk di sebelahnya..

Mrs.Goo tetap menyambut Jun Pyo dengan senyuman hangat..,sedangkan Jun Pyo masih dengan mata membelalak..,ia mengucak matanya dan meneguk seluruh teh milik Jandi sampai habis..

Tak percaya ,untuk apa ibunya kesini..,dengan tiba-tiba?

Mrs.Goo dan Jandi masih tersenyum simpul ,tenang menghadapi Jun Pyo..

“Apa tujuan omoni kesini?”Tanya Jun Pyo ,mencoba untuk ramah ,namun suaranya tidak bisa berbohong lagi..

Mrs Goo menjadi tidak enak dengan sikap Jun Pyo yang merasa kehadirannya adalah gangguan..,”Omoni ..hanya ingin menemanimu dan Jandi ke kelas perawatan..”

Sekali lagi Jun Pyo tergelak..,ia menutup matanya menocba untuk mencerna setiap kata baik-baik..Oke jadi ,ibunya dan istrinya akan membawanya ,menemaninya ,dan dengan yakin menertawainya di kelas perawatan bayi khusus ayah..Dan ia akan bergabung dengan ayah-ayah lainnya di kelas itu..Sungguh memalukan ,Jun Pyo bergidik ..,merasa tidak terima namun ini satu-satunya jalan untuk menjadi ayah yang ‘becus’ dihadapan Jandi..

Jun Pyo menenangkan pikirannya ,suasana hening ,lalu ia membuka mata dan menatap perut Jandi yang sudah semakin membesar didalam balutan jaket coklat yang dikenakannya..Hanya sebentar lagi saja ,ia akan menjadi ayah..Seorang Ayah..,maka ia harus tenang dalam mengendalikan suasana ini..,yah betul..ia harus tenang dan berwibawa..

“Um..omoni ,aku mengijinkanmu untuk ikut..,”papar Jun Pyo merendahkan suaranya setenang mungkin ,menampilkan senyum memelas ,dan jujur saja ,tawa Jandi merebak melihat kelakuan suaminya yang ‘aneh’ itu semenatara Mrs.Goo hanya bisa meringis melihat anak lelakinya ,di hadapannya untuk pertama kali menjadi salah tingkah..

***
Siang itu ketika matahari sedang terik-teriknya menyinari Seoul..Jihoo dan Jae Kyung duduk berdua di depan kedai Sup Sapi..Hanya memandangi kedai itu dalam tatapan kosong dengan sekantong sup sapi di tangan mereka..Berjalan dari hotel sampai kesini membutuhkan waktu yang lama ,tidak diduga mereka sebelumnya..Atas permintaan kakek yang sangat ingin minum sup sapi ,padahal hari begitu panas ,ia masih ingin minum sup..Jae Kyung membujuk Jihoo untuk membelinya tetapi mereka dengan keadaan lelah dan berkeringat ,baru sampai di kedai terdekat ,setelah berjalan selama 30 menit..

Dan disinilah mereka sekarang ,memutuskan untuk istirahat karena tahu tak mungkin mereka akan kuat untuk berjalan lagi..Jae Kyung masih terengah-engah sementara Jihoo dengan tenang tetap duduk dan memperhatikan Jae Kyung..

“Kau tidak capai sama sekali?”Tanya Jae Kyung ,berusaha mengatur nafasnya..Jihoo mengeleng tanda tidak ,walaupun keringat di sekujur mukanya mengalir deras ,namun Jihoo tetap saja tenang..Ini membuat Jae Kyung sedikit aneh sampai-sampai berpikir kenapa ada orang seperti ini..,dan bagaimana Jandi bisa-bisanya dekat dengan orang yang seperti ini..

Pertanyaan itu membuat kepala Jae Kyung semakin pusing ,maka ia memutuskan untuk mengajukan pertanyaan pada Jihoo tanpa basa-basi lagi karena ia yakin kalau orang yang duduk di sebelahnya itu baik-baik saja dan tidak terlihat lelah sama sekali..,”Bisakah kau..,please..,mengendongku?”papar Jae Kyung..

Jihoo membelalak tetapi entah mengapa ia masih terlihat tenang juga..,dan hanya menjawab “Oke” tanpa ekspresi dan nada yang datar..

Jihoo berdiri siap mengendong Jae Kyung ,ketika seorang anak remaja perempuan dengan kamera mengantung di lehernya ,menghampiri Jihoo..,dan bertanya dengan muka berseri-seri..,”Apakah ini pacarmu?”

Jae Kyung melirik anak itu dengan malas ,ia tahu Jihoo akan diam seribu bahasa ,maka Jae Kyung melontarkan ,”Ya..ya ..”kecil dan berharap anak itu segera pergi ,bukannya mengambil gambar mereka dengan kamera ..

“Terima kasih ..,”anak perempuan itu membungkuk dan meninggalkan mereka berdua ,sementara Jae Kyung mencibir tidak jelas ,ia naik ke punggung Jihoo..

“Kau berhutang padaku..,”gumam Jihoo..

“Tak biasanya kau perhitungan..,okay kan kubayar sesampainya kita di Amerika..,”janji Jae Kyung dengan suara lesu..

***

Jun Pyo melirik kearah jam tangannya berkali-kali dengan resah..Sementara mobilnya masih saja berhenti tanpa bergerak di tengah kemacetan yang gila ini..

Ia baru selesai rapat dan hendak mengikuti kelas perawatan khusus ayah untuk kedua kalinya..

Pikirannya terus berjalan ,membayangkan Jandi yang akan meledak jika ia sampai terlambat..,atau ibunya akan datang lagi dengan tiba-tiba?Jun Pyo semakin ngeri dengan apa yang dipikirkannya..Pengalaman pertama kemarin masih belum bisa ia lupakan ..Mungkin tidak akan bisa dilupakan..,mengingat betapa malu dirinya..Jun Pyo hanya menutup mata..

Mempraktekkan seorang bayi dengan robot..Bagaimana bisa ada pemikiran seperti itu?Kata Jun Pyo dalam hati..Benar-benar gila ,ketika para istri memperhatikan mereka semua dibalik ruang kaca dan terkekeh bahagia..HAHA!!sedangkan suami mereka hanya memasang senyuman palsu dengan tampang memelas seolah berkata ..,”Ampuni aku!!”
Dan parahnya..,ajhumma paruh baya yang berdiri di depan sebagai guru mereka ,dengan tampang galak dan nada sangar menjelaskan detil tentang bayi..Setiap ayah disitu diberikan satu meja dengan bayi imitasi yang tidak lain adalah robot ,berbaring diatasnya..Dan Jun Pyo tidak bisa mengelak bahwa bayi itu terlihat dan bertingkah benar-benar seperti..,’bayi’..

Oke ,hari pertama itu Jun Pyo memutuskan bahwa ini adalah kelas khusus ‘penyiksaan’ ayah..,belum lagi mengingat tongkat pemukul yang digenggam erat ajhumma itu..Belum cukup kesialan di hari pertama ,ketika mereka sedang belajar memakaikan popok ,seluruh bayi robot itu serentak menangis ,meraung-raung..Jelas seluruh ayah kaget dan cepat-cepat mengantikan popok sesuai dngan instruksi..Jun Pyo yang kelihatannya sangat minim pengalaman disbanding yang lain ,ia hanya tahu menghabiskan waktu dengan bekerja dan menyenangkan istri tanpa tahu semua ini..Dengan sukses ,bayi Jun Pyo menangis meraung semakin menjadi sementara bayi lain di kelas itu sudah diam didalam pelukan ayahnya masing-masing..Oke ,ini memalukan ,sungguh!!Jandi dan Mrs Goo tidak tampak kaget ,tetapi mereka tertawa sekencang-kencangnya ,Jun Pyo tersenyum memelas berpikir bagus kalau istrinya masih bahagia walaupun ia tersiksa..Pandnagannya tak lepas dari Jandi sampai ajhumma itu membawa tongkat di tangannya dan menghampiri Jun Pyo..Jun Pyo mencoba menjelaskan bahwa ia sudah memakaikan dengan begitu benar dan apa yang bisa salah dari itu?

“Haha..memakaikan popok adalah hal gampang ,mungkin robotmu ini yang sudah..,eror..”semprot Jun Pyo mengejek membuat ajhumma itu semakin naik darah..,sementara ayah-ayah lain hanya bisa memandangi Jun Pyo dengan muka tegang..

“Lalu kalau gampang ,kenapa bisa begini?”Ajhumma menunjuk bayi Jun Pyo yang masih menangis keras..

“Yah..,kan sudah kubilang..pasti eror..!”kata Jun Pyo lagi ,sekarang ia menyilangkan kedua tangannya seolah menantang Ajhumma berambut keriting itu..
“Baik..,”jawabnya tegas ,ia segera memeriksa jikalau ada yang salah ,dan kau tahu apa..

Ajhumma menghela nafas panjang ,melihat popok yang dipakai bayi itu ,terbalik ,miring kanan dan kiri ,stamp pada kedua sisi terlihat longgar ..

PLAKKK..

Satu pukulan mendarat di tangan Jun Pyo..,”APA INI!?”Ajhumma yang sudah naik darah ,meraih kepala bayi di tangannya dan menaikannya tinggi-tinggi di hadapan Jun Pyo ,dengan tongkatnya ,ia menunjuk setiap bagian popok yang salah ,ayah-ayah lain tak bisa menahan godaan untuk tertawa ,membuat Jun Pyo malu dan tidak terima..

Jun Pyo merebut robot yang masih meraung-raung itu dari tangan ajhumma..,dengan marah ia membanting robot itu sambil memonyongkan mulutnya..,dan kali ini ,robot itu tergeletak di lantai dengan irama menangis ,tertawa ,bercampur menjadi satu ,dan aku yakin ,bayi robot itu telah resmi eror karena Goo Jun Pyo,..

Jun Pyo meninggalkan kelas dan menarik Jandi di dalam ruangan kaca untuk pulang..,setiap orang terpana melihat kelakuan ajaib Jun Pyo..

Ketika mereka sampai di lahan parkir ,menunggu supir untuk datang ,ajhumma membuka kaca dan melemparkan tongkat nya dari lantai 2 ,dan tepat jatuh di kepala Jun Pyo..

“YAISHHHHHH!!”Jun Pyo berteriak..,bersumpah tidak akan kembali kemari..,yang kutahu tak mungkin karena Jandi telah mendaftarkannya untuk bulan-bulan kedepan sampai anak mereka lahir dan pastinya Jandi akan memaksa Jun Pyo untuk datang lagi ,mau tidak mau..,seperti hari ini..

Ia berharap mati saja ,ketika ia bisa melihat Jandi yang sudah menunggu di depan pintu masuk ,melambaikan tangannya dengan senyuman gembira…,seolah berkata ,”Oke ,aku akan menyiksamu lagi ,datanglah padaku..”

Dengan senyuman meringis ia menghampiri Jandi dan siap menerima ‘pukulan’ lainnya yang tidak lain adalah hiburan bagi Jandi..

***

Tangan Jae Kyung bergetar menatap Koran di hadapannya..

YOON JI HOO RESMI BERPACARAN DENGAN PUTRI JK GROUP

“Apa-apaan ini?”Jae Kyung bergumam ,ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ..

Sekarang ia berada di suatu stand majalah dan Koran ,lari pagi yang menjadi kebiasaan yang disenanginya ,tiba-tiba menjadi ‘mimpi ajaib’ yang dihadapinya sekarang ini..

Jae Kyung mengelengkan kepala ,sekarang ia masuk Koran ,digosipkan berpcaran dengan Ji Hoo ,yang adalah SALAH!Ia terkenal ,lebih terkenal dari sebelumnya karena setiap Koran dan majalah memuat berita dan gossip salah ini..

Jae Kyung dengan segera menaikkan hoodie menutupi kepalanya dengan harapan orang-orang tidak akan mengenalinya..Kakek penjual hanya dapat menatap Jae Kyung dengan penasaran ,”Apakah kau benar-benar wanita itu?”tanyanya berkali-kali tanpa digubris Jae Kyung..

Jae Kyung meninggalkan duit dan membawa lari Koran itu segera..,”NYONYA INI 100.000 WON!!!”teriak penjual itu ,hanya bisa memandangi Jae Kyung berlari semakin jauh ..Rejeki nya hari ini benar-benar tidak terduga ,Koran jualannya dihargai 100.000 won membuat kakek itu mengganga memperhatikan kepergian Jae Kyung..

***

Ketika minggu demi minggu berlalu ,Jilli tahu hari nya semakin dekat ,dan ia tahu sebentar lagi ia tidak akan tidur sendiri lagi ,ia akan meninggalkan kamar kesayangannya..

Jilli menatap sekelilingnya ,kamar yang cukup luas itu dilapisi wallpaper bewarna biru muda yang birunya semakin memudar ,lantai kayu yang mengeluarkan suara ‘krit’ setiap Jilli berjalan itu ,menyimpan begitu banyak kenangan..

Kasur nya yang terbuat dari kayu dicat putih ,terlihat rapuh ,namun masih menopang tubuh Jilli sampai saat ini ,dan tidak terjadi hal-hal buruk seperti yang dipikirkan kebanyakan orang yang melihat kasur tersebut ..,”Kasur itu akan segera jebol tahu ..,”komentar kebanyakan teman Jilli..

Sebuah kursi goyang dengan bantal rajutan diatasnya ,deritan bangku itu masih terasa melekat ,kehangatan memenuhi hati Jilli setiap duduk di bangku itu..

Jilli menyeret kakinya membuka jendela dan semua angina dari pantai berebut masuk kedalam kamar Jilli ,bau asin dari laut segera merebak memenuhi ruangan..Jilli merenung melihat kearah pantai..,”Mom ,tidak banyak waktu lagi yang tersisa..,”bisik Jilli ,ia tersenyum dan menangis disaat yang sama..

“Aku tidak rela sejujurnya..,”gumam Jilli lagi ,ia lalu menatap seluruh kamarnya..

Dan memutar ingatan yang masih hangat dalam pikirannya..,kenangan indah masa kecilnya..

“Mom ,how about blue?Light blue?”gumam Jilli bersemangat ,rambut coklat panjangnya dikepang dua ..

“Hmm ,you think its good?”jawabnya ,Jilli menganguk pelan pada ibunya ,sekarang mereka berdua berdiri di dalam kamar yang masih kosong melompong ,lantainya pun hanya berupa semen berdebu..”I’ll make it as a beautiful room..,a comfy one..,”Jilli terkekeh semangat..Ia mulai mengitari ruangan ,dan mengira-ngira dimana akan menaruh barang-barang kesayangannya ..

“You’ll make it different right?”

“Yes Mommy ,,I will ,my room in our olden home ,its you right who decorated it?”

“Me and your Daddy..,before you were born..,”senyum ibunya..

“Yeah..,You know ,I don’t really like pinkish stuff..”Jilli mengacungkan tangan ,membuat ibunya tertawa melihat kelakuan Jilli..

“Really honey?Because I thought little girl should like that colour..,”

“Hehehe..,not me Mommy ..,I’m different from another little girl..,”tawa Jilli dengan senyum nakal..

“I knew ,because you are Mommy and Daddy’s lovely daughter..,You are different and special..”

“Mommyyyyyy..!!”Jilli tertawa puas ,pipinya merona merah ketika dipuji ,ia berlari kedalam gendongan ibunya ..

“Mom I want our rocking chair..”

“Sure honey ,Daddy will bring it here to Jeju from Italy..,”

“Uh oh , I want our rocking chair and I want you to read a tale every night for me when I sit on your lap..,Mommy..,”pinta Jilli manja..

“Haha..,of course honey…”

“You promised right ,everything would be just the same ,like in Italy..”

“Yes..baby..We should go home first to Italy to say good bye to all of your friend and pack our stuff there, when people working to fix this home..,to make it beautiful right?”

“Yes I know..I’m really sad ,in fact ,we will leave Italy soon ,and move here..”

“Everything will be just the same okay..We will begin our new life here..Agree?”

“Yes..”

“Promise me?”

“I am..”kekeh Jilli..


Dan tepat lusanya setelah kejadian itu ,ibu Jilli meninggal ,meninggalkan janjinya untuk memulai kehidupan baru…Jilli kecil meningginkan kehidupan baru tetapi bukan ini yang diinginkannya..Bukan kehidupan baru tanpa ibunya..Sebagai gadis kecil yang menyaksikan kematian ibunya sendiri di depan mata ,ia merasa hatinya teriris-iris ,bahkan menjadi mimpi buruknya sampai sekarang..

Jilli duduk di kursi goyang yang tampak sangat tua itu..,ia berjanji akan membawanya ke rumah baru ,tempat dimana ia dan Woo Bin akan tinggal nanti setelah mereka menikah ,dan akan membacakan buku cerita pada anak-anak mereka setiap malam di masa depan nanti..

Jilli tersenyum ketika ponselnya bergetar..

“Jilli kita nanti siang kujemput kau setelah rapat selesai ..Dan kita akan menemui Mr Sung ,Wedding EO ,di restoran di Seoul..Bersiaplah ,mungkin kan perlu beberapa hari lagi di Seoul..”

Jilli membaca pesan dari kekasihnya , ini melelahkan ,persiapan ini sudah mencapai tahap final ,dan seiring berjalannya waktu Jilli dan Woo Bin semakin sering pulang pergi Jeju-Soeul..Begitulah ,belum lagi pekerjaan Woo Bin di Jeju yang menjadi tanggung jawabnya ,sementara Jilli yang akan memutuskan untuk berhenti bekerja setelah ia menjadi istri Woo Bin..

Hari itu semakin dekat dan ia harus memastikan dirinya sudah siap..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^