PART FIVE
ketika mereka sedang duduk di ruang tunggu sebuah rumah sakit mewah yang terkenal di kalangan orang kaya..
Jandi hanya menundukkan kepala mendengarkan setiap protes dan cecaran suaminya itu..
“Sejak awal seharusnya kita pergi kesini saja ,dengan USG 4D ,semua akan terlihat lebih 100x jelas daripada mesin butut tak jelas milik dokter itu..,”paparnya lagi kesal..Setiap pasangan yang ada disitu menatap kearah Goo Jun Pyo ,mengganguminya ,sebagian merasa tidak percaya akan bertemu dengan orang paling kaya di Korea itu..
Ketika suara isakan mulai terdengar ,Jun Pyo melirik Jandi dan mendapati kedua pipi merahnya dialiri air mata yang tak kunjung berhenti..Setiap pasang mata memperhatikan mereka berdua layaknya sedang menonton sebuah drama televisi..
“Jandi ,Geum Jandi ,”Jun Pyo menguncang bahu Jandi ,tetapi ia enggan memperlihatkan wajahnya..
Jun Pyo menjadi salah tingkah ,ia tak tahu harus berbuat apa ,otaknya berjalan ,mencoba memikirkan solusi terbaik dari semua ini..
“Apa yang terjadi?”Tanya Jun Pyo ,kaget melihatnya tiba-tiba menangis..
“Ini semua salahku untuk mengajak..,mengajak oppa ke dokter itu..,”isak Jandi ,suara polosnya penuh penyesalan..
Ya ampun ,jadi ia merasa bersalah atas semua ini ,pikir Jun Pyo tidak menyangka..Dan omelan ,cecaran ,juga protes yang terus keluar dari mulutnya hanya membuat Jandi merasa bersalah.Padahal jelas-jelas dokter bilang kalau wanita hamil pasti memiliki kemauan yang aneh ..Jun Pyo merasa dirinya sangat bodoh saat itu..Ia membawa Jandi kedalam pelukannya dan berkata ‘Maaf’ ..Namun isakan Jandi tak kunjung berhenti..Ia tahu maaf tidaklah cukup..
Mengingat sifat kekanakan Jandi akhir-akhir ini ,Jun Pyo memutar otak untuk membuatnya tertawa lagi..Butuh perjuangan untuk menghiburnya ,ia harus rela malu di depan orang-orang dan mematikan gensinya yang besar itu..
Jun Pyo berlagak seolah ia sedang menghibur anak kecil atau apalah..Ia berlaku begitu konyol ,mengeluarkan berbagai ekspresi aneh pada muka tampannya itu..,misalnya saja membentuk hidung babi ,memonyongkan mulut ,apapun sehingga ia terlihat gila ..Cara itu berhasil ,disela isakannya Jandi mengadah dan mengeluarkan sedikit tawa..Melihat Jandi yang tersenyum ,Jun Pyo menjadi bersemangat dan berusaha lebih keras ,kali ini ia berdiri di depan Jandi dan bertingkah bak orang sinting yang terlepas dari rumah sakit jiwa..Berputar-putar seperti monyet ,ini ,itu ,hal yang paling jarang ditemukan dalam sosok Goo Jun Pyo,..Kali ini tidak hanya Jandi ,namun seisi ruangan tertawa hebat..
Saat itulah Jun Pyo berhenti ,ia menghampiri Jandi dan memeluknya dengan erat ,”Putriku ,jangan menangis yah..,”bisiknya sambil mengelus kepala Jandi dan mengecupnya..
Ia tahu ,dirinya tadi terlihat seperti orang sinting didepan begitu banyak orang..Secara tidak langsung telah mempermalukan diri sendiri..Namun Jun Pyo menasihati dirinya ,inilah tugasnya sebagai seorang suami ,ketika ia memulai suatu permasalahan ,maka harus ia juga yang mengakhirinya..Hari itu ia merasa mendapat pelajaran berharga..Hari yang takkan dilupakannya ..Semua dilakukan karena cinta semata ,yang tidak menuntut balasan apapun..
***
“Akhir-akhir ini kau makan banyak?”Tanya Yizhung ketika keduanya sedang duduk sambil menyantap makan malam..
Gaeul tidak mengantakan apa-apa ,ia hanya memperlihatkan anggukan kecil..
“Um ,pantas ,kau jadi terlihat gemuk..,”tawa Yizhung..,mengingati Gaeul akan kehamilannya yang semakin membesar..
Gaeul tidak merespon ,padahal biasanya ia akan membalas dengan tawa juga atau kedua pipinya akan merona ,tetapi kali ini ia hanya membeku dalam diam..
“Kenapa sih?”Tanya Yizhung bingung ,ia mencoba mencari alasan dibalik semua kelakuan Gaeul..,tetapi tidak mendapati atau menyadari dimana letak kesalahan semua ini sehingga istrinya berlaku seperti itu..
Nasi masih tersisa banyak didalam mangkuk Gaeul ,tetapi ia meninggalkan Yizhung sendirian ,lalu masuk kedalam kamar..Yizhung tak bisa berkata apa-apa ,merasa kaget sekali lagi dirinya diperlakukan begitu aneh..Ia memutuskan untuk mengejar Gaeul kedalam kamar..
“Kenapa tidak makan lagi ,nasi dan laukmu masih banyak kan?”Tanya Yizhung ,dengan sabar ia menghampiri Gaeul yang sedang duduk di kasur ,raut mukanya kusut tanpa ekspresi ,”Tidak apa..”
Yizhung mulai menggunakan jurus mautnya ,ia menatap Gaeul ,hendak membawa Gaeul kedalam pelukannya..,tetapi Gaeul menolak dengan alasan yang sangat tidak rasional ,”Aku hendak tidur ,”katanya menghindari Yizhung dan segera membenamkan dirinya dibawah selimut..,kesan ‘menghindari’ itu begitu nyata dibuatnya..
Yizhung tidak bisa dibodohi ,ini bukan Gaeul dan ia merasa ada yang tidak beres diantara mereka..”Apakah kau menjadi begitu membenciku sampai-sampai tidak mau dipeluk hanya untuk beberapa detik saja sebelum tidur?”bisik Yizhung pelan ,lalu ia keluar menuju ruang makan , meninggalkan Gaeul yang menangis di balik selimutnya..
***
Minggu demi minggu dilewati bersama ,membuat Jae Kyung dan Jihoo lebih dekat daripada sebelumnya..Nyatanya ini terjadi berkat kakek yang selalu mengusir Jihoo ke rumah Jae Kyung setiap ia pulang kerja..Terkadang Jae Kyung akan meninggalkan kunci rumahnya di bawah keset kaki di depan pintu jika ia belum pulang dari kantor ,menyadari Jihoo yang akan selalu datang untuk menghabiskan sisa malam bersamanya.Terkadang juga mereka masak berdua ,walaupun awalnya Jihoo mengaku ia hanya bisa memasak pancake ,itupun karena Jandi dulu ,tetapi beberapa hari ini ,beragam makanan telah menjadi bahan eksperimen mereka..Seperti pasta ,sup ,bahkan hidangan penutup..
Hari ini Jae Kyung menunggu Jihoo sampai larut malam ,ia tak kunjung datang.Tak ada tanda-tanda Jihoo diluar sana ,ini sudah lewat jam makan malam..Dan Jae Kyung melewatkan makan malamnya demi menunggu Jihoo ,sadar atau tidak ,sekarang mereka menjadi seperti ‘bergantung’ satu dengan lainnya..
Ketika jam di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 10..Jae Kyung masih enggan untuk menyeret dirinya kedalam kamar tidur..Seolah dirinya membeku ,hanya ingin menunggu kedatangan Jihoo..Berharap-harap cemas ,penantiannya tidak akan sia-sia..
Tik..tik..tik ..bunyi jam itu memperingati Jae Kyung bahwa hari tidak berhenti begitu saja ..Pukul 10.50 ,Jae Kyung masih menanti dengan mata sayunya..Dan suara ‘grek’ kecil terdengar samar ,membuatnya semangat lagi.
Apakah itu Jihoo?
Jae Kyung berlari kedepan dan mendapati Jihoo berdiri disana dengan sebuket besar bunga mawar dan plastic beriisi kue di tangannya..
“Ini kakek yang menyuruhku..,”gumam Jihoo..,”Maaf kalau aku datang begini larut..”
Jae Kyung tersenyum dan meraih bunga itu dari tangan Jihoo..,”Ayo masuk kedalam dan makan kue yang kau bawa..,”kata Jae Kyung ,menyelipkan secercah nada ‘semangat’ pada suaranya..
Mereka makan dalam ketenangan ,Jae Kyung masih diliputi kesenangan ketika mendapati Jihoo ternyata datang malam ini..
Seusai makan ,tidak ada lagi acara bincang-bincang atau bermain biola seperti biasa kerena hari sudah begitu larut ,Jae Kyung tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya ,ia naik ke lantai 2 dimana kamarnya berada ,sementara Jihoo pamit pulang..
Ketika Jihoo menutup pintu rumah Jae Kyung sepelan mungkin ,ia berdiri tanpa melangkah lalu berbisik ,kata-kata yang ia harap didengar Jae Kyung ,tetapi ia merasa konyol karena tidak ada Jae Kyung disini untuk diajak bicara ,”Sesungguhnya aku bohong.Kakek sudah tidur dan tidak ada yang menyuruhku untuk datang ,aku bisa saja langsung tidur sepulangnya aku kerja.,tetapi dalam hatiku ,aku memaksa diriku sendiri untuk datang..Bunga mawar itu kubeli untuk pasien perempuan yang akan keluar dari rumah sakit hari ini..Tetapi diriku sadar dan tidak bisa menepis kenyataan kalau ,aku akan lebih bahagia jika kau adalah perempuan yang menerima bunga itu..”
***
Suatu malam ,Jilli memandangi wajah Woo Bin yang tertidur..
Ia masih berpikir keras dengan seribu pertanyaan membanjiri otaknya mengenai bunga carnation yang terbuat dari kertas itu..
Venesia ,kota seribu kanal ,tetap ramai pengunjung ,disetiap bulannya..Jilli kecil yang berumur 5 tahun, terisak ketika ia terpisah dari ayah dan ibunya..Dihantui ketakutan bahwa ia tidak akan pernah melihat orang tuanya lagi..
Orang yang lalu-lalang merasa tidak peduli dan tidak berkepentingan..Jilli tak mengerti harus berbuat apa selain berdiri diam sambil memangis terisak ,tidak tahu siapa harus ia mintai tolong..
Dari seberang ,mata biru tajamnya bisa melihat kearah turis asing yang sedang menyantap makanan bersama keluarga ,mereka terlihat begitu senang dan ceria..Salah satunya seorang anak lelaki seumurannya berwajah oriental,mengenakan jas bewarna coklat..Ia memperhatikan Jilli yang menangis ditengah kermaian..
Lelaki itu terlihat berbisik kepada orang tuanya yang sibuk mengobrol..Lalu ia menghampiri Jilli dengan 2 bungan Carnation di tangan kecilnya..,yang ia ambil dari atas meja makan tadi..
“Why are you crying?”Tanya nya dengan logat bahasa Inggris yang aneh..
“I’m lost..,”jawab Jilli ,ia masih terisak ,tak bisa menahan tangisannya..
Tanpa basa-basi anak lelaki itu mengandeng Jilli dan meminta pertolongan orang tuanya untuk mencari orang tua Jilli yang hilang..
“Ada apa?”Tanya orang tua lelaki itu bingung ,melihat anak mereka mengandeng seorang perempuan kecil yang terisak..
“Orang tuanya hilang..,”katanya menjelaskan..
Ingatan itu samar-samar menghampiri Jilli..Ia tidak yakin persis apa yang terjadi setelah itu..Tetapi setelah orang tuanya ditemukan pada malam harinya ,ia ingat sempat mengucapkan kata perpisahan dengan anak lelaki asing itu..
“Thank you ,”papar Jilli kecil gembira ,ketika orang tuanya sudah ditemukan..
“You’re welcome..,”senyumnya ramah ,”This is for you ,please remember me..,”anak lelaki itu memberikan 2 bunga carnation kertas yang bewarna pink cantik..
“No ,one for you ,one for me..,”kata Jilli mengembalikan salah satu bunga di genggamannya..
Anak lelaki itu tersenyum ramah lalu pergi meninggalkan Jilli bersama orang tuanya..Sesampainya di rumah ,Jilli sempat menyesal karena tidak mengetahui siapa nama lelaki yang menolongnya tadi ,tetapi disisi lain ia senang karena merasa telah menemukan pangeran impian seperti yang dibacakan dalam dongeng..Sejak saat itu Jilli kecil selalu mengingatnya sebagai ‘My Knight’…,ia selalu tersenyum ketika bayang-bayang senyuman lelaki itu menghampiri dirinya..
“Apakah kau benar-benar My Knight?1000 banding 1 ,keajaiban kalau kau benar-benar My Knight”gumam Jilli bertanya-tanya..
“Apa itu My Knight?”Tanya Woo Bin ,matanya masih tertutup ,membuat ia terlihat seperti menggigau..
“Kau belum tidur?”Tanya Jilli terkaget-kaget..
Woo Bin hanya terkekeh ,lalu membuka matanya ,bertemu pandang dengan mata biru Jilli..
“Tadi siang ,aku tak sengaja menemukan bunga carnation kertas..,”papar Jilli ,terdengar keraguan dalam suaranya untuk memulai semua ini..
“Um..,bunga itu ,”kata Woo Bin ..,”Memangnya kenapa?”tanyanya polos..
“Darimana asalnya?”
“Dari suatu tempat yang sangat jauh ,”jawab Woo Bin tersenyum..
“Boleh kutebak?”
“Sure..”
“Apakah Venesia jawabannya..,”kata Jilli ragu…,walaupun jawabannya mungkin saja ya atau tidak ,bisa saja kan dia memungutnya di suatu tempat atau diberikan oleh seseorang ,begitulah pikir Jilli…
Tanpa sangka mata Woo Bin sedikit membelalak..,”Kenapa..,kenapa kau bisa tahu..”
Hati Jilli bagai mencelos ,ternyata Woo Bin adalah anak yang waktu itu ,’My Knight’ yang selama ini selalu dipikirkannya ,diidamkannya..,tidak salah lagi..
“I’m lost..Do you remember?”Jilli mulai tersenyum manis ,tidak menyangka..,tubuhnya dicecari kesenangan yang mendalam..
“You..,you?”Woo Bin terduduk ,matanya masih bersitegang dengan Jilli..
“Yes ,’My Knight’ ,this is me ,your little girl..,,my name is Jilli ,thank you for the carnation flower that you gave ..Itu yang ingin kubicarakan denganmu selama ini ‘My Knight’,”bisik Jilli…
Sekarang ia mengerti apa itu takdir..Dan inilah garisnya ,ternyata ia ditakdirkan dengan Woo Bin ,ksatria masa kecilnya..
***
“Muka mereka tidak terlalu jelas ,padahal aku ingin tahu ,rupa mereka sepertiku atau sepertimu,”gumam Jun Pyo ,ia mengacungkan foto hasil USG 4D keatas ,cahaya lampu menembus foto itu..
“Kata dokter usia kandungan 6 bulan adalah waktu yang lebih tepat untuk melakukan ini semua ,berarti tinggal sebentar lagi yah..,”kata Jandi polos ..
Jun Pyo mengganguk kecil ,”Tidak disangka ,anak kita sungguh kembar ,tetapi untungnya tidak kembar 7 ,aku sempat berpikir mengingat nafsu dan gairah kita yang tak terbendung itu ,anak kita akan benar-benar menjadi kembar 7 ,membuatku malu setengah mati ketika berhadapan dengan eomma dan appa”canda Jun Pyo sambil tertawa lega ..,merasa disindir ,kedua pipi Jandi merona merah tanda malu ,ia pun tak bisa menyembunyikan fakta yang satu itu..
Jandi menatap foto itu dengan bangga ,bersabar sebentar lagi ,sebelum ia menjadi ibu..,hal ini terasa fantastis..
“Hah ,tidak ada lagi yang perlu dipersiapkan ,semua kebutuhan bayi sudah kita miliki lebih dari cukup..,Oppa..Ini karenamu berbelanja begitu banyak tempo dulu ,”protes Jandi cemberut ,mengingat ia tidak terlalu berperan dalam persiapan ini..
“Sepertinya belum semua ,masih ada aku..Aku harus mempersiapkan mental untuk segala rengekkan dan ocehanmu yang semakin menjadi tahu!”goda Jun Pyo..
Jandi hanya terkekeh mengingat semuanya..”Aku sedang mengandung anakmu ,sepantasnyalah aku melakukan itu padamu ,Oppa.,”kata Jandi tak mau kalah..
“Siapa ya nama mereka berdua..?”kata Jun Pyo tiba-tiba..,membuat Jandi teringat kalau mereka belum mempersiapkan nama untuk kedua anaknya..
“Lelaki dan perempuan ,sepasang ,pas sekali..,”senyum Jun Pyo melebar ,ketika berpandangan dengan istrinya..
“Bagaimana kalau kita menggunakan Byeol dan Dal pada nama mereka ,”usul Jandi..(Byeol ,Dal =Bintang ,Bulan)
“Ahh!!Benar juga ,aku jadi meningat masa kita pacaran dulu ,”ucap Jun Pyo ..,”Goo Kim Byeol dan Goo Kim Dal ,nama yang sempurna ,”kata Jun Pyo lagi setelah ia terdiam sesaat memikirkan nama yang tepat..
Tidak perlu waktu lama-lama ,keduanya setuju dengan nama itu..
“Kim Byeol ,Kim Dal ,cepat lahir yah ,eomma dan appa menunggumu disini ,”kata Jandi mengelus perutnya..
***
Seiring berjalannya waktu ketika perut Gaeul semakin membesar ,ia membeli banyak sekali kemeja longgar dalam berbagai macam warna ,untuk menyembunyikan kehamilannya..Sejujurnya dalam keterpurukan yang mendalam ,ia tak bisa merasa peduli dengan kandungannya itu..Sekarang ia bagaikan mayat hidup ,apapun yang dilakukan terasa hambar dan hampa ,seperti orang yang frustasi akan kehidupan..Hubungannya dengan Yizhung tidak pernah membaik tentu saja ,sejak kehadiran wanita itu.Sekarang setiap jam 4 pagi ,ia akan terbiasa dengan bunyi raungan mobil ferarri merah di depan rumahnya ,dan Yizhung akan keluar kamar untuk menemui wanita itu..Sepanjang kesendiriannya Gaeul hanya akan terisak dibalik selimut..Merasa terlalu konyol karena mengasihani dirinya sendiri..Hari-hari dilewatkannya dalam diam ,ia makan dengan terpaksa setiap harinya ,air mata akan mengalir tiba-tiba ,tidurpun tidak nyenyak bagaikan tidur beralas batu..
Gaeul jatuh sakit pada suatu ketika ..,tetapi ia tetap menyembunyikan semuanya daripada Yizhung..Ia bertekad ,semua yang terjadi pada dirinya termasuk kandungannya ,takkan pernah diberitahunya pada Yizhung ,ia merasa Yizhung tidak perlu tahu apa-apa lagi..Gaeul memutuskan untuk pergi ke dokter siang hari itu..
Mukanya pucat bagaikan mayat membuat orang-orang di bus menatapnya ngeri sekaligus kasihan..Nafas Gaeul tersengal-sengal ,terdengar persis seperti orang yang memiliki sakit asma ..Untunglah jarak rumah sakit tak terlalu jauh ,jadi ia tidak perlu pingsan tiba-tiba dan mengangetkan seisi bus..
Gaeul menyeret dirinya untuk terus berjalan melewati lorong rumah sakit..Pening menyambarnya ,membuat seluruh pandangan menjadi bayang-bayang hitam dan buram..Seorang dokter paruh baya menopang Gaeul dan membawanya ke ruang rawat..Seketika itu juga ,para suster mulai sibuk bekerja disekitarnya..
Pandangan Gaeul menangkap pada jarum infuse yang dipakaikan pada tangannya..,ia meronta-ronta sambil menangis ,”Sus ,jangan..Jangan pakaiakan saya itu ,saya ingin pulang saja..,”suara serak Gaeul pecah ..
Tetapi dengan pandangan getir ,ia menatap Gaeul ,”Bu ..,sadarkah kalau anda berjalan dengan darah di sekujur kaki..Anda pendarahan ,kalau tetap dibiarkan ,janin ibu yang akan menjadi taruhannya..”
Hati Gaeul mencelos ,ia merasa sedih ,tetapi disisi lain juga merasa tidak mau peduli ,biarlah ia mati sekalian..Kata pikiran gilanya saat itu...
***
“Sudah jangan menungguku lagi ,ayo ikut saja..,”Jihoo yang baru sampai ,menarik tangan Jae Kyung keluar rumah..Petang itu ,sebagai dokter ,Jihoo disibuki oleh berbagai macam sesuatu yang menggila di rumah sakit ,misalnya saja kecelakaan tak terduga atau komplikasi seorang pasien..Semua terjadi tanpa sepengetahuannya ,maka ia tahu ,ia tidak akan bisa pulang sampai setidaknya besok subuh..Dan karena Jihoo tahu ,berdasarkan pengalamannya ,Jae Kyung akan tetap setia menunggu berapa lamapun ,dibuatlah keputusan ,hari ini ia akan mengajak Jae Kyung ikut serta ke rumah sakit..
Jae Kyung hanya diam membiarkan Jihoo menariknya..,karena ia sudah tahu betapa tidak enak menunggu sendirian ,maka ia memutuskan untuk ikut dan menurut saja..
Sepanjang jam kerja ,Jae Kyung selalu berdiri lalu duduk disamping Jihoo..Pasien yang kebanyakan wanita ,muda maupun ajhumma ,sedikit mengeriyit melihat kedatangan Jae Kyung ,lalu dengan sinis akan bertanya ‘Siapa ini?’ atau ‘Siapa kau?’ dan Jihoo dengan senyuman lebar akan menjawab ,’Dia pacarku’..Tak perlu berlama-lama ,beberapa pasien memutuskan untuk langsung pergi dengan pintu dibanting sekencang-kencangnya ,tetapi pasien lain yang ‘benar-benar sakit’ tidak akan terusik dengan kedatangan Jae Kyung sebagai ‘pacar’ Jihoo…
Setiap kali kata pacar keluar dari mulut Jihoo dan ia merasa itu ditunjukkan untuk dirinya ,Jae Kyung akan merasakan alirian listrik disekujur tubuhnya yang membuat ia tersenyum sendiri tanpa alasan..Tidak ada alasan untuk senang dengan hubungan palsu ini ,tetapi entah mengapa ,ia merasa senang…Apakah mungkin?
Jae Kyung menggelengkan kepalanya ,tidak mungkin ini terjadi ,jelas-jelas mereka hanya pura-pura..Ini tak mungkin ,tepis Jae Kyung..Ia berusaha memikirkan berbagai macam hal untuk mengusir pikiran itu dari pikirannya..,tetapi tidak berhasil..
Setidaknya sampai jam 12 malam ,ketika pasien mulai jarang berdatangan ,mata sayu Jae Kyung memutuskan untuk tidur ,ia merasa tidur adalah pilihan tepat untuk melupakan perasaan gila ini..Yah ,tidur saja lebih baik ,pikirnya..
***
“Wah ternyata kliniknya sudah jadi ,pasti Jihoo sunbae akan senang sekali melihatnya ,”papar Jandi gembira ,ia masih ingat ,dulu klinik yang kakek tempati ini sempit dan sudah tua ,sekarang Jun Pyo bagaikan ‘menyulapnya’ menjadi klinik yang fantastis..
“Setelah anak kita lahir ,apakah kau berencana mengurus klinik ini?”Tanya Jun Pyo ragu..,ia masih merasa aneh ,Jandi mau bekerja padahal jelas-jelas keungan mereka sangat sangat cukup..
“Tentu saja ,aku harus menggantikan kakek ,menjadi dokter yang hebat ,”jawab Jandi berangan-angan..Menyembuhkan orang lain adalah impiannya sejak dulu ,menurut Jandi hal tersebut adalah pekerjaan yang hebat..
“Wah tidak terbayang berapa banyak pasien yang akan keracunan ,”kata Jun Pyo menggoda Jandi ,tetapi tentu saja Jandi tidak marah ,paling tidak untuk sekarang ,keadaan akan menjadi berbeda ketika anak mereka sudah lahir ,maka Jun Pyo merasa ia sudah cukup puas mengejek Jandi dan tidak mendapat omelan darinya..Ketika semua sudah berjalan normal nantinya ,Jandi akan protes dengan tampang ketus ,seperti ‘YYA GOO JUN PYO’ atau ‘AUSHHH MAU CARI MATI!!’ ..Jun Pyo tersenyum ,meningat betapa ia merindukan omelan itu..
“Enak saja Oppa!!”Jandi tertawa ,ia berjinjit dan mengacak-acak rambut keriting Jun Pyo..
“Hey!Rambutku..,”Jun Pyo mencoba merapikan rambutnya yang menjadi berantakan ,ia mendekap Jandi dan mencium pipinya berkali-kali sebagai balasan..
“Aduh..Aduh ampunnn oppa ,ini ditengah jalan ,malu dilihat orang-orang..,”pinta Jandi ,ia berusaha melepaskan diri namun Jun Pyo terus mendekap dan mengecup pipi merahnya..Semua orang yang berlalu-lalang melewati klinik ,tersenyum melihat pasangan bahagia itu..
“Kau nakal sih ,sini kucium lagi ,”goda Jun Pyo ..,sementara jandi meraung-raung layaknya anak kecil, mencoba melepaskan diri dari dekapan Jun Pyo..
***
“Ternyata itu kau ,ya ampun..,”papar Woo Bin pada suatu sore,setelah beberapa minggu sejak ia tahu bahwa Jilli adalah yang anak hilang di Venesia itu..
“Yeah ,memang aneh ,tetapi aku merasa inilah destiny ,”senyuman Jilli menghiasi wajah manisnya..,”Siapa sangka ,My ‘Stranger’ Knight would be my husband..,”paparnya lagi bertatapan dengan Woo Bin..
“I still remember ,kau dikepang dua dengan pita hitam yang sangat lucu ,saat itu pipimu merona begitu merah sambil terisak..,”kata Woo Bin dengan tampang berpikir ,masih meningat-ingat kejadian itu..
“Hehehe ,I still remember your ‘geek’ English ,logatmu saat itu aneh sekali sih percaya atau tidak..,”ejek Jilli ..
Woo Bin tersenyum merasa dirinya disindir ,”English itu sangat susah untuk orang Korea tahu..,lagipula masa kau hanya mengingat logatku tanpa meningat yang lainnya..,”protes Woo Bin dengan tampang masam..
“Nope ,kau memakai jas cokelat ,dengan wajah tampan yang sangat oriental ,bagaimana bisa aku melupakan My Knight begitu saja..,”kata Jilli.., bahkan sampai dirinya beranjak remaja ,kejadian itu selalu membuat dirinya berbunga-bunga dan mengingat sosok Woo Bin kecil..
“Apakah kau masih menyimpan bunga carnation itu?”Tanya Woo Bin penasaran ,ia menggengam bunganya yang sudah rapuh dan layu ,bahkan sudah robek di beberapa sudut..
“Sayang sekali ,aku meninggalkannya di Venesia ,aku tak bisa katakan seberapa menyesal diriku waktu itu..,”Jilli menghela nafas panjang..,mengingat ketika dulu ia sadar kalau bunga carnationnya tertinggal di Venesia ,ia tak bisa berhenti meraung sepanjang hari..
“Ah sudah kusangka..,”kata Woo Bin , lalu dari kolong tempat duduknya ia mengeluarkan sebuah keranjang yang terbuat dari rotan berisi penuh bunga carnation bewarna cream keputihan ,sangat cantik ,wanginya pun bak aroma parfum mahal ..,”Tadaaa ,this is for you My Princess..”
Pipi Jilli merona kemerahan ,ia sangat bahagia ,sejenak ia tampak ragu untuk memegang keranjang penuh bunga itu ..Tetapi ketika kelembutan bunga caranation bertemu dengan tangannya ,Jilli bisa merasakan getaran masa lalu nya bagaikan ‘terbuka’ begitu nyata..
***