Author Topic: tears..12-maret-11  (Read 5232 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #15 on: August 01, 2010, 09:09:27 am »
Chapter 2



"Minho-a... Aku masih kepikiran dengan gadis tadi yang kita lihat di danau..." Celetuk bum sembari meletakkan kayu bakar di atas bara api unggun yang mereka buat di depan perkemahan mereka..

"Hm..." Minho menjawab asal celetukan bum sebab ia sedang sibuk melihat hasil hasil jepretannya tadi saat mengambil gambar di danau..

"Aigoo..sepertinya kau sibuk sekali. Memangnya kau melihat apa sih?" Bum yang tampak penasaran segera menghampiri minho dan mengambil kamera dengan paksa..

"Yaaa!"

"Omo!" Bum tampak terlihat begitu terpana melihat gambar dikamera minho..

"Kembalikan!" Sekarang giliran minho yang merebut kamera miliknya dari tangan bum kesal.

"Yaa minho-a! Bagaimana kau bisa mengambil gambar itu? Yipota..." Puji bum berbinar.

Memang gambar yang dihasilkan minho begitu indah.. Seorang gadis yang tengah menoleh ke arah samping dengan wajah yang diterpa sinar dari matahari yang mulai tenggelam...

Minho tersenyum tipis," aku tak sengaja mengambilnya secara refleks..."




***


"bear...!" Seru seorang gadis ceria.

Hye sun yang sangat tau panggilan itu datang dari mulut siapa, segera menutup buku bacaannya dan berlari keluar kamar dengan senyum manis..

"Honey!" Panggil hye sun agak keras saat menemukan sosok 'sahabat' nya tengah menaruh oleh oleh di sofa ruang tungku perapian..

"Kyaaaaa bear.. " Seketika ji yeon datang kedalam pelukan hye sun.. Yaa..ji yeon adalah sahabat kecil hye sun dan juga geun suk.. Ji yeonlah satu satunya sahabat hye sun yang paling mengerti akan dirinya..dan juga sebagai saksi perjalanan cintanya dengan geun suk.."Bear" adalah panggilan kesayangan untuk hye sun dari ji yeon..dan "honey" adalah panggilan kesayangan hye sun untuk ji yeon..panggilan itu sudah akrab ditelinga mereka sedari kecil..dan jika di gabungkan akan menjadi arti -beruang madu- sesuai dengan binatang kesukaan mereka berdua.

"Bear..kenapa kau tinggal disini tak bilang padaku hah? Mau mati ya!" Keluh ji yeon sedih.

"Mian..aku pun baru tau mendadak dari omma dan appa.." Jelas hye sun sambil terus memeluk ji yeon.

"Yaiiish! Aku pun tau karna diberitahu oleh ajumma...Baiklah aku maafkan. Tetapi dengan satu syarat!" Ji yeon melepas pelukannya dan menatap hye sun.

"Mwo? Apa itu?"

Ji yeon memutar bola matanya ke kiri dan ke kanan dengan senyum mengulum," izinkan aku menemanimu disini! Araseo?"

"MWO? Yaa honey aku sungguh gembira kau menemaniku disini, hanya saja bagaimana dengan kuliahmu?"

"Ah gampang. Aku cuti untuk satu tahun..lagipula aku tak tega membiarkan sahabatku mati kesepian di tengah hutan hanya ditemani oleh manager kim. Oh.. Sungguh aku bisa mati memikirkanmu di seoul jika tak cepat kesini..." Canda ji yeon sambil melirik ke arah manager kim yang mana dari tadi ia memerhatikan keakraban antara hye sun dan juga ji yeon.

"Gumawo honey..." Hye sun merasa terharu dengan ketulusan dan perhatian dari ji yeon.. Untung saat kematian geun suk, hye sun memiliki ji yeon yang setia disamping hye sun memberikan dukungan dan semangat padanya..kalau tidak,mungkin ia akan merasa sendirian di dunia ini..



***


Pagi harinya....


"Uhhm...." Bum merapatkan selimut lebih dalam ke tubuhnya..udara pagi hari ini begitu menusuk tubuh dan sumsum tulang..

"Yaa bum! Serakah sekali sih!" Dengus minho sebal sambil menarik lagi sebagian selimut yang dikuasai oleh geun suk.

"Uuuuhm...sayang.." Bum membalikkan badannya seketika dan melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh minho..sekedar memberitahu, posisinya sekarang bum seperti sedang memeluk guling..tentu saja dalam keadaan tak sadar.

Minho yang merasa kegelian luar biasa segera bangkit dan berlalu menjauhi bum yang masih asyik dengan mimpinya sendiri..

"Aiiish dasar penjahat kelamin!" Keluh minho..akhirnya ia pun berinisiatif untuk melihat lihat keadaan sekitar sembari jalan pagi...

"Ukh..dingin..." Ucapnya sambil merapatkan sweater berwarna hitam yang ia kenakan dan juga kupluknya..lalu ia pun mulai berjalan..



***


"Agashi..anda mau kemana?" Tegur manager kim saat melihat hye sun hendak menuju pintu depan..

Hye sun menoleh dan tersenyum kecil," aku ingin menghirup udara pagi di danau ajumma.."

"Mwo? Tetapi diluar dingin sekali..."

"Gwenchana..lihat! Aku memakai sweater tebal begini..." Hye sun memperlihatkan sweater berwarna hijau soft yang ia kenakan..

"Kude..hati hati agashi..jangan lama lama.." Akhirnya manager kim menyerah meyakinkan hye sun.

"Nee..oh iya ajumma siapkan sarapan untuk ji yeon ya..aku mungkin akan sarapan telat.." Perintah hye sun sebelum meninggalkan villa.

"Nee agashi..."




***


minho terhipnotis kembali oleh sosok gadis kemarin dengan posisi yang sama sedang menatap danau..ia sangat tak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis itu secepat ini.

"Omo...gadis itu lagi.." Gumam minho pelan.

Ia pun berjalan semakin lama semakin mendekat ke arah hye sun..

"Chogiyo..." Sapa minho tepat dibelakang hye sun dengan jarak dua meter..

Hye sun pun menoleh kebelakang..

Minho terkejut melihat air mata yang menetes dipipi gadis itu..matanya saat menatap minho begitu memancarkan kesedihan yang teramat sangat..

"Kau..kau kenapa menangis..." tanya minho bingung sekaligus prihatin.. Entah kenapa rasanya ia begitu ingin memeluk gadis mungil didepannya..meminjamkan bahunya untuk tempat sandaran gadis mungil nan rapuh itu...

Cepat cepat hye sun menghapus air matanya dan segera memalingkan wajahnya menghadap ke danau lagi...," a..anyi..gwenchana... Weo?" Jawab hye sun dengan suara khas orang yang habis menangis

" Mwo?" Kali ini minho yang dibuat bingung oleh pertanyaan dari hye sun..."Ti..tidak..aku kemarin tak sengaja melihatmu disini juga, sepertinya kau orang baru ya disini?" Akhirnya pertanyaan bodoh itu keluar asal dari mulut minho.

"Nee.. Aku baru tinggal disini.." Jawab hye sun sembari hendak pergi menjauhi minho.

"Cakaman!" Cegah minho refleks saat melihat gerak gerik hye sun yang hendak meninggalkan dirinya.

Akhirnya hye sun mau tak mau harus menatap pemuda itu," weo? "Katanya dingin

"Anu..eh begini..kita kan akan tinggal satu lingkungan, alangkah baiknya kalau kita saling mengenal nama kita masing masing..benar begitu kan?" Minho tersenyum manis pada hye sun walaupun sebenarnya jauh di dasar hati, ia merasa begitu kagum dengan keindahan wajah hye sun untuk pertama kalinya yang ia lihat benar benar secara saksama.

"Mwo?" Hye sun menyiritkan alisnya..lalu ia berfikir sejenak. "Pria gila..." Fikirnya dalam hati.. Karna ia tak mau berurusan terlalu lama dengan pemuda yang ada dihadapannya, hye sun memutuskan untuk pergi berlalu darinya.

"Yaaa..kau mau kemana! Yaaa!" Sahut minho sambil mengekori hye sun yang berjalan duluan meninggalkannya.

Hye sun mengepalkan erat tangannya menahan kesabaran yang hampir habis..," yaa mengapa kau mengikutiku terus?" Akhirnya hye sun membalikan badan menatap minho dengan sorot mata tajam seperti hendak menelan minho hidup hidup.

Minho yang mendapat perlakuan refleks dari hye sun ikutan berhenti," omo mengagetkan! Ah.. A..aku hanya ingin tau namamu saja..." Akhirnya ia harus jujur dengan apa yang memang ia inginkan saat melihat sosok gadis itu pertama kalinya.

"Mwo? Tidak penting!" Hye sun kembali membalikkan badannya dan berjalan cepat cepat meninggalkan minho.
Tetapi nasib berkehendak lain padanya,jalan bukit dengan penuh batu batu besar itu membuatnya hilang keseimbangan..

"OH!" Minho yang melihat buru buru menangkap tubuh hye sun saat tubuh itu oleng ke belakang...

HUP
Secepat kilat minho menangkapnya..dan berhasil! Sekarang ini hye sun sudah aman berada tepat di atasnya..tetapi tidak untuk minho..kepalanya terbentur batu kecil sehingga cairan kental berwarna merah mengalir di pinggiran jidatnya sedikit.
"Akh..." Rintih minho.

Hye sun segera melepas diri dari minho..

"Dho!" Plaaaaaak!
Tamparan mulus mendarat dipipi minho..setelah menampar minho hye sun segera berlari menjauhi minho tanpa melihat dulu kondisi minho saat itu yang tengah terluka.

Minho terkejut mendapat perlakuan begitu kasar dari hye sun.." Aigoo..benar benar aneh..." Keluhnya sembari memegangi jidatnya yang berdarah.

Memang sial nasibnya hari ini..berencana untuk berkenalan, bukan nama yang ia dapat melainkan luka dan tamparan yang begitu menyakitkan.


***


"Minho-a!!" Panggil bum dari kejauhan

"Oh bum-a! Ambilkan aku kotak P3K! Paliiiiiii" perintah minho sambil terus berjalan ke arah perkemahan.

"Mwo?"

"Paliiiiiiiii!!!" Kali ini minho lebih menguatkan suaranya.

Bum segera masuk kedalam tenda dan mengambil apa yang diperintahkan minho..

"Ketemu kau!" Ucapnya senang. Bum pun segera keluar dan menghampiri minho.

Betapa terkejutnya ia melihat darah segar yang hampir beku tengah menghiasi wajah sahabatnya itu," yaaa..wegude? Kau habis jatuh ya?" Tanyanya khawatir

"Anyi.." Jawab minho singkat sembari bercermin dan mengoleskan bethadine ke lukanya..untung saja luka yang ia alami tidak begitu parah, sehingga masih bisa ditangani sendiri tanpa harus ke dokter.

"Selesai!" Bum tersenyum lebar saat menempelkan handsaplast di kening minho.

"Gumapta!"

"Hehehe gwenchana..oh iya! Tadi saat kau pergi aku kan berjalan mencari udara segar di danau, lalu tak sengaja aku bertemu dengan seorang gadis manis." Cerita bum bersemangat dan duduk disamping minho

"Mwo? Dhugu?" Minho begitu penasaran.

"Namanya ji yeon.. Ia manis sekali loh.. Rambutnya ikal berwarna coklat..hiyaaaah..." Bum berbicara seolah ia yang merasa gemas sendiri.

"Aiiiish! Kau ini! Lalu?"

"Hm..ia mencari temannya bernama goo hye sun.. Dan kau tau siapa goo hye sun itu? "

Minho menggelengkan kepalanya

"Dia adalah gadis yang ada di kameramu! Gadis manis di danau kemarin itu loh.." Jelas bum

"MWO??darimana kau tau goo hye sun adalah nama gadis itu? Lalu? Lalu bagaimana lagi?" Kali ini minho lebih antusias dan makin penasaran.

"Aiiish kau ini kenapa? Ji yeon memperlihatkan foto hye sun dari ponselnya padaku." Celetuk bum heran

"Jadi namamu goo hye sun ya... Nama yang cantik..." Puji minho tentu saja dalam hati..

"Aku cukup lama mengobrol dengan ji yeon..dan taukah kau minho-a? Hye sun ternyata memiliki sejuta kesedihan yang ia alami setahun yang lalu..."

"Mwo? Apa maksudmu?" Minho meraih pundak bum dengan tangannya.

"Yaa santai saja bro! Sepertinya kau begitu antusias sekali dengan hye sun.." Selidik bum.

"Jangan mengurusiku! Sekarang yang lebih penting kesedihan apa yang kau maksud!"

"Hm.. Hye sun tinggal disini dikarnakan kedua orang tuanya yang menyuruh..sebab mereka takut jika hye sun semakin lama di seoul maka semakin sulit hye sun melupakan jang geun suk..."Bum berhenti dahulu sebentar untuk menyeruput kopi yang ia buat..

"Jang geun suk? Siapa dia?" Cecar minho

" Dia adalah kekasih hye sun...kekasih yang sudah meninggalkan hye sun setahun yang lalu sehingga menyebabkan hye sun kehilangan semangat hidupnya..." Lanjut bum..

"Mwo? Kurang ajar sekali geun suk itu! Berani beraninya meninggalkan gadis semanis hye sun!" Ucap minho geram..

"Hei..tenang..aku kan bilang santai saja..geun suk meninggalkan hye sun bukan karna ia membenci atau tidak mencintai hye sun lagi..."

"Maksudmu?" Minho semakin bingung..

"Setahun yang lalu geun suk meninggal akibat penyakit kanker darah yang ia derita.."




***



Sementara itu hye sun...



"Bear! Kau kemana saja..aku cemas mencarimu.." Ji yeon berlari menghampiri hye sun..

Hye sun tersenyum.." Mian, aku sengaja keluar untuk mencari udara pagi.."

Ji yeon memanjangkan bibirnya," kenapa tak membangunkan aku dulu hah?"

"Habis aku tak tega kau tidur dengan wajah kelelahan begitu.."

"Aigooo..oh iya dear! Tadi saat aku mencarimu, aku bertemu dengan pria yang menurutku cute sekali..." Cerita ji yeon berbinar

"Mwo? "

"Hee namanya kim bum! Waah aku beruntung ya menemanimu disini, bisa menemukan pria idamanku.. Hahaha..." Wajah ji yeon bersemu merah..

"Aigoo..lalu apakah kalian saling berkenalan?"

" Auuush bodohnya! Tentu saja! Kalau tidak mana mungkin aku tau namanya bear..kami mengobrol cukup lama.."

"Wah.. Berbicara tentang apa?"

"Kamu!"

"Mwo?" Hye sun terkejut

"Hehe habis aku sedang panik mencarimu, jadi menceritakanmu keluar saja dari mulutku..miane bear..kau tak suka ya..." Ji yeon terlihat begitu merasa bersalah

Hye sun menggelengkan kepala dan tersenyum," gwenchana..."

"Joungmal?"

Hye sun mengangguk...," nee.."

"Horeeee!" Ji yeon langsung memeluk hye sun..," mian sekali lagi bear.."

"Iya..eh kau sudah sarapan?"

"Belum. Aku menunggumu!"

"Araseo..kalau begitu kita sarapan sekarang," ajak hye sun

"Kachaaa...."

Akhirnya hye sun pun melupakan pertemuannya dengan pria gila itu..yang ia sendiri tak tau namanya.



***


Malam harinya..

Hye sun tampak sedang merenung di sofa kecil miliknya..sofa itu manghadap ke arah jendela besar, sehingga danau kesukaannya terlihat jelas dari balik jendela itu..
Wajah hye sun meredup..menatap lurus dengan pandangan kosong.. Begitu terus yang ia lakukan saat sedang sendirian.. Kadang senyum kecil tersungging dibibir mungilnya manakala ia sedang bernostalgia dengan kenangan manisnya bersama geun suk..

Tok tok tok
Pintu kamar hye sun diketuk..

Hye sun pun tersentak seketika.." Dhuguuu?" Tanyanya

"Bear apa aku boleh masuk?"
Ternyata itu adalah suara ji yeon..

"Nee honey masuk saja pintu tak aku kunci.." Jawab hye sun..

Ji yeon pun masuk kedalam kamar hye sun dengan membawa dua cangkir yang berisikan coklat panas.

"Ini.." Ji yeon memberikan satu cangkir kepada hye sun..lalu setelah itu ia ikutan duduk manis di sebelahnya

"Gumawo.." Hye sun langsung menyeruput coklat panas pemberian ji yeon.

"Memikirkan geunsuk kah?" Ji yeon memulai pembicaraan.. Pandangan matanya terfokus pada danau indah di balik kaca jendela..

Hye sun tersenyum nanar," nee..selalu memikirkannya..."

Ji yeon menghela nafas panjang," bear..sampai kapan kau betah dibayangi terus oleh geunsuk hah?" Tanyanya sedikit meninggi

"Weo honey..sepertinya kau tak suka.."hye sun tak mengerti.

"Bukan aku tak suka bear..hanya saja aku sudah lelah melihatmu terus seperti ini.. Tidak ada gairah hidup..kau asyik dengan dirimu dan kesedihanmu sendiri.." Keluh ji yeon

Hye sun tak mampu menjawab perkataan dari ji yeon hanya bisa terdiam..walaupun begitu tubuhnya tak bisa berbohong..itu terlihat dari tangannya yang gemetaran saat memegang cangkir akibat guncangan perkataan dari ji yeon begitu sangat menusuk ke dalam hatinya.

"Bear.. Sudah saatnya aku harus menyadarkanmu.." Ji yeon akhirnya melepas pandangan matanya dari danau beralih sekarang menatap hye sun sungguh sungguh.
"Bear..sudah cukup setahun lamany kau terpuruk dari kesedihanmu. Dan sekaranglah waktunya kau bangkit! Coba kau fikir, apa ini yang geun suk inginkan darpesannya lewat sebuah rekaman yang ia buat sebelum benar benar pergi meninggalkanmu hah? Bukan bear! Semua yang kau lakukan bertolak belakang sekali dengan apa yang geun suk inginkan! Jelas jelas kau tau geun suk menginginkan kau menjalani hidupmu dengan senyuman! Melakukan segala sesuatu yang kau sukai! Bahkan ia mendoakanmu untuk mendapatkan pria yang benar benar bisa menjaga dan mencintaimu selamanya! Tetapi apa? Kau malah menyiksa diri dengan mengasingkan dirimu! Kerjaanmu hanya menyendiri setiap hari! Ini sudah diluar batas bear." Ji yeon akhirnya mencecar hye sun habis habisan malam ini. Ji yeon sungguh sungguh sudah kehabisan akal untuk menyadarkan hye sun dengan cara halus..

Hye sun hanya diam terpaku melihat luapan hati yang dicetuskan oleh ji yeon.. Ia merasa tubuhnya seperti dihempas  oleh angin kencang.. Sehingga membuat dirinya menjadi sakit sekali..dibenaknya kembali lagi bayangan geunsuk saat menyampaikan pesannya lewat rekaman yang ia buat.. Memang benar geun suk berpesan begitu..tapi tak tau mengapa rasa kehilangan itu begitu jauh lebih menguasai dibanding rasa untuk bangkit berdiri..

"Bear..aku juga sahabat geun suk merasa begitu kehilangan saat ia meninggalkan kita..tetapi untuk apa kita terus diselimuti oleh rasa itu.. Tak ada gunanya bear. Malah membuat geunsuk tak tenang di alam sana..lebih baik kita menjalani apa yang menjadi pesan terakhirnya sebagai tanda kalau kita benar benar menyayanginya.." Ji yeon berkata kali ini dengan linangan air mata..

"Sakit..hatiku sakit honey..rasanya hidupku sudah tak berarti lagi tanpa geunsuk..aku ragu akan baik baik saja tanpanya jika mengingat dari dulu aku selalu bergantung padanya..." Hye sun tertunduk..sama seperti ji yeon, air matanya pun mengalir deras dipipinya..bahunya berguncang hebat akibat isakan kuat darinya..

"Bear..inilah kendalanya! Kau sudah menyerah sebelum mencoba.. Kumohon bear demi geunsuk dan aku..juga orang tuamu, bangkitlah..cobalah untuk menikmati harimu kembali..cobalah seperti apa yang geunsuk katakan padamu..aku yakin kau pasti bisa bear..." Ji yeon membawa hye sun ke dalam pelukannya..

"Hu..hu.. Aku sangat merindukannya..." Tangis hye sun semakin pecah terdengar..

"Nee aku tau..aku pun sangat merindukannya bear..kau mau kan mulai sekarang untuk menjalankan amanat dari geun suk? "

Hye sun mengangguk kecil," nee..aku akan mencoba demi geunsuk..aku mau ia melihatku disana kalau aku baik baik saja disini..bahwa aku bisa melepaskannya dan mencoba kehidupanku yang baru..." Takadnya sungguh sungguh..

"Akhirnya... Goo hye sunku yang dulu kembali lagi..." Ji yeon mencium ubun ubun kepala hye sun..

"Honey..gumawo..kau sudah menyadarkanku..walaupun susah aku akan berusaha melawan..walaupun sakit aku akan berusaha untuk bangkit...aku akan berusaha untuk tidak mengingat dulu lagi..yang ada hanya sekarang, besok, lalu besoknya lagi dan seterusnya.. "

Ji yeon semakin terharu dibuatnya," hiks..aku akan selalu mendukungmu bear.. Apapun akan kulakukan agar kau dapat kembali menjadi hye sun yang dulu.."

Jadilah malam ini kedua gadis cantik ciptaan tuhan maha sempurna itu menangis terisak semalaman..menangis untuk melepas masa lalu..biarkanlah mereka berdua menangis meraung raung tetapi tidak untuk besok. Besok adalah waktunya hye sun untuk bangkit dan menyambut lembaran baru yang sudah menghilang setahun yang lalu...



***