Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19554 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death
« Reply #15 on: August 03, 2010, 11:25:23 am »



"Di sini?," tanya Sun-Hye tak percaya.

Matanya yang letih dan sembab melayang ke pemukiman di sekitarnya. Tua dan tak terurus, itu kesan pertama yang tertangkap oleh penglihatannya. Kemudian dia beralih ke flat yang berdiri tegak di depan. Sama tua dan kotornya, dengan dinding-dinding yang mulai mengelupas.

"Ne," jawab So-Eun, sahabat karibnya, " .. paman Joo yang menganjurkannya padaku-untukmu. Kamu tidak ingin skandal-kan? Kata paman, dia merupakan pilihan yang tepat. Dia tidak terikat organisasi resmi apapun. Dan juga keberadaannya tidak begitu diketahui oleh massa. Tapi, meskipun begitu, keahliannya tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah banyak membantu kesatuan polisi menyelesaikan kasus-kasus rumit."

So-Eun kemudian menarik tangannya. "Ayo kita masuk! Flatnya ada di lantai dua .."

Sun-Hye tak bergeming dari tempatnya walaupun tarikan So-Eun cukup keras. "Tapi .. ," katanya ragu-ragu.

"Yaa Goo Sun-Hye!!," ujar So-Eun kesal. "Kamu yang memintaku bertanya pada paman mengenai detektif-detektif yang bisa dimintai pertolongan dan sekarang- kamu ingin menghindar?"

Sun-Hye menyurut sedikit. Agak ngeri juga melihat kejengkelan So-Eun yang biasanya manis ini.

"Saya tidak memaksa ...," lanjut So-Eun, sedikit dibuat lembut, " .. tapi saya sudah memohon-mohon pada paman Joo supaya diberikan alamat detektif ini. Menurut paman, biasanya orang ini hanya membantu Departemen Penyelidikan Kriminal Polisi. Dia jarang terlibat kasus-kasus yang bersifat pribadi. Ini kesempatan yang sangat baik. Jadi lihat," mendadak dia mendorong lengan Sun-Hye, "perjuanganku sudah besar kan?". Setelah pertanyaan itu, tampang So-Eun perlahan-lahan menjadi khawatir, "Apa jadinya kalau paman Joo mengetahui kemunduranmu ini? Beliau pasti menganggapku mempermainkannya? Bisa-bisa uang jajan bulan ini lenyap tak berbekas ... "

Sun-Hye termangu. Mungkin benar apa yang dikhawatirkan So-Eun. Paman Joo tidak segan-segan bertindak keras dalam mengajar keponakan satu-satunya ini. Sudah sering uang jajan So-Eun lenyap gara-gara tidak mendengarkan perkataan Inspektur Joo. Jadi tidak mengherankan melihat sahabatnya ini begitu khawatir.

"Bagaimana?" sekali lagi So-Eun mendorong lengannya. Kali ini lebih keras.

Sun-Hye menarik nafas kuat-kuat dan mengambil tekad. "Kita masuk sekarang juga!"

Sun-Hye mendahului So-Eun menaiki tangga pendek di depan serambi yang memanjang sepanjang flat tersebut. Kemudian mereka berlari-lari kecil menuju lantai atas lewat tangga yang terdapat di sebelah kanan kediaman pribadi tersebut. Dua menit kemudian, mereka sampai di depan pintu flat yang alamatnya tertera dalam kertas genggaman So-Eun.

"Benar flat nomor ini?" tanya Sun-Hye.

So-Eun meneliti kertas dalam genggamannya. Dia mengangguk. "Benar. Cepat tekan bellnya!"

Sun-Hye tidak bergerak. Tangannya terangkat perlahan tapi dia kelihatan ragu untuk menekannya. So-Eun langsung berdecak tak sabar.

"Biar saya saja!" katanya sambil mendorong tubuh Sun-Hye.

ting .. tong .. ting .. tong .. , mereka bisa mendengar bell tersebut berbunyi berkali-kali.

Kemudian mereka menunggu. Mendengarkan. Tidak lama kemudian, terdengar langkah kaki terburu-buru dari dalam flat. Walaupun lemah tapi bisa tertangkap dengan jelas.

drekkkk ... pintu dibuka dari dalam. Dan seraut wajah kelam dengan ekspresi tembok- tidak terbaca, terlihat dingin dan agak menakutkan- muncul dari balik pintu. Dia berpakaian rapi ala pelayan pribadi. Lengkap dengan rompi dan dasi kupu-kupunya.

"Iya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu dengan suara datar.

"Ne .... ," sahut Sun-Hye dan So-eun bersamaan, gugup. Tanpa sadar mereka mundur selangkah ke belakang.

"Ada apa?"

"Ka .. kami .. ingin bertemu ... detektif .. Lee .. " jawab So-Eun dengan susah payah.

"Anda ada janji?" tanya pria angker itu lagi sambil mengamati mereka dengan seksama. Seperti memotori setiap gerak-gerik mereka.

"Ti .. tidak ... " suara So-Eun terdengar semakin lemah. "Tolong katakan pada ... detektif Lee, ... kami .. kami datang atas .. atas anjuran inspektur Joo ..."

"Inspektur Joo?" pria tersebut mengulangi nama itu. Dia bergerak sedikit. Sepertinya nama paman Joo cukup berpengaruh terhadapnya. Kemudian dia bergeser dari tempatnya. Agak menempel ke pintu dan mempersilahkan kedua tamu wanitanya memasuki ruangan. "Silahkan masuk nona-nona!"

Sun-Hye dan So-Eun saling berpandangan selama sedetik. Tanpa dikomando mereka menelan dengan kuat-kuat.

"Ghamsamida."

Sambil membungkuk dalam-dalam, mereka memasuki ruangan kelam tersebut dengan sepasang kaki gemetar. Diikuti pria di belakangnya dengan sikap sempurna.

*************
« Last Edit: August 03, 2010, 11:38:00 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun