spoiler spt yg diminta vay_za
Kepala Minho nongol dari balik pintu kamar. “Kenapa lama se .. ka .. li … ?” pertanyaannya memelan seiring pandangannya yang jatuh ke penampilan Hyesun. “Yeppo-yo …,” pujian tersebut terlontar begitu saja dari bibirnya.
“Hmm …,” Hyesun salah tingkah. Sepasang pipinya yang sudah memerah karena pemerah pipi menjadi semakin merah. Dia menunduk perlahan.
“Weo? Malu?” tanya Minho sambil mengulum senyum.
“Yaa .. ,” protes Hyesun.
Minho tertawa. Sesaat kemudian dia meraih pinggang Hyesun dan menariknya kearahnya. “Tapi benar ,, .. kamu sangat cantik baby .. “, bisiknya pelan di telinga Hyesun. “Saya bangga padamu .. “
Hyesun menekan tangannya di dada Minho—berusaha menjauhkan diri dari dekapannya. Dadanya sudah hampir meledak sekarang. Bukan hanya karena pelukan ini, tapi juga pujian-pujiannya. Aku harus melepaskan diri sekarang juga! Jika tidak, kami tidak akan terkendali lagi.” pikirnya gugup.