CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #1417
« previous
next »
Print
Pages:
1
[
2
]
3
4
...
61
Go Down
Author
Topic: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10) (Read 59974 times)
endree_noona
Admin
Hero
Posts: 1713
^True ♥ Never Runs Smooth^
Location: heroes city ^^
Re: One Shot Story-Bridge of Love (Part 1)
«
Reply #15
on:
January 24, 2010, 08:54:00 pm »
Masih panas akan fakta tentang Shay ,Oz menambahkan semua kesakitan ini.. Fakta tidak naik kelas itu muncul ,disaat yang benar-benar tidak tepat..Aku lelah ,setelah menyadari semua waktu belajar kami selama ini terbuang sia-sia..
Gerak-gerik Oz yang mengikutiku ,sejenak ia tampak berpikir apakah keputusannya untuk mengikutiku adalah keputusan yang benar..Tampaknya tidak ,aku sudah muak dan tidak ingin didekati siapapun saat ini..
Tetapi semua keadaan buruk seolah sangat senang mendekati ..Oz berada di belakangku ,ia terdiam ,tak berani melakukan apa-apa..begitupun aku yang hanya membisu ,tidak menggerakkan sedikitpun satu anggota tubuhku..Di depanku ,sebuah rumah bergaya Italy yang berukuran sedang membentang kokoh dengan gaya arsitekturnya yang sangat khas ,mungkin orang akan berpikir ,rumah yang hangat pasti memiliki kebahagiaan di dalamnya..Namun terpaksa aku katakana itu semua adalah omong kosong..Rumahku berubah menjadi neraka tidak lama setelah Vater Eeusto* masuk kedalam kehidupan aku dan ibu..
*Vater adalah bahasa Jerman dari Ayah
Awalnya ia baik namun lama-lama menjadi seperti mimpi buruk..Mimpi yang terus menghantui kau siang dan malam..Dan akan menerjang kau sampai kapapun juga..Telah menemukan titik keputusasaan sampai kau tak bisa lagi berkutik dan akhirnya hanya pasrah..Begitulah aku..Ini semua adalah aib ,aku takkan meminta belas kasihan orang hanya karena mereka mengetahui hidup kelamku..
Kau tahu betapa menyakitkan ketika kau dipaksa untuk menjadi ‘budak’nya..Aku menyadari ,mengapa Vater Eeusto ingin menikahi seorang janda ,yaitu ibuku..Karena sesungguhnya ia menyukai anak dari janda itu..Pahit adalah arti dari sebuah pengorbanan ,aku adalah sumber masalah ini ,Vater Eeusto berkali-kali mencoba untuk memanfaatkan ibu agar bisa ‘memperkosa’ku..,di depan mata ibuku sendiri..Ancamannya sudah biasa kudengar..Bahkan ia tak segan-segan untuk membantai habis ibu kalau sekali saja aku menolak ‘ajakannya’…Seluruh bagian tubuh sudah kuserahkan padanya sebagai jaminan kalau ibuku akan baik-baik saja..
Ibu tak punya kekuatan ,ia hanya wanita lemah di depan Vater..Dalam waktu yang sama ,ketika aku dipaksa menjadi budak seks Vater ,ibu adalah budak yang mempersiapkan semua kebutuhan Vater ,pagi sampai malam ,bahkan tengah malam sampai pagi lagi..Terkadang ia masih bekerja ketika sakit..Pilu ,sekarang kalian tahu kebenarannya..Aku hanyalah potongan tidak berharga namun Oz membuatku merasa ada harganya..
Kau tahu ,Vater enggan memberhentikan ku dari sekolah ,agar orang-orang tidak curiga..Aku tak tahu lagi ,berapa kadar kebencianku terhadap pria munafik yang brengsek itu..Dulu waktu awal-awal Vater ‘membuka topengnya’ ,aku masihlah seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang tidak tahu apa-apa..Ibu mencoba melarang Vater untuk ‘melakukan’ sesuatu itu padaku tetapi semua usaha terlihat sia-sia ,Vater menerjang ibu dengan kursi kayu sampai ia pingsan..
Aku membeku hanya bisa menangis ,tak bisa berbuat apa-apa ,sebagai anak kecil yang tertanam di otakku adalah kasih sayang seorang ayah ..Kehangatan ayah yang dulu memenuhi setiap ruangan di rumah ini ,canda tawa ,dan kenangan tak terbayarkan ,tetapi sekarang menjadi mimpi buruk dan jeritan tragis seorang anak dan ibunya yang terjebak di bawah naungan kejam Vater..
Saat aku masih berumur 10 tahun bergumam dalam hati memohon-mohon pada Tuhan agar Ayah kembali..,aku ingat tidak makan selama seminggu waktu itu, berharap Tuhan akan mengasihani ku ,tetapi rasanya percuma ,Ayah yang sudah bercerai dengan ibu ketika umurku 8 tahun ,ia tak pernah kembali sampai saat ini..Kalau dipikir-pikir rasanya konyol sekali mempunyai pikiran aneh seperti itu..
Ketika semua pikiran mulai buyar , kembali pada kenyataan ,Oz yang berdiri di belakangku masih menunggu ,disaat yang sama rasa takut menyergap membuatku tidak berani masuk kedalam rumah..Tetapi aku juga tidak mau berbalik melihat Oz..
Pecahan piring terdengar nyaring sampai keluar rumah ,aku bisa merasakan getaran hebat memenuhi seluruh tubuh ,itu pasti Vater..Pasti terjadi sesuatu yang begitu buruk…Aku tak bisa begitu egois ,hanya berdiri disini sementara Ibu tersiksa didalam ,aku harus masuk ,meredam semua emosi dan ketakutan ini..Aku harus ,walaupun aku akan berjalan menuju mimpi yang begitu buruk dan meninggalkan Oz yang merupakan pusat kebahagiaanku ,tetapi aku harus memutuskan ,ini semua demi ibu..Aku harus masuk..
“Kelly ,aku akan meninggalkan Austria dalam waktu seminggu ,itu keputusan ibu dan kalau kau masih marah mungkin ini adalah saat terakhir kita..,”
bisik Oz samar-samar tetapi aku mengurungkan niat untuk berbalik dan memeluknya ,air mata memenuhi pelupukku ,aku begitu sedih ,keadaan sama sekali tidak mendukungku ,Oz akan pergi disaat yang sama ibuku terluka ..Aku berharap air mata bisa membawa seluruh kesedihanku pergi tetapi itu tidak mungkin ,tidak peduli sekerasa apapun air mataku mengalir ,Oz akan tetap pergi ,ibu akan tetap terluka ,dan aku akan menjadi budak seks Vater ,kesedihan itu tidak akan hilang demi Tuhan..
***
Bandara terasa sepi di hari yang sangat biasa ini ..Hanya ada beberapa petugas dan pramugari yang berlalu-lalang ,juga penumpang yang sibuk dengan kopornya masing-masing..Jendela yang sangat besar memampangkan pesawat-pesawat yang ada dan menyerap setiap cahaya matahari kedalam ruangan tunggu..Semua berjalan sangat normal dan sepi..Seperti hatiku yang sepi karena merasa kehilangan Carys..
Sudah saatnya..Ini saatku untuk pergi meninggalkan Austria..Pesawat besar sudah membentang di depan mata ,mesinnya bekerja semakin keras seolah ingin meningatiku bahwa waktunya semakin dekat..Sampai saat-saat terakhir ,Carys tidak menunjukkan keberadaannya disini sama sekali..Selama 1 minggu kami tidak berbicara lagi dan lebam-lebam baru muncul di sekujur tubuhnya membuatku pilu..Shay yang semakin menggila ,ia sengaja memelukku di depan Carys ,aku tak mengerti apa maksud perempuan tolol itu tetapi satu kata aku benci dia..
Ibu berada di sebelahku ,ia yakin ini keputusan yang terbaik ,mengirimku pada ayah di Korea untuk melanjutkan studi..
Terbaik juga terburuk..Kalau aku memilih untuk pergi maka persahabatanku dengan Carys juga harus pergi ,tetapi jika aku tinggal semua studiku akan hancur..
Tetapi aku meneguhkan hati ,berkata bahwa meninggalkan Carys adalah keputusan terbaik ..Apakah Carys akan baik-baik saja dengan semua masalahnya yang bahkan belum sempat kuketahui sedikitpun?Apakah ia akan baik tanpaku?Aku berdoa agar Tuhan memberikan jawaban ya..,mungkinkah?
Dari balik jendela aku bisa melihat ibu melambai ketika kedua kakiku mulai melangkah masuk kedalam pesawat..Aku mengadah dan menyipitkan mata ,mencari Carys ,berharap ia ada tetapi kenyataan berkata lain..Mungkin ini takdir yang memutuskan bahwa persahabatan kecil ini hanya bisa bertahan beberapa bulan..
Tetapi apakah benar itu persahabatan ketika hatiku berbisik..,”Aku mencintaimu..”
***
“Aku mencintaimu,”
air mata merebak mengaliri kedua pipiku ketika menatap kearah jendela ,melepas kepergian Oz..Satu-satunya kebahagiaanku..Ia pergi dan aku akan kembali seperti dulu lagi..
***
Logged
And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^
Print
Pages:
1
[
2
]
3
4
...
61
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #1417