Author Topic: tears..12-maret-11  (Read 5282 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #15 on: September 06, 2010, 04:14:28 am »

Chapter 3




"Pagi bear..." Sapa ji yeon saat melihat sahabatnya itu sedang merapihkan tempat tidurnya..

Hye sun menoleh ke arah ji yeon dan tersenyum manis," pagi honey."

Ji yeon berjalan mendekat hye sun," wuaah ada apa ini? Kenapa bearku terlihat begitu fresh sekali.." Ucapnya menggoda

"Tak tau ya.. Sepertinya semalam aku habis habisan diberi siraman rohani oleh seorang princess bawel..haha" balas hye sun dengan candaan yang sukses membuat ji yeon tertawa terbahak bahak dibuatnya..

"Hahahaha... Oh ya bear, untuk memulai awal dipagi ini, bagaimana kalau kita sarapan diluar?" Tawar ji yeon bersemangat.

"Mwo? Dimana?"

"Hmm.. Di pinggir danau!" Jawab ji yeon antusias

Matah hye sun langsung berbinar dibuatnya," wuaaaahh... Mau mau!" Ia menerima dengan senang hati ajakan dari ji yeon.

"Tapi aku mengundang seseorang bear..hehe.."

"Mwo? Dhugu? Aah.. Si pria imut itukah? Siapa ya namanya?" Hye sun berekspresi seperti orang yang sedang berusaha mengingat sesuatu..

"Bum. Kim bum!" Ji yeon menjawab semua kelupaan hye sun..

"Oh nee! Bum. Wahh kalau begitu caranya aku tidak usah ikut saja, nanti aku mengganggu lagi.." Tolak hye sun tak enak.

"Auuush bear, tidak kok. Aku malah senang kau menemaniku.biar tambah seru dan ramai..yaa??" Ji yeon mulai mempengaruhi fikiran hye sun.

Akhirnya mau tak mau hye sun menerima ajakan sahabatnya itu..hitung hitung menambah teman.." Araseo..araseo.."

"Yipppiiiiiiiii......" Teriak ji yeon senang.



***


Sementara itu..


"Minho-a! Paliiiii..." Bum teriak dari jarak lima meter dengan minho yang sedang sibuk membawa perlengkapan untuk piknik mereka.

"Yaa bum! Apakah aku ini budakmu hah! Seenaknya saja menyuruhku membawa ini semua! Sedangkan kau hanya membawa diri saja!" Dengus minho kesal

"Ayolah minho-a! Kau akan sangat senang jika mengetahui kita akan piknik bersama siapa!" Bum tersenyum lebar dengan menyipitkan mata sebelah..

"MWO??"




***


Hye sun melihat ji yeon begitu sibuk mengobrak abrik isi kulkas..dilihatnya ji yeon mengeluarkan beberapa bungkus kripik kentang, permen, biskuit dan juga sekotak kue cheese cake serta ditambah buah buahan seperti apel, jeruk, anggur, dan pisang...

"Honey, kita kan hanya mau sarapan saja, tetapi mengapa kau membawa cemilan sebanyak itu hah?" Hye sun bertanya heran dengan jari telunjuk mengacung ke arah makanan yang baru saja dikeluarkan ji yeon dari kulkas dan hendak memasukkannya ke dalam keranjang besar..

"Oh ini? Haha bear kita akan bermain di danau seharian! Bagaimana? Menyenangkan bukan?" Jawab ji yeon bersemangat.

"Auuush..pantas saja! Yaa tapi aku tak janji ya akan menemanimu selama itu! Bisa habis kuku jariku melihat kalian nanti..."

"Hahaha..bear! Gwenchana..aku akan membuatmu merasa nyaman disana!"

"Akan kupegang omonganmu!"

"Bear..kau manis sekali tau..hehe dress yang kau kenakan cocok sekali untuk piknik." Puji ji yeon

"Benarkah?"

Ji yeon mengangguk," hu um.. Tetapi ada satu yang kurang!"

"Mwo? "

"Cakaman!" Ji yeon tiba tiba langsung berlari melesat ke kamar,

Memang benar hye sun saat itu terlihat sangat menis sekali mengenakan dress berwarna kuning gading bermotif bunga hibicius sedengkul tanpa lengan..lalu dipadukan dengan cardigan rajut berwarna putih..rambut panjangnya dibiarkan terurai saja..

"Bear pakai ini!"
Ternyata apa yang dibawa ji yeon adalah sebuah topi anyaman bundar dengan aksen pita kecil berwarna coklat dikeliling lingkaran..

"Naah..yipota!" Puji ji yeon sekali lagi..

"Hehe..gumao honey!"




***


Tampak dari jarak sepuluh meter hye sun dan ji yeon bisa melihat di pinggir danau tepatnya dibawah pohon besar yang mereka sendiri tak tau namanya apa, dua orang pemuda sedang repot menggelar tikar dan memasang peralatan untuk barbequean...

"BUM!" Panggil ji yeon seraya melambaikan tangan kirinya, sementara tangan kanannya sibuk menenteng kerajang berisikan makanan yang tadi ia keluarkan dari dalam kulkas..

Bum pun menoleh," JI YEON!" Buru buru bum menghampiri ji yeon untuk mengambil alih keranjang yang dibawanya.

"Hei!" Sapa ji yeon riang.

"Hei.." Balas bum..lalu pandangan bum beralih padaku yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua..," kau hye sun ya? Waah..anyonghaseo..perkenalkan namaku bum.." Bum mengulurkan tangan kanannya dan tersenyum manis

Hye sun pun menyambut uluran tangan dari bum," nee anyonghaseo..bum salam kenal..aku hye sun..."

"Hehe..oh iya bum, pria itu siapa?" Ji yeon menoleh ke arah minho..pemuda itu tampak sibuk membelakangi mereka karna repot memasang alat barbeque..

"Yaa Lee min ho! Kemarilah!" Perintah bum

Minho pun menoleh dan menghentikan kesibukannya..

"Omo!" Hye sun nampak kaget melihat sosok pemuda yang kemarin sudah sukses membuatnya merasa tak nyaman..
Minho pun mengeluarkan ekspresi yang sama saat saling bertatapan wajah dengan hye sun..dan pemuda itu semakin mendekat..

"Bear, sepertinya kau mengenalnya ya?" Duga ji yeon.

Hye sun mengangguk,"yee..kemarin ia menghampiriku dan terus membuntutiku.." Keluhnya

"Mwo? Benar begitu minho?" Bum bertanya kaget

Minho mengangguk," hu um..sebenarnya aku hanya ingin berkenalan denganmu, hanya saja kau malah menghindar..hehe..."

"Miane..saat itu perasaanku sedang kacau..ditambah menjadi lebih parah dengan kelakuanmu itu..." Hye sun membungkukkan tubuhnya.

"Ah gwenchana...aku tak apa kok, lukanya juga sudah mendingan..." Minho merasa tak enak..

"Mwo? Luka?" Mata hye sun tertuju pada pinggir kening minho yang terbalut oleh perban.."Itu..." Belum sempat hye sun meneruskan perkataannya, tiba tiba minho memotong perkataan hye sun..

"Nee ini terluka saat menolongmu waktu hampir jatuh karna terpeleset.." Minho tersenyum manis..

"Joungmal? Oh..miane..aku benar benar menyesal" untuk yang kedua kalinya hye sun menundukkan tubuh kepada minho sebagai ucapan maaf..

"Ah gwenchana..lagipula lukanya tak parah kok.." Minho berusaha untuk menghilangkan rasa bersalah hye sun.

"Nee sun-a..luka minho sebentar lagi juga sembuh kok..kan aku yang mengobati setiap malam..hehe.." Bum pun ikutan mencairkan suasana..

Akhirnya hye sun tersenyum lebar..sebenarnya hye sun bukan tipe gadis yang angkuh, galak, dan kasar..hanya saja kemarin perasaannya sedang buruk, jadi ia sukses menjadikan minho sebagai pelampiasannya dan sekarang ia benar benar menyesal...tipe hye sun yang sesungguhnya ialah ia seorang gadis yang lembut, pemaaf, baik, dan humoris..

"Ah sudahlah..lebih baik kita segera makan..aku lapar nih..." Ji yeon memelas pada kami..

"Kachaaaaaaa"




***


Hye sun memperhatikan ji yeon yang sedang menata makanan makanan di atas tikar.. Untuk sarapan ia mengeluarkan sandwich buatan manager kim dengan aneka macam isi seperti salmon, daging asap, telur, dan ayam..serta tak lupa satu kotak susu coklat besar lengkap dengan gelas melamin berwarna biru untuk wadahnya..

"Hmm..sepertinya enak.." Sahutku

"Nee bear, kau harus makan banyak mengingat kemarin kau makan ala kadarnya.."

"Araseo..." Hye sun mencomot sandwich isi salmon dan menaruh dimulutnya...

"Wah sun-a..selera makanmu besar juga ya..." Bum melihat heran saat hye sun makan dengan mulut menggembung berisi sandwich

"Hahahaha.." Mukamu lucu sekali! Sayang sekali kalau tak di abadikan!
Cepret!
Kilat minho langsung memfoto hye sun dengan mulut gembungnya.

Buru buru pula hye sun bersusah payah menelan sandwich dimulutnya..
"Ini..." Ji yeon memberikan sebotol air mineral untuk hye sun guna memperlancar sandwich masuk ke lambungnya.

"YAA LEE MIN HOOO!! " Jerit hye sun histeris!
Minho pun langsung menjauh dan berlari saat mendapati hye sun sudah memasang kuda kuda hendak merampas kamera yang dimana ada gambar dirinya yang nampak terlihat bodoh.

"Yaa ambil kalau bisa!" Goda minho sambil terus berlari.."Hahaha..."

Ji yeon dan bum sebagai penonton hanya tersenyum lebar dan menyemangati sahabt sahabat mereka.

"Bear! Berusahalah!" Seru ji yeon

"Minho-a! Semangat!" Seru bum

Lalu mereka tertawa terbahak bahak manakala saat hye sun hampir saja menarik kaos yang dikanakan minho tetapi minho terlewat gesit menghindar membuatnya jatuh terduduk.

"Ini pertama kalinya aku melihat hye sun begitu gembira saat berlari bum..aku sangat terharu.." Ji yeon menyeka air mata yang hampir tumpah..

"Apa hye sun sudah melupakan geun suk?" Tanya bum langsung ke inti pembicaraan.

" Lebih tepatnya ia sedang berusaha..berusaha melawan arus yang dulu untuk meraih masa lembaran baru sekarang.." Ji yeon tersenyum..

"Syukurlah...oh ya ji yeon..sepertinya hye sun dan minho tampak serasi sekali ya?" Puji bum menatap kedua manusia berlawanan jenis itu tengah berlari lari gembira..

Ji yeon mengangguk membenarkan ucapan bum," hu um..sangat cocok.. Hye sun terlihat lebih manis jika disamping minho..dan ini pertamakalinya aku melihat dia begitu lepas dan bahagia dengan seorang pria setelah geunsuk..."

"Hm.. Minho juga sedang sendiri loh.."

"Mwo? Maksudmu?"

Bum tersenyum mengulum," bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka berdua?" Ide briliant muncul di otak bum.

Ji yeon tertawa," haha..aku tak mau memaksa hye sun. Lagipula biarlah semua ini berjalan dengan sendirinya..lagipula jika mereka jodoh pasti tak akan kemana mana..dan ada saja hal yang akan mengaitkan mereka berdua.."

Bum termenung," benar juga ya.. Apa kita juga seperti itu?" Desahnya hampir tak terdengar

"Mwo? Apa yang kau katakan barusan?"Ji yeon samar samar mendengar namun tak jelas

Bum segera menggelengkan kepalanya," anyieo.. Bukan apa apa kok..."


"KYAA KENA KAU!!" Hye sun yang berhasi menarik lengan minho dan segera membekapnya agar tak lari lagi

Minho tertawa," hahaha.." Ia memegang kedua lengan hye sun yang melingkari punggungnya dari belakang, lalu segera memutar posisi hingga berhadapan dengan hye sun. ," apa yang kau inginkan hayo?" Kekeh minho

"Kameramu! Cepat hapus foto barusan!" Perintah hye sun kesal

"Antwe!weeek" minho menjulurkan lidahnya dan membuang muka

"Yaaa!!! Mau mati ya?"

"Dengan syarat!"

"Mwo? Apa?"

"Besok kau harus mau menemaniku berbelanja untuk bahan makanan minggu ini dipasar."

"Oh! Sido!" Tolak hye sun mentah mentah

"Baiklah kalau begitu foto ini akan ku cuci cetak dengan ukuran jumbo dan memasang ditengah danau menggunakan perahu..anggap saja itu sebagai layarnya! Bagimana?". Minho menatap hye sun jahil

"Mwo? Iiiiih kau benar benar menyebalkan! Araseo..besok kita akan berbelanja. Apa begini sudah bisa?" Akhirnya hye sun menyerah walaupun dengan rasa kesal.

"Oke! Aku hapus sekarang!"
Minho memang benar benar licik. Sebelum foto itu dihapus, ia menggandakannya terlebih dahulu dan menyimpan di folder pribadinya..

"Hihi..foto selucu ini kalau aku hapus berarti tandanya aku benar benar bodoh" ucap minho dalam hati

"Nih!"

-deleted-
Hye sun tersenyum puas..

"Dasar!" Minho gemas lalu mengacak acak lembut ubun ubun kepala hye sun.

"YAA! Mau sampai kapan kalian bermesraan disana! Kemarilaaaaahh!!!" Seru bum sembari mengemut permen lolipop rasa apel.

"Nee!"
Minho dan juga hye sun segera berlari dan terduduk di tikar kembali.. Mereka berdua kembali menjadi jinak disuguhi cemilan cemilan pemberian ji yeon..




***



Dua jam kemudian..
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi..

Empat orang pemuda pemudi terlihat sedang berbaring di atas tikar memandang indahnya langit yang terlihat begitu cerah.. Posisinya sekarang yaitu ji yeon, lalu disebelahnya ada bum, disebelah bum ada hye sun, dan disebelah hye sun tentu saja si minho.

"Kenyang..dan sekarang aku mengantuk.." Keluh hye sun sembari memegangi perutnya karna sudah penuh terisi.

"Sama bear! Aku juga kenyang dan mengantuk!" Tambah ji yeon..

"Aigooo.. Baiklah lebih baik kita tidur siang dulu sebentar baru setelah itu kita laksanakan pesta barbequenya?" Ajak bum

Langsung saja ide ajakan bum disetujui dengan hati senang oleh hye sun, ji yeon, dan minho...

"Baiklah tidur dimulai! Satu! Dua! Tigaaaaaaa!!!"

Zzzzz
Dalam waktu singkat ke empat pemuda pemudi itu tidur terlelap di alam mimpi mereka masing masing...



***


"Uhm..." Hye sun menggeliat...matanya masih terpejam..

"Omo..nyaman sekali guling ini..hangat.." Gumam hye sun dalam hati.

Tangan hye sun makin merapat pada dada minho..

"Uhm..." Kali ini minho yang menggeliat..tangannya pun terulur menyambut tubuh mungil hye sun sehingga posisi keduanya terlihat sama sama seperti sedang memeluk guling...

Hye sun mulai merasakan titik kesadaran dimana ia mulai merasakan suatu ganjalan pada kehangatan yang tengah ia rasakan sekarang. Ia merasa hangat ini beda..bukan seperti hangat sebuah selimut yang biasa menyelimuti tubuh mungilnya..tetapi hangat ini lebih pada perasaan..perasaan yang membuatnya melayang..hangat yang begitu nyaman sekali..

"Uhmm..." Hye sun perlahan membuka matanya

Satu kedipan ia masih tak sadar..
Dua kedipan.. Masih sama..
Tiga kedipan..ia mulai tersadar..
Di kedipan yang ke empat..

"KYAAA!! " Barulah ia benar benar sadar.

Refleks hye sun langsung menepis tubuh minho dan bangun bangkit berdiri..wajahnya yang merona berubah menjadi sangat merah sekali akibat malu begitu luar biasa..
Minho pun tak kalah kagetnya dengan hye sun..hanya saja wajahnya tak memerah..

"Mwo?" Ucapnya santai sembari duduk..

"Lee minho! Kau memang pria genit! Katakan padaku kau pasti punya maksud tersembunyi kan! Mengakulah!!" Hye sun membentak minho..

"Mwo? Maksud tersembunyi? Yaa goo hye sun! Omonganmu itu seolah olah aku adalah seorang pria nakal!"

"Lalu kenapa kau memelukku hah? Apa namanya kalau bukan genit!" Cecar hye sun lagi

" Mana aku tau! Memangnya kalau orang tidur itu sadar apa. Kau ini! " Bela minho

Hye sun seketika mati kutu dengan pembelaan minho.."benar juga! Ini hanya sebuah kecelakaan! tenanglah hye sun" ucapnya dalam hati

"Ka..kali ini kau ku maafkan! Awas saja jika kau lakukan lagi! "

"Ngomong ngomong kemana perginya bum dan ji yeon?" Sahut minho..pandangannya beralih mengitari sekitar kami.

"Omo! Ji yeon! Aku hampir melupakannya. Dimana dia?" Hye sun pun sama seperti minho memandang di sekitar dengan wajah panik

Tak lama kemudian..

"Itu mereka!" Sahut minho. " YAA BUM-A! DARI MANA SAJA KAU!" Jeritnya dari jauh

Bum dan ji yeon berlari lari kecil menghampiri kami. Terlihat bum kesusahan menenteng kantong plastik besar ditangannya.

"Yaa honey. Darimana saja?" Tanya hye sun cemas

"Hehe. Kami baru berbelanja untuk barbeque.." Serunya gembira

"Jahat sekali meninggalkan kami berdua.." Tambahku lagi

"Mian! Lagipula kan kami pergi tidak lama. Benarkan bum?" Ji yeon memandang ke arah bum

"Yee sun-a. Kami buru buru pulang tau..! Minho-a. Bantu aku membuat bara api!" Perintah bum dan langsung saja dikerjakan oleh minho.


Hye sun dan minho langsung saja melupakan kejadian yang baru mereka alami karna pengaruh dari lezatnya barbeque yang mereka buat.. Ke empat orang itu begitu bahagia dan seru sekali berpesta.. Gelak canda dan tawa sesekali membahana terdengar ketika salah satu dari mereka menceritakan suatu lelucon aneh.. Yaah memang hari yang menyenangkan!

Sekarang memang harinya mereka ber empat..tapi besok hanya ada hari hye sun dan minho.. Apa yang akan terjadi saat mereka berbelanja bersama? Apakah hubungan mereka lebih membaik? Atau bahkan memburuk? Tidak ada yang tau..


***