Spoiler *
"Omma!!" Panggil minsun lemah padaku yang sedang memasak untuk makan malam..
"Yee sayang. Weo?" Buru buru aku melepas celemek dan berlari menghampiri minsun. Namun belum aku sampai di kamarnya, aku sudah dikejutkan oleh minsun tengah berdiri lemah memegang tembok lorong dengan bercucuran darah dari hidung dan mulutnya.
"MINSUN-A!!!!" Jeritku histeris
"Omma..." Desah minsun sebelum ia benar benar hilang kesadaran dalam pelukanku..
"Minsun-a!! Bangun sayang! Yaaaa!!! Hu..hu.." Aku berusaha memanggil minsun dengan cara mengguncang guncangkan tubuh mungilnya.
"Tidak ada cara lain..aku harus memohon pada eun hye.. " Batinku sambil terus menangis...
***