Author Topic: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-  (Read 28056 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
CHAPTER 5 PART 2 ( ENDING)
Mian masih lanjut ke PART 3.. Soalnya takut kelamaan nunggu updatean.. Lagi ini masi panjang storynya.. Hehe.. Tapi PART 3 bener" terakhir kok..



***

Siang hari..
Dihari selasa..

Tulululut
Telpon rumah tiba tiba berdering..

"Minsun-a omma angkat telpon dulu ya.." Sebelum mengangkat telpon aku membelai dulu rambut minsun yang tengah asyik memainkan puzzle..

"Yobseyeo.." Sapaku

"Anyong sun-aaaaa!!!!! " Itu adalah suara eun hye

"EUN HyE! Kyaaa pugusiphoyeo..." Ucapku gembira..

"Nee aku juga... Hehe."

"Ada apa menelpon? Kalian jadi kan minggu ini makan malam dirumahku?"

"Tentu dong! Yang lain sudah membeli hadiah untuk minsun..hehe..aku menelpon karna ingin meminta bantuanmu sayang.."

"Yee? Bantuan apa?"

"Begini anak dari teman ommaku yang bernama chae rim ternyata pindah rumah di dekat rumahmu.." ujar eun hye

"Mwo? Ahh jangan jangan tetangga baru rumah kosong itu? Nee! Aku tau dari mino. Tapi aku belum pernah bertatap muka dengannya. Weo eunhye?" Kagetku

"Begini. Chae rim onnie memutuskan untuk pindah rumah setelah setengah tahun yang lalu kematian suaminya akibat kecelakaan, kudengar dari omma, chae rim onnie merasa sudah tidak sanggup tinggal di seoul....beliau pindah tak kusangka berdekatan dengan rumahmu sun-a..jadi bantuan yang kuinginkan yaitu kumohon kau sering sering mengunjunginya..dan kuharap kau bisa menjadi temannya. Semenjak kematian suaminya ia hanya sibuk mengurusi kedua anaknya tanpa memikirkan dirinya sendiri.." Eun hye menjelaskan dengan nada sedih..

"Oh begitu..kasihan sekali dia.. Ah aku ingat! Mino memang pernah melihat dua anak laki laki seumuran minsun tengah bermain dihalaman rumah kosong itu.." Ingatku tiba tiba

"Nee.. Chae rim onnie mempunyai dua anak laki laki. Mereka berdua kembar identik. "

"Arasseo.. Nanti setelah makan siang aku akan mengunjunginya bersama minsun. Dan sepertinya minsun senang sekali akan memiliki teman seumuran dengannya"

"Nee..gumawo sun-a.. Aku tau kau pasti mau.. Sampaikan salamku pada keponakan cantikku minsun yaa.. Malam minggu kami akan mengunjungi kalian..hehe.. Anyong sayang.." Pamit eunhye

"Nee anyong!" Balasku..



***

"Minsun-a!"

Minsun menoleh padaku," yee omma?"

"Bisa bantu omma tidak?"

" Apa itu?"

"Kita buat muffin yuk! " Tawarku padanya

"Mwo? Muffin? Ayo ayo!" Minsun mengangguk cepat. Dari wajahnya ia terlihat nampak begitu senang sekali

"Baiklah..muffin ini mau omma berikan ke tetangga sebelah rumah kita"

"Waah.. Tetangga sebelah yang mempunyai anak seumuranku itu ya? Aku senang sekali omma! Akhirnya aku punya temaaan.." Minsun meloncat kedalam pelukanku riang

"Hehe.. Maka dari itu kita harus membuat muffin yang enak! Kachaaaaaaaa" aku menggendong minsun dan memboyongnya kedapur..

Beberapa menit kemudian kehebohan mulai terdengar dari dapur..aku dan juga minsun sangat menikmati proses pembuatan muffin.. Yaah akhirnya impianku kesampaian juga.. -membuat kue bersama anakku- hehe..memang impian yang sangat sederhana, namun saat menjalaninya terasa begitu amat menyenangkan! 



***

Ting!
Oven berbunyi tanda waktu sudah habis..
Aku dan minsun segera menuju oven bersama..

Kubuka oven..lalu mengeluarkan loyang dengan hati hati menggunakan sarung tangan tentunya.

"Wuaaaahh bagus sekaliiii.. !" Kagum minsun..

Yaa memang benar muffin yang kami buat begitu cantik.. Mengembang indah tanpa warna hitam disekeliling muffin (gosong).

"Sayang kau mau coba satu?" Tawarku menyodorkan satu muffin pada minsun.

Minsun mengangguk. Ditiupnya muffin lalu ia mulai melahapnya...

"Bagaimana?"

Minsun mengangguk mantap dan tersenyum lebar! " Enak sekaliiiiiiiii.." Begitu katanya dengan mulut belepotan muffin..

"Syukurlah! Kalau begitu ini akan segera omma bungkus. Aah sebaiknya kita sisakan lima buah muffin untuk appa! "

"Nee! Appa harus mencoba kue buatanku maa.." Balas minsun bangga.

"Arasseo! Kalau begitu sekarang omma akan membuat makan siang lalu setelah selesai makan baru kita pergi mengunjungi tetangga sebelah. Bagaimana?"

" Setujuuuuuuuuuuuu!!"




***

Sehabis makan siang kami berdua pun bersiap siap untuk bertamu ke tetangga sebelah...

Udara siang hari ini begitu mendung dan sepertinya akan hujan..

"Omma! Aku deg degan" ucap minsun yang berada dalam gandengan tanganku.

"Tenang sayang, kita kan hanya bertamu saja.." Ucapku lembut

" Mwo? Tapi ini pertama kalinya aku bertemu dengan teman seumuranku.." Keluh minsun

"Loh dipanti asuhan memang bukan teman temanmu ya?"

"Anyi.. Berbeda. Mereka semua jauh berada di bawahku. Seperti dongsaeng..." Bela minsun

"Hehe yasudah pokoknya bersikap yang manis ya sayang..."

Akhirnya tidak sampai lima menit kami sudah tiba di depan pintu rumah chae rim onnie..

Ting tong..
aku memencet bel..

Ceklek..
Pintu pun terbuka..

"Anyonghaseo.." Sapaku ramah...

"Anyonghaseo.." Chae rim tersenyum ramah membalasku. Sepertinya dari raut wajahnya ia sedikit terkejut dengan kedatanganku dan minsun

"Perkenalkan saya hye sun. Penghuni rumah disebelah rumah anda. Dan ini minsun putriku..". Ucapku sambil menyerahkan bungkusan berisi muffin pada chae rim onnie.

Chae rim tersenyum senang menyambut bungkusan yang kusdorkan, " kamsamnidha..jadi merepotkan.."

"Anyonghaseo ajumma.." Sapa minsun lalu mencium telapak tangan chae rim

"Anyong minsun. Wah kau cantik sekali.." Puji chae rim pada minsun

" Kamsamnidha ajumma.." Minsun tersipu malu.

Pandangan chae rim kembali tertuju padaku." Perkenalkan saya chae rim. Waah jadi anda tetangga sebelah ya.. Terimakasih atas kunjungannya.. Silahkan masuk.." Chae rim mempersilahkanku dan minsun untuk masuk kedalam rumahnya.

Akhirnya kami pun masuk kedalam rumah..ku perhatikan isi rumah ini benar benar beraksen minimalis.. Simpel tapi terlihat manis dan elegan... Sepertinya chae rim onnie menyukai lukisan pemandangan..karna bisa dilihat lukisan tersebut banyak tertempel di dinding ruangan... Nyaman sekali..

"Minsun-a. Kau mau minum apa?" Tawar chae rim lembut

"Aku mau segelas susu coklat ajumma.." Jawab minsun mantap.

"Yee akan ajumma siapkan untukmu sayang. Ahh sun-a. Kau mau minum apa?" Sekarang chae rim gantian bertanya padaku.

" Air putih dingin saja onnie." Aku menjawab sambil tersenyum mengelus kepala minsun.

"Arasseo.. Cakaman" chae rim pun berlalu menuju dapur..

Chae rim onnie berparas cantik.. Rambutnya yang pendek membuatnya terlihat begitu cocok untuknya.. Walaupun tubuhnya mungil sepertinya ia bertenaga besar.. Dan satu yang kutangkap darinya.. Ia begitu baik dan lembut..


"Chae jun! Kena kauuuu !!! " Terdengar suara anak lelaki dari halaman belakang rumah..

Minsun yang mendengar segera menatapku dan bertanya," omma. Apakah itu mereka?"

"Sepertinya begitu.. Kau mau menjumpai mereka sayang? " Tawarku padanya

Minsun mengangguk," eng!"

"Mian lama..." Chae rim sibuk membawa nampan berisi minuman pesanan kami. Juga muffin buatanku dan minsun..

"Ah mian merepotkan" ucapku sembari membantunya menaruh gelas ke meja kami.

"Hehe.. Ah minsun-a! Sebentar ajumma akan panggilkan anak ajumma.." Chae rim mengusap lembut pipi minsun yang dibalas oleh minsun dengan senyum bahagia

"CHAE JUN .. CHAE YOON KEMARIII..." Teriak chae rim. Persis seperti dugaanku. Walaupun bertubuh mungil tetapi chae rim onnie bertenaga besar. Hihi

drap..drap..
Terdengar bunyi langkah kaki cepat..

Kesan pertama yang ada didalam otakku saat melihat kedua anak chae rim onnie yaitu "sangat tampan" memang benar kok. Chae yoon dan chae jun terlihat begitu tampan.. Sekilas memang mereka sangat mirip. Tapi jika dipertegas ada hal yang membedakan mereka berdua.. Yang satu berpenampilan terlalu santai.. dari wajahnya sepertinya ia anak yang nakal..dan yang satunya lagi bepenampilan terlalu tebal ..wajahnya pun sangat pendiam..tapi kenapa wajahnya pucat sekali?

"Perkenalkan ini anakku. Ini chae joon -menunjuk ke anak pendiam- dan ini chae jun.." Ucapan chae rim onnie membuyarkan lamunanku

"Anyong joon..anyong jun.." Sapaku riang.. " Ahh perkenalkan ini anak ajumma bernama minsun." Aku menyuruh minsun berdiri menghampiri joon dan jun..

"Anyong..aku minsun.." Minsun mengulurkan tangannya malu malu

"Anyong." Jun menyambut tangan minsun lalu setelah itu bergiliran dengan joon..

"Joon , jun, ajak minsun bermain ya..jangan nakal padanya!" Perimtah chae rim

"Nee omma! Kachaa!! " Jun menarik tangan minsun untuk bermain bersama.

Sebelum menjauh dariku minsun sempat menoleh padaku dan tersenyum lebar. Dari situ aku tau kalau minsun sangat gembira bisa memiliki teman baru.. Syukurlah!



***

"Oh jadi kau teman eun hye?" Seru chae rim..tak perlu waktu lama untuk membuat kami akrab seperti ini.

"Nee onnie. Sahabat sejak SMA.. " Aku tersenyum membalasnya..

"Wah berarti kau masih muda ya.. Hebat diusia mudamu kau sudah memiliki anak yang manis.. " Chae rim memuji minsun

"Nee..hehe aku hamil diumur 16 tahun..." Jujurku

Chae rim tampak kaget," mwo? Brarti kau masih status pelajar..."

Aku mengangguk," yee.. selama kehamilanku banyak sekali masalah yang harus ku hadapi. Namun karna kesabaran dan perjuangan akhirnya semua menjadi berubah manis.." Ucapku lembut

"oh begitu.. Wah kau pasti bahagia sekali sekarang. Memiliki putri yang cantik.. Apa suamimu ada?"

"Ah kau juga mempunyai dua anak yang sangat tampan..Ada. Sedang bekerja. Mungkin sore ini baru pulang. " Aku sembari menyeruput green tea buatan chae rim onnie.

" Pasti senang sekali berkumpul satu keluarga utuh.." Tiba tiba saja wajah chae rim berubah menjadi sendu. -pasti ingat suaminya-

Aku jadi merasa tidak enak.." Onnie, mian bukan maksudku ikut campur hidupmu..aku mengerti kenapa kau begitu sedih..eun hye sudah menceritakannya padaku..tapi menurutku kau hebat onnie, bisa bertahan hingga saat ini bersama anakmu..walapun sendirian.. Bagiku itu sangat hebat..." Senyumku

"Gumawo sun-a.. Memang aku sudah mengikhlaskan kepergian suamiku..tetapi aku tidak rela jika harus kehilangan lagi.. Sungguh aku tidak sanggup.." Air mata mulai jatuh dipelupuk mata chae rim

"Mwo? Kehilangan lagi?" Aku tidak mengerti dan masih belum bisa mencerna ucapan chae rim onnie barusan..

Sebelum menjawabku chae rim onnie menghela nafas panjang..tanpa menatapku beliau mulai bercerita padaku..," chae joon mengalami vonis penyakit leukimia dari ia berumur tiga tahun.."

Aku terpaku..
"Pantas saja wajah chae joon begitu pucat pasi dan terlihat tak segar..sangat berbeda dengan chae jun" gumamku pelan namun bisa terdengan oleh chae rim onnie

"Yee. Wajahnya memang pucat.. Aku begitu sedih melihat joon menderita setiap kali menjalani kemoterapy..rasanya hatiku begitu tertusuk.."

Difikiranku langsung teringat minsun..

"Aku mengerti perasaanmu onnie. Karna saat ini pun aku mengalaminya.. Sama sepertimu.."

Chae rim terhenyak.. "Minsun? Apa ia sakit?" Tanyanya khawatir

Aku mengangguk pasrah," yee.. Minsunku sejak lahir sudah divonis menderita -kelainan hati-.. Semua itu terajadi akibat kecerobohanku. Bulannya aku melahirkan nasib buruk menimpaku. Aku jatuh..jatuh tengkurap menekan perutku . menekan minsun di dalam kandunganku..saat lahirnya minsun dokter mengatakan ada dua hal buruk akibat jatuh yang kualami itu.. Yang pertama dokter bilang padaku kalau hati minsun terluka akibat benturan keras tertekan tubuhku... Dan yang kedua dokter mengatakan untuk menyelamatkan nyawaku dengan terpaksa rahimku diangkat..menandakan kalau aku tidak bisa memiliki keturunan lagi seumur hidupku.."

"Sun-a.." gumam chae rim onnie. Beliau tampak kaget melihatku menangis banyak tanpa mengeluarkan isaknya..

"Aku mengerti perasaanmu onnie..." Aku rubuh di dalam pelukan chae rim onnie....




***

Dua jam kemudian...

Setelah berbicara dari hati ke hati bersama chae rim onnie, perasaanku menjadi lega. Begitu pula sebaliknya.. Ternyata chae rim onnie begitu baik dan dewasa sekali.. Aku merasa nyaman bersamanya...

Saat asyik mengobrol tiba tiba minsun, joon, dan jun datang menghampiri kami..

"Omma!" Panggil minsun riang. Waah jika seperti ini minsun terlihat bak seorang puti di
gandeng kiri dan kanan oleh dua pangeran tampan yaitu joon dan jun...

"Yee sayang?"

"Joon mengajakku menikah! Tapi jun juga mau menikah denganku! Menurut omma aku harus memilih siapa?" Celetuk minsun polos

Mendengarnya, sontak aku dan chae rim saling berpadangan untuk beberapa detik. Namun di detik berikutnya kami tertawa terpingkal pingkal...

"Hahahahaha.."
"Hahahahahaha"

"Yaa omma!!" Minsun tampak kesal.

"Omma! Menurutku aku lebih pantas menikah dengan minsun dibanding joon. " Ucap chae jun kuat kuat

"aku tidak keberatan dan akan menerima keputusan minsun.." Itu adalah suara joon. Suaranya begitu bijak layaknya orang dewasa.

"Minsun bingung!" Minsung menghela nafas panjang.

Sedangkan kami para orang tuah hanya bisa menutup mulut menahan tawa melihat tingkah laku lucu anak anak kami...



***

Malam harinya..


"UHUK! "Mino tersedak telur gulung yang kumasak "Mwo? Menikah? " Mino terlihat begitu kaget mendengar putri semata wayangnya meminta dinikahkan.

"Yee appa! Tapi aku bingung harus memilih chae joon atau chae jun. Habis mereka sama sih! Hanya saja jun lebih kasar." Keluh minsun polos pada mino. Sementara mino hanya bisa magap magap dengan mata melotot. Bagaimana bisa putrinya yang masih berumur tujuh tahun membicarakan pernikahan. Aku hanya bisa tersenyum geli. Aku sudah puas tertawa. Sekarang giliran suamiku!

" Mwo? Chae joon? Chae jun? Dhugunyi?" Mino merasa bingung. Ia menatapku meminta penjelasan.

"Dia anak dari chae rim onnie. Tetangga baru kita itu." Jawabku melegakan mino.

"Ohh.." Mino kembali menatap minsun. " Sayang dengarkan appa. Appa tidak akan pernah menerima menantu sembarangan. Menantu appa harus bisa mencintaimu dan menjagamu melebihi appa! Jadi tidak segampang itu! " Cecar mino. Sepertinya ia tidak rela minsun diambil orang.

"Yaiiish ! Jangan menasehati minsun seperti itu! Dia kan hanya anak kecil yang tidak mengerti. Biarkan saja!" Omelku padanya

***