Author Topic: mr.popular! you make me jealous...Chapter 7 (21 juli 2011)  (Read 21331 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
***

Disinilah aku.. tengah berjongkok di lorong bawah tanah kereta api.. pandanganku terarah memelas kepada minho.. ia sedang berdiri dihadapanku dengan raut wajah yang tidak ku mengerti.

“tamatlah riwayatmu hari ini goo hye sun…” runtukku dalam hati

“…… mian..” aku memulai pembicaraan takut takut tanpa berani menatapnya

Minho melirik ke arahku,” huh! Berbelanja lagi? Sampai lupa waktu lagi? Begitu hah!! Kau ini baru ku tinggal dua hari saja sudah berani pergi dan pulang tengah malam! Sadar tidak kau itu perempuan!!!” makinya padaku. Menakutkan.. telunjuk tangan kanannya mengacung acung tepat di wajahku.. huhu.. aku seperti maling yang baru saja tertangkap basah oleh polisi…

Tes tes..
Air mata mulai membanjiri kedua belah pipiku..sedih sekali rasanya diperlakukan begini.. baiklah memang salahku.

“hu..hu.. aku tadi berbelanja sayuran pulang kuliah bersama shinhye.. karna tak sengaja di sana aku menonton wawancaramu di televisi, makanya aku jadi lupa waktu…” aku menjelaskannya sambil terisak

“haaah..-minho menghela nafas panjang- yasudah ayo kita pulang. Setidaknya aku sudah bisa tenang melihat kau baik baik saja..ingat! jangan diulangi lagi seperti ini! Arasseo!!” minho mengulurkan tangan kanannya padaku. Oh baiklah. Yaaahh.. sekaligus mengancamku di kalimat akhir!

Mendengarnya berbicara padaku. Langsung saja aku mendangakkan kepala untuk menatapnya..” apa ini tandanya ia mengkhawatirkanku…” batinku..

“hei cepat!” serunya karna merasa tangannya yang terulur tak kunjung kusambut

“nee..” aku pun menyambut tangannya dan mengambil posisi untuk bangkit.

 Tetapi disaat aku hendak berdiri..“AKH!” aku memekik menahan sakit

“kenapa?” Tanya minho khawatir

“kakiku,, kakiku sepertinya terkilir.. huhuhu..” aku menangis sembari memijat pijat pergelangan kaki kananku.

“benarkah?” minho buru buru memeriksa kondisi kakiku.
“wahh benar kau terkilir.” Gumamnya sambil memegangi kakiku..

“sakit sekali..” keluhku padanya

“aku tau. Baiklah kita pulang dulu. Nanti sesampainya dirumah aku akan memijatnya. Ayo!” diluar dugaanku tiba tiba saja minho berbalik. Ia memutar tubuhnya sehingga punggungnya yang bidang tampak terlihat sangat jelas dihadapanku. Ia pun berjongkok.

“ayo naik!” perintahnya

Terharu dibuatnya aku.. pelan pelan tanganku memeluk tengkuk lehernya..

Sruuut!
Diluar dugaanku lagi, minho langsung saja menopang pantatku sebelum aku bersiap..

“kyaaa!” jeritku refleks

Hup!
Dalam sekali hentakkan aku sudah berada dalam gembloknya..
Deg..
Deg..
Deg..
Begitulah bunyi detak jantungku yang tak karuan..

“apakah ia merasakan bunyi detak jantungku ini?” tanyaku dalam hati…” tetapi sepertinya tidak..buktinya ia santai santai saja membawaku jalan..” tambahku

“hei! Beratmu berapa sih? Kau terlihat mungil tetapi kok berat sekali ya…” keluh minho

“ye..yee??  aku tidak gendut kok!” protesku. Hiaah memalukan sekali!! Aku tidak bisa jujur padanya kalau akhir akhir ini memang nafsu makanku begitu besar! Bahkan sekarang saja timbangan sudah menjadi musuh besarku.

“haha.. memang siapa yang bilang kau gendut! Aku hanya Tanya beratmu berapa!”

“jangan tertawa! Pokoknya aku tidak berat!” lagi lagi aku berusaha melawan kenyataan. T-T

“baiklah kau tidak berat.. kau ringan sekali seperti kapas.. sampai sampai tanganku ini butuh jasa pemijat saking entengnya badan kau!” canda minho

“YAAAAAA!!!!!” aku kesal.. kupukul saja pundak minho..

Buk..bukkk..

“hahaha.. ampuuuun sakiiit!! Aku turunin nih!” ia mengancamku

“awas kau mengejekku lagi!”

Oh tuhaaan.. doaku hanya satu.. semoga waktu saat ini menjadi lambat dan tak pernah berakhir.. ini pertama kalinya aku dan minho mengobrol bebas dan ringan.. bahkan sampai bercanda begini..hiaaah ini sih namanya bencana membawa berkah… terimakasihku ku ucapkan untuk kereta yang tadi meninggalkanku.. jika tak begitu, pasti aku tidak akan bertemu dengan minho..


***

Sesampainya dirumah..

Akhirnya jam satu malam kami tiba dirumah.. untung saja apartemen sepi.. jadi tak ada yang melihat kami. Sekalipun ada yang melihat juga pasti tidak akan ada yang menyangka kalau aku di gemblok oleh minho.. bagaimana tidak. Minho menyamar dengan menggunakan sweater berkupluk. Lalu ia mengenakan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya.

Srruuk
Minho menjatuhkan tubuhku di sofa..

Buru buru ia mengambil kotak P3K.. aku memperhatikan gerak geriknya dengan saksama.. diluar kesadaranku senyum manis tersungging di wajahku melihatnya.

“kemarikan kakimu.” Ia mengambil kaki kananku yang terkilir

“aw…” rintihku

Minho mengolesi minyak gosok pada kakiku..lalu perlahan ia mengurutnya..

“hu..hu.. sakit..” rintihku.. memang benar sakit sekali kok. Aku memang tipe wanita yang tidak kuat menahan rasa sakit.

Minho tak bergeming.. hanya terdiam sambil sibuk mengurut kakiku…

15 menit kemudian..

“selesai! Coba kau berdiri sekarang!” perintahnya dengan senyum puas

Ragu ragu aku pun bangkit berdiri pelan pelan sambil memejamkan mata…

Tuk..tuk..
Aku menggerakkan kaki kanan dan kiriku.

“weeehh tidak sakit lagi!” ucapku gembira. Aku menatap minho senang sebagai wujud rasa terimakasihku.

“syukurlah! Gini gini aku ahli dalam mengurut karna sering melihat proses pemijitan saat sedang spa..” minho menepuk dadanya bangga.

“terimakasih minhossi..” aku tersenyum sendu padanya.

“nee. Ini akibatnya kalau orang yang sudah pulang tengah malam tanpa pamit! “ ia mengejekku

“arasseo miane..”

“ini sudah kedua kali. Sampai ketiga kalinya aku akan memberikan hukuman padamu!” ancamnya padaku

“siap laksanakan!” akhirnya aku menundukkan badan sebagai wujud rasa bersalah

“lebih baik sekarang kau mandi lalu istirahat. Bagaimanapun kau pasti sudah lelah hari ini..”

Aku terdiam..benar! aku hampir saja melupakan bagaimana bisa minho tiba tiba berada di korea! Bukankah ia baru akan pulang dari jepang besok?

“mi..minhossi..bagaimana bisa kau berada di sini? Bukankah jadwal kepulanganmu besok?” aku bertanya ragu ragu padanya

“ oh.. tidak ku duga ternyata pekerjaanku disana bisa terselesaikan lebih cepat dari rencana sebelumnya. Maka dari itu aku memutuskan untuk pulang secepatnya. Ditambah perasaanku tidak tenang mengingat kau disini tidak ada kabar!” ia menjelaskan panjang lebar sembari meminum air mineral dari dalam kulkas

“arasseo..sekali lagi mian. Baiklah aku masuk dulu ke kamar..selamat malam minhossi..” sebelum meninggalkannya aku tersenyum terlebih dahulu.



***

Sehabis mandi aku segera berganti pakaian menggunakan piama..

-ditambah perasaanku tidak tenang mengingat disini kau tidak ada kabar-
Huaaah kalimat ini benar benar terus mengusikku.. sama sekali tidak bisa terhapus dari dalam memori otakku.

“apa ia mengkhawatirkanku? “ gumamku dari dalam selimut

-Apakah ini berarti ada kemajuan dalam hubungan kami? Huuuahh semoga saja iya…-

-sebenarnya sampai detik ini aku masih belum bisa percaya dengan apa yang sudah kualami dalam hidupku ini.. menyatakan cinta kepada aktor tampan incaran para wanita hanya dengan bermodal nekat tak di duga dan disangka malah berbuah manis.. ia mau menerimaku! Ditambah saat aku hendak dijodohkan oleh anak dari teman ayahku ia pun mau menggantikan posisi anak dari teman ayahku untuk menjadikanku istrinya…padahal menikahiku adalah resiko tingkat tinggi dalam karirnya. Fuuuhh maka dari itulah aku tidak boleh bertindak ceroboh.. bagaimanapun juga aku harus menolong minho agar rahasia pernikahan kami tidak terkuak di masyarakat.. tapi satu pertanyaanku. SAMPAI KAPAN???-

Setelah bersikeras berfikir, tak lama kemudian dengkuran halus terdengar dari balik selimut yang kukenakan….



***

Paginya..

Selamat pagi!
Untuk pagi ini akhirnya aku bisa bangun tepat pada waktunya! Ah tidak.. bahkan lebih cepat dari waktu biasa aku bangun.. hehe, pagi ini perasaanku benar benar lagi bersemangat. Semoga saja akan terus berlanjut…

Sreeek..sreeek
Bunyi suara telur gulung yang sedang ku masak untuk sarapan.

-minho belum bangun-

Tok..tok…
Aku mengetuk pintu kamarnya…

“minhossi.. sarapan sudah siap!”

“……..”
Hening tak ada jawaban

“minhossi..” panggilku sekali lagi

Ceklek
Pintu kamar terbuka

“weo sun-a?” tanyanya dengan mata masih setengah tertutup – ya ampun bahkan dia masih terlihat begitu tampan pada saat bangun tidur begini.beruntungnya aku bisa secara live melihat tampang baru bangun bobonya seperti ini..hihi..- batinku cekikian dalam hati.

“sarapan sudah siap…” aku tersipu malu

“mwo? Waah tumben sekali. “

“hehe.. makanya kau cepat mandi lalu kita sarapan!” kekehku

“baiklah. Cakaman….”



***


Di ruang makan…

Waahh.. minho terlihat begitu lahap sekali menghabiskan masakan yang kubuat untuknya.. seperti tidak pernah bertemu nasi seminggu… untuk makhluk yang satu ini memang benar benar MAKHLUK CIPTAAN TUHAN MAHA SEMPURNA. Bahkan dalam ekspresi apapun, ia masih saja terlihat tampan.

“minhossi.. pelan pelan makannya, nanti kau tersedak” tegurku

Minho menelan habis dahulu makanan yang berada di dalam mulutnya sebelum menjawab teguran dariku.
“aku lapar. Terakhir aku makan kemarin siang sebelum berangkat ke korea.”

Aku membelakkan mata begitu mendengar jawaban darinya,”MWO? Jadi kau terakhir makan di jepang???”

Minho mengangguk.” Nee. Bisakah kau diam dulu? Aku ingin menghabiskan makananku.”

“ah mian…”

“omo.. kasihan sekali minho-ku. Untung saja aku tidak telat menyiapkan sarapan untuknya… fuuuhhh” batinku.

Beberapa menit kemudian…

“ahhhh kenyangg..” minho meneguk habis air putihnya

“ apa enak?”

“yaah lumayanlah daripada tidak ada makanan…”

“mwo? Yaa! Tidak bisakah kau memujiku sedikit saja…” ku majukan bibirku kedepan berbalapan dengan hidungku

“hahaha… memang begitu kenyataannya! Makanya belajar masak sana sama ommaku!” ledeknya padaku

“hmm..ngomong ngomong hari ini kau tidak kerja?” –aku berusaha untuk mengalihkan pembicaraan-

“tidak. Hari ini aku libur. “ jawabnya santai

“mwo? Wah asyik sekali… lalu apa yang akan kau lakukan di hari liburmu?”

“tidur” –jawaban yang singkat, jelas, dan padat-

“tidur? Waktu langkamu hanya digunakan dengan tidur?”

“nee, kenapa? Justru waktu luangku yang paling baik yaitu digunakan untuk tidur! Semenjak –one love- booming, waktu tidurku setiap hari hanya diberi tiga jam. Bisa kau bayangkan hah?” –sepertinya ia kesal sendiri-

“oh.. mian aku tidak tau. Baiklah kau tidur saja.. nanti kalau sudah waktunya makan siang aku akan membangunkanmu…” tawarku lembut

“terimakasih.. kau sendiri apa rencanamu untuk hari ini?”

“nee? Ahh aku…”

Belum sempat meneruskan. Sudah dipotong duluan oleh minho

“aku tau! Shoping lagi?” tebaknya..- tetapi kurasa lebih tepatnya mengejek-

“tidak! Aku mau mengerjakan tugas di rumah” –aku berbohong.. sebenarnya hari ini aku tidak ada kegiatan apapun.. hanya ingin dirumah menemani minho-

“arasseo. Aku tidur dulu ya.” Minho pun bangkit menuju kamar

“sekarang?”

Minho menatapku,” nee. Kenapa?”

“ah tidak.. ini kan masih pagi…”

“bangunkan aku saat makan siang!”
Bruuuk
-pintu kamar pun ditutup oleh minho-

“wee.. apa apaan dia. Memangnya ia hidup sendiri apa? Apa ia tak menganggap kalau aku ada disini bersamanya? Fuuuhh.. sayang sekali waktu langka begini ia habiskan untuk tidur. Sesungguhnya aku ingin jalan jalan bersamanyaaaaaaaaaaaaaaaaa…………” –aku menangis dalam hati-

“sabarlah goo hye sun. ini memang sudah resiko tinggi mempunyai pacar.. ah tidak! Suami! Seorang aktor super sibuk T-T” keluhku sembari mencuci piring.

“yaah setidaknya hari ini ia full time berada dirumah..” – aku menghibur diriku sendiri-


***

Siang hari..
Pukul 11.00…
 Sehabis bebenah rumah aku kembali ke dapur untuk membuat makan siang kami.

Tuk tuk..
Aku sedang mengiris wortel untuk kubuat menjadi kare.. sudah kuputuskan makan siang hari ini harus lebih istimewa dari biasanya…

Dengan hati riang aku memasak… waktunya makan siang berarti waktunya aku bertemu dengan minho lagi..hihi…-aku geli sendiri-

“hmm.. enak sekali…” aku memuji masakanku sendiri. – memang benar enak kok!- hehe…

Tidak butuh waktu lama, meja makan yang tadinya kosong melompong sekarang berubah menjadi padat berisi masakan masakan yang kubuat untuk makan siang kami.

“selesai!” buru buru aku melepas celemek yang kukenakan lalu setelah itu berlari lari kecil menuju pintu kamr minho.

Tok.tok.

“minhossi.. bangun! Saatnya makan siang!”

Ting tong!
Bel berbunyi!!!

Sedikit kecewa aku menghentikan kegiatanku dulu membangunkan minho untuk melihat siapa tamu yang memencet bel.

Ting tong!
Bel itu berbunyi kembali…

“yee cakamanyoo…”
Tergesa gesa aku berlari kedepan pintu…

Ciiiiit
Langkahku terhenti di depan pintu.

“ahh pabo! Ingat hye sun kau tidak boleh sembarangan membuka pintu! Pastikan dulu siapa yang datang!!” aku menepuk jidatku

Aku membuka sedikit celah dari pintu yang memang sengaja dirancang untuk mengetahui siapa tamu yang datang.

“dhugunyi? Wuaaahh i..itu kan.. JESSICA PARK?!?! Lawan main minho di –one love-.. dan siapa empat orang pria dan satu orang wanita lagi dibelakangnya??tampangnya seperti ajhuma.apa mungkin manager Jessica??” gumamku pelan…

“yaa hye sun! sedang apa kau nungging di depan pintu hah?”

“omo!!” aku kaget sekali minho tiba tiba mengeluarkan suara menegurku.

Segera aku berlari menghampirinya.” Minhossi minhossi!!!!” panggilku panik dengan tangan bergoyang goyang cepat.

“wee?? Kau ini mau berenang apa? Tangan dan kakimu bergoyang begitu..”

“jangan mengurusiku! Lebih baik urusi saja masalahmu ini!”

“mwo? Masalahku? Memangnya apa masalahku? Ciih ! ya goo hye sun! aku tidak pernah mempunyai masalah kecuali jika kau yang menyeretku!” dengusnya

“jangan bercanda! Sekarang waktunya tidak tepat!! Kau tau minhossi? Di depan ada.. ada JESSICA PARK!!!!” jelasku dengan menekankan pada kata –jessica park-

“MWO??” minho menjerit kaget. “ mau apa kesini?” gumamnya malas

“sekarang saja baru kau kuncup! Yaa bagaimana ini? Apakah aku harus kabur lewat jendela??”

“ apa kau sudah gila hah? Kau tau kita ada di lantai berapa? 26!! Apa kau mau loncat dari sini hanya tinggal nama?” tolaknya mentah mentah ideku.

Kugembungkan wajahku dan kumajukan bibirku seperti biasa jika sedang dalam situasi sulit.

PUK!

“puuuuuuuuuuuuhhh.. kyaaa aphooooo!!!!!” rengekku menahan sakit

Minho menampar pipi gembungku dengan kedua tangannya..

Ting tong..
Bel berbunyi kembali…

“yaa bagaimana ini??” aku semakin panik.

“haaaaaaaah.. lebih baik sekarang kau ke kamarku. Diam disana dan jangan keluar sampai aku yang menyuruhmu. “ perintahnya padaku. Final!!

“yee? Ah.. arasseo. Lalu bagaimana dengan makan siang??”

“ itu urusanku. Lebih baik kau bersembunyi saja di kamarku.”

“yee.. berjuanglah minhossi!!!” sambil melangkah menuju kamar aku mengepalkan tanganku dang mengangkatnya keatas sebagai wujud rasa semangat padanya.

“bersemangat apa! Dasar! Sun-a ingat kunci pintunya !!!”

“yeeeeee…” teriakku dari dalam kamarnya



***

MINHO POV


Minho menarik nafas dalam dalam terlebih dahulu dan menghembuskannya kuat kuat guna mempersiapkan mentalnya menghadapi tamu yang tak diharapkan sama sekali kedatangannya.

Cekleeekk
Gagang pintu dibuka…

“anyonghaseooo…” sapa minho bersemangat. –sudah tentu dibuat buat-

“minhossi! Kenapa lama sekali membukakan kami pintu hoh?” Tanya jesica sedikit agak kesal

“nee minhossi. Kami sudah pegal berdiri di depan pintu” tambah manager minho – disini manager minho biasa dipanggil ‘ kyu hyung’-

“miane.. aku tadi sedang tidur..” minho menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal

“sudah sudah! Lebih baik kita masuk kedalam” lerai manager dari pihak jesica. –bernama byul-

“yee silahkan masuk!” minho tersenyum lebar saat mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam rumah dengan tangan kanan yang diayunkan tanda bahwa ia dengan senang hati mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam–sebenarnya tidak-!

“waah apartemen ini sangat mewah ya,,” kagum jesica seraya mata memandang di setiap sudut ruangan

“kamsamnidha.. sebenarnya aku memilih apartemen ini lebih ke suasana lingkungan. Suasana lingkungan disini tidak terlalu ramai. Jadi aku menyukainya..” jelas minho. “ ah kyu hyung-a. beri mereka minuman dan juga buah.” Perintah minho

“siap laksanakan!!!!” kyu hyung pun bergegas memasuki dapur

“ omong omong ada apa kalian kesini? Tidak biasanya..” –minho mulai membuka inti pembicaraan-

“yee? Ohh anyii.. kami kesini karna memang ingin bertemu denganmu. Sudah lebih dari dua minggu kita tidak bertemu. Mumpung aku juga tidak ada job makanya aku langsung menuju kesini. Mian, apakah kedatanganku mengganggumu?”

Minho langsung menggelengkan kepala,” anyi.. gwenchana. Terimakasih untuk perhatiannya jessy..” – jessy panggilan akrab minho untuk Jessica-

“OMO! MINHOSSI KAU HABIS MASAK YAAAAA?? –teriak kyu hyung dari arah dapur-

“mwo? Yee.. kenapa?” jawabnya santai

“haha.. tumben sekali kau masak minhossi! Biasanya selalu pesan delivery!! Tapi..kenapa ada dua mangkuk nasi disini??”

-Minho mulai salah tingkah-,” mwo? i.. itu tadi buatku juga! Haha.. aku lapar sekali jadi daripada bolak balik mengambil nasi di rice cooker lebih baik langsung dua mangkuk saja..hahaha…” jelasnya –tentu saja bohong. Tak mungkin ia bilang kalau mangkuk itu punya hye sun-

“benarkah? Tapi kenapa sumpit juga ada dua pasang? Yaaa.. apa kau sedang mengundang seorang teman?” selidik kyu hyung

“ mwo? Anyi… aku tidak mengundang siapapun. Yaiiish! Bisa tidak kau diam hah! Pertanyaanmu membuatku pusing saja! “ akhirnya minho hilang kesabaran..

“hehe miane.. miane..”

“minhossi? Kau bisa memasak?” Tanya Jessica antusias

“ah tidak begitu.. hanya yang sederhana saja..”

“waaah.. minhossi! Boleh kami makan siang bersamamu?” pinta byul tak tau malu

“yee? Ahh silahkan!!!” minho mengangguk ragu ragu. Ia berfikir –apakah cukup?-


***

HYE SUN POV

Kriyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk!
-apalagi kalau bukan bunyi perut-

“akh lapar sekali!!” keluhku sembari memegangi perut yang mulai keroncongan menagih jatah makan siangnya.

“yaa kenapa tadi aku tidak mengambil jatah makan siangku dulu?” sesalku. “ooooghh laparr….”

AHA!
Aku punya ide!!

Korogoh ponsel milikku dari dalam kantong clana jeans selutut yang kukenakan. Dengan semangat 45 aku memencet nomor rumah kami.

Tulululut….

“biar aku yang angkat.” Mino melangkah kearah telpon dan mengangkat gagangnya.

“yobeseyo?”

Aku tesenyum senang sekaligus lega ternyata yang mengangkat telponnya dia sendiri…

“minossi!! “ panggilku

“hah?mwo? ah yee..yee.. kamsamnidha..haha…”
Piiiip..
Telpon terputus oleh pihak mino.

Aku mengerinyitkan alis sebal,” kenapa dimatikan sih!! Dan kenapa ia berceloteh tak jelas begitu!!Huuuuuuuhhh!!” dengusku kesal


Sementara itu mino…

“auuuush hye sun gila apa menelpon disaat genting begini…” ucapnya dalam hati.

“minho-a! ayo kita makan siang!” ajak kyuh yung padanya

“ye..yee..” mino pun segera melesat menuju ruang makan


***

“omo..enak sekali..” puji jesicca saat mencicipi telur gulung buatan hye sun

“yee? Memang telur gulung buatannya enak sekali..” puji minho. Namun di detik berikutnya ia kaget setengah mati karna salah berbicara…
“haha.. maksudku telur gulung buatanku memang enak berkat resep dari omma..haha..” minho salah tingkah sendiri.

“oh begitu..” Jessica tersenyum mempercayai perkataan minho yang tentu saja –bohong-

“haha silahkan makan yang banyak…” tawar minho supaya mereka semua melupakan kebodohannya.


***

HYE SUN POV

“minhossi..kau mau membuatku mati perlahan ya..” keluhku sembari memegangi perut yang mana dari tadi terus saja berbunyi merdu meminta jatah makan siangnya.

Dengan modal nekat aku akhirnya memutuskan untuk melihat keadaan di luar kamar mino… sebodo amat dengan perintahnya. Berlama lama disini akan semakin menyiksa perutku! berharap di dapur tidak ada orang dan aku bisa mengambil makan siang dari dalam kulas…

Ce..k..leee..kk..
Kubuka pintu kamar perlahan.. lalu ku julurkan kepalaku sedikit demi sedikit..

SEPI-

Aku tersenyum senang..perlahan tubuhku terus menyumbul keluar dari kamar… daaan SUKSES!! Aku sudah benar benar keluar dari kamar mino… asal kalian tau saja, gayaku sekarang benar benar seperti maling yang tengah mengendap endap dirumah untuk mencuri..

“MINHO-A!!” jerit seorang wanita yang kutau itu pasti –jessica park-
Jeritan itu sontak membuatku terlonjak kaget..langsung saja tanpa berfikir panjang aku langsung mengumpat di samping lemari. Karna memang jarakku dengan lemari begitu dekat.

“yee jessy?”

“aku ingin ke toilet, dimana toiletmu?” pinta jessy

“ahh..lurus sedikit lalu disebalah kiri pojokan itu toiletnya berada” jelas minho pada jessy sembari tangannya menunjukkan peta toilet tersebut :p

“gumawo…” Jessica langsung saja melesat ke toilet. Haah sepertinya ia benar benar kebelet.

Aku melihat mino melangkah menuju ruang tamu..

“BAGUS! Ini saatnya kesempatanku untuk memanggilnya..” kataku dalm hati..

“minhossi..ssssuuut minhossi…” panggilku dengan suara yang begitu pelan sekali..

Minho terkaget melihatku tengah berjongkok meringkuk di samping lemari..terjepit begitu saja..

“yaa..weo?” tanyanya salah tingkah dan panik. Kepalanya menengok ke kanan lalu ke kiri. Ke depan terus kebelakang takut takut ada orang yang melihatku.

“minhossi bisa kau beri aku makan? Perutku lapar sekali..” pintaku melas padanya.

“mwo? Iya iya.. tapi sebaiknya kau dikamar saja! Kachaaa!!” minho menyeretku buru buru melesat masuk kedalam kamarnya lagi.

“ingat jangan keluar lagi! Arasseo!!” perintahnya keras

“yee.. ah tapi jangan lupa makan!” pintaku lagi sebelum pintu benar benar ia tutup. Tak tau ia mendengarkanku atau tidak -_-



***

Setengah jam…
Satu jam…
Satu setengah jam sudah aku menunggu..

Tapi minho tak kunjung datang membawakanku makan..malahan yang kudengar hanya gelak tawa dari arah ruang tamu…

Tiba tiba saja aku merasa ada yang tidak beres pada perutku.. aahh rasanya sakit sekali seperti tertusuk jarum..”oh tuhan kumohon jangan sekarang! Jangan sekarang kau membuat sakit MAAG ku kambuhh…” jeritku dalam hati sambil terus memegangi perutku yang makin lama makin sakit…

Yaa..aku memang memiliki maag akut sejak lima tahun yang lalu. Hal ini terjadi karna kebiasaanku sendiri yang suka makan makanan pedas secara gila gilaan. Namun demi tuhan maag itu tidak pernah kambuh dua tahun terakhir ini.. tetapi kenapa sekarang tiba tiba… akh! Ada ada saja……

Sebenarnya obat maag ada dikamarku.. tapi tak mungkin bisa ku ambil..
Aku meringkuk di atas ranjang minho seperti udang gulung.. berguling guling sambil Manahan sakit.. “ aku tidak boleh mengeluarkan suara.. tidak boleh…”


***

Jam lima sore..

Akhirnya ke enam rombongan itu pun pamit pulang karna mereka semua sudah lelah setengah hari bermain di apertemen minho..

Di depan pintu rumah..

“minhossi gumawo sudah mau menyediakan waktumu untuk kami..” ucap jessy senang. Dianggukkan oleh empat orang lainnya

“yee sama sama.. kapan kapan mainlah lagi kesini..” tawar minho

“kamsamnidha..” Jessica mengecup pipi kanan lalu pipi kiri minho..” anyong minhossi..” pamitnya.

“yee anyong..” jawab minho risih.

“minhossi ingat besok pagi aku akan menjemput jam 9” ucap kyu hyung sebelum meninggalkan minho juga..

“yee araseo…”



***

Cekleekk..
Pintu rumah pun tertutup

“HUAAAAAAAAAAAAHHH akhirnya selesai juga!!!” minho tersenyum lega.

-jangan lupa makan-
Tiba tiba saja minho teringat permintaan hye sun yang terlupakan olehnya.
Puuk
Ia menepuk jidatnya
“yaiiiish pabo!” buru buru minho melesat ke kamarnya melihat kondisi hye sun.
“gadis itu pasti sudah sangat kelaparan” batin minho

Apa yang minho lihat setelah pintu kamarnya terbuka??

“HYE SUN!!” jerit minho. Buru buru ia berlari keranjang dan meraup hye sun ke pelukannya. Ia sangat panik melihat hye sun tengah merintih menahan sakit sembari memegang kedua perutnya.

“minhossi.. aphoo…” rintihku..

“yaa wegude? Apa yang sakit? Minho begitu khawatir sekali

“perut.. maagku kambuh..”

“mwo?” –detik itu juga minho  benar benar merasa dirinya adalah orang yang paling jahat sedunia. Bagaimana bisa ia bersenang senang sementara ada orang lain meringkuk kesakitan demi menyelamatkan dirinya-

“apa yang harus kulakukan sun-a agar kau merasa baikan?” suara minho terdengar begitu pilu.. ia benar benar sangat menyesal

“obat.. dikamarku…tolong bawa aku ke kamar..” pintaku lemas..

“arasseo..” minho langsung meraupku kedalam pelukannya.. menggendongku bak seorang putrid.. ini pertama kalinya Ia menggendongku.. diantara rasa sakitku terselip rasa bahagia yang menjalar ditubuhku

Sesampainya dikamar minho menaruhku di ranjang…

“dimana obatnya? Biar kuambilkan..”

Aku menunjuk kearah laci meja riasku..” disitu…”

Minho pun langsung mengambil obatnya..

“sun-a.. apa kau harus makan dulu? Apa bagaimana?”

Aku menggeleng..” anyi.. minum obat dulu baru makan..karna itu anjurannya..”

“arasseo..” minho pun menyuapiku beberapa tablet obat…

“gumawo…” ucapku lemah..

“mian..karnaku kau jadi menderita seperti ini…” minho menggenggam tanganku lembut. Wajahnya tertunduk penuh sesal. Sekali lagi ini pertama kalinya ia bersikap begini manis padaku..

“tidak apa minhossi.. kau sudah banyak menolongku..jadi sudah sepantasnya aku membalas..” aku mencoba tersenyum padanya.. rasa sakit di perutku sudah sedikit menghilang berkat efek obat. Ah tidak! Efek dari sikap manisnya minho yang membuatku berdebar hebat. Aku bisa merasakan hangat tubuhnya ditubuhku walaupun sebenarnya hanya tangan kami yang menyatu..

“menolongmu?”

“yee.. kau sudah mau menerimaku menjadi kekasihmu.. sudah mau menikahiku menggantikan anak teman appaku.. apa namanya itu kalau bukan menolong.. joungmal gumawoyeo minhossi…” suaraku terdengar begitu serak..

“mwo? Jadi selama ini kau beranggapan apa yang sudah kulakukan padamu itu hanya sebagai tanda ‘penolong’? begitu?”air wajah minho tiba tiba berubah menjadi keras.. tangannya yang tadi menggenggam erat tanganku berubah menjadi kepalan kencang..aku sangat tau saat ini ia benar benar sedang marah.. sungguh. Walaupun sering kali ia marah padaku, tapi untuk kali ini marahnya benar benar beda ketimbang sebelumnya..

“minhossi…” gumamku pelan.

“sedih sekali rasanya selama ini aku hanya dinobatkan sebagai ‘penolong’ mu saja..” desahnya berat.. wajahnya memerah

“kau salah! Harusnya aku yang merasa sperti itu..” bantahku kuat

“mwo? Lalu kenapa tadi kau berbicara seperti itu hah?” ia menatapku. Tatapannya sungguh tajam dan menusuk.

“aku.. aku..yaa siapapun pasti akan berfikir seperti itu jika melihat bagaimana kau memperlakukanku! Selama kita pacaran kau tidak pernah mengucap cinta padaku! Tidak pernah berlaku lembut padaku! Selalu memarahiku! Apapun yang kubuat pasti selalu salah dimatamu! Aku benar benar tak tau lagi apa yang sebenarnya ada di dalam fikiranmu terhadapku! Wajar aku berfikir seperti itu!!aku…”

Belum selesai aku mengeluarkan isi hatiku, tiba tiba saja aku merasakan bibir padat minho menyentuh bibirku.. melumatnya cepat dan kasar.. dari ciumannya aku bisa merasakan betapa emosinya begitu meluap luap.. aku tidak bisa berbuat apapun..hanya bisa diam dengan mata terbelak.. pertama kalinya minho menciumku buas seperti ini.. ah tidak! Bukan minho tapi pria..pria itu adalah minho..

Satu menit minho pun menyudahi ciumannya dibibirku.. nafasnya  tersengal sengal..begitu pun denganku..

“aku.. aku bukan tipe pria yang bisa menunjukkan rasa cintanya dengan romantis.. sungguh aku tidak bisa.. sebenarnya memarahimu hanyalah kesenanganku saja..karna setiap habis memarahimu, kau pasti akan menggembungkan pipimu dan juga memajukan bibirmu kuat kuat.. hal itu benar benar membuatku gemas..gemas sekali.. kau yang pertama membuatku jatuh cinta sampai jungkir balik begini hye sun..” aku minho.. sorot matanya begitu tulus dan dalam..

Sungguh.. demi tuhan tidak ada yang bisa kulakukan lagi selain memeluknya erat erat! Menangis kuat di dalam pelukannya… akhirnya pria yang sangat kucintai ini juga mencintaku…sungguh bodohnya aku tidak menyadari semua.

“minhossi.. benarkah? Benarkah yang kau katakan?” ucapku sesenggukkan..

“apa perlu kubuktikan sekarang?” tiba tiba minho melepaskan pelukannya padaku.. ia tersenyum mengulum..

“mwo? Apa itu…”

Cuuuuups..
Minho kembali mencium bibirku.. kali ini tidak seperti ciuman barusan..ciuman kali ini penuh cinta dan lembut sekali… setiap lumatan dan esapan yang dilakukan minho membuatku mabuk..kubalas dengan sepenuh hati ciuman ciuman darinya.. ini sangat aneh menurutku. Padahal aku sama sekali belum pernah berciuman begini hebat.. tapi kenapa kepalaku dan mulutku terus bergerak seirama dengan minho…apakah ini yang dinamakan –nafsu- ?

Minho membawaku semakin jauh.. perlahan ia mulai menidurkan tubuhku diranjang tanpa melepas ciuman kami…
Aku sudah begitu tenggelam dalam suasana ini.. tak tau bisa menghentikannya atau tidak.. tapi kalaupun tidak bisa, semua ini tak apa kan? Toh kami sudah suami istri.. hal seperti ini memang sudah menjadi kewajiban sebagai pasangan…


***

 Sekarang minho sudah berada di atas tubuh hye sun..

“sun-a…” desah minho..

“hmm..” balasku dengan mata yang masih terpejam.. masih melayang dengan ciuman tadi..

“aku ingin…” bisik minho ditelingaku..

“aku mendesah tertahan karna telinga memang daerah sensitifku,” hmm.. lakukanlah…” aku tersenyum lembut sembari memegangi kedua pipinya yang sudah merona merah..

GHS..
Aku bisa merasakan bagaimana minho mulai menelusuri wajahku..mengecupnya dan menjilatnya.. ciuman itu semakin  turun..beralih ke leherku.. aku tidak mampu menahan kegelian nikmat yang luar biasa seperti ini.. ku peluk erat erat tengkuk leher minho sembari menjambak halus rambutnya..

Ah.. minho mulai melepas kancing kemejaku dengan mulutnya…
Setiap kancing yang terlepas ia dengan bergairahnya mengecup tubuhku sehingga meninggalkan bekas berwarna merah pekat..

Hingga kancing kelima.. akhirnya terlepas sudah..bisa kulihat ia begitu terpesona saat aku membuka full kemeja yang kukenakan..

LMH
Ya tuhan.. sungguh betapa indahnya tubuh hye sun.. kulitnya..kulitnya putih seperti susu.. tubuhnya begitu indah bak biola..sempurna! sangat menantang kejantananku..

Tanpa banyak buang waktu, langsung saja aku melepas kaos yang kukenakan.. aha.. hye sun memandangku begitu kagumnya.

GHS
Apa yang kulihat ini benar nyata? Dada itu begitu bidang.. sangat sempurna.. perlahan kusentuh dada itu dan tersenyum..bersyukur sebesar besarnya pada tuhan atas anugrah yang tuha berikan padaku, yaitu MINHO..

Ahh.. minho kembali meraupku kedalam pelukannya.. dilumat kembali bibirku sampai habis..jauh lebih dalam..sambil menciumku, tangannya mulai meraba melepas bra berwarna cokelat yang kukenakan..
Ada apa ini? Diluar kesadaranku, aku malah membantunya melepas braku..

LMH
Betapa indahnya dada ini.. bentuk yang sempurna! Kau sangat sempurna hye sun!

“kau cantik sekali..sayang..” desahku ditelinga hye sun..

Tanpa berlama lama lagitangan kananku mulai meraba sebelah kanan dadanya..sementara tanganku memegang tengkuk leher hye sun..

GHS
Demi tuhan!  Permainan minho sungguh hebat.. membuatku melayang dan tenggelam di dalamya..

LMH
Tangannya terus meraba punggungku, membuatku semakin bersemangat bermain lebih liar dipusat dadanya..

GHS
Ahh kalau lebih lama seperti ini aku sudah tak sanggup mengendalikan diriku lagi.. setiap esapan dan pintiran yang minho lakukan sudah benar benar membuatku kehilangan kesadaran..yang ada hanya birahi yang semakin memuncak.



***

Jeans yang kami kenakan berdua kini sudah berserakan di lantai begitu berantakannya. Sekarang kami berdua benar benar polos tanpa ditutupi selembar benangpun..

Minho kembali melumat bibirku dalam dalam.. saat itu juga aku memekik tajam saat jari jari minho mulai menelusuri pangkal pahaku dengan liarnya…

“akh!” seruku di dalam ciuman kami..

Minho melepaskan bibirnya,” weo sayang.. rasakan saja…” perintahnya. Lalu ia kembali melanjutkan lumatannya pada bibirku..

Seperti kata minho. Aku mulai merasakan semua perlakuan yang minho mainkan di pangkal pahaku.. rasanya sungguh nikmat.. aku semakin mendesah kuat seiring dengan lincahnya minho memainkan pangkal pahaku dengan jarinya..tubuhku menengang hebat. Sungguh demi tuhan aku tak pernah merasakan kenikmatan luar biasa yang sudah merasukiku sekarang ini….

“sun-a..kau siap sayang..” Tanya minho lembut.

Dengan cepat aku memegang pipi minho dan mendekatkannya pada wajahku.” Tentu saja…” seruku sembari menggigit hidung mancungnya

Minho terkekeh melihat keagresifan istrinya itu..

“akh..” aku terpekik mana kala benda asing begitu besar itu mulai memasuki pangkal pahaku.. nyeri..ngilu..dan perih sekali rasanya. Aku memejamkan mataku menahan rasa sakitnya. Kedua tanganku tak  terlepas dari ujung bantal yang kutiduri..

“tahan sayang..sakitnya tak akan lama..” minho kembali mencium bibirku..melumatnya dengan begitu lembut..

Minho kembali memberi hentakkan pada pangkal pahaku..sangat sulit sekali dorongan yang minho lakukan karna memang terlalu sempit untuk dirasuki…sambil berciuman aku memejamkan mata lebih dalam dan mencengkram punggung minho. Masih sama yang kurasa.. SAKIT!

Saat sibuk sibuknya kami berusaha tiba tiba saja suara menggelegar yang tak diduga dan disangka terdengar…

“SUNYANG!! MENANTUKUUUUU!!!!”

Aku dan minho saling berpandangan.
“APPAAAAAAAAAAAAA!!!” seru kami berdua!!

Bagaimana bisa? Disaat seperti ini?? Dan.. oh tuhan! Wajah suamiku sudah benar benar frustasi!! Jika saja bukan dalam keadaan seperti ini aku pasti sudah tertawa terbahak bahak dibuatnya.


***

OKE  TAK POTONG DULU YAAAAAAAAAAAAAAA… HAHAHAHA.. KENTANG DAH TUHH :P





« Last Edit: September 14, 2010, 07:28:00 am by neiya »