Author Topic: MY LIFE FOR YOU  (Read 17950 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: MY LIFE FOR YOU
« Reply #240 on: October 07, 2010, 10:00:09 am »


Chapter  3 part 3:

“Honey,  kelakuanmu itu sangat keterlaluan. Mino bro kan sudah berbaik hati memberikan dana ke perusahaan dad.”kwon
membuang muka.

“ini demi kebaikannya, lagi pula oppa hyun joong sudah mau berbaik hati mencabut pemutusan dana.” Hye sun menunduk.

“honey!! Ini bukan kebaikan untuk mino bro, ini untuk kebaikanmu saja. Kwon memarahi hye sun.

“cukup.” Dengan suara pelan.” Jangan bicarakan ini lagi” hye sun memejamkan matanya.

Hening sejenak, namun segera terpecahkan heningan itu dengan bunyi HP milik hye sun.

Hye sun menjawab panggilan masuk.

Ghs: hallo

Pembantu LMH:  nona, tuan muda mengiris urat nadinya, sekarang tuan dalam perjalanan menuju rumah sakit di dekat sini.”
Kata sang pembantu ketakutan”

Ghs: apa???? Kenapa bisa begitu.

Pem. LMH : tadi tuan baru saja pulang, langsung masuk ke dapur mengambil pisau dan kejadian yang tak diinginkan pun terjadi.

Ghs: kenapa tidak di cegat!

Pem. LMH : maaf nona, saya tidak mengira kalau tuan akan melakukan itu.

Ghs: ya sudah lah, memang dia yang bodoh. Ya sudah, trimakasih sudah memberikan kabar.

Pem. LMH: tapi, nona akan datang menjengung tuan kan?

Ghs: kenapa? Jangan-jangan ini hanya akal-akalan saja ya.

Pem. LMH: tidak nona, tapi tadi saat ingin di bawa ke rumah sakit, tuan selalu menyebut nama nona, mungkin tuan
membutuhkan nona.

Ghs: oh, baiklah, saya akan menjenguknya sekarang. Maaf telah merepotkanmu.

Pem. LMH: tidak apa nona.

Ghs: kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu lagi.

Pem. LMH: ne..

Hubungan terputus.

“kwon! Kamu pulang ke rumah sendiri. Aku akan menyusul nanti.” Hye sun menitipkan barang bawaannya pada kwon.

Setelah sampai di tempat pemberhentian bus, hye sun segera turun dan memberhentikan taxi lalu pergi menuju rumah sakit.



Hye sun berlari-lari menuju meja resepsionis.

“maaf, tuan lee min ho berada di ruangan mana?” hye sun bertanya pada penjaga resepsionis.

“masih berada di ruang ICU.” Kata resepsionis.

Hye sun langsung berlari menuju ruang ICU. Kemudian dia melihat mino baru saja akan di pindahkan ke ruangan VIP.

Hye sun memasuki ruangan VIP tersebut. Hye sun duduk menunggu di kursi sebelah tempat tidur mino sambil menatap wajah
mino.

“ pabo!! Kenapa melakukan hal yang aneh seperti ini. Baru saja aku bilang cerai saja kau sudah berbuat aneh, bagaimana kalau
aku tinggal ke AS.” Hye sun cemberut.

“mungkin aku akan mati kalau kau tak ada di sampingku.” Mino berbicara dengan masih memejamkan matanya.

“jangan seperti ini, belajarlah lebih kuat menghadapi masalahmu sendiri.”hye sun memegang tangan mino.

“ aku pulang”. Hye sun baru saja ingin beranjak pergi, tangannya di pegang oleh mino.

“jangan tinggalkan aku, temani aku disini.” Mino menatap hye sun sendu.

“percuma aku menemanimu, barubahlah agar bisa menghadapi masalahmu. Aku tak bisa memberikan janji kosong kepadamu.
Permisi.” Hye sun pergi keluar ruangan.

Di depan pintu ruangan mino, hye sun menitikan air matanya.

Hye sun POV:

Mino, aku juga sedih kalau sampai kita berpisah, tapi, mungkin kamu bukan takdirku.

“hye sun menghapus air matanya dan berjalan pulang.”

End pov.

#

“ Yaaa...!!! aku tak mau tahu, kamu harus bisa menemukan wanita sinting itu. Kalau perlu,  buat semua keluarganya
menderita.mengerti!!!!! “  mino mengomel dari telefon genggamnya, dan langsung melemparnya hingga jatuh ke lantai.

“apa sih yang dilakukan detektif itu, tak bisa menangkap satu orang saja.” Mino duduk di kursi kerjanya.

Kriing...kriiing....

Telefon di meja kerjanya berbunyi.

“Iya ada apa?” mino langsung menanyakan ke pokoknya.

“Maaf tuan mengganggu, ada tuan kim bum mencari anda.” Jawab sang sekertaris.

“ ya sudah, persilakan dia masuk.” Jawab mino.

“ne.. tuan” tutup sang sekertaris

Tak lama pintu ruangan mino terbuka.

“yaa... lee min ho! Pabo ya!!!  Baru kemarin masuk rumah sakit, kenapa sekarang bisa masuk kerja?” kim bum kaget dengan
kehadiran mino di kantor.

“percuma di rumah sakit kalau yang merawatku bukan hye sun”. Mino berjalan menghampiri kim bum.

“dari pada kamu memikirkan yang tak pasti, lebih baik kau ku kenalkan dengan temanku, dia baru kemarin pulang dari jepang.”
Kim bum tersenyum.

“ aku tak tertarik pada wanita lain selain hye sun.” Mino memasukkan tangannya ke saku celananya.

“yang ini lain, ayolah, temui sebentar saja.” Kim bum menarik tangan mino.

“ ya sudah, 15 menit saja.” Mino menjawab acuh.

“lebih juga tak apa.” Kim bum menyenggol lengan mino.

“aiiisssshhh... kau ini.” Mino siap untuk menjitak kim bum.

“ok..ok.. ayo kita berangkat sekarang.” Kim bum dan mino meninggalkan kantor.

#

“Hye sun, kau suka gaun yang mana?” hyun joong menggandeng tangan hye sun.

Hye sun tersenyum. “ semuanya bagus, apapun yang oppa pilih pasti bagus”.

“kau tidak senang ya hye sun denganku.” Hyun joong menghentikan langkahnya dan memegang kedua bahu hye sun sehingga
sekarang mereka berhadapan.

“jika boleh jujur, aku memang tidak terlalu senang dengan cara oppa. Terlalu kekanak-kanakan.” Hye sun membuang muka.

hyun joong mendorong hye sun sampai terpojok di dinding.

“ya... oppa.. lepaskan..” hye sun memberontak dengan perlakuan hyun joong.


“aku ingin memberi tahu pada semuanya kalau aku sangat mencintaimu hye sun.” Hyun joong mulai mendekatkan wajahnya ke wajah hye sun.

2 centi, 1 ½ centi, 1 centi..... kemudian...... JENGJENG....

“BUUUKKKK.... “ hye sun dan hyun joong menoleh ke asal suara.

Seorang wanita memanggil. “oppa hyun joong!!!!”. Wanita itu menarik tangan hyun joong dan memeluknya.

“yaaa!!!! Apa yang kau lakukan disini han hyo jo!” hyun joong bertanya kepada wanita yang bernama han hyo jo. 

“tentu saja aku habis belanja! Lihat barang-barang yang aku beli itu!”wanita itu menunjuk ke arah belanjaan yang tadi
ditaruhnya sambil melepaskan pelukan yang menempel di hyun joong.

“yaaa!!! Maksudku, kau bukannya di jepang! Kenapa bisa sampai disini!!!” hyun joong agak mengeraskan suaranya.

“pabo!! Tentu saja aku mau melihatmu! Aku tak menyangka bisa bertemu disini!” hyo jo tersenyum manis, sambil mengacak-
acak rambut hyun joong.

“aiiisssshhh... jangan begitu!” hyun joong merapihkan rambutnya yang agak berantakan.

Hyo jo menyenggol lengan hyun joong, berbicara sambil berbisik. “ siapa wanita itu? Dia cantik juga! Bukan pacarmu kan?” hyo
jo bertanya dengan nada mengejek.

“dia itu memang bukan pacarku! Tapi calon istriku.” Hyun jong balas berbisik.

Hyo jo menjawab dengan suara yang keras “yaa!!! BERCANDA?? Dia bukannya ...”belum selesai bicara, mulut hyo jo sudah di
bekap oleh hyun joong.

“ jangan bicara macam-macam!” hyun joong menatap tajam hyo jo.

Hyo jo menganggukkan kepala sebagai tanda menyetujui.

“jadi benar dia yang itu?” hyo jo bertanya untuk mendapatkan kepastian pada hyun joong.

“ ne..., dia orangnya.” Hyun jong menjawab pasrah.

“pantas saja kau merelakan segalanya untuk dia. Aku juga pasti akan melakukan hal yang sama sepertimu.” Hyo jo
menyetujui perbuatan hyun joong.

“jangan macam-macam kau! Ingat statusmu!” hyun joong menjitak kepala hyo jo.

“hehehe.. aku lupa.” Hyo jo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Hye sun yang dari tadi bingung melihat tingkah kedua manusia itu, mulai berjalan menjauh, berjalan menuju ke sofa yang
disediakan di tempat tersebut.

“yaa!! Kemana hye sun??” hyun joong melihat ke tempat tadi hye sun berdiri.

“itu! Sedang duduk! “ hyo jo menunjuk ke arah hye sun berada.

“oppa, benar-benar akan menghancurkan hubungan orang yang sudah menikah?” hyo jo bertanya sopan.

“mungkin itu cara satu-satu nya.” Hyun joong menundukkan kepalanya.

“pabo!! Kalau mau merebutnya, seharusnya, sebelum dia menikah!” hyo jo menjitak kepala hyun joong.

“ sudah puas? Memang aku yang bodoh! Jangan mengaturku lagi! Aku tau apa yang terbaik untukku.” Hyun joong pergi
menghampiri hye sun dan meninggalkan hyo jo.

“yaa!! Kau tak berniat memperkenalkanku kepadanya?” hyo bertanya setengah berteriak.

“kalau kau mau diperkenalkan, cepat kemari.”hyun joong menoleh, lalu melanjutkan langkahnya lagi.

“arrhhhh, orang ini terlalu senditif.” Hyo jo berbicara pada dirinya sendiri, dia membereskan barang-barangnya dan mengikuti
langkah hyun joong.

“hai...!” hyo jo menyapa sambil tersenyum.

“hai.” Hye sun menjawab dan balas tersenyum.

“aku hyo jo, han hyo jo. Kamu?” hyo jo mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“aku goo hye sun. “Hye sun membalas jabatan tangan hyo jo sambil tersenyum.

“wah, hye sun, kau sangat cantik dari yang ku bayangkan.” Hyo jo menatap kagum ke hye sun dengan tangan masih
menjabat tangan hye sun.

“ terima kasih.” Hye sun menjawab dengan agak ragu-ragu.

“yaaa!! Sudah..sudah..!! lepaskan tanganmu dari hye sun!” hyun joong mencolek-colek lengan hyo jo.

“ok..ok..” hyo jo melepaskan jabatan tangannya. “ hye sun, kamu kenal dengan sun hye kyo kan?” hyo jo bertanya ke hye
sun.

“ne.. kenapa?” hye sun bertanya dengan nada bingung.

“dia itu sepupuku.” Hyo jo tersenyum.

“tapi, kenapa kamu bisa kenal oppa hyun joong?” hye sun bertanya dengan bingung.

“karena, oppa hyun joong teman baik onnie hye kyo. Tenang saja, aku tidak akan merebut oppa hyun joong darimu. Aku tau
betapa mencintainya oppa hyun joong kepadamu.” Hyo jo tersenyum.


Hye sun hanya tersenyum kaku.

##

“mino! Kenal kan ini jung ryu won.” Kim bum memperkenalkan wanita yang ada di depannya kepada mino.

“kau kan yang telah menuduhku!” mino bicara dengan nada marah sambil menunjuk orang yang ada di hadapannya.

Ryu won hanya  Diam tanpa menjawab tuduhan mino kepadanya.

“kalian sudah saling kenal?” kim bum bingung dengan adu mulut diantara mino dan ryu won.

“yaaa!!! Kau gila kim bum! Dia ini yang menuduhku memperkosanya. Dan gara-gara dia juga hye sun minta diceraikan.” Mino
menjelaskan dengan nada suara yang tinggi.

Jung ryu won yang tadinya diam, sekarang mulai angkat bicara. “apa yang membuat saya harus disalahkan. Bukannya kamu
yang menghancurkan hubungan cinta seseorang menjadi kandas!” ryu won menjawab dengan nada manyindir.

“yaa!!! Hyun joong yang menyuhmu!! Iya kan! Mengaku saja!!” mino menatap ryu won dengan sangar.

“kalau memang iya, memang kenapa. Lagi pula aku sudah benar membuat dua orang yang mencintai jadi bersatu lagi.” Ryu
won menjawab dengan santai.

Sekarang kim bum menyela perbincangan kedua orang ini. “yaaa! Ryu won! Apa kau percaya saja dengan perkataan hyun
joong!” kim bum menatap ryu won.

“semua sudah terlanjur, walaupun aku percaya pada kalian, aku tidak akan membeberkan masalah ini. Lagi pula, kasusnya sudah ditutup.” Ryu won menjawab ketus.

“yaa!!! Kim bum! Lihat kelakuan wanita ini! Dari mana kau menemukan seorang wanita seperti ini!” mino berbicara dengan
nada marah.

“pelankan suaramu. Banyak orang disini.”kim bum memelankan suaranya.

“ryu won, lebih baik kau ikut denganku.” Kim bum menarik tangan ryu won

“yaa!! Lepaskan!!”  ryu won memberontak.

“ryu won! Temanku temanmu juga kan! Kamu rela mengorbankan persahabatan kita hanya karena hyun joong! Berapa uang
yang telah dia berikan kepadamu!” kim bum berbicara keras di depan ryu won.
PLLAAAKK... “ryu won menampar wajah kim bum.”

“aku tahu, memang aku ini bukan anak orang kalangan atas sepertimu. Tapi, ini bukan masalah uang. Ini masalah balas budi!
Kau tak akan mengerti!” ryu won menatap kim bum dengan keadaan matanya yang telah menitihkan air mata.

“maaf..” kim bum menyesal. “ tapi, tak bisakah kau menolong temanku  Agar dia bisa mempertahankan pernikahannya.”kim
bum menunjuk ke arah mino.

“sudahlah kim bum, kalau dia tidak mau, aku akan meyakinkan hye sun saja. Hye sun pasti akan mempercayaiku.”mino
menundukkan kepalanya.

“baiklah, aku akan membantumu. Hanya untuk meyakinkan wanitamu saja. Untuk yang lain aku tak bisa.” Ryu won
memejamkan matanya menyerah.

“ya sudah, ayo segera kita menemui hye sun.” Kim bum mengajak ryu won dan mino.
Ryu won mengikuti langkah kim bum diikuti mino di belakang.



##

“hyo jo, kamu mau makan apa?” hye sun tersenyum pada hyo jo.

“samakan saja dengan oppa hyun joong.” Hyo jo balas tersenyum.

“ kamu mau makan apa oppa?” hye sun menanyakan dengan nada datar.

“aku mau nasi goreng buatanmu saja.” Hyun joong tersenyum.

“baiklah, akan segera kubuat.” Masih bicara datar dengan hyun joong. Lalu berpaling ke arah hyo jo. “tunggu sebantar ya hyo
jo.”tersenyum.

Hye sun meninggalkan hyo jo dan hyun joong yang berada di meja makan.

“caramu terlalu kasar oppa! Kau seharusnya bunuh diri dulu waktu itu!” hyo jo berbicara sambil tertawa.

“aku sebenarnya mau memakai cara itu, tapi, kalau ada cara yang tidak menyiksa diriku, buat apa aku susah-susah.” Hyun jo
tertawa renyah.

“kalau kau tak berhasil mendapatkan hye sun juga, menyerah saja lah. Jangan memaksakan kehendak!” hyo jo memejamkan
matanya dan menyenderkan ke bangku belakang.

“apa pun caranya, hye sun harus bersamaku, walau itu cara egois.”hyun joong tersenyum penuh arti.

“jangan mengeluarkan auramu yang ini. Sunggu bukan seperti dirimu. Hanya karena cinta kamu bisa berubah seperti ini.” Hyo
jo berbicara tak percaya.

Hye sun datang dengan membawa dua buah piring berisi nasi goreng.

“maaf menunggu lama.” Hye sun tersenyum ke hyo jo, dan hyo jo membalas senyuman hye sun.

“ maaf merepotkanmu. Hye sun, apa besok kamu ada acara? Apa kamu mau menemaniku jalan-jalan?”hyo jo bertanya pada 
hye sun.

“aku menurut saja dengan keputusan oppa hyun joong.” Hye sun menundukkan kepala.

“oppa! Boleh kan!” hyo jo mendelik ke hyun joong.

“tentu saja boleh. “ hyun joong tersenyum ke hye sun.

“Silakan dinikmati makanannya” hye sun mempersilakkan hyo jo dan hyun joong menikmati makanannya.

Mereka bertiga memakan makanan dengan suasana yang sepi, tidak ada yang membuka pembicaraan.



Setelah mereka menghabiskan semua makanan, hye sun membereskan meja makan dan membawa peralatan yang kotor ke
dapur.

“yaa!! Oppa!! Kau kan punya banyak pembantu! Kenapa semua urusan memasak dan membereskan jadi hye sun yang
melakukan?” hyo jo bertanya ke hyun joong.

“ dia yang ingin seperti itu, katanya tidak ingin merepotkan orang lain.”hyun joong menjawab polos.

“pabo!! Berarti dia itu memang benar-benar tidak suka denganmu! Dia hanya merasa berhutang padamu!”hyo jo membentak
hyun joong.

“apapun itu, yang penting hye sun bersamaku.” Hyun joong tersenyum.

“licik!” hyo jo berbicara mengumpat.

“oppa, aku harus pulang dulu, besok aku akan menjemput hye sun agak siang.”hyo jo berbicara ke hyun joong.

“ya sudah. Terserah.” Hyun joong menjawab acuh ,masih duduk di tempatnya.

“ ya sudah, aku pamit dulu dengan hye sun.” Hyo jo berjalan menghampiri hye sun yang berada di dapur.

Tanpa sengaja hyo jo melihat hye sun yang sedang menangis di depan meja setelah menyuci peralatan yang tadi di gunakan.

“kenapa?? Kenapa ini harus terjadi padaku? Apa salahku? Mino,maafkan aku.” Hye sun mulai menangis , terduduk di lantai dan
menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“hye sun! Weo??”hyo jo menghampiri hye sun dan membelai lembut kepala hye sun.

“tidak apa-apa. Aku hanya ingat mom dan dad.” Hye sun berbicara sendu.

“ kamu mau pulang ke rumahmu? “ hyo jo menanyakan dengan antusias.

“tidak perlu, aku tak ingin membuat mereka kecewa.” Hye sun menjawab sambil menghapus air matanya.

“kamu bicara jujur saja padaku. Kamu tidak menyukai oppa hyun joong kan? Kau ingin membatalkan pernikahanmu?”hyo jo
bertanya heran.

“ boo?? Pernikahan? Bukan, aku hanya bertunangan.” Jawab hye sun sambil berfikir.

“ah.. iya, tunangan.” Hyo jo tersenyum kaku.

“ aku mau pulang dulu ya hye sun, besok aku akan menjemputmu.” Hyo jo tersenyum.

“mari aku antar. “ hye sun memegang tangan hyo jo berjalan menuju pintu gerbang.

“terima kasih atas jamuannya hari ini.” Hyo jo menundukkan kepala kepada hye sun dan hyun joong yang menunggu di depan
gerbang sebelum hyo jo memasuki taxi yang di pesan.

“sama-sama.” Hye sun tersenyum.

“mainlah kesini jika ada waktu, kau harus menyicipi masakan-masakan buatan istriku.” Hyun joong merangkul hye sun sambil
tertawa, hye sun hanya melirik hyun joong dengan bingung.

“besok aku juga akan kesini.” Hyo jo tertawa.

“aku pergi dulu. Maaf merepotkan.” Hyo jo menundukkan kepala dan pergi menaiki taxi.

“hye sun, ayo masuk.” Hyun joong memegang tangan hye sun, dan hye sun hanya menurut saja.



Sekarang hidup hye sun sudah seperti robot, mengikuti semua perintah hyun joong.  Walau Hyun joong tidak bermaksud hye
sun menuruti semua perintahnya.  Hye sun tinggal di rumah hyun joong, namun di kamar  yang berbeda.  hyun joong bahagia
dengan hari ini, tapi, siapa yang berani menjamin esok hari dia akan bahagia?? :p


##

Di rumah kim bum:

“ kau masih tak mau menceritakan apa yang terjadi?” mino bertanya pada ryu won.


aku hanya memberi satu saja, hyun joong akan segera menikah minggu ini, segeralah ceraikan dia.” Ryu won memberi saran

“KAU!!!” mino menatap marah ke ryu won.

“sabar mino. “ kim bum menenangkan mino.

“kau harus menjelaskan pada hye sun, walau apa pun kemungkinannya nanti. Kau harus mau!” mino menunjuk ke ryu won.

“ terserah.., aku membantumu hanya karena kim bum teman sepenanggunganku saja.”  Jawab ryu won acuh.

“yaa.. ryu won, mengalahlah sedikit.”kim bum bicara tak enak.

“ya sudah, cukup sampai sini saja, aku harus pulang. 2 hari lagi adalah tanggal pernikahannya, aku akan datang kesana. Kita
bertemu disana.” Ryu won pergi meninggalkan rumah kim bum tanpa ada yang mencegahnya.

“aaaiiiiissshhhh......, kelakuan macam apa itu..” mino hanya bisa heran melihat sikap ryu won.

“dia pasti akan menepati janjinya! Aku sudah mengenalnya, percayalah. “ kim bum menepuk bahu mino.

“kenapa hye sun bisa semudah itu melupakanku dan menikah dengan pria lain sebelum aku menceraikannya.” Mino menghela
nafas.

“tentu saja bisa! Ini semua karena kesalahpahaman itu!”. Kim bum melirk mino.

“yaa!! Tapi kan aku tidak melakukan apapun.” Mino menatap kim bum marah.

“memang kamu tidak melakukan apa-apa, tapi, mungkin hyun joong itu yang melakukan apa-apa. Siapa tahu saja.” Kim bum

mengangkat bahunya.

“kalau dia pakai cara licik, biar ku balas dengan cara licik.” Mino berlari meninggalkan rumah kim bum.

“selalu saja mengambil tindakan tanpa berfikir. Pabo...”kim bum menjelekkan mino setelah mino pergi.



##

Mino sampai di sebuah apartemen:

“ hye kyo!! Buka pintu!!” mino menggedor-gedor pintu

“tunggu sebentar.” Suara dari dalam menjawab, tak lama pintu di buka oleh hye kyo.

“kenapa mino?” hye kyo bingung.

“ besok kamu harus pergi denganku! Menemui hye sun.” Mino memaksa hye kyo.

“kenapa? Apa hye sun sakit?” hye kyo khawatir.

“lebih parah dari sakit. Dia akan menikah denga  hyun joong.” Mino menjawab pertanyaan hye kyo.

“mwo?? Bukannya kalian masih belum bercerai?” hye kyo kaget dengan berita yang disampaikan oleh mino.

“memang masih belum, dan tak akan pernah. Kau mau bantu aku kan?” mino memohon.

“ baiklah, besok pagi aku akan menunggumu.”hye kyo memberikan jawaban.

“ kalau begitu, aku pulang dulu.” Mino berjalan pergi, baru dua langkah, hye kyo kemudian memanggil.

“ mino, kamu harus kuat! Hye sun pasti mau menerimamu.” Hye kyo tersenyum.

Mino yang telah menoleh, balas tersenyum dan melanjutkan langkahnya meninggalkan apartemen milik hye kyo.

##

Keesokan paginya di rumah hyun joong:

“oppa! Aku pinjam hye sun mu dulu sebentar.” Hyo jo tersenyum.

“pulangnya jangan terlalu malam! Besok dia harus mempersiapkan diri.” Hyun joong mengingatkan hyo jo.

“aku mengerti, jangan terlalu mengekang kehidupan dia. Dia mengerti apa yang hrus dia lakukan. Kami pergi dulu oppa. “ hyo
jo pergi dengan hye sun. Hye sun mengikuti langkah hyo jo tanpa memberikan perkataan apapun.

“hye sun, kau mau kemana hari ini?” hyo jo bertanya ke hye sun.

“kemana saja boleh saja.” Hye sun menjawab dengan nada datar.

“kau boleh memilih tempatnya,, aku akan menemanimu, kemanapun, untuk hari ini.” Hyo jo tersenyum ke hye sun.

“ aku ingin bertemu dengan adikku saja, kwon, aku kangen sekali dengannya.” Hye sun menjawab dengan suara agak
bergetar.

“ayo.. dimana alamatnya? Hehehe..” hyo jo dan hye sun bersenang-senang menuju rumah hye sun.

1 jam berlalu, hye sun dan hyo jo baru sampai .

“aku pulang..” hye sun berteriak.

“honey....” kwon berlari memeluk hye sun.

“kwon, aku kangen kamu..” hye sun balas memeluk hye sun.

“honey, jangan pergi lagi, disini saja.” Kwon masih memeluk hye sun.

“tidak bisa, nanti aku harus pulang, kamu harus datang ke acaraku besok ya. Kalau bisa bebaskan aku. Hye sun terkekeh di
pelukan kwon.

“yaa.. masih bisa bercanda.” Kwon melepas dekapan di hye sun. “ ini siapa? Kwon melirik ke wanita di sebelah hye sun.

“saya han hyo jo, sepupu sun hye kyo.” Hyo jo menundukkan kepalanya.

“oh.. ne..” kwon mengangguk. “ saya kwon beom jin.” Hyo jo dan kwon berjabat tangan.

“oh iya, mom sudah memasak makanan, sekarang sudah waktunya makan siang kan!” kwon tersenyum.

“ayo makan..” kwon , hye sun dan hyo jo memakan makanan sambil bercanda saat makan, suasana yang sama seperti
sebelumnya.

Setelah menyelesaikan makan, ketiga orang ini bermain kartu, menghabiskan waktu hari ini dengan bermain dan bersenang-
senang. Namun, tak terasa waktu sudah senja.

“hye sun, ayo kita pulang, oppa hyun joong akan cemas jika kita pulang larut malam.” Hyo jo menunggu jawaban hye sun.

“iya.” Hye sun tersenyum.” Terima kasih hyo jo, kamu baik sekali membolehkanku bermain-main.”hye sun tersenyum lagi.

“aku hanya ingin memberikan sedikit kebahagiaan untukmu.” Hyo jo balas tersenyum.

“kalian akan pulang?” kwon kecewa.

“tentu saja kwon, kalau ada waktu, kami pasti main kesini lagi kok.” Hyo jo menjawab lalu tersenyum, hye sun hanya
tersenyum.

Kwon mengantarkan hye sun dan hyo jo sampai menaiki angkutan umum.

##

Sudah jam 7 malam hye sun dan hyo jo baru sampai di rumah hyun joong.


“kami pulang.....”. Hye sun dan hyo jo memasuki rumah.

Namun, ketika melintasi ruang tamu, hye sun kaget melihat ada mino dan juga hye  kyo yang sedang berbincang dengan hyun
joong.

“kalian sudah pulang.” Hyun joong tersenyum menyambut kedatangan hye sun dan hyo jo.

“hye kyo!!! Lama tak jumpa.aku kangen kamu.” Hyo jo memeluk hye kyo.

“hyo jo, aku kangen kamu juga.”hye kyo memeluk hyo jo dan cipika cipiki.

“kapan kamu ke jepang lagi?” hyo jo bertanya ke hye kyo.

“mungkin 1 tahun lagi.” Hye kyo terkekeh.

“yaa!!! Kenapa jadi kalian yang bicara!!” mino menyela pembicaraan mereka.

Hye kyo , hyo jo dudu berdampingan, sedangkan hye sun duduk di sebelah hyun joong.

“kenapa onnie hye kyo dan mino datang kesini? Ada masalah apa?” hye sun bingung.

“tidak ada apa-apa, kami hanya memastikan kalau kamu bahagia dengan dia.” Mino melihat ke hyun joong.

“ ya sudah aku permisi pulag.” Mino langsung pergi .

“aku juga permisi.” Hye kyo mengikuti langkah mino.

##

Hari pernikahan hye sun & hyun joong.

Hye sun sudah rapih di dengan pakaian pengantinnya.

“aiisshhh... oppa hyun joong bilang hanya pertunangan, kenapa sekarang malah pernikahan? Kalo seperti ini, aku benar-benar
tidak bisa kabur lagi.” Hye sun berbicara sendiri.

Tok..tok..tok..”seorang pelayan memasuki ruangan hye sun.

“nona, acara akan segera dimulai, anda harus bersiap-siap.” Pelayan itu menundukkan kepala.

“iya, saya menyusul.” Hye sun tersenyum kaku.

##

“yaa!! Kim bum! Kenapa kamu tidak ikut! Kenapa malah kabur ke new york!” mino mengomel melalui Hpnya.

“maaf, ini lebih penting. Kamu pasti bisa menyelesaikannya. Semangat mino!” kim bum langsung memutuskan hubungannya.“tut...tut..tut..”

“yaa!!” kim bum!!! Awas kau ya!” mino mengomel sendiri.

Tiba-tiba ada yang menghampiri mino.

“kau mino kan?” ryu won menyapa mino.

“iya, cepat bilang sana ke hye sun!” mino menyuruh ryu won.

“sudah aku bilang, dia bilang, sudah tau.” Ryu won menjawab.

“kalau dia sudah tau aku tak bersalah, kenapa hye sun mau menikah.” Mino menundukkan kepala.

##

“oppa, maaf, aku tak bisa menikah denganmu, benar-benar maaf.” Hye sun menunduk di hadapan hyun joong.

“tapi hye sun, kamu tega aku malu di depan umum?” hyun joong kecewa.

“lebih baik oppa dengan onnie hye kyo saja, dia sudah mengganti pakaiannya, semoga bahagia oppa. Bukan, pasti oppa
bahagia dengan onnie hye kyo.” Hye sun tersenyum.

“aku mencintai mino. Oppa mengertikan? Tolong relakan aku dengan mino.” Hye sun menatap harap pada hyun joong.

“baiklah. Pilihanmu selalu baik untukku hye sun.” Hyun joong memeluk hye sun.

“selamat ya oppa.”hye sun mengelus-elus punggung hyun joong.

“aku pergi menemui mino ya oppa.”hye sun tersenyum dan melepaskan pelukannya.

Hye sun pergi meninggalkan ruangan.

“selalu ada happy ending untukmu hye sun..” hyun joong bicara sendiri kemudian tersenyum.

##

Hye sun mencari-cari keberadaan mino.

Ternyata, mino sedang berdua dengan kwon , membicarakan sesuatu.

Hye sun menghampiri mereka berdua.

“kau kenapa mino??” hye sun bingung melihat mino yang tampak sedih.

“hye sun akan menikah dengan orang lain.” Mino bicara namun tak melihat orang yang bertanya.

“yaa!! Mino bro! Itu honey!” kwo menyenggol lengan mino.

Mino langsung memeluk hye sun.

“hye sun, ayo kita kabur dari sini, biar kamu tak usah menikah!” mino sudah akan menarik tangan hye sun namun hye sun
menjelaskan.

“aku disini saja, mau melihat pernikahan oppa hyun joong dan onnie hye kyo.” Hye sun tersenyum.

“mwoo??? Hyun joong dengan hye kyo??” mino bingung.

“ne.., sudahlah, lihat saja.” Hye sun memeluk lengan mino.

“berarti, kita sudah tidak ada yang menghalangi lagi?” mino senang.

“ne..”hye sun tersenyum.

Acaranya sudah dimulai, hyun joong dan hye kyo terlihat serasi.

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi, setelah acara sudah dilaksanakan.

“mino bro!!!!  Belakangmu!!!” kwon memberi tahukan, namun telat, mino tertimpah sebuah sound sistem yang tersenggol
oleh seseorang.

Mino segera dibawa ke rumah sakit
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..