Ckiiiiiiit
Mobil BMW hitam milik minho sudah terpampang manis berjejeran bersama dengan mobil mobil pengunjung lainnya di sebuah pusat perbelanjaan ternama di seoul -yang aku sendiri ga tau namanya apa- :p
Lmh: baby, siap? *mimik sungguh sungguh-
Ghs: *mencibir* auuuush memang kau fikir kita mau melakukan apa! Hanya berbelanja saja tapi tampangmu seperti mau ikut perang!
Lmh: *terkekeh* baby ini pertama buat kita membaur dengan masyarakat banyak. Apakah penyamaranku masih tak apa? *sembari bercermin*
Ghs: tentu! Kau malah terlalu sempurna menyamar sebagai orang berpenyakitan. Ah bisa kutebak nanti di dalam orang orang akan menjauhimu sebab takut tertular penyakit darimu. Hahahahahahaha *tertawa geli sekali*
Lmh: YAAA!! *gusar* ah baby cakaman! Topimu agak miring *membenarkan posisi topi hye sun*
Ghs: gumawo. Bisa sekarang kita berbelanja?
Lmh: *tersenyum dibalik masker tebalnya* tentu. Kachaaaaaaaaaaa!!!!
***
Plek..plek...
Begitulah bunyi langkah kaki minho dan hye sun saat memasuki supermarket itu. Bisa di dengar kan dari suara langkah kakinya bahwa betapa gugupnya mereka berdua di dalam sana.
Lmh: tenanglah baby *menenangkan hye sun tanpa menoleh ke arah kekasihnya itu. Pandangannya masih lurus kedepan menatap pengunjung pengunjung didalam*
Ghs: mwo? Yang harus berbicara seperti itu aku! Lihat punggungmu bergetar saking kau terlalu menegapkannya *menyembunyikan tawa*
Minho dan hye sun bisa merasakan bagaimana para pengunjung itu menatap mereka berdua dengan pandangan anehnya. Auush minho dan hye sun bisa memaklumi pandangan-pandangan mereka tersebut. Sungguh... Sebab bagaimanapun juga sangat aneh sekali pakaian yang tengah membungkus tubuh mereka berdua. Yang pria harusnya berada di rumah sakit bukan berkeliaran di supermarket jika melihat bagaimana kondisinya. Sedangkan yang perempuan terlalu bengal berdandan seperti pria rapper. Harusnya ia berada di diskotik bukan di supermarket.
Lmh: jangan pedulikan tatapan mereka baby. Yang pentung kita harus segera berbelanja dan setelah itu buru buru pergi dari sini! Kachaaaa *menarik tangan hye sun bersemangat*
Tanpa di ketahui minho, hye sun terus tersenyum geli melihat tingkah laku kekasihnya itu. -berpura pura baik baik saja padahal jantungnya berdegup kencang setengah mati-
Troli mereka berhenti pertama di tempat mie instan berada.
Lmh: baby apa tidak kebanyakan? *melihat isi troli terisi banyak mie instan dari berbagai macam rasa*
Ghs: kan untuk dua minggu. *jawab asal sambil memilah milih saos beserta kecapnya*
Lmh: *menangguk dan setia mengekori hye sun*
Untuk setengah jam ini di dalam supermarket masih tenang tenang saja. Belum ada satu orang pun yang menyadari siapa mereka berdua -sebenarnya-. Tentu saja hal ini membuat minho dan hye sun begitu lega dan semakin nyaman berbelanja tanpa dibayangi rasa was-was.
Pedagang: yaaa ayo ayo! Dicoba daging steak impor asli australia!! Dijamin empuk dan lembut dilidah! *promosi *
Hye sun yang mendengar segera menghampiri ajussi tersebut yang tengah sibuk memotong daging steak dengan menggunakan gunting. Tentu saja minho tetap setia mengekor di belakang hye sun.
Ghs: ajussi boleh aku mencoba ini? *tersenyum lebar*
Pedagang: tentu saja agashi. Dan setelah mencoba jangan lupa mempertimbangkan untuk membelinya. Sebab daging ini benar benar lezat. *tersenyum khas pedagang yang sedang berusaha mempengaruhi fikiran konsumen agar terbujuk dengan senyum mautnya*
Ghs: *memasukkan sepotong daging kemulutnya* uhhhm.. Benar. Ia sangat lezat!! *memuji disetiap kunyahannya*
Pedagang: tentu saja! Hahaha
Lmh: *mencolek colek lengan hye sun* yaa baby! Aku juga mau dong...
Ghs: *berbisik pelan* yaa bagaimana bisa! Mulutmu kan ditutupi masker. Sudah biar aku yang wakili saja bagaimana rasanya. Haha
Lmh: auuush pelit. Baby aku mauuuuu *mulai merajuk seperti anak kecil*
Ghs: sido!!! *mengunyah lagi daging steak*
Lmh: baby.... *semakin merajuk*
Ghs: *gusar* auuush arasseo!!!! *kesal*
Lmh: *tersenyum kemerdekaan dibalik maskernya* -ia sangat tau hye sun lemah dengan rajukan yang ia lakukan-
Sebelum menyuapi minho, hye sun memandang ke sekeliling arena supermarket. Takut takut ada yang melihat wajah minho. Aman! Tidak ada orang yang lewat di dekat mereka. Semua sibuk memilah milih barang barang atau makanan makanan yang mereka butuhkan. Hye sun membalikkan tubuh minho membelakangi ajussi.
Ghs: aaaaaaaa
Lmh: nyam nyam....
Ghs: bagaimana?
Lmh: lezat sekali. *buru buru menutup masker kembali*
Pedagang: agashi apa dia pacarmu? *tanya tiba tiba*
Ghs: *kaget* nee. Hehe
Pedagang: kalau begitu kasihan sekali kau nak *mendesah berat*
Ghs: nee??? *bingung begitu juga dengan minho*
Pedagang: *menyuruh hye sun mendekat padanya hendak berkata sesuatu dan hye sun mengikutinya*
Pedagang: kulihat kau cantik agashi, tetapi pacarmu itu terlihat buruk untukmu. Penyakitan. Kau pasti akan menderita jika terus hidup bersamanya. *bisik bisik tetangga ditelinga hye sun*
Minho yang memang dibelakang hye sun, walaupun si ajussi itu berbisik, namun suaranya masih terdengar ditelinganya seketika mendelik melotot tak terima. Baru saja minho hendak berkata, hye sun langsung menghentikannya dengan tendangan maut pada tumit kaki minho
Lmh: aaaaakhh!!! *berjinjit menahan sakit*
Ghs: ahahahahaha dia hanya terkena flu saja ajussi. Bukan penyakit yang parah *terkekeh*
Pedagang: joungmal? Syukurlaaah.. *menarik nafas lega*
Ghs: ajussi, aku minta dua kilogram daging ini ya.
Pedagang: *langsung antusias* nee agashi!!! *buru buru membuatkan pesanan*
***
Satu jam kemudian.
Bruuuuukk!!
bunyi bagasi mobil tertutup yang berisikan belanjaan belanjaan mereka berdua yang dijamin memakan banyak kantong plastik besar!
Pik!
Bruuuuuuuuuuuuuummmmmm...
Mobil hitam itu pun berjalan melaju menjauhi supermarket...
Ghs: menyenangkan!! *sambil mengunyah keripik kentang*
Lmh: yee! Haha lain kali kalau kita mau nonton, makan di retoran, atau pergi berekreasi alangkah baiknya jika menyamar seperti ini baby. Sudah terbukti mereka tidak mengenali kita. *sambil melepas cepat masker yang ia kenakan dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih memegang kendali stir mobil*
Ghs: pabo!! Baru di supermarket saja pandangan orang-orang sudah begitu anehnya pada kita. Apalagi jika ke tempat rekreasi yang memang penuh dengan lautan manusia. Hahaha. Bisa bisa aku tidak bisa tidur tiga hari tiga malam karna tak bisa lupa dengan tatapan mereka. Hihihi... *tertawa geli*
Lmh: kalau begitu gampang. Nanti akufikirkan bagaimana menyamar yang lebih indah dipandang mata *mengerlingkan mata genitnya*
Ghs: *memeluk lengan minho* mino-a..... *merajuk manja*
Lmh: *tersenyum geli melihat kelakuan kekasihnya yang tiba tiba manja seperti itu* wee baby?
Ghs: kau jadi ketempat omma?
Lmh: nee tentu. Wee??
Ghs: aku juga rindu omma-mu. *tersenyum kangen*
Lmh: *terkekeh* arasseo. Semenjak syuting PT kau sudah tidak kupertemukan lagi dengan omma ya?
Ghs: *mengangguk* nee.
Lmh: *merasa bersalah* miane baby. Aku terlalu sibuk. Ah kau selesai editing jam berapa?
Ghs: hmm.. Tidak lama paling jam 7 aku sudah selesai. Wee?
Lmh: baiklah kujemput dan kita makan malam dirumah bersama omma. Bagaimana?
Ghs: *senang sekali* coungmalyeo???
Lmh: *manggut manggut penuh cinta* tentu! Apapun aku lakukan agar putri nakalku ini tidak bersedih.
Ghs: cuuuuuuuuuuppppps *mencium mesra pipi minho* gumawo baby!!
Ckiiiiiiiiitt
Minho langsung mengerem mendadak mendapati hye sun mencium pipinya tiba-tiba. Alhasil tubuh mereka berdua sedikit menyuruk ke depan. Untung saja jalan yang mereka lewati sepi, sehingga tidak menimbulkan kejadian yang tak di inginkan.
Ghs: YAA!!!!! "Kaget bukan main*
Lmh: *menyengir pasrah* hehe mian baby aku kaget habis kau tiba tiba mencium dan memanggilku -baby-
Ghs: *tertawa*pabooo!!!! Baru dicium pipi saja sudah begini apalagi kalau....
Hye sun tiba tiba menarik minho mendekat padanya. Kedua tangannya melingkar erat mengunci pada leher minho. Tanpa banyak membuang waktu, hye sun langsung memberikan kecupan manis pada bibir ranum padat milik minho. Hanya kecupan kecil antara bibir dan bibir yang saling menempel..
Minho melotot syok mendapati perlakuan yang begitu menantang dari kekasihnya itu.. Namun perlahan ia meredup dan memejamkan matanya... Tangan kanan minho memegang lembut pipi hye sun, sedangkan tangan kirinya mulai menjalar di punggung hye sun turun naik mengusapnya...
Minho mulai melumat bibir mungil hye sun.. Menyesap serta menggigitnya kecil.. Lidahnya yang panas menelusuri setiap sudut bibir hye sun...
Ghs: hmmm.. *mendesah lembut saat minho mulai membuka mulutnya dengan menggunakan lidahnya...*
Jadilah kedua pasangan itu berciuman di siang hari tepatnya di dalam mobil dalam suasana sepi di pinggir jalan....
5 menit kemudian..
Minho melepaskan ciumannya. Lalu jidatnya di tempelkan pada jidat hye sun.. Ia tersenyum dengan mata yang masih terpejam bekas ciuman yang mambuatnya mabuk melayang...
Sedangkan hye sun masih terpejam juga.. Namun bibirnya masih sedikit menganga akibat terlalu sakit saat minho menghisapnya..
Lmh: baby.... Saranghae... *mengecup lembut kening hye sun. Yang dicium hanya tersenyum penuh sayang...*
***