Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17613 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE chap 1 2 & 3 update 26 september
« Reply #15 on: October 26, 2010, 07:02:38 am »
Ps : timeline yang aku pakai di chap ini adalah sewaktu Geum Jan Di jadi pelayannya Goo Jun Pyo. Ingat kan?

Chapter 7
Can you??
[/b]

(Jan Di POV)

“Yaa Geum Jan Di! ambilkan handukku!”

“Geum Jan Di! sepatuku kotor sekali. Cepat bersihkan sepatuku!”

“Geum Jan Di! Aku lapar. Cepat buatkan makanan!”

“Jan Di-a! Aku tidak bisa menemukan jasku. Cepat carikan!”

“Jan Di-a....”

“Jan Di-a....”

....

....

....

....

AARGHHHH

“Jan Di-a..”

“Apa lagi yang kau inginkan, tuan muda?!” tanyaku dengan nada yang sangat-sangat terganggu plus kesal setengah hidup. Entah sudah berapa ratus kali tuan keong racun ini terus-terusan memanggilku ‘Jan Di-a... Jan Di-a... Jan Di-a’. Dimulai dari hal-hal kecil seperti membuatkan mi untukknya sampai menemaninya nonton film horor. Heran, kenapa sih dia tidak pernah membiarkanku istirahat sehariii saja. Tapi setidaknya ia membayar upah lembur untukku. Khuhuhu... huahahahaha... uhuk uhuk!

Pernah suatu kali ia merevisi ulang nada panggilannya terhadapku. Hari pertama ia ngomong dengan nada do rata. Hari kedua ia memanggilku dengan do yang beda satu oktaf. Ia bahkan pernah memanggilku dengan nada seriosa. Hhh....nasib deh punya pacar error kayak gini.
Kalian mau tahu, dalam sehari frekuensi pemanggilannya terhadapku (?) bisa mencapai 1000 Hz. Ehehehe...bohong kok. Gak gitu juga kali. Dalam kurung waktu sejam saja tuan muda EHMgantengEHM ini bisa memanggilku sebanyak 10 kali. Jadi, jika dikalkulasikan dalam sehari ia memanggil namaku sebanyak 140-150 kali. Nasib nasib...

“Jan Di-a, dimana kunci mobilku? Cepat...”

“Ya ya ya...kau pasti mau bilang ‘cepat carikan untukku’. Benar kan?” potongku dengan nada bosan setengah hidup.

Jun Pyo menyeringai kayak kucing garong lagi ****, “Kau benar-benar mengerti aku ya” ujarnya pede.

“Tentu saja tidak, bodoh. Tapi karena kata-kata itu sering kau ucapkan. Hhh....baiklah. Jadi, dimana terakhir kali kau melihatnya?”

“Aku tidak tahu.”

“UAPAAA... KALAU BEGITU BAGAIMANA AKU BISA MENCARINYAAA. Aishh.”

Isshh.... selalu saja begini. Mentang-mentang aku pelayannya ia memperlakukanku seenaknya. Tapi, entah kenapa aku tidak bisa marah padanya lebih dari sehari. Hey, apa panah sang cupid sudah tertancap di hatiku? Entahlah. Hanya Tuhan dan sang cupidlah yang tahu. Amin. Tapi tapi tapi...kenapa aku selalu menuruti perintahnya? Aku kan juga punya hak untuk menolaknya. Apa karena aku sudah terlalu sering mendengarnya seperti ini, sehingga tanpa sadar aku menuruti segala permintaannya? =.= oke, itu mungkin saja.

.

.

.

.

“Jan Di-a...”

“Yaa Geum Jan Di...”

.

.

.

...

...

...

Sudah cukup. Memangnya keong racun ini tidak memikirkan bahwa aku juga punya kesibukan sendiri? Kenapa sih dia selalu bergantung padaku?

“Yaa..kau...”

“GOO JUN PYOO...” teriakku pada akhirnya. Telingaku berdengung mendengar suaraku sendiri. Apa suaraku terlalu besar?

“Apa?” tanyanya polos.

Aku memasang muka sebal, “Apa maksudmu dengan mempekerjakanku seharian ini? Jam kerjaku kan hanya sampai jam 5 sore.”

“Mwo?”

“Dimulai dari mengambilkan handuk untukkmu, membersihkan sepatumu yang kotornya amit-amit itu, mencarikan jasmu yang hanya tergeletak di sampingmu, dan yang terakhir kau menyuruhku mencarikan kunci mobilmu yang bahkan kau sendiri tidak tahu kau letakkan dimana. Demi Tuhan Goo Jun Pyo, kenapa hal-hal sekecil itu saja kau harus perlu bantuanku? Tidak bisakah kau tidak terlalu bergantung padaku?”

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya menatapku dengan pandangan yang sebenarnya bisa meluluhkan hati para wanita, tapi untukku TIDAK. Setidaknya dalam situasi seperti sekarang ini.

“Jan Di-a..”

“Mwo? Wee?” tanyaku beruntun.

“Apa kau marah hanya karena aku terlalu sering memintamu mengerjakan segala sesuatu untukku?”

“Hahaha...darimana saja kau, tuan muda? Spacing out? Dan ya! Aku marah.”

“Biasanya kau tidak marah. Dan hei, kau kan pelayanku. Sudah seharusnya kau mengerjakan apa yang aku minta.”

“Karena aku menahan amarahku, bodoh. Dan soal pelayan, perlu kau ingat bahwa jam kerjaku hanya sampai jam lima sore.”

“Joungmal?” tanyanya dengan ekspresinya yang SOK chubby itu.

Demi Tuhan.. seriously, this guy... huftt..

Jun Pyo mendekat ke arahku. “Oke, mulai sekarang aku akan merubah sikapku. Kau tidak marah lagi kan?” ia berkata lembut sambil menggenggam erat kedua tanganku.

Aku menghela napas panjang, “Tidak. Untuk sekarang!” tegasku.

Ia menyeringai lagi sekarang

“Jan Di-a.” panggilnya.

“Mwo?” sesaat aku tertegun menyadari betapa tampannya pemuda dihadapanku sekarang. Oh Tuhan, terima kasih karena kau telah menjadikanku sebagai satu-satunya wanita terindah di hatinya. Fufufu...

“Perintah terakhirku hari ini. Setelah itu aku akan benar-benar berubah.” Katanya pelan.

Aku menghela napas lagi, “Baiklah. Katakan.”

“Geum Jan Di... I can’t taste my lips. Can you do it for me?” -smirk- [on] [on]

Speechless  Emoticons0433

“MESUUUUM!!!”[/size]

******

KYAAAAA....... UAPAA INI?? Entah kenapa akhir-akhir ini aku suka banget ngebayangin Lee Min Ho yang PERVERT. Hohoho... storylinenya beda banget kan dengan chap-chap sebelumnya? Err—gimana pendapat kalian tentang karakter Jan Di dan Jun Pyo disini? Pas sama karakter mereka di BOF? Oh ya, DESTINY gak bisa update sekarang. Karenaaaa.....

*sesi curcol dimulai!*

NILAI FISIKA DAN KIMIAKU TURUN DRASTIIIISSS... TEDAAAAAKSS!! Huhuhuu....aku gak tahu apa yang harus aku jelasin sama papa mamaku. Gak mungkin kan aku bilangnya, “Ehehehe...maaf ma, pa. Abis Kim Jun ngajakin telponan melulu.” sambil cengengesan kayak kucing kawin [hmpfh]. Huhuhu.... nilaikuuuu...

SESI CURCOL SELESAII...

Komen??
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME