Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19096 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Love & Carerr* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess)
« on: February 07, 2010, 12:22:52 am »
Chapter Nine ~ Miny

Yong Chan dengan cepat pergi meninggalkan danau  ,dengan muka panik ia segera menghampiri Mr.Bae yang sedang duduk sendirian ..

“Goo Yong Chan…apakah ada yang salah?”sahut Mr.Bae melihat Yong Chan yang menghampirinya dengan tampang panik..

“Mr.Bae tolong ijinkan saya pulang sekarang,,”

“Mworagu..?Ta..tapi,”

“Mr.Bae ,adik saya masuk rumah sakit ,maka itu tolong ijinkan saya pulang sekarang..,”kata Yong Chan dengan cepat memotong pembicaraan Mr.Bae yang belum selesai..

Eun Ho melihat percakapan Yong Chan dan Mr.Bae dari kejauhan ,mukanya tampak bingung ,bertanya-tanya apa yang terjadi ,ia tak bisa mendengar percakapan itu dengan jelas..

Ketika Mr.Bae menggangukkan kepalanya tanda setuju  ,Yong Chan pergi meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa ,ia meraih jaketnya dan menghampiri Porschenya yang terletak di di bawah pohon ,Eun Ho langsung berlari mengejar Yong Chan . Eun Ho sendiripun tak bisa menyangkal kalau dirinya juga panic melihat tampang Yong Chan seperti sekarang ini .Untung saja Yong Chan masih belum menyalakan mesin mobilnya ,ia membuka pintu mobil melihat Eun Ho yang berdiri tepat disamping mobilnya..

“Tunggu..,”kata Eun Ho dengan nafas tersengal-sengal sambil memegangi perutnya yang baru saja dijahit..

“Kenapa?”kini nada suara Yong Chan kembali dingin ,pikirannya masih tergiang dengan kejadiaan di danau tadi..

“Gwencana?”

“Apakah kau masih peduli ?”Yong Chan berkata dengan ketus ,membuang mukanya dari tatapan Eun Ho..

Eun Ho pun tak berkata apa-apa ,ia hanya dapat menatap muka Yong Chan ,wajah Eun Ho diliputi oleh kepanikan ,ia merasa seluruh panas menghampiri wajahnya ,seluruh muka Eun Ho merona merah ,,alisnya mengeriyit tanda panic..

Tiba-tiba saja ,Yong Chan mengarahkan pandangannya ke arah Eun Ho ,lalu Yong Chan dengan cepat menarik tangan Eun Ho membawanya ke dalam mobil ,Yong Chan dengan segera menyetir Porschenya meninggalkan tempat itu..

**

Porsche Yong Chan berhenti tepat di depan klinik noonanya ,Yong Chan keluar dari Porschenya dengan menggandeng tangan Eun Ho ,sementara Eun Ho menatap ke sekelilingnya ,seolah menampar dirinya sendiri ,kenapa ia harus berurusan dengan rumah sakit lagi ,Eun Ho benar-benar berharap tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di tempat yang bernama rumah sakit..atau apapun yang berhubungan dengan rumah sakit..

Beberapa menit kemudian ,ia dan Yong Chan sampai di suatu kamar ,Yong Chan meraih gagang pintu kamar itu dan membukanya sementara tangannya yang lain masih menggengam tangan Eun Ho dengan erat..

Ketika pintu membuka,seluruh pasang mata di dalam kamar itu menatap Yong Chan yang sedang menggandeng Eun Ho..
Seluruh keluarga Goo ada di dalam kamar itu ,Mr dan Mrs Goo duduk di sofa pada sisi ruangan ,sementara Yong Na duduk di samping Yong Sae yang sedang tidur ,tubuhnya terbaring lemas..

“Yong Sae-a wegude?”tanya Yong Chan kepada Yong Na yang memandangi Yong Sae..

“Oh ..gwencana ,sekarang ia sudah tidak apa..kurasa ia terlalu memaksa dirinya..,”jawab Yong Na pelan..

“Memaksa?”

“Uh-hu..kau tak liat ,beberapa hari ini ,pola makannya kacau ,sehari hanya makan satu kali ,ia selalu pulang malam dari sekolahnya ,pulang-pulang langsung masuk ke dalam kamar ,belajar sampai larut malam..”

“Apa yang ia lakukan di sekolahnya?”

“Entah apa yang dilakukannya ,tidak ada yang tahu....”jawab Mrs Goo tiba-tiba..

“Mworagu?bagaimana bisa?” tanya Yong Chan panic..

“Uh..”rintih Yong Sae..,Yong Sae membuka kedua matanya denga perlahan..,tangan kanannya meraba kepalanya yang pusing..

“Yong Sae-a,”Yong Na mengelus rambut Yong Sae dengan lembut..

“Onni..oppa…itu siapa?”mata Yong Sae langsung tertuju pada Eun Ho yang berdiri di samping Yong Chan..

“Dia..dia..dia pacarku..,”jawab Yong Chan dengan cepat..

Pengakuan Yong Chan itu membuat semua orang lagi-lagi menatap Eun Ho yang dari tadi hanya tertunduk diam..,sedangkan Eun Ho hanya bisa berdiri terpaku di tempatnya ,seluruh pipinya merona merah ,Yong Sae tersenyum lemas menatap Eun Ho kemudian menatap oppanya..

“Bagus oppa ,”kata Yong Sae dengan nada yang ceria..

“Yya Goo Yong Sae …apakah pantas berbicara seperti itu disaat sedang begini..,”tegur Yong Chan ..

“Hey kalian…sudahlah..Yong Sae sebenarnya apa yang kau lakukan di sekolah?”Mr Goo memotong perseteruan kedua anaknya itu..

“Latihan appa..latihan drama musical ,”jawab Yong Sae pelan sambil menebarkan senyumanannya..

“Dasar kau…masih bisa tersenyum disaat seperti ini hoh?”seru Yong Na kepada adiknya itu..

“Hehehe..oppa..kenalkan dia padaku..,”lagi-lagi Yong Sae menatap Eun Ho dengan penasaran..

“Eun Ho-yya ..sini..,”kata Yong Chan menarik tangan Eun Ho mendekat kepada Yong Sae..

“Sudah ..kalian berdua ..kenalan sendiri..,”tambah Yong Chan acuh tak acuh..

“Onni…anyeong..,”Yong Sae melambaikan tangannya pada Eun Ho..

“Eh..iye..anyeong haseo..,”balas Eun Ho ,terdengar keraguaan pada suaranya..

“Onni…tak perlu malu..,sebentar lagi kau juga akan menjadi keluarga Goo kan hihihi,”kata Yong Sae menggoda Eun Ho sambil terkekeh…,Yong Chan pun membuang mukanya ,tersenyum secara diam-diam..

“Yya Goo Yong Sae…yang sopan..!”tegur Mrs Goo..

“Oh..omma..araso..araso.. ,oh ya oppa…besok datang ya ke pementasan dramaku..”

“M..Mwo?besok?tapi kau masih seperti ini..?”tepis Yong Chan panic..

“Gwencana..gwencana..!!Oppa ajak Eun Ho onni ,Yong Na onni juga ajak Choi Yoon oppa..Besok omma dan appa ada urusan ,jadi tak bisa datang ,maka itu oppa dan onni harus datang ..”

“Yong Sae kalau kau masih sakit ,jangan terlalu paksakan..Besok appa dan omma memang ada urusan di luar kota ,kau dan kakakmu harus baik-baik di rumah..araso..,”kata Mr.Goo..

“Oh..araso..araso..,”jawab Yong Sae..

Ketika waktu sudah menjelang sore ,Yong Chan pamit dan mengajak Eun Ho untuk pulang..Sepanjang perjalanan mereka hanya terduduk dalam diam ,sampai Yong Chan memulai pembicaraan mereka

“Eun Ho-ya..besok kau bisa kan?”tanya Yong Chan tiba-tiba..

“Oh?”

“Besok..menghadiri pementasan Yong Sae..besok aku akan menjemputmu ,pukul 8 pagi..”

“Hmm..apakah ia adikmu..?”

“Iya..sudah jelas-jelas kan..kenapa masih menanyakannya?”

“Tidak..hanya memastikan ,umurmu terpaut jauh sekali yah dengannya..awalnya kukira ia keponakanmu atau saudaramu….kukira juga kau hanya berdua dengan kakakmu ,ternyata kau mempunyai adik..,”kata Eun Ho masih tak percaya..

“Iya..memang..umur kami terpaut jauh..bisa dibilang juga ,Yong Sae itu “kejadian” tak sengaja ketika 14 tahun lalu kami sekeluarga berlibur musim panas..,”jelas Yong Chan tersenyum mengingat adiknya itu..

“Ia kelihatan bersemangat..,”kata Eun Ho terkekeh..

“Ya..begitulah..jadi besok ,kau memutuskan untuk datang kan..?” tanya Yong Chan sekali lagi ketika mereka sudah sampai di depan rumah Eun Ho..

“Ya..,”jawab Eun Ho singkat .

Eun Ho keluar dari mobil Yong Chan ,membuka pintu pagar rumahnya ,sementara Yong Chan masih menunggunya sampai benar-benar masuk ,sebelum Eun Ho menambahkan beberapa kata pada Yong Chan..

“Aku memang datang…tapi ini demi adikmu ,bukan demimu…araso,” jelas Eun Ho mewanti-wanti Yong Chan dengan ketus....

Yong Chan hanya mengedipkan matanya dari dalam mobil ,tak perlu menjawab apa-apa ,hatinya sudah berbunga-bunga kala Eun Ho memutuskan untuk ikut..

**

Malam itu masih di klinik milik Yong Na ,sekarang di kamar itu ,hanya ada Yong Sae yang sedang  tidur dan Yong Na yang duduk terdiam ,tangannya menggengam ponsel ,Yong Na hendak menghubungi kekasihnya itu setelah seharian tak bertemu..

“Oh..Yong Na..sayang ,bagaimana kabarmu?”sapa Choi Yoon..

“Gwencana..apakah hari ini kau begitu sibuk?” tanya Yong Na dengan nada protes karena seharian ini kekasihnya sama sekali tidak menelepon..

“Yah..miyane…hari ini ,Mr.Park memulai syuting barunya ,jadi aku memang agak sibuk pada hari pertama ini..miyane..,”jelas Choi Yoon sambil menghembuskan nafasnya..

“Hmm..araso…tak apa ,yang penting ,kau tidak lupa makan,…oh ya..apakah besok masih sibuk?”

“Kelihatannya begitu sayangku…Wegude?”

“Jadi apakah besok kau bisa menemaniku menghadiri pementasan drama Yong Sae ,jam 8 pagi ,bisakah?”

“Apakah semendadak itu.. Kurasa aku tidak bisa..miyane..Tampaknya besok aku masih sibuk,,”jawab Choi Yoon..

“Hmm ..begitukah?Ya..sudah..kurasa aku akan menghadirinya sendiri..,”kata Yong Na sedikit kesal dengan kesibukan kekasihnya itu..

“Miyane..oh Yong Na ,Mr.Park memanggilku..,”kata Choi Yoon ,kini nadanya menjadi terburu-buru…

“Sampai selarut ini pun kau belum selesai kerja..Ya ampun..!!”

“Iya,,,sudah dulu yah..”

“Baiklah..araso…saranghae Choi Yoon-a..”

“Oo…saranghae..anyeong..”

Tut.. tut..tut..

Yong Na menaruh ponselnya ke dalam saku jaketnya ..,ia perlahan berdiri dan keluar dari kamar itu meninggalkan Yong Sae yang sedang tertidur, menuju ruang kerjanya..

**
Disaat yang sama  ,Dong Wo berdiri di depan meja resepsionis ..

“Permisi..apakah Dokter Yong Na masih berpraktek sekarang ini?” tanya Dong Wo pada resepsionis itu dengan sopan..

“Masih…dari tadi siang ,ia mengurusi adiknya yang sedang sakit…,sampai sekarangpun ia masih menunggui adiknya…,”jawab resepsionis itu..

“Ho?begitukah?jadi kalau aku ingin menemuinya sekarang ,kemanakah aku harus pergi?”

“Ke kamar tempat adiknya di rawat…Anda tinggal naik ke lantai dua ,lalu belok kanan ,pada ujung lorong ,anda akan menemukan kamar itu ,di paling ujung ,tepat sebelah lab.farmasi..”jelas resepsionis.

“Hmm…terima kasih banyak kalau begitu..,”kata Dong Wo tersenyum..

Dong Wo melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua ,ia berjalan dengan santai sambil merapikan kemejanya ,menghampiri kamar yang dijelaskan resepsionis itu tadi..Dong Wo berdiri tepat di depan pintu kamar dimana Yong Sae dirawat ,lalu mengetuk pintu itu dengan pelan..namun tak ada jawaban…, maka dengan terpaksa ,Dong Wo meraih gagang pintu kamar itu dan membukanya..

Krekk..

Dong Wo mengintip kedalam kamar ,namun tidak menemukan siapapun kecuali Yong Sae yang sedang tertidur..

“Uhh…siapa itu?”kata Yong Sae yang tiba-tiba terbangun dan mendapati Dong Wo yang sedang mengintipinya..

“Eh.,”kata Dong Wo menjadi salah tingkah..

“AH.,.SIAPA KAU?”teriak Yong Sae panik..

“Hey..hey ..tenang..Aku mencari Dr.Yong Na…Apakah kau adiknya?”jelas Dong Wo sambil tersenyum..

“Oh..ya ,aku Yong Sae adiknya Yong Na.. ,onni memang tadi disini ,tetapi aku tak tahu sekarang ia berada dimana..araso…,”jawab Yong Sae sedikit ketus..

“Oke..oke…apakah kau benar-benar tak tahu ia dimana ,aku ada sedikit urusan dengannya..,”tanya Dong Wo mengeriyitkan alisnya..

“Hmm..aku benar-benar tidak tahu…Apakah kau tidak sebaiknya menunggu disini saja ..,asal kau jangan macam-macam..,”saran Yong Sae..

“Makasih..aku masuk ya..”

“Oo..kau duduk di sofa sana saja..,”kata Yong Sae menunjuk pada sofa di sisi ruangan..

Dong Wo duduk pada sofa itu ,ia memulai percakapannya dengan Yong Sae…,well ,Dong Wo cukup bersahabat baginya setelah beberapa waktu mereka bercakap-cakap..

“Wow..jauh sekali umurmu dengan Yong Na,”kata Dong Wo sedikit terpana..

“Ya...Begitulah...Tapi terkadang, Yong Na onni masih seperti kanak-kanak kau tahu,”jelas Yong Sae sambil terkekeh...

“Oh ya..?Kukira ia dokter yang sangat baik dan dewasa juga pintar..,”aku Dong Wo memuji Yong Na...

“Yah memang, .Yong Na onni juga Yong Chan oppa, aku kelak juga ingin menjadi sukses seperti mereka...”Tekad Yong Sae bersemangat...

“Memang kau bercita-cita jadi apa?”

“Hmm...Kupikir aku ingin menjadi...Hmm...Artis yah seperti oppaku..,”senyum Yong Sae...

“Kalau begitu kau harus mengembangkan bakatmu itu mulai dari sekarang...Aku juga tertarik pada bidang acting...Dan acting bukan hanya sekedar acting, tetapi kau harus menjiwainya..,”kata Dong Wo yang mendadak jadi serius...

“Yah memangnya kau tahu apa tentang acting, kurasa jika melihat dari tampangmu, kau tidak memiliki jiwa akting.., oh ya...Besok aku juga ada pementasan, jadi aku harus segera tidur..,”jawab Yong Sae santai...

“Begitukah...pementasan apa?”Tanya Dong Wo penasaran...

“Pementasan.., drama musical .., apakah kau mau mencoba datang?”

“Kau mengundangku?”Dong Wo menaikkan alisnya...

“Yah.., bagaimana...Besok jam 8 pagi di sekolahku...”

“Kurasa aku bisa datang, aku penasaran dengan acting adik kecilnya Yong Na ini,”goda Dong Wo sambil tertawa...

“Kalau begitu datanglah besok...sekolahku.., Sacred Heart High School...”

“Wah…sekolah Inggris itu...”

“Ya...Jangan lupa okey...”

“Iya adik kecil...”

“Hey  ...Aku bukan..,”pembicaraan Yong Sae terpotong ketika suara pintu terdengar membuka, itu Yong Na...

“Dong Wo?”Kata Yong Na terkaget-kaget melihat Dong Wo yang berbincang akrab dengan adik kecilnya

“Hey Dokter manis, aku ingin menanyakan soal dosis obat yang kauberikan kemarin, bisakah sekarang?” tanya Dong Wo...

“Ya...Tentu…, tapi tak disini...Biarkan adikku istirahat..,”jawab Yong Na yang masih terkaget-kaget mendapati Dong Wo dikamar adiknya...

“Okeh...Bye-bye adik kecil..,”Dong Wo melambaikan tangannya berpamitan dengan Yong Sae...

“Hey..Aku bukan adik kecil lagi...Araso..,”kata Yong Sae ketus...

“Yong Sae…kau tidur...Kalau besok ingin pentas..,”tegur Yong Na seraya menutup pintu kamar ketika Dong Wo keluar...

“Araso..,”Yong Sae menutupi mukanya dengan selimut dan bergegas tidur...

**

Keesokan harinya ,detik-detik sebelum pementasan dimulai ,pada barisan depan aula sekolah itu ,terlihat Yong Chan yang duduk bersebelahan dengan E   un Ho ,tepat di sebelahnya lagi terdapat Yong Na ,tampangnya sedikit sebal karena bangku di sebelahnya yang seharusnya diisi Choi Yoon kekasihnya itu ,malah kosong tak berpenghuni..

Tirai merah raksasa masih menutupi panggung ,pertunjukkannya sebentar lagi akan dimulai ,menit demi menit para orang tua juga murid meramaikan aula sekolah itu..,khusus keluarga para pemain ,diperbolehkan duduk di barisan paling depan ,ibu-ibu yang duduk pada barisan itu ,dari tadi terpana melihat seorang actor terkenal ,Goo Yong Chan ,menggagumi ketampanannya ,juga disaat yang sama iri dengan kecantikan Yong Na ,keduanya tidak memperdulikan tatapan para ibu-ibu itu ,hanya Eun Ho yang terus mengeriyitkan alisnya ,ternyata ibu-ibu itu juga menyadari keberadaannya sebagai artis baru film The Sword ,yang menjadi perbincangan hangat beberapa minggu ini..

“Omo.. ,buat apa Yong Chan kesini ,apakah ia melihat keponakannya atau siapa?Dan itu memang ada urusan apa Eun Ho-ssi kesini , ia kan artis pendatang baru yang menjadi perbincangan ramai infotainment minggu ini ”bisik seorang ibu kepada ibu yang lainnya..

“Yya..bukan begitu ,kata anakku ,teman kelasnya ,bernama Yong Sae ,merupakan adik dari Yong Chan dan perempuan cantik itu ,kalau tidak salah ia seorang dokter ,namanya Yong Na ,aku pernah sekali melewati klinik mewahnya itu ,kalau si Eun Ho-ssi sudah terang-terang mereka pasti berpacaran ,namun kudengar si manajer Yong Chan menepisnya ,aigooo…Mengapa bisa begini ,menurutku mereka sangat serasi..,”jelas ibu yang lain ..

Dari tadi Yong Chan hanya memandangi Eun Ho ,kedua mata sendu Eun Ho sudah setengah menutup ,Eun Ho memaksa dirinya untuk terus duduk tegap dan membuka matanya lebar-lebar..

“Yya…Eun Ho-a, apakah ada yang salah?” Tanya Yong Chan...

“Ti...Tidak.., aku hanya sedikit lelah dan ngantuk,”jawab Eun Ho lemas...

“Memangnya apa yang kau lakukan semalaman ho?”

“Aku.., marathon cuci baju..,”jawab Eun Ho terkekeh lemas...

“Mwo? Mengapa tidak memakai mesin cuci saja..?”

“Tak perlu, mesin cuci itu hanya menghabisi uang dan listrik.., araso..,”tambah Eun Ho lagi...

“Ta...Tapi jahitan di perutmu kemarin, kau tidak boleh bekerja terlalu keras tahu,” kata Yong Chan dengan khawatir...

“Yya.., hidup ini keras, kau harus belajar mandiri, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kulakukan hari ini, untungnya kita sedang tidak syuting ..,” Eun Ho berkata pelan...

“Mwo? Apa lagi sekarang..?”

“Biar kupikir-pikir.., hari ini aku belum sempat mengepel, menyapu, juga membersihkan debu-debu di lemari, belum lagi mengangkat baju jemuran juga menggosoknya, apa lagi ya..,”Eun Ho memasang tampang berpikir sambil menguap lebar...

“Ah.., ya sudah nanti kita pulang lebih awal, biar Yong Sae diantar oleh noona, aku yang akan melakukan pekerjaan rumahmu, kau istirahat saja..,”kata Yong Chan...

“Goo Yong Chan,”Eun Ho mendelik kaget...

“Oo...Yong Sae bersamaku saja,”tambah Yong Na yang mendengar percakapan mereka..

Dari kejauhan terlihat Dong Wo yang sibuk mencari tempat duduk kosong ,namun setiap bangku terisi penuh ,Dong Wo memandangi sekitarnya dengan teliti ,tiba-tiba saja kedua matanya terpaku pada sesorang di barisan depan , ..Yong Na...

“Eh..Dokter manis ,”bisik Dong Wo pada dirinya sendiri sambil tersenyum..Dong Wo turun ke barisan paling depan menghampiri Yong Na ,bangku di sebelah Yong Na kosong ,Dong Wo cepat-cepat duduk di pada bangku yang seharusnya diduduki Choi Yoon itu..

“Hey ,Dokter manis ,”sapa Dong Wo dengan ceria..

“Yya...Dong Wo, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yong Na terkaget-kaget, Yong Chan dan Eun Ho juga mengalihkan pandangannya ke arah Dong Wo...

Belum sempat menjawab, tepuk tangan riuh merebak dari seluruh penjuru aula, pertunjukkan drama itu ternyata akan dimulai...

Tirai merah raksasa mulai membuka ,terdapat banner raksasa pada panggung pertunjukkan itu ,”THREE LITTLE FAIRY FELLA” ,judul dari drama musical itu ,tentang 3 peri Fella kecil yang pandai menyanyi ,hendak diculik oleh seorang pangeran jahat suatu ketika di hutan tempat ketiga peri itu tinggal ,Yong Sae adalah salah satu dari peri kecil itu ,bersama dengan dua temannya yang lain yang juga berperan sebagai peri ,ketiganya mengenakan kostum peri bewarna-warni..Ketika Yong Sae mulai berdialog ,Eun Ho membisikkan sesuatu kepada Yong Chan..

“Yya..kau lihat ,dari gayanya berbicara sampai acting ,ia benar-benar mirip denganmu ,”bisik Eun Ho pada Yong Chan..

“Benarkah?”tanya Yong Chan terkekeh..

“Ya..,ia persis seperti kau..,hanya satu perbedaan saja..”

“Apa itu?”

“Kau menyebalkan ,kalau ia tidak..,”balas Eun Ho sambil memonyongkan mulutnya..

Yong Chan mendengus keras ,sedangkan Eun Ho hanya tersenyum kecil ,disaat yang sama ,Dong Wo hanya tersenyum gembira dapat duduk di sebelah pujaan hatinya ,Yong Na yang sebal menjadi tambah sebal ,berharap Choi Yoon tidak akan pernah tahu kalau tempat duduknya sekarang diisi oleh lelaki lain ,yang ia benci ,yaitu ..Dong Wo..

Selang 30 menit ,drama itu berakhir bahagia ,ketika ketiga peri itu akhirnya hidup tenang dan aman di hutan ,ditutup oleh sebuah tarian dan paduan suara dari semua pemain ,tirai merah raksasa itu menutup menandai kalau pertunjukkan sudah benar-benar selesai ..

Eun Ho juga pada akhirnya ,tertidur pada bahu Yong Chan setelah 30 menit berjuang melawan rasa kantuknya ,Yong Chan tersenyum lebar sambil mengelus rambut Eun Ho ,semua penonton perlahan meninggalkan aula ,Yong Chan menggendong Eun Ho dan berpamitan dengan kakaknya itu..

“Noona ,aku antar Eun Ho pulang yah..,”kata Yong Chan pada noonanya itu..

“Oo..jaga dia baik-baik..Aku akan menunggu Yong Sae disini ,kau duluan saja ,”jawab Yong Na..

“Yong Chan ,kawan ,kau tenang saja ,aku akan menjaga noona dan dongsaengmu disini ,”tambah Dong Wo yang masih duduk di sebelah Yong Na,sok akrab dengan Yong Chan ,tetapi Yong Chan tidak memperdulikannya dan segera pergi meninggalkan aula itu sambil membopong tubuh Eun Ho yang tertidur lelap ,murid-murid sekolah yang masih tinggal di aula ,memandangi Yong Chan terpana lalu melihat Eun Ho dengan tatapan iri..

Sekarang aula ini benar-benar sepi ,hanya ada Yong Na ,Dong Wo ,juga Yong Sae yang duduk kelelahan..

“Hahhh..melelahkan..,”timpal Yong Sae sambil menghela nafas…

“Aktingmu bagus juga ternyata ,adik kecil ,”goda Dong Wo..

“Yya..,”Yong Sae berdiri ,hendak memukul Dong Wo ..

“Hey..Yong Sae…,apakah kau tidak mau pulang sekarang ,ayo..”tegur Yong Na..

“OH..tunggu onni ,”Yong Sae berlari ,meraih gagang pintu di sisi aula ,menuju ke belakang panggung..

Yong Sae meninggalkan onninya bersama dengan Dong Wo ,sekarang hanya mereka berdua ,Yong Na duduk terdiam ,tatapannya kosong..

Dong Wo pun tak berbicara apa-apa ..,ia hanya tersenyum manis..

**

 Sesampainya di rumah Eun Ho,Yong Chan membaringkan tubuh Eun Ho di kamarnya ..Lalu Yong Chan bergegas ke dapur ,mencari celemek ,lalu menggenakannya ,Yong Chan mengeriyit melihat dirinya mengenakan celemek bermotif bunga-bunga milik Eun Ho ,tetapi demi Eun Ho ia tetap melakukannya..Yong Chan membuka seluruh lemari di dapur ,mengambil sebuah panci dan mulai memasak bubur ,setelah selesai ia menunangkannya pada sebuah mangkok dan menaruhnya di meja makan ,menutupnya dengan tudung saji..

Yong Chan bergegas ke ruang tamu ,tangan kanannya menggengam kemoceng ,tangan kirinya menggengam  lap meja.. .Ruang tamu itu terlihat berantakan ,sudah lama Eun Ho tidak membersihkannya karena ia sibuk syuting ,Yong Chan mulai membersihkan semuanya dari sudut ke sudut ..,kali ini mukanya kotor diliputi debu..,sekujur tubuhnya penuh dengan keringat..

“Huff…melelahkan..AZA Yong Chan..,kau harus bisa menyenangkan hati Eun Ho ,”kata Yong Chan pada dirinya sendiri..

**

Muka Choi Yoon diliputi kemarahan ,mendapati kekasihnya duduk dengan lelaki lain pada aula itu..

“Mengapa kau disini?”geram Choi Yoon pada Dong Wo..

“Choi Yoon ,”desah Yong Na panic…

Choi Yoon yang awalnya hendak memberikan kejutannya ,berencana mengajak Yong Na untuk berpiknik setelah pertunjukkan Yong Sae selesai ,namun ia malah menemukan kekasihnya bersama lelaki lain..

Choi Yoon menarik kerah Dong Wo ,membawanya keluar dari aula itu secara paksa ,di lapangan sekolah ,terik matahari siang mulai menerangi lapangan sekolah itu ,semua murid telah pulang lebih awal seselesainya pertunjukkan tadi ,air mata mulai merebak pada pipi Yong Na melihat Choi Yoon dan Dong Wo yang hendak bertengkar..

Choi Yoon mendorong Dong Wo ,ia tersungkur jatuh ,

“Mengapa kau disini ,lelaki brengsek?”Choi Yoon menarik kerah Dong Wo ,tangannya yang lain mengacungkan tinjunya..

“Hentikan..”terika Yong Na semakin panic..,namun kedua lelaki yang diliputi emosi itu tidak menghiraukan Yong Na sama sekali..

“Apa urusanmu heh?”tantang Dong Wo dengan santai..

“Apa kau bilang..,kau bilang apa urusanku?”Choi Yon bertambah marah mendengar ucapan Dong Wo..,ia menghajar Dong Wo berkali-kali..Dong Wo tetap diam ,mukanya dipenuhi darah dan memar..

“Hentikan..hentikan ,”Yong Na menangis dan berteriak histeris ..

Choi Yoon menjatuhkan tubuh Dong Wo lalu menatap Yong Na ,ketika itu Dong Wo tidak melepaskan kesempatan ini ,ia segera meraih pot yang terbuat dari tanah liat yang berada di sebelahnya ,hendak melemparinya pada kepala Choi Yoon yang sedang menatap Yong Na..

Dong Wo mengacungkan tangannya hendak melempari pot itu dan..

“OPPA CHOI YOONNN..,”Yong Sae berlari dengan cepat  ,menamengi Choi Yoon….
DASHHHH..

Pot itu terlempar tepat pada kepala Yong Sae ,tubuh Yong Sae tersungkur..,ia masih setengah sadar..,darah bercucuran dari kepalanya..

“Oppa Choi Yoon..kau…kau harus berhati-hati..araso..,”Yong Sae berkata lemah dan menatap Choi Yoon sambil tersenyum kecil …,perlahan kedua matanya mulai menutup..

“Yong Sae-a ,”Dong Wo yang juga tersungkur ,menatap Yong Sae ,tatapannya penuh penyesalan..

“Yong Saeee..,”Yong Na menutup mulutnya ,tangisannya merebak ,ia mendelik pada Dong Wo dengan tatapan marah.., “Kau..,lelaki brengsek..APA YANG KAU LAKUKAN?”Yong Na berteriak marah pada Dong Wo..

**
 
 
 
 

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun