Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11444 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #15 on: November 27, 2010, 11:20:41 pm »
“Jung hoon! Ya.. kim jung hoon!!!” mino menggoyangkan tubuh jung hoon yang duduk termenung di bawah pohon.

“oh.. weo?” jung hoon seperti orang ling lung

“kau melamun apa lagi? Ada cara baru lagi?” mino bertanya dengan antusias duduk di sebelah jung hoon.

“kalau saya yang memikirkan terus, bukan gambaran cara yang akan keluar, malah wajah hye sun yang mempesona yang selalu terbayang.”jung hoon menadah wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil memejamkan mata dan tersenyum.

Tik..tok..tik..tok.. (suara detik)

Buukkkkkk....

“ya...!!!! pabo ya..!!! jangan fikirkan lagi kalau begitu!” mino menggeplak punggung jung hoon dan memasang wajah sangar.

“hahaha.. ^^*  mian mino, ice cream OK??” jung hoon mengedipkan sebelah mata.

“aiissshhh.. ice cream terus, selalu ice cream. Yasudahlah. .. mocca one,one minute.” Mino nyengir.

“arasso.” Jung hoon mengeluarkan HPnya dan menekan beberapa tombol.

“huh...! tokonya sedekat itu saja pake pesan.”mino mencibir.

“hye sun, kutunggu di bawah pohon belakang kampus, seperti biasa. Apa? Kau mencari mino? Dia tentu saja ada. (jung hoon melirik ke mino yang sedang melihatnya  dengan sangar). Kau mau mengajak hye jin? Tentu saja boleh. Ah.. ok. See you.” Jung hoon memutuskan sambungan pembicaraan.

“ya..ya..!! apa itu maksudnya seperti biasa!” mino mendelik ke jung hoon.

“itu rencanaku. Kalau kau tidak dapat hye sun, temannya saja bagaimana?” jung hoon meledek mino.

“cepat sana beli ice cream!!” mino mulai melepas sepatunya dan mengarahkan ke jung hoon.

“slow bro..” jung hoon langsung lari membeli ice cream.



“aissshh.. kenapa hye jin yang jadi pilihan??” =_=” mino berekspresi suram.


“lee min hoo!!” dari kejauhan hye jin memanggil mino dengan histeris.

“aissshh..cepat sekali mereka datang.”mino tersenyum paksa.

Hye sun jalan mendekat ke mino dan bertanya. “mino, jung hoon mana?”

“tuh sedang menuju kesini.” Mino menunjuk dengan memajukan bibirnya memberi petunjuk ke hye sun.

“mino, bisakah kau mengarang puisi lagi?” hye jin memberanikan diri berbicara ke mino.

“oh, ne..” mino tersenyum ragu-ragu.

Mino melirik ke hye sun yang sedang menunggu datangnya jung hoon.

Kemudian inspirasi mino keluar begitu saja ketika melihat hye sun.


Kau tau, aku sangat mengharapkan wajah menantimu itu.
Tapi, sayangnya kau tak pernah menunjukkan itu.
Senyuman diwajahmu itu tak akan kulupakan,
walaupun kutahui itu bukan untukku.
Cinta yang tak terungkapkan memang sungguh menyedihkan.



“hye sun yang merasa dilihat menoleh, namun orang yang melihat sekarang sudah menatap hye jin”

“mino’a.. “ hye jin menatap dengan mata berbinar.

“mino, pasti sangatlah bahagia bila memiliki pacar sepertimu, bisa mendengarkan puisimu setiap pagi, tapi aku rasa itu bukan
aku.” Hye jin berubah sendu.

“hye jin, mino menyukaimu kok!benarkan mino?”hye sun memotong pembicaraan.

“boo??”mino kaget.

 “benarkan mino!” hye sun mendelik ke mino.

Mino berbisik ke hye sun.”makan malam nanti malam bersama keluargaku  dan keluargamu. Jangan sampai tidak datang!”
mino menepuk bahu hye sun.

Mino mendekati hye jin, dan membisikkan sesuatu.“kau cantik hye jin, bahkan sangat cantik, siapa yang bisa untuk tidak
menyukaimu. Tapi, aku bukan orang yang cocok untukmu, masih banyak pria lain yang mengharapkanmu.”mino mulai
menjauh.

“mino!! Ini ice creamnya.”jung hoon menghampiri dan memberikan sebuah ice ke mino.

“thank’s bro, aku pulang dulu ya.” Mino menepuk bahu jung hoon dan meninggalkannya sambil memakan ice di tangannya.

“hati-hati mino.” Jung hoon tersenyum.

“mino melambaikan sebelah tangannya tanpa menoleh”.

“hye jin masih berdiri ditempatnya dan tersenyum-senyum sendiri”

“hye jin, ayo kita pulang saja. Tidak usah lihat pameran buku.” Hye sun menarik tangan hye jin.

“jung hoon saya pulang duluan ya.” Hye sun menundukkan kepala dan meninggalkan jung hoon

Hye sun kerepotan membawa hye jin , hye jin seperti orang yang sedang tak sadarkan diri sambil mengoceh-ngoceh tak
karuan.

Hye sun dan hye jin telah pergi meninggalka jung hoon sendiri.

“hah... jadi aku sendirian sekarang. “ Jung hoon tersenyum lalu menjatuhkan tubuhnya di rerumputan di bawah pohon yang
rindang sambil menikmati ice cream.

“susah juga ternyata menyadarkan hye sun. Sangat susah diajak dengan rayuan. Bahkan hye jin saja sudah tak karuan dibuat
mino, tapi, hye sun masih berdiri tegap” hahaha.... “jung hoon tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian hye jin.


Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..