Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11134 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #30 on: December 01, 2010, 12:51:02 pm »
Sekarang mino di tempat parkiran yang sepi, masih dengan ice creamnya yang masih tersisah sedikit.

Setelah selesai memakan ice cream tersebut sampai habis, dia membuang sampahnya di tempat sampah, kemudian
menghampiri motornya yang besar dan berwarna hitam (nyebut merek gak boleh ya...) mino mengenakan jaket hitamnya dan
memakai helm bagaikan pembalap.

Dia mulai menyalakan motornya, dan menggeber motornya yang bersuara keras.

Kemudian dia menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

Seperti biasa, sehabis pulang kuliah, mino pasti selalu mampir di sebuah toko yang menjual makanan kecil dan ice cream untuk
anak-anak kecil yang selalu bertandang ke rumahnya, maklum saja, mino anak yang tersisa di rumahnya, kakaknya mino/lee
jun ki lebih memilih kuliah di luar negeri. Ibu mino/mrs. Lee sangat jarang sekali berada di rumah, di rumah hanya sekedar
menonton, baca majalah, dan tidak lupa membersihkan rumah dan memasak, lebih sering berkumpul dengan teman-
temannya, ayah mino/mr.lee tentu saja sibuk dengan kegiatannya mengumpulkan pundi-pundi uang yang sudah semakin
menggunung dan hanya di habiskan untuk kehidupan 3 orang. (oh.. please.. =_=”)


Mino selama ini diberikan uang melalui transfer, uangnya di bank sudah berjejer rapih, dari pada memenuhi bank, jadi dia
menggunakan uangnya untuk mentraktir anak-anak. Ya.. mino termasuk orang yang dekat dengan anak-anak.

“saya pesan coklat seperti biasa.” Mino memesan kepada pelayan toko yang biasa berjaga.

“hari ini berapa banyak lee min hoo-ssi??” pelayan yang masih tergolong muda ini tersenyum ramah.

“ 3 kantung cukup.” Mino tersenyum.

“pelayan ini segera membungkus belanjaan mino ke dalam kantung tas plastik”

“ini lee min hoo-ssi.” Menyodorkan tas belanjaan.

“terima kasih”. Mino mengambil belanjaan sambil memberikan uang. Kemudian mino langsung keluar toko.

“lee min hoo-ssi...!!!” pelayan itu keluar mengejar mino.

“weo??” mino bertanya dengan expresi bingung.

“kembaliannya.” Pelayan toko menyodorkan uang kembalian.

“seperti biasa saja. Kalau kau tak mau, bisa buang.” Mino tersenyum kesal.

“tapi ini masih banyak, saya merasa tidak enak kalau selalu seperti ini.” Pelayan itu menundukkan kepalanya.

“ck..huh..” mino membuang nafas untuk meredakan rasa kesalnya.

“tidak apa-apa, kau sudah kuanggap seperti noona sendiri. Apa noona tak percaya” mino memegang tangan pelayan itu.

Pelayan itu mengangkat wajahnya. “ apa boleh seperti itu? Aku menjadi noonamu?” pelayan itu tersenyum.

“nee.. han chae young noona.” Mino tersenyum dengan kedua tangan sekarang memegang bahu han chae young.

“saya juga tahu kalau kau menyukai hyung kan.” Mino tersenyum lalu berbalik dan menaiki motornya.

“boo.. ya.. lee min hoo dari mana kau tahu?” han chae young kaget.

Mino mengenakan helmnya, berbicara dengan kaca terbuka.”sikapmu mudah ditebak noona. Apa kau mau bertemu
dengannya?” mino bertanya sambil tersenyum.

“mino, boleh minta no. Hp mu?” han chae young bertanya malu-malu.

“tentu saja boleh.” Mino menyebutkan no’nya.

“noona, kalau mau bertemu, call me.. “ mino tersenyum.

“nee...hati-hati mino ya..” han chae young balas tersenyum.

“nee..” mino melanjutkan perjalanan pulangnya.



**

Mino telah sampai di rumahnya jam ½ 4 sore seperti biasa.

Dan seperti biasanya juga, anak-anak sudah bermain di depan pagar rumah mino.

“mino hyung.. !!!! mino oppa!!” suara anak-anak berteriak.

“ne..”mino membuka helmnya dan tersenyum.

Mino memasukkan motornya ke garasi, kemudian menghampiri anak-anak kecil di depan rumahnya.

“hyung.. apa hyung bawa coklat buat kami??” bocah laki-laki kecil memulai permintaannya.

“tentu saja.. semuanya pasti dapat..” mino tersenyum.

“horeee...” suara anak-anak bergembira.

“oppa, apa ada jatah ice cream untuk kita??” sekarang bocah perempuan yang mengajukan permintaannya.

“tentu saja, nanti kita pergi ke tempat yang jual ice cream banyak...” mino bercerita sambil membuat gambaran bulatan besar
dengan kedua tangannya.

“asiikkk..” anak-anak kecil yang hanya berjumlah 5 orang, membuat suasana ramai di depan rumah mino.

“ayo masuk kedalam kalau mau makan coklat” mino tersenyum mengajak anak-anak kecil ini memasuki rumahnya.

Mino memasuki rumahnya yang terlihat sepi, namun, ternyata ada mrs. Lee yang sedang asik membaca majalah.

“omma, aku sudah pulang.” Mino duduk di samping ibunya yang sekarang menutup majalahnya.

“bagaimana kuliahmu?” ibu mino mengelus kepala mino dengan lembut.

“biasa saja.”mino tidur di pangkuan ibunya.

“jangan malas-malasan, nanti jangan lupa jemput hyungmu di bandara. Kemudian kita makan bersama dengan keluarga mr. &
mrs. Goo.” Mrs lee masih mengelus-elus kepala mino.

“ya sudah, nanti saya jam 4 mau pergi ke tempat han chae young noona, biasa anak bocah itu.” Mino menunjuk anak-anak
yang sedang memakan coklat.

“kalau bisa, jemput jam 5, dia sampai di bandara jam 7.”mrs. lee berbicara lembut.

“omma seperti tidak tau kemampuanku menyetir saja.” Mino bermanja-manja di pangkuan mrs.lee

“omma tahu..” mrs.lee tersenyum

“ya sudah sana mandi. Badanmu bau sekali.” Mrs. Lee meledek mino.

“hahaha.. terima kasih omma pujiannya.” Mino tersenyum.

Lalu bangun dan meninggalkan mrs. Lee yang sekarang tertawa melihat tingkah mino.





Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..