Author Topic: VAMPIRE!! HIATUS  (Read 3962 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: VAMPIRE!! prolog
« Reply #15 on: December 07, 2010, 05:50:15 am »
CHAPTER 1

Luna Aerial melompati pagar setinggi 3 meter dengan susah payah. Setelah kakinya berpijak dengan aman di dalam halaman Hanabusa Academy ia merapikan rambut panjangnya dengan jari-jari lentiknya. Blazer berwarna hitam yang tadinya tersampir di pundak sebelah kanannya segera dipakainya. Dan dengan keriangan hati yang tak terkirakan, Luna berjalan dengan pedenya melangkah masuk. Tapi sebuah sapaan dingin segera menghentikan langkahnya. Keringat mengalir deras dari pelipisnya, detak jantungnya berdetak tak karuan. Dengan gerakan slow motion Luna berbalik dan langsung memasang senyum manis ketika mengetahui siapa orang yang sekarang tengah memandangnya dengan tatapan tajam.

“Selamat pagi, Cross.” Senyum manis Luna masih tercetak di wajah cantiknya.

“Pelanggaran lagi, Aerial.”

Luna meringis mendengarnya. Ia sudah bersiap-siap mengambil langkah seribu jika tidak ada satu suara lagi yang menginterupsi pembicaraan mereka.

“Luna?”

Serentak kepala Luna dan Cross menoleh ke arah belakang. Senyum Luna langsung memudar sedangkan tatapan Cross terlihat waspada.

“DeAnderson”

Rassya memalingkan wajahnya menatap Cross. Pandangannya mengeras ketika mengetahui ada satu orang lagi yang berada di tempat itu.

“Nappoly”

Saling menyapa dengan suara dingin dan tatapan tajam membuat aura disekitar ketiga orang itu menjadi seperti kuburan. Suasana mencekam membuat beberapa orang yang kebetulan lewat disitu bergidik ngeri. Luna menatap kedua pria di hadapannya dengan takut-takut. Ia takut terhadap Rassya –pemuda yang barusan datang- karena tentu saja setelah ini ia pasti akan di ceramahi habis-habisan olehnya karena datang terlambat. Sedangkan pada Cross, hell, Cross kejamnya bahkan melebihi para algojo kalau hari idul adha tiba.

“Apa yang membuatmu datang sepagi ini, deAnderson?” mata Cross menyipit. Ia masih memandang dengan tatapan waspada ke arah Rassya.

Rassya mengangkat bahunya sedikit, “Aku ada perlu dengan kepala sekolah.”

“Apa tidak bisa kau menemui kepala sekolah nanti malam saja?”

Rassya tersenyum mengejek, “Kepala sekolah akan keluar kota malam ini kalau kau tidak mengetahuinya.”

Cross mendengus pelan mendengarnya. Perhatiannya kembali di alihkan pada Luna. “Apa aku perlu menjelaskan secara detail apa-apa saja yang telah kau langgar hari ini, Aerial?”

Luna mengkerut di bawah tatapan tajam Cross. Dengan susah payah ia menelan ludahnya seraya berdoa dalam hati ‘Tuntaskanlah segera semua ini ya Tuhan’.

“Pertama.” Cross mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan Luna. “Kau terlambat 5 menit dari jam masuk. Kedua.” Ditambahkannya jari tengah membentuk V. “Kau melompati pagar. Padahal kau tahu bahwa itu sangat dilarang di Hanabusa Academy. Dan ketiga.” Luna mengernyit mendengarnya. Ketiga? Perasaan ia hanya membuat dua pelanggaran saja.

“Kau salah memakai sepatumu.” Serempak ketiga orang tersebut memandang ke arah kaki Luna. Dan dengan jelas terpampanglah sepasang sepatu yang berbeda warna dan bentuknya. Disebelah kiri terpasang converse merah darah, sedangkan disebelahnya lagi terpasang sepatu kets berwarna putih. Tanpa bisa dicegah rona merah langsung menyergap wajah putih Luna. Dengan gugup ia mengangkat wajahnya dan memandang wajah Rassya. Terlihat dengan jelas bahwa Rassya tengah menahan tawanya, sedangkan Cross memandangnya dengan tatapan malas.

“Memangnya apa yang kau lakukan setiap malam sehingga kau sering datang terlambat? Menghisap darah, huh?”

Perkataan Cross barusan membuat keadaan kembali mencekam. Luna memandang Cross dengan tatapan menegur, dan dengan kasihan menatap wajah Rassya yang kembali mengeras.

“Kuharap kau segera menyelesaikan urusanmu disini supaya tidak akan ada lagi keributan, vampir.” Segera setelah mengatakan hal itu, Cross segera berjalan dengan tenangnya ke arah gedung utama Hanabusa Academy. Baru dua meter jauhnya ia berjalan, ditengokannya kembali kepalanya, menoleh ke arah Luna. “Hukuman untukmu ialah membantu penjaga perpustakaan mensortir buku-buku yang baru masuk selama seminggu.” Setelah itu kembali berjalan.

Sepeninggal Cross, Luna tidak tahu harus berbuat apa. Dipandanginya Rassya yang masih memandang tajam tempat Cross terakhir berdiri. Raut wajahnya mengeras. Luna memerhatikan mata Rassya yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah. Luna berjengit melihatnya. Dengan takut-takut Luna memanggil Rassya, “Kakak.”

Bagai disiram air dingin Rassya tersontak kaget. Mata yang tadinya berwarna merah darah langsung tergantikan oleh iris berwarna hitam pekat. Tatapan membunuh yang tadinya tercetak jelas diwajahnya segera berganti dengan senyuman ketika mengetahui siapa yang menyapanya.

“Kakak, tidak apa-apa kan?” tanya Luna. Ia mendekati Rassya dan mengulurkan tangan menyentuh lengan pemuda itu. Rassya tidak menolaknya. Dibiarkannya jari-jari mungil Luna menggenggam lengan kekarnya.

“Aku baik-baik saja. Kau tidak masuk kelas?”

Luna menggeleng kuat-kuat sehingga kunciran ikat kuda dirambutnya ikut bergoyang-goyang. “Tidak ah. Ini sudah sangat terlambat. Bisa-bisa hukumanku ditambah.” Ucapnya dengan suara merdunya. Terselip nada manja didalamnya, dan Rassya suka itu. Rassya suka nada suara Luna yang sangat merdu ditelinganya, dan Rassya juga sangat menyukai jika sifat manja Luna keluar dan hanya ada dia yang berada didekatnya.

“Kalau begitu, mau ke atap?”

Dan dengan satu gerakan, Luna dan Rassya sudah berada di atap gedung olahraga Hanabusa Academy. Letak gedung ini terletak paling belakang, dan jarang ada siswa yang lewat disini jika bukan jam olahraga. Luna dan Rassya beruntung kali ini, karena sekarang tidak ada jam olahraga.

Luna dan Rassya berdiri di pagar pembatas setinggi pinggang. Luna menghadap langsung ke arah lapangan sedangkan Rassya sebaliknya, kedua siku Rassya menumpu kebelakang. Angin di musim dingin membuat Luna menggigil pelan. Tanpa disadarinya Rassya sedari tadi tengah memandangi wajahnya.

SREEK

Rambut panjang Luna yang tadinya terkuncir langsung tergerai ketika Rassya menarik ikat rambut Luna. Dengan kedua tangannya Luna menahan rambutnya agar tidak semakin berantakan di tiup angin.

“Kakak! Kembalikan ikat rambutku!” Luna dengan kesal membentak Rassya. Sedangkan Rassya hanya terkekeh melihat Luna yang kelimpungan merapikan rambutnya.

“Sejujurnya aku lebih suka melihat rambutmu digerai daripada di ikat seperti tadi. Kau kelihatan lebih manis.” Ujar Rassya. Dengan lembut ia membelai rambut Luna. Luna yang baru saja dipuji oleh orang yang di kaguminya tidak dapat menahan rona merah yang memenuhi wajahnya. Ia bahkan tidak sadar bahwa Rassya telah membuang ikat rambutnya.

“Tapi aku lebih nyaman jika rambutku di ikat.” Ujar Luna pelan. Ia menunduk memandang sepatunya yang berbeda warna, berusaha tidak membuat kontak mata dengan sang pangeran vampir.

“Nyaman bukan berarti kau harus menutupi kecantikanmu. Mulai sekarang kau harus mengurai rambutmu. Kau mau kan?”

Dengan pelan Luna mengangguk mengiyakan permintaan Rassya. Masih dengan memelintir ujung rambut Luna, Rassya berkata, “Hukumanmu...”
 
“Tidak apa-apa.” belum sempat Rassya menyelesaikan ucapannya, Luna langsung memotongnya. Dikibaskan tangan mungilnya, seperti menampar udara, “Aku bisa menanganinya. Hanya menyortir buku-buku kan?”

Rassya menganguk pelan, “Tapi jika kau butuh bantuan, jangan ragu untuk meminta bantuanku.”

Luna tersenyum menanggapinya. Dan sepanjang hari itu dihabiskan Luna bersama Rassya. Luna bahkan tidak menghadiri satu kelas pun dan Rassya tidak menemui kepala sekolah sehingga membuat sang kepala bertanya-tanya.


+++++++++++++++

Yak, 1033  words. Saya yakin ini sangat sedikit, tapi tolong maafkan saya. Chap ini saya buat sebagai pelampiasan kekesalan saya terhadap sekolah saya yang seenak jidat ngadain tes daya serap untuk UAN. Dan saya tidak belajar sama sekali, jadilah lembar jawaban saya hanya saya isi sesuai akhlak dan petunjuk Tuhan.

Chapter 1 sudah menunjukkan bahwa Rassya dan Cross tidak saling menyukai. Nah, berhubung saya tipe orang yang gampang suka couple yang berbeda-beda, tidak menutup kemungkinan ending fict ini adalah CrossXLuna. Di chap selanjutnya teman-teman vampir Rassya akan muncul, dan saya butuh saran artis-artis siapa saja yang bisa menduduki posisi itu. 6 cowok 5 cewek, beserta nama beken mereka. Romantis ala RassyaXLuna belum akan muncul dalam beberapa chap ke depan. Yah, hanya berkisar di sekitar hubungan Rassya-Cross, dan beberapa rahasia yang selama ini di sembunyikan Rassya dari Luna yang melibatkan Cross. Sekedar informasi, cerita fict ini akan berbelit-belit. Jadi, jangan bosan baca ya

Dan kalau ada yang bingung mengenai bentuk sekolah seragam sekolahnya, saya akan memposting gambarnya.

Terakhir, MAMI UPDATE UL DAN FROM SEOUL TO PERTH!! LIKO UPDATE OFF AIR (INI FICT UDAH 3 BULAN TERLANTAR, NENG) DAN BE STRONG JAN DI!! NATH UPDATE WHEN GOO JUN PYO MEET GOO HYE SUN!! NEIYA UPDATE LOOKING FOR LOVE DAN HE’S MY MINE!! ECHYN UPDATE VIRGIN!! YUKI UPDATE SONG OF LIFE!! KARIN UPDATE ABMS!!

Sekian dan terima kasih
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME