Author Topic: Uri Cinderella // My Girlfriend is a Cinderella HIATUS :p  (Read 4196 times)

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile

CHAPTER 1

“eomma, appa aku berangkat ke sekolah dulu yaa !” teriak Hye sun sambil terburu-buru mengambil tas sekolahnya.
“nee sayang, hati-hati ya..” jawab nyonya Shin yang kala itu sedang memasak.


“yaa sun-a !! kau belum makan..apakah tidak sebaiknya kau makan dulu ?” Teriak ayahnya yang juga terburu-buru dan bingung melihat tingkah laku anak tunggalnya ini.

“tidaak ! aku buru-buru appa, ini sudah terlambat. Lagian sun bisa membeli makanan di kantin sekolah.” Jawab sun sambil mengikat tali sepatunya.

“baiklah..tapi ingat jangan sampai telat makan.” Ujar ayah Hye sun sambil memakan sepotong roti selai stroberi.

“nee.” jawab sun sambil mengikat tali sepatunya dan langsung berlari ke halaman depan rumahnya untuk diantar sopir pribadinya untuk berangkat ke sekolah.

Hari ini Hye sun kesiangan sehingga ia harus terburu-buru untuk ke sekolah. Maklumlah, hari ini adalah hari yang sangat penting baginya karena ada Ujian Akhir Semester yang menentukan apakah ia akan naik di tingkat 3 atau malah akan tinggal kelas.

Sesampainya di sekolah ia langsung berlari menuju kelasnya dan benar apa yang ia duga. Terlambat ! ujian sudah dimulai. Hye sun pun tampak ragu memasukki kelas.
“Hye sun-ssi..mengapa kau terlambat ?” Tanya gurunya sambil mendelik tajam ke arahnya.
Hye sun tampak takut dengan sesekali melihat ke arah wajah gurunya lalu kepalanya menunduk dalam-dalam.

“soseonghamnida..saya..saya emm mobil saya mogok.” Jawab Hye sun yang tentunya hanya akal-akalannya belaka agar gurunya itu berbaik hati padanya dan bisa mengikuti ujian.
“benarkah ?” Tanya gurunya tak percaya.
“nee, sungguh. Ooh sonsaenim tolong saya, ini adalah hari terakhir ujian..saya tidak ingin di diskualifikasi. Saya mohon..” jawab hye sun sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
“baiklah, silahkan duduk.” Ucap guru itu dan membuat Hye sun membelalakan matanya karena tidak percaya apa yang gurunya ucapkan tadi.
“sonsaenim..anda..anda serius ?” Tanya Hye sun tak percaya.
“silahkan duduk atau saya berubah pikiran.”
“hooh sonsaenim..khamsahamnida..khamsahamnida..” Hye sun pun langsung tersenyum senang dan langsung duduk di tempat duduknya dan setelah itu ia mengerjakan soal dengan teliti.

-----*** -----

Tiing..ting..ting..

Bel sekolah pun berbunyi.
Itu tandanya berakhirnya ujian di hari itu dan murid-murid yang tadinya stress memikirkan ujian, sekarang mereka pada tersenyum penuh kemenangan karena hari ini adalah hari terakhir ujian mereka.

“aku yakin, aku akan mendapat nilai sempurna. Soalnya kan mudah-mudah..”celethuk salah satu murid.

“nee, aku juga. Haaaash senangnya ! berarti hari ini aku bisa ke mall deh. Sudah 1 minggu aku tak kesana rasanya kakiku gatel dan ingin segera shoooping!!” seru murid yang lain.

Hye sun yang melihat tingkah teman-temannya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“bukannya memikirkan nilai ujian mereka, tapi malah shopping. Huuuh anak muda jaman sekarang selalu begitu.” Desis hye sun.

Kriiing..kriing..kriing..

Telepon genggam Hye sun berbunyi tanda adanya pesan masuk. Segera ia buka pesan tersebut dan ternyata yang mengirimkan pesan adalah ayahnya.

“Hye sun-a, bagaimana ujianmu ? apakah sukses ? semoga saja sukses ya nak..appa harap begitu. Hye sun-a, nanti appa tidak ada di rumah karena appa harus pergi ke Jepang untuk bertemu dengan client appa. Maafkan appa ya karena appa jarang menemanimu akhir-akhir ini. Tapi appa janji setiba di rumah nanti appa akan menuruti semua keinginanmu sayang. Tolong jaga dirimu baik-baik dan ibumu juga untuk 5 hari ke depan ya..”

Begitulah isi pesan ayah Hye sun. hye sun yang dari tadi melihat layar hpnya hanya diam karena sedih. Karena, ayahnya sempat berjanji akan mengadakan acara pesta barbeque ketika ia selesai ujian. Tapi, apa nyatanya ? ayahnya justru ke Jepang untuk bertemu dengan clientnya. Hye sun memang tidak kaget lagi karena memang inilah kebiasaan ayahnya sebagai pemilik Shin corp.

-----***-----

Sementara itu..

“eomma !!!” teriak Yoon Ah pada ibunya.

“yaa ! apakah kau tidak bisa mengecilkan suaramu hah ?” jawab ibunya.

“tidak bisa ! eomma ! sampai kapan kita hidup seperti ini terus hah ? aku iri dengan teman-temanku yang lain. Mereka pada memiliki benda-benda impor, pakaian mewah, mobil pribadi ! sedangkan aku ? aku punya apa ? rumah saja seperti gubuk..barang-barangku semua tidak ada mewah-mewahnya sama sekali. Setiap kali temanku memamerkan barang-barangnya aku hanya bisa berbohong pada mereka ! aku malu eomma !!” seru Yoon ah.

“yaa ! cukup ! kau seharusnya membantu ibumu ini yang setiap hari kerja membanting tulang hanya untuk kehidupan kita berdua.”

“mengapa eomma tidak menikah saja dengan orang kaya ? kan dengan begitu kita bisa hidup enak.”
“kau ini..memangnya mudah menikah dengan orang kaya ? kau tidak tau apa-apa ! mendingan kau diam saja tidak usah protes.”

“aiiiish eomma ! pokoknya eomma harus menikah menikah menikah !” teriak yoon ah, lantas ibunya pun membengkam mulut yoon ah.

“haaaash kau ini diamlaaah ! nanti orang-orang pada kesini bagaimana ?”
“biarkan mereka pada kesini..masa bodoh !”



“auush dasar anak tidak tau diuntung.” Ucap ibu yoon ah sambil menjitakkan kepala yoon ah.
“awwwh sakiiit.” Seru Yoon ah.

“salahmu sendiri teriak-teriak seperti orang gila.”

“haiiish.” Desis yoon ah kesal.

-----****-----

“aku pulaaaang !” seru Hye sun setiba di rumahnya.

“oh nona muda sudah pulang ?” ucap salah satu pelayan Hye sun.

“nee..eomma mana ?” Tanya hye sun sambil celingak celinguk mencari eommanya.

“nyonya besar ada di kamarnya nona.” Jawab pelayan itu.

“baiklah..terimakasih.” seru hye sun sambil berlari ke arah kamar ibunya.

“eomma !!” teriak Hye sun sambil membuka ganggang pintu kamar ibunya.

“hye sun-a..sudah pulangkah ?” jawab ibu hye sun agak sedikit kaget karena putri tunggalnya tiba-tiba membuka pintu kamarnya.

“nee eomma..eomma sedang apa ?” Tanya hye sun tiba-tiba karena melihat ibunya yang sedang sibuk membereskan barang-barang milik ibunya itu.

“oh ini..eomma sedang beres-beres barang-barang eomma yang sudah tidak dipakai.” Jawab ibunya sambil tersenyum simpul ke arahnya.

“memangnya ada apa eomma ?” Tanya Hye sun penasaran.

“tidak ada apa-apa kok. Hanya saja eomma membereskannya agar sewaktu eomma meninggal nanti, barang-barang ini dapat berguna. Entah untuk anak panti asuhan atau siapapun termasuk kamu nak.” Jawab ibunya.

Tak tau kenapa Hye sun langsung memeluk ibunya itu.

“eomma jangan tinggalkan aku..”ucaphye sun lirih sambil menitikkan air matanya.

“siapa yang akan meninggalkanmu nak ?  eomma tidak mengatakan untuk meninggalkanmu.”

“ta..tapi ketika eomma berbicara begitu..serasa eomma akan meninggalkanku.”

“anakku yang paling cantik..setiap manusia pasti akan menemui ajalnya masing-masing. Jika eomma meninggal besok ataupun hari ini detik ini..eomma juga tidak akan menolak sayang. Karena itu semua Tuhan yang mengatur. Jadi jika eomma harus meninggalkanmu, eomma harap kamu jangan jadi anak yang cengeng oke ? jadilah anak yang kuat. Buktikanlah kalau kamu ini anak appa dan eomma yang paling kuat sedunia.”

“eomma..hiks..hiks..” tangis hye sun makin menjadi-jadi. Namun ibunya hanya tersenyum simpul saja sambil memeluk anak kesayangannya itu dan membelai rambut hye sun dengan lembut.

“eomma akan selalu ada di hatimu sayang, jika eomma tiada..kau ingat-ingatlah muka eomma sambil memegang kalung ini..” ucap ibunya sambil memberikan kalung berbentuk bola kecil berwarna biru.

“jika kamu mengingat muka eomma sambil memegang kalung ini, eomma yakin kamu akan menjadi anak yang kuat dan tegar. Eomma yakin itu.”

Sementara hye sun masih memeluk eommanya sambil menangis tersedu-sedu.

-----***-----

Keesokan harinya..

“sun-a..kau mau ikut dengan eomma tidak ?” Tanya ibu hye sun pada hye sun yang tengah menonton tv di ruang tengah.

“eomma mau kemana ?” Tanya hye sun balik.

“eomma mau ke rumah teman lama eomma. Kau sebaiknya ikutlah, karena teman eomma yang satu ini memiliki anak yang seusia denganmu. Jadi kamu tidak akan kesepian.”

“joungmal ? seusia ?” tanya hye sun tak percaya.

“nee, kalau tidak salah dia juga mau naik ke tingkat 3.”

“waaah asyik donk ! dapet temen baru deh.” Sorak hye sun dengan gembiranya.

“jadi kau ikut kan ?”

“nee eomma tentu saja..habisnya aku kesepian akhir-akhir ini. appa baru pulang 4 hari lagi..”

“kalau begitu kau ganti bajulah..eomma tunggu kamu di mobil ya.”

“nee.” Seru hye sun.

15 menit kemudian hye sun meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju mobil.

Sesampainya di mobil..
“omo sun-a, nomu yeoppo –yo !” ucap ibunya kagum atas penampilan sun yang benar-benar sangat cantik.

“hehe joungmal ?”

“nee,kau cantik sayang bahkan sangat cantik. Baiklah kalau begitu..jalan pak park.”

“nee nyonya.” Jawab pak park.

-----***-----

Sesampainya di tempat tujuan..

“disinikah rumahnya eomma ?” Tanya hye sun.

“nee sayang tapi eomma tak tahu apakah teman eomma masih tinggal disini atau tidak.”

“kita coba ketuk pintunya saja eomma.”

“nee..”

Tuk..tuk..tuk..
Tuk..tuk..tuk..

“apakah teman eomma sudah tidak tinggal disini ya ?” ujar ibu Hye sun.
“coba ketuk lagi eomma.”

Tuk..tuk..tuk..
Tuk..tuk..tuk…

“sepertinya memang tak ada orang, baiklah sun-a kita pulang saja.”

Namun sebelum hye sun dan ibunya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba terdengar pintu rumah tersebut terbuka..
Kreeteek..

Keluarlah wanita paruh baya seusia ibu hye sun dengan pakaian seadanya dengan rambut digulung asal. Tampak wajah wanita tersebut terlihat loyo karena kecapekan.

Ibu hye sun pun menoleh dan pandangan wanita paruh baya pun tertuju ke ibu hye sun.
“jung eum-a..benarkah kau jung eum ?” Tanya wanita tersebut tak percaya.

“o..oo..eun hee-a..”ucap ibu hye sun sambil melongo tak percaya.
Mereka pun berpelukan melepas rindu karena sudah 5 tahun tidak bertemu.
“jung eum-a, kau kenapa kesini ?” Tanya eun hee.

“apakah tidak boleh ?”

“yya ! bukan begitu..aku tidak percaya saja kau kesini. Memangnya ada apa ?”

“aku hanya ingin bertemu denganmu bogoshippo..”

“nee aku juga..oh masuklah..”

“nee..ayo sayang masuklah.”jawab ibu hye sun sambil menawarkan anaknya masuk juga.

“ini anakmu ?” Tanya eun hee.

“nee. Sayang, perkenalkan dirimu pada bibi eun hee..”pinta ibunya.

“annyeong haseyo..hye sun imnida..bangapseumnida..”

“waaah anakmu sudah besar yaa..tambah cantik seperti ibunya.”

“haha bisa saja kau..oya, anakmu mana ?”

“oh sebentar..yoon ah-a kesinilah ada tamu..” seru eun hee.

Keluarlah yoon ah dari kamarnya dengan tampang juteknya.



“yoon ah-a ini teman lama eomma dan ini anaknya namanya hye sun.”

“oh.” Jawab yoon ah singkat.

“yya ! tidak sopan !” teriak ibunya pada yoon ah.

“ah sudahlah eun hee-a..tidak apa-apa, sepertinya anakmu sedang lelah sekali.”

“ahahaha..anak ini memang selalu begitu..tampangnya tidak pernah manis..hehe.”

“haha biarkan saja nanti pasti akan berubah dengan sendirinya.”

“nee hehe.. oya kalian mau minum apa ?” tawar eun hee.

“oh tidak usah..aku kesini hanya ingin berbicara 1 hal denganmu dan ini sangat penting.”ujar ibu Hye sun dengan tamapng berubah sedikit serius.

“oh baiklah, kita berbicara di ruang tengah saja. Yoon-ah kau ajaklah hye sun ke kamarmu ya..ajak dia bicara.” Perintah eun hee pada yoon ah.

“nee..”jawab yoon ah sambil menuju ke kamarnya dengan diikuti oleh hye sun dibelakangnya.
“ada apa jung eum-a? sepertinya sangat penting sekali.”

“begini..apakah kau mau menjaga anakku ?”

“mwoo ? memangnya kau mau kemana ?”

“aku tidak kemana-mana..”

“lantas ? apa maksudmu ?”

“begini..jika aku meninggal tolong jagalah anakku.karena aku begitu mempercayaimu eun hee-a..”
“tapi..tapi mengapa aku ?”

“karena jika aku meninggal nanti..satu-satunya yang cocok menjadi ibu pengganti hye sun adalah kau. Jadi aku harap kau mau menerimanya eun hee-a..”

“sungguh aku tidak tau kemana arah pembicaraanmu..mengapa kau tiba-tiba berbicara seolah-olah kau akan beneran meninggal jung eum-a..?”

“aku tak tau eun hee-a..maka dari itu..daripada terlambat..aku mengatakannya sekarang..apakah kau bersedia ?”

“ba..bagaimana ya..?”

“demi aku eun hee-a..”

“baiklah..demi kau..”

Jung eum pun tersenyum lega. “gumawo..aku benar tak tau lagi harus membalas kebaikanmu dengan apa..”

“anyii..aku ikhlas kok..lagian hye sun juga sudah kuanggap seperti anakku sendiri..”jawab eun hee sambil memeluk jung eum.

-----***-----

“kau bersekolah dimana yoon ah ?” Tanya hyesun pada yoon ah yang sedang membaca majalahnya.
“gyeongii art school.” Jawab yoon ah.

“wah itu sekolah seni terbaik kan ?” seru hye sun. *author ngawur :p*

“nee..kau dimana ?”

“aku di shinhwa school.”

“shin..shinhwa ?” Tanya yoon ah terbata-bata.

“nee, kenapa ?”

“bukannya sekolah itu khusus orang kaya saja ?”

“ah itu..haha enggak juga ada beberapa temanku yang tidak mampu tapi mereka mendapat beasiswa dari shinhwa.”

-berarti..hye sun adalah anak orang kaya..aku harus memanfaatkannya.- batin yoon ah.
“oh..ayahmu kerja apa ?” Tanya yoon ah menyelidiki.

“direktur sekaligus pemilik Shin corp.” jawab hye sun tanpa dosa.

-waah shin corp kan perusahaan terkenal di korea..aku harus berbaik hati pada hye sun terus supaya aku mendapatkan sedikit dari harta mereka.-batin yoon ah.

“kau kenapa yoon ah ?” Tanya hye sun yang sukses mengagetkan yoon ah dari lamunannya.

“oh anyii hanya saja kaget karena anak pewaris Shin corp bisa dihadapanku sekarang hehe.”ujar Yoon ah sedikit gugup.



“kau ada-ada saja yoon ah-a.” ucap hye sun sambil tersenyum.

“ah kau ingin minum apa ?” Tanya yoon ah berbaik hati. Yang tentunya hanya akting belaka.

“eeem apa aja boleh.” Jawab Hye sun sambil tersenyum manis pada yoon ah.



“oke, sebentar ya.” Ucap yoon ah lalu ia bergegas ke dapur untuk memberikan hye sun minuman.

Namun, tak sengaja ia mendengar percakapan antara ibunya dengan ibu hye sun. lalu ia pun menguping dibalik tembok ruang tengah itu.

“gomawo eun hee-a karena kau sudah menolongku..kau memang temanku yang paling baik. Aku yakin kau pasti akan menyayangi Hye sun seperti kau menyayangi putrimu.” Ujar ibu hye sun dengan tersenyum terhadap eommanya.

-apa maksud dari nyonya shin ? kenapa perkataannya seakan-akan ia akan menitipkan Hye sun pada eomma ?- batin yoon ah.

Karena ia sangat penasaran ia pun menguping pembicaraan antara ibunya dengan ibu hye sun.

“jung eum-a..sudah sepantasnya aku menolongmu..kau adalah teman baikku, bahkan dulu kau pernah menolongku dalam kesulitan jadi sudah saatnya aku membalas semua kebaikan hatimu dengan menjaga sepenuhnya hye sun.”

“sekali lagi gomawo..hanya kau yang bisa kupercaya eun hee-a.”

-mwoo ? sebenarnya apa maksud dari pembicaraan eomma dengan nyonya shin ?-batin yoon ah.



-----***-----

“kami pulang dulu ya..lain kali aku akan kesini.”ujar ibu Hye sun.

“nee..gomawo karna kau sudah mau mampir.”jawab ibu yoon ah.

“ahjumma dan yoon ah-a..kami pulang dulu..annyeong…!!”seru hye sun dari dalam mobil.

Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi hye sun dan eommanya pun berlalu dari rumah yoon ah.
Ibu yoon ah pun masuk ke dalam rumah namun dihalangi oleh perkataan yoon ah secara tiba-tiba.

“apa eomma akan mengadopsi hye sun ?”Tanya yoon ah dengan wajah muramnya.

“mwoo ? mengadopsi ? apa maksudmu ?” Tanya ibu yoon ah keheranan.

“tadi..aku mendengar perkataan eomma dengan nyonya shin..jadi apakah itu benar ?”

“kau menguping ?! dasaaaar !” teriak ibu yoon ah sambil menjitak kepala anaknya.

“yaiiiish eomma aphooo !”seru yoon ah.

“salah sendiri ! ngapain kau menguping hah ?”

“niatnya aku tidak sengaja menguping tapi lama-lama aku penasaran dengan percakapan eomma dengan nyonya shin !”

“apa kau mendengar semua ?”

“anyii..hanya sebagian..sekarang aku tanya pada eomma, sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa nyonya shin seakan-akan akan menitipkan Hye sun pada eomma ? jangan-jangan eomma mau mengadopsinya ya..”

“yya kalau bicara jangan asal..buat apa eomma mengadopsi hye sun hah ? anak satu saja sudah merepotkan apalagi tambah satu lagi..bisa-bisa mati berdiri eomma.”

“lalu apa maksud dari nyonya shin ?”

“nanti kau akan tau sendiri..”jawab ibu yoon ah sambil tersenyum sinis lalu masuk ke dalam rumah.

“yya ! eomma ! awas saja nanti akan kucari tau !” seru yoon ah dengan wajah kesalnya.

-----***------

End chapter..


mian klo jelek dan membosankan [heh]
di chap1 ini memang garing, blm ada konflik yg serius dan juga blom ada momen minsun.  [sweat]
« Last Edit: December 09, 2010, 06:21:47 am by aisshin »

BAIFERN & MARIO [lovestruck]