“omma, saya pergi dulu sebentar, nanti saya langsung menjemput hyung di bandara.” Mino menghampiri
ommanya.
“nee.. hati-hati mino ya..” mrs.lee mengelus punggung mino.
“arasso.. bye mom.” Mino mengecup pipi mrs. Lee
“oppa!!hyung!! ayo berangkat!!” panggil bocah-bocah tak sabar menarik mino.
“nee.. kachaa..”mino menuntun ke lima bocah itu ke dalam mobil.
Di toko han chae young:
“hyung!!! Oppa!! Apa kami boleh memilih semua yang kita suka?” tanya anak-anak berbarengan.
“tentu saja! Ambil semua yang kalian inginkan.” Senyum di bibir mino berkembang melihat tingkah anak-
anak yang menggemaskan.
“ya.. lee min hoo! Tak baik mengajak anak-anak kesini setiap hari!” han chae young menepuk pundak
mino.
“weo?” tanya mino heran.
“mereka masih kecil, harus makan-makanan yang bergizi, seperti sayur-sayuran dan buah!” chae young
mengomeli mino.
”arasso, besok saya belikan mereka buah dan sayur.”mino mengangguk sambil tersenyum.
“mino!! Apa kamu masih sendiri?” chae young bertanya tanpa berfikir.
“ne... siapa yang akan tertarik pada pria membosankan seperti saya” jawab mino enteng.
“pabo ya!! Berfikiran yang aneh-aneh sebelum dicoba!” chae young mengomeli mino.
“mian noona.. saya masih belum bisa untuk menghargai seseorang. Saya tidak mau melukai orang
lain.”jawab mino sambil tersenyum tipis.
“kamu harus mencobanya mino... try and try..!” chae young memberi semangat ke mino.
“terima kasih noona.” Mino tersenyum.
“oppa!! Hyung!! Kami sudah selesai. Ayo pulang!” pinta anak-anak bersamaan
“oh.. kalian sudah selesai. Ya sudah, ayo kita pulang” mino tersenyum pada anak-anak
Mino melihat jam tangannya yang telah menunjukkan angka 5 sore.
“omo.. miane noona saya harus segera mengembalikan anak-anak ini lalu menjemput hyung.” Mino
mengeluarkan beberapa lembar uang.
“kembaliannya mau kau berikan lagi?” chae young tersenyum sinis.
“anny.. sini kembaliannya.” Mino mengambil kembalian.
“hah?? Tumben??” chae young heran.
“saya fikir-fikir uang ini akan saya berikan kepada orang yang lebih membutuhkan dari pada noona yang
selalu menolak.” Mino menjulurkan lidahnya lalu tersenyum.
“choa.. that’s good.” Chae young mengacungkan ibu jarinya.
Mereka berdua tertawa bersamaan. “apa ada sesuatu yang ingin nona katakan pada hyung?” mino
bertanya ke chae young.
“tidak ada. Kau hati-hati mino! Aku tau kau selalu ikut balapan mobil kan! Ingat anak kecil itu!” chae
young tersenyum.
“arasso noona. Sampai jumpa lagi”. Mino melambaikan tangan sambil mengarahkan anak-anak keluar
menuju mobil.
Di halaman rumah mino:
“oppa!! Hyung!!! Gomawo..., miane merepotkan.” Anak-anak tersenyu riang.
“nee.. ok, kalian pulang hati-hati ya.. saya harus pergi..” mino tersenyum.
“sampai bertemu lagi oppa!! Hyung!!” wajah tersenyum anak-anak sambil melambaikan tangan.
Mino memasuki mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Di bandara:
“hyung!!!” mino melambai-lambaikan tangan.
“ya..!!! mino..” menghampiri mino dan saling berpelukan.
“bogoshiphoyo hyung!” mino menepuk punggung lee jun ki
“ya..! seharusnya saya yang bilang begitu!” jun ki melepas pelukannya.
“ya sudah.. nanti saja kita bicara di mobil saja hyung. Kacha..” mino membawa koper.
Di jalan mereka melihat keramaian orang-orang yang berteriak-teriak.
“ya.. mino, itu ada apa?” jun ki menanyakan heran.
“fans.. artis terkenal. Sudahlah jangan di urusi.” Mino menarik tangan jun ki.
“tunggu! Itu sepertinya saya kenal.” Jun ki menyipitkan matanya.
“mana?” mino melihat kearah kerumunan orang-orang.
“han chae young??” jun ki bertanya tak percaya.
“mwo?? Iya.. itu noona.”mino kaget.
Jun ki meninggalkan barang bawaannya dan menghampiri han chae young.
Mino hanya melihat dari kejauhan, terlihat ada sedikit pertikaian, namun jun ki menarik tangan chae
young.
“mino, mana kunci mobil?” tangan jun ki menadah.
“igo..” mino memberikan kunci.
“kau pulang sendiri! Ada hal yang harus saya selesaikan.”jun ki membawa kopernya dengan tangan
sebelahnya memegang chae young.
“ya.. jun ki!! Lepaskan!!” chae young terlihat menolak diajak jun ki.
Mino terbengong melihat tingkah kedua orang yang sekarang telah meninggalkannya.
“ahjusi..” seorang anak kecil menarik-narik celana panjang yang dikenakan mino.
Mino tersadar. “oh.. weo??” mino berjongkok untung menyetarakan tinggi badan sang anak.
“ahjusi, omma miki dimana?” bocah yang bernama miki ini bertanya pada mino.
“mwo?? Tadi kamu dari mana? Ibumu seperti apa??” mino bertanya pelan-pelan.
“omma..” miki berbicara lirih dengan mata sudah tergenang air mata.
“ah.. miki, jangan menangis, ahjussi belikan es cream dan donat ya..” mino menggendong miki sambil
menghibur.
Di toko donat bandara terlihat mata miki yang berbinar senang melihat banyaknya menu yang terpajang.
“ahjussi, miki mau itu, yang itu juga mau, miki mau semuanya..” miki berteriak meminta semuanya.
“ne..” mino mengangguk ke miki. “mian nona, tolong dibungkus semuanya”.
“ne..” jawab sang pelayan.
Setelah membeli semua makanan, tiba-tiba miki berteriak.
“OMMAA!!!!” miki meminta turun dari gendongan mino dan langsung memeluk ibunya.
“miki.. jangan pergi lagi.” Ibunya miki memeluk miki sambil menitikan air mata.
Lalu kemudian ibu itu berbicara ke mino.
“terima kasih telah menemani anak saya. Saya song hye kyo.” Ibu muda ini menyodorkan tangannya ke
mino.
“oh.. ne.. saya lee min hoo.”mino menyambut tangan hye kyo dengan senang hati.
“maaf, saya harus segera pulang. Ini untuk miki” mino memberikan bungkus berisi makanan ke hye kyo
“terima kasih.”hye kyo menundukkan kepalanya.
“ahjussi, main kerumah miki dulu, baru pulang.”mino menari-narik celana mino.
“miki, tidak boleh begitu.” Hye kyo membujuk miki.
“ini kartu nama saya, kalau miki mau main kerumah silakan.”mino memberikan kartu namanya ke hye
kyo.
“maaf banyak merepotkanmu.”hye kyo menundukkan kepala.
“miki.., ahjussi harus pergi dulu, kau bisa main kerumah ahjussi dengan ommamu, kapanpun kamu mau.”
Mino tersenyum sambil mengusap kepala miki.
“mian, saya permisi.”mino meninggalkan miki dan hye kyo dengan berjalan cepat.
**
“aissshhh.. kenapa taksinya selalu penuh..” mino mengomel sendiri.
Mino melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
“arrggghh... ini sih jelas-jelas tidak ikut makan malam bersama hye sun” mino mengacak-ngacak
rambutnya.
Kemudian mino teringat akan hand phonenya.
“mana hand phone...” mino mengorek-ngorek kantongnya.
“aissshhh.. hand phonnya di mobil”. Mino menepuk dahinya.
“arrggghhhh.. kenapa hidupku selalu sial kalo ada hyung.”mino mengacak rambutnya.
dengan sesegera mungkin mino berlari menyusuri jalan sambil mencari-cari mobil yang bisa di tumpangi.
Namun sialnya, mobil tak kunjung datang. Mino jalan dari bandara sampai rumah.
Mino sampai rumah dengan wajah pucat dan keringat mengalir di sekujur tubuhnya.
Mino menekan bel rumahnya. Kemudian keluarlah ibunya yang langsung khawatir melihat keadaan
anaknya.
Namun mino hanya tetap diam, dan langsung masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
Tok..tok..tok..
“mino... ya.. lee min hoo, kau baik-baik saja?” ibu mino mengetuk pintu terus menerus, namun tak ada
jawaban dari dalam.