Chapter 4
Akhirnya akupun memutuskan untuk menyusul nazwa ke bandara , berharap ia masih belum berangkat. Tapi takdir berkata lain, pesawat yang ia tumpangi sudah berangkat beberapa menit yang lalu. Sedih,, sangat sedih, itulah yang kurasakan,. Betapa sakitnya hatiku ketika tidak bisa mengngkapkan perasaanku pada wanita yg amat aku cintai. Di perjalanan aku masih termenung, entah kenapa pikiranku melayang pada memori saat dia masih disini. Walaupun tak bersamaku, sedtidaknya akupun dulu sering kerumahnya untuk mengerjakan tugas dan bermain.
Memang malangnya nasibku. Mobil yang ku kemudikan menabrak trotoar jalan. Setauku, ada 2 orang yang membawaku ke rumah sakit. Syukurlah aku membawa ktp, mereka pun langsung menelepon orang tuaku dirumah. Betapa terkejutnya ibu mendapati berita tentang kecelakaan yang aku alami.
Dirumah sakit., ayah dan ibu langsung menemui dokter yang menangani ku
“bagaimana keadaan anak kami, dok” Tanya ayah dan ibu serempak,. Terlihat sekali dari raut wajah mereka sangat cemas
“benturan di kepalanya cukup keras, mungkin ia tidak bisa mengingat orang yang berada di pikirannya beberapa saat sebelum kecelakaan. Memang amnesia ini bisa sembuh, tapi hanya orang yang ia lupa itulah yang bisa mengembalikan ingatannya “ terang dokter pada ayah dan ibu dan berlalu meninggalkan mereka
##
Beberapa hari setelah kejadian aku sudah pulih dan dinyatakan seembuh oleh dokter. Aku pun langsung ke amerika bersama ayah dan ibu untuk mengikuti tes. Syukurlah aku lulus dalam tes dan kuliah di hardvard..
Hari hari kulalui disana, . “sudah lama sekali aku tidak online”gumamku sambil mengambil laptop kesayanganku. Kubuka laptop ku dan online. Ya, inilah kegiatan yang sudah beberapa hari tak ku lakukan. “siapa orang ini?” gumamku setelah melihat nama NAZWA di wall ku yang bertuliskan
“ bagaimana tes mu ? aku harap kau dapat lulus tes, semangat ya”..
“sudahlah, sok kenal sekali orang ini, dan darimana ia tau aku mengikuti tes? Ada ada saja “ gumamku. Lalu ada salah seorang yang bernama “ Azura”, dia meng add fb ku, dan langsung saja aku confirm. Dia cantik dan juga akan menjadi temanku kuliahku nantinya. Setelah cukup puas online. Aku pun pergi tidur. Menyambut hari esok untuk hari pertama kuliahku.
::::
Pagi harinya dengan semangat aku pun berangkat kuliah. Dan hari ini juga ayah dan ibu kembali ke Indonesia.
“jaga dirimu baik baik riko, kalau liburan langsung pulang ke indo ya” gumam ibu sambil mencium keningku diikuti oleh ayah
“baik bu, hati hati ya. Jangan lupa kalau sudah sampai, beritahu aku “ kataku pada ibu.
Sesampainya ditempat kuliah,, aku duduk bersama Azura, aku juga kaget ketika mendapati dia adalah teman sekelasku.
Suasana belajarnya sangat menyenangkan. Aku juga mendapatkan teman dari berbagai Negara. Akhirnya kuliah hari ini selesai juga. Aku dan Azura pergi ke kantin bersama.
Disana aku bertemu dengan seorang wanita, dan sepertinya aku mengenalnya. “siapa dia” gumamku dalam hati.
Dari kejauhan aku mengamatinya. Dan tiba tiba ia menghampiriku. “Riko, kau kuliah disini juga?” tanyanya padaku seakan akan ia telah mengenalku. “ kau siapa. Maaf aku tidak mengenalmu” sahutku . ,” darimana kau tau namaku?” lanjutku padanya. “kau.. tidak mengenaliku?” tanyanya kemudian. “maaf,, mungkin aku salah orang” gumamnya lagi dan berlalu dari hadapanku. Aku tak kenal orang itu. Tapi mengapa aku merasa sangat dekat dengannya? Entahlah,
Nazwa POV
“Riko.. ia tidak mengenaliku? bagaimana mungkin, apa yang terjadi padanya? Pertanyaan it uterus terlontar dipikiranku. Seteah itu aku membuka hp. Sudah dua hari hp ku dimatikan. Dan ternyata banyak sekali pesan singkat dari ibu . : “nazwa, riko mengalami kecelakaan, dan katanya ia tidak bisa mengingat salah seorang di kehidupannya. Bagaimanaa kabarmu disana nak?” itulah pesan yang ibu kirimkan beberapa hari lalu. Mungkin tepatnya pada hari dimana riko mengalami kecelakaan itu,.
Mungkin inlah alasannya mengapa ia tidak mengenaliku” gumamku selanjutnya.
End of nazwa POV
Akhirnya sampai juga diapartment, hari yangsangat melelahkan. Aku pun mandi lalu shalat. Setelah itu seperti biasa aku selalu meluangkan waktu untuk online. Disana aku hanya chatting dengan Azura. Entah kenapa aku merasa akrab bila berbicara dengannya.
Hari demi hari ku lalui dengan riang. Di tempat kuliah aku dan Azura semakin akrab. Tanpa disadari ada seorang yang mengamati kami. Terlihat dari raut mukanya ia tampak sedih. Ternyata itu adalah Nazwa, orang yang bertemu dennganku di kantin beberapa saat lalu.
Nazwa POV
“mengapa hatiku terasa sakit setiap aku melihat mereka bersama. Padahal dulu saat riko mendekatiku, aku malah menghindarinya. Mungkinkah aku mencintainya? Tidak, aku hanya tidak terbiasa dengan suasana ini karena biasanya aku dan riko, kami selalu bersama dan bercerita.
End of pov
Akhirnya liburan pun tiba, seperti janjiku, jika liburan tiba aku akan pulang ke indo. Betapa senangnya mengingat aku sangat merindukan ayah dan ibu. Aku pun menelepon mereka untuk memberitahukannya
….
Sesampainya dijakarta aku disambut dengan riang oleh ayah ibuku. Kamarku,, kamar yang sangat ku rindukan..
Sekarang kami sedang berbincang bincang di taman belakang rumah.
“bagaimana sekolahmu disana?” Tanya ayah sambil menyeruput kopi buatan ibu
“baik ayah. Aku sangat senang kuliah disana , apalagi teman temanku sangat baik.” Jawabku
“Riko,, besok ibu akan memperkenalkan kamu dengan anak teman ibu yang ibu ceritakan itu.”
::TBC::