Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 47638 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Matahari bersinar cerah bahkan sangat cerah pagi itu. memberi kehidupan yang baru dna lebih baik. Semuanya sudah berubah…. Banyak kehidupan berlalu saat itu, hingga akhirnya kini… di tahun ke empat... seseorang telah beranjak dewasa dan kehidupan kembali berlanjut untuk beberapa orang yang baru, yang mulai menapaki kehidupan di bumi…

Jung min terlihat tersenyum memejamkan kedua matanya tidur di pangkuan Hye na menikmati sinar matahari yang hangat, dan Hye na duduk sambil membaca buku ditangannya, ikut menikmati sinar matahari yang hangat.



“appa!!! Omma!!! Ternyata kalian disini!!! Kami mencari kalian!!”seru seorang anak tiba-tiba menatap Jung min dan Hye na bersama dengan 2 orang yang lain yang salah satunya lebih besar dari keduanya. Hye na menyenggol lengan Jung min untuk bangkit dari pangkuannya dan menatap ketiga laki-laki dihadapannya.

“…ya appa omma… kemana saja kalian…? Apa yang kalian lakukan disini…?”tanya salah seorang yang lain yang terlihat lebih tinggi dan dewasa dari yang lain.

“yya!!! Lee En kyu… Lee Min jae… Lee Jae min… kami juga ingin punya waktu berdua saja…”seru Jung min, keras, bangun dan menatap ketiga anak dihadapannya tajam.

“huusssshhh….!!!”seru Hye na menatap Jung min marah karena kalimat yang baru saja ia katakan “….ada apa…kenapa kalian mencari appa dan omma…?”tanya Hye na, bangkit dan  berjongkok di hadapan ketiga anaknya.

“…aissshhh… kau pasti lupa omma…”jawab Lee Jae min, menatap Hye na tajam, kesal.

“…memang ada apa…?”

“…ulang tahun haraboji omma..!!!”seru Lee Min jae mengingatkan, menatap Hye na dan Jung min bersamaan.

“ahhh… iya… omma lupa… kalau begitu kita harus bersiap sekarang…apa kado kalian sudah di siapkan…”tanya Hye na, menatap kembali ketiga anak yang berdiri dihadapannya.

“sudah…”jawan Min jae

“tentu saja…”sambung Jae min

“bagus… kalau begitu kita bersiap sekarang….”

“omma dan appa yang seharusnya bersiap… kami akan berangkat bersama Joon ahjussi dan Eun jo ahjumma…”

“…mereka sudah pulang…?”

“ne… mereka ada didalam sekarang…”jawab En kyu

“oohhh…”jawab Hye na yang kemudian melanjutkan langkahnya dan masuk meninggalkan Jung min dan ketiga anaknya terdiam menatapnya. “…lihat omma mu itu… tidak pernah berubah masih selalu merepotkan dirinya sendiri…”kata Jung min pelan, mengacak kepala En kyu pelan, dan menatap Hye na dan Jae min serta Min jae yang mengikuti Hye na, tersenyum

“aiiissshhh…. Tapi kau sangat mencintainya kan appa…”

Jung min tersenyum, menatap En kyu “…sangat…”jawab Jung min kemudian “…ayo kita masuk… appa juga harus bersiap…”ajak Jung min kemudian.

*******

“oppa…!!!”seru Hye na, berjalan cepat kearah laki-laki yang duduk di sofa ruang tengah di Lee mansion.

“ahhh… uri dongsaeng…”sambut Park Joon, membentangkan kedua lengannya memeluk Hye na hangat “…bagaimana liburanmu…”tanya Hye na

“menyenangkan…”jawab Park Joon tersenyum menatap Hye na “…apa semuanya sukses…kapan kau memberikan aku keponakan lagi…”goda Park Joon lagi

“auuusssshhh…apa tidak cukup 3 orang anak dihadapanmu… bahkan aku memberikan 2 anak laki-laki kembar…seharusnya aku yang bilang itu padamu…kapan kau memberikan aku seorang atau mungkin 2 orang keponakan…”goda Hye na kini.

“auussshhh…”park Joon menyerah dan hanya mengacak rambut Hye na pelan

“…mana onnie…”tanya Hye na, mencari seseorang di belakang park Joon.

“…entahlah…mungkin dia di dapur… tadi dia mengeluh lapar…”

“…oh ya oppa…kapan kalian pulang…? Kenapa tidak memberi kabar…”

Park joon tersenyum “…aku tidak ingin menganggu kalian… kami pulang tadi malam…”jawab park Joon, menatap Hye na menggoda

“auussshhhh…. Kau…”

Kalimat Hye na terputus oleh dehaman seseorang yang berdiri dibelakang Hye na.



“onniie…..bogoshipo…”seru Hye na, menatap Eun jo yang berdiri di belakangnya dan memeluknya erat.

“sama denganku saeng-aa… bagaimana kabarmu… apa liburanmu menyenangkan…?”

Hye na tersenyum menatap Eun jo “nee… lalu…bagaimana dengamu… bagaimana bulan madumu dengan oppa…?”

Eun jo tersenyum menatap Hye na sesaat “…lumayan…”jawab Eun jo kemudian.

“Eun jo… Joon…kapan kalian datang…?”sambung seseorang yang berdiri di belakang Hye na dan melingkarkan lengannya di pinggang Hye na erat.

“semalam…kami sampai dan tadinya ingin mengajak kalian berdua datang ke Han mansion bersama… tapi tampaknya kalian belum bersiap… jadi…aku akan membawa ketiga anak kalian…dimana mereka…”tanya Park joon, mencari ketiga anak di belakang Jung min namun tidak didapatinya sampai akhirnya ketiganya datang bersama dengan En kyu yang berjalan di belakang keduanya.

“halo ahjussi…”sapa En kyu

“hai En kyu… bagaimana sekolahmu…”

“…bagus ahjussi…”jawab En kyu yang kemudian berjalan kearah Eun Jo dan memberinya sebuah pelukan singkat

“ahhh… ini dia jagoan ahjussi…dari mana saja kalian… Jae min…Min Jae…”tanya Park Joon menatap 2 orang anak laki-laki yang sangat mirip dan yang berbeda dari keduanya adalah warna pakaian yang mereka kenakan saja, dengan motif yang sama.

“yya… ahjussi… aku Jae min dan dia yang Min jae…”protes seorang anak laki-laki dengan warna pakaian merah.

“ahhh…  mianhe Jae min…”

“ahhh…ahjussi… dia Min jae bohong…aku Jae min…”protes seorang anak laki-laki yang lain dengan warna pakaian biru, membuat Park joon bingung di tempatnya. Membuat kedua anak itu tersenyum lebar, karena berhasil membuat sang paman terdiam bingung di tempatnya.

“…sudah…sudah… kalian berangkatlah dulu… dan kalian berdua… Jae min… Min jae… jangan nakal… oppa aku titip mereka…dan warna merah warna kesukaan Min jae…”kata Hye na kemudian, berbisik di telinga park Joon, yang berhasil membuat Jung min dengan segera menarik tubuh Hye na menjauh dari Park Joon

“yya… ayo kita bersiap… dan kalian bisa pergi…”kata Jung min, menatap Park joon tajam

“auussshhh… yya… kau…”

“arrassoo… kami akan pergi…kalian cepatlah menyusul…”jawab Park joon kemudian “…ayo En kyu…ajak adikmu…”tambah Eun jo, menjulurkan tangannya untuk menggandeng En kyu.

*******

“auussshhh…benar-benar merepotkan…”keluh Jung min ketika ia dan Hye na sudah masuk ke dalam kamar mereka untuk bersiap.

“aiissshhh…tapi tetap saja mereka anakmu bukan…”jawab Hye na kesal, menatap Jung min dan pergi meninggalkan Jung min masuk kedalam kamar mandi, dan menguncinya sebelum Jung min menerobos masuk.

“yya…kenapa kau tutup pintunya…”seru Jung min menatap pintu yang tertutup dihadapannya “aku juga ingin mandi…”tambah Jung min mengetuk keras pintu dihadapannya, namun tidak terdengar jawaban apapun dari dalam. “….sayang…”panggil Jung min lagi.

“anhi..!! antwe!!”jawab Hye na kesal

“auuusssshhh… baiklah…”kata Jung min menyerah dan kemudian, melangkah pergi, menjauh dari pintu kamar mandi.

Hye na menghentikan guyuran shower di tubuhnya dan mencoba mendengar suara Jung min dari luar kamar mandinya, rasa penasaran muncul dihatinya. Hye na mengenakan kimono handuknya dan membuka pintu dihadapannya perlahan, mengedarkan pandangannya kesekeliling kamarnya, mencari keberadaan Jung min, dan setelah meyakinkan dirinya bahwa Jung min benar-benar tidak ada disana, Hye na melangkahkan kakinya keluar perlahan, hingga…

“akkhhhh…!!!!”seru Hye na saat tiba-tiba seseorang menerjangnya dan membawanya, menggendongnya dalam pelukannya. “YYA!!! Lee Jung min!!”seru Hye na menatap Jung min marah dna kesal.

“…waeyo sayang…?”

“…turunkan aku sekarang!!!”seru Hye na marah

“apa kau tidak ingin memberikan adik lagi untuk Jae min dan Min jae…?”

“auussshhh…!!! Antwe!! Tidak akan!! YYA!!! Turunkan aku…!!!”

“antwe!!”

“YYA!! LEE JUNG MIN!!” seru Hye na keras dan Jung min hanya menjawabnya dengan senyuman lebarnya. “auussshhh!! Kau benar-benar… tadi kau mengeluh tentang anak-anak dan sekarang kau malah menginginkannya!!!...apa tidak cukup…..”

“ne… tidak cukup…aku menginginkannya sekarang… menginginkanmu…”jawab Jung min yang kemudian menjatuhkan tubuh Hye na di ranjang.

“…tunggu dulu…!!”seru Hye na kemudian menahan tubuh Jung min yang sudah berada di atasnya dengan kedua tangannya

“waeyo…”

“kita harus ke tempat aboji… kita…”

“auusshhh…itu gampang…” kata Jung min yang kemudian menerjang Hye na dan menyergap bibir mungilnya dengan ciumannya. Sesaat hanya menempel saja, belum ada lumatan atau tindakan agresifnya pada Hye na, hingga akhirnya terdengar desahan lembut dari bibir Hye na, setelahnya Jung min dapat merasakan dekapan tangan Hye na yang melingkar semakin erat di lehernya, membuat jarak keduanya semakin dekat dan mulai melumat bibir ranum Hye na yang kemerah merahan. Hye na membalas lumatan Jung min lebih agresif. Lidah keduanya mulai bermain. Saling melumat, menaut dan menghisap.

“Jung min-aa…”desah Hye na lembut, setelah Jung min melepaskan ciumannya. Kini keduanya saling menatap lembut. “…jung min-aa…aboji…”kalimat Hye na terputus oleh ciuman singkat Jung min “…tenang saja…”

“tapi…”

Jung min diam, tersenyum menatap Hye na yang berada dibawahnya lembut. “tenang saja…aboji akan mengerti…”kata Jung min lagi, mendaratkan bibirnya kembali, namun tidak hanya berhenti di situ saja, perlahan Jung min menurunkan ciumannya ke leher Hye na dan membuatnya mendesah keras. Setelahnya ia semakin memperdalam ciumannya, membawa Hye na lebih dekat dengannya.

*********

“LEE JUNG MIN!!” seru seseorang tiba-tiba, mengetuk keras pintu kamar Jung min dan Hye na.
Jung min membuka matanya cepat, terkejut dengannya, dan mengalihkan wajahnya menatap Hye na yang terlihat masih menutup matanya disisinya, dan tersenyum. Hye na terlihat cantik saat itu, membuat Jung min tidak tahan untuk melakukan apa yang sebelumnya telah ia lakukan pada kekasihnya itu, namun seseorang di luar menginginkan lain. Orang itu terus mengetuk pintu kamarnya dan Hye na keras.

“aiiaissshhhh…. Ya…siapa…”seru Jung min, mengambil pakaiannya yang berada di sisi Hye na dan memakainya. Hye na membuka kedua matanya perlahan saat itu, terganggu oleh suara keras dri luar kamarnya dan Jung min sendiri.

“waeyo…”tanya Hye na, menatap Jung min lemah.

“entahlah… aku yakin Seung gi…”jawab Jung min, menatap Hye na lembut tersenyum. Hye na membalas senyum Jung min sesaat sebelum akhirnya ia mengangkat sebagian tubuhnya dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya. “…aboji!!!”seru Hye na tiba-tiba, bangkit dari ranjang, menarik selimutnya cepat, menutupi tubuhnya yang polos, dan berlari masuk ke kamar mandi

“akkhhh…”seru Hye na tiba-tiba menghentikan langkahnya karena rasa sakit yang menyerangnya. Jung min mengalihkan pandanganya, menatap Hye na sesaat khawatir namun kemudian tawa terdengar dari Jung min.

“auuusshhh… buka pintunya…!!”seru Hye na kesal, yang kemudian segera masuk ke kamar mandi. Jung min tersenyum menatap Hye na sesaat sebelum akhirnya membuka pintu, dan tepat seperti perkiraannya, Seung gi terlihat berdiri di hadapannya dengan jas lengkapnya.

Seung gi terlihat diam menatap Jung min yang hanya mengenakan kemejanya dan celana pendeknya dengan rambut yang berantakan dan wajah yang kusut.

“yya!! Apa yang kau lakukan!! Kenapa…ahhhh aku tahu…. Dasar!! Seminggu pergi berlibur ternyata belum cukup…”

“auuuussshhh…. Diam.. apa yang kau lakukan disini… mengganggu saja…”

“yya!!! Aiiisssshhh… jika kau tidak mengganggumu makan kau tidak akan menghadiri ulang tahun ayah mertuamu…”

“…aku tahu…”

“kalau begitu segeralah bersiap!!”

“ne ne… arasso…”

“jangan melakukan hal aneh dan segeralah bersiap…aku akan menunggumu di bawah… setengah jam…”

“ne…ne… arasso…”kata Jung min lagi, menutup pintu di antara dirinya dan Seung gi. Dan tepat setelahnya Hye na keluar. “aiissshhh…ini semua karena kau!!”protes Hye na kesal, berjalan kearah lemari pakaiannya, dan setelah ia mengambil gaunnya tiba-tiba Jung min menariknya dan mendekapnya dalam pelukannya. “aiiiassshhh…!!! Lepaskan… kita harus bersiap sekarang…”berontak Hye na

“ahni….”jawab Jung min

“yaiiisssshhhh…”

“yya…sayang…kita harus bersiap sekarang… errmmm… bagaimana setelah acara ulang tahun aboji…”

“chinja…?”

“ne… setelah ulang tahun aboji…”

“jeongmal…?”

Hye na tersenyum dan mendaratkan ciuman singkatnya di bibir Jung min. “baiklah…”

“kalau begitu sekarang mandi…aku akan menunggumu di bawah…”kata Hye na, mengambil gaunnya “…ahh…kemejamu akan aku siapkan di ranjang…”tambah Hye na lagi ketika ditatapnya Jung min berjalan masuk kedalam kamar mandi.

********

Malam itu Jung min terlihat sangat tampan dengan jas abu-abu mudanya. Wajahnya terlihat sangat segar dan senyum terlihat terus terkembang di wajahnya, sedangkan Hye na terlihat sangat serasi dengan dirinya. Mengenakan gaun putih lembut yang membuat kulitnya terlihat indah.



Perlahan Hye na dan Jung min turun dari mobil di susul Seung gi yang kemudian berjalan mendahului keduanya. Hye na dan Jung min terlihat berjalan bersisian dengan Jung min. Jung min diam, menatap Hye na tersenyum kemudian ia melingkarkan lengannya di pinggang Hye na dan membuatnya mendekat. “kau cantik sekali malam ini sayang…”puji Jung min pelan dan mengecup pipi Hye na lembut. Hye na tersenyum, menundukkan kepalanya, sambil terus melangkahkan kakinya masuk kedalan Han’s mansion yang telah ditata sedemikian rupa untuk ulang tahun tuan Han.

“sayang…”sambut tuan Han, yang kemudian mendekap Hye na erat, penuh kerinduan.

“appa…saengil chukae…”kata Hye na, mengecup kedua pipi tuan Han lembut.

“terima kasih sayang… ayo masuk… Jung min… kenapa kalian terlambat… Joon dan Eun jo sudah datang dari tadi dengan anak-anak kalian tadi…”

Hye na diam, menatap Jung min yang ditatap tuan Han menunggu jawaban, dan terlihat sangat bingung untuk menjawab pertanyaan ayah mertuanya itu “…tadi ada sedkit masalah aboji…”

“masalah…?”

“ne… Hye na… tadi tiba-tiba…dia..meminta sesuatu yang…aneh…jadi aku harus melakukannya terlebih dahulu…”

“aneh…?!? Melakukan apa sayang… apa yang kau menginginkan sesuatu…?”tanya tuan Han menatap Hye na khawatir. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min marah karena alasan yang dibuatnya.

“…ahhh…gwenchana appa… hanya…entah kenapa Hye na sangat menginginkan kepiting…jadi aku minta Jung min untuk membelinya di Jepang…”jawab Hye na, melirik kesal Jung min yang berdiri dan tersenyum menatapnya penuh kemenangan.

“kalau begitu masuk… kita mulai acara… ayo Seung gi-ssi…”ajak Tuan Han, menatap Seung gi.

“ne…”

*********

Seung gi terdiam, malam penuh bintang menemaninya, hingga akhirnya seseorang datang, berdeham memberitahu akan kedatangannya. Eun jo duduk disisinya, menatap malam cerah penuh bintang di musim semi. Ditatapnya Eun jo sesaat dan kemudian dipalingkannya menghadap langit malam. Kesedihan tiba-tiba hadir kembali di hatinya. Kesedihan yang diselingi sedikit kebahagiaan karena seseorang yang ia cintai tengah duduk disampingnya dengan perasaan yang bahagia. Film lama yang  membuatnya merasa sakit kembali berputar. Menunjukkan kembali kepedihan hatinya.

Flashback

Seung gi diam, diedarkannya pandangan mencari keberadaan seseorang yang sangat ingin ditemuinya, hingga akhirnya seseorang itu melambaikan tangannya, menunjukkan keberadaan dirinya.

“apa sudah menunggu lama…?”tanya Seung gi sambil kemudian duduk di hadapan orang itu dan membalas senyumnya.

“baru saja oppa…mau pesan apa…?”

“kopi saja…kau tidak makan…?”

“kau juga oppa…”

“aku sudah tadi..”

“sama kalau begitu…”

Keduanya terdiam sesaat, tidak tahu bagaimana harus memulainya.

“Eun jo…”

“oppa…” kata Eun jo yang hampir bersamaan. Keduanya terdiam, tersenyum ketika menyadarinya. “kau dulu…”sambung Seung gi kemudian, mempersilahkan. Eun jo tersenyum, menundukkan kepalanya sesaat sebelum akhirnya ia menatap Seung gi serius.

“oppa…”panggil Eun jo kemudian “aku….”

“…apapun itu katakan saja…aku akan menerimanya…apapun itu…”kata Seung gi kemudian. Eun jo terdiam sesaat, menatap Seung gi kemudian menundukkan kepalanya kembali.

“…aku…” Eun jo terdiam kembali, ragu dengan apa yang akan ia ucapkan. “mianheyo…”tambahnya lagi tanpa berani menatap Seung gi. “aku…tidak bisa…” Seung gi menatap Eun jo terdiam.

“apa maksudmu…?”

“mianhe…aku tidak bisa menganggapmu lebih dari seorang kakak…aku…” Eun jo menghentikan kalimatnya, ditatapnya Seung gi yang terdiam di hadapannya terlihat terkejut dengan yang didengarnya.

“ternyata begitu…”kata Seung gi kemudian

“mianheyo…”tambah Eun jo lagi, menundukkan kepalanya menyesal. Seung gi terdiam, seakan mengerti apa yang akan diucapkan wanita yang berhasil membawa hatinya pergi itu.

“apa hanya itu…?”tanya Seung gi lagi, menatap Eun jo.

“de…?!?”tanya Eun jo bingung, tidak mengerti arah pembicaraan Seung gi. Keduanya terdiam sesaat. “apa hanya itu Eun jo-aa… bukan karena orang lain yang kau cintai…”tanya Seung gi memperjelas. Eun jo terlihat menundukkan kepalanya sesaat kemudian ditatapnya Seung gi dengan penuh keyakinan dan keseriusan “ ne oppa… ada orang lain… dan aku mencintainya…”jawab Eun jo kemudian

Seung gi tersenyum, walaupun hatinya terasa pedih saat itu “baguslah kalau begitu…aku tenang sekarang…”
Eun jo diam ditempatnya, ditatapnya Seung gi sesaat “mianheyo…”tambah Eun jo lagi, ditatapnya Seung gi sedih.

“…tak apa…aku mengerti…gomawo…” kata Seung gi kemudian, tersenyum dan bangkit dari tempatnya.

“oppa tunggu…”cegah Eun jo membuat Seung gi menghentikan langkahnya, tanpa memalingkan wajahnya.

“mianheyo…”kata Eun jo lagi, menyesal, berlari mendekat pada Seung gi dan berdiri dihadapannya kemudian membawanya kedalam pelukannya, memeluknya erat “selamanya…kau adalah kakak yang terbaik untukku…”bisik Eun jo pelan. Seung gi tersenyum, membalas pelukan Eun jo padanya, memeluknya lebih erat.

Keduanya tersenyum lebar tanpa menyadari seseorang yang terdiam menatap keduanya.

End of Flashback

“mianheyo…”tambah Eun jo kemudian

“tak apa…”jawab Seung gi kemudian. Keduanya terdiam sesaat “…apa…kau bahagia…?”tanya Seung gi lagi

“…ne…sangat oppa…Joon memperlakukanku dengan sangat baik…dan dia sudah memberikan banyak cinta dalam hidupku…”

“baguslah kalau begitu…”jawab Seung gi, memberikan senyum terbaiknya pada Eun jo. Eun jo membalas senyumnya dengan pelukan hangatnya. “terima kasih banyak oppa…”ujar Eun jo, tersenyum.

“…satu lagi oppa… aku…. Hamil…”bisik Eun jo dalam pelukan Seung gi

“chinja…?”

“ne… sudah 2 bulan oppa… dan aku sangat bahagia karenanya…”jawab Eun jo, melepaskan pelukan Seung gi dan menundukkan kepalanya.

Seung gi diam, tersenyum, menatap Eun jo ikut senang dengan kebahagiaannya. “aku berharap…kau juga akan menemukan kebahagiaanmu oppa… menemukan  wanita yang dapat melengkapi hidupmu….dan terima kasih banyak untuk semuanya…”

Seung gi diam, tersenyum “gomawo Eun jo-aa…”kata Seung gi yang kemudian beranjak pergi, meninggalkan Eun jo dengan senyum terkembang di wajahnya.

Eun jo diam menatap kepergian Seung gi, tersenyum tenang, ia yakin seorang Lee Seung gi akan mendapatkan kebahagiaannya juga, dan ia sangat berharap itu. Eun jo diam, tanpa menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya, membuatnya terkejut saat orang itu melingkarkan lengannya di perut Eun jo. “…sayang…”sapa Eun jo

Park joon tersenyum menatap Eun jo “…ayo masuk…diluar dingin…”ajak Park Joon

Eun jo tersenyum manis menatap Park Joon dan bersama masuk kedalam, tanpa melepaskan pandangannya dari Park joon. Teringat kembali kenangan lama yang membuatnya hampir kehilangan kebahagiaannya. Kenangan lama yang hampir membuat laki-laki dihadapannya terlepas darinya, hilang dari pandangannya, namun juga kenangan yang akhirnya memberikan kebahagiaan padanya

Flashback

Eun jo diam ditempatnya, ditatapnya laki-laki yang berjalan pergi dari hadapannya dengan senyum. Hatinya sudah terasa lega sekarang dan tinggal 1 hal lagi yang harus ia lakukan untuk mendapatkan kebahagiaannya. Eun jo terdiam ditempatnya, diambilnya dengan cepat ponsel di tasnya dan menekan beberapa nomer disana yang sudah ia hafal.

Ditunggunya selama beberapa saat, dan yang terdengar hanya nada sambung yang begitu panjang. Tidak ada yang mengangkat.Eun jo memutusnya, dan mendesah panjang.

“…apa sedang rapat…? Seharusnya dia sudah sampai sekarang…”gumam Eun jo pelan sambil sesekali mengalihkan pandangannya ke jalan, berharap seseorang yang ia tunggu datang, melambaikan tangannya, tapi semuanya hanya angan di kepalanya, harapan kosong. Eun jo mengehela napas panjang dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu. sudah hampir 2 jam ia menunggu dan yang ditunggu tidak kunjung datang.
Eun jo masuk kedalam mobil dan sebelum ia memutar kunci mobilnya, Eun jo menekan beberapa nomer diponselnya. Nomer yang berbeda dari sebelumnya.

“selamat siang nona…. “sapa seseorang diseberang

“selamat siang pak Jeong…”

“ada yang bisa saya bantu…?”

“…ermmm… apa Joon…ah maksudku… tuan Park ada…?”tanya Eun jo

“…tuan Park sejak dari tadi sudah pergi agashi… dia bilang ingin bertemu dengan anda…”

“bertemu denganku…?”

“ne…”

“tapi…dia tidak datang…”

“…ahh…benarkah… tuan Park juga belum kembali lagi…”terang pak Jeong

“ahhh…begitukah….”

“mianhe agashi…”

“tak apa pak Jeong…aku yang seharusnya minta maaf telah menganggu anda..”

“tak apa agashi… apa ada pesan agashi…?”

“..tak ada pak Jeong…katakan saja kalau aku mencarinya…”kata Eun jo kemudian sebelum akhirnya ia menutup ponselnya, memutus hubungan komunikasinya.

Eun jo menarik napas panjang, memikirkan perkataan pak Jeong dan terdiam. Benarkah dia sudah datang…? Tapi…kenapa…? Batin Eun jo

“kemana dia…”gumam Eun jo pelan dan kemudian melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.

Sebulan berlalu setelahnya, dan Eun jo sama sekali tidak mendapat kabar apapun dari seorang Park joon, yang ia tahu hanya kabar dari pak Jeong yang mengatakan kalau park joon pergi ke Itali untuk urusan bisnisnya selama satu minggu dan sejak keberangkatannya 2 minggu yang lalu, Park joon sama sekali tidak memberikan kabar apapun pada dirinya, hanya pada Pak Jeong ia mengatakan akan berlibur selama 2 minggu di sana, untuk menenangkan dirinya. Eun jo semakin bingung dibuatnya, dan hanya satu cara untuk benar-benar mengetahui keberadaan Park joon.

“…yobseyo… Hye na...”sapa Eun jo

“ahhh…onnie… apa kabar…?”

“baik…bagaimana dengan dirimu…dan Jung min kecil…?”tanya Eun jo tersenyum

Hye na tersenyum sesaat “semuanya baik… ada apa… onnie… tumben kau menghubungi ku…ada sesuatu yang ingin kau bicarakan…?”tanya Hye na
Eun jo terdiam sesaat, kemudian helaan napas panjang terdengar darinya “…ne…ada yang ingin aku bicarakan… bisakah kita bertemu…?”

“sekarang…?”

“ne… tapi jika kau sibuk… tak usah saja… kita bertemu saat kau luang saja…”

“ahhh… tidak onnie… aku bisa…kapan pun…sekarang pun bisa…”

“…baiklah…dimana kau sekarang…?”

“…aku di Han’s hospital…”

“kalau begitu kita bertemu disana…”

“antwe… kita ke restoran sushi saja… aku ingin kesana sekarang… Jung min kecil ingin makan sushi hari ini…”kata Hye na , tertawa pelan. Eun jo tersenyum mendengarnya “baiklah kita bertemu disana..”
“ne…”

Dan hubungan terputus, Eun jo terlihat terdiam di tempatnya sesaat, menghela napas panjang “…Sekretaris So…aku harus keluar sekarang… jika ada yang mencariku… minta saja pesannya…”

“ne agashi…”

“dan tentang rapat setelah makan siang nanti… tolong undur sampai sore nanti…”

“ne agashi…”

“terima kasih banyak sekretaris So…”

Eun jo terdiam, menatap sekelilingnya, mencari seseorang yang mungkin sudah menantinya, hingga…

“onnie…”panggil Hye na keras, membuat beberapa orang disekitarnya memalingkan wajah kearahnya.

“auussshhh… kau… kenapa semakin jantan setelah kau hamil…”ejek Eun jo kemudian setelah ia duduk dihadapan Hye na

“auuussshhh…”

“apa karena anak dalam kandunganmu…?”

“mungkin...”jawab Hye na, tersenyum lebar. Keduanya tertawa sesaat sebelum akhirnya memesan beberapa jenis sushi, dan mulai menyantapnya cepat terutama Hye na yang memang sedang mengidam sushi.

Eun jo hanya terdiam menatap Hye na yang sangat lahap menyantap sushi dihadapannya.

“ah ya onnie…apa yang ingin kau bicarakan…?”tanya Hye na kemudian seraya menyumpit sebuah sushi dihadapannya.

“kau makan banyak sekali…”ujar Eun jo

“…ahhh jangan perdulikan aku onnie… katakan saja apa yang ingin onnie katakan…”kata Hye na kemudian.

Eun jo terdiam sesaat, menatap Hye na, yang kemudian terdiam meletakkan sumpit ditangannya dan membalas tatapan Eun jo bertanya. “…aku…ingin…”

“waeyo…? Apa yang ingin kau katakana onnie…?”

“…bagaimana kabar kakakmu..?”

“Joon oppa…?”

“..dia…baik… tadi pagi baru saja menghubungi ku…”

“jeongmal…?”

“ne… dia bertanya aku ingin apa dari Macau…?”

“spanyol…? Dia ada di Macau…?”

“ne…di Spanyol… setelah di Itali kemarin ia mengunjungi Spanyol…dan sekarang ia di Macau”

“Macau..?…apa dia mengatakan kapan dia pulang…?”

“ne… dia bilang mungkin 3 hari lagi… karena ada yang harus ia selesaikan…”

Eun jo terdiam sesaat, apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia terdiam sesaat, tidak memperdulikan tatapan aneh Hye na “…ada apa onnie sebenarnya…?”tanya Hye na lagi, menyentuh tangan Eun jo kuat, membuatnya tersadar dari keterdiamannya.

“ahh…ahniyo… aku harus pergi sekarang Hye na… ada yang harus aku selesaikan…”

“oowww… baiklah… goma…”kalimat Hye na terhenti ketika Eun jo sudah melangkah prig meninggalkan Hye na. Hye na terdiam di tempatnya dan tersenyum, diambilnya ponsel di tasnya dan mulai menekan sederet huruf di sana, kemudian mengirimkannya ke nomer Eun jo. Sederet kalimat yang berisi tempat dimana Park joon menginap.

“sekretaris So… maafkan aku… aku tidak bisa segera kembali ke kantor… batalakan semua rapat hari ini… undur sampai 3 hari mendatang dan tolong pesankan tiket pesawat ke Macau…sekarang segera… ne… tolong tinggalkan di rumah… bersama passport ku…”

“tapi…”

“sekarang… terima kasih banyak…”kata Eun jo yang kemudian segera mengakhiri komunikasi diantara keduanya.

Eun jo menutup komunikasinya, dan melajukan mobilnya cepat, membelah angin untuk mengejar seseorang yang sangat ia cintai.

End of Flashback

“apa yang kau pikirkan sayang…?”tanya park Joon tiba-tiba, menatap senyum di wajah Eun jo

“ahni…tak ada…”

“..senyummu mengatakan lain…”

“bukan apa-apa…”

“baiklah kalau begitu…”jawab park joon, melipat tangan didada, memalingkan wajahnya dari Eun jo, marah

Eun jo tersenyum lebar menatap Park joon yang ngambek “….ahhh…ada yang ngambek…”kata Eun jo melirik, menggoda Park Joon. “sayang…”panggil Eun jo, dengan tatapan menggoda, dan yang digoda masih saja diam, dan kini terlihat mulai mengerucutkan bibirnya.

“…kalau begini…”kata Eun jo lagi yang kemudian mengecup bibir Park joon singkat, membuat Park joon diam ditempatnya terkejut, kemudian senyum terlihat terkembang di wajah keduanya.

**********

Malam semakin larut. Hye na terdiam di depan cermin kamarnya. Hingga akhirnya seseorang datang dan menyentuh bahunya lembut “ada apa…?”tanya Jung min, menatap Hye na dari cermin dan mengecup kepala Hye na lembut “waeyo…?”tanya Jung min lagi, menatap Hye na.

“apa anak-anak sudah tidur…?”tanya Hye na, menatap Jung min

“ne… dengan harabojinya…”

“jeongmal…”

“ne…”

“sudah lama mereka tidak bertemu dan… aboji meminta mereka untuk tidur dengannya…”

“appa pasti sangat kesepian…”

“kau ingin kita pindah kemari…?”

“ahniya…”

“lalu…?”

 “tak apa… lebih baik kita tidur…”ajak Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya, namun langkahnya terhenti ketika ditatapnya wajah Jung min yang menatapnya aneh.

waeyo…?”tanya Hye na bingung

“…kau lupa…?”

“apa…?”

Jung min diam, menatap Hye na tersenyum “aku sempat berpikir ingin punya anak perempuan yang semanis dirimu…”

“bo?!?!”seru Hye na bingung terkejut dengan perkataan Jung min

“kau sudah berjanji bukan…”kata Jung min yang kemudian mengangkat tubuh Hye na di pelukannya dan membawanya keranjang.

“aiiissshhh… kau masih ingat saja…”

“tentu saja…”jawab Jung min yang kemudian menjatuhkan tubuh Hye a perlahan di ranjang “aku sangat lelah sayang…” kata Hye na kemudian.

“….janji tetap janji bukan…”kata Jung min lagi, menatap Hye na lembut kemudian denganc epat menarik selimut menutupi tubuh keduanya, hingga akhirnya terdengar suara ketukan di pintu kamar keduanya, membuat keduanya terlonjak. Perlahan pintu terbuka, dan dua orang anak terlihat masuk dengan wajah keduanya yang mengantuk dan kelelahan “…omma…aku ingin tidur denganmu…”kata Jae min dan Min jae bersamaan, berjalan mendekati Hye na yang tersenyum menatap Jung min. Jung min terdiam di tempatnya, melirik Hye na yang tersenyum lebar dan menjatuhkan dirinya di ranjang keras, menyerah. “auuuussshhh…”seru Jung min kesal

“…mianhe…”kata Hye na yang kemudian mengecup kening Jung min lembut. “kemari sayang… tidur dengan appa dan omma…”ajak Hye na, menarik lengan Jae min dan Min jae mendekat yang dibalas senyum manis dari keduanya.

Hye na melirik Jung min sesaat, kemudian senyum terlihat terkembang di wajahnya. “…cium appa…dan ucapkan selamat malam padanya…”kata Hye na pada kedua anak kembarnya

Sesuai perintah Hye na, Jae min dan Min jae mengecup lembut dan lama pipi Jung min kanan dan kiri bersamaan. “malam appa…”ujar keduanya bersamaan

“anak pintar…sekarang tidur…”ajak Hye na mendekap kedua jagoannya di sisi kiri dan kanannya, mendekapnya. Jung min terdiam sesaat menatap kedua anaknya dan bidadarinya, dan perlahan ia mengecup kening ketiga, tersenyum “…selamat malam sayang…”kata Jung min yang kemudian tertidur di sisi Min jae, mengapitnya diantara dirinya dan Hye na.

Malam semakin larut, bulan terlihat tersenyum menatap keluarga kecil dibawah, membuat senyumnya semakin melebar, menatap kebahagiaan yang terbentuk. Mendoakan kebahagiaan mereka

*********

Epilog

“omma…!! Bangun!! Kita jalan-jalan…!!!”seru Min jae, menyibak selimut di tubuh Hye na dan Jung min

 “appa..!! ayo bangun!! Kita bersepeda!!” seru Jae min, menambahkan

 “ahhh… Min jae…Jae min…appa masih lelah…”

“ahhhh!!! Ayolah…kita jalan-jalan… haraboji baru saja membelikan kita sepeda… Jae min ingin mencobanya…ayolah appa… kami mohon…”pinta Jae min kemudian.
Hye na tersenyum, membuka kedua matanya perlahan “…baiklah…kita jalan-jalan… tapi apakah ada sepeda untuk appa dan omma…?”

Secara bersamaan menjawab pertanyaan Hye na dengan anggukan cepat.

“…baiklah…kalau begitu berikan kami waktu untuk bersiap… bagaimana…?”

“setuju…!!! Kami akan menunggu kalian di bawah…”

Hye na tersenyum, menatap kepergian kedua jagoannya keluar dari kamarnya, kemudian dipalingkannya wajahnya pada Jung min yang terlihat masih tertidur disisinya. “Jung min-aa…”panggil Hye na, mengguncang bahu Jung min pelan. “…bangun…”

“aku masih ngantuk…”keluh Jung min

“…bangun…”ajak Hye na, menarik lengan Jung min untuk berdiri, namun hasilnya Hye na terjatuh di atas tubuh Jung min, yang masih memejamkan kedua matanya “yya!!!”seru Hye na, berusaha melepaskan pelukan Jung min “ahniya…5 menit saja sayang…”bisik Jung min. Hye na menghela napas panjang sesaat sebelum akhirnya dia diam ditempatnya, membiarkan perlakuan Jung min padanya.

10 menit berselang keduanya masih di posisi yang sama, hingga khirnya pintu kamar mereka menjeblak terbuka.

“appa!! Omma!!... kami sudah menunggu kalian!! Apa yang kalian lakukan!!” mendengar itu, Hye na segera melepaskan pelukan Jung min dan bangkit dari atas tubuhnya.

“auusshhh… kalian…”ujar Min jae kesal

“mianhe…”ujar Hye na, “beri kami waktu lagi… 5 menit saja…bagaimana…?”tawar Hye na, menatap Min jae yang diam dihadapannya, meletakkan telunjuknya di pipi dan ibu jari di dagu, berpikir. “baiklah… 10 menit… bagaimana…?”katanya kemudian, membuat Hye na tersenyum lebar dan mencubit pip gembulnya gemas “…omma!!!”seru Min jae kesal

“mianhe…”seru Hye na sambil berlari masuk kekamar mandi “tolong bangun kan appa kalian… katakan… omma akan menunggunya…heeekkkk…” Hye na terdiam di tempatnya, menekan tangannya di mulutnya, menahan sesuatu. Jung min terlihat terbangun menatap Hye na terkejut sekaligus bingung.

“ada apa…?”

“entahlah… rasanya ingin muntah…?”

“mwo…?!”

“heeekkk..”lagi-lagi Hye na menahan mulutnya

“gwenchana…?”tanya Jung min, dan kali ini bersama Jae min dan Min jae yang menatap Hye na khawatir.

“gwen…”tanpa melanjutkan kalimatnya, Hye na segera berlari masuk kedalam kamar mandi.

“appa…!! Omma kenapa…”tanya Jae min khawatir

“gwenchana… tak apa…”

“tapi…”

“tenang saja… omma akan memberikan kalian seorang adik lagi… sekarang kalian tunggu saja kami di bawah…”

“mwo…?”

“adik…”sambung Min jae

“ne…”

“…tapi… bagaimana bisa…?”

Jung min terlihat tersenyum, menatap kedua anaknya, terbersit sebuah pemikiran dikepalanya “…nanti tanyakan saja pada omma…”

“mwo…?”

“ne… omma lebih tahu semuanya…sekarang kalian tunggu saja di bawah…”

Hye na, menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi, tubuhnya terlihat lemas dan wajahnya memucat. Jung min menatapnya khawatir “gwenchana…?”

“ne… dimana anak-anak…?”

“mereka menunggu dibawah…”

“kalau begitu kita harus segerea bersiap…”

********

Tak lama, sesuai janji, Hye na dan Jung min turun 10 menit kemudian, ditatapnya kedua jagoannya terlihat tengah memandangi sepeda barunya.

“…bagus sekali…”ujar Hye na, ketika ia turun dari tangga dan menatap kedua anaknya itu tengah menikmati sepeda barunya.

“omma…!!!”seru keduanya

“kau sudah siap… bagaimana keadaanmu…?”tanya Jae min kemudian, menatap Hye na khawatir

“gwenchana…”jawab Hye na.

Jae min terlihat menghembuskan napas tenang setelah mendengar jawaban dari Hye na, namun rasa penasaran lebih menyita pikiran keduanya.

“omma… kata appa…kau akan memberikan adik untuk kami… bagaimana caranya…?”tanya Jae min kemudian membuat Min jae mengalihkan pandangannya, menatap Hye na menunggu karena memiliki rasa penasaran dengan saudara kembarnya.

“ne omma… darimana dia datang dan dimana kau akan menyimpannya…? Apa akan langsung besar seperti kami…?”sambung Min jae, menatap Hye na menunggu.

“omma..!!!”panggil Jae min, meminta jawabannya

“ahhh… ne… omma…ermmm…”Hye na bingung untuk menjelaskannya. Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap kosong kedua anaknya, kemudian dialihkannya perhatiannya pada Jung min yang duduk di sisinya, diam, tersenyum, menikmati kebingungan yang Hye na alami.

“auusssshhh!!! Lee Jung min!!!”gumam Hye na pelan, menatap Jung min kesal disisinya.

“…apa…?”jawab Jung min, menatap Hye na menantang

“…apa yang kau katakan pada anak-anak…?”

“bukan apa-apa…”

“yya!!”

“auuussshhh… jawab saja sesuai ilmu yang kau miliki… maksudmu…ilmu kedokteranmu…

“auussshhh…. Tetap saja mereka anak-anak…auussshhhh…”

*********

End….


maaf sebelumnya kalau gak menarik dan ngebosenin... kalau ada yang kurang puas...silahkan protes...  [hmff] [hmff] [hmff]

terima kasih untuk semua dukungannya untuk ff ini... [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]  [bye] [bye] [bye]
« Last Edit: December 13, 2010, 12:50:23 pm by ai_yuki »