Pagi sudah menjelang siang, tapi Kamar mino masih belum terbuka sama sekali, penghuninya juga tidak
diketahui kabarnya. Mrs.lee semakin khawatir, dan akhirnya terpaksa mrs.lee membuka pintu dengan
kunci cadangan.
Cklek..
Pintupun terbuka. Terlihat wajah mino yang sudah memucat tergeletak di tempat tidur.
Mrs.lee menyentuh tubuh mino yang suhunya agak sedikit panas“mino, apa kamu tak apa?” mrs.lee
menepuk-nepuk pelan wajah mino.
“ne..omma..” mino menjawab dengan mata masih terpejam.
“kamu tidak usah kuliah hari ini. Kamu istirahat dirumah. Omma akan menghubungi dokter kim jun.”
Mrs.lee pergi meninggalkan mino yang sekarang masih terkapar di tempat tidur.
Tanpa mengetahui situasi, jun ki langsung masuk kedalam kamar mino.
“ya.. mino.. terima kasih mobilnya. Kau tahu tidak, semalam aku mengutarakan isi hatiku pada chae
young, dan dia bilang dia juga suka padaku, kau mau ku traktir apa? Mau makan yang pedas lagi seperti
tahun lalu? Atau mau nonton horor? Ya.. lee min hoo.” Jun ki menggoyang-goyangkan tubuh mino.
“hyung, keluar dulu, aku ngantuk, jangan ganggu.” Mino berbicara dengan mata masih tertutup.
“tumben sekali kau jam 6 pagi masih tertidur. Biasanya kau sudah berkeliaran untuk joging.hahaha” jun ki
tertawa dengan senangnya.
Mino membuka matanya, bangun dari tempat tidur, memakai jaketnya, tas dan mengambil kunci motor.
“ya... mino.. katanya mengantuk..!! mau pergi kemana??” jun ki heran melihat tingkah mino.
“pergi ke kampus.” Mino menjawab santai lalu pergi keluar kamar.
Di dapur mrs.lee memanggil mino.”mino,.. kamu mau kemana? Kamu istirahat saja dirumah” mrs.lee
khawatir dengan keadaan mino.
“miane omma, ada ujian kuliah.” Mino langsung pergi keluar menyalakan motornya dan mengendarai
dengan ngebut tanpa mendengar perkataan ibunya.
**
@ruang kampus:
“mino, kau tak apa?” hye sun khawatir dengan keadaan mino yang terlihat pucat.
Mino tersenyum ringan.
“kamu sakit kan! kalau sakit bilang donk, aku kan bisa merawatmu. Jangan belagak sok kuat!” hye sun
marah-marah ke mino.
“hye sun...” mino memanggil hye sun pelan.
“wae!!!” hye sun menjawab dengan keras.
“belikan aku makanan, minuman dan obat panas.”mino menyodorkan uang dan langsung duduk
dibangkunya dan menaruh kepalanya di meja dan menutupi kepalanya dengan jaket.
“tunggu sebentar.” Hye sun langsung berlari keluar.
( 5 menit kemudian)
“ini makanan, minuman dan obatnya.” Hye sun menyodorkan sambil termengap-mengap.
“terimakasih.” Mino mengambil dengan lemas tanpa membuka mata sama sekali.
“ya... kenapa tak dimakan!!” hye sun berteriak membuat sedikit kegaduhan.
“nanti saja.” Mino berbicara pelan dengan masih membaringkan kepalanya.
“atau kau mau ku suapi?” hye sun bertanya malu-malu.
“boleh juga.” Mino mengangguk dengan mata masih tertutup.
“cepat buka mulutmu.” Hye sun menyodorkan sendok berisi makanan ke mino.
Mino bangun dan memakan semua makanan dengan sangat lahap disuapi oleh hye sun. Lalu kemudian
dia memakan obat.
“bagaimana? Sudah mendingan?” hye sun bertanya dengan nada khawatir.
“sudah membaik, Oh iya hye sun, Maaf semalam aku tak datang, dan terima kasih atas bantuanmu” Mino
menyandarkan kepalanya lagi ke atas meja.
“sebenarnya apa yang kau lakukan semalam? Kenapa bisa begini?” hye sun bertanya ke mino.
“oh iya hye sun, besok temani aku nonton.” Mino berbicara dengan mata masih tertutup.
“ne.. tapi kamu harus sembuh dulu.” Hye sun memperingati mino.
“arasso..”mino mengaggukkan kepalanya yang masih bersandar di meja.
“pagi hye sun..” jung hoon yang baru saja datang , tersenyum menyapa hye sun.
“pagi jung hoon-ssi” hye sun tersenyum.
“ya.. jung hoon!!” mino mendorong jung hoon.
“bercandamu masih saja keterlaluan mino.” Jung hoon tertawa kecil.
Mino memelototi jung hoon.
“sebaiknya kamu pulang saja mino. Akan lebih parah kalau kamu tidak istirahat. Lagi pula hari ini tidak
ada hal yang penting.” Hye sun memberi saran.
“aku akan pulang kalau kamu juga pulang.” Mino berbicara manja ke hye sun.
“kenapa aku??” hye sun menunjuk dirinya.
“karena..”mino berfikir.. “ah.. semalam hyung baru pulang, banyak oleh-oleh” mino menjawab ragu.
“ya sudah..” hye sun menuruti kemauan mino.
“jung hoon, tolong disampaikan pada dosen kalau aku sakit, dan hye sun menemaniku.”mino berbicara
semangat.
“ne..” jung hoon tersenyum.
Mino mengambil tas dan jaketnya. “thanks jung hoon” mino mengacungkan ibu jarinya.
“apa perlu kutemani sampai parkiran?” jung hoon mengajukan bantuan.
“tidak usah.. aku bisa jalan sendiri.” Mino tersenyum.
“ayo mino.” Hye sun memanggil mino.
“iya..” mino langsung berlari mengejar hye sun.
Di koridor hye sun dan mino berpapasan dengan hye jin.
“mino.. hye sun.. kalian mau kemana??” hye jin bertanya heran.
“mino sakit, dia akan kutemani pulang” hye sun menjawab pertanyaan hye jin.
“mino.. kamu sakit yang mana?” hye jin mengelus-elus wajah mino.
“hanya pusing saja.” Mino tersenyum kaku.
“yah.. kalau begitu.. aku tidak bisa mendengar puisi karanganmu donk hari ini.” Hye jin cemberut.
“nanti ku kirimkan saja lewat sms. Aku harus pulang. Bye.” Mino mendorong hye sun untuk jalan dan
meninggalkan hye jin yang hanya melihat dengan wajah kecewa.
@pakiran:
“kamu yakin kuat membawa motor?” hye sun bertanya khawatir.
“tenang saja. Percaya padaku.”mino berbicara santai.
Kemudian motor dijalankan dengan kecepatan sedang.
@toko chae young:
“kenapa berhenti disini?” hye sun bertanya heran.
“aku mau membeli coklat.” Mino mematikan mesin motornya, hye sun turun dari motor diikuti dengan
mino.
Hye sun dan mino memasuki toko, dengan disambut ramah oleh chae young.
“mino.. terima kasih ya. Kau telah banyak membantuku. Kau mau beli coklatkan. Hari ini gratis untukmu.”
Chae young tersenyum manis.
“terima kasih noona.” Mino tersenyum.
“dia siapa? Pacarmu? Cantik sekali, kau tidak berniat memperkenalkannya padaku?” chae young
meledek mino.
“ini hye sun”mino memegang bahu hye sun.
“saya goo hye sun, senang berkenalan dengan anda.”hye sun tersenyum malu-malu.
“saya han chae young, senang juga berkenalan denganmu hye sun.” Chae you tersenyum ramah.
“ya.. mino, beruntung sekali dirimu.” Chae young memuji mino.
“ah.. noona bisa saja.”mino tertawa ringan.
Hye sun menyenggol lengan mino dengan tersenyum paksa.
“mino, kenapa jam segini tidak kuliah? Libur?” chae young bertanya ke mino.
“saya sakit, jadi pulang kerumah.” Mino menjawab santai.
“lalu apa kamu tidak apa naik motor?” chae young khawatir.
“kalo ada hye sun, semangatku bertambah.” Mino tertawa ringan.
Hye sun menyenggol lengan mino.
“noona, saya pulang dulu, terima kasih coklatnya.” Mino tersenyum.
“hati-hati mino.” Chae young tersenyum balik ke mino.
“permisi onnie” hye sun menundukkan kepalanya.
“jaga mino ya hye sun.” Chae young tersenyum dan dibalas senyuman oleh hye sun.
Hye sun dan mino keluar dari toko.
“ya.. mino, lawakanmu tak lucu”. Hye sun cemberut.
“mian.” Mino meminta maaf.
“ya sudahlah, ayo pulang” hye sun meminta ke mino.
Kemudian mereka meninggalkan toko dengan kecepatan sedang,