Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24863 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
REVIEW SECTION

“Apakah..,apakah kau mau jadi istriku?” tanya Woo Bin, matanya memanvarkan tekad yang kuat.
Isakan Jilli mulai mereda, ia menatap Woo Bin, kedua tangannya meraih pipi Woo Bin.
Jilli memberinya satu kecupan kecil,lalu ia tersenyum lebar.

“Ah…, menurutmu?” gumam Jilli balik bertanya, sekarang tatapannya menjadi nakal.

Hey!aku serius”. Kata Woo Bin seiring Jilli keluar dari mobil.

Jilli berdiri di hamparan taman bunga, sementara Woo Bin memperhatikannya dari mobil. Jilli tanpak menghirup aroma malam yang bercampur aroma wangi bunga. Lalu pandangannya sejenak melihat kearah rembulan, gaun biru meyaliknya terlihat mencolok dibawah cahaya lembut bulan malam itu.Ia tampak sangat cantik, lekukan tubuhnya memancarkan pesona lebih lagi.

Jilli memetik sebatang bunga, ia memperhatikan kelopak bunga itu yang berwarna putih kekuningan dengan seksama. Cukup lama,sebelum akhirnya ia berteriak..,
“Woo Bin!!Keluarlah!” serunya lantang.

Jilli menggenggam bunga itu semakin erat.Woo Bin hendak menghampirinya ketika Jilli berteriak lagi,
“Stop disitu…”.
Jarak mereka hampir 5 meter. Woo Bin terdiam melihat jilli yang penuh senyuman.
Mata biru Jilli memperhatikan Woo Bin, lalu tangannya mulai bergerak, memetik kelopak bunga itu satu persatu,

“ya…” satu kelopak gugur, Jilli menutup matanya dan menghela napas, lalu ia melanjutkannya lagi, “tidak…”.2 kelopak telah gugur, raut wajah Jilli terlihat semakin serius…, “ya..”, ….”tidak…” 4 kelopak telah gugur.
Masih ada 2 kelopak lagi…, berarti jawabannya tidak? Pikir Woo bin meringis.
“ya… , Tidak!!”. Jilli menghabiskan seluruh kelopak bunga dan jawaban terakhir adalah ‘TIDAK’

Hati Woo bin mencelos..
Tetapi  ternyata Jilli masih belum selesai..,
Sekarang yang tersisa pada tangannya adalah batang hijau panjang dari bunga itu. Lalu Jilli melingkarkan sebatang hijau itu pada jari manis di tangan kanannya dan menguncinya lalu ia berbisik, “Jangankan dengan sebuah cincin yang begitu berkilau, dengan sebuah batang bungapun kau melamarku, jawabannya akan selalu…… YA…” 

*****

“Jandi…,”
Ia terbangun karena sebuah bisikan kecil. Jandi membuka mata besarnya. Itu
Mrs.Goo!!!!!!

“Oo…,”
 Jandi terkaget-kaget, tidak percayaengan pengelihatannya sendiri, namun ia benar-benar Mrs.Goo..
Mrs .Goo tersenyum hangat pada Jandi, ia bergumam pelan.

“Bagaimana tidurmu? Apakah kau tidak keberatan untuk bangun sekarang karena aku ingin mengajakmu pergi.” Jelasnya.

Jandi terdiamm “Em…,aku tidak keberatan asal Jun Pyo..”

“Jun Pyo sudah pergi kerja sejak tadi pagi , mungkin ia akan sangat sibuk”. Kata Mrs.Goo.

“Hmmmm…begitukah??” Jandi diam sejenak lalu ia tersenyum.

“Baiklah, kalau memang anda mau pergi dengan saya…”

“Jangan pangiil anda, panggilah eomma,Cepatlah bersiap”, senyum Mrs.goo.

“Eh, Iye eomma”.

“Semua barang disini bagus kan?”
 Mrs.Goo menunjukan sebuah butik perlengkapan bayi pada jandi… Jandi terkesima melihat butik itu, Pintu masuknya dihiasi oleh kanopi diatasnya… Etalase toko itu memperlihatkan kumpulan perlengkapan bayi yang serba mewah.

“Ayo kita masuk.” Ajak Mrs.Goo…

Jandi menurut. Di dalam butik itu dibagi beberapa bagian. Ada bagian yang menjual kereta bayi di sisi kanan,lalu baju-baju bayi disisi tengah, dan mainan di sisi kiri. Sebuah tangga putar dengan banyak hiasan boneka menarik perhatian Jandi, Namun Mrs.Goo menariknya ke bagian baju.
Ada banyak rak, dari atas sampai kebawah. Seorang karyawan butik itu menghampiri Jandi dan Mrs.Goo, tersenyum ramah. Ia melirik perut Jandi dan tahu apa yang harus ia lakukan.

“Selamat siang, adakah perlengkapan yang mungkin anda perlukan?”. Katanya sambil menunjuk pada baju-baju kecil yang tersusun rapi..

“Er..”. jandi melihat begitu banyak baju, Ini membuatnya kebingungan.

“hmm…, mungkin untuk bayi yang baru lahir, kita akan perlu beberapa kain,baju,selimt,” Mrs.Goo tampak mengingat-ingat seiring matanya memperhatikan rak demi rak dengan seksama.

“Harga ekonomis , favorit para ibu!”
 pelayan itu meraih sebuah baju kecil berwarna putih polos tanpa motif.
Tetapi Mrs.Goo hanya menunjukan senyum simpul dan menggelengkan kepalanya,

“Uh-hu…,tidak!!harga mahal tidak jadi masalah.keluarkan semua yang terbaik..,” serunya.

Jandi mengerinyit, dalam pikirannya berbisik, “sangat Goo Jun Pyo..”
Karyawan wanita itu pergi menghilang ke balik pintu. Ia keluar beberapa menit , dengan banyak baju memenuhi kdua tangannya.

“Semua dari bahan terbaik. Jarang orang membelinya ketika melihat harga yang tercantum”,

 karyawan itu menjelaskan dengan alis mengernyit , dalam pikirannya sembari menjajarkan baju-baju itu di depan Mrs.Goo. Beberapa kain dan selimut tampak selembut sutera.Jandi tidak bias menahan dirinya untuk tidak meraba selimut dan kain-kain itu. Kelembutannya membuat ia tercengang..
Mrs.Goo tersenyum.
 
“Dari reaksimu, aku tahu kalau semua ini memang benar-benar yang terbaik.”

“Ah?” jandi tak bias menyembunyikan keterkagetannya. Ini adalah benang-benang terbaik yang pernah dirasakannya. Benar-benar terbaik.

“Kalau begitu …,tolong bungkus ini semua”. Perintah Mrs.Goo, tangannya mengacungkan sebuah credit card..

“ho?Semua? iy….ye”, karyawan itu tampak begitu terkesima. Namun Jandi tidak lagi kaget.., Ia tahu semua akan begini. Wanita di hadapannya benar-benar mirip Goo Jun Pyo.

“Hah? Mengantar Jandi pulang ke rumah kalian.Sekarang??”
Raut kekecewaan mulai tampak pasa muka Mrs.Goo.

Jandi tahu itu pasti Goo Jun Pyo.

Hari sudah semakin gelap ketika mobil mereka berjalan dengan begitu cepatnya seolah mengejar waktu. Mrs.Goo memasukan ponselnya kedalam tas. Sedikit kesal, ia menenangkan diri dan mulai berbicara pasa Jandi..

“um.., Jun Pyo …,Ia sudah menunggumu di rumah kalian..”
Jandi hanya bisa menngangguk kecil lalu ia berkata..

”Gumawo sudah menyediakan waktumu. Mungkin lain hari, aku dan Joo Hee onni bisa mengatur waktu agar kita bias memiliki waktu minum the bertiga”

Kata Jandi dengan senyum lebarnya ,mencoba menghibur Mrs.Goo. Mrs.Goo mengelus bahu Jandi dan menatapnya dengan sayang…

“Begini baik..,selama ini aku telah salah menganggapmu, Aku selalu memikirkan yang terbaik untuk Jun Pyo . tapi aku sadar , aku sama sekali tidak mengerti , apa itu arti ‘terbaik’. Karena kau sempurna, tapi aku buta,bahkan tak pernah menyadarinya dulu”. Aku mrs.Goo  tertunduk,sambil menghela nafas. Ia tak sanggup menatap kedua mata jandi.

***

Jun Pyo berdiri di depan pagar ketika Jandi muncul dengan banyak bawaan di kedua tangannya.

“ya Tuhan, Kau mau membunuhku , membiarkan aku melihatmu membawa belanjaan sebanyak ini!” teriaknya histeris, Jun Pyo mengambil semua barang dari tangan Jandi…

“Hey!! Kau kita aku apa!!” Jandi meringis kesal,

“Jangan meremehkan wanita hamil. Bodoh!!” cibir Jandi..

Tetapi Jun Pyo hanya terdiam, ia menatap Jandid engan alis mengerinyit,

“Aku tidak meremehkan.., aku hanya khawatir..” Gumam Jun Pyo pelan.

“Tak perlu khawatir”. Sahut Jandi ketika mereka  sampai di dalam kamar. Jandi melirik Junpyo yang sedang menaruh barang-barang belanjaan di ujung ruangan. Raut wajahnya masih terlihat cemas.

“bagaimana bisa”. Kata junpyo pelan, ia menghampiri jandi yang berdiri di depan lemari sambil memeluknya dari belakang. Jandi meraih jeans ¾ dari dalam lemari dan hendak memakainya. Junpyo melepas pelukannya dan memerhatikan jandi.

“oh…”, seru Jandi, Ia melirik jeansnya yang hanya muat sampai bagian paha saja,

“Tak muat lagi?” ringisnya, ia memaksa mengancing jeansnya namun usahanya sia-sia.
 Junpyo terkekeh kecil, Ia berlutut dan menempelkan kupingnya pada perut Jandi yang terlihat membesar.

”Sudah tumbuh besar,nak!Bagus!!”,bisik Junpyo dengan wajah senang.
Jandi tersenyum kecil. Junpyo berdiri dan membuka kemejanya,Ia melemparkankemeja itu pada Jandi.

“Pakailah.. aku akan mengajakmu ke suatu tempat”,Perintah Junpyo.
 Jandi menurut,tubuh mungilnya tenggelam dalam kemeja Junpyo yang terlihat seperti rok terusan ketika dipakainya.

“Tetapi aku tidak memakai celana atau jeans.” Protes Jandi ketika Junpyo menariknya keluar kamar.
 
“memang kau kira ini rumah siapa pakai malu-malu, lagipula kamar kita ada di lantai 4, tidak akan ada yang berani kecuali aku menyuruh seseorang untuk menginjakan kaki mereka di lantai ini.” Tekan Junpyo meyakinkan Jandi. Jandi hanya mengangguk pelan.

"Oh ya, jangan melupakan barang belanjaanmu itu.” Kata Junpyo sambil meraih barang-barang itu.

“Sebenarnya kita mau kemana?” tanya Jandi. Junpyo hanya mengedipkan matanya dengan senyuman licik.

Jendela besar di seberang pintu memperlihatkan keindahan langit malam dengan bulan dan bintang-bintang yang menggantung di langit. Tangan Junpyo meraih gangang pintu sementaratangannya yang lain menggenggam Jandi. Jandi yang ragu Ia menghentikan lakahnya walaupun Junpyo telah menariknya.

“waeyo?Ayo masuk..” kata Junpyo..

Jandi mengintip kedalam kamar. Angin dari AC menerpa wajahnya membuatnya sedikit menggigil.Aroma rumah sakit dan mall bercampur menjadi satu. Junpyo mendorongnya kedalam. Sekarang kaki Jandi menapak lantai kayu dingin, Ia berdiri dipinggir ruangan dengan mulut menganga. Lemari-lemari raksasa mengelilingi seluruh ruangan. Jandi sangat terkejut oleh apa yang dilihatnya sekarang ini. Kantong-kantong plastik memenuhi sebagian ruangan itu sehingga ruangan itu terlihat sangat sempit walaupun Ia percaya kalau tadinya ruangan itu adalah ruangan raksasa.

 “umm..” Jandi mengeryitkan alisnya sambil memasang tampang berpikir..

 Junpyo menaruh kantung belanjaan Jandi di tengah-tengah kantong lainnya. Jandi membuka salah satu lemari raksasa, Ia mendelik keatas . Lemari itu penuh sesak dengan baju-baju bayi. Ia memelototi Junpyo,

“yya.. apa ini??” tanya Jandi.

“Apa? Baju bayi untuk anak laki-laki..,” jawab Junpyo polos..

 “Umm..Lihat di sebelahnya adalah lemari untuk baju anak perempuan.di sebelah kiri untuk obat-obat,popok,dan perlengkapannya,di sebelahnya lagi  leamri untuk mainan.Kau lihat saja sendiri.” Jelas Junpyo acuh tak acuh, tangannya sibuk merapihkan kantong-kantong yang memenuhi ruangan itu.

” Lalu kantung itu berisi apa?”.

”Hmm..baju,mainan,banyak tetapi aku belum membereskannya..,”

Jandi hanya mengangguk tidak percaya .., ia tidak mengatakan  apa-apa, terlalu terlena dengan dunia fantasinya. Jandi menatap salah satu sweater berwarna pink  yang sangat kecil. Tetapi sweater itu terlslu tinggi untuk diraihnya. Junpyo mengambil tangga dan naik untuk mengambilnya. Ia melempar sweater itu kebawah.

“tangkap..,” gumamnya. Jandi meraih sweater itu , Ia merasakan kelembutannya, menempelkan sweater itu pada pipinya..

”waah..,lembut,sangat kecil.” Gumam Jandi tersenyum.

Junpyo duduk diantara plastik-plastik itu, sementara Jandi tidur di pangkuannya.

“kau jadi berat,babi!” ejek Junpyo sambil terkekeh. Jandi dengan mata tertutup hanya bisa berkata dengan kseal.

“Mwo..?”

Tawa junpyo terdengan samar-samar. Seluruh ruangan henung sebelum jandi bergumam,

“oppa..”

Junpyo membelalak, “Apa kau bilang..?”

“Opaa Jun Pyo..” bisik Jandi…


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^