Author Topic: Uri Cinderella // My Girlfriend is a Cinderella HIATUS :p  (Read 4097 times)

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
CHAPTER 2 part 1

Sepanjang jalan..ibu Hye sun hanya diam dan sesekali melihat pemandangan di luar jendela mobil. Hal ini tentunya membuat Hye sun bertanya-tanya.

“eomma kenapa ? sakit ?” Tanya hye sun memulai pembicaraan.

“anyi.” Jawab ibu Hye sun sambil tersenyum seolah-olah mengisyaratkan beliau tidak apa-apa. Namun Hye sun tidak percaya begitu saja. Ia merasa ada yang aneh dengan eommanya ini.

“eomma, ceritakan padaku..ada apa sebenarnya ?”

“mwo ? apa maksudmu ?”

“eomma akhir-akhir ini berubah. Bukan eomma yang kukenal seperti dulu.”

“memangnya eomma power rangers apa bisa berubah ?”

“eomma aku serius..” ujar Hye sun dengan sedikit rengekan.

“haha nee baiklah. Tapi sungguh eomma tak tau apa maksud dari perkataanmu sayang. Kau bilang eomma berubah. Memangnya berubah apa ?”

“kulihat eomma akhir-akhir ini selalu gelisah dan jadi cenderung pendiam. Dan juga eomma tambah kurus. Eomma tidak makan ?”

“eomma hanya gelisah memikirkan ayahmu sayang. Dan akhir-akhir ini eomma memang jarang makan karena eomma tidak ada nafsu untuk makan.” Jawab ibu Hye sun yang tentunya hanya karangan fiktif belaka.

“joungmal ? tapi biasanya jika appa pergi karena urusan bisnis, eomma tidak secemas ini. appa baik-baik saja kan eomma ?”

“appamu tidak apa-apa kok sayang.”

“lalu jika appa baik-baik saja kenapa eomma begitu cemas ?”

“ah itu karena eomma takut appamu telat makan..karena telat makan dikit saja appamu akan jatuh sakit.”

“semoga saja appa tidak lupa makan eomma..dengan begitu eomma tidak akan secemas ini.”

“nee sayang semoga.” Jawab ibu Hye sun. dalam hatinya..ia benar-benar sedih harus berbohong pada putrinya. Namun apa daya yang harus ia lakukan..jika ia mengatakan kalau selama ini dia memikirkan feelingnya yang tidak lama lagi akan tiada..pasti Hye sun akan sangat sedih.

-----***-----

Ting..ting..ting..

Bel masuk sekolah pun berbunyi. Namun para murid tidak langsung memasuki kelas melainkan bergerombol di depan mading sekolah untuk melihat hasil tes mereka, termasuk Hye sun.

Tak lama kemudian Hasil tes ujian itupun keluar. Para murid pun bergerombol untuk melihat hasil tes mereka, namun sial bagi Hye sun..ia terpontang-panting karena banyaknya murid-murid yang bergerombol. Hye sun pun memilih untuk keluar dari segerombolan para manusia itu.

“huuh..lebih baik aku melihatnya ketika sudah sepi saja.”gumam Hye sun.

Satu per satu murid-murid itupun mulai meninggalkan madding sekolah. Ekspresi mereka bermacam-macam. Ada yang senang karena nilai ujiannya baik dan ada juga yang sedih bahkan menangis ketika melihat nilai ujiannya buruk.

Hye sun pun sesegera mungkin melihat hasil tesnya.
Jari telunjuknya mulai menelusuri kertas putih yang berisikan nama-nama murid itu dan sesegera mencari namanya.

Dan akhirnya jari telunjuk itu berhenti di salah satu nama yang tak lain adalah namanya sendiri. Pelan tapi pasti ia mulai menggerakan telunjuknya ke kanan sesuai garis.

 SHIN HYE SUN  matematika : 100, ilmu pengetahuan alam : 98, Bahasa : 95, ilmu pengetahuan sosial : 95 dan dinyatakan NAIK TINGKAT di posisi 1 dari seluruh siswa tingkat 2.

Hye sun pun terlonjak kaget, ia benar-benar tidak percaya atas hasil yang tertera pada kertas putih itu.
“omo..aku..aku pertama ?”gumam Hye sun dengan sedikit shock.

-----***-----

“wah kau hebat sayang..eomma bangga padamu nak.” Ucap ibu Hye sun dalam telepon.

“ne hehe..oya eomma, nanti eomma ke Bandara untuk menjemput appa ya ?”

“ne sayang.”

“yah sayang sekali..seandainya aku ikut ke bandara pasti akan senang sekali.”ucap Hye sun dengan raut sedih terpampang jelas pada wajah mulusnya itu.

“sudahlah sayang, tidak usah bersedih. Nanti sore sehabis kau menerima raport kan bisa.” Ujar ibu Hye sun menenangkan.

“hemm, mungkin hanya aku saja yang tidak ditemani orang tua.”

“hye sun-a..apakah kau memakai kalung yang eomma kasih beberapa hari yang lalu ?”

“ne..memangnya kenapa eomma ?”

“eomma kan sudah bilang, peganglah kalung itu sambil mengingat wajah eomma. Pasti kau akan menjadi anak yang kuat dan tegar. Nah karena kau sedang bersedih, peganglah kalung itu dan ingat-ingatlah wajah eomma dan appa juga. Kau pasti akan merasakan bahwa eomma dan appa akan selalu ada disisimu sayang.”

Hye sun pun menuruti perkataan eommanya itu.. segera ia memegang kalung itu sambil mengingat wajah orang tuanya. Dan benar, ia merasa bahwa orang tuanya ada di sisinya walaupun sebenarnya tidak.

“eomma, aku merasakan..”

“begitulah seterusnya sampai kau tenang nak. Eomma yakin kau pasti tidak akan bersedih lagi.”

“ne. kalau begitu aku masuk ke dalam aula dulu ya eomma dan sampaikan salamku pada appa nanti.”

“ne sayang, sudah pasti itu. Baiklah jaga dirimu baik-baik ya nak.”

“ne eomma.”

Tu..tut..tut..
Hubungan telepon itupun berakhir.

Namun Hye sun belum masuk aula. Ia masih memegang kalungnya itu dan tak lama kemudian ia bergumam “appa eomma..saranghae.”

Lalu ia pun masuk dalam aula untuk mengikuti acara perpisahan tingkat 2 itu sekaligus menerima raport.

-----***-----

Ibu hye sun terlihat buru-buru ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. karena ia harus menjemput suaminya di bandara.

“pak park tolong lebih cepat lagi ya..”

“ne  nyonya.”

Pak park pun menancapkan gasnya lebih dalam lagi.

Namun sesuatu yang seharusnya tidak diinginkan pun terjadi..

BRAAAK..!

Mobil yang ditumpangi nyonya shin menabrak mobil dari arah yang berlawanan. Dan akibatnya mobil itu langsung ringsek dan terpontang-panting.

Lantas semua orang yang berada di sekitar tempat kejadian pun langsung mengerubungi 2 mobil yang rusak parah itu.

-----***-----

Hye sun turun dari panggung setelah ia mendapat penghargaan predikat “siswa terbaik”.

Namun ketika ia turun..ia merasakan sesak nafas.

“hye sun-a gwenchana ?” Tanya salah satu temannya.

“ne..aku..aku baik-baik saja kok.”jawab hye sun sambil memegang dadanya.

-apa yang terjadi ?- batin hye sun.

-----***-----

Sebagian orang berusaha untuk memeriksa apakah di dalam mobil itu ada orang yang mungkin masih sadar. Namun usaha mereka sia-sia, mobil itu sangatlah rusak parah sehingga menyulitkanpara warga dan tim evakuasi untuk memeriksa mobil itu.

Tulululut..

Terdengar suara hp dari dalam mobil itu. Tim evakuasi pun segera mencari hp itu. Dan ketemu..

“yeobboseyo ?” jawab salah satu tim evakuasi itu.

“dhu..dhuguseyo ?” Tanya seseorang di seberang yang tak lain adalah Shin Tae sung.

“oh saya adalah salah satu dari tim evakuasi penyelamat. Maaf kalau boleh tau apakah anda mengenal seseorang pemilik hp ini ?”

“mwo penyelamat ? oh sa..saya kenal..pemilik hp ini istri saya.”

“wah kalau begitu sangat pas. Tuan, istri anda mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah. Mobil yang ia tumpangi ringsek dan disini para tim evakuasi sangat sulit untuk menjangkau keadaan di dalam mobil.”

“mwoo ? kecelakaan ? tidak ! tidak mungkin !” teriak tae sung sambil menggelengkan wajahnya.

“maaf tuan, jika anda tidak percaya tolong anda segera kesini dan melihat sendiri. Saya harap tuan segera kesini.”

“di..dimana tempatnya?” Tanya tae sung dengan mata memerah menahan tangis.

“di daerah sungai Han *ngawur :p* tuan..tolong secepatnya anda kesini.”

Tae sung pun terdiam di tempatnya.
Ia benar-benar tak percaya atas semua ini.


-----***-----

Tiiiluliiiiluliiit…suara mobil polisi dan mobil ambulance begitu menggema di tempat itu.

Lalu lalang orang menunjukkan wajah kepanikan dan ketakutan. Hal ini karena adanya kecelakaan hebat di sekitar situ.

Tae sung berusaha setenang mungkin berjalan menuju ke tempat dimana TKP kecelakaan tersebut berada.

Dengan wajah yang sangat shock ia berusaha berjalan di keramaian kerumunan orang.

Dan dilihatnya 2 mobil yang ringsek itu. Dan tak lama kemudian wajahnya berubah menjadi kaget luar biasa, pasalnya 1 dari 2 mobil itu adalah mobil istrinya. Ia pun berlari menuju mobil itu namun dihalangi petugas.

“maaf tuan, tuan tidak boleh melewati garis polisi ini.” ucap petugas itu.

“istri..istri..ku di..dalam..!” seru tae sung dengan meneteskan air mata yang ditahannya dari tadi.

“maaf..tapi anda siapa ?”

Namun tae sung tak menjawab..bukan karena tidak bisa menjawab melainkan hatinya sekarang sakit dan jantungnya berdetak dengan cepat karena kejadian yang memilukan ini. tubuhnya ambruk, ia lemas, tak bertenaga dan rasanya ia seperti orang yang terkena lumpuh total.

“tuan..tuan..gwenchana ?”Tanya petugas itu dengan wajah panic.

Tae sung hanya bisa menangis dalam diam tak bersuara. Di dalam hatinya kini ia hanya memikirkan istri tercintanya yang hampir 20 tahun dinikahinya dan memberikan seorang putri yang cantik itu.

-----***-----

SEOUL HOSPITAL..

Tae sung duduk terdiam menunggu pintu ruangan UGD dibuka. Ia cemas, dan takut kalau tiba-tiba seorang dokter memberitahu bahwa istrinya sudah tiada.

“jung eum-a..mengapa bisa begini?” ucap tae sung dengan suara lirih sambil menutupi wajahnya dengan tangannya itu.

“appa..!” teriak hye sun dari kejauhan dengan berlari ke arahnya.

“appa..appa yang..ba..barusan terjadi ?” Tanya hye sun dengan terisak. Tampak matanya merah dengan berlinangan air mata.



“hye sun-a..”jawab tae sung tak kalah lirihnya.

“appa-a..jawab..jawab aku ! eomma..eomma baik-baik saja kan ?”

“eomma-mu..” tae sung terdiam sejenak..tak kuat ia menceritakan semuanya kepada putrinya itu.

“eomma-mu..dalam kondisi sangat kritis..” lanjutnya sambil mengeluarkan air matanya.

“mwo ?” ujar hye sun lirih..bahkan lirih sekali. Ia tampak sangat terkejut namun ia berusaha setegar mungkin atas peristiwa ini. matanya yang kini terlihat sembab malah mengeluarkan air mata untuk kesekian kalinya.

-----***-----

Kreeek..

Pintu itu terbuka, tampak seorang dokter diikuti 2 orang suster keluar dari ruangan itu dengan wajah tak memungkinkan kita untuk menebak apa yang akan mereka katakan.

Hye sun dan Tae sung segera menghampiri dokter itu dan menanyakan bagaimana keadaan Nyonya Shin sekarang.

“dokter..bagaimana keadaan istriku ?” Tanya tae sung dengan wajah yang sudah sangat kusut.

“istri anda..” dokter itu tampak ragu untuk menjawab kalimat selanjutnya.

“maaf tuan Shin istri anda sudah tiada..” ucap dokter itu. Kalimat yang sungguh menyakitkan namun itulah kenyataannya. Tak mungkin seorang tae sung bisa menghidupkan lagi istri tercintanya itu..karena Tuhan sudah mengatur semuanya.

“eomma..eomma meninggal ?” Tanya Hye sun tak percaya dan dokter itu mengangguk.

“tak mungkin..ini..ini tak mungkin ! dokter bohong !”teriak Hye sun sambil menangis sekencang-kencangnya.




“hye sun-a..tenang nak..tenang. ini semua sudah kehendak Tuhan sayang..kita harus merelakan eomma pergi untuk selama-lamanya..”ujar Tae sung menenangkan sembari memeluk anaknya itu.



“huu..hu..huu..eomma…eomma..”
“do..dokter..bolehkah kita masuk ?” Tanya Tae sung dengan mencoba setegar mungkin.”
“silahkan Tuan Shin..”

-----***-----

Tae sung berjalan sambil memegang pundak Hye sun menuju ke ruangan itu. Tampak beberapa orang suster berjalan berlalu lalang untuk membereskan peralatan seusai operasi yang ‘gagal’ itu.

Dan sampailah mereka di ranjang yang membungkus seseorang di dalam selimut berwarna putih itu.

Dibukalah perlahan-lahan oleh Tae sung dengan wajah sedihnya.



Dan tampaklah di hadapannya tubuh istrinya yang sudah pucat tanda sudah tak bernyawa dengan dipenuhi luka-luka yang cukup serius itu.

 Hye sun terisak..ia sudah tak kuat lagi harus berkata apa. Jika ia berteriak “eomma..!!!” apakah akan membangunkan eommanya itu ? tentu saja tidak. Ia terus terisak sambil memegang dadanya yang sakit sampai akhirnya ia pun merasa pening di kepalanya itu dan tiba-tiba ambruk pingsan.

“Hye sun-a..!” teriak Tae sung dengan kagetnya dan ia pun segera membopong Hye sun yang sudah lemas tak berdaya itu.

-----***-----


mian kalau jelek dan membosankan [heh] [heh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]