lanjuut...
''iya bu, aku kekamar dulu ya.., gumamku sambil berlalu
dikamar pun aku tak bisa tidur. Dari tadi hanya membolak balikan badanku karena rasa kantuk pun belum jua timbul
pertunangan? Entah kenapa tiba tiba aku teringat nazwa. Ya, nazwa, gadis yg hingga saat ini belum ku ingat. Pikiraku seakan mendorongku untuk mengambil diary. Seingat ku diary itu aku letakan dalam lemari.
Tapi tidak ada. Yg kutemukan hanyalah foto nazwa yg ku sendiri tak tau mengapa ada dilemariku. Foto itu semakin membuatku penasaran.
''sudahlah, lain kali akan ku cari lagi, '' gumamku sambil membaringkan tubuh di ranjang.
0# pagi harinya
aku beserta ayah dan ibu memang sudah bersiap menyambut org yg ingin ibu kenalkan itu.
Ting tongg...
Ternyata tak lain adalah mereka. Ibu pun mempersilahkan mereka masuk. Namun betapa terkejutnya aku ketika mendapati orang itu adalah azura. Dan ia pun tak kalah terkejunya denganku.
''jadi kalian saling mengenal?, ujar kedua orang tua kami
'ya, dia adalah temanku dikampus' ujarku yg dijawab anggukan oleh nazwa.
'baguslah kalau begitu jadi pertunangan diadakan seminggu sebelum pernikahan' ujar mereka selanjutnya dan kami hanya bisa terdiam