Spoiler ... "Tidak!!" seru Daze. "Dia tak tahu apa-apa!! Jangan sangkut-pautkan masalah kita dengannya!!""O ya?!! Apa kau kira aku percaya? Mengingat hubungan kalian ... ""Hubungan apa?!! Hubungan apa?!!" Mata Daze terbelalak lebar. Nafasnya memburu dan dia agak kaget ketika tangannya tiba-tiba terangkat dan menekan dada Rathyan keras-keras sampai terdorong beberapa langkah. Dia sama sekali tak menyangka dirinya bisa sehisteris ini. "Katakan padaku, hubungan seperti apa maksudmu?!!""Aku tak ingin membicarakannya sekarang!!" Rathyan menepis tangan Daze dengan kasar. Kemudian dia berbalik kembali ke meja kerjanya. Menjatuhkan dirinya di kursi lalu berkutat kembali dengan dokumen-dokumen di atas meja. "Siapkan segala keperluan buat morning meeting hari ini, dan katakan pada para direksi aku akan siap sepuluh menit lagi. Secepatnya!! Pergi!!"Daze menghela nafasnya. Selalu begini ... Yang bisa dilakukan anak ini selalu menghindar! SELALU--dari setahun yang lalu sampai sekarang sifatnya yang satu ini tak berubah ... Daze mundur sambil membungkukan badannya. "Ne, tuan Jang ... "Rathyan mengangkat kepala dari tumpukan file di hadapannya. "Satu hal lagi!"Daze menoleh. "Dhe?!""Jangan memanggilku tuan, pak, atau apa itu!! Panggil saja namaku, atau cukup margaku, terserah kau!""Ta .. tapi .. ," Daze bermaksud memprotes tapi Rathyan segera mengangkat tangannya. "Cukup! Keluarlah!"Daze menutup mata kemudian menghembuskan nafasnya, berat. "NE!!" jawabnya dengan nada keras. Setelah itu dia berjalan ke pintu. Terakhir kali dia berbalik dan mengamati Rathyan lewat celah dibalik pintu. Pemuda itu tampak berkutat kembali dalam kesibukannya. Rambutnya yang panjang dan agak acak-acakan hampir seluruhnya menutupi wajahnya. Wajah yang senantiasa membuat hati Daze berdesir keras. Aku akan segera melupakanmu! Aku yakin itu! tekad Daze dalam hati. LOL