biar gak pusing lagi:
Cast :
GOO HYE SUN as SHIN JI WON
LEE MIN HO as LEE JOON HYUN
KIM BUM as HAN RYU JIN
KIM TAE HEE as SHIN JI YOON
SANDARA PARK as MIN SOON HEE
JANG GEUN SUK as DONG KYUNG HUN[
b]Chapter 4
[/b][/b][/font][/size][/color]
“Apa yg harus aku lakukan?" Ujar Kyung Hun dalam batinnya.
"Ji Won, Ji Won , apa yang harus aku lakukan, aku bingung", keluh Kyung hun .
Kyung hun berjalan memasuki ruangan tempat ji Won dirawat.
"Kyung hun-aa, gwaenchana?", Tanya Ji Won cemas sambil memegang wajah KyunGhun.
“Ne, gwaenchana, Ji Won. Sebaiknya kita pulang saja, Ji Yoon Noona pasti sedang mencarimu" tukas Kyung Hun dingin .
“Kyung hun-aa, cakaman! "ujar Ji Won sambil berusaha mensejajarkan langkah kakinya dengan Kyung hun yang berjalan dengan cepat.
@ han Residence
Ryu Jin yang sedang melihat Ji Won yang sedang melamun di balkon kamarnya segera datg menghampirinya.
"Yaaaa, gadis jelek kalau kau melamun seperti itu kau akan lekas tua", ejek Ryu Jin yang memecahkan lamunan Ji Won.
"Kau!", sedang apa kau disini, mau menggangguku lagi, hah", tukas Ji Won ketus.
"AKu mengkhawatirkanmu. Akhir-akhir ini kau sering melamun, aku takut nanti malah kau terjun dari balkon ini", tukas Ryu Jin sambil terus menggoda Ji won.
Hu huhuuuuu, hiks hiksss, tangis Ji Won semakin terdengar memilukan.
"Yaa, kenapa kau menangis?, miane jika aku sangat keterlaluan, tapi aku hanya ingin menghiburmu saja", "Yaa Shin Ji Won, hentikan!", ujar Ryu Jin cemas sambil memegang bahu Ji Won.
"Ryu Jin, kenapa, kenapa, kenapa harus aku yang mengalaminya, apa salahku", hikshikssss….. aku mau sembuh", ujar Ji Won lirih sambil menangis dipelukan Ryu Jin.
FLASHBACK :
“Dokter bilang apa?, aku baik-baik saja kan, mimisan itu hanya karena aku mengidap anemia ringan saja kan?", tanya Ji Won lagi.
"Kyunghun-aa, apa yang kau pegang itu?", tukas Ji Won sambil merebut sebuah amplop putih di genggaman kyung hun.
Ji Won! Lirih Kyung Hun.
"Apa ini ?"
SEOUL HOSPITAL
[/font][/size]
Dr. Min Suk Gi
HASIL TEST LABORATORIUM
Name : Ms. SHIN JI WON
Age : 22 years old
Sex : Female
Blood Type : A
Adresse : Han Residence II No. 23Dinyatakan bahwa pasien (+) mengidap penyakit LEUKIMIA stadium 3[/b]
[/font][/b]
"Sunbae!!", ujar Ji Won lirih, dan surat yg ada digenggamannya pun jatuh ke lantai, Ji Won pun ambruk dalam pelukan Kyung Hun.
"Sunbae, kau bilang aku baik-baik saja, ini apa, kenapa namaku tercantum dalam surat ini, Leukimia, stadium 3?", "Sunbae, Sunbae"END FLASHBACK"Jangan cemas, aku pasti akan menjagamu. Aku akan membuatmu sehat kembali, aku janji, aku janji Ji Won", tukas Ryu Jin
"Ryu Jin-aa, miane, jeongmal miane. Selama ini aku sering membuatmu susah, aku sering berkata kasar padamu, miane, hikshiksshikshisss," ujar Ji Won lirih dalam tangisnya.
Dan merekapun berpelukan sangat lama, sampai akhirnya JI Won tertidur. Mungkin karena terlalu lelah menangis, dan Ryu Jin pun menggendong ji Won sampai ke kamarnya."Tidurlah Tuan Putri!", besok kau pasti sudah bisa tenang dan melupakan kejadian sekarang".
Cukup lama Ryu Jin memandang ji Won , dan saat Ryu Jin berniat untuk mencium Ji Won, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
“ Dong Kyung Hun” ( tercetak di layar ponsel Ryu Jin)
“yoboseyo!, bertemu sekarang?, Dhe, aku segera kesana", ujar Ryu Jin . dan sebelum beranjak dari kamar ji won, Ryu Jin mengecup kening Ji Won dan menyelimuti tubuh gadis itu dan Ryu Jin pun berlalu dari kamar itu untuk bertemu dengan Kyung hun.
**********************************************************************************************************************
“Gomawo, sudah mau datang menemuiku", ujar Kyung hun.
“tidak usah basa basi, langsung saja. Ada apa kau menyuruhku untuk menemuimu disini?", tanya Ryu Jin dengan ketus.
“ Aku, aku akan pergi. Aku hanya ingin menitipkan Ji Won padamu". "Aku tahu perasaanmu sebenarnya [/size]pada Ji Won, aku tahu kalau sebenarnya kau mencintainya sebagai seorang wanita kan?", "aku"…… belum sempat Kyung Hun menyelesaikan kalimatnya, Ryu Jin langsung melayangkan bogem mentah ke wajah tampan Kyung Hun dan membuat tubuh pemuda itu roboh ke lantai dengan darah yang keluar dari lubang hidung dan sudut bibirnya.
“ Kau bilang apa tadi?, kau mau pergi dan menitipkan Ji Won padaku, hah. Dasar brengsek!!!, kau pikir Ji Won itu barang yang sudah tidak berguna lalu bisa kau buang seenaknya , hah, dasar BRENGSEK!!!!", tukas Ryu Jin kesal dan langsung menarik kerah baju Kyung hun dan mendorong tubuh pemuda itu ke dinding dan langsung meninju perutnya.
"Ah…uhuhuk, uhuk,…..Kyung Hun pun terbatuk-batuk.
"Aku hanya tidak ingin menyakitinya. Karena itu aku memilih pergi diam-diam. Demi Tuhan aku sangat mencintainya, aku tidak mau kehilangannya dan aku tidak mau jika dia semakin menderita jika terus bersamaku". "AKu ,..aku bingung dengan apa yang terjadi, aku bingung dan aku tidak tahu harus berbuat apa untuknya, kau pasti mengerti maksudku", ujar Kyung Hun yang mencoba untuk berdiri lagi.
"Kau pasti akan menjaganya. Aku , aku belum siap untuk kehilangannya, karena itu lebih baik jika aku yang meninggalkannya, bukankah itu juga yang kau inginkan bukan?", ujar KyuNg Hun dan membuat Ryu jin diam seribu bahasa.[/size][/font]"Terima kasih sudah mau menemuiku, aku harus pergi," ujar Kyung Hun sambil berjalan terhuyung-huyung akibat pukulan keras Ryu Jin.
Walau hatinya kesal dengan sikap pengecut Kyung hun tapi sebgian dari dalam dirinya bersyukur karena penghalangnya sudah pergi dengan begitu Ryu Jin bisa leluasa untuk bisa mendekati Ji Won.
“akhirnya penghalang itu pergi dengan sendirinya. Ji Won, kau lihat hanya aku yang tulus mencintaimu, tidak ada yang lain, hanya aku seorang", ujar Ryu lirih dalam batinnya.***********************************************************************************************************************
KRING…KRING…. Bunyi jam weker Joon Hyun berbunyi sangat nyaring sukses membangunkan Joon Hyun yang masih sangat mengantuk, "Aushhhhhh…mengganggu sekali, baru juga jam 6 pagi", BRAKKKK, jam weker pun dilempar begitu saja tapi dengan pandangan mata yang menatap kearah jam dinding kamarnya walaupun nyawanya masih belum terkumpul semua, ….mmm.."SIAL!"… aku kesiangan, ujar Joon Hyun langsung bangkit dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi, karena dipastikan Joon Hyun akan datang telat ke tempat kerjanya.
"Untung saja, aku tidak telat jika sampai telat, mati aku kena makian dan pidato panjang lebar dari si botak itu, hushhhhh"**********************************************************************************************************************
Tapi sepanjang memasuki gedung resort tersebut, Joon hyun kebingungan karena semua orang menatap ke arahnya dengan senyum-senyum, Joon Hyun pun yang dipandang seperti itu merasa risih dan heran dengan sikap orang-orang di kantor itu.
Bahkan sampai tiba di lokernya pun Joon hyun pun belum menyadari kenapa orang –orang tersebut masih memandangnya dan sesekali tertawa dan berbisik-bisik, membuatnya semakin heran sekaligus jengkel. "Memangnya ada yang aneh di wajahku?", ujar Joon Hyun sambil berkaca di depan cermin memastikan tidak ada noda yang menempel di wajahnya.
"Tidak ada yang aneh, wajahku masih tampan, mm. Tubuhku juga harum, baju ku tidak ada yang robek, lalu apa?", Tanya Joon hyun pada dirinya.
"Tidak ada yang salah dengan wajah tampanmu, pakaianmu. Kesalahan itu terletak di bagian bawahmu", tukas Il Woo yang tiba-tiba muncul dibelakang Joon Hun dan sukses membuatnya terkejut setengah mati.
"Yaaa, kau ini kebiasaan muncul tiba-tiba. Kau bilang dibagian bawahku, maksudmu,?" ujar Joon hyun sambil memandang kea rah bawahnya, dan terlihatlah pemandangan yang pasti membuat kaum hawa tergila-gila dan ingin melihatnya lebih dekat lagi.
Ya, restleting celana Joon hyun terbuka, dan terlihat sedikit warna celana boxer yang dikenakan oleh Joon Hyun ( celana boxer berwarna merah dengan motif polkadot ),
Joon Hyun pun dengan sigap memperbaiki restleting celananya,tapi wajahnya semakin memerah manakala, Il Woo tertawa keras mengejek rekan kerjanya ini.
"Yaaaa. Il Woo-ssi, bisa diam tidak kau, senang sekali melihat teman mu ini menderita, kau ini kenapa tidak memberitahu padaku?", aushhhhh.
"BWahahahahahaha, Joon hyun-ssi, kau ini ternyata menggunakan celana Boxer polkadot, aishhh menjijikkan sekali", ejek Il Woo yang tidak henti-hentinya mengejek Joon Hyun.
"SHUT YOUR MOUTH!", tukas Joon Hyun kesal sambil menutup mulut Il Woo dengan kedua lengannya dan hampir membuat Il woo kehabisan nafas karena bungkaman lengan Joon Hyun begitu kuat.
Setibanya di kantin, insiden tadi masih saja di bicarakan oleh rekan-rekan kerjanya dan semakin membuat Joon hyun merasa malu setengah mati dan hanya diam bahkan makanan yang ada di depan matanyapun tidak disentuhnya. Tapi pandangannya berhenti pada sosok gadis yang memasuki ruang kantin itu bersama denganManager Shin Ji Yoon."Gadis itu!", tukas Joon Hyun terpesona.
"Cantik sekali, dan senyumannya manis sekali membuat jantungku berdegup semakin kencang", gumam Joon Hyun."Ji Won-aa, bagaimana terapimu, tidak terasa sakit kan?", Tanya Ji Yon cemas pada adiknya.
"Anhi, sakit sedikit Eonni, tapi aku bisa menahan rasa sakit itu. Karena Eonni selalu menyemangatiku dan juga Ryu Jin, hehehe", ujar ji Won sambil melahap santap siangnya sehingga membentuk gembungan lucu pada mulutnya dan membuat Joon Hyun semakin gemas melihatnya."Joon Hyun-ssi, Joon Hyun-ssi, LEE JOON HYUNNNNN", teriak Il Woo sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya itu.
"Kau ini kenapa sih, kau tidak bisa ya membiarkanku tenang sedikit", keluh Joon Hyun sambil memajukan bibirnya dan memasukkan sati sendok penuh nasi kedalam mulutnya.
"Nona Shin itu sudah mengalihkan duniamu ya?", tukas Il Woo jahil.
"Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh memandang wajah cantiknya", hah tukas Joon Hyun sewot dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Yaaa, Lee Joon Hyun, kau menjijikkan sekali. Habiskan dulu makanan yang ada dalam mulutmu itu baru kau bicara. Lihat nasi-nasi itu bertebaran ke wajah tampanku, ihhhhh," keluh Il Woo sambil membuang remah nasi yang menempel di wajahnya.
"Selesai makan, kau harus langsung pulang. Nanti Eonni akan minta tolong Pak Bong untuk mengantarmu pulang, kebetulan Eonni meminta dia untuk mengambil beberapa dokumen di rumah", ujar Ji Yoon sambil membelai lembut wajah adiknya.
"Eonni, aku baik-baik saja, aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu diawasi kemana aku pergi," tukas Ji Won kesal .
"kau ini, kalau sedang memanyunkan bibirmu terlihat sangat menggemaskan, pasti banyak namja yang terpesona melihat bibir manyunmu itu, heheheh" , ujar Ji Yoon sambil menyentil lembut bibir Ji Won yg di majukan beberapa senti.
"Eonni!!!",protes Ji Won.
Joon Hyun POV"Benar-benar menggemaskan, apa dia sudah punya kekasih?, ah pasti sudah punya. Gadis secantik dia mana mungkin belum punya kekasih, apalagi gadis itu berasal dari keluarga terpandang, hmmm",
Setelah menyelesaikan santap siangnya, Ji Won pun berpamitan pada Ji Yoon dan berjalan menuju pelataran parker dimana Pak Bong sudah menunggunya untuk mengantarnya pulang.
Selama perjalanan pulang , Pak Bong tidak henti-hentinya mengoceh mengenai sesuatu yang tidak penting ( dari harga barang yang melonjak naik, film terbaru yang sedang di putar di bioskop, rencana liburan yang akan datang, selebritis korea yang mati bunuh diri dan bla bla bla bla, membuat Ji Won kesal dan langsung menyalakan MP3 nya dan pandangannya pun tertuju ke arah jendela dengan pikiran yang melayang pada kekasihnya Dong Kyung Hun.
Disaat pikirannya dipenuhi oleh Kyung hun yang sudah hampir 2 minggu tidak bertemu, tiba-tiba pandangan Ji Won jatuh ke sebuah mobil Volvo merah yang berhenti tepat disamping Ji Won, dan Ji Won pun melihat sosok Kyung Hun yang ada di kursi kemudi tersebut.[/color]

"Sunbae!" ucap Ji Won , namun saat Ji Won sudah membuka jendela mobilnya, mobil tersebut sudah melaju cepat.
"Kyung hun Sunbae, dia mau kemana?", tanya Ji Won sambil menekan nomor ponsel KyuNg Hun, tapi yang bersangkutan tidak kunjung mengangkat ponselnya dan masih terus mengemudikan mobilnya dengan cepat kea rah bandara Incheon.
"Pak Bong , cepat ikuti mobil Volvo merah tersebut!", perintah Ji won karena kesal dengan sikap Kyung hun yang tidak kunjung mengangkat ponselnya. Lagi-lagi pikirannya semakin bertanya-tanya, saat mobil tersebut berhenti di Incheon Airport, dan Ji Won pun langsung melangkah cepat untuk menyusul KyuNg Hun tanpa memperdulikan panggilan Pak Bong yang melarangnya.
"Kyung Hun…..KyuNG Hun……!". Ji Won terus memanggil-manggil Kyung Hun tapi sepertinya Kyung Hun tidak memperdulikan panggilan tersebut, tapi dengan sekuat tenaga untuk mencapai tujuannya dan akhirnya usahanya pun berhasil, Ji Won berhasil meraih tubuh Kyung Hun dan memeluknya dengan erat.
"Sunbae, aku rindu sekali padamu, kemana saja kau selama ini, apa kau tidak merindukanku?", Tanya Ji won sambil mempererat pelukannya.
Kyung Hun pun langsung berbalik sehingga posisinya sekarang berhadapan dengan Ji Won. "Ji Won-ssi, aku harus pergi ke Tokyo, aku harus menangani proyek disana", ujar Kyung Hun sambil melepaskan pelukan Ji won dipinggangnya.
"Mwo, kau mau pergi, Ke Tokyo?, berapa lama?", Tanya Ji won cemas .
"Jangan menungguku, karena aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita", ucap Kyung Hun pasti.
"Putus!, maksudmu, kau memutuskan aku Sunbae?", Tanya Ji Won dengan air mata yang sudah tidak bisa terbendung lagi.
"Miane, Miane Ji Won-ssi", ujar Kyung hun dan langsung melangkah pergi tanpa memperdulikan kesedihan Ji Won.
"Jangan pergi!", aku mohon. "Apa karena penyakitku, kau meninggalkan aku Sunbae?", Tanya Ji Won lirih.
Tanpa menjawab pertanyaan Ji Won, kyung Hun pun beranjak dari tempat itu dan terus mempercepat langkahnya walaupun ingin rasanya Kyung Hun memeluk tubuh gadis itu tapi urung dilakukannya Karena kebingungannya, ah bukan karena kepengecutannya yang melebihi rasa cintanya.
"Selamat tinggal Ji Won!".

Ji Won merasa dunia tidak adil baginya. Pria yang sangat dicintainya dan berharap dapat menjadi penyemangat hidupnya ternyata meninggalkannya.
Ji Won melangkah keluar bandara dengan perasaan kalut dan tangisan yang tidak kunjung berhenti membuat orang-orang yang melihatnya merasa iba.
"Kyung Hun-ssi, kau jahat sekali, kau benar-benar jahat!".
Ji Won terus berjalan tanpa arah , air matanya sudah kering namun hatinya terasa pilu seakan Tuhan akan mencabut nyawanya saat ini juga. Langkahnya terhenti tepat di sebuah jembatan pandangannya menerawang ke langit dan terlihat sebuah pesawat melaju .
"Selamat tinggal Sunbae, semoga kau tidak menyesal dengan keputusanmu . Entah kenapa rasa benci yang tadinya menyesakkan di dadaku terasa ringan . Jika Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi, aku berharap aku tidak akan menangis di depanmu dna aku harap cinta itu sudah hilang tak berbekas".

Ji Won yang masih sibuk dengan pikirannya tiba-tiba dikejutkan dengan suara seorang pemuda yang berteriak ke arahnya.
“ Agashi, jangan loncat! Kau harus sayang pada nyawamu, JANGAN LONCAT!!!"
"Mwo!, siapa yang mau loncat?", ujar Ji Won dalam batinnya. Ji Won yang kebingungan dengan sikap pemuda asing itu tidak memperdulikannya dan terus berjalan , tapi lagi-lagi pemuda itu berteriak , "Yaaaa, kau ini benar-benar sudah gila yach, aku bilang jangan loncat. Dengar jika kau sedang ada masalah selesaikan baik-baik, kalau kau bunuh diri kau tidak akan diterima di sisi Tuhan, karena sudah menyia-nyiakan kesempatan hidup yang diberikan oleh Tuhan", ujar Joon Hyun sambil berjalan menghampiri Ji Won.
"Rupanya gadis itu!", ujar Joon hyun yang terkesima dengan wajah gadis idamannya itu
"Kau ini bicara apa, siapa yang mau..ach…….. tiba-tiba kaki Ji Won terpeleset dan hampir saja terjatuh untung saja Joon Hyun dengan sigap untuk menarik pinggang gadis itu, tapi malang bagi Joon Hyun niatnya mau menolong malah yang ditolong itu meronta-ronta berteriak minta tolong.
"Yaaa, kau ini kenapa berteriak-teriak, hey aku cuma mau menolongmu, aishhhhhh gadis ini rupanya merepotkan sekali, tidak ada cara lain", ucap Joon Hyun dalam batinnya dan langsung menggendong Ji Won di bahunya.
[b]"Hey, TURUNKAN AKU, AKU BILANG TURUNKAN!!!!!!!",[/b] protes ji Won sambil memukul-mukul punggung Joon hyun.
"Kalau kau tidak bisa diam, kau pasti akan cepat mencium aspal ini nona cantik", seru Joon Hyun sambil menepuk bokong Ji Won.

"Yaaaa, dasar kurang ajar, TURUNKAN AKU !!!!!", protes Ji Won lagi.
Teriakan-teriakan serta pukulan-pukulan Ji Won tidak pedulikan Joon Hyun, yang penting Joon Hyun harus mencari tempat yang nyaman agar gadis ini tidak melakukan hal nekat seperti tadi pikirnya, namun setelah beberapa menit berlalu sudah tidak terdengar teriakan bahkan pukulan yang dilayangkan Ji Won.[/font][/color]
"Rupanya kau bisa diam juga, sudah lelah teriak-teriaknya", ujar Joon hyun sambil menurunkan tubuh Ji Won di sebuah bangku taman yang letaknya tidak jauh dari jembatan tersebut. "OMO!", "kenapa dia malah tidur, hey Agashi, agashi, Shin Agashi?, yaaaa apa dia?", ( Joon Hyun meletakkan kepalanya di dada Ji Won untuk mendengar detak jantungnya), syukurlah masih berdetak . Jangan-jangan dia pingsan" tukas Joon Hyun panik.[/font][/size][/size]
TBC CHAPTER 5
[/font][/font][/size][/size]
[/size][/font][/color]
NOTE : nah sudah ku up date, miane yech kalo masih membosankan, and moment minsun nya sedikit, and gw harap pd gak binun soal cast nya
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
, silahkan di baca and koment ayo komen
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
and miane kalo tulisannya campur aduk coz buru2 up date-nya di kantor, hehehehe