Author Topic: Saranghaeo,,, chingu update 28 desember 2010  (Read 3953 times)

Offline Rizkyta_A

  • Junior
  • **
  • Posts: 169
  • my first lovely couple
  • Location: depok
    • View Profile
Re: Saranghaeo,,, chingu update 28 desember 2010
« Reply #45 on: December 28, 2010, 07:54:44 am »
Lanjuut..
Dari buku diary inilah aku mendapatkan semua memori ku tentang nazwa, mulai dari curahan hatiku,
hingga foto fotonya…

Setelah puas membaca, aku putuskan untuk kembali ke rumah sakit. Aku telah berjanji untuk tidak

meninggalkan nazwa. Cukup kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagiku . betapa pentingnya arti

nazwa dalam hidupku.

“Riko, mau kemana kamu . sudah larut malam begini?’’ Tanya ibu padaku

“Aku akan kembali ke rumah sakit dan menemani Nazwa disana “ sahutku sambil melangkah menuju

garasi. Namun langkahku di hentikan oleh suara ibu

“tunggu… bukankah malam ini Azura akan makan malam disini. Kau tak boleh pergi Riko” cegah Ibu

“Maafkan aku bu. Tapi aku harus kesana sekarang” tegasku sambil berlalu dari hadapan ibu

Sungguh aku merasa bersalah karena membantah ibu. Namu entah kenapa hatiku ingin sekali bertemu

dengannya. Akhirnya kunyalakan mobilku dan melaju menuju rumah sakit.

Di perjalanan, aku melihat bunga lili putih yang sangat indah. Bunga itu menarik perhatianku. Setiap kali

aku melihat bunga lili putih, aku selalu teringat dengan sosok nazwa yang lembut dan anggun.

“bunga lili putihnya satu ya bu” kataku pada penjual bunga

“ini bunga lili putihnya” jawab si penjual bunga sambil menyerahkan bunga lili putih padaku.

Di perjalanan, ternyata ada kecelakaan. Mendengar itu aku terngiang kembali dengan peristiwa yang

dialami Nazwa.

**
Sesampainya di rumah sakit…

Ayah dan Ibu Nazwa sudah memberitahuku bahwa mereka sedang kembali kerumah, dan ia menitipkan

Nazwa padaku dan menyuruhku untuk menjaganya. Tentu saja dengan senang hati aku akan

menjaganya

Langkahku ku percepat agar segera sampai diruangan Nazwa , berharap ia sudah pulih dari masa

kritisnya. Namun semua itu hanya harapanku. Kondisi Nazwa masih sama seperti saat aku

meninggalkanya. Lemah dan terkulai tak berdaya. Senyum yang selalu menghias bibir nya kini telah

lenyap, hanya wajah pucat pasi yang tersisa  . kembali air mataku berlinang tiap kali melihatnya seperti

ini. Hanya berharap dan berdo’a , itulah yang dapat aku perbuat untuknya.

Setelah itu aku meletakkan bunga lili putih di sampingnya.

‘’ ku harap kau dapat merasakan kehadiranku, aku membawakan bunga lili putih untukmu. Kau tau,

Bunga lili putih ini adalah gambaran dirimu. Yang sederhana tetapi selalu mempesona setiap kali

Aku melihatmu. Ku mohon , bukalah matamu. Aku tau kau mendengarku Nazwa. “ ucapku terisak

“ aku hanya ingin kau mendengar aku… aku mohon dengarlah aku

AKU MENCINTAIMU NAZWA , SANGAT SANGAT MENCINTAIMU MELEBIHI AKU MENCINTAI DIRIKU

SENDIRI. Ku mohon bangunlah. Bukalah matamu. Tatap mataku Nazwa, AKU MENCINTAIMUU “ teriakku 

Terisak sambil memegang tangan Nazwa. Tak dapat ku bendung lagi rasa ini, tak dapat aku bendung lagi

air mata ini.

Tiba tiba sesuatu bergerak ditanganku. Ya nazwa , ia menggerakkan tangannya. Berulang kali aku

perjelas penglihatanku alih alih ini hanya mimpi. Tapi  bukan, ini kenyataan.

“Nazwa, kau dengar aku kan. Aku Riko. Aku sudah mengningatmu Nazwa, aku mencintaimu” ucapku

Tanpa henti.

Uhukkk ,, perlahan nazwa mulai membuka matanya..

“ dimana aku  “? Tanyanya padaku

“kamu dirumah sakit nazwa” jawabku

“Riko, mengapa kau ada disini, bukankah kau tidak menyukaiku, kau tidak mengingatku” tuturnya lemah

Aku langsung membawanya dalam pelukanku.

“ aku mengingatmu Nazwa, kau orang yang aku cintai selama ini. Aku mencintaimu, sangat

mencintaimu”  ucapku sambil mempererat dekapanku padanya

Nazwa tersenyum dan berkata “ aku juga mencintaimu Rino, sangat mencintaimu “


=TBC=

« Last Edit: December 28, 2010, 08:00:59 am by Rizkyta_A »