Author Topic: Re: MY CHILD OR MY FIRST LOVE :)) Chapter 6 . up date 30 Mei 2011  (Read 6877 times)

Offline mutiara_minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 199
  • mino bilng."sayang kmu trmakn ak jd cow kmu?"hehe
    • View Profile
CHAPTER 2


Sudah lebih dari dua minggu Jandi berada di Korea. Pekerjaan-nya sebagai dokter di rumah sakit baru kepunyaan keluarga-nya cukup meguras tenaganya. Tapi untunlah ada Yon Ji hoo yang setia membantunya mengatasi semua permasalahan. Semakin hari Jandi semakin dekat dengan Jun yong, bahkan Jandi sering berkunjung ke rumah Jun pyo untuk mengunjungi Jun yong.

Sudah hampir 3 hari Jandi tidak bertemu dengan Jun yong karena ia sedang sibuk mengurus apartement baru-nya. Meskipun ada rasa rindu pada jun yong tapi jandi juga merasa tidak enak dengan jekyong, ia merasa bahwa jun yong terlalu banyak menghabiskan waktu dengan-nya dibandingkan dengan jekyong ibunya sendiri.

Sekarang sudah pukul 12 siang. Hari ini jandi tidak bekerja, jadi ia memutuskan untuk menetap di rumah saja.

“Tokk...tokk....” bunyi yang ditimbulkan daro ketulkan pintu.

Jandi langsung berlari-lari kecil menghampiri pintu rumah-nya.. “siapa ??” tanya gadis itu bertepatan dengan dibukan-kan nya pintu itu.

“BIBI jandi...” teriak jun yong histeris..

Jandi yang terkejut melihat kedatangan jun yong yang didampingi oleh Goo jun pyo disamping-nya.

“eh—jun yong” ucap jandi bingung. “kenapa kalian kesini ?...” tanya-nya kemudian.

“ahh- jun yong kangen dengan bibi.. memangnya bibi tidak kangen dengan jun yong, kan sudah 3 hari kita tidak bertemu...” ucap jun yong sambil menari narik baju jandi.

“O-“ jandi tersenyum dan kemudian membuka pintu lebih lebar.. “ayo masuk” ajak-nya.

Jun pyo dan jun yong-pun menuruti perintah jandi. Mereka duduk di sofa ruang tamu apateman jandi yang lumayan besar.

“kenapa bibi tinggal disini ?.. enak-nya tinggal di rumah jun yong kan lebih besar...” ucap jun yong sambil memperhatikan ruangan itu.


Jandi dan jun pyo yang mendengar perkataan jun yong hanya tersenyum dan saling memandag satu sama lain.

“ohh iy ... dimana unii jekyong ? kok kalian Cuma datang berdua. ?” tanya jandi sambil mengeriyitkan alis-nya
“jekyong lagi pergi ke Macau selama seminggu untuk menemui orang tua-nya..” jawab jun pyo tegas.. “dan jun yong terus memaksaku untuk mengunjungi mu... katanya dia kangen” ucap jun pyo sambil tersenyum..

“iih appa bohong. Tadi apa-kan yang bilang kalau hari ini appa tidak ada kerjaan, jadi appa mengajaku mengunjungi bibi jandi..” cibir jun yong cuek sambil memonyongkan mulutnya kedepan..

Jun pyo yang mendengar perkataan jun yong yang super duper jujur, langsung salah tingkah sendiri.. “ahhh... tii..tidak, seberna-nya ! anak ini” kata-nya gugup sambil menggaruk-garukan kepala yang sama sekali tidak gatal.

“hahaha... sudalah” jandi mencoba menenangkan jun pyo yang sudah mulai gelabakan. “oh ia jun yong mau minum apa ?” tanya-nya kemudian.

“coklat panas” celetus jun yong.

“baik satu coklat panas. Dan kau” tanya jandi pada jun pyo lembut.

“air putih saja”

Tak lama kemudian satu coklat panas dan secangkir air putih sudah di letakan diatas meja. Jun yong dengan cepat menghabiskan-nya yang diikuti oleh jun pyo. setelah semuanya habis jun yong kembali merengek kepada jandi.

“bibi, hari ini tidak jadi dokter..”tanya jun yong polos.

“anyio..hari ini bibi libur...”

Jun yong tersenyum puas mendengar jawaban jandi. “kalau begitu ayo kita pergi jalan-jalan..” ucp anak itu ceriah.

Setelah hampir satu jam di perjalanan ketiga orang ini sekarang sudah sampai disebuah tempat kreasi yang baru saja dibuka sekitar satu bulan yang lalu. tempat ini terlihat asri, suasana keluarga sangat terasa, canda dan tawa selalu terdengar dari mulut pengunjung.

   Jun pyo tersenyum hal yang selama ini ia mimpikan terwujud, meski tidak sesempurna yang ia inginkan, tapi jun pyo tetap merasa sangat senang. Sekarang dian dan jandi berjalan-jalan bersama seorang anak kecil yaitu anak-nya. Jun pyo merasa bahwa yang menjadi istri-nya itu adalah jandi dan bukannya hajekyong, sedangkan jun yong adalah buah cintanya bersama jandi bukannya bersama wanita lain.

“appa aku mau es krim itu” rengek jun yong.

“es krim itu ?. kata jun pyo mengulangi perkataan jun yong barusan.. “kacha ...”
“pak tolong berikan kami tiga es krim coklat..” pinta jun pyo pada si penjual es krim yang lumayan gendut itu.

“ne....... ini tiga es krim coklat untuk papa....mama....dan anak-nya” kata sih penjual yang memberikan es krim pada jun pyo, jandi dan jun yong berurutan.

Jun pyo hanya tersenyum, sedangkan jandi merasa tidak enak dengan penjual es krim itu. Ia tidak menyangka akan sih penjual es krim akan mengatakan hal itu.

==@@==

Jekyong duduk disamping jendela kamar hotelnya. Sudah hampir lima jam ia berada di Macau tapi belum ada satu telpon-pun dari jun pyo atau jun yong yang menanyakan keadaan-nya. Sedikit rasa kecewa melesat dihatinya. Ternyata ia salah, sekuat apapun ia mencoba untuk masuk kedalam hati jun pyo ternyata masih tidak bisa. Perkiraanya 5 tahun lalu bahwa dengan berjalannya waktu jun pyo akan melupakan jandi dan mencintai-nya semua itu juga salah.

Sekuat itu kah cinta jun pyo untuk jandi ?.. cinta pertama seorang anak SMA mampu bertahan sampai lebih dari 7 tahun. Dan jun yong, ternyata ia bebar-benar mewarisi sifat ayah-nya itu. Tidak hanya dari muka dan penampilan, tapi hati dan perasaan jun yong pun sama seperti jun pyo. mereka sama-sama mencintai jandi, sama-sama berharap bisa bersama jandi. Jadi apa pentingnya seorang jekyong di mata suami dan anak-nya sendiri.

Perlahan air mata jekyong mulai turun, ia menangis mengingat seberapa besar perjuangannya untuk mendapatkan jun pyo. seberpa besarnya usahanya untuk bertahan dengan sikap dingin dan juga perlakuan jun pyo selama ini. Dan usaha-nya untuk mendapatkan jun yong dari jun pyo yang sukse di lakukannya agar jun pyo bisa mencintainya  ternyata juga sia-sia.


FLASEBACK

Jun pyo masuk kedalam rumah mewah milikya dalam kondisi mabuk. Setelah hampir satu tahun ia menikah dengn jekyong jun pyo masih tidak bisa melupakan jandi. Seorang wanita yang mengajari-nya arti hidup, cinta, dan keluarga yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Wanita yang telah berhasil mengubah seorang Goo jun pyo yang egois, menjadi seorang Goo jun pyo yang baik dan gila akan seorang Geum jandi.

“ya tuhan ! jun pyo, kau mabuk lagi ya..” teriak jekyong saat melihat jun yo memasuki rumah dengan sempyongan.

“lepaskan !! wanita sialan...” bentak jun pyo kasar sambil mengibsakan tangannya yang di pegang jekyong dan menatap wanita itu tajam.

“jun pyo-a..” ucap jekyong lirih.

“kenapa, apa yang kau mau ! belum puas merusak hubungan ku dengan jandi ahh !! belum puas kau menghancurkan hidup ku !!... kau memang wanita berengsek !!!..” jun pyo berteriak keras tepat di muka jekyong yang membuat wanita itu bergetar ketakutan.

“mianhe..” sesal jekyong.

“MIANHE...?”tanya jun pyo. “KALAU DENGAN KATA MAAF SEMUANYA SELESAI LALU UNTUK APA ADA HUKUM DAN POLISI !!!” bentak jun pyo semakin keras.

“STOP...STOP Goo jun pyo, kau bodoh , menjijikan. Hanya gara-gara seorang Geum jandi kau menjadi seperti ini... coba kau lihat aku, aku mencintai mu jun pyo, benar-benar mencintaimu. Jadi tolong lupakan jandi. Kiata mulai hidup yang baru, dengan keluarga kecil kita. Bersama anak-anak kita”

“anak ?” tanya jun pyo sinis. “jadi kau mengingikan anak dariku...?”

“ne...tentu saja !..” aku sangat ingin. Sudah setahun aku menunggu mu menyentuhku. Sudah setahun aku ingin memiliki mu.” Jekyong mulai berkata yang tidak-tidak. Sekarang di sudah benar-benar habis kendali.

“dasar wanita gila. !...” hina jun pyo.

“ne .... aku memang gila, aku gila karna kau ! aku gila pada suami ku sendiri. Aku gila karna seorang goo jun pyo !!.. jadi ayo, ayo kita lakukan...”

“sudah cukup !, kau benar-benar tidak waras” jun pyo memandang jekyong jijik.

Tapi tiba-tiba jekyong langsung menarik karah baju jun pyo kasar, kepala jun pyo yang saat itu sedang pusing betambah pusing karena mendapatkan perlakuan kasar dari jekyong.

“LEPASKAN !!..” teriak jun pyo keras. Tapi jekyong malah tambah jadi ia mulai meraba-raba tubuh jun pyo. meskipun jun pyo risih dengan perlakuan jekyong tapi rasa sakit dikepalanya lebih penting. Dan tidak lama kemudian tubuh jun pyo oleng kedepan, amruk dipelukan jekyong.

“jun pyo !!.....” kata jekyong lirih dan langsung memopong tubuh besar itu kekamar-nya.

Jun pyo mulai membuka matanya kepalanya terasa pusing, ia melihat sekujur tubuhnya polos tanpa sehelai benang-pun. Dan betapa kaget-nya ia saat melihat wanita dismping-nya juga dalam keadaan yang sama dengannya. Kepalanya yang saat itu masih pusing dan pengelihatannya yang masih kabur sukses membuatnya hilang kendali. Wanita yang sebenarnya adalah jekyong, kini dimata jun pyo menjadi Geum jandi.
Ditatapnya lekat-lekat wanita itu. Wanita yang selama ini selalu ia bayangkan dikala ia sadar dan dimimpikan di saat dia tidur. Wanita yang sangat ia rindukan baik jasmani maupun rohani.

“sayang..” ucap jun pyo lirih sambil mengusap pipi jekyong mesara.

Jekyong yang terkejut melihat reaksi jun pyo yang berbeda lansung bterkejut. Ini pertama kalinya jun puo memanggilnya dengan sebutan sayang.

“ne...kenapa.?..”tanya jekyong senang.

“aku ingin memakan mu...”

Mata jekyong meleber .. “silahkan...” ucap jekyong pasrah. “lakukan sepuas mu..”

Mendengar ucapan itu pun jun pyo langsung menegang, dilihatnya wajah jekyong yang didalam pandangannya adalah wajah jandi. Tangannya mulai bermain nakal dii seluruh tubuh jekyong yang dikiranya tubuh jandi.

“jandi-a aku merindukan mu..” kata jun pyo didalam hasratnya yang meraja rela.

Mata jekyong mulai berkaca-kaca. Ternyata jun pyo menganggapnya adalah jandi, ingin rasanya ia mendorong tubuh itu kebelakang agar tidak menyentuh tubuhnya. Tapi niat itu dihapusnya, “ini kesempatan bagus, jangan disia-siakan.. mungkin kalau dia hamil maka jun pyo akan merubah sikapnya.

Ternyata yang ia lakukan ada guna juga, 2 minggu kemudian jekyong benar-benar hamil tapi dia salah sikap jun pyo masih sama, bahkan tambah dingin terhadapnya. Apalagi perlakuannya saat jun yong dilahirkan. Ia sama sekali tidak merasa cemas, malahan jun pyo sibung menenggelamkan dirinya ke SHINWA.

END FLASEBACK

==@@==

Mobil jun pyo berhenti dengan mulus di depan rumah miliknya sendiri, didalam mobil itu terdapat tiga orang, dua orang laki-laki dan satu perempuan yang tak lain adalah jun yong, jandi dan goo juun pyo sendiri.

Jandi dan jun pyo turun dari mobil bersamaan, sedangkan jun yong sedang tidur di pelukan jandi. Mereka berdua berjalan memasuki kediaman Goo beriringan seolah sebuah keluarga yang habis pulang tamasya.

Pelayan-pelayan menatap tuannya bingung, mereka masih tidak percaya atas kejadian yang dilihatnya. Kajadian yang tidak pernah mereka lihat dari seorang goo jun pyo dan ha jekyong, kini mereka lihat dari seorang geum jandi.
Selesai meletakan jun yong ketempat tidurnya jandi bermaksud untuk mencari taxi dan pulang ke apartement-nya. Tapi sebelum ia pergi dari kamar itu tiba-tiba tangan jandi dipegang oleh tangan jun pyo.

“mau kemana ?..” tanya jun pyo pada jandi yang masih bengong.

“pulang..” jawab jandi singkat.

“aku yang antar..” kata jun pyo sambil bersiap-siap mengambil kunci mobil yang diletakan-nya disamping tempat tidur jun yong.

“tidak usah , kau jaga jun yong saja. Dia butuh kau dan aku bisa pulang sendiri kok..” tolak jandi halus.

“anyio....bahaya pulang malam sendirian..”

“ahh..tap..tapi..” belum sempat jandi berbicara, jun pyo kembali menariknya keluar dari kamar jun yong menuju ke mobil jun pyo yang baru mereka turuni 15 menit yang lalu. dalam hitungan menit mobil itu telah hilang ditelan kegelapan malam.


TBC



Maaf klo ad yg kurang memuas kn
cz gk d cek lg