Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17802 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE special chapter hyesun b'day update nov..18
« Reply #75 on: January 10, 2011, 06:24:04 am »
LOVE : NO OTHER (part 1)

Lee Min Ho mengacak-acak rambutnya dengan tekstur gelisah. Ditangannya tergenggam ponsel berwarna merah. Tak henti-hentinya ia mengangkat telepon itu ke telinganya tapi kemudian di turunkan kembali, begitu seterusnya sejak beberapa puluh menit yang lalu. Ia sedang berada di apartemen mewahnya di pusat kota Seoul. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi matanya tak kunjung mau menutup. Padahal aktivitas sehariannya ini seharusnya sudah bisa membuatnya langsung terlelap tapi....

Dipandanginya lagi majalah yang tergeletak di bawah kakinya. Deadline tertulis dengan font besar-besar plus di bold menghiasi pandangannya, menghipnotisnya untuk kembali menginjak-injak majalah tak berdosa itu.

GOO HYE SUN MENGIDOLAKAN WU CHUN

Lagi. Ia memperhatikan layar ponselnya. Telepon. Tidak. Telepon. Tidak. Telepon. Yak, sudah diputuskan. Ia akan menelpon sang kekasih tersayang, tak peduli orang yang di tuju sudah terlelap atau tidak, hanya satu yang di butuhkannya malam ini. Satu yang bisa membuatnya bisa tenang. PENJELASAN. Hell, bagaimana ia bisa tidur nyenyak dan bersantai-santai menikmati hidup jika sang KEKASIH mengatakan hal yang membuat telinganya berdenging penuh amarah.

TUUT TUUT

Nada sambung terdengar dari seberang membuat Min Ho menghentak-hentakkan kakinya tak sabar.

“Hmm??” suara malas terdengar dari seberang, pertanda bahwa sang empunya sudah setengah terlelap.

“Akhirnya.” Min Ho menggigit bibir bawahnya. “Kau sudah tidur?”

“Aaa..”

“Ada yang ingin ku tanyakan.”

“Mwo?”

“Apa maksudnya itu?”

“Mmm??”

“Statementmu. Tentang Wu Chun.”

Hening sebentar. Tak berapa lama terdengar bunyi seperti langkah kaki dari seberang. Ceklek. Hye Sun membuka pintu kamarnya, ia berjalan menuju dapur mini di apartemennya di Taiwan. Telepon yang masih terhubung dengan Min Ho tergenggam di tangannya. Perlahan ia mengambil gelas dan menuang air mineral yang diambilnya dari kulkas. Sambil masih menggenggam gelas ditangan kiri dan ponsel ditangan kanan Hye Sun berjalan menuju ruang tengah, memposisikan dirinya dengan nyaman di atas sofa yang berhadapan langsung dengan gerlap-gerlip pusat kota Taiwan.

“Kau menelponku tengah malam seperti ini hanya untuk menanyakan hal yang tidak penting?” kata Hye Sun datar setelah ia meminum air yang dibawanya tadi.

Di seberang Min Ho menjambak rambutnya frustasi. “Hal yang tidak penting? Demi Tuhan Hye Sun. Ibuku sudah membaca berita memuakkan ini dan ia menanyakannya padaku. Ia pikir kita sudah putus! Kau masih menganggap hal ini tidak penting?”

Hye Sun mendesah pelan, “Kalau begitu apa yang kau inginkan?”

“Penjelasan.” tandas Min Ho.

Lagi Hye Sun mendesah, “Kalau begitu tidak ada yang perlu ku jelaskan.”

“Mwo? Tidak ada? Tcah!”

“Ne, tidak ada yang perlu di jelaskan kan? Aku melakukan apa yang harusnya aku lakukan agar rating drama baruku nanti naik.”

“Dengan mengatakan bahwa Wu Chun adalah pria yang kau sukai? Begitu?”

“Yyaa...waktu dramamu bersama tante girang itu kau bahkan menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya. Sampai-sampai netizen beranggapan kalau kau mendekatinya kan? Lalu apa bedanya dengan kondisiku sekarang?”

Min Ho menghempaskan tubuhnya di sofa. Tangan kirinya memijit-mijit keningnya yang tiba-tiba pusing. “Jadi?”

“Jadi apa?” tanya Hye Sun. Keningnya sedikit terangkat ke atas ketika mendengar Min Ho bertanya.

“Hubunganmu dengan dia.” Min Ho sedikit memperjelas maksud pertanyaannya. “Kau... tidak tertarik padanya kan?”

Sekali lagi Hye Sun mendesah. Kelakuan Min Ho yang kekanak-kanakkan membuatnya tambah capek. Yah, ia sudah sangat capek menjalani schedulenya hari ini. Bertemu beberapa produser-produser terkenal yang menawarinya main di beberapa drama (yang tentu saja ditolaknya), menghadiri jamuan bersama beberapa artis Taiwan papan atas, termasuk Wu Chun. Dan ia baru saja terlelap ketika Min Ho menelponnya. Pikirannya sudah cukup penat sekarang, jika ditambah dengan rengekan Min Ho meminta penjelasannya ia tidak akan sanggup lagi. Bisa-bisa ia tidak bisa bertemu personel Fahrenheit yang lain besok.

“Yyaa... kenapa diam? Kau... tidak mungkin!! Kau pacarku!” tanpa sadar Min Ho membentak Hye Sun dengan kerasnya, sehingga membuat kepala Hye Sun semakin pening.

“Lee Min Ho-ssi, bisa kita bicarakan ini besok pagi? Kepalaku pusing sekali. Aku mau tidur.” kata Hye Sun dengan suara datar, ia bahkan memanggil nama Min Ho lengkap dengan embel-embel ssi dibelakangnya, menandakan bahwa Hye Sun benar-benar sudah capek tingkat akut.

“Tidak! Aku butuh penjelasanmu! Se-ka-rang!”

Dan tanpa membalas perkataan Min Ho, Hye Sun langsung memutuskan sambungan. Membuat sang lawan bicara mengerang frustasi sambil menjambak rambutnya kuat-kuat.

***************************

Pagi itu Min Ho terbangun dengan pening yang mendera kepalanya. Dengan tersaruk-saruk ia keluar dari kamarnya dan menuang segelas air putih. Otaknya memutar ulang kejadian semalam yang sukses membuatnya tidak bisa tidur hingga jam 4 pagi.

“AARRRGGHH!!” Min Ho menjambak rambut kusutnya kuat-kuat. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di kursi meja makan dekat tempat ia berdiri. Tangan kanannya digunakan untuk memijit-mijit kepalanya yang tambah pening. Sepintas matanya melirik jam di dekat telepon. 09.45. Ia punya pertemuan dengan salah satu produser pagi ini, dan itu berkaitan dengan drama barunya nanti. Jadi, mau tidak mau ia harus segera membersihkan diri dan langsung meluncur ke tempat menejernya.

Dengan langkah malas ia berjalan ke kamar mandi. Baru dua langkah ia berjalan suara bel membuatnya mengubah jalur. Menejer Min Ho komat-kamit tak karuan ketika mendapati Min Ho belum siap sama sekali. Padahal pertemuannya dengan produser drama barunya pukul 10 tepat.

“Apa yang terjadi denganmu, Mino-ssi.” Kata manager Min Ho. Ia memperhatikan penampilan kusut Min Ho dari atas kebawah lalu keatas lagi lalu kebawah lagi. “Penampilanmu kacau sekali hari ini. Apa kau sakit?”

“Anhi, ahjussi.” Kata Min Ho pelan. “Park ahjumma sudah menghubungimu?”

Berbagi sedikit rahasia, manager Min Ho dan Hye Sun berpacaran. Yak, berpacaran. Intens pertemuan diantara keduanya membuat mereka jadi saling mengenal satu sama lain dan kemudian berkembang menjadi lebih dari sekedar sahabat. Atau benih-benih cinta Min Ho dan Hye Sun telah menjangkiti mereka? Entahlah. Saya saja author paling unyuuuuuuu tidak tahu.

“Ne. Semalam kami bahkan melakukan.....”  manager Min Ho melayangkan pandangannya kesekeliling, memastikan tidak ada yang mendengar percakapan mereka. “Sex phone.” Bisik Kim Ahjumma ditelinga kanan Min Ho.

“MWO??” seru Min Ho. Ia langsung menarik Kim Ahjumma masuk dan mengunci pintu apartemennya. “Apa kau bilang tadi?”

“Sex phone. Memangnya kenapa? Jangan bilang....... jangan bilang kau belum pernah melakukannya dengan Hye Sun-ssi.” Tanya Kim Ahjussi dengan gayanya yang didramatisir.

“Mau melakukan bagaimana, semalam saja kami bertengkar hebat.”

“Mwo? Bertengkar?” seketika pandangan Kim Ahjussi tertumbuk pada majalah yang bagian depannya sudah hampir robek. Ia memandang Min Ho dan berkata, “Ck, kau ini benar-benar kekanak-kanakan.” Ia mengambil majalah itu dan menunjukkannya pada Min Ho. “Hye Sun-ssi melakukan ini agar rating dramanya naik. Kau dengan tante ganjen itu juga kan? Kenapa harus marah?”

“Kalau kau seperti ini terus, aku jamin Hye Sun tidak akan tahan denganmu.”

“Mwo? Cih, kau tidak tahu apa yang kurasakan.”

“Dengar, Mino-ssi. Hye Sun-ssi sudah dewasa. Ia tahu mana yang terbaik untuknya. Dan jika kau terus bersikap kekanak-kanakan seperti ini, kalian tidak dapat bertahan. Ditambah...” Kim Ahjussi mengambil napas panjangnya, “Wu Chun-ssi lebih dewasa daripada Hye Sun-ssi. Rubahlah sikap kekanak-kanakanmu itu. Itu hanya nasehatku.”

Min Ho mendengus. Ia melangkahkan kaki jenjangnya kearah kamar mandi dan membating pintu itu dengan kerasnya.

TBC ke part dua........[/color] *peyukpeyuk ah in oppa* [on] [on]

POJOK AUTHOR :

JANGAN PROTES KARENA KEPENDEKAN. Saya, author yang paling unyu, mengetik fict ini pada pukul 22.23. kasihanilah saya....
Err...saya buat Hye Sun disini agakagak devil, pengen liat Min Ho menderita dulu. dududududu[/font]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME