Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99558 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #105 on: January 13, 2011, 09:45:06 am »
CO CAST
JO IN HWA  as  Ny. Park In Woo



LEE  DAE HAE as Kim Dae Haa




LEE JUNG GIL as Mr. Kim Jung Gil



JUNG HO BIN as Ajudan Lee




JAN WONG YOUNG as Wartawan Hyung Wong










“ ah….sampai kapan skandal putera keluarga Lee berakhir dan tidak menjadi topic yang besar saat ini!!

“ menurutku, ….itu bukan scandal tetapi……Pesona dari seorang pewaris Lee”

“ you are the last man, darling……yang aku cintai didalam hidupku…selamanya”

“apapun yang terjadi, jangan menyerah”

Surat atau pun ciuman, tidak dapat membuktikan dengan tepat apakah seseorang itu mencintaimu atau tidak”

“tapi…dengan hati…dengan hati kau bisa melihat cinta orang yang ada disisimu”





CHAPTER 3






Minho menatap wajah yang baginya sangat tidak asing.

“gadis itu….bukankah ia gadis yang kutemui di Café Manolin?”bisiknya dalam hati.


“ maaf…..maaf….maaf tuan aku tidak sengaja”

“aku yakin kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan nona”



Minho tersenyum melihat kegugupan gadis yang ada dihadapannya saat ini, kegugupan yang sama saat gadis itu menabraknya dan menumpahkan kopi kejasnya dua hari yang lalu.

Hampir semua mata melihat kejadian itu, begitu juga dengan Daniel yang sedikit terkejut.

Ia segera melangkahkan kakinya, menghampiri Hye Sun yang tampak kebingungan.

“Hye sun ….. kau tidak apa- apa?”

“Oppa…..” lirih Hye sun.

Wajah hye sun memerah karena menahan rasa malu yang besar.

“Nyonya…..maafkan kesalahan adik saya” ucap Daniel sambil menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf.

Wanita itu menatap wajah Daniel.

“Mr Goo…..jadi gadis ini adik anda?” Tanya wanita itu lagi.

“ya…...benar ” Balas Daniel lagi.

Hye sun menundukkan kepalanya lagi

“mianhe….mianhe Nyonya”

Saat menunduk sesekali ia melirik kearah minho dengan diam- diam. Tapi….saat ia melirik kearah lelaki itu, saat itu juga minho menatapnya.

“oh tuhan….apa dia mengenalku….” Tanya hye sun dalam hati.

“ia….tidak sengaja melakukannya Nyonya Woo.”

Raut wajah Nyonya Woo yang pada awalnya kesal, tiba- tiba berubah,…. Ia merasa canggung untuk beberapa saat.

“oh….tidak apa- apa Mr.Goo. aku bisa memaklumi ketidak hati- hatian nona muda ini”

“terima kasih Ny.woo” balas Daniel

Ny. Woo adalah seorang janda dari pengusaha II woo.
 
Saat ini pada usianya yang ke 46 tahun, ia sukses membangun perusahaannya bersama putranya yang berusia 25 tahun, Joe Il Woo.


“kalau begitu…aku akan ketoilet untuk membersihkan bajuku”


“ saya akan membantu anda Nyonya,,,,” Hye sun mencoba  menawarkan diri untuk membantu Nyonya Woo.

“ah…tidak perlu, tidak apa- apa Nn.Goo” ia berkata sambil tersenyum

Wanita itu juga merasa tidak enak hati karena telah membentak hye sun yang tidak sengaja melakukan hal itu padanya.

Atau…lebih tepatnya kepada tuan Goo, yang merupakan pengusaha yang cukup sukses dan terpandang di Seoul.

Ny.woo dengan segera berjalan menuju arah toilet. setelah ia berpamitan pada Mr.Goo, ....



Kini…pesta berjalan seperti biasa, seolah- olah tidak ada yang terjadi.

“oppa…mianhe”

“dipesta pertamaku….aku sudah membuatmu malu” hye sun berkata dengan lembut.

Daniel tersenyum mendengar perkataan adiknya.

“sudahlah….kau juga tidak sengaja melakukannya, Princess”

Daniel merangkul pundak hye sun, dan tersenyum.

Minho terus menatap hye sun. dan juga Daniel yang berada disamping gadis itu.

Ia juga sadar…saat ini semua wanita juga menatapnya, menarik pesona “Sang Cassanova”.
 
Hye sun bisa merasakan tatapan minho. Namun…ia pura- pura tidak melihat, dan berusaha bersembunyi dibalik tubuh Daniel.

“apa…menurutmu….gadis itu kekasih Goo Daniel?” Tanya minho pada Eun Jeong.

“sayang….Goo Daniel telah menikah,” balas Eun jeong

“apa kau tidak tahu?” tanyanya lagi.

Mendengar kata- kata itu MinHo terlihat sangat terkejut. Dan ia kembali menatap  hye sun dan Daniel.

“benarkah?” Tanya minho.

“ya….kira- kira lima bulan yang lalu” jawab eun jeong lagi.

Minho mengerutkan dahinya, ia terlihat sangat kecewa (wah rada2 ga nyambung nih minho)  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


“hah!!!... aku memang tidak pernah tertarik akan kehidupan pribadi Goo Daniel” ucapnya sinis

“ne…araso…kau memang tidak pernah tertarik pada siapapun sayang…”balas eun jeong lagi

“kau tahu….ia menikahi isterinya secara mendadak”

“sepulangnya dari London” tukas Eun Jeong lagi

Minho tersenyum sinis mendengar kalimat terakhir eun jeong.

“ya…tentu saja. Ia pasti takut kehilangan wanita muda yang terlihat seperti adiknya itu”

Suara minho terdengar seperti mengejek. Bisa terlihat kekesalan dimatanya. Ia lalu meneguk segelas chaimpaign yang ada dalam genggamannya.

Eun Jeong kembali tersenyum.

“adiknya…?? Apa kau pikir wanita yang disampingnya itu adalah isteri yang kumaksud?” Tanya Eun Jeong.

Minho menatap wajah Eun Jeong dengan heran.

“apa maksudmu?” Tanya Minho heran

“sayang…itu memang adiknya…..wanita yang kumaksud bukan dia”

Wajah minho memerah, ia merasa malu akan ucapannya sendiri.

“a………benarkah? kupikir gadis itu isterinya, huh!!”

“aku memang tidak pernah ingin tahu akan kehidupan Goo Daniel” ucap minho

Ini adalah kedua kalinya ia mengatakan hal yg sama untuk melindungi dirinya. “ tidak pernah ingin tahu”

Eun Jeong, tertawa kecil. Untuk  pertama kalinya minho “termakan” kata- katanya sendiri.

Ini juga pertama kalinya seorang pria seperti Lee Min Ho tidak mengerti akan kata- kata lawan bicaranya.

“sayang…..bagaimana kalau  kita menghampiri Mr.Goo” pinta Eun Jeong

“menghampirinya…..?” Tanya minho sinis.

“itu jika kau suka….” Suara Eun Jeong terdengar kecewa.

Min ho menatap wajah hye sun untuk kesekian kalinya, sambil menikmati champagne nya.

 “sepertinya…menarik….baiklah… lagi pula….Aku dan Mr.Goo juga sudah lama tidak saling menyapa”. Tukas minho dengan suara  dingin.

 Minho menerima ajakan Eun Jeong. Tentu saja wanita itu merasa senang dan bahagia, karena lee Min Ho tidak menolak permintaannya.

Min Ho dan Eun jeong perlahan menghampiri Daniel dan Hye Sun.

sambil menggandeng tangan Eun Jeong, dan …. menatap wajah Hye sun. minho berusaha mengeluarkan “pesona”nya.


Namun, dapat terlihat “sang cassanova” hanya ingin menghampiri korbannya.

Mungkin agar dapat melihat “sang korban” lebih dekat. Ia sama sekali tidak perduli tentang Goo Daniel, maupun siapa wanita yang dinikahinya.

Min ho memang sangat terkejut bahwa “korban”nya adalah adik dari pesaing bisnisnya Goo Daniel.

Saat ini pandangannya hanya mengarah pada gadis yang ia jumpa di café dua hari yang lalu….

Dan gadis yang sama sekali belum bertanggung jawab atas kesalahannya.

“sepertinya…ini akan jadi permainan yang menarik”bisiknya dalam hati.

“bagaimana…perasaan gadis itu saat aku menghampirinya” minho tersenyum licik. Sambil menggigit kecil bagian bawah bibirnya

Hye sun bisa melihat kini Sang Cassanova berjalan menghampirinya… semakin lama semakin dekat….

Dan……Kini ‘sang Cassanova” beserta kekasihnya telah berdiri dihadapan Daniel, dan dihadapannya!!!

“apa kabar anda, Mr.Goo?” sapa Minho.

Daniel sedikit terkejut dan memandang wajah pesaing yang ada dihadapanya itu.

 Ini pertama kalinya pria Scandal itu menyapanya terlebih dulu.

 Dan hye sun….ia menundukkan pandangannya, kini kakinya kembali gemetar….

“oh…Mr. Lee….baik…. kabar ku baik” balas Daniel

 “bagaimana dengan perusahaanmu saat ini, apakah berjalan lancar” Tanya Daniel sebagai basa- basi.

“tentu saja,,,,,beritanya dapat anda baca di Koran halaman utama , Mr. Goo” balas minho lagi

Daniel tersenyum, Sifat minho menurut Daniel sama sekali tidak dewasa. Dan Daniel berfikir bahwa ia tidak harus berhadapan dengan “anak ingusan” ini.

Minho menatap lagi kearah hye sun. tatapan tajam, dan seolah – olah ingin menelan gadis itu hidup- hidup.

Tidak lama kemudian, ia merasa harus mengenalkan gadis yang ada disampingnya, untuk mencairkan suasana.

“ah….ini….Eun Jeong, dia…”

Belum lagi menjelaskan siapa Eun Jeong, Daniel tiba- tibe memotong kata- kata minho

“aku yakin,,,,dia pasti kekasihmu kan?”

Minho merasa sedikit terganggu akan kata- kata Daniel yang seolah- olah mengejeknya.

“oh… ne” jawab minho dingin

“ aku Eun Jeong, senang berkenalan dengan anda Mr. Goo”

“begitu pula dengan ku Nn.Eun Jeong” balas Daniel lagi.

Eun Jeong menatap wajah hye sun. ia lalu tersenyum…

“dan ….aku yakin nona ini adik anda Mr.Goo?” Tanya Eun Jeong.

“ya….ini adikku….Goo hye sun” balas Daniel.

Minho menatap gadis itu lagi.

“mmm….jadi….namanya Goo Hye Sun?” bisik minho dalam hati.

Tanpa basa basi, minho mengulurkan tangannya….

“senang berkenalan dengan anda hye sun_ssi”

Hye sun merasa kakinya semakin gemetar….ia merasa gugup…..

kali ini untuk kedua kalinya, ia harus berhadapan dengan “Sang Cassanova”,Menatap matanya….

Daniel merasa sedikit heran akan tingkah adiknya itu. Untuk menyembunyikan rasa gugup itu hye sun pun menyambut tangan lelaki yang sangat ia “takuti” itu.

“begitu juga dengan saya Mr. lee” balas hye sun gugup.

Genggaman tangan minho sangat erat, hye sun bisa merasakan seolah-olah, lelaki itu tidak akan melepaskannya.

Eun jeong yang melihat hal itu merasa sedikit terganggu begitu juga dengan Daniel, ia merasa tidak suka jika minho menatap adiknya seperti tatapannya saat ini.

Kini hye sun merasa seperti terdakwa dihadapan minho, sama halnya saat ia berhadapan dengan lady park.

Tidak lama kemudian, dengan ramah Eun jeong memperkenalkan dirinya pada hye sun. saat pertama melihat wanita itu, hye sun merasa sangat nyaman.

Wanita itu tidak hanya cantik tapi juga mempesona.

Sesaat terbesit dibenaknya mengapa wanita seperti eun jeong, menyukai laki- laki seperti Lee Min Ho.

Hye sun yakin eun jeong bahkan bisa mendapatkan pria yang lebih baik. Bisik  hye sun dalam hati.




Dari kejauhan Lady Park bisa melihat Daniel ….

“dia pasti menunggu lama” bisik Lady Park dalam hati.

Perlahan wanita itu berjalan dengan anggunnya. Dan sesekali melempar senyum kepada beberapa tamu undangan yang melihatnya.
 
Ia menyadari saat ini hye sun berada disamping suaminya. Tapi.. siapa dua orang itu….tanyanya lagi dalam hati.

“sayang….maaf jika aku terlalu lama” ucap lady park pada Daniel

Eun jeong dan minho menoleh kearah wanita itu.


“ kali ini tubuhku terasa seperti bara api…..entah kenapa saat melihatnya, kemarahan itu datang. Betapa aku membencinya, betapa ia membuka luka lama yang telah kusimpan…..dadaku terasa sesak saat melihat senyumnya….. kebahagiaan …yang jelas terpancar di wajahnya…saat ini…..kini …ia berada dihadapanku….wanita yang paling kubenci didunia ini”



“ oh tuhan…. Berapa kali aku mengubur kisah ini…..berapa kali aku menyembunyikannya…..berapa kali aku menghindarinya….berapa kali aku menganggap ia tidak pernah ada…..tapi….kini ia ada dihadapanku….aku bisa melihat kebenciannya…..kebencian dimatanya….apa yang kini harus kulakukan”



“Mr. Daniel…apakah ini isteri anda?” Tanya eun jeong.

“ya,,,kenalkan ….. ini isteriku, park si yeon” jawab Daniel. Sambil merangkul mesra tubuh Park Si yeon

Lee min ho terdiam membisu. Wajahnya terlihat pucat. Kini…tidak ada senyuman dibibirnya lagi.

Takdir membawanya kembali… kembali ke masa dimana …..luka itu….luka itu kembali menyeruak…

“Park….Si yeon….” Bisik minho dalam hati

_________________________________OOO_______________________________-






Lee min ho menatap wajah Park Si Yeon dengan tatapan yang tajam. Dapat terlihat jelas kemarahannya. Park Si Yeon merasa gugup dengan  pandangan lelaki yang kini ada dihadapannya.

Kemudian Lady Park dengan tiba- tiba mengulurkan tangannya pada eun Jeong, guna menyembunyikan rasa gugupnya.

“senang berkenalan dengan anda, nona….”

“Eun Jeong, namaku Eun Jeong” eun jeong pun membalas uluran tangan wanita itu.

Kemudian Lady Park menatap  Daniel, suaminya….

“dan apakah ini, Mr. Lee yang sering kau bicarakan itu,…sayang” Tanya lady park pada Daniel.

“ya…benar” Balas Daniel.

 Tanpa ragu Lady Park mengulurkan tangannya pada minho. Minho kini menatapnya, tatapan yang dingin.

 Namun,…..tanpa ragu, minho membalas uluran tangan Park Si Yeon.

“ suatu kehormatan bisa berkenalan dengan anda Mr. lee” tukas Lady Park dengan suaranya yang lembut.

Minho hanya diam, dan dengan segera melepaskan jabatan tangannya. Kemudian, ia menatap wajah Daniel dan Hye sun.
 
hye sun merasa tatapan lelaki itu sangat berbeda, sebelum kedatangan Lady park. Namun, gadis itu mencoba untuk tidak memperdulikannya.

Suasana tiba- tiba menjadi sedikit “tegang”. Terdengar alunan music Clasik dengan jelas,

dan kini minho hanya menatap para pemain biola yang mengalunkan dengan indah musiknya.

Begitu juga Daniel, yang merupakan seorang pria yang sangat menyukai music, khususnya music classic.

“apakah anda menyukai music classic, Mr. lee” Daniel bertanya pada minho.

Minho terdiam sejenak.

“tidak….aku tidak suka, music klasik. Bagiku music klasik adalah music yang begitu membosankan.” Jawab minho dengan dingin

“mengapa kau berkata seperti itu Mr.Lee?” Tanya Daniel lagi.

Kali ini minho menatap wajah Daniel, dengan pandangan sinis

“karena music klasik hanya akan membuka luka lama bagiku” balas mino.

Daniel tersenyum kecil. Lady Park sesekali menatap wajah minho, dan hye sun kembali menundukkan wajahnya sambil memuncungkan bibir  mungilnya.

“sepertinya…anda sangat menyukai music klasik Mr.Goo?” Tanya eun jeong.

“iya tentu saja. Aku sangat menyukai music klasik. Khususnya, karya Beethoven,,,,,” balas Daniel sambil tersenyum.


“aku biasa mendengarkannya, bersama isteriku” balas Daniel lagi.

“a…terdengar sangat romantic Mr.Goo” balas eun jeong lagi.

Daniel tersenyum lagi, begitu juga dengan Lady Park. Wanita itu tersenyum, meskipun senyuman yang sangat dingin dan kaku.

“Oppa….sangat menyukai Fur elise, karya Beethoven, aku selalu mendengarkan music itu, hingga akhirnya akupun menyukainya”  

ucap hye sun dengan Tiba- tiba.

“benarkah?” Tanya Eun Jeong lagi

“ya….benar” hye sun berkata sambil tersenyum.

Namun, seketika itu juga senyumnya berubah, saat minho menatap wajahnya untuk kesekian kali.
Dengan segera Ia  menundukkan wajahnya, dan pura- pura tidak melihat tatapan itu.


“ adikku benar…Nn. Eun Jeong…. Dengan music itu juga, aku dan wanita yang kucintai bertemu”

balas Daniel lagi sambil menatap wajah Lady Park dengan tatapan mesra.

Eun jeong tersenyum melihat mereka berdua, tapi tidak dengan minho. Wajahnya memerah, seolah- olah menahan amarah yang berkecamuk di dalam dirinya.

kemudian ia meneguk champagne yang baru saja ia ambil dari seorang pelayan, yang lewat dihadapannya. Hye sun merasa heran dengan tingkah lelaki itu.

Hanya gadis ini yang sadar  bahwa lelaki itu terlihat menahan amarahnya.

Begitu juga dengan Lady Park. Wanita ini sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun

ia hanya tersenyum itu pun hanya dengan senyuman kecil yang terlihat kaku.

“Mr. Goo sepertinya…..kami harus permisi dulu,….” Ucap minho dengan suara dingin.

Eun jeong sedikit terkejut mendengar ucapan itu. Namun, dengan wajah arogannya minho memeluk  erat pinggang eun jeong
dan melangkah menjauhi dan meninggalkan Daniel, sebelum Daniel membalas ucapan perpisahan itu.  Tentu saja, itu sangat membuat dirinya keheranan, begitu juga dengan Hye sun. meskipun begitu, hye sun  merasa bersyukur bahwa lelaki itu telah beranjak pergi dari hadapannya.



“kita pulang!!!” bisik minho ketus.

“pulang…ta…tapi….pesta ini belum usai sayang” balas eun jeong.

Minho hanya diam. Wajahnya seperti bara api …… fikirannya terasa sangat kacau saat ini. Minho sengaja melewati pintu belakang,

bersama eun jeong agar tidak ada yang melihatnya keluar dari pesta itu.

Namun sebelumnya, Minho menghubungi supirnya, untuk menunggu di tempat yang telah ia tentukan.

Eun jeong begitu heran akan sikap minho malam itu.

Wajah “manis”nya tidak terlihat lagi kini, yang ada hanya wajah kesal, amarah, dan kebencian.

Namun, eun jeong mencoba menuruti apapun yang diinginkan minho, meskipun ia tidak ingin meninggalkan pesta malam itu.

Saat itu juga…terlihat mobil sedan hitam mewah telah menunggu mereka. Sang supir membukakan pintu mobilnya untuk minho, dan eun jeong.

Dan kini sedan mewah itu pun akhirnya berlalu…..




Di dalam mobil minho hanya diam, ia menatap dari dalam jendela mobilnya.

Pandangannya begitu kosong. Sesekali ia mengingat pertemuannya dengan Park Si Yeon di pesta.

eun Jeong, merasa ada sesuatu yang mengganggu pikiran lelaki itu.

Namun, ia tidak berani untuk bertanya, bahkan sampai mobil sedan itu berhenti di depan apartemennya.

Sang supir membukakan pintu untuk Eun Jeong. Namun sebelum ia turun…..

“sayang, kau …tidak ingin menginap” Tanya Eun jeong memberanikan diri.

“tidak!” ucap minho dingin

Eun Jeong tersenyum….

“baiklah, kalau begitu…..aku pulang ya?”

Minho hanya diam seribu bahasa. Sampai wanita itu keluar dari mobilnya ia tetap diam.

Buzzzzzzzzzzzzzzzzz



Kini eun jeong hanya mampu melihat sedan mewah itu berlalu dari pandangannya….

“kuharap…hubungan ini belum berakhir” bisik eun jeong dalam hati.




____________________________oooo__________________________








Mobil sedan itu berjalan menyusuri jalan- jalan di seoul….. yang terlihat sangat ramai.

Minho kembali menatap keramaian itu dari dalam jendela mobilnya.


“Ia kembali…..kenapa ia kembali???” bisik minho dalam hati


Minho mengingat kembali pertemuannya dengan Park Si yeon di pesta itu.

Ia masih teringat wajah wanita….wanita yang telah menyakitinya, dahulu….. yang sekarang menikah dan menjadi Nyonya Goo Daniel, Pesaing bisnisnya.


 

Kemudian lamunannya kembali pada…..5 tahun yang lalu……..



Saat itu musim gugur yang indah……
Daun- daun mulai menggugurkan diri mereka ke tanah…..
Sore itu, angin bertiup sepoi- sepoi, namun,….udara sangat terasa dingin menusuk kulit….

Terlihat sepasang kekasih, menikmati sore itu. Mereka duduk diatas kursi yang terbuat dari kayu.

Sang gadis bersandar didada lelaki itu, sambil memejamkan matanya….

“Yoena,” panggil minho pada gadis yang sedang bersandar dalam pelukannya.
“ya” jawab gadis itu.

“menurutmu….sudah berapa lama kita bersama?” Tanya minho.

“ tiga tahun, aku sudah menjadi kekasihmu selama tiga tahun” ucapnya sambil tersenyum.

Tidak lama kemudian yoena memanggil, minho dengan suaranya yang lembut.

“Minho” panggilnya.

“ya” jawab minho dengan suara lembutnya sambil membelai rambut gadis itu

“kau tahu….aku bisa mendengarkan detak jantungmu dengan jelas, saat aku bersandar didadamu”

Minho tersenyum kecil,…
“benarkah?” Tanya minho lagi
“ya….benar” jawab Yoena.

Saat itu usiaku 24 tahun. Dan usianya menginjak 20 tahun. Park Si Yeon, adalah wanita yang sangat kucintai, cinta pertamaku.

Aku memanggilnya, Yoena. Itu panggilan sayangku padanya.

 Ia sangat menyukai bunga mawar, sehingga setiap hari ulang tahunnya, aku selalu memberikan bunga mawar, sesuai dengan jumlah usianya.

dan…aku ingin selamanya begitu….

Yoena sangat mencintai mawar- mawar itu, ia juga sangat mencintai music klasik, karya Beethoven sama seperti diriku, dan….ia juga sangat mencintaiku…..

Yoena melepaskan pelukannya dari tubuh Minho, lalu ia tersenyum…

Kemudian minho menatapnya, dengan tatapan penuh cinta

“ sebentar lagi ulang tahunmu… kira- kira…kado apa yang kau inginkan dariku?” Tanya minho

Yoena tersenyum pada lelaki disampingnya.

“tentu saja,,,,, mawar” balas gadis itu.

“kenapa….kau suka sekali pada mawar?” Tanya minho lagi dengan heran.

“karena….mawar…adalah hadiah pertama yang kau berikan padaku, dan itu sangat berharga dibanding perhiasan mahal, apapun didunia ini” jawabnya lagi.

Minho kembali menatap wajah kekasihnya, ia merasa menjadi lelaki beruntung bisa mencintai gadis seperti Park si Yeon. Kemudian gadis itu berkata lagi…

“begitu juga saat aku menyukai music karya Beethoven, ….musik yang selalu kau sukai….”

“aku bahagia bersamamu, Yoena…..dan….aku ingin selamanya seperti ini” tukas minho lembut.

Lalu ia mengecup mesra bibir Park Si Yeon dengan lembut…..dan kemudian memeluk erat gadis itu lagi.

“kau tahu….kali ini aku akan memberikan kejutan pada hari ulang tahunmu”  tukas minho

“apa itu…..katakan padaku, minho” Yoena berkata dengan manja

Minho tersenyum, kemudian perlahan melepaskan pelukannya. lalu berdiri dari duduknya.

“kali ini….jika mampu menangkapku…..aku akan mengatakan kejutan itu padamu” tukas minho.

Lee min ho berlari  mundur menjauhi Park Si Yeon, sambil tertawa.

“Baiklah!!!!.....minho……aku akan menangkapmu….” jerit Yoena keras.


Gadis itu…..berlari kearahnya………….





“kemana kita akan pergi tuan…. Apakah kita kembali…. kerumah ?” Tanya supirnya.

Minho tersadar dari lamunannya….kemudian ia diam membisu untuk beberapa saat , ia tidak tahu harus kemana…. Tujuannya kini hanya rumah untuk

menenangkan pikirannya saat ini. Tapi,… tiba- tiba ….ia mengambil keputusan mengejutkan untuk dirinya.

“tidak…..kita akan kembali ke pesta,…….. ada sesuatu.. yang harus aku selesaikan” ,” tukas minho dingin

“baik Tuan” jawab supir itu




 ___________________________ooo____________________________








Suasana pesta masih terasa meriah. Musik masih mengalun dengan indah…..

Terlihat hye sun pun menikmati pesta itu, tidak ada yang mengganggu pikirannya saat ini. Daniel juga terlihat asyik menikmati pesta itu bersama teman koleganya. Mereka duduk di satu meja yang telah disediakan, membicarakan bisnis dan perusahaan mereka.

Saat ini hye sun duduk bersama Lady park di meja yang berbeda . mereka hanya berdua, dan tidak saling berkata apa- apa….

Diam- diam hye sun  menatap wajah wanita itu, pandangan Lady park terlihat kosong,

wajahnya juga terlihat lelah dan bosan. Kemudian hye sun mengarahkan pandangannya ke Daniel, yang asyik berbincang- bincang dengan Mr. Kim dan beberapa kolega.

Dari sana, hye sun sama sekali tidak melihat keberadaan “sang Casanova” bahkan sejak lelaki itu pergi dari mereka.
 
Hye sun sangat bersyukur atas “hilangnya” lelaki itu dari pandangannya. Ia merasa bisa lebih tenang menikmati pesta malam ini.


Berbeda dengan lady park yang sedari tadi memikirkan pertemuannya dengan “kekasih lamanya” itu. Ia sadar sepulangnya dari London,  ia harus siap akan hari ini,….siap apabila minho dan dirinya bertemu dalam keadaan yang berbeda.

Meski saat ini semua sudah berbeda, entah kenapa ia berfikir cinta minho tidak berubah padanya. Ia bisa melihat  tatapan lelaki itu saat melihatnya, meskipun penuh dengan amarah dan kebencian. “apakah….dia masih mencintaiku, bisik Lady Park dalam hati.

Seorang wanita cantik mengenakan gaun putih keemas- emasan. Dengan kalung mutiara yang ia kenakan di leher dan telinganya.

Wanita cantik itu, perlahan melangkahkan kakinya menuju keatas pentas. Saat ia berada di atas pentas, musik yang semula mengalun dengan indah… terhenti….

“ maaf mengganggu pesta anda sejenak…. Tuan dan nyonya sekalian….”

“sebelum…pesta ini dilanjutkan kembali,…..saya……mengucapkan terima kasih atas kehadiran anda semuanya, di pesta Ulang tahun Mr. Kim jung Gil…..”

tukas wanita itu.
“dan…saya…. berharap tuan dan nyonya…dapat menikmati pesta ini, sampai dengan selesai…”

“saya kim Dae Haa, puteri dari Mr. Kim sekali lagi mengucapkan terima kasih”

Semua tamu bertepuk tangan…….Begitu juga dengan Hye Sun dan Lady Park.

“benar- benar wanita yang sempurna” bisik hye sun dalam hati.

Dae haa perlahan menuruni pentas, music kembali dialunkan. Dae haa melangkahkan kakinya menuju kearah Mr. Kim ,
 
kemudian ia mencium pipi ayahnya….

“happy birthday…..Daddy…..” tukas wanita itu lembut.


Kim dae ha adalah puteri tunggal dari Mr.Kim. ia merupakan salah satu model terkenal di Korea. Namun, tidak hanya itu wanita ini juga merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan ayahnya, KIM COPERATION. Selain cantik dan pintar, ia juga merupakan salah satu idola pria korea. Namun…., hanya satu yang bisa merebut hatinya. Yaitu “sang cassanova”.


Tidak ada satu pun yang mengetahui hubungan itu. Sampai akhirnya mereka berpisah, setelah sepuluh hari menjadi sepasang kekasih. Minho meninggalkannya, dengan alasan Dae Haa terlalu sibuk pada urusannya, dan tentu saja itu membuat minho merasa bosan, dan mengucapkan kata perpisahan. Namun begitu, tidak ada dendam di hati wanita itu. Bahkan bisa dikatakan, mereka berhubungan baik layaknya teman, sampai saat ini.




 “KRUKKKKKKK…KRUKKKKKKKKKKKK”

“uh….kenapa dengan perutku”

“ apa aku terlalu banyak meminum champagne?” ” bisik hye sun dalam hati.

“ Lady Park…aku…akan ke toilet sebentar”tukas hye sun pada wanita yang duduk disampingnya.

Lady park hanya diam, hye sun tahu wanita itu tidak akan memperdulikan kemanapun ia akan pergi.

Tapi paling tidak, jika kakaknya Daniel mencari, ia akan tahu dimana keberadaan hye sun saat ini.


Hye sun melangkahkan kakinya menuju toilet. Lady park kini duduk termenung, sendirian. Tubuhnya terasa lemas, seharusnya ia tidak perlu merasakan hal ini. Toh, selama 5 bulan sepulangnya dari London, ia selalu mendengar “sepak terjang” mantan kekasihnya itu. Dan merasa….biasa akan hal itu. Meskipun saat awal mendengarkan kisah minho setelah 5 tahun perpisahan, ia merasakan kehidupan  lelaki itu telah banyak berubah.


Tapi entah kenapa saat ia kembali berhadapan dengan minho, pikirannya kembali kacau. Ia merasa gugup, dan….takut. apakah karena kesalahan yang ia lakukan lima tahun yang lalu….. ataukah hanya perasaan biasa seorang wanita yang bertemu dengan “mantan kekasihnya”.
 

“sepertinya aku…membutuhkan udara segar” bisiknya dalam hati.

Ia menatap Daniel sesaat, lelaki itu terlihat begitu menikmati pesta dengan koleganya. Saat ini, ia merasa membutuhkan Daniel. Tapi,….untuk sementara waktu ia urungkan niatnya itu.


Lady Park perlahan berjalan melewati koridor, ia melangkahkan kakinya dengan anggun seperti berjalan di atas catwalk. Terkadang ia ingin mengembangkan bakatnya lagi sebagai model, yang terhenti sejak ia menikah dengan Goo Daniel.  Beberapa saat kemudian sampailah ia di sebuah taman… luas dengan kolam kecil dan air mancur…., menghiasi taman  itu. Udara malam itu begitu dingin terasa…..dan sunyi…..sehingga dapat terdengar jelas suara gemercik air,…dari kolam kecil itu…


Ia menghirup udara itu, rasanya begitu….dingin….. lalu perlahan menghembuskannya lagi….  
Untuk beberapa saat pikirannya merasa tenang, tanpa harus memikirkan kejadian beberapa saat yang lalu….. namun, tiba…tiba….ia mendengar suara, suara yang sangat tidak asing baginya….


“sudah lama tidak melihatmu………..” suara itu terdengaar sangat parau

Lady Park membalikkan pandangannya, dan menoleh menuju suara itu.
  
“YOENA”… tukas minho dingin



_______________________________OOO________________________________






“Mr. Goo, ada seseorang yang mencari anda. Saat ini ia berada di ruang tunggu” tukas salah seorang penjaga pintu.

“siapa?” Tanya Daniel.

“namanya…hyung…..” balas penjaga itu.

Daniel mengerutkan dahinya…..mencoba menebak siapa orang yang mencarinya

“Mr. Kim…saya permisi sebentar” Daniel berpamitan kepada Mr. Kim dan beberapa kolega yang duduk di perjamuan itu.

Daniel melangkahkan kakinya. Menuju pintu utama………..

Kemudian ia melihat seorang pria duduk di aula dengan kepalanya yang setengah botak dan kacamatanya yang tebal membuat pria itu tampak terlihat bodoh, menghampiri Daniel sambil tersenyum.


“Mr. Goo….. apa kabar” tukas pria itu sambil mengulurkan tangannya. Daniel pun membalas uluran tangan itu.

“kau….wartawan hyung….?” Tanya Daniel.

“benar…benar tuan Goo” mereka melepas jabatan tangan itu.

“ada apa mencariku?” tukas Daniel

“mmmm…..saya bermaksud ingin mewawancarai anda…wawancara yang tertunda kemarin…yang telah anda janjikan kepada saya”

tukas pria itu dengan “wajah temboknya”…

“oh…baiklah. Tapi…..setelah pesta ini usai, ok” balas Daniel dengan ramah. Meskipun didalam hatinya Daniel merasa heran atas “kenekatan”

wartawan itu malam ini.

“tuan…hanya sebentar. Lagi pula wawancara ini, mengenai bisnis anda, tidak akan berkenaan dengan berita lain….untuk majalah bisnis…Tuan Goo” tukas lelaki itu dengan nada yang sedikit memaksa.

“ya…tapi saat ini sedang berlangsung pesta,…dan….”pria itu memotong kata- kata Daniel..

“tolonglah Mr.Goo….saya janji hanya sepuluh  menit…..ok” ucap wartawan hyung sambil tersenyum



--------oooo---------














“ahhh…leganya” tukas hye sun.

Gadis ini melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Kemudian berjalan menyusuri koridor….

“aku akan kembali ke ruang pesta” bisiknya dalam hati. Namun, niat itu tiba- tiba diurungkannya, …

hye sun mendengar suara gemercik air dari ujung koridor, dan…..ia mencoba mencari dimana sumber suara itu

“wah….taman…..ada taman…...indah sekali…..”hye sun melihat sebuah taman yang luas…  dengan kolam kecilnya.

“ah….sepertinya aku membutuhkan udara segar sebentar”

“pesta itu juga membuatku, sedikit bosan “ tukasnya dalam hati

Hye Sun melangkahkan kakinya menuju taman itu,…. Sesampainya ditaman, ia bisa merasakan udara dingin yang menusuk kulitnya.
 
Tapi,…ia tetap melangkahkan kakinya lagi…

“wow….taman  yang indah”bisiknya lagi.

Tapi… belum terlalu jauh dia melangkah. Tiba- tiba….ia mendengar suara dari balik pohon- pohon kecil yang ia lewati…suara itu…. tidak asing baginya.



“minho…??” tukas Lady Park

“huh!!!!…takdir membawa kita bertemu lagi, setelah lima tahun”

“dan….saat pertemuan ini….aku dikejutkan dengan pernikahanmu…..selamat Ny.Goo” ucap minho dingin.

Lady Park perlahan melangkahkan kakinya kearah minho. Ia merasa bahwa lelaki yang ada dihadapannya merasa….marah dan….cemburu.

“apa kau cemburu?” Tanya Lady Park

“cemburu…..untuk apa? Untuk seorang wanita yang mengkhianatiku?” jawab minho

“kau tahu…..kau yang membuat aku melakukannya. Andai kau bisa merubah sikap dan….”

“cukup!!!! Aku tidak mau mendengar alasanmu lagi NY.GOO!, itu sudah lama…..sudah lama berlalu.” Tukas minho kasar.

“ne….araso…..tapi….aku tahu, itu tidak akan pernah berlalu bagimu”

“huh!!!! Benarkah?....kau bisa lihat aku dengan mudah bisa mendapatkan wanita yang aku inginkan, lebih darimu” tukas minho dingin

“ya….tapi…aku tahu…tidak ada wanita yang kau cinta seperti kau mencintaiku”balas Lady park.

“kau selalu melihatku, kau tersakiti dan…..kau membalas hanya dengan mereka , GADIS- GADIS BODOH ITU!!!”

kau tidak bisa membalasku, ….karena cintamu padaku benar bukan?”

“bukankah……kau yang sedang mengalaminya saat ini Ny. Goo…..bukankah kau masih mencintaiku…? Tanya minho

Lady park perlahan mendekatkan wajahnya pada Sang Cassanova….

“tidak….aku membencimu….saat kau membuangku begitu saja…..hanya karena….aku menciumnya….aku…membencimu…karena kau tidak pernah memberiku kesempatan kedua” bisik Park Si yeon

Minho merasa amarahnya kini meledak. ia merasa ingin memukul wanita yang ada dihadapannya. Tapi….itu tidak mungkin ia lakukan…

tiba- tiba

minho tanpa ragu merengkuh kepala wanita itu….dan dengan satu langkah,…kini bibir mereka menyatu….

Ciuman yang sebenarnya begitu diharapkan oleh Lady Park….

Ciuman yang dapat membuktikan bahwa lelaki yang ada dihadapannya, masih….masih mencintainya. [cry] [cry]

Meskipun ciuman itu pada awalnya begitu kasar, tapi…tiba- tiba …ciuman itu….berubah menjadi penuh gairah.

Minho melumat bibir Park Si Yeon dengan bergairah…melumatnya…begitu dalam…hingga membuat wanita itu sulit bernafas.

Park Si Yeon merasa, ia tidak perlu melepaskan ataupun menolak ciuman itu….sesaat ia melupakan bahwa ia telah menjadi seorang isteri,  isteri dari Goo Daniel, saat ini ia hanya inginkan ciuman…sebuah ciuman dari Lee Min Ho…ciuman yang membuat tubuhnya melayang….

Tangannya menuruni pinggang park si yeon, sehingga membuat ciuman itu semakin erat….membara….bagaikan bara api…..penuh dengan ….gairah…..


 


______________________OOO_____________________




Daniel memasuki ruang pesta bersama wartawan Hyung.

Wartawan itu….melihat dengan terkesima, betapa…meriahnya pesta itu…..banyak sekali model, Artis dan pejabat berkumpul.

“hah….benar- benar pesta mewah….ini akan menjadi berita menarik besok pagi” tukasnya dalam hati.

“tidak baik jika kita melakukan wawancara disini…wartawan hyung” tukas Daniel

“ya…benar…..kita….cari tempat lain saja tuan” balas wartawan itu

“ingat….no camera . no photo ok!”

“ne….ok Mr. Goo” balasnya lagi.

Daniel harus “terpaksa” meluangkan waktunya untuk wawancara. Karena ia kemarin telah berjanji akan bersedia diwawancara,

wawancara yang sempat tertunda karena kesibukannya di jepang. kini, ia harus menepati janji pada wartawan itu, untuk bersedia diwawancara.

Dan meluangkan waktunya….


.
.
.


Kaki hye sun gemetar, kerongkongannya terasa pekat. Air matanya jatuh…..terlihat wajah Daniel dipikirannya……senyum Daniel….. tawa Daniel….


kakak yang paling ia cintai didunia ini…

Kebaikannya….cintanya….kini harus dikhianati …oleh orang yang sangat dicintainya….Park Si yeon….


Hye sun melangkah mundur…ia tidak sanggup lagi melihat “adegan” itu, kakinya gemetar, dan

“prang!!!!


Hye sun merasa tubuhnya menabrak sesuatu. Ia menabrak hiasan bunga yang ada di pinggir taman.

Minho melepaskan ciumannya, Begitu juga dengan Park Si yeon….

Mereka mencoba mencari dan melihat arah dari suara itu dan…….

“hye….hye sun” ucap Lady Park dengan suaranya yang gemetar

Park si yeon merasa dunianya telah runtuh. Hye sun kini ada dihadapannya……dengan tatapan yang penuh amarah dan kebencian…

“ini…tidak seperti yang kau lihat hye sun” tukas Park si yeon gugup.

Lady park perlahan mendekati hye sun…

“berhenti!!!! “ jerit hye sun

Lady Park menghentikan langkahnya…dan menatap wajah gadis itu

“jadi…..ini bukti cintamu pada kakakku…apakah ini!!!”

Minho terdiam sambil memandang wajah hye sun. wajahnya terlihat tidak kalah gugup.

Lady Park terdiam, sesaat …. Kemudian  berkata dan mencoba untuk menjelaskan semuanya

“a….aku bisa jelaskan hye…. Ini…”

“aku bisa terima ….sikapmu padaku,,,,aku bisa terima rasa tidak sukamu padaku…tapi…aku tidak bisa terima,,,,jika KAU!!!! Mengkhianati kakakku!!!!

Jerit hye sun lagi.

Dadanya terasa sakit jika harus terus memandang wanita yang ada dihadapannya…..dengan cepat Hye sun melangkahkan kakinya untuk pergi,

tapi tiba- tiba lady park menahan tangannya…

“tidakk!!!!….aku tidak akan melakukan hal ini lagi…aku benar- benar tidak sengaja  hye dan aku salah…..aku…aku tidak akan menyakitimu lagi!

Aku tidak akan mengganggu mu lagi!….tapi…aku …mohon….jangan beritahu Daniel….. aku mohon”

Lady Park kini memohon sambil menangis…..terdengar sesegukan dari bibirnya

Minho hanya diam sambil menatap kejadian itu……….tatapannya sangat dingin kini tidak terlihat ada raut “menyesal” dari wajahnya.

Dan kini hye sun mengalihkan pandangannya__memandang wajah  Min ho  dengan penuh kebencian. Ia merasa tidak takut lagi saat memandang wajah lelaki itu.

Ia merasa muak jika memandang wajah lelaki itu, tapi…ia merasa harus mengatakan kata- kata ini…pada Lee min ho

“dan kau….tuan!!!…..bisakah kau tidak harus berhubungan dengan isteri orang lain.”

“ tidakkah itu…sangat memalukan!!!!…kau hanya makin terlihat seperti sampah!!!” ucap hye sun dingin

Hye sun melepaskan genggaman Lady Park, dengan kasar…. Kini wanita itu seperti terdakwa yang siap menerima hukuman mati

“hye!!! “ jerit Lady park



Lady park tidak mampu melangkahkan kakinya lagi, kakinya gemetar…..ia hanya bisa menangis…dan berharap ini hanya mimpi buruknya…

Hye sun dengan cepat melangkahkan kakinya menjauhi kedua orang itu, diiringi air matanya yang semakin deras

“Daniel harus tahu, tentang semua ini…meskipun menyakitkan baginya…..aku tidak ingin ia lebih menderita lagi”

bisik hye sun dalam hati



Tapi ….. belum jauh ia melangkah…..tiba- tiba….. hye sun merasa…ada seseorang yang mencengkram tangannya….dengan kuat…..

membuat tubuhnya tidak seimbang dan….ia kini merasakan…. sentuhan hangat dibibirnya…. [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Minho menciumnya…..mencium bibir mungil gadis itu, hye sun berusaha untuk melepaskan pelukan dan ciuman itu….tapi…tenaga lelaki itu cukup kuat….ia bahkan bisa merasakan tubuhnya yang telah dikuasai….sehingga sulit baginya untuk bernafas……
 [huglove] [huglove]

Ciuman yang bergairah….kasar…dan menyakitkan….minho meremas dan merengkuh  pinggang kecil gadis itu dengan erat sehingga membuat hye sun semakin sulit melepaskan diri….lelaki itu melumat bibirnya…menggigitnya lembut….dan berusaha masuk lebih dalam lagi….ciuman yang begitu menuntut….yang membuat tubuh mungil gadis itu terasa lemas dan gemetar….

“tolong…..lepaskan aku…..”bisik hye sun dalam hati sambil berusaha mendorong tubuh minho tapi…ia merasa tidak sanggup…..pelukan itu sangat kuat….


Mata park si yeon terbelalak, ia sangat terkejut melihat semua itu. Mengapa minho melakukan hal itu….mengapa?
bisiknya tapi ia merasa kakinya tidak dapat bergerak….terasa begitu kaku….ia hanya diam membisu saat melihat minho mencium hye sun.
 
walaupun hanya melihat dari kejauhan….tapi Lady Park tetap merasa bahwa itu…itu tidak harus minho lakukan.

Tiba- tiba….

“APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!!” jerit lelaki itu.

terdengar suara seseorang yang tidak asing …..suara penuh kemarahan….

Minho terkejut dan dengan sekuat tenaga  Hye sun mendorong tubuh minho, sambil menyeka bibirnya dengan tanganya sendiri,

hye sun kini berhadapan dengan Daniel…kakaknya…..wajahnya penuh dengan rasa takut kakinya gemetar….. berusaha bernafas…… dalam dadanya yang terasa sesak….


“o….oppa”  lirih hye sun









ditunggu komennya   [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

moga ga bosennn ama long chap nya [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: July 11, 2011, 11:16:35 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]