SPOILER!!!
"Jadi bagaimana keadaan putra saya dokter?" Raut wajah cemas terlihat jelas di tunjukkan oleh mrs.lee. Disampingnya ada aku, dan juga ayah mertua..
"Iya dokter bagaimana keadaan minho..." Tambahku. Fikiran buruk terus menghantui tanpa mampu ku kendalikan.
Dokter separuh baya itu terdiam...
"Kumohon jawab...hu..hu.." Ucapku terisak. Ibu mertuaku tak kuasa melihat..beliau dengan sabar membawaku ke dalam pelukannya..
"Minho mengalami luka sangat serius pada lengannya... Urat syaraf putus sehingga mengalami pendarahan hebat..kami para medis sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghentikan pendarahan tersebut, tapi maaf..cara satu-satunya yaitu dengan mengamputasi lengan kanannya.." Dokter itu berucap sangat hati hati kepada kami.
"Maksud anda? " Tanya ibu mertuaku berusaha untuk -satu kata- itu tidak benar!
"Maafkan kami...lengan kanan putra anda terpaksa kami angkat atau istilah medisnya yaitu amputasi..."
"M....mwo? Ja..jadi mak..maksud anda putra saya sekarang cacat?" Ayah mertuaku tergagap.. Bibirnya gemetar hebat mendengar ucapan dari dokter yang sama sekali tidak kami sangka sedikitpun
"Oh tuhan!!!!! Minho! Minho....hu..hu..hu..." Ibu mertuaku menangis sejadi jadinya... Beliau melirikku dan mengusap kepalaku," hye sun-a kau harus tabah sayang...hu..hu.."
Tidak mungkin..
Tubuh minho masih sempurna!
Baru semalam kami saling menyentuh, meraba, dan merasakan kehangatan satu sama lain..dan tadi pagi kehangatan jari jemarinya masih bisa kurasakan pada tubuhku..INI PASTI SEBUAH KESALAHAN!!
Aku menggeleng keras," tidak! Minho masih sempurna!! Ini semua tidak nyata! Tidak!!!!"
"Hye sun-a.. Tabahlah sayang..." Hibur ibu mertuaku.. Beliau memang benar benar wanita yang sangat kuat.. Walaupun hatinya sakit sama sepertiku tapi ia masih bisa menahan dan memikirkan aku..
"tidak omma! TIDAAAAAAAAAK!!!!!!!!!!"
***